Anda di halaman 1dari 2

I.

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi
secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi
energi penyebab terjadinya gempabumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik.
Indonesia merupakan salah satu Negara yang terletak di kawasan Ring of Fire sehingga sangat
rawan sekali terjadinya gempa. Ada beberapa gempa dahsyat yang memakan ribuan korban,
salah satunya adalah Gempa Bumi Aceh.
Gempa ini merupakan gempa tektonik yang terjadi pada pukul 00:58:53 UTC (07:58:53
waktu lokal) pada 26 Desember 2004, dengan pusat gempa bumi di bagian pantai barat
Sumatera, Indonesia. Terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 dengan magnitudo 9,1 9,3 SR.
Gempa ini adalah gempa kedua terbesar yang pernah tercatat pada seismograf. Gempa yang juga
mengakibatkan tsunami ini menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara.
Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India,
dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar. Beberapa pakar gempa
mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar
dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai
283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban
229.826 orang hilang dan 186.983 tewas.
Pasca bencana Tsunami melanda aceh dan sejumlah wilayah di Pulau Sumatera tahun
2004 lalu, Indonesia telah melakukan berbagai upaya mitigasi guna mengantisipasi ancaman
serupa. Sistem peringatan dini disejumlah daerah disiagakan, meski belakangan dilaporkan
banyak yang hilang dicuri dan rusak. Sementara di daerah yang rawan potensi tsunami juga
digelar simulasi penanganan bencana tsunami. Warga aceh yang pernah mengalami sendiri
bencana besar itu, kali tampak lebih siap dan bersiaga. Faktanya begitu gempa besar
mengguncang, sebagian besar warga aceh langsung menyelamatkan diri ketempat-tempat aman.
II.

Kebakaran

Kebakaran adalah suatu reaksi oksidasi eksotermis yang berlangsung dengan cepat dari suatu
bahan bakar yang disertai dengan timbulnya api/penyalaan.Tiga unsur penting dalam kebakaran
antara lain yaitu bahan bakar dalam jumlah yang cukup, bahan bakar dengan bahan
padat/cair/uap /gas, dan zat pengoksidasi/oksigen dalam jumlah yang cukup. Berdasarkan bahan
yang terbakar maka api dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain :
1. Api kelas A, yang terbakar bahan padat
2. Api kelas B, yang terbakar bahan cair/gas
3. Api kelas C, yang terbakar melibatkan arus listrik
4. Api kelas D, bahan yang terbakar logam
Untuk wilayah Jakarta sendiri, jumlah kebakaran mencapai 60 kasus berdasarkan catatan
Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. Kebakaran paling banyak terjadi pada bangunan tempat
tinggal yang jumlahnya mencapai 139 kasus. Sementara, bangunan umum yang mengalami
kebakaran mencapai 60 unit, kendaraan sebanyak 28 unit dan bangunan industri mencapai 12
unit. Kebakaran di Jakarta paling banyak disebabkan karena korsleting arus pendek dengan
jumlah 191 kasus. Sementara kebakaran akibat ledakan kompor jumlahnya mencapai 34 kasus.

Banyaknya jumlah kebakaran di gedung akibat masih banyaknya pengelola gedung


bertingkat yang belum melengkapi alat pemadam api ringan (APAR) di dalam gedung. Cara
penanganan kebakaran dapat disimpulkan dalam berbagai tahap yaitu:
1. Pergi ke panel hydrant terdekat dan pecahkan kaca bertanda "Break Glass Here."
2. Beri tahu pihak keamanan dan informasikan lokasi kebakaran.
3. Berusaha memadamkan api menggunakan APAR. (Catatan: selang kebakaran hanya
boleh digunakan oleh pihak pemadam kebakaran).
4. Jika tidak dapat dipadamkan, tutup semua pintu menuju ke lokasi kebakaran, beri tahu
situasinya kepada pihak keamanan dan mulai prosedur evakuasi.
5. Jangan menggunakan lift dan jelaskan situasinya bila petugas pemadam kebakaran tiba.
Sumber:
1. http://metro.news.viva.co.id/news/read/66895kebakaran_gedung_di_jakarta_capai_60_kasus
2. http://www.safetysign.co.id/news/93/Prosedur-Penanganan-Kebakaran-di-GedungPerkantoran
3. http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/radio/onairhighlights/penanganan-bencanagempa-dan-tsunami-di-aceh