Anda di halaman 1dari 5

LKS (Pengukuran Panjang)

Tujuan
Menjelaskan cara kerja alat ukur panjang
Alat dan bahan
Mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup, tabung reaksi, pensil, dan kertas karton
Langkah kerja
1. Ukurlah diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman tabung reaksi. Ukur pula
panjang dan lebar benda lainnya dengan menggunakan ketiga alat tersebut.
2. Masukkan hasil pengukuran pada tabel berikut.
Nama Benda
Yang diukur

No

Tabung
Reaksi

Pensil

Kertas
Karton

Hasil Pengukuran
Besaran yang diukur

Mistar

Jangka
Sorong

Mikrometer
skrup

Diameter Dalam
Dimeter Luar
Kedalaman Tabung
Diameter
Panjang
Kedalaman
panjang
lebar
Ketebalan

Pertanyaan
1. Apakah semua besaran benda dapat diukur dengan ketiga alat ukur tersebut?
Mengapa demikian?
2. Apakah hasil pengukuran dari ketiga alat ukur tersebut sama? Mengapa
demikian?
3. Apa yang dapat kamu simpulkan?

LKS (pengukuran Massa)


Tujuan
Menjelaskan cara kerja alat ukur massa
Alat dan bahan
Neraca O'hauss dan timbangan badan
Langkah kerja
1. Sediakan neraca O'hauss dan timbangan badan.
2. Timbanglah beberapa benda, misalnya beberapa buku pada neraca O'hauss dan
timbangan badan.
3. Masukkan hasilnya pada tabel pengamatan berikut ini.

Pertanyaan
1. Dengan menimbang satu buku, berapa massa yang ditunjukkan oleh neraca dan
timbangan badan?
2. Berapa buku maksimal yang dapat ditampung oleh neraca O'hauss dan
timbangan badan?
3. Mana yang lebih akurat, neraca O'hauss atau timbangan badan?
4. Apa yang dapat kamu simpulkan?

LKS (Pengukuran Waktu)

Tujuan
Menjelaskan cara kerja alat ukur waktu
Alat dan bahan
Jam tangan dan stopwatch
Langkah kerja
1. Berjalanlah dari depan kelas ke belakang kelas sambil mengukur waktunya
dengan menggunakan alat ukur waktu (jam tangan dan stopwatch).
2. Masukkan hasilnya pada tabel pengamatan berikut.

Pertanyaan
1. Berapa lama waktu yang diperlukan olehmu untuk berjalan dari depan kelas ke
belakang kelas?
2. Mana yang lebih akurat antara jam tangan dan stopwatch? Jelaskan.
3. Apa yang dapat kamu simpulkan?

LKS (Pengukuran Waktu)


Tujuan
Menetapkan skala suatu termometer
Alat dan bahan

Termometer raksa yang belum diberi skala

Es batu, air panas, satu set alat pemanas, labu didih, gelas dan corong kaca

Kain lap, spidol, kertas milimeter, dan penggaris

Langkah kerja
1. Masukkan es ke dalam gelas atau corong kaca, kemudian masukkan
termometer. Biarkan beberapa saat sampai kedudukan raksa stabil/tidak turun
lagi. Kemudian pada kedudukan raksa tersebut diberi tanda angka 0 (nol)
dengan spidol. Tanda ini sebagai titik tetap bawah termometer dengan nilai 0C.
2. Masukkan air panas ke labu didih, kemudian panaskan sampai airnya mendidih.
Masukkan termometer ke dalam air yang sedang mendidih hingga tampak raksa
naik dan berhenti pada tempat tertinggi. Selanjutnya beri tanda angka 100
dengan spidol. Tanda ini sebagai titik tetap atas termometer dengan nilai 100C.
3. Ambil termometer dan keringkan termometer dengan kain lap. Letakkan
termometer di atas kertas milimeter. Dengan bantuan penggaris, letakkan titik
tetap bawah dan titik tetap atas pada kertas milimeter. Bagi jarak antara titik
tetap bawah dan titik tetap atas menjadi sepuluh bagian yang sama. Tandai
dengan angka secara berurutan dari titik bagian itu mulai dari 0, 10, 20, 30, 40,
50, 60, 70, sampai 100.

Pertanyaan
1. Dari penetapan skala tadi, coba kamu ukur suhu pada air panas, dan air dari es
yang telah melebur. Berapa derajat suhunya?
2. Ganti termometer dengan termometer yang telah jadi. Apakah hasilnya sama
dengan termometer buatanmu tadi?
3. Apa yang dapat kamu simpulkan?