Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kemajuan teknologi pada saat ini semakin berkembang pesat, terutama dalam bidang
transportasi. Transportasi merupakan sarana yang menunjang manusia dalam
melaksanakan suatu kegiatan, yang didalamya menggunakan teknologi. Oleh karena itu,
dibutuhkan pendidikan yang akan menghasilkan lulusan yang berwawasan luas dan
memiliki keterampilan dalam teknologi, khususnya dibidang Otomotif.
Misi Sekolah Menengah Kejuruan adalah untuk membentuk manusia pembangunan yang
mampu berperan sebagai tenaga terampil tingkat menengah yang layak kerja dan mandiri
dalam berbagai kemampuan. Sebagai realisasinya diterapkanlah metode pendidikan
dengan sistem ganda sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No:
080/U/1993 tentang Kurikulum SMK tahun 1994 dan disempurnakan dengan Kurikulum
SMK edisi 99.
Yang dimaksud dengan pendidikan dengan sistem ganda adalah suatu bentuk
penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sinkron antara
program pendidikan di sekolah dan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan
langsung di dunia kerja/ industri secara terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian
profesional tertentu.
Penyelenggaraan penguasaan keahlian di dunia kerja dinamakan Praktik Kerja Industri
(PRAKERIN). Dengan demikian setiap siswa wajib mengikuti program ini sebab
PRAKERIN merupakan realisasi dari pelaksanaan Kurikulum SMK secara menyeluruh.
Setiap sekolah kejuruan khususnya SMK wajib melaksanakan Praktik Kerja Industri
(Prakerin) dengan maksud untuk membandingkan sampai sejauhmana pendidikan dan
praktik yang didapat di sekolah dengan yang di luar sekolah. Oleh karena itu, SMK
merupakan tempat yang dapat mendidik generasi muda agar mempunyai keterampilan
tertentu dan siap menerjuni dunia kerja.
1.2 Tujuan Praktik Kerja Industri
Praktik kerja Industri sebagai realisasi dari Pendidikan Sistem Ganda mempunyai tujuan
antara lain:
a) Untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan
pengetahuan, keterampilan dan etos kerja sesuai dengan tuntutan dunia kerja;
b) Memperkokoh keserasian dan persamaan persepsi antara dunia kerja dengan Sekolah
Menengah Kejuruan;

c) Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja profesional;


d) Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja yang merupakan
bagian dari proses pendidikan.
1.3 Tujuan Pembuatan Laporan
Sebagai bukti siswa telah melaksanakan PRAKERIN maka disusun laporan hasil
Prakerin. Tujuan penyusunan laporan ini antara lain :
a) Sebagai alat untuk mengetahui kegiatan siswa selama Prakerin;
b) Supaya siswa lebih mengenal arti dari sebuah pekerjaan;
c) Meningkatkan mutu siswa lulusan SMK Negeri 1 Kawali;
d) Memperluas wawasan siswa dalam bidang di bidang pengetahuan, keterampilan dan
sikap profesional khususnya di bidang Otomotif;
e) Sebagai syarat untuk dapat mengikuti UAS, dan Ujian Nasional.
1.4 Rumusan Masalah
Mengingat banyak permasalahan yang sering terjadi di dalam sistem rem suatu
kendaraan, maka dalam penulisan laporan ini, penulis hanya membatasi masalah
meliputi: nama komponen dan fungsi, cara kerja, serta analisis penyebab gangguan dan
perbaikan sistem rem tromol yang menjadi objek pembahasan agar penguraiannya dapat
terfokus dengan baik dan sistematik.
1.5 Teknik Pengumpulan Data
Dalam rangka penulisan dan pembuatan laporan ini, data yang diperlukan diperoleh
dengan cara sebagai berikut:
a) Metode Dokumentasi
Pada metode ini data yang telah diperoleh dengan cara mempelajari dokumen dan
literatur yang ada kaitannya dengan topik laporan ini.
b) Metode Tanya-jawab.
Untuk melengkapi data-data yang diperlukan maka penulis juga melengkapi dengan
sistem tanya jawab pada sumber-sumber yang relevan seperti :
- Guru Pembimbing.
- Staf pengajar dan mekanik yang mengetahui atau ahli di bidangnya.
- Instruktur pada bengkel Otomotif SMK Negeri 1 Kawali
- Pembimbing di Industri
c) Kajian literatur yaitu data yang diperoleh bedasarkan literatur, seperti
- Buku

Makalah
Modul dan buku yang berkaitan dengan otomotif

1.6 Sistematika Penulisan


Dalam penulisan laporan ini dibagi menjadi lima (5) bab yaitu :
Bab I Pendahuluan
Menguraikan mengenai latar belakang masalah, maksud dan tujuan prakerin, rumusan
masalah, teknik pengumpulan data, sistematika penulisan, dan lokasi objek.
Bab II Ruang Lingkup Objek
Bab ini membahas sejarah berdirinya perusahaan/ institusi, struktur organisasi
perusahaan, kepegawaian, peralatan pendukung kegiatan dan penanganan limbah.
Bab III Landasan Teori
Bab ini penulis menguraikan mengenai; landasan teori yang mendukung, Sistem rem,
jenis jenis rem, prinsip kerja rem, dan komponen komponen sistem rem dan cara
kerjanya.
Bab IV Praktik Kerja dan Pembahasan
Menguraikan tentang analisa gangguan, Langkah-langkah membongkar memeriksa serta
merakit atau memasangnya kembali
Bab IV Kesimpulan dan Saran.
Pada bab terakhir ini menyajikan kesimpulan terhadap semua materi yang telah disajikan
pada bab-bab sebelumnya serta berisikan saran-saran yang perlu disampaikan mengacu
pada teori, analisa dan kesimpulan lainnya.
1.7 Lokasi Objek
Lokasi perusahaan bengkel Dua Putra Selacai tepatnya Jalan Raya Kawali-Ciamis No 8
Selacai-Cipaku 46252

BAB II
Ruang Lingkup Objek
2.1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
Bengkel Dua Putra berdiri pada tahun 1985 yang didirikan oleh Bapakk Engkus Kusnadi
yang beralamat di Jalan Raya Kawali-Ciamis No. 8 di depan balai Desa Selacai
kecamatan Cipaku.

Pada awalnya beliau mendirikan tambal ban sekitar tahun 1984. Berkat usaha dan kerja
keras beliau, yang diberinama Dua Putra, karena beliau mempunyai dua orang putra,
maka bengkel yang beliau dirikan tersebut diberi nama bengkel Mobil Dua Putra.
2.2. Struktur Organisasi
Dalam sebuah perusahaan pasti memiliki organisasi, organisasi tersebut memiliki tugas
dan tanggung jawab. Tugas dari organisasi tersebut adalah melaksanakan program
perusahaan dengan sebaik-baiknya dan secara bijaksana tanggung jawab dari organisasi
adalah menaati seluruh program dan tata tertib dalam sebuah institusi/industri. Adapun
struktur organisasi Bengkel Dua Putra dapat dilihat dibawah ini:

2.3. Kepegawaian
Pegawai adalah salah satu syarat untuk membuat serta mendirikan suatu Institusi/Industri
tersebut tidak akan berjalan. Oleh karena itu pegawai harus rajin dan terampil serta
pegawai harus dapat menghargai Institusi atau Industri yang diambil oleh pegawai.
2.4. Peralatan Pendukung Kegiatan
Di perusahaan Tunas Daihatsu, terdapat berbagai macam alat-alat perbaikan kendaraan.
Data Tools Mekanik diantaranya:
a. Kunci T
b. Kunci sok
c. Kunci ring
d. Kunci pas
e. Tang kombinasi kombinasi
f. Tang lancip

g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
o.
p.
q.
r.
s.
t.
u.
v.
w.
x.
y.
z.

Kunci L
Kunci busi
Batang sok
Bak kecil
Test pen
Sikat Kuningan
Ragum n. Trelek
Kape
Feeller Gauge
Obeng (+), (-)
Pahat besi
Palu plastik
Palu besi
Gunting
Grip
Tang stel
Fender cover
Lampu kerja
Dongkrak

2.5. Penanggulangan Limbah


Di bengkel dua putra, limbah sisa-sisa hasil kegiatan ditanggulangi sebagai berikut :
1. Limbah yang bersifat logam seperti seng, sisa dari hasil perbaikan bodi kendaraan
dan onderdil bekas itu dikump[ulkan lalu dijual;
2. Limbah oli ditampung di dalam drum, biasanya seminggu sekali oli bekas ini dibeli
oleh pemborong oli bekas;
3. Limbah air seperti dari bekas mencuci komponen kendaraan yang dibersihkan di
alirkan ke tempat penyerapan air yang ada di belakang rumah.
2.6. Denah lokasi
BAB III
LANDASAN TEORI

Dalam laporan ini, penyusun tidak melaporkan seluruh kegiatan praktik, tetapi hanya
mengambil sebagian materi yang paling sering dilakukan. Materi ini sangat penting untuk
keselamatan kendaraan. Materi yang dipilih adalah Perbaikan kerusakan pada sistem rem.
3.1 Pengertian
Rem merupakan bagian kendaraan yang sangat penting dalam mendukung aspek
keamanan berkendaraan. Tujuan dipasangnya rem pada kendaraan untuk mengurangi
kecepatan, menghentikan, memarkir kendaraan pada jalan yang mendaki, dengan kata
lain melakukan kontrol terhadap kecepatan kendaraan untuk menghindari kecelakaan dan
merupakan alat pengaman yang berguna untuk menghentikan kendaraan secara berkala.
Oleh karena itub,aik atau tidaknya kemampuan rem secara langsung menjadi persoalan
yang sangat penting bagi pengemudi diwaktu mengendarai kendaraan. Jadi fungsi rem
harus dapat mengatasi kecepatan kendaraan.
Rem yang digunakan untuk kendaraan harus memenuhi syarat -syarat sebagai berikut :
Dapat menghentikan kendaraan secepat mungkin.
Dapat bekerja dengan baik
Dapat melaksanakan pengereman sesuai kehendak pengemudi.
Dapat dipercaya dan mempunyai days tekan yang cukup
Rem itu harus mudah diperiksa dan disetel.
3.2 Prinsip Kerja Rem
Kendaraan tidak akan berhenti dengan segera apabila masih dibebaskan (tidak
dihubungkan) dengan pemindahan daya, kendaraan cenderung tetap bergerak. Kelemahan
ini harus dikurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga
berhenti.
Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (gerak) untuk menggerakan
kendaraan. Sebaliknya, rem mengubah energi kinetik (gerak) kembali menjadi energi
panas untuk menghentikan kendaraan. Umumnya rem bekerja disebabkan oleh adanya
sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman diperoleh dari
adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua obyek.

Gambar 1. Efek yang timbul karena gesekan dua objek

3.3 Jenis - Jenis Rem


Pada mobil umumnya digunakan 3 macam rem menurut penggunaannya, yaitu rem kaki,
rem tangan, dap rem tambahan. Adapun fungsinya adalah sebagai berikut :
3.3.1 Rem Kaki
Untuk mengurangi kecepatan sampai menghentikan jalannya kendaraan. Ada 3 macam
rem kaki yaitu: rem mekanik (kabel), rem hidrolik, rem angin (pneumatic).
3.3.2 Rem Tangan (rem parkin)
Untuk memacetkan putaran coda (misalnya pada saat parkir) selain itu jugs berfungsi
sebagai rem cadangan bilamana dalam perjalanan rem kaki tiba - tiba tidak berfungsi.
Ada dua macam rem parkir yaitu, rem pada roda belakang dan pengereman pada poros
propeller (tromol).
3.3.3 Rem Tambahan (exhaust brake)
Rem tambahan biasanya digunakan oleh kendaraan-kendaraan yang membutuhkan daya
pengereman yang tebih besar seperti truk diesel dan kendaraan - kendaraan besar lainnya.
3.4 Komponen-Komponen Sistem Rem
3.4.1 Pedal
Pedal berfungsi untuk menekan batang pendorong atau push rod ke piston pada maser
silinder. Pedal pada sistem rem menggunakan prinsip tuas, sehingga tenaga pengemudi
dapat dilipat gandakan
3.4.2 Batang Pendorong (push rod)
Batang pendorong berfungsi untuk meneruskan tekanan pedal ke piston pada master
silinder melalui boster.
3.4.3 Tangki Reservoir (reservoir tank)
Tangki reservoir berfungsi untuk menyimpan/menampung fluida.
3.4.4 Master Silinder
Master silinder sebagai rumah dari piston yang berfungsi untuk mendorong cairan fluida
pada saat pedal rem ditekan.
Master slinder mengubah gerak pedal rem kedalam tekanan hidraulis. Master slinder
terdiri dari reservoir tank yang berisi minyak rem, pegas, piston dan selinder yang
membangkitkan tekanan hidroulis. Ada dua tipe master silinder yaitu tipe tunggal dan
tipe ganda. Master silinder tipe ganda banyak digunakan dibandingkan master silinder
tipe tunggal, jadi disini hanya dibahas master silinder tipe ganda (tandem saja)
Konstruksi dan nama-nama bagian master silinder dua torak jenis tandem :

Cara kerja master silinder


Adapun cara kerja dari master jenis due torak (tandem) adalah sebagai berikut :
Saat rem tidak dioperasikan, piston cups no. 1 dan piston no. 2 berada diantara saluran
masuk (inlet port) dan saluran kembali (compensating port), sehingga terdapat saluran
antara sylinder dan reservoir tank. Piston no. 2 ditekan ke kanan oleh tenaga pegas
pembalik (return spring) no. 2, akan tetapi tidak terdorong lebih jauh karena ditahan oleh
baut penahan (stopper bolt).

Gambar 3. Master silinder saat tidak dioprasikan


Saat pedal diinjak, piston no.1 bergerak ke kiri dan Cutup piston (Piston cup) menutupi
compensating port untuk menahan aliran antara silinder dan reservoir tank. Bila piston
ditekan lebih lanjut, ini akan menambah tekanan hidrolik dalam silinder. Tekanan ini juga
diteruskan pada silinder roda belakang. Bila tekanan hidrolik yang sama juga menekan
piston no.2, make piston no. 2 akan bekerja dengan cara yang sama seperti piston no.1
dan diteruskan ke silinder roda depan.

Gambar 4. Master silinder saat pedal diinjak


Saat pedal rem dibebaskan, piston-piston kembali ke posisinya semula oleh tekanan
hidrolik, karena tenaga dorongan pegas pembalik (return spring). Namun oleh karena

minyak rem tidak mengalir balik ke master silinder dengan segera, tekanan dalam
hidrolik master silinder seketika turun (drop) seketika (vacuum develops). Sebagai
akibatnya minyak rem dalam silinder master masuk melalui beberapa lubang kecil
(orifices) untuk diberikan ke ujung piston dan sekitar batas luar piston cup.

Gambar 5. saat pedal rem dibebaskan


Setelah piston kembali ke posisi semula, minyak rem dari silinder roda melalui
compensating port menuju ke reservoir Bertambahnya minyak karena kenaikan
temperatur dialirkan melalui compensating port, sehingga mencegah kenaikan tekanan
minyak saat pedal bebas.

Gambar 6. Piston setelah kembali seperti semula


3.4.5 Penguat Tenaga (Roster Rem)
Tenaga penekanan pada pedal rem dari seorang pengemudi tidak cukup kuat untuk segera
dapat menghentikan kendaraan. Booster rem (brake booster) melipat gandakan daya
penekanan pedal, sehingga daya pengereman yang lebih besar dapat diperoleh.
Booster rem dapat dipasang menjadi satu dengan master silinder (tipe integral) atau dapat
jugs dipasangkan secara terpisah dari master silinder itu sendiri. Tipe integral ini banyak
digunakan pada kendaraan penumpang dan trek kecil.

Gambar 7. Booster rem


Prinsip kerja boster
Bila vakum bekerja pada kedua sisi piston, maka piston akan terdorong ke kanan oleh
pegas. Bila tekanan atmosfir masuk ke ruang A, maka piston bergerak ke kiri menekan
pegas karena adanya perbedaan tekanan, menyebabkan batang piston menekan piston
master silinder.

Gambar 8. Prinsip kerja boster


Konstruksi
Adapun konstruksi Boster rem adalah :
Konstrksi boster rem (brake booster) seperti pada gambar di bawah
Katup pengecek (Check valve) dibuat sedemikian rupa untuk memungkinkan udara
mengalir dari booster ke mesin. Dengan demikian kevakuman maksimum dalam boster
dapat diatur oleh mesin
AD Ruang boster terbagi menjadi dua bagian oleh diaphragma, yaitu ruangan tekanan
tetap dan ruangan tekanan tak tetap (constant pressure chamber dan variable pressure
chamber). Diaphragima dipasang ke valve body bersama-sama dengan piston. Booster
piston dan valve body terdorong ke kanan oleh diaphragm spring.
Pada valve body terdapat mekanisme katup. Udara masuk melalui pembersih udara (air
cleaner) sesuai dengan gerakan operating rod sambil mengatur tekanan ruang variable
pressure chamber, Push rod terdapat di sebelah kiri valve body. Ketika pedal ditekan,
push rod bergeser ke kiri untuk mengaktifkan master silinder.
Valve operating rod dihubungkan ke pedal rem.
Pada bagian yang bergeser (booster body dan valve body, booster body dan push rod)
dilengkapi dengan body seal untuk mempertahankan kevakuman di dalam boster.

Gambar 9. Konstruksi boster rem


3.4.6 Pipa pipa.
Pipa berfungsi sebagai saluran cairan fluida dari master silinder ke silinder roda.
3.5 Rem Tromol
Rem tromol adalah salah satu tipe rem pada kendaraan yang menggunakan sepatu rem
dan tromol. Pada tipe rem tromol ini kekuatan tenaga pengereman di peroleh dari sepatu
rem yang diam, menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama - sama
dengan roda. Fungsi rem tromol adalah untuk menimbulkan gaya gesekan antara kampas
dan tromol pada waktu diadakan pengereman sehingga memungkinkan kecepatan
kendaraan dapat diperlambat atau dihentikan.
Adapun cara kerjanya yaitu pada saat pedal rem diinjak atau ditekan maka tuas akan
mendorong piston pada master silinder dan menekan fluida dan diteruskan secara merata
ke tiap-tiap master silinder pada roda melalui selang dan pipa, kemudian piston pada
master silinder mendapatkan tekanan dari fluida dan kemudian piston menekan sepatu
rem dan sepatu menekan dinding tromol bagian dalam sehingga terjadi pergesekan atau
pengereman.

Gambar 10. Komponen rem tromol


Adapun komponen-komponen dari rem tromol adalah sebagai berikut:
a. Plat Penahan (backing plate)

Backing plate terbuat dan Baja press yang disatukan dengan axle housing bagian
belakang. Fungsinya adalah sebagai tempat dudukan dari pada silinder roda, kampas dan
sepatu rem.

Gambar 11. Backing plate


b. Silinder roda (wheel sylinder)
Silinder roda berfungsi untuk memberikan penekanan terhadap sepatu rem yang
kemudian bersama - sama menekan tromol rem. Tiap roda menggunakan satu atau dua
silinder roda. Ada silinder roda yang menggunakan satu piston dan ada yang
menggunakan dua buah piston. Silinder roda ini terdiri dari teberapa komponen yang
masing - masing memiliki fungsi yang berbeda seperti terlihat pada gambar di bawah.

Komponen silinder roda


a) Bodi silinder ( cylinder body)
Berfungsi sebagai rumah unit piston untuk menggerakkan kedua kampas rem.

b) Tutup piston (piston cup)


Berfungsi untuk mencegah kebocoran minyak rem dan dipasangkan pada bagian depan
dan belakang piston.
c) Pegas (spring)
Berfungsi sebagai pegas pengembali untuk mengembalikan piston ke posisi semula
setelah proses pengereman selesai dilakukan.
d) Torak ( Piston)
Berfungsi sebagai tenaga penggerak kedua kampas rem, karena adanya tekanan hidrolik
dari master silinder.
Penyetel (Adjuster)
Berfungsi untuk melakukan penyetelan celah kampasdengan tromol.
Blider (Bleeder Plug)
Berfungsi untuk mengeluarkan udara palsu dari sistem rem.
Penutup debu (boot)
Berfungsi sebagai pelindung masuknya noda (debu).
Sepatu rem dan kanvas rem (brake shoe and lining)
a) Sepatu rem terbuat dari plat baja dan kampasnya harus dapat menahan panas dan
mempunyai koefesian gesek yang tinggi. Kampas tersebut dipasang secara keliling atau
dilem pada permukaan yang bergesekan dengan tromol. Sepatu rem dan kampas rem
berfungsi untuk menahan putaran tromol.

Gambar 14. Sepatu rem dan kampas


b) Tromol rem (brake drum)
Tromol rem terbuat dari besi tuang. Tromol ini diletakkan berdekatan dengan sepatu rem
dan kampas rem dan berputar bersamaan dengan roda. Ketika kampas menekan
permukaan tromol bila rem berkerja maka panas yang dihasilkan dari pergesekan tersebut
dapat mencapai suhu 200 C sampai dengan 300 C. Tromol rem ini berfungsi sebagai
penahan putaran roda pada proses pengereman sedang berlangsung.

Gambar 15. Tromol rem


Cara Kerja Rem Tromol
a) Pada saat tidak berkerja
Tidak ada tekanan hidraulis dan torak silinder roda tidak mempunyai tekanan maka tidak
terjadi pengereman.

Gambar 16. Tromol pada saat tidak bekerja


b) Pada saat bekerja
Terjadi tekanan hidraulis sunder roda maka fluida menekan piston pada silinder roda dan
piston tersebut menekan kampas. Lalu kemudian menekan tromol maka terjadilah
pengereman.

Gambar 17. Tromol pada saat bekerja


Jenis-jenis rem tromol
a) Tipe Leading Trailing
Pada tipe ini terdapat satu silinder roda dengan dua piston yang akan mendorong bagian
atas dari tromol rem. Leading shoe lebih cepat aus dari Pada trailing shoe.

Gambar 18. Tipe leading trailing


b) Tipe Two Leading
Tipe ini mempunyai dua silinder roda yang masing- masing memiliki satu piston.
Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading shoe sehingga daya pengereman
baik, karena rem akan melawan arah putaran roda. Tetapi saat kendaraan mundur kedua
sepatu rem menjadi trailing shoe sehingga akan mengurangi daya pengereman.

Gambar 19. Tipe two leading

c) Tipe Dual Two Leading


Tipe ini mempunyai dua silinder roda (whel cylinder), yang masing-masing memiliki
dua buah piston, dan menghasilkan efek pengereman yang baik seat kendaraan maju
maupun mundur.

Gambar 20. Tipe dual two leading


d) Tipe Uni Servo
Jenis ini dilengkapi dengan satu silinder roda dengan satu piston pada bagian atas sepatu
primer dan sekunder, pada bagian bawahnya di pasangkan dengan penyetel sepatu rem
tipe mengembang. Bila pedal rem ditekan aliran fluida akan menggerakan piston pada

master silinder roda dan piston akan mendorong sepatu rem search dengan putaran
tromol. Gesekan yang ditimbulkan antara sepetu rem dan tromol dipindahkan langsung
melalui penyetel sepatu rem.

Gambar 21. Tipe uni servo


e) Tipe Duo Servo
Tipe ini merupakan penyempurnaan dari tipe uni servo yang mempunyai silinder roda
(wheel cylinder) dengan dua piston. Sedangkan pada bagian bawahnya ditahan oleh
penyetel sepatu rem seperti pada model rem uni servo. Rem model ini menghasilkan
effek energizing yang besar, dimana tekanan diberikan oleh silinder roda diterima dan di
balansir oleh penyetel sepatu rem, sehingga distribusi tekanan terhadap tromol merata
dan sepatu rem tetap berfungsi sebagai leading, meskipun arah kendaraan berjalan maju
ataupun mundur.

Gambar 22. Tipe duo servo


3.6 Rem Parkir
Rem parkir (parking brake) terutama di gunakan untuk memarkir kendaraan. Mobil
penumpang dan kendaraan niaga kecil yang mempunyai rem parkir roda belakang (rem
kaki), atau rem parkir eksklusif yang dihubungkan dengan roda - roda belakang.
Sedangkan kendaraan besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang
antara propller shaft dan transmisi. Sistim rem parkir terdiri dari tugs rem, stick (pedal),
kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan sepatu yang membangkitkan pengereman.
Komponen rem parkir
a. Tuas rem
Tuas rem berfungsi sebagai penarik kabel rem.

Gambar 23. Tuas rem parkir


b. Kabel rem parkir
Kabel rem berfungsi sebagai pemindah gerakan tuas ke tromol rem.
c. Equalizer
Berfungsi sebagai pengait yang membagikan gays pengereman pada kedua tromol
belakang.

Gambar 24. Equalizer


Cara kerja rem parkir
Pada saat tuas rem ditarik, maka kabel rem Langan akan menarik sepatu (break shoe
lefer) sehingga brake shoe lefer akan mendorong penunjang (shoe strut) kemudian shoe
strut mendorong brake sebelah kanan. Bersamaan dengan itu brake shoe lefer juga
menekan brake shoe sebelah kiri. Alas kejadian ini kedua sepatu rem akan mengembang
dan memberikan pengereman.

Gambar 25. Cara kerja rem parkir


BAB IV
PRAKTIK KERJA DAN PEMBAHASAN

4.1 Persiapan Alat dan Bahan


Sebelum melakukan pembongkaran perlu mempersiapkan peralatan, bahan dan menjaga
keselamatan kerja. Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan pembongkaran rem
tromol antara lain
- Dongkrak
- Penyangga (jack stand)
- Kunci Ring dan Pas 1 Set
- SST (kunci penyetel khusus)
- Kunci roda
- Kunci sok 21 - Palu baja
- Alat cuci ( air )
- Sikat baja
- Pistol udara
- Lif
- Moment
Bahan
Unit Kendaraan
Minyak rem
Kertas Amplas
Kaleng penampung minyak rem
Vet (selang) dan Majun / Kain lap
Keselamatan Kerja:
Tidak bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik.
Tidak membersihkan rem dengan angin, debu asbes dari kanvas beracun.
Rem merupakan bagian pengaman pada mobil. Kerjakan dengan cermat dan kontrol
hasil pekerjaan dengan teliti.
Perhatikan membersihkan pada kanvas dan tromol yang kotor kena oli/ minyak.

4.2 Langkah kerja pembongkaran


Mengganjal roda yang tidak dibongkar untuk keamanan ketika salah satu roda
diangkat. Hal ini bertujuan supaya kendaraan tidak berjalan ketika diangkat.

Mengendorkan baut roda yang akan dilepas, mengendorkan beberapa putaran saja,
jangan sampai melepas baut.

Gambar 26. Melepas baut roda


Mengangkat kendaraan menggunakan dongkrak, pastikan pemasangan dongkrak
berada pada posisi yang aman.

Gambar 27. Mengangkat kendaraan menggunakan dongkrak


Memasang jack stand pada bagian yang kokoh dari kendaraan, supaya pekerjaan
dapat dilakukan dengan aman serta perhatikan kondisi tanah.

Gambar 28. Pemasangan jack stand pada kendaraan


Melepas bout roda beserta roda dari kendaraan, dan simpan ditempat yang aman.
Memberi tanda pada tromol dan bagian pemusat pada flens roda, agar dapat dipasang
kembali seperti posisi semula. Posisi pemasangan yang berlainan dapat menimbulkan
tromol oleng, akibatnya mobil bergetar pada saat direm

Gambar 29. Pemberian tanda pada tromol


Melepas tuas rem tangan sehingga tromol dapat dilepas, jika yang diepas roda bagian
belakang.
Jika berkarat, bersihkan bagian pemusat pada flens roda dengan kertas gosok dan
memberi oli untuk memudahkan pelepasan tromol.
Kalau tromol tidak dapat dilepas dengan tangan, tarik tromol dengan memakai sekrup
pada lubang-lubang ulir yang tersedia untuk pelepasan. Putar sekrup (biasanya M8)
bergantian setiap satu putaran ke dalam sampai tromol terlepas. Jika tidak ado lubang ulir
untuk menarik tromol, pukul dengan palu baja pada sisi tromol, sampai tromol dapat
dilepas.

Gambar 30. Pelepasan tromol dengan pal


Kemungkinan lain, bila tromol macet keras, panaskan tromol dengan brander. Dengan
demikian, tromol mengembang dan kendor dengan sendirinya. Kalau tromol sudah
kendor tetapi tidak dapat dilepas, sepatu rem harus distel lebih longgar. Pada tromol yang
tua, kadang-kadang ada sisi karatan yang menghalangi pelepasannya. Perhatikan gambar!

Gambar 31.Pelepasan tromol dengan cara pemanasan


4.3

Pengujian Komponen Sistem Rem

Memeriksa apakah silinder rem macet. Melepas tromol hanya pada rem yang sedang
dimeriksa. Tromol roda-roda lain harus terpasang, agar torak-toraknya tidak tertekan
keluar.
Meminta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Torak torak pada silinder rem
yang diperiksa harus bergerak keluar pada waktu bersamaan dan dapat kembali dengan
sendirinya ke posisi semula. Jika tidak, semua silinder roda pada aksel yang diperiksa
harus diganti Baru atau dioverhaul.

Gambar 32. Penekanan pedal rem


Membersihkan bagian-bagian rem tromol menggunakan kuas atau sikat jangan
menggunakan udara bertekanan karena asbes bekas kampas rem beracun.
Memeriksa pemasangan bagian-bagian sepatu pengikat rem sebagai berikut :
a. Kedudukan ujung sepatu
b. Kedudukan pegas
c. Pemasangan batang penghubung
d. Pengunci sepatu
e. Kedudukan pegas
f. Kedudukan ujung sepatu
Memeriksa kebocoran pada wheel cylinder. Jika ada kebocoran pada wheel cylinder
maka semua wheel cylinder pada aksel

Gambar 33. Memeriksa kebocoran wheel cylinder


Melepas pengunci sepatu rem menggunakan tang cucut pada kedua sepatu rem.

Gambar 34. Memelepas pengunci sepatu rem


Melepas pegas (return spring) pada sepatu rem, jika sulit bisa dengan cara
mencongkel sepatu rem dengan obeng.

Gambar 35. Melepas pegas sepatu rem


Melepaskan kabel rem tangan dari tuas sepatu rem tangan.
Sebelum melepas pipa-pipa yang berada di wheel silinder, terlebih dahulu tutup
saluran rem (sirkuit rem) dengan cara mengklem pipa fleksibel. Untuk mengklem bisa
digunakan klem khusus untuk slang fleksibel atau bisa jugs dipakai vice grip. Hal ini
bertujuan untuk mencegah menetesnya minyak rem ketika pipa-pipa rem dilepas. Tetapi
jika akan dioverhoul semua sebaiknya minyak rem dikuras sekalian dan diganti yang
baru.
Melepas pipa tekanan tinggi pada wheel silinder dengan menggunakan kunci 10.
Melepas wheel silinder supaya pemeriksaan lebih mudah
Membersihkan semua komponen dengan menggunakan air dan sabun, jangan
dibersihkan menggunakan cairan solvent, karena bisa merusak komponen terutama bahan
yang terbuat dari karet. Gunakan majun saja jika kotorannya hanya sedikit.

Gambar 36. Membersihkan kotoran dengan menggunakan majun


Lakukan pemeriksaan pada

a. Sepatu rem
Perhatikan keausan, melekatnya kanvas pada sepatu rem dan kondisi kanvas rem itu
sendiri.
Hasil pemeriksaan :
Keausan
Memeriksa tebal kanvas jika tebal kanvas kurang dari 1,5 mm atau keling kanvas sudah
tercoret sebaiknya ganti dengan kanvas yang baru.

Gambar 37. Pemeriksaan keausan kanvas


Permukaan kanvas
Memeriksa permukaan kanvas seperti berikut :
Kalau permukaannya keras dan berkilat, nilai geseknya kurang. Kanvas harus digosok
atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang normal.

Gambar 38. Permukaan kanvas yang keras dan mengkilap


Permukaan kanvas yang kotor karena oli aksel atau cairan rem biasanya diganti baru.

Gambar 39. Permukaan kanvas yang kotor karena ber oli


Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal.
Tidak perlu digosok.

Gambar 40. Permukaan kanvas yang buram


Memeriksa kebocoran pada sil poros aksel (hanya pada aksel rigit dengan penggerak
coda). Kebocoran dapat dilihat pada piringan rem dan pada poros aksel yang basah
karena oli. Sil yang bocor harus diganti Baru.
b. Tromol Rem
Memeriksa permukaan gesek pada tromol rem. Bila berwarna abu abu sampai hitam,
atau berkarat, nilai gesekannya kurang. Maka permukaan harus dibersihkan dengan kertas
gosok, atau lebih baik dengan dibubut / digerinda. Sisi luar permukaan gesek harus
dibersihkan dari karat sebaik mungkin.
Perhatikan ukuran diameter tromol dan kerataan bidang gesek Hasil pemeriksaan:
Permukaan tromol masih tebal dan layak pakai
a) Pemeriksaan wheel sylinder dan kelengkapannya
Tutup piston (piston cup)
Memeriksa piston cup dari keausan, kondisi seal dari kerobekan.

Wheel cylinder
Perikasa keausan pada wheel silinder Berta diameternya. Lakukan pemeriksaan visual
jika ada goresan atau cekungan ganti wheel cylinder dengan yang baru.
Penyetel
Mengontrol apakah penyetel sepatu rem dapat diputar dengan ringan. Jika tidak,
bersihkan dan memberi pelumas.

Gambar 41. Penyetelan sepatu rem


Pelat penahan (backing plat)
Perhatikan dudukan - dudukan untuk sepatu rem, pastikan sepatu rem bergeser dengan
mudah. Saat pemasangan dudukan tersebut harus diberi pelumasan.
Pipa - pipa tekanan tinggi dan nipel-nipel

Memeriksa pipa - pipa tekanan tinggi dan nipel-nipel pada silinder roda. Perhatikan
apakah ada bagian yang terlipat. Jika silinder roda tidak dibongkar sebaiknya Pipa
tekanan tinggi ini tidak dilepas, untuk mencegah kerusakan baut.
Nipel pembuang angin
Memerhatikan kepala baut dan konis. Jika rusak ganti dengan nipel yang baru.
4.4 Perakitan Komponen Sistem rem
Setelah semua komponen selesai diservis/diganti maka lakukan pemasangan. Rem
teromol terdiri dari beberapa bagian yang kecil dan sebagian dari bagian ini yang kiri dan
kanan ticlak dapat dipertukarkan. (Misalnya, arah ulir sekrup adjuster/penyetel otomatis
berbeda-beda tergantung pada sistem penyetelannya).
Selain itu jika salah satu bagian hilang atau salah pasang, rem tidak dapat bekerja dengan
sempurna. Karena itu, apabila menangani model yang lain, selalu memperhatikan buku
pedoman reparasi yang sesuai. Atau perhatikan dengan seksama sebelum melakukan
pembongkaran.

Gambar 42. Pemasangan komponen harus tepat


Memasang tuas sepatu rem tangan dan tuas penyetel otomatis pada sepatu rem belakang.
a. Memasang untuk sementara pengunci beserta shim, lalu ukur celahnya
b. Mengoleskan sedikit gemuk yang tidak mudah meleleh pada pen lalu amankan
washer dengan tang.
c. Memeriksa bahwa kedua tuas bergerak dengan bebas. Jika gerak tuas terelalu begat,
penyetel otomatis tidak akan bekerja dengan sempurna atau rem tangan tidak bisa
dibebaskan.
d. Mengoleskan sedikit gemuk yang tidak meleleh pada plat penahan dimana sepatu
rem bersinggungan dan penyetel otomatis. Gemuk tidak boleh terlalu banyak karena
gemuk yang berlebihan dapat melekat pada sepatu rem.
e. Menghubungkan kabel rem tangan ke tuas sepatu rem dengan menekan pegas koil
kabel dengan tang lancip.

Gambar 43. Penekanan pegas koil kabel dengan tang lancip.


f. Menghubungkan penahan sepatu (salah satu alat rakitan otomatis) dengan tuas
penyetel dan sepatu rem belakang.

Gambar 44. Pemasangan klem.


g. Memasang pegas tuas penyetel otomatis pada tuas penyetel dan sepatu. Hati-hati
untuk tidak menyebabkan sepatu terdorong keluar.

Gambar 46. Pemasangan tuas penyetel otomatis


h. Memasang sepatu belakang pada plat penahan. Dengan menggunakan alat penggerak
pegas penahan sepatu SST, memasang sepatu rem beserta pegas penahan dan pennya.

Gambar 46. Pemasangan sepatu rem, pegas penahan dan pennya


i. Memasang pegas pembalik sepatu rem pada penunjang sepatu penyetel dan
masukkan penyetel (adjuster) ke penahan sepatu yang terpasang pada sepatu belakang.

j. Menghubungkan sepatu depan dan belakang dengan pegas jangkar sepatu dan pasang
sepatu depan pada plat penahan.
k. Memasang sepatu beserta pegas penahan sepatu, dan penahannya dengan
menggunakan SST, yakni alat penggerak penahan sepatu.
l. Mengaitkan pegas pembalik sepatu depan dan belakang menggunakan SST, alat
khusus untuk membalik sepatu rem. Perhatikan bahwa sepatu rem dan rakitan penyetel
otomatis terpasang dengan sempurna.

Gambar 47. Pemasangan pegas pembalik


m. Memeriksa dari penyetel otomatis. Dengan menggunakan obeng, gerakkan tuas
sepatu rem tangan beberapa kali dan memeriksa bahwa penyetel menjadi panjang secara
otomatis.
n. Membersihkan pelapis sepatu rem menggunakan amplas, bila perlu bersihkan
permukaan bagian dalam tromol rem.

Gambar 49. Membersihkan pelapis sepatu rem dengan hampelas


o. Memasang tromol rem
Memasang tromol kembali, sesuai dengan posisinya yang telah dimemberi tanda.
Sebelum memasang tromol, memberi sedikit vet pada pemusatnya, untuk mencegah
karatan. Memberi juga vet pada baut pengikat roda.
p.

Menyetel celah sepatu rem


Menarik dan membebaskan tuas rem tangan beberapa kali sampai tidak melebihi
spesifikasi bunyi "klik" yang telah ditentukan. Dengan demikian celah antara tromol dan
sepatu akan terstel dengan sendirinya.
q.

Menekan pedal rem beberapa kali dan cek hal-hal sebagai berikut :

Memeriksa bahwa semua teromol pada kedua bagian berputar dengan bebas tanpa
suatu gesekan atau tahanan yang terlalu besar.
Perhatikan bahwa jarak cadangan pedal rem harus lebih dari yang telah ditentukan.
r. Memasang roda dan mengencangkan semua mur baik-baik setelah kendaraan
diturunkan. Momen pengerasan mur roda adalah 70 120 Nm untuk mobil sedan, Colt
dan sebagainya. Untuk momen pengerasan yang tepat, lihat buku manual / data.
4.5 Membuang udara dari saluran rem hidrolis
Setelah melakukan prosedur overhoul pada sistem rem maka perlu dilakukan
pembledingan atau membuang udara palsu yang terdapat pada saluran rem. Udara palsu
tersebut dapat menghambat kinerja dari rem, sehingga dapat membahayakan pengemudi
dan penumpang dari kendaraan.
Langkah kerja pembuangan udara palsu dari saluran rem hidrolis sebagai berikut :
a. Mengangkat kendaraan
b. Pekerjaan ini dikerjakan oleh dua orang, seorang asisten duduk di tempat pengemudi.
c. Menambahkan minyak ke reservoir, tinggi permukaan minyak di bawah garis
maksimum (MAX)
d. Buang udara.
a) Membuka tutup sumbat pembuang udara dari silinder roda yang terjauh dari master
silinder. Pasang slang plastik pada sumbat pembuang sedangkan ujung satu lagi
dimasukkan ke dalam penampung minyak yang bersih.
b) Untuk mencegah agar udara tidak masuk kembali ke dalam silinder roda, Ujung
slang harus selalu dimasukkan ke dalam minyak rem yang bersih.
c) Membuang udara dimulai dari roda yang terjauh dari master silinder dan terakhir di
roda yang terdekat ke master.

Gambar 50. Mengeluarkan udara


d) Asisten menekan pedal rem beberapa kali dan memberi aba-aba pada teknisi saat
pedal sedang ditekan.

e) Teknisi membuka sumbat pembuang kira-kira 1/4 putaran, pembuang udara


kemudian menutup sumbat sementara asisten memompa pedal berulang-ulang. Tutup
sumbat pembuang secepat mungkin, kalau tidak udara akan masuk kembali ke dalam
sistem rem
f) Mengulangi prosedur d dan e sampai tidak terlihat lagi gelembung-gelembung udara
yang keluar dari slang. Memeriksa tinggi minyak rem tangki cadangan master silinder
selama, melakukan pekerjaan tersebut. Jangan dibiarkan reservoir menjadi kosong.
g) Melepas slang dari sumbat pembuang dan pasang kembali tutupnya.
h) Membuang udara dari silinder-silinder roda yang lain dengan cara sama.
Mengatur tinggi permukaan minyak rem dengan menambah minyak sampai garis
MAX pada reservoir.
Memeriksa apakah pekerjaan tersebut telah dikerjakan dengan sempurna.
Pembuang udara sudah dilaksanakan dengan baik apabila pada waktu pedal gas
ditekan terus, terdapat jarak yang cukup serta reaksi pedal harus kuat dan tidak terlalu
dalam.
Memeriksa kemungkinan terdapat kebocoran minyak rem. Memeriksa setiap
kebocoran dari sistem hidraulis sementara pedal rem ditekan.
Untuk kendaraan yang dilengkapi boster rem, mesin dihidupkan dan pemeriksaan
dilakukan pada waktu mesin dalam keadaan idling.
4.6 Analisis Gangguan
Kerusakan yang terjadi pada rem tromol adalah sebagai berikut :
1. Pegas penekan rusak.
2. Penutup debu pada wheel cylinder sobek.
3. Nipel pembuangan udara tersumbat, sulit dibongkar dikarenakan karat yang
memungkinkan pada saat dibongkar akan mengakibatkan patah pada nepel.
4. Free play pada sistem pedal rem tidak berfungsi dengan baik.
5. Piston cup aus.
6. Permukaan kanvas yang kotor karena oli.
7. Kanvas rem aus.
8. Return spring lemah

Tabel 1. Kemungkinan gangguan/kerusakan pada sistem rem tromol secara umum


Gangguan Kemungkinan kerusakan Cara mengatasi
Pedal rem rendah atau ringan - Pelapis rem aus

- Brake shoe aus


- Kebocoran sistem rem
- Master silinder rusak
- Ada udara dalam silinder rem
- Silinder rem rusak
- Perapat pada piston
- aus atau rusak
- Penyetel otomotis rem
- belakang rusak - Ganti sepatu rem
- Ganti brake shoe
- Perbaiki kebocoran
- Perbaiki atau ganti
- Lakukan
- pembuangan udara
- Perbaiki silinder rem
- Perbaiki silinder
- Perbaiki atau ganti
- penyetel
Gangguan Kemungkinan kerusakan Cara mengatasi
Rem macet - Rem parkir salah penyetelan
- Kabel rem parkir macet
- Batang pendorong boster salah penyetelan
- Tegangan pegas pembalik lemah
- Saluran rem tersumbat
- Pelapis rem retak atau mengeliat
- Penyetel patah
- Master silinder rusak - Setel rem parkir
- Perbaiki seperlunya
- Setel batang pendorong
-

Ganti pegas pembalik

Perbaiki seperlunya
Ganti pelapis rem
Ganti penyetel

Perbaiki

atau ganti master silinder

Gangguan Kemungkinan kerusakan Cara mengatasi


Timbul suara gesekan bila direm - Sepatu rem aus

- Terjadi penggesekan antara caliper dengan roda atau rotor


- Terjadi penggesekan penutup debu dengan rotor atau backing plate dengan tromol
- Komponen sistem yang lain rusak
- Terjadi penggesekan ban terhadap chassis dengan bodi - Bubut kembali
tromol, bila tergores parah ganti yang diperlukan
- Perbaiki seperlunya

Perbaiki atau ganti seperlunya

Perbaiki atau ganti

Perbaiki seperlunya

Gangguan Kemungkinan kerusakan Cara mengatasi


Timbul mengerit suara atau ketukan bila direm - Sepatu rem lengket terhadap backing
plate
- Tonjolan backing plat aus
- Pegas penahan sepatu rem lepas atau kendor
- Baut pengikat backing plate kendor - Lumasi
-

Ganti
Perbaiki atau ganti seperlunya
Kencangkan baut pengikat

Gangguan Kemungkinan kerusakan Cara Mengatasi


Rem menarik kesalah satu arah - Tekanan udara ban salah
- Sepatu rem mengeliat, pelapis rem aus atau berkaca
- Tromol rem baling
- Pegas pembalik rusak
- ilinder roda rusak
- Silinder rem rusak
- Piston macet di dalam silinder - Sesuaikan tekanan ban
- Ganti
-

Perbaiki atau ganti


Ganti pegas pembalik
Perbaiki silinder roda
Perbaiki silinder rem
Perbaiki atau ganti

Gangguan Kemungkinan kerusakan Cara Mengatasi


Pedal berat,tetapi pengereman kurang - Sepatu rem tercemar oli
- Sepatu rem mengeliat
- Sepatu rem mengeliat, pelapis rem aus atau berkaca
- Piston macet di dalam silinder
- Boster rem rusak
- Terjadi kebocoran Vakum - Di bersihkan
- Ganti sepatu rem
- Ganti
-

Perbaiki atau ganti

Perbaiki
Ganti

Gangguan

Kamungkinan kerusakan

Cara mengatasi

Timbul suara derit walau tidak direm Sepatu rem atau batang
pendorong boster rem
salah penyetelan Periksa dan setel
Daya pengembali boster
rem,atau master silinder
atau silinder roda lemah
Periksa, perbaiki
atau ganti
Pegas penahan sepatu
rem lemah Ganti
Tonjolan backing plate
aus, backing plate
bengkok sehingga
bergesekan dengan
tromol Ganti
Kesalahan pembubutan
tromol, sehingga
bergesekan dengan
backing plate atau
sepatu rem Ganti
Ada salah satu
komponen yang kendor Kencangkan atau
perbaiki
Penyetelan rem tromol
terlalu kencang,
sehingga sepatu rem
berkaca Sesuaikan
setelannya
Bantalan roda aus atau
rusak atau pelumasnya
kurang Perbaiki dan beri
pelumas

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Setelah penulis menganalisis gangguan dan melakukan perbaikan sistem rem pada
kendaraan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
5.1.1 Sistem rem sangat penting bagi sebuah kendaraan, karena sistem rem tersebut
merupakan salah satu sistem pengaman bagi pengemudi pada sebuah kendaraan saat
mengendarai kendaraan;
5.1.2 Sistem rem akan bekerja secara maksimal sesuai dengan fungsinya apabila semua
komponen sistem rem tersebut masih dalam keadaan baik;
5.1.3 Sistem rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan dan menghentikan
kendaraan sesuai dengan tempat yang diinginkan oleh pengemudi;
5.1.4 Menurut penggunaannya secara umum ada tiga jenis rem yaitu Rem kaki, rem
tangan dan rem tambahan;
5.1.5 Yang harus dimiliki oleh sebuah sistem rem adalah:
- Rem dapat bekerja dengan baik dan dapat menghentikan kendaraan secepat mungkin.
- Dapat melaksanakan pengereman sesuai kehendak sopir dan mempunyai daya tekan
yang cukup
- Sebuah sistem rem dapat diperiksa dan diperbaiki dan mudah disetel
5.1.6 Komponen sistem rem dapat dikategorikan sebagai berikut :
- Pedal, berfungsi sebagai penekan batang pendorong.
- Batang pendorong, berfungsi untuk meneruskan tekanan pedal ke piston pada master
silinder melalui boster.
- Tangki reservoir, berfungsi sebagai penampung fluids.
- Master silinder, sebagai rumah dari piston dan berfungsi untuk mendorong cairan
fluida pada saat pedal rem ditekan.
- Koster rem, berfungsi sebagai penguat tenaga atau melipat gandakan tenaga dari
pedal.
- Pipa- pipa, berfungsi sebagai saluran cairan fluida dari master silinder ke silinder
roda.
- Rem tromol serta kelengkapannya seperti sepatu rem, pedal rem, silinder roda dan
lain-lainnya yang berfungsi untuk menahan putaran roda pada proses pengereman sedang
berlangsung.
5.2 Saran

Dalam laporan laporan ini, penulis memberikan saran saran yang mungkin berguna
untuk umum yang memerlukannya. Adapun saran saran yang ingin penulis sampaikan :
5.2.1 Sebelum mengendarai kendaraan periksa terlebih dahulu sistem remnya apakah
bekerja dengan baik atau tidak;
5.2.2 Jika pada komponen sistem rem ada yang mengalami gangguan atau kerusakan,
maka sedini mungkin melakukan perbaikan, karena apabila dibiarkan maka akan
dikhawatirkan terjadi bahaya kecelakaan yang berakibat lebih fatal;
5.2.3 Apabila minyak rem sudah mencapai tanda minimum cepat lakukan penambahan
minyak rem dengan minyak rem yang baru dan sesuai.
Akhir kata penulis meletakkan suatu harapan yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para
pembaca serta bagi masyarakat umumnya.

DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, Drs. : Teori dan Perawatan Mesin Mobil
http://harapansatria.blogspot.com/
TEAM, 1998, New step 1 Training Manual, Jakarta: PT.Toyota Astra Motor
TEAM, 2002, New step 2 Chasis Group, Jakarta: PT. Toyota Astra Motor
http://id.wikipedia.org/wiki/Anti-lock_breaking_system
http://id.wikipedia.org/wiki/Rem
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_rem
http://www.autobildindonesia.com/read/2011/02/18/3137/18/6/Sistem-Rem-Mobil
http://onderdilmobil.net/tag/rem-mobil/