Anda di halaman 1dari 15

Manajemen Stres di Tempat

Kerja
Ali Aufar Hutasuhut
030.09.008

Ali Aufar Hutasuhut

What is Stress ??

Stres adalah suatu kondisi dinamik yang didalamnya seorang individu


dikonfrontasikan dengan suatu peluang, kendala, atau tuntutan yang
dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkannya dan hasilnya
dipersepsikan sebagai tidak pasti dan penting (Robbins; 2002:304).

Stres adalah kondisi dinamis dengan rasa tegang dan cemas pada
individu atau kumpulan individu dikarenakan ketidakseimbangan antara
tuntutan dan kemampuan respon yang dihadapkan dengan kesempatan
pembatas yang diinginkannya dengan ditandai oleh ketegangan
emosional yang berpengaruh terhadap kondisi mental dan phisik
(Achdiat dkk, 2003:15).

Sebagian besar dari definisi tekanan memandang individu dan


lingkungan sebagai suatu interaksi perangsang (stimulus), interaksi
tanggapan (response), atau interaksi antara perangsang dan tanggapan
(stimulus-response interaction).
Ali Aufar Hutasuhut

Stimulus : Tekanan adalah kekuatan atau perangsang yang


menekan individu yang menimbulkan tanggapan
terhadap ketegangan
Response : Tekanan adalah tanggapan fisiologis atau
psikologis dari seseorang terhadap tekanan lingkungannya, dimana penekannya berupa peristiswa
atau situasi ekstern yang dapat berbahaya
Stimulus-Response : Tekanan adalah konsekuensi dari pengaruh timbal balik (interaksi) antara rangsangan lingkungan
dan tanggapan individu
Ali Aufar Hutasuhut

Kerja :

Tekanan adalah konsekuensi dari setiap tindakan


ekstern (lingkungan), situasi atau peristiwa yang
terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologis
dan atau fisiologis terhadap seseorang

Secara Umum :
Tekanan adalah suatu kondisi ketegangan
yang mempengaruhi emosi, proses berfikir
dan kondisi seseorang

Ali Aufar Hutasuhut

TAHAPAN SESEORANG MENGALAMI STRESS


Tahap I

Tahap II

Tahap III

Tingkat normal dari


ketahanan
Reaksi sinyal
Badan menunjukkan
perubahan karakteristik
dari paparan pertama dan
stressor. Pada waktu
yang sama,
ketahanannya turun.
Contoh: Tempat Kerja
Suatu permintaan oleh
seorang manajer untuk
mengajukan anggaran
dalam tiga hari

Ali Aufar Hutasuhut

Ketahanan
Tahap kedua terjadi jika
terus terpapar kena stressor
tidak sesuai dengan
adaptasi. Ketahanan naik di
atas normal.
Contoh: Tempat kerja
Menjadi murah pada suatu
pertemuan karena anggaran
masih belum selesai dan
waktu berlalu tanpa ada
pekerjaan anggaran yang
terjadi

Keletihan
Tahap ketiga menyusul
terus terpapar kena
stressor yang sama
badan telah menjadi
tersesuaikan. Akhirnya
energi adaptasi
dikeluarkan.
Contoh: Tempat kerja
Tidak tidur, insomnia,
khawatir tentang
anggaran lebih secara
total dan fisik

Akibat Subyektif ; kegelisahan, kelesuan, kebosanan,


kemuraman (depresi), kelelahan, kekecawaan
(frustrasi), hilang kesabaran, harga diri yang rendah,
dan perasaan terpencil.
Akibat Perilaku ; mudah terkena kecelakaan, penyalahgunaan obat, emosi, makan berlebihan, merokok
yang berlebihan, dll
Akibat Kognitif ; tidak mampu mengambil keputusan
yang sehat, kurang konsentrasi, sangat peka terhadap
kecaman, dll
Ali Aufar Hutasuhut

Akibat Fisiologis ; tingkat gula darah meningkat,


denyut jantung atau tekanan darah naik, mulut
kering, berkeringat, biji mata membesar,
panas-dingin.

Akibat Keorganisasian ; kemangkiran, produktivitas


rendah, mengasingkan diri dari teman sekerja,
ketidak-puasan kerja, menurunnya keterikatan dan
loyalitas terhadap organisasi

Ali Aufar Hutasuhut

Lingkungan Fisik ; penerangan, suara, suhu, polusi udara,


sampah, ruangan dan lay out..
Individual ; beban pekerjaan terlalu berat, tanggungjawab yang terlalu besar, konflik peranan,
tidak ada kemajuan karir, dll.
Kelompok ; hubungan yg kurang baik dengan
teman, bawahan, dan atasan.
Keorganisasian ; struktur organisasi dan kebijakan
tidak jelas.

Ali Aufar Hutasuhut

Stressor Pekerjaan
Lingkungan fisik
- cahaya, suara,
suhu,
udara, polusi
Individu
- Konflik peran-peran
ganda, beban kerja
berlebih, tidak ada
kontrol, tanggung
jawab, kondisi kerja
Kelompok
- Hubungan buruk
dengan kawan,
bawahan, alasan
Organisasi
- Desain struktur
jelek, politik jelek,
tidak ada kebijakan
khusus

Stres
Proses
Penilaian
- Bagaimana
individu
meraka
stresor
pekerjaan

Kensekuensi
Subjektif
- Ketakutan
- Apatis
Perilaku
- Alkoholisme
- Ketergantungan
pada obat
Kognitif
- Kosentrasi rendah
- Hambatan

Perbedaan
individual
Kognitif/efektif
- daya tahan
- dukungan sosial
Biologis/demografis
- umur
- pekerjaan

Fisiologis
- Naiknya tekanan
darah
Organisasi
- Produktivitas
rendah
- Absensi
Ali Aufar Hutasuhut

WORK MODEL
Faktor Lingkungan :
- Ketidakpastian ekonomi
- Ketidakpastian politis
- Ketidakpastian teknologis
Faktor Organisasi :
- Tuntutan tugas
- Tuntutan peran
- Tuntutan antar pribadi
- Struktur organisasi
- Kepemimpinan organisasi
- Tahap hidup organisasi

Faktor Individual :
- Masalah keluarga
- Masalah ekonomi
- Kepribadiaan

Perbedaan yg
dialami :
- Persepsi
- Pengalaman
pekerjaan
- Dukungan moral
- Keyakinan akan
tempat
kedudukan kendali
Stress
yang
- Sikap
bermusuhan
dialami

Gejala Fisiologis :
- Sakit kepala
- Tekanan darah
tinggi
- Penyakit jantung

Gejala
Psikologis :
- Murung
- Berkurangnya
kepuasaan kerja
- Kecemasan
Gejala Perilaku :
- Produktivitas
- Kemangkiran
- Tingkat keluarnya
karyawan
Ali Aufar Hutasuhut

Prestasi Optimal

Prestasi Rendah
BEBAN TERLALU RINGAN

- kebosanan
- motivasi turun
- kemangkiran
- kelesuan

Prestasi Rendah
TEKANAN OPTIMUM

-motivasi tinggi
- tenaga tinggi
- persepsi tajam
- ketenangan

BEBAN TERLALU BERAT

- insomnia
- lekas marah
- kesalahan tinggi
- kebimbangan
Ali Aufar Hutasuhut

PENDEKATAN MEDIS DAN KLINIS/PSIKOLOGI


KONSELING
(Fokus pada individu langsung)
PENDEKATAN REKAYASA PSIKOLOGIS
(Fokus pada karakteristik fisik pekerjaan dan tempat
kerja yg memberikan tekanan ; dengan re-desain fisik kerja
dan tempat kerja)
PENDEKATAN PSIKOLOGI ORGANISASI
(Fokus hanya pada tempat kerja yang menghasilkan stress ;
dengan re-desain tempat/lingkungan kerja)
Ali Aufar Hutasuhut

1. PENANGANAN INDIVIDUAL
A. Perawatan medis
B. Program-program kesejahteraan
C. Program layanan kesehatan
D. Program layanan konseling
E. Meditasi
F. Relaksasi
G. Biofeedback
Ali Aufar Hutasuhut

2. PENANGANAN UNTUK ORGANISASI


a. Mengubah struktur organisasi mendesentralisasi
atau mengurangi level hirarki.
b. Mengubah sistem imbalan
c. Mengubah distribusi sumber daya
d. Mengubah kebijakan
e. Mengembangkan sistem komunikasi yang lebih
baik.
f. Menggunakan pengambilan keputusan secara
partisipatif.
g. Melakukan re-desain jabatan/tugas.
Ali Aufar Hutasuhut

Mengelola Stres
Pendekatan Individual
Pelaksanaan teknik-teknik manajemen waktu
Meningkatkan latihan fisik
Pelatihan pengenduran
Perluasan jaringan lingkungan sosial
Pendekatan Organisasi
Perbaikan seleksi personil dan penempatan kerja
Penggunaan penetapan tujuan yang realistis
Perancangan ulang pekerjaan
Ali Aufar Hutasuhut