Anda di halaman 1dari 9

MUATAN ELEKTRON DARI PERCOBAAN TETES MINYAK

MILLIKAN
M. Arif Rahman, Sri Astuti, Muslimah, Wahdayuni*
*)Mahasiswa pada Jurusan Fisika Fak. Sains dan Teknologi
UIN Alauddin Makassar
Email : Aryef.rahman@gmail.com
Sriastuti12radiasi@gmail.com
Muslimahima12@yahoo.co.id
Wahdayuni10@gmail.com
Abstrak : Telah dilakukan percobaan dengan judul tetes minyak millikan. Percobaan ini bertujuan
untuk mengukur waktu naik turunnya tetesan minyak dengan berbagai beban dan pada tegangan
yang berbeda-beda, kemudian menentukan besar jari-jari tetesan minyak, serta menentukan
banyaknya muatan setiap tetes minyak. Percobaan ini dilakukan dengan prinsip minyak yang akan
disemprotkan pada celah antara dua plat logam. Cahaya diatur agar ruang pengamat yang dilihat
dari mikroskop mendapatkan cahaya. Kemudian tegangan input yang akan digunakan diatur. Setelah
itu ditentukan tetesan minyak yang akan menjadi objek uji dan dicatat waktu yang dibutuhkan untuk
naik dari batas skala bawah sampai garis batas skala atas. Lalu switch pembalik digerakkan kearah
atas untuk mengatur medan listrik. Kemudian mencatat waktu yang dibutuhkan tetesan minyak untuk
naik dari batas bawah sampai garis batas atas. Variasi tegangan yang digunakan dalam percobaan
ini yaitu 300 volt dan 400 volt. Pengamatan gerak tetesan minyak diulang sebanyak 3 kali untuk
masing-masing tegangan pada keadaan naik dan turun. Pada pengamatan di dapatkan waktu ratarata turun sebesar 1,66 s dan waktu rata-rata naik sebesar 2,92 s. Pada penentuan jari-jari dan
muatan tetesan diperoleh nilai masing-masing sebesar 5,43E-07 m dan 1,84E-19 C.
Kata kunci : tetes minyak millikan, muatan tetesan minyak (Q), medan listrik (E).

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

lektron merupakan suatu dasar penyusun atom. Inti atom terdiri dari
elektron(bermuatan negatif) dan proton (bermuatan positif). Pengukuran
muatan elektron dilakukan oleh ilmuwan fisika Amerika Robert Milikan pada
1909 dan dipublikasikan pada tahun 1911. Pengukuran yang dilakukan R.
Milikan mampu mendapatkan nilai muatan untuk 1-150 ion dengan batas
kesalahan kurang dari 0.3%. metode pengukuran muatan listrik elektron oleh
milikan adalah dengan membuat sebuah sistem/alat yang dibuat dengan medan
listrik untu mencegah tetesan minyak jatuh karena gravitasi.

Pada ekseperimen yang dilakukan di lakukan di laboratorium radiasi


tets minyak disemprotkan melalui bagian atas dua keping sejajar (berupa
lubang kecil). Sehingga akan ada minyak yang masuk ke dalam celah antara
dua plat. Kemudian tetesan minyak di dalam plat diamati. Tetesan minyak
yang ada di dalam plat akan bergerak-bergerak di dalam celah maka harus di
amati salah satu titik(tetes) acuan. Dan titik acuan itu di amati kecepatanya
untuk menempuh jarak sejauh x skala dalam t sekon. Dalam pergerakannya di
celah antar plat partikel tetes mengalami 3 gaya yang berbeda yaitu gaya
viskos, gaya gravitasi, dan gaya listrik. Dari persamaan ketiga gerak ynag
mempengaruhinya maka akan didapatkan suatu persamaan untuk menghitung
muatan elektron.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang dikaji dalam


percobaan ini adalah :
1. Bagaimana cara mengukur waktu naik turunnya tetesan minyak dengan
berbagai beban pada tegangan yang berbeda?
2. Bagaimana cara menentukan jari-jari dan muatan tetesan minyak?
C. Ruang Lingkup
Eksperimen ini hanya akan membahas tentang kesetimbangan antara
gaya-gaya yang bekerja dalam tetesan minyak millikan. Salah satunya adalah
gaya listrik yang dihasilkan sebagai akibat dari pemberian tegangan yang
menyebabkan adanya muatan elektron dalam tetesan minyak millikan.
D. Tujuan Eksperimen
Tujuan yang ingin dicapai dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengukur waktu naik turunnya tetesan minyak dengan berbagai
beban pada tegangan yang berbeda.
2. Untuk menentukan jari-jari dan muatan tetesan minyak.
E. Manfaat Eksperimen
Manfaat yang dapat diperoleh dalam percobaan ini adalah sebagai
berikut:
1. Dapat memberikan informasi tentang cara mengukur waktu naik
turunnya tetesan minyak dengan berbagai beban pada tegangan yang
berbeda.

2.

II.

Dapat memberikan informasi tentang penentuan jari-jari dan muatan


tetesan minyak.

TINJAUAN PUSTAKA
A. Percobaan Tetes Minyak Millikan
Salah satu konstanta penting dalam fisika adalah nilai muatan listrik
yang dibawa oleh sebuah elektron. Pada tahun 1913, R.A. Milikan dengan
menggunakan eksperimen tetes minyak dapat mendemonstrasikan dan
mengukur secara tepat muatan elektron.
Praktikum Tetes Minyak Milikan ini bertujuan untuk menentukan
besar jari-jari tetesan minyak dan menentukan nilai muatan butiran minyak
tersebut. Percobaan ini merupakan percobaan yang menunjukkan bahwa
muatan elektron bersifat diskrit yaitu gaya ke bawah pada tetes Milikan
(percepatan ke bawah) akan terhambat oleh suatu gaya stokes (gaya
penghambat). Percobaan ini dilakukan dengan menyeimbangkan gaya-gaya
antara gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang
berada diantara dua buah pelat konduktor.
Robert Milikan melakukan percobaan dengan menyeimbangkan gayagaya antara gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes minyak yang ada
diantara dua pelat konduktor. Ketika minyak jatuh di udara akan mengalami
percepatan ke bawah yang disebabkan oleh gaya grafitasi dan pada saat yang
sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya penghambat (gaya
stokes). Menurut stokes, bila sebuah benda dilepaskan tanpa kecepatan awal
di dalam fluida, benda mula-mula akan mendapatkan kecepatan.
Pada eksperimen tetes minyak Milikan, tetes minyak disemprotkan
melalui bagian atas dua keping sejajar. Dengan menggunakan mikroskop,
dapat diamati dan diukur kecepatan vertikal tetes minyak tersebut. Tetes
minyak ini mengalami tiga gaya yang berbeda, yaitu gaya viskos, gaya
gravitasi, dan gaya listrik.

B. Elektron

Elektron merupakan suatu dasar penyusun atom. Inti atom terdiri


dari elektron (bermuatan negatif)
dan proton (bermuatan positif).
Pengukuran muatan elektron dilakukan oleh ilmuwan fisika Amerika

Robert Milikan pada 1909 dan dipublikasikan pada tahun 1911.


Pengukuran yang dilakukan R. Milikan mampu mendapatkan nilai
muatan untuk 1-150 ion dengan batas kesalahan kurang dari 0.3%. metode
pengukuran muatan listrik elektron oleh milikan adalah dengan membuat
sebuah sistem/alat yang dibuat dengan medan listrik untu mencegah tetesan
minyak jatuh karena gravitasi (Peter, 1992).
Dalam percobaan ini gaya-gaya yang mempengaruhi gerakan tetes
minyak ialah Gaya gravitasi selalu mengarah ke pusat bumi yang
menyebabkan tetes minyak bergerak ke bawah. Gaya Archimedes yakni gaya
apung atau gaya ke atas terjadi pada semua benda yang berada dalam fluida.
Gaya stokes erat kaitannya dengan viskositas fluida, dimana gerak tetes
minyak akan dihambat oleh gaya stokes yang disebabkan nilai viskositas
yang dimiliki oleh fluida. Gaya gesek antar permukaan benda yang bergerak
dengan fluida akan sebanding dengan kecepatan relatif gerak benda terhadap
fluida. Hambatan gerak di dalam fluida di sebabkan oleh gaya gesek antar
bagian fluida yang melekat pada permukaan benda dengan bagian fluida di
sebelahnya. Gaya gesek itu sebanding dengan koefisien viskositas () fluida
(Kenneth, 1986).
Yang terakhir adalah gaya listrik yang dialami tetes minyak karena
berada dalam medan listrik antara plat konduktor yang diberi tegangan. Di
dalam sebuah medan listrik bekerja sebuah gaya yakni gaya listrik yang
besarnya sebanding dengan kuat medan dan muatan partikel tersebut
(Petruci, 1987).
Gambar 2.1 : Model percobaan tetes minyak Milikan
III. METODOLOGI EKSPERIMEN
A. Waktu dan tempat eksperimen

Eksperimen ini dilakukan di laboratorium Optik lantai 2 Jurusan


Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar. Pada hari
kamis 20 November 2014, pukul 10.00 s/d 12.00 WITA.
B. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen ini adalah sebagai
berikut :
1. Millikan apparatus
09070.00
1

2. Multimeter
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

07021.01
Power supply, 0...600 VDC
13672.93
Mikrometer sekrup 1 mm
62171.19
Stopwatch (tipe interupsi)
03076.01
Botol kaca, 18 x 18 mm, kemasan 50 pcs
64685.00
Tombol Polaritas untuk Millikan piranti
06034.07
Tumpuan kaki tiga
02002.55
1
Stand tube (tempat tabung)
02060.00
Circular level (Tingkatan lingkar)
02122.00
Kabel penghubung 32 A, 50 cm, merah
07336.01
Kabel penghubung 32 A, 100 cm, merah
07337.01
Kabel penghubung 32 A, 50 cm, biru
07337.04

1
1
1
2
1
1
1
1
1
2
2

14. Kabel penghubung 32 A, 750 mm, hitam

07362.05
2
15. Kabel penghubung 32 A, 750 mm, hijau-kuning 07336.01
1
16. Oil Millikan secukupnya
C. Prosedur Kerja
Perangkat eksperimental adalah seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 3.1. Pertama mengkalibrasi mikrometer dengan menghubungkan
tetap (300 V DC) dan variabel (0-300 V AC) output secara seri, pasokan
tegangan lebih dari 300 V AC dapat diperoleh. Saklar komutator akan
digunakan untuk membalikkan polaritas kapasitor.

Gambar 3.1 : Eksperimental diatur untuk menentukan muatan elementer


dengan Millikan Apparatus.

Langkah berikutnya adalah :


1. Mengatur tegangan kapasitor untuk nilai antara 300 V dan 400 V.
2. Memperhatikan dan mengamati dalam tetesan minyak.
3. Memilih tetesan minyak dan mengoperasikan saklar komutator tetesan

bergerak antara graduasi tertinggi dan terendah pada mikrometer.


Mengatur fokus mikroskop bila diperlukan.
Memperhatikan kriteria berikut ketika memilih tetesan :
1. Tetesan tidak harus bergerak terlalu cepat
2. Tetesan

tidak harus bergerak terlalu lambat dan tidak harus


menunjukkan ada gerakan sqaying (meningkatkan tegangan kapasitor
jika diperlukan).
3. Menekan bersama waktu naik beberapa kali menggunakan stopwatch
pertama.
4. Menekan bersamaan waktu jatuh beberapa kali menggunakan stopwatch
kedua.
5. Mengulangi beberapa kali kegiatan diatas kemudian menambahkan lebih
besar dari 5 s pada kedua kasus tersebut.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan

Tabel 4.1 : Hasil pengamatan percobaan tetes minyak millikan.


U
V

t1
s

s1

t2
s

s2
No.

1
2

300 V

3
4

400 V

1.6

10

5.3

10

1.4

10

3.9

10

0.9

10

3.5

10

10

2.4

10

1.4

10

3.5

10

1.6

10

2.8

10

Tabel 4.2 : Hasil perhitungan percobaan tetes minyak millikan


U
V
t1
s
s1
m
t2
s
s2
m
v1
m/ s

v2
m/ s
v 1v 2
m/s
r
m
Q
As
e
As
300

1.6

0.00029

5.3

0.00029

1.81E-04

5.47E-05

1.27E-04

7.17E-07

2.42E-19

1.21E-19

300

1.4

0.00029

3.9

0.00029

2.07E-04

7.44E-05

1.33E-04

7.34E-07

2.95E-19

1.48E-19

300

0.9

0.00029

3.5

0.00029

3.22E-04

8.29E-05

2.39E-04

9.86E-07

5.70E-19

1.90E-19

400

0.00029

2.4

0.00029

2.90E-04

1.21E-04

1.69E-04

8.29E-07

3.65E-19

1.82E-19

400

1.4

0.00029

3.5

0.00029

2.07E-04

8.29E-05

1.24E-04

7.10E-07

2.21E-19

2.21E-19

400

1.6

0.00029

2.8

0.00029

1.81E-04

1.04E-04

7.77E-05

5.61E-07

1.71E-19

1.71E-19

t1
s
r
m
e
As

t2
s
Q
As

Nilai rerata

1.31667 3.566667 7.56E-07

3.11E-19

1.72E-19

Grafik 4.1 : Hubungan antara muatan Q dan jari-jari r

B. Pembahasan

Percobaan ini merupakan salah satu eksperimen yang cukup akurat


dalam menentukan muatan listrik elektron. Eksperimen ini digunakan
untuk menunjukan bahwa muatan bersifat diskrit. Pengamatan dilakukan
di ruang yang tertutup untuk memudahkan melihat tetes minyak karena
ukurannya yang sangat kecil maka pengamatan dilakuakan dengan
menggunakan mikroskop. Sehingga berkas akan terlihat jelas. Percobaan ini
sangat dipengaruhi oleh beberapa gaya antara gaya gravitasi, gaya
Archimedes, gaya listrik, dan gaya stokes.

Nilai Muatan electron secara pustaka adalah 1.63E-19 C, kemudian


pada percobaan didapatkan hasil rata-ratanya sebesar 1.72E-19 C. hasil ini
menunjukkan bahwa terlihat perbedaan yang tidak terlalu jauh atau hampir
mendekati nilai pustaka.

V.

PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada eksperimen ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Waktu tempuh yang dibutuhkan sebuah tetesan minyak untuk naik ke
permukaan lebih lama dibandingkan dengan waktu turunnya akibat
pengaruh gaya-gaya yang bekerja pada tetesan minyak tersebut hal ini
terlihat pada hasil pengamatan yaitu waktu turun rata-rata sebesar 1,31 s
dan waktu naik rata-rata sebesar 3,56 s.
2. Pada penentuan besar jari-jari tetesan minyak dapat diketahui bahwa
semakin kecil jari-jarinya maka muatan tetesannya semakin kecil pula.
B. Saran
Saran pada eksperimen selanjutnya sebaiknya pada pengamatan
digunakan alat bantu untuk melihat tetesan minyak supaya dalamproses
pengamatan lebih akurat lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2014. Percobaan tetes minyak milikan. Http://www.wikipedia.co.id/
percobaan-tetes -minyak-milikan.htm/ Diakses tanggal 20 November 2014
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Kenneth, Krame. 1986. Fisika Modern Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.
Soedojo, Peter. 1992. Azaz-Azaz Ilmu Fisika Jilid 3 Optika. Yogyakarta :
Universitas Gadjah Mada.
Tim Dosen, 2014. Penuntun Praktikum Fisika Eksperimen I. Makassar : Alauddin
University press.