P. 1
05 Statistika - Pengujian Hipotesis

05 Statistika - Pengujian Hipotesis

5.0

|Views: 3,197|Likes:
Dipublikasikan oleh nindyalangenluthfiani8627

More info:

Published by: nindyalangenluthfiani8627 on Apr 15, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

STATISTIKA

OLEH :

WIJAYA

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON 2010

V. PENGUJIAN HIPOTESIS
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu masalah. Setiap hipotesis bisa benar atau salah, sehingga perlu diuji dengan suatu penelitian untuk diterima atau ditolak Langkah atau prosedur untuk menentukan apakah menerima atau menolak hipotesis disebut Pengujian Hipotesis.

V. PENGUJIAN HIPOTESIS
Hipotesis ada 2 macam, yaitu : 1. Hipotesis Statistik = H0 2. Hipotesis Kerja / Hipotesis Alternatif = H1 Hipotesis Nol (H0) merupakan hipotesis yang dirumuskan dengan harapan akan ditolak.

V. PENGUJIAN HIPOTESIS
Dalam pengujian hipotesis terdapat 2 kekeliruan (galat) : Kesimpulan Terima Hipotesis Tolak Hipotesis Keadaan Sebenarnya H0 Benar H0 Salah Benar Galat Tipe II (β) Galat Tipe I (α) Benar

Nilai α disebut Taraf Nyata. Nilai α biasanya 0,05 (5%) atau 0,01 (1%). Jika α = 0,05 artinya 5 dari tiap 100 kesimpulan kita akan menolak hipotesis yang seharusnya diterima.

V. PENGUJIAN HIPOTESIS
Teknik dalam pengujian hipotesis :
α α

Uji 2 Pihak H0 ≡ θ = θ 0 H1 ≡ θ ≠ θ 0

Uji Pihak Kiri H0 ≡ θ = θ 0 H1 ≡ θ < θ 0

Uji Pihak Kanan H0 ≡ θ = θ 0 H1 ≡ θ > θ 0

θ = parameter (μ ; σ ; σ2) θ0 = Nilai yang dihipotesiskan

V. PENGUJIAN HIPOTESIS
Penggunaan Sebaran t dan z Ya

Apa σ ada? Tidak n ≥ 30 ? Tidak Uji - t

Uji - z

Ya

Uji - z

1. Pengujian Rata-rata Satu Sampel

Contoh : Seorang peneliti senior menyatakan bahwa rata–rata pendapatan per bulan keluarga di kota A sebesar Rp 1.000.000,–. Contoh acak berukuran 25 keluarga diambil dan diperoleh rata–rata pendapatannya Rp 1.200.000,– dengan simpangan baku sebesar Rp 200.000,–. Ujilah pada taraf nyata 0,05 apakah pernyataan peneliti senior tersebut dapat diterima.

1. Pengujian Rata-rata Satu Sampel
Jawab : 1. H0 ≡ μ = 1.000.000 lawan H1 ≡ μ ≠ 1.000.000 2. Taraf Nyata α = 5 % = 0,05 3. Uji Statistik : Uji t 4. Wilayah Kritik : t < –tα/2(n-1) atau t > tα/2(n-1) t < –t0,025(24) atau t > t0,025(24) t < –2,064 atau t > 2,064

1. Pengujian Rata-rata Satu Sampel
5. Perhitungan :

6. Kesimpulan

:

Karena (t = 5,00) > (t0,025(24) = 2,064) maka disimpulkan untuk menolak H0 (pendapat peneliti senior yang menyatakan bahwa rata-rata pendapatan sebesar Rp. 1000.000,tidak dapat diterima)

1. Pengujian Rata-rata Satu Sampel
Wilayah Kritik : t <–t0,025(24) atau t > t0,025(24) t < –2,064 atau t > 2,064

Tolak H0 Terima H0 –2,064 2,064 5,00

Tolak H0

2. Pengujian Rata-rata Dua Sampel
A. Rata-rata Dua Sampel Bebas

1. Jika σ12 dan σ22 diketahui atau n ≥ 30 : 2. Jika σ12 dan σ22 Tidak diketahui serta n < 30 : a. Jika σ12 ≠ σ22 : b. Jika σ12 = σ22 :
B. Rata-rata Dua Sampel Berpasangan

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
1. Jika σ12 dan σ22 diketahui atau n ≥ 30 :

2. Jika σ12 dan σ22 Tidak diketahui serta n < 30 : a. Jika σ12 ≠ σ22 :

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
b. Jika σ12 = σ22 :

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
Untuk mengetahui apakah σ12 = σ22 atau σ12 ≠ σ22 dilakukan Uji Kesamaan Ragam dengan Uji F :

Jika : F ≤ F0,05(v1 ; v2) berarti σ12 = σ22 Jika : F > F0,05(v1 ; v2) berarti σ12 ≠ σ22 v1 = n1 –1 derajat bebas sampel ke-1 v2 = n2 –1 derajat bebas sampel ke-1

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
Contoh 1 : Ingin diketahui apakah terdapat perbedaan R/C usahatani padi antara kelompok tani yang menggunakan pupuk KCl dan tidak menggunakan pupuk KCl. Pada kelompok tani yang menggunakan pupuk KCl dengan anggota sebanyak 38 petani diperoleh rata-rata R/C sebesar 1,37 dengan ragam 0,0167, sedangkan kelompok tani tanpa pupuk KCl beranggotakan 52 petani diperoleh rata-rata R/C 1,25 dengan ragam 0,0124. Ujilah pada taraf nyata 0,05 apakah rata-rata R/C kedua kelompok tani menunjukkan perbedaan.

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
Jawab : 1. H0 ≡ μ1 = μ2 lawan H1 ≡ μ1 ≠ μ2 2. Taraf Nyata α = 5 % = 0,05 3. Uji Statistik : Uji-z ( n > 30 ) 4. Wilayah Kritik : z < –z0,025 atau z > z0,025 z < –1,96 atau z > 1,96 α/2 = 0,025

5. Perhitungan :

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
6. Kesimpulan Karena nilai ( z = 4,609) > (z0,025 = 1,960) artinya kedua sampel mempunyai rata-rata R/C yang berbeda secara nyata.

Tolak H0 Terima H0 –1,960 1,960 4,609

Tolak H0

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
Contoh 2 : Data berikut menggambarkan hasil gula (ku/ha) pada usahatani tanam awal dan keprasan : Tanam Awal Rata-rata Hasil Ragam Hasil Ukuran Sampel n 51,760 36,4535 6 Tanam Keprasan 47,650 8,8596 16

Ujilah pada taraf nyata 0,05 apakah rata-rata hasil gula kedua usahatani tersebut menunjukkan perbedaan.

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
Jawab : 1. H0 ≡ μ1 = μ2 lawan H1 ≡ μ1 ≠ μ2 2. Taraf Nyata α = 5 % = 0,05 α/2 = 0,025 3. Uji Statistik : Uji-t ( n < 30 ) 4. Wilayah Kritik : t < –t0,025(20) atau t > t0,025(20) t < –2,086 atau t > 2,086

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
1. Uji Perbandingan Ragam :

F0,05(5 ; 15) = 2,901 Karena nilai (F = 4,115) > (F0,05(5 ; 15) = 2,901) artinya ragam kedua sampel tersebut berbeda nyata.

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
2. Uji lanjut atau Uji-t :

2. Uji lanjut atau Uji-t :

6. Kesimpulan : Karena nilai (t = 1,596) < (t0,025(20) = 2,086) artinya rata-rata hasil gula kedua usahatani tersebut tidak berbeda nyata.

A. Rata-rata Dua Sampel Bebas
6. Kesimpulan : Karena nilai (t = 1,596) < (t0,025(20) = 2,086) artinya rata-rata hasil gula kedua usahatani tersebut tidak berbeda nyata.
Tolak H0 Terima H0 –2,086 2,086 1,596 Tolak H0

B. Rata-rata Dua Sampel Berpasangan

Rata-rata dari selisih pengamatan kedua sampel Simpangan baku dari selisih pengamatan kedua sampel

B. Rata-rata Dua Sampel Berpasangan
Contoh : Pelatihan manajemen agribisnis dilakukan kepada 100 petani andalan agar mereka mampu mengembangkan usahataninya. Setelah beberapa waktu, 6 orang diantara 100 petani andalan tersebut diselidiki keuntungan yang mereka peroleh sebelum dan sesudah pelatihan. Ujilah dengan α = 5% apakah keuntungan usahatani sebelum sama dengan sesudah pelatihan.

B. Rata-rata Dua Sampel Berpasangan
Petani Sebelum Sesudah 1 40 58 2 78 87 3 49 57 4 63 72 5 55 61 6 33 Juta Rp 40 Juta Rp

Jawab : 1. H0 ≡ μ1 = μ2 lawan H1 ≡ μ1 ≠ μ2 2. Taraf Nyata α = 5 % = 0,05 α/2 = 0,025 3. Uji Statistik : Uji-t ( n < 30 ) 4. Wilayah Kritik : t < –t0,025(5) atau t > t0,025(5) t < –2,571 atau t > 2,571

B. Rata-rata Dua Sampel Berpasangan
5. Perhitungan :
Sebelum Sesudah Selisih (d) (d2) 40 58 18 324 78 87 9 81 49 57 8 64 63 72 9 81 55 61 6 36 33 40 7 49 57 635 Jumlah

n = 6 ; ∑ d = 57 ; ∑ d2 = 635 ; α = 5% ; tα/2(n-1) = 2,571

B. Rata-rata Dua Sampel Berpasangan
5. Perhitungan :

6. Kesimpulan Karena nilai (t = 5,099) > (t0,025(5) = 2,571) artinya rata-rata keuntungan usahatani setelah pelatihan lebih besar daripada sebelum pelatihan.

C. Pengujian Rata-rata Beberapa Sampel
Analisis yang digunakan dalam pengujian rata-rata beberapa (k) sampel yaitu : 1. Analisis Ragam (Anava) : Uji F 2. Uji Lanjut : a. Uji LSD (Uji BNT) b. Uji HSD (Uji BNJ) c. Uji Duncan (Uji DMRT atau LSR)

C. Pengujian Rata-rata Beberapa Sampel
Analisis Ragam (Anava) : Uji F Uji dalam Analisis Ragam (Anava) digunakan untuk menguji apakah rata-rata dari k sampel menunjukkan perbedaan yang nyata atau tidak. Apabila hasil Analisis Ragam menunjukkan adanya perbedaan yang siginifikan, maka pengujian dilanjutkan untuk mengetahui ratarata sampel mana yang menunjukkan perbedaan.

Contoh : Bobot GKG pada berbagai takaran pupuk K
K2O (kg/ha) k1 (12,5 ) k2 (25,0 ) k3 (37,5 ) k4 (50,0 ) k5 (62,5 ) 1,67 1,64 1,77 1,66 1,48 Bobot GKG per Petak (kg) 1,70 1,69 1,81 1,65 1,34 1,73 1,70 1,75 1,63 1,52 1,75 1,71 1,74 1,61 1,47 1,68 1,67 1,79 1,70 1,55

Ujilah pada taraf nyata 5% apakah rata-rata bobot GKG menunjukkan perbedaan yang signifikan, dan pada pupuk K berapa diperoleh bobot GKG tertinggi ?

C. Pengujian Rata-rata Beberapa Sampel
Jawab : 1. H0 ≡ μ1 = μ1 = … = μ5 H1 ≡ minimal ada satu rata-rata yang berbeda 2. Taraf Nyata α = 5 % = 0,05 α/2 = 0,025 3. Uji Statistik : Uji-F dan Uji-t (Uji LSD) 4. Wilayah Kritik : F > F0,05(db1 ; db2) 5. Perhitungan :

Analisis Ragam (Anava) :
K2O (kg/ha) k1 (12,5 ) k2 (25,0 ) k3 (37,5 ) k4 (50,0 ) k5 (62,5 ) Jumlah 1. FK = (41,41)2 : 25 = 68,5915 2. JK-TOTAL = (1,672 + 1,702 + … + 1,662) – FK = 0,2940 3. JK-PERLAKUAN = (8,532 + … + 7,562)/5 – FK = 0,2526 4. JK-GALAT = JK(TOTAL) – JK(PERLAKUAN) = 0,0414 Bobot GKG per Petak (kg) 1,67 1,64 1,77 1,66 1,48 1,70 1,69 1,81 1,65 1,34 1,73 1,70 1,75 1,63 1,52 1,75 1,71 1,74 1,61 1,47 1,68 1,67 1,79 1,70 1,55 Jumlah Rata-rata 8,53 8,41 8,86 8,25 7,36 41,41 1,71 1,68 1,77 1,65 1,47

FK = 68,5915 JK-Perlakuan = 0,2526 No Variasi 1 2 Perlakuan Galat Total DB 4 20 24 JK 0,2526 0,0414 0,2940

JK-Total = 0,2940 JK-Galat = 0,0414 KT 0,0632 0,0021 F 30,539 F5% 2,866

(F = 30,539) > (F0,05 (4 ; 20) = 2,866) artinya rata-rata bobot GKG per petak menunjukkan perbedaan yang nyata. Oleh karena itu pengujian dilajutkan menggunakan Uji LSD.

Uji LSD :

Uji LSD :

K2O (kg/ha) k5 (62,5 ) k4 (50,0 ) k2 (25,0 ) k1 (12,5 ) k3 (37,5 )

Ratarata 1,47 1,65 1,68 1,71 1,77 0,18 0,03 0,02 0,07

Beda rata-rata

LSD A B

0,21 0,06 0,09 0,23 0,12 0,30

BC C D

D. Pengujian Proporsi Satu Sampel
Jika n ≥ 100 Jika n < 100

Contoh : Pemilik toko pestisida menyatakan bahwa 30% pembeli setiap bulannya membeli insektisida “X”. Contoh acak 120 orang yang membeli pestisida pada suatu bulan terdapat 30 orang yang membeli insektisida “X”. Ujilah pada taraf nyata 5% apakah pernyataan pemilik toko tersebut dapat diterima

D. Pengujian Proporsi Satu Sampel
Jawab : 1. H0 ≡ p = 0,30 lawan H1 ≡ p ≠ 0,30 2. Taraf Nyata α = 5 % = 0,05 α/2 = 0,025 3. Uji Statistik : Uji-z (n > 100) 4. Wilayah Kritik : z < – 1,96 atau z > 1,96 5. Perhitungan : p = 0,30 x = 30 ; q = 0,70 ; ; x/n = 0,25 n = 120 ;

D. Pengujian Proporsi Satu Sampel
p = 0,30 q = 0,70 n = 120 x = 30 x/n = 0,25

D. Pengujian Proporsi Satu Sampel
6. Kesimpulan Karena nilai (z0,025 = –1,96) < (z = –1,1952) < (z0,025 = 1,96) maka H0 dapat diterima.

Tolak H0 Terima H0 –1,96 1,96 –1,1952

Tolak H0

E. Pengujian Proporsi Dua Sampel

q = 1 – p

E. Pengujian Proporsi Dua Sampel
Contoh : Suatu studi dilakukan untuk menguji apakah ada perbedaan proporsi yang nyata dari penduduk suatu kota dan penduduk di sekitar kota tersebut yang menyetujui pembangkit listrik tenaga nuklir. Bila 1200 diantara 2000 penduduk kota dan 2400 diantara 5000 penduduk di sekitar kota yang diwawancarai menyetujui pembangunan apakah dapat dikatakan bahwa proporsi penduduk kota yang setuju lebih besar dari penduduk sekitar kota (gunakan taraf nyata 5%).

E. Pengujian Proporsi Dua Sampel
Jawab : 1. H0 ≡ p1 = p2 lawan H1 ≡ p1 ≠ p2 2. Taraf Nyata α = 5 % = 0,05 α/2 = 0,025 3. Uji Statistik : Uji-z (n > 100) 4. Wilayah Kritik : z < – 1,96 atau z > 1,96 5. Perhitungan : x1 = 1200 n1 = 2000 x2 = 2400 n2 = 5000 p1 = x1/n1 = 0,60 p2 = x2/n2 = 0,48

E. Pengujian Proporsi Dua Sampel
x1 = 1200 n1 = 2000 x2 = 2400 n2 = 5000 p1 = x1/n1 = 0,60 p2 = x2/n2 = 0,48

E. Pengujian Proporsi Dua Sampel
x1 = 1200 n1 = 2000 x2 = 2400 n2 = 5000 p = 0,51 q = 0,49

p1 = x1/n1 = 0,60 p2 = x2/n2 = 0,48

E. Pengujian Proporsi Dua Sampel

6. Kesimpulan Karena nilai (z = 9,07) > (z0,025 = 1,96) artinya proporsi penduduk di kota yang setuju PLTN tidak sama dengan proporsi penduduk di sekitar kota yang setuju PLTN.

Tolak H0 Terima H0 –1,96 1,96 9,07

Tolak H0

F. Pengujian Kesamaan Beberapa Proporsi

db-X2 = (b–)(k–) b = banyaknya baris k = banyaknya kolom oij = nilai observasi pada baris ke-i dan kolom ke-j eij = nilai ekspektasi pada baris ke-i dan kolom ke-j

F. Pengujian Kesamaan Beberapa Proporsi
Data berikut menunjukkan banyaknya produk yang cacat pada 3 macam waktu kerja. Ujilah pada taraf nyata 0,025 apakah produk yang cacat mempunyai proporsi sama untuk ketiga waktu kerja tersebut. Pagi Cacat Baik Jumlah 45 905 950 Siang 55 890 945 Malam 70 870 940 Jumlah 170 2665 2835

F. Pengujian Kesamaan Beberapa Proporsi
Jawab : 1. H0 ≡ p1 = p2 = p3 lawan 2. Taraf Nyata α = 5 % = 0,05 3. Uji Statistik : Uji-X2 4. Wilayah Kritik : X2 > X20,05(b-1)(k-1) atau X2 > 5,991 H1 ≡ p1 ≠ p2 ≠ p3

5. Perhitungan :
Siang Malam oi ei oi ei oi ei 45 57,0 55 56,7 70 56,3 905 893,0 890 888,3 870 883,7 950 945 940 Pagi Jml 170 2665 2835

Cacat Baik Jumlah

6. Kesimpulan Karena nilai (X2 = 6,288) > (X20,05(2) = 5,991) artinya proporsi produk cacat yang dihasilkan pada ketiga macam waktu kerja tersebut tidak berbeda nyata.

G. Pengujian Kesamaan Ragam Beberapa Sampel
Uji kesamaan ragam menggunakan : 1. Uji Bartlett 2. Uji Levene

G. Pengujian Kesamaan Ragam Beberapa Sampel
1. Uji Bartlett

1. Uji Bartlett
Data berikut menggambarkan bobot GKG per petak pada berbagai takaran pupuk Kalium

K2O (kg/ha) k1 (12,5 ) k2 (25,0 ) k3 (37,5 ) k4 (50,0 ) k5 (62,5 )

Bobot GKG per Petak (kg) 1,67 1,64 1,77 1,66 1,48 1,70 1,69 1,81 1,65 1,34 1,73 1,70 1,75 1,63 1,52 1,75 1,71 1,74 1,61 1,47 1,68 1,67 1,79 1,70 1,55

1. Uji Bartlett Jawab : 1. H0 ≡ σ12 = … = σ52 lawan H1 ≡ σ12 ≠ … ≠ σ52 2. Taraf Nyata α = 5 % = 0,05 3. Uji Statistik : X2 4. Wilayah Kritik : X2 > X20,05(k-1) 5. Perhitungan :

1. Uji Bartlett
K Bobot GKG per Petak (kg) ni - 1 4 4 4 4 4 20 si
2

Log si

2

(ni-1) Log si2 -11,788 -12,454 -12,345 -11,757 -8,756 -57,100

k1 1,67 1,70 1,73 1,75 1,68 k2 1,64 1,69 1,70 1,71 1,67 k3 1,77 1,81 1,75 1,74 1,79 k4 1,66 1,65 1,63 1,61 1,70 k5 1,48 1,34 1,52 1,47 1,55 Jumlah

0,0011 0,0008 0,0008 0,0012 0,0065

-2,947 -3,114 -3,086 -2,939 -2,189

0,0103 -14,275

1. Uji Bartlett
ni - 1 4 4 4 4 4 20 si2 0,0011 0,0008 0,0008 0,0012 0,0065 0,0103 Log si2 -2,947 -3,114 -3,086 -2,939 -2,189 -14,275 (ni-1) Log si2 -11,788 -12,454 -12,345 -11,757 -8,756 -57,100

Jml

1. Uji Bartlett

1. Uji Bartlett X2 = 7,854 X20,05(k-1) = X20,05(4) = 9,488 6. Kesimpulan Karena nilai (X2 = 7,854) < (X20,05(4) = 9,488) artinya ragam kelima sampel tersebut tidak berbeda nyata.

1. Uji Levene :
Uji Levene dilakukan dengan menggunakan Analisis Ragam terhadap selisih absolut dari setiap nilai pengamatan dalam sampel dengan rata-rata sampel yang bersangkutan. Tentukan rata-rata setiap sampel (perlakuan) Tentukan selisih absolut setiap pengamatan dengan rata-rata setiap sampel (perlakuan) yang bersangkutan

1. Uji Levene :
K2O k1 (12,5 ) k2 (25,0 ) k3 (37,5 ) k4 (50,0 ) k5 (62,5 ) Jumlah Bobot GKG per Petak (kg) 1,67 1,64 1,77 1,66 1,48 1,70 1,69 1,81 1,65 1,34 1,73 1,70 1,75 1,63 1,52 1,75 1,71 1,74 1,61 1,47 1,68 1,67 1,79 1,70 1,55 Jmlh 8,53 8,41 8,86 8,25 7,36 41,41 Rata 1,71 1,68 1,77 1,65 1,47

Nilai pada Nilai pada Nilai pada Nilai pada Nilai pada

k1 k2 k3 k4 k5

dikurangi dengan rata-rata 1,71 dikurangi dengan rata-rata 1,68 dikurangi dengan rata-rata 1,77 dikurangi dengan rata-rata 1,65 dikurangi dengan rata-rata 1,47

1. Uji Levene :
K2O k1 (12,5 ) k2 (25,0 ) k3 (37,5 ) k4 (50,0 ) k5 (62,5 ) Bobot GKG per Petak (kg) 0,04 0,01 0,02 0,04 0,03 0,04 0,01 0,02 0,03 0,01 0,00 0,04 0,02 0,03 0,02 0,01 0,00 0,02 0,04 0,05 0,01 0,13 0,05 0,00 0,08 Jumlah 0,14 0,11 0,11 0,12 0,27

1. FK = (0,74)2 : 25 = 0,0221 2. JK-Total = (0,042 + 0,012 + … + 0,082) – FK = 0,0192 3. JK-Perlakuan = (0,142 + … + 0,272)/5 – FK = 0,0036 4. JK-Galat = JK(Total) – JK(Perlakuan) = 0,0156

1. Uji Levene :
1. 2. 3. 4. FK = (0,74)2 : 25 = 0,0221 JK-Total = (0,042 + 0,012 + … + 0,082) – FK = 0,0192 JK-Perlakuan = (0,142 + … + 0,272)/5 – FK = 0,0036 JK-Galat = JK(Total) – JK(Perlakuan) = 0,0156 DB 4 20 24 JK 0, 0036 0,0156 0,0192 KT 0,0009 0,0008 F 1,170 F5% 2,866

No Variasi 1 2 Perlakuan Galat Total

(F = 1,170) < (F0,05 (4 ; 20) = 2,866) Artinya perbedaan ragam keempat sampel bersifat tidak nyata.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->