Anda di halaman 1dari 10

Naskah Asli

Pelayanan Farmasi dan Perbekalan Kesehatan pada Musim Haji


Tahun 2012
di Sektor 3 Madinah, Arab Saudi

Winarsih1, D.Mutiatikum1
1
Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan-Badan Litbangkes Kemenkes RI
email : wiwin@litbang.depkes.go.id

Abstract
Service activities of Indonesian pilgrims in Madina, Saudi Arabia, which took place
during the period September - November in 2012 consisted of two stages of the pre
and the post Armina. In this study gives an overview of the implementation of
services to the pharmaceutical and health supplies in sector 3 Madina. It also wants
to know the availability of the drugs on sector 3 Madina and determine the amount of
drug use ever. The design was a cross sectional study in which after processing the
data it is known that there is a need for a drug that different during the two periods is
both the number and types of medicines. But overall medicine and health supplies
needs sector 3 Madinah can be met properly.
Keywords: Health supplies, PPIH 2012
Pendahuluan
Penyelenggaraan Ibadah haji
adalah
rangkaian
kegiatan
pengelolaan pelaksanaan ibadah
haji yang meliputi pembinaan,
pelayanan dan perlindungan jamaah
haji yang sebaik-baiknya agar
pelaksanaan
ibadahnya
dapat
berjalan dengan optimal, sesuai
dengan ketentuan ajaran agama
Islam. Salah satu bagian dalam
penyelenggaraan ibadah haji adalah
penyelenggaraan
pelayanan
kesehatan haji yang bertujuan untuk
mewujudkan kondisi kesehatan
jamaah haji yang optimal serta
terbebasnya masyarakat Indonesia dari
transmisi penyakit menular.1,2
Penyelenggaraan kesehatan haji
di Arab Saudi dibagi menjadi 3 wilayah
kerja yaitu daerah kerja Jeddah, daerah
kerja Mekkah dan daerah kerja Madinah.
26

Penyelenggaraan kesehatan haji di Arab


Saudi
tergabung dalam
Panitia
Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)
Arab Saudi di Bidang Kesehatan.
Kegiatan PPIH di Bidang Kesehatan
di Arab Saudi mencakup : Pelayanan
Kesehatan
Kelompok
Terbang
(Kloter), Pelayanan Kesehatan Balai
Pengobatan Haji Indonesia (BPHI),
Pelaksanaan Sanitasi dan Survailen
(Sansur), Pelayanan Keperawatan
serta
Pelayanan
Farmasi
dan
3
Perbekalan Kesehatan.
Pelayanan farmasi dan perbekalan
kesehatan
Pelayanan farmasi dan perbekalan
kesehatan di Madinah, melayani kebutuhan
obat-obatan, alat kesehatan habis pakai dan
peralatan elektromedik.
Perbekalan
kesehatan adalah bahan selain obat dan

Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 3.1.2013 : 26-35

Pelayanan Farmasi dan Perbekalan.............(Winarsih, et. al)

peralatan
yang
diperlukan untuk
menyelenggarakan upaya kesehatan.4
Sedangkan menurut undang-undang
nomor 36 tentang kesehatan disebutkan
bahwa perbekalan kesehatan adalah
semua bahan dan peralatan yang
diperlukan untuk menyelenggarakan
upaya kesehatan.5 Dalam mendukung

pelayanan kesehatan di daerah kerja


(daker) Madinah terdiri dari depo
pusat, apotik BPHI dan sektor yang terdiri
dari 4 buah sektor yang tersebar di 4 wilayah
di sekitar Masjid Nabawi. Berikut adalah
alur distribusi dan pelaporan farmasi dan
perbekalan kesehatan haji

Depo Pusat
Usat
usat
Daker Madinah

Apotek BPHI

Sektor

Kloter

Daker Mekkah

Daker Jeddah

Apotek BPHI

Apotek BPHI

Sektor

Pelayanan Bandara

Kloter

Gambar 1 : Alur distribusi dan pelaporan farmasi dan perbekalan kesehatan


haji di Arab Saudi
Keterangan : = alur pelaporan
= alur distribusi
Daker=Daerah kerja

Pelayanan
Farmasi
dan
perbekalan kesehatan sektor terbagi
dalam 2 periode/gelombang yaitu
gelombang 1 yang disebut juga masa
pra armina dan gelombang kedua
yang disebut juga masa paska armina.
Masa pra armina efektif terhitung

mulai tanggal 21 September hingga


13 Oktober 2012. Sedangkan masa
paska armina terhitung mulai tanggal
5 Nopember hingga 28 Nopember
2012. Petugas daerah kerja Madinah
pada masa armina mendapat tugas
selama 4 hari di Mina yang mana

27

obat-obatan dan perbekalan kesehatan


disuplai dari depo daerah kerja
Mekah, sehingga laporan pelayanan
khusus untuk armina dibuat terpisah.
Armina (Arafah Mina) adalah
rangkaian ibadah haji yang meliputi
wukuf
di
Arafah,
mabit
di
Muzdalifah, dan pelaksanaan mabit di
Mina termasuk melontar jamrah serta
Thawaf Ifadah. Dalam kegiatan
armina ini petugas daker Jeddah
bertanggung jawab untuk operasional
di Arafah, petugas daker Mekkah
bertanggung jawab atas operasional di
Muzdalifah
dimana
semuanya
dikoordinasikan oleh kepala satuan
operasional (kasatop) armina.7
Selama gelombang pertama
wilayah kerja sektor 3 Madinah
dipenuhi oleh jamaah haji sebanyak
51 kelompok terbang (kloter),
sedangkan selama gelombang kedua
Sedangkan selama gelombang ke 2
ada sebanyak 42 kloter.8
Adapun tujuan dari penelitian
ini adalah ingin mengetahui gambaran
pelaksanaan pelayanan farmasi dan
perbekalan kesehatan di sektor 3
Madinah. Selain itu juga ingin
mengetahui ketersediaan obat pada
sektor 3 Madinah, dan mengetahui
jumlah pemakaian obat terbanyak
baik pada gelombang satu maupun
dua pada musim haji tahun 2012.
Metode
Jenis studi ini adalah deskriptif
dengan desain cross sectional. Lokasi
penelitian dilakukan di wilayah kerja
sektor 3 Madinah, Arab Saudi pada

28

musim haji tahun 2012 yang terdiri dari


2 gelombang yaitu gelombang 1 dan
gelombang 2. Musim haji tahun 2012
diawali pada tanggal 17 September
hingga 31 Nopember 2012. Data yang
digunakan dalam studi ini adalah data
primer yang diperoleh dari laporan
dan data penanggung jawab farmasi dan
perbekalan kesehatan sektor 3 Madinah
beserta data-data pendukung. Data
diolah dan disajikan dalam bentuk
tekstular, tabular dan grafik sehingga
dapat menjawab tujuan dari penelitian
ini.Variabel yang
diamati dalam
penelitian ini adalah perbekalan kesehatan,
pemakaian obat
terbanyak dan
pemakaian obat terbanyak berdasarkan
kelas terapi.
Hasil dan Pembahasan
Perbekalan kesehatan yang
digunakan dikantor sektor 3 Madinah
tampak pada Tabel 1.Pada Tabel 1
dapat dilihat daftar perbekalan kesehatan
yang digunakan untuk pelayanan
kesehatan di sektor 3 Madinah, namun
karena suatu hal berhubung dengan
perizinan pelayanan kesehatan di kantor
sektor 3 Madinah terhadap pemerintah
Arab Saudi maka peralatan tersebut di
atas tidak boleh dioperasikan lagi9 dan
dibereskan serta dikembalikan ke depo
daker Madinah yang berkedudukan di
BPHI daker Madinah setelah beroperasi
kurang lebih 10 hari. Dalam hal ini
pelayanan kesehatan di bidang farmasi
masih
terus
berjalan
dalam
mendistribusikan obat-obatan maupun alat
kesehatan yang dibutuhkan oleh dokter
kloter

Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 3.1.2013 : 26-35

Pelayanan Farmasi dan Perbekalan.............(Winarsih, et. al)

Tabel 1. Perbekalan kesehatan sektor 3 Madinah


No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.

Nama Alkes
Dry Sterilisator
EKG
Nebulizer ultrasonic
Suction pump
Glucometer
Blood Pressure Monitor
Thermometer
Pulse oxymetri
Regulator Tabung
Ambu bag
Laringoskop
Tromol
Bengkok
Minor surgery
Stetoskop
Tensimeter
Kunci Inggris
Meja periksa
Kuris Roda
Tabung oksigen
Tangga
Bed Pasien

Stok obat-obatan dan alat kesehatan


sektor 3 dipindahkan ke BPHI daker
Madinah di ruang transit sektor lantai
R. Kegiatan pencatatan dan pelaporan
serta penyiapan obat-obatan dan alat
kesehatan kebutuhan dokter kloter
dilakukan
di
ruang
tersebut
selanjutnya pendistribusian obat ke
kloter tetap dilakukan di kantor sektor
3 Madinah. Pemakaian obat 10
terbanyak sektor 3 Madinah selama
gelombang 1 yaitu periode 21
September hingga 13 Oktober 2012
adalah sebagai berikut :
Pemakaian obat terbanyak pada
gelombang pertama adalah obat
saluran pernafasan yaitu Alpara telah
terpakai sebanyak 34.99% dari total

Satuan
Unit
Unit
Unit
Unit
Set
Buah
Buah
Buah
Buah
Set
Set
Buah
Buah
Set
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

Jumlah
1
1
2
1
3
1
6
1
3
1
1
1
1
1
3
3
1
1
2
1
1
2

stok Alpara yang tersedia di sektor 3


Madinah. Alpara merupakan obat
campuran yang komposisinya terdiri dari
Paracetamol, Phenylpropanolamine HCl,
Dextrometorphan dan CTM. Sedangkan
obat penurun tensi darah Amlodipin
sebesar 63.97% merupakan obat
kesepuluh terbanyak yang dibutuhkan
oleh jamaah haji sektor 3 Madinah
pada musim haji tahun 2012. Proporsi
terbesar sebanyak 74,72% yang
terpakai selama gelombang pertama
adalah Antasida yang merupakan obat
saluran
pencernaan.
Pemakaian
terbanyak pada gelombang pertama
ini didominasi oleh analgesik dan obat
saluran
pencernaan.
Hal
ini
menunjukkan bahwa terjadi kelelahan
29

pada banyak jamaah haji selama


melakukan
perjalanan
ataupun
kegiatan selama di Madinah yang

didukung oleh cuaca yang sangat


panas pada gelombang pertama.10

13.855 (34,99%)

Alpara

11.770 (72,79%)

Paracetamol 500 mg
7.380 (41,44%)

Neurosanbe

6.920 (64,25%)

Asam Mefenamat 500 mg

4.700 (74,72%)

Antasida tablet

Ranitidin 200 mg

4.123 (69,61%)
3.890(64,73%)

Natrium Diklofenak 50 mg

3.890 (54,56%)

Methylprednisolon 4 mg

2.970 (21,52%)

Amoxicillin 500 mg

2.894 (63,97%)

Amlodipin 5 mg

2.000

4.000

6.000

8.000

10.000 12.000 14.000

Gambar 2. Daftar 10 obat pemakaian terbanyak di sektor 3 Madinah


gelombang 2

Sedangkan pemakaian obat 10


terbanyak sektor 3 Madinah selama
gelombang 2 yaitu periode 5
Nopember hingga 28 Nopember 2012
adalah sebagai berikut :
Pada gelombang kedua Alpara masih
merupakan obat terbanyak yang
dibutuhkan jamaah haji di Madinah
hingga 46,5% dari total stok Alpara
yang ada, sedangkan anti infeksi
Cefixim 100 mg merupakan obat
terbanyak kesepuluh yang menjadi
kebutuhan jamaah haji sektor 3
Madinah tahun 2012. Pada gelombang
2 ini didominasi oleh anti infeksi yang

30

merupakan kebutuhan obat terbanyak


disusul kemudian oleh obat saluran
pernafasan dan analgesik, hal ini
sesuai dengan penyakit terbanyak
menurut data sanitasi dan surveilen
(sansur) sektor 3 pada gelombang
kedua
adalah
infeksi
saluran
9
pernafasan. Garam Oralit terpakai
habis 100% pada periode ini karena
diberikan kepada jamaah berupa
paket yang harus dihabiskan untuk
mencegah dehidrasi.

Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 3.1.2013 : 26-35

Pelayanan Farmasi dan Perbekalan.............(Winarsih, et. al)

18.410
(46.50%)

8.530
(47.89%)
5.250
(38.04%)

4.290
(26.53%)

3.900
(100%)

3.870
(32.745)

3.670
(34.08%)

2.340
(32.82%)

2.130
(36.49%)

1.900
(85.59%)

Gambar 3.Daftar 10 Obat pemakaian terbanyak sektor 3 Madinah


gelombang 2
Daftar pemakaian obat terbanyak
berdasarkan kelas terapi terdapat pada
2 yang terbanyak adalah Amoxicillin
500 mg namun secara kuantitas lebih
banyak terpakai pada gelombang
kedua. Anti infeksi ketiga terbanyak
berbeda antara gelombang satu dan
dua,
pada
gelombang
kedua
Amoxiclav lebih diutamakan daripada
TMP (Trimetoprim).
Obat
saluran
pernafasan
Alpara merupakan obat yang banyak
terpakai karena satu-satunya obat
gelombang
kedua
digunakan
Dextromethorpan
dan
Gliceril
Guaiakolat yang juga sudah terpakai
sejak gelombang pertama.
Obat
anti
alergi
pada
gelombang pertama dan kedua 3 obat
terbanyak menunjukkan jenis yang
sama
hanya berbeda pada

Tabel 2 dan 3.
Kelas terapi anti
infeksi antara gelombang 1 dan
campuran yang tersedia namun lebih
banyak terpakai pada gelombang
kedua hal ini sesuai dengan data
sanitasi survei sektor 3 tentang
penyakit terbanyak pada gelombang
kedua
ini,
walaupun
selama
gelombang dua mulai memasuki
musim
dingin
di
Madinah.10
Ambroksol sebagai obat batuk
berdahak telah habis terpakai pada
gelombang pertama sehingga pada
kuantitasnya, ketiganya lebih banyak
terpakai pada gelombang pertama hal
ini sesuai dengan data sansur sektor 3
bahwa penderita alergi lebih banyak
pada
gelombang
pertama
dibandingkan dengan gelombang
kedua.9 Pada kelas terapi analgesik, 3
obat terbanyak dengan jenis yang
31

sama dan terpakai lebih banyak pada


gelombang pertama sebagaimana
halnya anti alergi.
Obat kardiovaskuler yang tersedia
sangat bervariasi namun yang banyak
digunakan yaitu antihipertensi Amlodipin
baik pada gelombang satu maupun dua,
hal ini karena banyaknya permintaan
jamaah penderita hipertensi yang sudah
biasa menggunakan obat tersebut
Antidiabet yang tersedia sangat
bervariasi namun pemakaian terbanyak
adalah Metformin dan Glibenklamid
bahkan Glikazid yang pernah terpakai pada
gelombang pertama tidak muncul lagi
pada gelombang berikutnya. Dalam
hal ini pemakaian antidiabet hanya
meneruskan
pemakaian
jamaah
penderita diabet dari tanah air,
kebanyakan pasien menolak untuk
diberikan jenis antidiabet yang lain.
Obat
saluran
pencernaan
paling banyak digunakan pada
gelombang
pertama
mungkin
dikarenakan proses adaptasi para
jamaah terhadap lingkungan baru
sesaat setelah datang dari tanah air.
Food suplement dan vitamin yang tersedia
sangat bervariasi digunakan untuk
menambah atau mempertahankan daya
tahan tubuh jamaah, pada gelombang
kedua Proten dan Dianeral dibagikan
berupa paket yang harus dihabiskan

32

untuk mempertahankan daya tahan


tubuh jamaah setelah rangkaian
kegiatan armina.
Obat topikal seperti : salep
kulit dan krim pelembab Opicel
banyak digunakan pada gelombang
panas pada masa tersebut, suhu ratarata pada siang hari mencapai 390C
dan kelembaban rata-rata pada siang
hari sangat rendah yaitu 9,9%,
sedangkan pada gelombang kedua
sudah mulai memasuki musim dingin1
Pada musim haji tahun 2012 sektor 3
Madinah melayani permintaan obat
dan alat kesehatan habis pakai oleh
dokter kloter sebanyak 387 kali
dengan rata rata permintaan tiap
kloter 4 kali yaitu tiap dua hari sekali
selama 8 hari jamaah tinggal di
Madinah. (Sumber : data primer)
Tas kloter yang dibagikan melalui
sektor 3 kepada dokter kloter dengan
jamaah yang mendarat di Bandara
Amir Muhammad Abdul Azis
(AMMA) Madinah sebanyak 24 buah.
Tas kloter berisi obat-obatan yang
diberikan kepada tim TKHI sebagai
stok awal dan selanjutnya boleh
mengajukan permintaan lagi setiap 2
hari sesuai kebutuhan jamaah.1

Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 3.1.2013 : 26-35

Pelayanan Farmasi dan Perbekalan.............(Winarsih, et. al)

Tabel 2. Daftar 3 obat pemakaian terbanyak berdasarkan kelas terapi


gelombang 1
No.
1

Kelas Terapi
Anti Infeksi

Obat saluran
pernafasan

Anti alergi

Analgesik

Obat kardiovaskuler

Diuretika

Antidiabetik

Obat saluran
pencernaan

Vitamin

10

Obat luar/
topikal

Nama Obat
Amoxicillin 500 mg
Ciprofloxacin 500 mg
Trimetoprim 80mg/sulfametoks 400 mg
Alpara
Dextrometorphan 15 mg
Ambroksol 30 mg
Methylprednison 4 mg
Chlorfeniramin Maleat
Loratadin 10 mg
Paracetamol 500 mg
Asam Mefenamat 500 mg
Natrium Diklofenak 50 mg
Amlodipin 5 mg
Acetosal salut enterik
Simvastatin 20 mg
Furosemid 40 mg
Hidroklorotiazid 25 mg
Spironolakton 100 mg
Metformin 500 mg
Glibenclamid

Satuan Jumlah Total stok


%
tablet
2970
13800
21,52
tablet
2780
11822
23,52
tablet
2380
3730
63,81
kaplet 13855
39595
34,99
tablet
2250
5020
44,82
tablet
940
940
100,00
tablet
3890
7130
54,56
tablet
2670
5290
50,47
tablet
1620
2116
76,56
tablet 11770
16170
72,79
tablet
6920
10770
64,25
tablet
3890
6010
64,73
tablet
2894
4524
63,97
tablet
490
720
68,06
tablet
430
490
87,76
tablet
590
888
66,44
tablet
30
30
100,00
tablet
30
180
16,67
tablet
1845
2769
66,63
tablet
1344
1854
72,49

Gliclazid 80 mg

tablet

80

500

16,00

Antasid
Ranitidin 150 mg
Attapulgit activated 630 mg
Neurosanbe
Cebex
Bio EPL
Betametason salep kulit
Dulkolax
Opicel salep kulit

tablet
tablet
tablet
tablet
kaplet
kaplet
tube
suppo
tube

4700
4123
2211
7380
1035
720
364
263
225

6290
5923
2881
17810
1305
870
422
350
311

74,72
69,61
76,74
41,44
79,31
82,76
86,26
75,14
72,35

Tabel 3. Daftar 3 obat pemakaian terbanyak berdasarkan kelas terapi


gelombang 2
1

Anti Infeksi

Obat saluran
pernafasan

Anti alergi

Analgesik

Obat kardiovaskuler

Diuretika

Antidiabetika

Obat saluran
pencernaan

Vitamin dan
nutrisi

10

Obat luar/
topikal

Amoxicillin 500 mg
Ciprofloxacin 500 mg
Amoxiclav 625 mg
Alpara
Dextrometorphan 15 mg
Gliceril Guaiakolat
Methylprednison
Chlorfeniramini Maleat 4 mg
Loratadin
Paracetamol 500 mg
Asam Mefenamat 500 mg
Natrium Diklofenak
Amlodipin 5 mg
Ramipril 5 mg
Captopril 25 mg
Furosemid 40 mg
Spironolacton 100 mg
Furosemid injeksi
Metformin 500 mg
Glibenclamid
Garam Oralit
Dimenhydrinat 50 mg
Ranitidin 150 mg
Neurosanbe
Proten
Dianeral
Opicel salep kulit
Chloramfenicol tetes mata
Betametason salep kulit

tablet
tablet
kaplet
kaplet
tablet
tablet
tablet
tablet
tablet
tablet
kaplet
tablet
tablet
tablet
tablet
tablet
tablet
ampul
tablet
tablet
sachet
tablet
tablet
tablet
sachet
kotak
tube
botol
tube

5250
3870
2130
18410
1830
1460
2340
1605
296
4290
3670
1840
1560
1020
570
140
20
5
784
390
3900
1375
1210
8530
1112
313
71
49
48

13800
11822
5838
39595
5020
3070
7130
5290
2116
16170
10770
6010
4524
1125
760
888
180
25
2769
1854
4410
2655
5923
17810
1145
322
311
126
422

33

Kesimpulan
Alpara merupakan obat terbanyak
yang dibutuhkan oleh jamaah haji tahun
2012 baik pada masa gelombang satu
maupun dua, tetapi terjadi lonjakan yang
cukup tinggi dalam kuantitasnya pada
gelombang
kedua.
Hal
ini
menggambarkan terjadinya peningkatan
jumlah pasien yang menderita penyakit
saluran pernafasan terutama batuk yang
disebabkan oleh kondisi yang sangat
lelah dan stamina yang sudah mulai
menurun setelah pelaksanaan rangkaian
ibadah haji atau masa armina dan rukun
serta wajib haji.
Kebutuhan obat-obatan dan
perbekalan kesehatan pada musim
haji tahun 2012 di sektor 3 Madinah
dapat dikatakan cukup terpenuhi.
Kalaupun ada kekurangan stok hanya
dikarenakan keterlambatan pengiriman dari
depo daker Madinah yang kemungkinan
tidak adanya
transportasi atau
ambulance yang mendistribusikannya ke
kantor sektor 3 untuk diserahkan kepada
dokter kloter yang membutuhkan karena
sedang melayani pasien yang harus
dirujuk. Pada akhir pelaksanaan tugas
dilakukan stok opname persediaan obatobatan dan perbekalan kesehatan yang
masih tersisa yang akan digunakan
sebagai stok awal untuk musim haji
tahun berikutnya.

34

Daftar Rujukan
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Undang - Undang Nomor 13 Tahun


2008 tentang Penyelanggaraan Ibadah
Haji.
Kementerian Agama RI. Direktorat
Jenderal Penyelenggaraan Haji dan
Umrah,
Uraian
Tugas
Panitia
Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab
Saudi (Petugas Non kloter). Pusat
Kesehatan Haji. Sekretariat Jenderal.
Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
Tahun 2012.
Kementerian Agama RI. Direktorat
Jenderal Penyelenggaraan Haji dan
Umrah, Kebijakan Penyelenggaraan
Ibadah Haji. Jakarta 2012
Muhlis.Muhammad
http://my.opera.com/muhlis3/blog/?starti
dx=10. diunduh pada 8 Februari 2013.
Undang-Undang Republik Indonesia
No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Pasal 1
Kementerian Kesehatan RI. Bahan
Bacaan Peserta Pelatihan Panitia
Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kelas
Apoteker. Jakarta. Tahun 2012.
Kementerian Agama RI. Direktorat
Jenderal Penyelenggaraan Haji dan
Umrah. Modul Penanganan KasusKasus Ibadah Haji dan Satuan
Operasional Arafah Mina. Jakarta. 2012
Siskohatkes Sektor 3 Madinah. Sistem
Komputerisasi Haji Terpadu Bidang
Kesehatan. Arab Saudi. Oktober 2012
Kustiawan. Laporan Kegiatan Sanitasi
dan Surveilen Pra Armina Sektor 3
Daerah Kerja Madinah. Arab Saudi.
Tahun 2012

Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 3.1.2013 : 26-35

Pelayanan Farmasi dan Perbekalan.............(Winarsih, et. al)

10. Zulfikar, Tubianto Anang. Penyelenggara


Operasional Pelayanan Kesehatan Pra Armina
Sektor 2 Madinah. Arab Saudi. Tahun 2012

11. Sri Susana Handayani. Laporan Penyelenggaraan


Perbekalan Kesehatan dan lektromedik Periode
Pra Armina (21 September s/d 13 Oktober 2012)
Daerah Kerja Madinah. Arab Saudi. Tahun
2012

35