Anda di halaman 1dari 35

PENGANTAR ILMU

POLITIK
Rusdi Laili, S.Sos, M.Si.

BAB 1. SIFAT DAN ARTI ILMU POLITIK

Perkembangan Ilmu Politik

Ilmu Politik sebagai Ilmu Pengetahuan

Definisi-Definisi Ilmu Politik

Bidang-Bidang Ilmu Politik

PERKEMBANGAN ILMU POLITIK


Apabila ilmu politik dipandang semata-mata
sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu
sosial yang memiliki dasar, rangka, fokus dan
ruang lingkup yang sudah jelas, maka dapat
diaktakan bahwa ilmu politik masih muda
usianya, karena baru lahir pada akhir abad ke19.

PERKEMBANGAN ILMU POLITIK


Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau
dalam rangka yang lebih luas yaitu sebagai
pembahasan secara rasionil dari berbagai
aspek negara dan kehidupan politik, maka
lebih tua umurnya atau ilmu sosial yang
tertua di dunia.

Ilmu Politik sebagai Ilmu


Pengetahuan
Ilmu adalah pengetahuan yang tersusun.
Pengetahuan
adalah pengamatan yang
disusun secara sistematis
Maka ilmu politik dapat dikatakan sebagai
ilmu pengetahuan

Ilmu Politik sebagai Ilmu


Pengetahuan

Namun pendektan terbaru menggunakan


kerangka teoritis yang terperinci dan ketat
yaitu pendekatan tingkah laku (behavioral
approach)

Ilmu Politik sebagai Ilmu


Pengetahuan

Kaum tradisionalis

Para behavioralis
Reaksi post-behavioralisme

Definisi Ilmu Politik


Ilmu politik adalah bermacam-macam
kegiatan dalam suatu sistem politik
(negara) yang
menyangkut proses
menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu
dan melaksanakan tujuan-tujuannya.

Definisi Ilmu Politik


Konsep-konsep pokok:
1.
2.
3.
4.
5.

Negara
Kekuasaan
Pengambilan keputusan
Kebijaksanaan
Pembagian atau alokasi

2.HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN


ILMU PENGETAHUAN LAINNYA

. Sejarah
Ilmu politik erat hubungannya dengan
sejarah dan filsafat. Sejarah merupakan
alat yang paling penting bagi ilmu politik,
oleh karena menyumbang bahan,yaitu
data dan fakta dari masa yang lampau,
untuk diolah lebih lanjut. Perbedaan
pandangan antara ahli sejarah dan
sarjana ilmu politik ialah

bahwa ahli sejarah selalu meneropong


masa yang lampau dan inilah yang
menjadi tujuannya, sedangkan sarjana
ilmu politik biasanya lebih melihat
kedepan (future oriented) bahan mentah
yang disajikan oleh ahli sejarah,
teristimewa sejarah kontemporer, oleh
sarjana ilmu politik hanya dipakai untuk
menemukan pola-pola ulangan yang
dapat

Membantunya untuk menentukan suatu


proyeksi untuk masa depan. Sarjana ilmu
politik tidak puas hanya mencatat sejarah,
tetapi ia akan selalu mencoba
menemukan dalam sejarah pola-pola
tingkah laku politik yang
memungkinkannya untuk, dalam batasbatas tertentu, menyusun suatu pola
perkembangan untuk masa depan dan

Memberi gambaran bagaimana sesuatu


keadaan diharapkan akan berkembang
dalam keadaan tertentu.

Filsafat

Filsafat ialah usaha untuk secara


rasionil dan sistematis mencari
pemecahan atau jawaban atas persoalanpersoalan yang menyangkut universe
(alam semesta) dan kehidupan manusia.

ilmu politik erat hubungannya dengan


filsafat politik,yaitu bagian dari filsafat
yang menyangkut kehidupan politik
terutama mengenai sifat hakiki, asal mula
dan nilai (value) dari negara.

bidang filsafat politik,yang membahas


persoalan-persoalan politik dengan
berpedoman pada suatu sistim nilai (value
system)dan norma-norma tertentu.

Hubungan Ilmu Politik dengan IlmuIlmu Sosial Lainnya.

Ilmu politik merupakan salah satu dari


kelompok besar ilmu sosial dan erat sekali
hubungannya dengan anggota-anggota
kelompok lainnya, seperti sosiologi,
anthropologi,ilmu hukum,ekonomi,
psykhologi sosial dan ilmu bumi sosial.
Semua ilmu sosial mempunyai obyek

. penyelidikan yang sama,yaitu manusia


sebagai anggota kelompok (group).
Mereka mempelajari kelakuan manusia
serta cara-cara manusia hidup serta cara
bekerja sama.

Sosiologi
Secara etimologis kata sosiologi
berasal dari dua kata yaitu solious bahasa
latin yang berarti teman dan logos bahasa
yunani yang berarti ilmu kata,perkataan
atau pembicaraan, secara harafia
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari
pertemanan, pengertian tersebut dapat
diperluas menjadi sebuah studi sistematis-

..tentang masyarakat.

baik sosiologi maupun ilmu politik


mempelajari negara. Tetapi sosiologi
menganggap negara sebagai salah satu
lembaga pengendalian sosial. Sosiologi
menggambarkan bahwa pada masyarakat
yang sederhana maupun kompleks
senantiasa terdapat kecenderungan untuk
timbul proses pengaturan atau pola-pola

Pengendalian tertentu yang formil maupun


yang tidak formil. Selain dari itu sosiologi
melihat negara juga sebagai salah satu
asosiasi dalam masyarakat dan
memperhatikan bagaimana sifat dan
kegiatan anggota asosiasi itu
mempengaruhi sifat dan kegiatan negara.
Jadi, ilmu politik dan sosiologi dapat
dianggap baik sebagai asosiasi (kalau

Melihat manusia). Hanya saja bagi ilmu


politik negara merupakan obyek
penelitian pokok, sedangkan dalam
sosiologi negara hanya merupakan
salah satu dari banyak asosiasi dan
lembaga pengendalian dalam
masyarakat.

Anthropologi

Anthropologi adalah sebagai


menyumbang pengertian-pengertian dan
teori-teori tentang kedudukan serta
peranan satuan-satuan sosial budaya
yang lebih kecil dan sederhana. Salah
satu pengaruh yang amat berguna dan
terkenal serta yang kini dipakai dalam
penelitian ilmu politik ialah metode peserta

pengamat.
Cara penelitian semacam ini memaksa
sarjana ilmu politik untuk meneliti gejalagejala kehidupan sosial dari dalam
masyarakat yang menjadi obyek
penelitiannya.

Ilmu Ekonomi
Tujuan umum Ilmu ekonomi yaitu usaha
manusia mengembangkan serta membagi
sumber-sumber yang langka untuk
kelangsungan hidupnya.
Faktor-faktor Kelangkaan menyebabkan
ilmu ekonomi berorientasi kuat terhadap
kebijaksanaan yang rasionil, khususnya
penentuan hubungan antara tujuan dan
cara mencapai tujuan yang telah
ditentukan.

Psykhologi Sosial
Psykhologi sosial adalah pengkhususan
psykhologi yang mempelajari hubungan
timbal balik antara manusia dan
masyarakat. Psykhologi mempunyai
faktor-faktor yang mendorong manusia
untuk berperan dalam ikatan kelompok
atau golongan.

Ilmu bumi

faktor-faktor yang berdasarkan


geografi, Montesquieu,seorang sarjana
Perancis,membahas bagaimana faktorfaktor ilmu bumi mempengaruhi konstelasi
politik sesuatu negara. Geopolitik atau
geopolitics seorang swedia bernama
Rudolf Kiellen. Faktor ekonomi dan
anthropologis ilmu bumi mempengaruhi

Karakter dan kehidupan nasional dari


rakyat dan karena itu mutlak harus
diperhitungkan dalam menyusun politik
luar negeri dan politik nasional.

Ilmu Hukum

fungsi negara ialah menyelenggarakan


penertiban, tetapi oleh ilmu hukum
penertiban ini dipandang semata-mata
sebagai tata hukum. Manusia dilihat
sebagai makhluk yang menjadi obyek dari
sistim hukum,dan dianggap sebagai
pemegang hak dan kewajiban politik
semata-mata.

Sarjana Austria,Hans Kelsen,pendiri


Mazhab Wina. teori hukum yang murni
yaitu teori mengenai pembentukan dan
perkembangan hukum secara formil
terlepas dari isi materiil atau idiil normanorma hukum yang bersangkutan. Hans
Kelsen menganggap negara sebagai
suatu badan hukum. Dalam definisi Hans
Kelsen suatu badan hukum adalah

sekelompok orang yang oleh hukum


diperlakukan sebagai suatu
kesatuan,yaitu sebagai suatu persoon
yang mempunyai hak dan kewajiban .
Perbedaan antara negara sebagai badan
hukum dan badan-badan hukum lainnya
ialah bahwa negara adalah badan hukum
tertinggi yang mempunyai sifat mengatur
dan menertibkan bersifat normatif yakni
sesuai

Dengan aturan-aturan dan norma-norma


yang telah ditetapkan sebagai patokan.
George Jellinek disebut sebagai Bapak
Ilmu Negara juga mendasarkan
pandangannya atas dasar yuridis, tetapi di
samping itu dia memandang perlu
bahasan sosiologis. Ia mengemukakan
Zweiseiten Theorie .,yaitu bahwa
negara perlu dibahas dari dua
sudut,yaitu :

A. Sudut yuridis
B. Sudut kemasyarakatan

Perbedaan antara ilmu politik dan


ilmu negara terdapat bermacam-macam
pendapat. Hermann Heller telah
menyimpulkan berbagai pendapat dalam
Encyclopedia of the Social Sciences :
1. suatu ilmu pengetahuan yang praktis

Yang ingin membahas keadaan dalam


kenyataan, sedangkan ilmu negara
dinamakan ilmu pengetahuan yang
teoritis yang sangat mementingkan segi
normatif (normatif berarti memenuhi
norma-norma dan kaidah-kaidah yang
telah ditetapkan). Menurut Hermann
Heller perbedaan ini hanya perbedaan
tekanan saja,sebab ilmu politik tidak dapat

Menjauhkan diri dari teori, sedangkan dia


juga memperhatikan segi normatif,
sekalipun tidak sedalam ilmu negara.
2. sifat-sifat dinamis dari negara,yaitu
proses-proses kegiatan dan aktivitas
negara.
3. dianggap bahwa ilmu negara lebih
tajam konsep-konsepnya dan lebih terang
metodologinya,tetapi ilmu politik dianggap

Lebih konkrit dan lebih mendekati realitas.


4. perbedaan yang praktis ialah bahwa
ilmu negara lebih mendapat perhatian dari
ahli hukum, sedangkan ahli sejarah dan
ahli sosiologi lebih tertarik kepada ilmu
politik.