Anda di halaman 1dari 21

KADEHAM

PENDIDIKAN KADEHAM
Ref.
* SK. DIRJEN DIKTI NO. 38/DIKTI/KEP/2002 TENTANG RAMBU-RAMBU
PELAKSANAAN MATAKULIAH MPK ( MATAKULIAH PENGEMBANGAN
KEPRIBADIAN )
* SK. DIRJEN DIKTI NO. 43/DIKTI/KEP/2006 TENTANG RAMBU-RAMBU
PELAKSANAAN MATAKULIAH MPK ( MATAKULIAH PENGEMBANGAN
KEPRIBADIAN )
KADEHAM :
SEJUMLAH NILAI, KEYAKINAN, TRADISI, PERILAKU, DAN GAYA HIDUP YANG
DEMIKRATIS DENGAN MENJUNJUNG TINGGI, HAM, RASA CINTA TANAH AIR,
KEBANGSAAN, MENGHARGAI DAN TOLERANSI TERHADAP PERBEDAAN DAN
MAMPU MENGEMBANGKAN BUDAYA PERDAMAIAN
TUJUAN :
MAHASISWA MEMAHAMI KONSEP KEBANGSAAN, DEMOKRASI DAN HAM
SEBAGAI SUATU POLA PIKIR YANG MENJADI ACUAN PERI LAKU KEHIDUPAN
BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA YANG PADA GILIRANNYA
DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI SALAH SATU LANDASAN PENTING DALAM MENATA
KEHIDUPAN MASYARAKAT ADAB ( SIVIL SOCIETRU )
TH. 2001 KEWIRAAN/ KEWARGANEGARAAN DIGANTI DENGAN KADEHAM
ALASAN :
1. USAKTI DIDIRIKAN BERDASARKAN KEMAJEMUKAN BANGSA INDONESIA
DALAM RANGKA NATION CHARACTER BUILDING/ MEMBANGUN KARAKTER
BANGSA, MENJUNJUNG TINGGI WAWASAN EBANGSAAN, DEMOKRASI DAN HAM.
2. DENGAN KEPELOPORAN MAHASISWA USAKTI DALAM MENUMBANGKAN
REZIM ORDE BARU TGL 12 MEI 1998, MAKA PEMBEKALAN PENGETAHUAN
KADEHAM MEMANG SANGAT RELEVAN.
3. SEPERTI TERCANTUM DALAM UUD 45 INDONESIA DIBANGUN DENGAN TUJUAN
DAN DASAR NEGARA DEMOKRATIS YANG PLURALISTIK DAN REPRESENTATIF,
SESUAI DENGAN KEADILAN SOSIAL, KESEJAHTERAAN RAKYAT, DAN
KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB.
SIGNIFIKANSI KADEHAM :
1. KARENA PERMASALAHAN KEBANGSAAN, DEMOKRASI DAN HAM, ADALAH
MASALAH YANG SANGAT KOMPLEK YANG DIHADAPI OLEH SEMUA BANGSA DAN
NEGARA DI TENGAH ARUS GLOBALISASI
HAL INI DIBUKTIKAN DENGAN DENGAN PEMBENTUKAN CIVITAS
INTERNASIONAL DI PRAHA YANG DIHADIR OLEH 52 NEGARA PESERTA SEPAKAT
MEMBENTUK CIVITAS INTERNASIONAL YANG MENYIMPULKAN PENTINGNYA

PENDIDIKAN DEMOKRASI BAGI WARGANEGARA, UNTUK KEBERHASILAN


PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN PEMERINTAH YANG DEMOKRATIS.
2. SEBAGAI SARANA MENANAMKAN RASA KEBANGSAAN DEMOKRASI DAN HAM.
3. TRISAKTI SEBAGAI KAMPUS PAHLAWAN REFORMASI MAKA PENDIDIKAN
KADEHAM SEBAGAI JIWA BAGI SIVITAS AKADEMIKA USAKTI.
4. MERUPAKAN REALISASI KONTEK DARI SIFAT MULTIKULTUR YANG DIMILIKI
OLEH SIVITAS AKADEMIKA YANG TERDIRI DARI BERBAGAI LATAR BELAKANG
SUKU AGAMA, RAS GOLONGAN DSB, SEHINGGA RASA KESATUAN BANGSA DAPAT
TERUS DITUMBUHKEMBANGKAN DALAM KAMPUS DENGAN PENUH TOLERANSI
DAN DEMOKRATIS.
LANDASAN FILOSOFIS :
PERJALANAN PANJANG SEJARAH BANGSA INDONESIA YANG DIMULAI SEJAK ERA
SEBELUM DAN SESUDAH PENJAJAHAN, KEMUDIAN DILANJUTKAN DENGAN ERA
PEREBUTAN DAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN SAMPAI HINGGA ERA
MENGISI KEMERDEKAAN MENIMBULKAN KONDISI DAN TUNTUTAN YANG
BERBEDA SESUAI PADA ZAMANNYA.
LANDASAN EMPIRIS :
GLOBALISASI DITANDAI OLEH KUATNYA PENGARUH LEMBAGA-LEMBAGA
KEMASYARAKATAN INTERNASIONAL, NEGARA-NEGARA MAJU, YANG IKUT
MENGATUR PERCATURAN POLITIK, EKONOMI SOSIAL BUDAYA SERTA
PERTAHANAN DAN KEAMANAN GLOBAL, KONDISI INI AKAN MENUMBUHKAN
BERBAGAI KONFLIK KEPENTINGAN. ISU GLOBAL JUGA MELIPUTI
DEMOKRATISASI, HAM DAN LINGKUNGAN HIDUP.
KEPRIHATINAN TERHADAP BERBAGAI PERISTIWA YANG TELAH MENGOYAK
HARGA DIRI BANGSA A.L:
1. ADANYA KRISIS MULTIDIMENSI TELAH MEMPENGARUHI SELURUH ASPEK
KEHIDUPAN YANG PADA GILIRANNYA RAKYAT SEOLAH-OLAH KEHILAANGAN
KEPERCAYAAN KEPADA PARA PEMIMPINNYA.
2. BERBAGAI UNJUK RASA, KERUSUHAN DAN TINDAK KEKERASAN SILIH
BERGANTI.
3.BERBAGAI PERISTIWA YANG MENGARAH PADA DISINTEGRASI BANGSA
BERMUNCULAN, AL.: TIMOR TIMUR YANG TELAH LEPAS DARI IBU PERTIWI,
KASUS ACEH, PAPUA, MALUKU.
FAHAM KEBANGSAAN
YANG MENENTUKAN LAHIRNYA SUATU BANGSA ADALAH FAKTOR SUBYEKTIF
YAITU ADANYA KEMAUAN BERSAMA UNTUK MENJADI SUATU BANGSA, KARENA
TELAH MEMPUNYAI FAKTOR OBYEKTIF YAITU ADANYA WILAYAH, BAHASA,
STRUKTUR EKONOMI, AGAMA, DAN KEBUDAYAAN. SAMA DENGAN
TERBENTUKNYA SUATU BANGSA. KEBANGSAAN JUGA TERBENTUK KARENA :
1. ADANYA KEINGINAN / PERJUANGAN BERSAMA RAKYAT UNTUK MEMPEROLEH
KEBEBASAN SIPIL DAN P0LITIK DARI RAJA-RAJA ATAU DINASTI ABSOLUT YANG

SELALU MENINDAS MEREKA.


2. KEMAUAN BERSAMA UNTUK MENJADI DAN TETAP MENJADI SUATU BANGSA
KARENA PENGALAMAN MEREKA SEBELUMNYA ATAU HARAPAN DI MASA
MENDATANG.
SUTAN SJAHRIR ( 1968 ) MENGATAKAN CIRI-CIRI POKOK KEBANGSAAN, YAITU :
1. HASRAT UNTUK BERSATU (SECARA POLITIK, EKONOMI, KEBUDAYAAN DAN
AGAMA).
2. HASRAT UNTUK KEMERDEKAAN NASIONAL
3. HASRAT UNTUK DIFERENSIASI INDIVIDU
4. HASRAT UNTUK MENJADI UNGGUL DARI PADA YANG LAIN ( KE HORMATAN,
PRESTISE DAN PENGARUH).
NASIONALISME SUATU BANGSA ADA KECENDERUNGAN MENJADI
NASIONALISME SEMPIT YANG MEMENTINGKAN DIRI BANGSA SENDIRI
( CHAUVINISME ).
UNTUK MEMBANGUN SUATU KEBANGSAAN BAGI SUATU NEGARA
BERKEMBANG, MODEL NASIONALISME BARAT MODERN PERLU MENDAPAT
PERHATIAN DAN MENYESUAIKAN DENGAN KONDISI BANGSA DAN NEGARANYA.
NASIONALISME BARAT MODERN MERUPAKAN GERAKAN POLITIK UNTUK
MEMBATASI KEKUASAAN PEMERINTAH DAN MENJAMIN HAK-HAK
WARGANEGARA DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBINA SUATU MASYARAKAT ADAB
( CIVIL SOCIETY ) YANG LIBERAL DAN RASIONAL, DAN MENCIPTAKAN
GOLONGAN EKONOMI MENENGAH ( MICHA EL RIFF, 1955).
NASIONALISME BARAT
NASIONALISME BARAT LAHIR DALAM MASA PERALIHAN DARI MASYARAKAT
AGRARIS KE INDUSTRI. MASYARAKAT FEODAL DENGAN KEKUASAAN DITANGAN
RAJA TIDAK DAPAT BERTAHAN TERHADAP GOLONGAN BARU YANG MUNCUL
DALAM MASYARAKAT YANG MENDUDUKI BERBAGAI POSISI PENTING DI DALAM
KOTA DENGAN PERDAGANGAN DAN INDUSTRINYA, PERUBAHAN TERSEBUT
DIKENAL DENGAN REVOLUSI INDUSTRI. REVOLUSI INI YANG MENGUBAH
BENTUK MASYARAKAT EROPA BARAT.
KEKUASAAN KAUM TUAN TANAH MULAI PUDAR DAN BERALIH KE TANGAN
GOLONGAN BARU YANG KEBANYAKAN TERDIRI ATAS PENDUDUK KOTA, KAUM
INDUSTRIALIS DAN CENDEKIAWAN. GOLONGAN INI SECARA KOLEKTIF DIBERI
NAMA KAUM BORJUIS.
MEREKA INGIN BEBAS UNTUK BERINDUSTRI DAN BERNIAGA BERSAING DAN
BEBAS MENDAPATKAN KEUNTUNGAN SEBANYAK MUNGKIN, PAHAM INI
DIKENAL DENGAN SEBUTAN LIBERALIS
DALAM KEADAAN DEMIKIAN LAHIRLAH NASIONALISME EROPA BARAT.
NASIONALISME EROPA BARAT YANG DIDASARKAN PADA CHAUVINISME
MELAHIRKAN LIBERALISME, KOLONIALISME, IMPERIALISME, KOMUNISME, DAN
FASISME YANG DALAM PERKEMBANGAN SELANJUTNYA TELAH MENYEBABKAN
PENDE RITAAN BAGI BANGSA EROPA.

NASIONALISME TIMUR
NASIONALISME TIMUR TUMBUH DARI KEMAUAN KERAS DAN PERJUANGAN
MELAWAN EKSPANSI BARAT TERUTAMA JEPANG YANG SEKARANG INI
MENUMBUHKAN KEMAMPUAN KOMPETITIF YANG LUAR BIASA. JEPANG SENDIRI
SECARA PERLAHAN PADA PERANG DUNIA I I MENJADI NEGARA PENJAJAH.
SEBENARNYA JUSTRU NASIONALISME BARAT YANG MENJADI EMPERIALIS DAN
KOLONIALIS BANGSA ASIA AFRIKA TELAH MENUMBUHKAN SEMANGAT BELA
DIRI PADA BANGSA TERJAJAH YANG DI INDONESIA DI SEBUT PEMBELA TANAH
AIR ( PETA ).
WALAUPUN PETA SENDIRI DI BENTUK OLEH JEPANG, NAMUN JEPANG TIDAK
MAMPU MENGIKIS PIKIRAN CINTA TANAH AIR DI HATI SANUBARI PEMUDA
INDONESIA SEJAK SUMPAH PEMUDA TAHUN 1928.
NASIONALISME ADALAH SUATU GERAKAN YANG MENENTANG AKSI
KOLONIALISME. AKIBAT DARI KOLONIALISME EROPA BARAT PADA MASA
LAMPAU BANGSA-BANGSA ASIA KEHILANGAN KEMERDEKAAN POLITIK,
KEBEBASAN PEREKONOMIAN DAN JUGA DIPENGARUHINYA KEBUDAYAAN
DENGAN PENGARUH YANG SANGAT MERUGIKAN.
SEBAGAI AKIBAT KOLONIALISME TIMBUL REAKSI YANG KERAS DALAM
BERBAGAI ASPEK, YAITU POLITIK,SOSIAL,EKONOMI DAN KEBUDAYAAN.
NASIONALISME DI ASIA MEMPUNYAI 3 ASPEK :
1. ASPEK POLITIK; YANG BERUPA UPAYA UNTUK MENUMBUHKAN DOMINASI
POLITIK BANGSA-BANGSA ASING YANG MENJAJAH.
2. ASPEK SOSIAL EKONOMI; YANG BERUPAYA MENGHENTIKAN EKSPLOITASI
EKONOMI ASING DAN MAMBANGUN KONDISI MASYARAKAT BARU YANG BEBAS
DARI KEMELARATAN DAN KESENGSARAAN SESUAI DENGAN NILAI KEADILAN.
3. ASPEK BUDAYA; YANG BERUPAYA MENGHIDUPKAN KEMBALI
KEPRIBADIANNYA. NASIONALISME DI ASIA SESUNGGUHNYA INGIN
MENGEMBALIKAN HARGA DIRI MANUSIA ATAU THE HUMAN DIGNITY YANG
DITINDAS OLEH KOLONIALISME DAN IMPERIALISME.
PERKEMBANGAN NASIONALISME DI INDONESIA
NASIONALISME DI INDONESIA PADA HAKEKATNYA MERUPAKAN REAKSI BANGSA
TERHADAP KOLONIALISME DAN IMPERIALISME. KELAHIRANNYA DIPERCEPAT
DENGAN ADANYA BERBAGAI KEJADIAN A.L:
1.TERSIA-SIANYA RAKYAT INDONESIA DALAM BIDANG PENDIDIKAN DAN
PENGAJARAN.
2.PERLAKUAN PEMERINTAH KOLONIAL YANG SANGAT MELUKAI HATI RAKYAT
INDONESIA.
3. SIKAP ANGKUH MASYARAKAT BELANDA DI INDONESIA
PERKEMBANGAN NASIONALISME DI MULAI YAITU :
- TH. 1908, BERDIRINYA ORGANISASI PEMUDA BUDI UTOMO
OLEH DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO DAN DR SUTOMO, MERUPAKAN ORGANISASI
PERGERAKAN KALANGAN PRIYAYI JAWA, PEMIKIRANNYA BERWAWASAN
KEBANGSAAN DAN MERUPAKAN PERGERAKKAN NASIONAL YANG BERHASIL

MEMBANGKITKAN SELURUH KOMPONEN BANGSA DAN KELOMPOK PEMUDAPEMUDA LAIN UNTUK MELAKUKAN GERAKAN DENGAN MENDIRIKAN
ORGANISASI PERGERAKAN.
- SARIKAT DAGANG ISLAM YANG KEMUDIAN MENJADI SARIKAT ISLAM
KEGIATANNYA DI BIDANG DAGANG JUGA AKTIVITAS POLITIK.
DIDIRIKAN OLEH H. SAMANHUDI, PERGERAKANNYA MELALUI KEGIATAN
PERDAGANGAN SEBAGI REAKSI TERHADAP SISTEM MONOPOLI EKONOMI
KOLONIAL . TH. 1912 SI DIPELOPORI OLEH HOS TJOKROAMINOTO KONSEP
PERGERAKAN PERDAGANGAN/ EKONOMI MENJADI BERORIENTASI KE SOSPOL,
DENGAN BERUSAHA MENUMBUHKAN NASIONALISME TERHADAP REALITAS
MASYARAKAT INDONESIA. SEMANGAT RELIGIUS MENJADI RUH PERGERAKAN
KONSEP NASIONALISME.
- INDISCHE PARTAIJ BERUBAH MENJADI PARTAI INDONESIA, ORGANISASI INI
DENGAN TEGAS MENCANANGKAN KEMERDEKAAN TANAH AIR DAN BANGSA.
-TH.1927 LAHIR PARTAI NASIONAL INDONESIA. TUJUAN UNTUK KEMERDEKAAN
INDONESIA, UNTUK MENCAPAI CITA-CITANYA DIPERLUKAN PERSATUAN
SELURUH RAKYAT INDONESIA.
SEMANGAT UNTUK MEMPERSATUKAN SELURUH BANGSA INDONESIA BERHASIL
DIGALANG SECARA SISTEMATIS PADA AKHIR PENJAJAHAN BELANDA DAN
JEPANG YAITU DIDEKLARASIKAN MELALUI SUMPAH PEMUDA, IKRAR JANJI
BANGSA INDONESIA UNTUK MENEGAKAN SEMANGAT NASIONALISME DAN
MENGHILANGKAN FANATISME KEDAERAHAN DENGAN IKRAR :
BERTANAH AIR SATU TANAH AIR INDONESIA
BERBANGSA SATU BANGSA INDONESIA, DAN
BERBAHASA SATU BAHASA INDONESIA
BANGSA INDONESIA TERDIRI DARI ATAS SEMUA SUKU BANGSA, RAS, ETNIS,
AGAMA, YANG ADA DI INDONESIA DAN BERBAGAI BAHASA DAERAH DENGAN
BAHASA INDONESIA SEBAGAI PERSATUAN.
PENDUDUKNYA SANGAT HETEROGEN DAN MEMILIKI TINGKAT KEMAJEMUKAN
YANG SANGAT TINGGI, SEPERTI YANG DISEBUTKAN DALAM PEMBUKAAN UUD
45 SEBAGAI SEGENAP BANGSA INDONESIA YANG HARUS DILINDUNGI OLEH
PEMERINTAH RI.
TANAH AIR INDONESIA ADALAH SEMUA BEKAS JAJAHAN BELANDA YANG
DISEBUT HINDIA BELANDA OLEH SOEKARNO DISEBUT KESATUAN BUMI
INDONESIA TERDIRI DARI UJUNG SUMATRA SAMPAI IRIAN.
SECARA FORMAL ISTILAH BANGSA INDONESIA DIGUNAKAN MELALUI HASIL
KONGGRES PEMUDA INDONESIA.
DALAM KONTEKS INDONESIA, ISTILAH WARGA NEGARA ( SESUAI DG PASAL 26
UUD 45 ) DIMAKSUDKAN NTUK BANGSA INDONESIA ASLI DAN BANGSA LAIN
YANG DISYAHKAN UNDANG-UNDANG SEBAGAI WARGA NEGARA.ORANG-ORANG
BANGSA LAIN, MISALNYA ORANG PERANAKAN BELANDAN, CINA ARAB DAN
LAIN-LAIN YANG TINGGAL DI INDONESIA, MENGAKUI INDONESIA SEBAGAI
TANAH AIRNYA AN BERSIKAP SETIA KEPADA NEGARA RI DAPAT MENJKADI
WARGA NEGARA.

KEBANGSAAN INDONESIA DAN DINAMIKANYA


KEBANGSAAN INDONESIA TUMBUH BERSAMA TERBENTUKNYA BANGSA
INDONESIA.
KEBANGSAAN INDONESIA ADALAH BUKAN BANGSA KEBANGSAAN JAWA,BUKAN
BANGSA KEBANGSAAN SUMATERA, BUKAN BANGSA KEBANGSAAN BORNEO,
SELAWESI, BALI ATAU LAIN, LAIN, TETAPI KEBANGSAAN INDONESIA YANG
BERSAMA-SAMA MENJADI DASAR SATU NATIONALE STAAT/ SATU NEGARA
KEBANGSAAN (IR. SOEKARNO ). KEBANGSAAN INDONESIA ADALAH BANGSA
YANG SATU DIPERSATUKAN OLEH BEBERAPA IKATAN YANG DI DAPAT PADA
BANGSA ITU SENDIRI DAN DALAM SEJARAHNYA ( MUH YAMIN ).
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBANGSAAN INDONESIA YAITU :
FAKTOR SEJARAH, PENDIRIAN, BAHASA, AGAMA, HUKUM ADAT DAN YANG
TERPENTING ADANYA KEMAUAN UNTUK HIDUP BERSATU.
SEDANGKAN NEGARA INDONESIA ADALAH NEGARA YANG DIPROKLAMASIKAN
PADA TANGGAL 17 AGUSTUS 1945 YAITU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERDASARKAN PADA :
KETUHANAN YANG MAHA ESA
KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAP
PERSATUAN INDONESIA
KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM
PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN.
KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.
PERANAN DAN FUNGSI NASIONALISME
DALAM KONTEKS BANGSA INDONESIA
KEBANGSAAN INDONESIA PERLU DIPERKUAT DAN DIKEMBANGKAN SESUAI
PERKEMBANGAN ZAMAN.
KEMAUAN BERSAMA DARI SELURUH BANGSA INDONESIA DENGAN FAKTORFAKTOR PENDUKUNGNYA A.L.: SEJARAH, BAHASA, SUKU BANGSA, WILAYAH,
DAN AGAMA, SELAIN ITU HARUS DITAMBAH FAKTOR-FAKTOR YANG SESUAI
DENGAN PERKEMBANGAN DUNIA INTERNASIONAL SEPERTI KEADILAN DAN
PEMERATAAN BAIK UNTUK SEMUA WARGA NEGARA MAUPUN ANTAR DAERAH,
KETERBUKAAN, DEMOKRATISASI, PERLINDUNGAN HAM SERTA
PEMBERANTASAN KKN.
SELAIN HAL TERSEBUT JUGA HARUS TERSELENGGARA PEMERIN TAHAN YANG
BAIK ( GOOD GOVERMENT ) AKAN MEWUJUDKAN KEADAAN YANG KONDUSIF
UNTUK MEMPERKUAT PERASAAN KEBANGSAAN NDONESIA.
UPAYA MEMBANGUN NASIONALISME INDONESIA A.L :
PERLU ADANYA RASA OPTIMISME
ADANYA MODAL DASAR INTEGRASI YANG KUAT, SEPERTI: SUMPAH PEMUDA,
PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 1945.
UNSUR KESEPAKATAN DALAM INTEGRASI PERLU DIIMBANGI DENGAN UNSUR
KEADILAN.

PERLU PENGEMBANGAN NASIONALISME YANG BERBASIS MASYARAKAT


( BOTTOM UP ) DAN BUKAN NASIONALISME OLEH ( TOP DOWN ) YANG DAPAT
MENGARAH PADA INDOKTRINASI, DAN KONFLIK KEKERASAN.
GERAKAN SEPARATISME MERUPAKAN SIGNAL BAHWA INTEGRASI YANG
BERJALAN TELAH MENYIMPANG DARI RASA KEADILAN.
PERLUNYA PENGEMBANGAN PARADIGMA NASIONALISME BARU YANG LEBIH
MENITIKBERATKAN PADA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAERAH,
PEMERINTAH YANG DEMOKRATIS, PEMERINTAHAN YANG BAIK, MENJUNJUNG
TINGGI HAK ASASI MANUSIA SERTA MEMBANGUN ETIKA KEMAJEMUKAN.
HAKEKAT NASIONALISME DAN KETAHANAN NASIONAL
KONSEP KETAHANAN NASIONAL SEBAGAI PARADIGMA SUATU NEGARA
NASIONAL YANG MAMPU MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA TERHADAP
SEGALA BENTUK ANCAMAN , BAIK DARI DALAM NEGERI MAUPUN LUAR NEGERI.
PENYELENGGARAAN PEMERINTAH YANG KURANG BAIK, MENIMBULKAN RASA
KECEWA MASYARAKAT YANG BIASANYA DIEKSPRESIKAN, MELALUI PROSES
POLITIK, GEJOLAK POLITIK DAN KEAMANAN SAMPAI DENGAN MUNCULNYA
SEPARATISME DAN DISINTEGRASI BANGSA DAPAT MEMBAHAYAKAN EKSISTENSI
NEGARA NASIONAL. SOLUSINYA A.L: TERLETAK PADA PENGAKUAN TERHADAP
NALURI MANUSIAWI UNTUK MEMPEROLEH TARAF HIDUP YANG LEBIH
BERMARTABAT.
EKSISTENSI NEGARA NASIONAL MAUPUN NASIONALISME AKAN LEBIH MANTAP
JIKA NALURI TERSEBUT MENDAPAT PERHATIAN SECARA PENUH DAN TERTUANG
DALAM KINERJA PEMERINTAH, BAIK PEMERINTAH PUSAT MAUPUN DAERAH.
HIDUP BERMARTABAT SESUNGGUHNYA MERUPAKAN HAKEKAT KEKUATAN
PERGERAKAN KEMERDEKAAN NASIONAL MENENTANG BERBAGAI BENTUK
PEMERINTAHAN YANG REPRESIF YANG ADA SEBELUMNYA DAN TERMUAT
DALAM PERNYATAAN-PERNYATAAN KEMERDEKAAN, YAITU BAHWA
SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN ITU ADALAH HAK SEGALA BANGSA DAN OLEH
SEBAB ITU, MAKA PENJAJAHAN DI ATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN. KARENA
TIDAK SESUAI DENGAN PERIKEMANUSIAAN DAN PERIKEADILAN.
INTEGRASI ELIT DAN MASSA ADALAH UPAYA UNTUK MENGHUBUNGKAN
ANTARA GOLONGAN ELIT YANG MEMERINTAH DENGAN MEREKA YANG
DIPERINTAH.. OLEH KARENA ITU PERAN NASIONALISME SEBAGAI PEREKAT
UNTUK MENCEGAH TERJADINYA DISINTEHRAGI YANG MENGANCAM
KELANGSUNGAN IDUP NEGARA.
SEMANGAT NASIONALISME DAPAT DIRUMUSKAN A.L :
INTEGRASI BANGSA MENUNTUT PERLAKUAN PERSAMAAN HAK DASAR SERTA
MARTABAT BAGI SEMUA DAN SETIAP WARGA NEGARA.
INTEGRASI BANGSA MENUNTUT JAMNAN KEADILAN BAGI SEMUA DAN SETIAP
WARGA NEGARA BAIK SECARA FERTIKAL MAUPUN HORISONTAL.
INTEGRASI BANGSA MENUNTUT DUKUNGAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT
DALAM PROSES PENYELENGGARAAN NEGARA.
INTEGRASI BANGSA MENUNTUT SIKAP KETERBUKAAN, DALAM RANGKA

MENUMBUHKAN SALING PENGERTIAN, SALING MENGHORMATI, DIALOG DAN


KERJA SAMA

Civil Society
CIVIL SOCIETY
Special Resume
Teori Civil Society hanya dapat dipahami dalam kontek interaksi antara negara, ekonomi dan
individu sebagai warga negara. 3 komponen tsb harus terus menerus berada dalam situasi
hubungan interaktif dg berbagai ketegangan yang mewarnai kehidupan masyaraakat modern,
negara sebagai instrumen politik kekuasaan tidak seyogyanya mendominasi kehidupan ekonomi,
dan kebebasan individu
Civil Society menjadi motor penggerak bagi beerfungsinya sistem sosial, plitik ekonomi yang
demokratis. secara signifikan ikut membentuk kesadaran warga negara akan hak-hak mereka
untuk hidup layak dan diperlakukan adil oleh negara
Sebagai perbandingan perlu dikemukakan teori/definisi Civil Society dari beberapa Negara a.l:
1. ZBIGIEW RAU ( Eropa Timur )
Suatu masyarakat yang berkembang dari sejarah dimana individu dan perkumpulan tempat
mereka bergabung, bersaing satu sama lain guna mencapai nilai-nilai yang mereka yakini.
2. Han Sung Joo ( Korea Selatan )
Sebuah kerangka hokum yang melindungi dan menjamin hak-hak dasar individu, perkumpulanperkumpulan sukarela yang terlepas dari negara.
3. Kim Sunhyuk ( Kore Selatan )
Suatu satuan yang terdiri dari kelompok-kelompok yang secara mandiri menghimpun dirinya dan
gerakan-gerakan dalam masy yang scara relatif otonomi dari negara yang mampu melakukan
kegiatan politik guna menyatakan kepedulian mereka menurut prinsip-prinsip pluralitas dan
pengelolaan yang mandiri.
4. Anwar Ibrohim :
Sistem social yang subur yang diasaskan kepada prinsip moral yang menjamin keseimbangan
antara kebebasan perorangan dengan kestabilan masy.
5. Nurcholis Madjid & Dawam Rahardjo & Azyumardi Azra:
Masyarakat Madani: Tatanan Komunitas masyarakat yang mengedepankan toleransi, demokrasi
dan peradapan serta menghargai akan adanya pluralisme ( kemajemukan).
6. Muhammad AS HIKAM ) wacana Eropa Barat
Wilayah-wilayah kehidupan social yang terorganisasi dan bercirikan, kesukarelaan ( voluntary),
keswasembadaan ( self generating), dan keswadayaan ( self supporting ) kemandirian tinggi
beradapan dengan negara dan keterkaitan dengan norma-norma, nilai hokum yang berlaku.

7. Aristoteles ( 384-322 SM )
Mencita-citakan tatanan masy yang menjamin segala kehidupan anggota dibawah suatu tertif
Hukum/negara beradap ( demokratif ).
8. Sc John Locke ( 1632 1704 )
Komunitas politik tempatnya terlibat langsung dalam berbagai percaturan ekonomi, politik,
pengambilan keputusan.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Civil Society adalah : Tatanan
Komunitas masyarakat yang mengedepankan toleransi, demokrasi dan peradapan serta
menghargai akan adanya pluralisme ( kemajemukan), Hak Asasi Manusia, serta penegakkan
hukum.
Contoh : Civil society dalam penegakan HAM :
- Kontras : Komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan
- PBHI : Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia
- YLBHI, (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia).
- ELSHAM ( Lembaga Asdvokasi Masy dan HAM)
- LPHAM ( Lembaga Pembelaan HAM ),
- PBHI ( Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia ).
Contoh : CS dalam penegakan DEMOKRASI :
- FORDEM ( Forum Demokrasi )
- ALDERA ( Aliansi Demokrasi Rakyat )
Contoh : CS dalam Lingkungan Hidup :
- WALHI ( Wahana Lingkungan Hidup Indonesia )
- KAPAL ( Kelompok Anti Pengrusakan Lingkungan )
- HUKLHI ( Himpunan untuk Kelestarian Lingkungan Hidup Indonesia )
Sejak awal 1980-an Civil Society mendominasi wacana politik di Eropa Timur Uni soviet,
kekalahan negara sosialis otoriter Eropa Timur dan Uni soviet sering diartikan sebagai
Kemenangan Civil Society secara simbolik ditandaai oleh naiknya LECH WALESA ( Polandia ).
Civil Society menjadi monitor penggerak bagi berfungsinya sistem social, politik, ekonomi yang
demokratis. Civil Society merupakan ORNOP / organisasi masyarakat yang NON POLITIK.
Civil Society sebagai gerakan oposisional terhadap kekuasaan
Dan VACLAW HAVEL ( Cekoslovakia ) sebagai Presiden.

ideologi negara
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA
Special Resume

Pancasila diangkat dari nilai-nilai luhur, adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai-nilai religius yang terdapat
dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia, sebelum membentuk negara. Dengan kata lain perkataan unsurunsur yang merupakan materi ( bahan ) Pancasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesaia
sendiri.
Sebagai makhluk individu dan makhluk sosial manusia senentiasa hidup sebagi bagian dari lingkungan sosial yang
lebih luas, secara berturut-turut lingkungan keluarga, masyarakat, lingkungan bangsa dan negara yang merupakan
lembaga masyarakat utama diharapkan dapat menjalankan dan mewujudkan pandangan hidupnya. Dengan
demikian dalam kehidupan bersama dalam suatu negara membutuhkan suatu tekad kebersamaan, cita-cita yang
ingin dicapainya yang bersumber pada pandangan hidup tersebut. Dalam pengertian inilah proses perumusan
panadangan hidup masyarakat dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan hidup negara. Pandangan hidup
bangsa dapat disebut sebagai ideologi negara.
Dalam proses penjabaran dalam kehdidupan moder antara pandangan hidup masyarakat dengan pandangan hidup
bangsa memiliki hubungan yang bersifat timbal balik. Pandangan hidup bangsa diproyeksikan kembali kepada
pandangan hidup masyarakat serta tercermin dalam sikap hidup pribadi warga negaranya.
Dengan demikian dalam masyarakat Pancasila pandangan hidup tercermin dalam kehidupan negara, yaitu
pemerintah terikat oleh kewajiban konstitusional yaitu kewajiban pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara
untuk memelihara budi pekerti manusia yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.
Transformasi pandangan hidup masyarakat menjadi pandangan hidup bangsa dan akhirnya menjadi dasar negara
serta Ideologi Negara.
Pandangan yang ada pada masyarakat Indonesia tersebut kemudian menjelma menjadi pandangan hidup bangsa
yang telah terintis sejak jaman Sriwijaya, Majapahit, kemudian Sumpah Pemuda 1928, kemudian diangkat dan
dirumuskan oleh para pendirinegara dalam Sidang BPUPKI, Panitia Sembilan serta Sidang PPKI, dan telah
disepakati sebagai dasar negara dan dalam pengertian inilah maka Pancasila sebagai Pandangan Hidup Negara dan

sekaligus sebagai Ideologi Negara.


IDEOLOGI
Istilah Ideologi pertama kali diciptakan oleh DESSTUTT DETRACY th. 1796 di Perancis. Ideologi sebagi Science of
ideas. Sebagai gagasan ide-ide yang semula merupakan sasaran pengkajian dalam science of ideas tsb.
Disposisi negative terhadap DeTracy tentang Ideologi dilakukan oleh Napoleon Bonaparty dan Karl Marx dengan
sasaran kaum Borjuis di masa lalu. Lapisan dominant dalam masyarakat kapitalis tsb ileh Marx dianaggap telah
membangun Ideologi sebagaikesadaran palsu, merupakan rekayasa mental untuk membangun Status quo.
Pancasila bukanlah IDEOLOGI yang ABSOLUT. Paham Kebangsaan dalam sila Persatuan Indonesia bukanlah
Kebangsaan yang Chauvinisme, sempit seperti ditegaskan oleg Soekarno:
KEBANGSAAN YANG KITA ANJURKAN BUKANLAH KEBANGSAAN YANGMENYENDIR, BUKAN
CHAUVINISME, SEBAGAI DIKOBAR-KOBARKAN ORANG DI EROPA, TUAN-TUAN JANGAN BERKATA
BANGSA INDONESIA YANG TERBAGUS, SERTA MEREMEHKAN BANGSA LAIN, KYA HARUS MENUJU
PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN DUNIA. Pidato 1 Juni 1945.
Filsafat Nasionalisme soekarno bukanlah Chauvinisme, melainkan Nasionalisme yang lebar, Nasionalisme yang
timbul daripada pengetahuan atas susunan dunia, nasionalisme yang menjalankan rasa hidupnya sebagai suatu
bukti, yang memberi tempat cinta kepada lain-lain bangsa, nasionalisme yang membuat kita menjadi hidup dalam
roh.
Produk ketatanegaraan dan perundang-undangan itu akan berguna jika berhasil dilaksanakan dalam praktek oleh
sekalian masyarakat Negara. Disinilah KENISCAYAAN PANCASILA sebagai ideology nasional yang akan sinkron
terhadap proudk kenegaraan tsb.
Adalah Mustahil proudk itu akan mencapai tujuannya, apa bila manusia Indonesia dalam hidup berbangsa ,
bermasyarakat dan bernegara dibiarkan meyerap ideology selain Pancasila. Bagaimana mungkin jutaan pengikut
PKI dulu akan mampu melaksanakan sebuah UU yang dibuat berdasarkan Pancasila padahal mereka sendiri
menganut Ideologi Komunisme.
Bung Karno dalam Pidato 1 Juni 1945 meletaakan Kebangsaan sebagai sila pertama, yang berarti fungsiutama
pancasila adalah ideology PERSATUAN. Khususnya tatkala bangsaIndonesia ini harus bergerak dan berjuang
memerdekakan dirinya.
Apabila Pancasila harus dibuang karena system nilsainya dianggap tidak memuaskan selama ini. Logikanya yang
sama bisa diterapkan pada agama-agama. Haruskan agama dilikuidasi hanya karena misinya didunia ini tidak
memuaskan berhubung dengan tetap merajalelanaya peperangan, kejahatan, kelaparan dan kondisi lainnya yang
bertentangan dengan system nilai agama.
Pancasila bukan semata tujuan, melainkan sekaligus metode bagaimana tujuan itu bias dicapai. Ideologi adalah

tujuan, cara pencapaian, komitmen, kepentingan dan perjuangan.


Saat Pidato 1 Juni 1945 di depan BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha-Usaha persiapan Kemerdekaan
Indonesia ) / DOKURITSU ZYUNBI TYOOZAKAI Bung Karno mengingatkan ..tidak ada satu Weltanschauung dapat
menjelma dengan sendirinya. Tidak ada satu Wektanschauung dapat menjadi kenyataan, realita, jika tidak
dengan PERJUANGAN.
Anggota BPUKPI al. Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantoro, Ki Bagoes hadi kusumo, Ahmad Soebardjo, Wachid
Hasjim, Radjiman Widiodiningrat, H. Agus Salim, AA Maramis, KH Masjkoer, Roosseno.dll.
Ada beberapa definisi Ideologi a.l :
- Suatu system pemikiran yang mendukung serangkaian norma.
- Komplek pengetahuan dan nilai yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seseorang/masyarakat
untukmenentukan sikap.
- Keseluruhan pandangan cita-cita, keyakinan dan nilai-nilai Bangsa Indonesia yang secara normative perlu
diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
- Kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan, kepercayaan-kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis
yang menyangkut; bidang politik, social, kebudayaan dan kenegaraan.
IDEOLOGI TERBUKA
Ideologi sebagai system pemikiran ( system of thought ), maka Ideologi terbuka merupakan system pemikiran
terbuka. Ciri-cirinya a.l: bahwa dan nilai-nilai, cita-cita, tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari
harta kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat sendiri, Isinya tidak operasional, ia menjadi operasional
apabila sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi, peraturan perundangan lainnya.
Oleh karena itu setiap genarasi baru dapat menggali kembali dasar Filsafat negara itu untuk menentukan apa
implikasinya bagi situasi atau zaman itu masing-masing (Magnis suseno,87). Oleh karena itu Ideologi Terbuka
sebagaimana yang telah dikembangkan oleh Bangsa Indonesia senantiasa terbuka untuk proses reformasi dalam
bidang kenegaraan, karena Ideologi Terbuka berasal dari masyarakat yang sifatnya dinamis, senantiasa
berkem,bang seiring dengan perkembangan aspirasi masyarakat dalam mewujudkan cita-cita nya untuk hidup
berbangsa dalam mencapai harkat dan martabat kemanusiaan.
MAKNA IDEOLOGI BAGI BANGSA DAN NEGARA
Manusia dalam mewujudkan tujuan untuk meningkatkan harkat dan martabatnya, dalam kenyataannya senantiasa
membutuhkan orang lain. Oleh karena itu manusia membutuhkan lembaga bersama untuk melindungi haknya. Dan
dalam pengertian inilah manusia membutuhkan suatu negara.
Negara sebagai suatu lembaga/ organesasi hidup manusia senantiasa memiliki cita-cita, harapan, ide-ide, serta
pemikiran yang secara bersama-sama merupakan suatu orientasi yang bersifat dasar bagi semua tindakan dalam
hidup kenegaraan. Komplek pengetahuan yang berupa ide-ide, pemikiran-pemikiran, gagasan-gagasan, harapan

serta cita-cita tersebut merupakan suatu nilai yang diangap benar dan memiliki derajad yang tingi dalam negara. Hal
ini merupakan suatu landasan bagi seluruh warga negara untuk memahami alam serta menentukan sikap dasar
untuk bertindak dalam hidupnya.
Ideologi mencerminkan cara berfikir masyarakat, bangsa maupn negara, namun juga membentuk masyarakat
menuju cita-citanya melalui berbagai realisasi pembangunan. Selain sebagai sumber motifasi Ideologi juga
merupakan sumber semangat dalam berbagai kehidupan negara. Ideologi akan menjadi realitas manakala terjadi
orientasi yang bersifat dinamis antara masyarakat bangsa dengan ideology, karena dengan demikian Ideologi akan
bersifat terbuka dan antisipatif dalam arti senantiasa mampu mengadaptasi perubahan-perubahan sesuai
denganaspirasi bangsanya.
Oleh karena itu agar Ideologi benar-benar mampu menampung aspirasi para pendukungnya untuk mencapai tujuan
dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara, maka Ideologi tersebut haruslah bersifat dinamis, terbuka, antisipatif
yang senantiasa mampu mengadaptasikan dirinya dengan perkembangan zaman. Inilah peranan penting Ideologi
bagi bangsa dan negara, agar bangsa dapat mempertahankan Eksistensinya.
Kita sadar bahwa setiap permasalahan yang berkaitan dengan Pancasila pada hakekatnya adalah masalah yang
fundamental

dalam

arti

langsung

berkenaan

dengan

akar

dan

pondasi

dari

eksistensi

negara

dan

masyarakat Indonesia.
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DALAM BERBAGAI KEHIDUPAN BER MASYARAKAT, BERBANGSA DAN
BERNEGARA MENCAKUP BIDANG
1.

Pancasila sebagai Ideologi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara

2.

Paham Integralistik bukan Liberalisme dan Komunisme

3.

Pancasila sebagai Ideologi ditinjau dari segi Pandangan hidup bersama

4.

Pancasil cita hukum dalam kehidupan hukum bersama / Pancasila sebagai Ideologi dalam Kehidupan
Hukum.

5.

Pancasila sebagai Ideologi dalam Kehidupan Ketatanegaraan


Bidang ketatanegaraan a.l:
- Bentuk Negara
- Bentuk pemerintahan
- Kekuasaan tertinggi di dalam negara ( Kedaulatan)

- Unsur-unsur negara
- Otonomi
- Konstitusi
- Negara Hukum
- Hak dan Kewajiban Konstitusi
- Tata nilai yang pada umunya dirinci di bidang Ideologi, olitik, Ekonomi, Sosial budaya, hankam.
6.

Pancasila sebagai Ideologi dalam kehidupan Budaya

7.

Pancasila Sebgai Ideologi dalam kaitannya dengan Kehidupan Beragama dan Berkepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa

8.

Pancasila Sebagai ideology dalam kehidupan Politik

9.

Pancasila sebagai Ideologi Birokrasi aparatur Pemerintah

10. 10. Pancasila Sebagai Ideologi dalam Kehidupan Pertahanan dan Keamanan
11.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

DEMOKRASI IND
DEMOKRASI INDONESIA
Special Resume

KOMPETENSI :Agar mahasiswa memahami konsep dasar dan teori demokrasi, prinsip-prinsip
demokrasi, pendidikan demokrasi, demokrasi Pancasiala, serta dapat mengembangkan sikap
demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
INDIKATOR : Mahasiswa mampu menjelaskan tentang
1. Pengertian dan konsep demokrasi
2. Pendidikan Demokrasi
3. Prinsip-prinsip demokrasi
4. Bentuk demokrasi
5. Demokrasi Pancasila
6. Mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupan sehari-hari
RANGKUMAN SUBSTANSI MATERI:
Beberapa pakar memberikan pengertian tentang demokrasi a.l : 1. Joseph A. Schmeter,
demokrasi merupakan Perencanaan institusi untuk mencapai keputusan politik; 2. Sidney Hook,
demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang ditentukan oleh mayoritas suara; 3. Henry B.
Mayo, demokrasi adalah system politik bahwa kebijaksanaan/keputusan ditentukan mayoritas
dan diawasi secara efektif. 4. Abraham Linclm; Democracy is the Govermen from the people, by
people and for the people. ( suatu bentuk pemerintahan darai rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat
).Demokrasi sebagai system yaitu suatu sistem bernegara, berbangsa dan bermasyarakat serta
pemerintahan yang memberikan penekanan pada keberadaan kekuasaan/kedaulatan di tangan

rakyat.
Pendidikan Demokrasi : Upaya sistematis yang dilakukan Negara dan masyarakat untuk
memfasilitasi individu, warganegara agar memahami, menghayati, mengamalkan dan
mengembangkan konsep, prinsip dan nilai demokrasi dsesuai status dan peranannya dalam
masyarakat. Demokrasi bersifat multidimensional, yang berarti bahwa demokrasi secara
konseptual sebagai kerangka berpikir dalam melakukan pengaturan urusan umum atas dasar
prinsip dari. Oleh dan untuk rakyat diterima baik sebagai ide, norma, prinsip, sistem sosial
maupun sebagai wawasan, sikap dan perilaku individual yang secara kontektual diwujudkan,
dipelihara dan dikembangkan, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sejak konsep demokrasi dirintis dan dipraktekkan di Negara Yunani dalam bentuk demokrasi
langsung, kemudian berkembang menjadi demokrasi dengan system perwakilan. Dimulai dengan
Revolusi Perancis pada akhir abad 18 dan akhirnya menyebar keseluruh belahan bumi, dan
diterapkan dimasing-masing Negara sampai saat ini. Praksis demokrasi dimanaapun
menunjukkan adanya komonalitas dan keunikan yang berbeda.Praksis demokrasi adalah
perwujudan konsep, prinsip dan nilai secara kontektual yang melibatkan individu dan masyarakat
dengan keseluruhan aspek yang ada dalam lingkungan. Ajaran Montesquieu ( 1688 1755 )
tentang pemisahan kekuasaan, dengan teorinya yang terkenal Trias Politik sesungguhnya
menentukan tipe demokrasi moder dewasa ini.

Karena pemisahan kekuasaan secara tegas dapat mencegah pemusatan kekuasaan dari pada
fungsi-fungsi lembaga Negara sehingga dapat menjamin hak-hak warga Negara. JJ Rousseou
(1712-1778) mengajarkan mengenai kedaulatan rakyat juga tidak bisa dipisahkan dengan
demokrasi modrn. Konsep demokrasi dan kedaulatan rakyat dirumuskan secara komprehensi
oleh the founding fathers. Kedaulatan rakyat adalah bahwa kekuasaan untuk mengatur
pemerintahan Negara ada pada rakyat. Rakyat yang berdaulat, berkuasa untuk menentukan cara
bagaiamana aia harus diperintah. Tetapi putusan rakyat yang dapat menjadi peraturan pemerintah
bagi semua orang yaitu keputusan yang ditetapkan dengan cara mufakat dalam suatu
perundangan.Bukan keputusan yang diambil secara mendadak/serkonyong-konyong dalam suatu
rapat orang banyak yang tersendiri saja, dengan menyerukan bersama-sama mufakat disini
tidak ada permusyawaratan lebih dulu, sebab itu bukan merupakan keputusan menurut
kedaulatan rakyat.
Demokrasi Pancasiala : Pengalaman sejarah, a.l: masa demokrasi liberal , era konstitusi RIS dan
UUDS 1950, demokrasi terpimpin era orde lama ( 1959 1965 ) dengan gagalnya pelaksanaan
demokrasi konstitusional yang premature, demokrasi Pancasil era orde baru ( 19966 1998 ),
dan demokrasi era reformasi ( 1998 sekarang ).Sejak lahirnya Orde baru tahun 1966,
kehidupan demokrasi di Indonesia mulai baik kembali di mana lembaga-lembaga demokrasi
mulai berfungsi, seperti adanya Pemilu,Sidang-sidang DPR, baik di pusat maupun di daerah, dan
MPR telah melaksanakan fungsinya dengan nyata. Sehingga bangsa Indonesia melaksanakan
suatu demokrasi yang disebut Demokrasi Pancasila, yaitu demokrasi yang berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945. Dalam Demokrasi Pancasila musyawarah untuk mufakat sangat diharapkan,
karena setiap keputusan dalam musyawarah hendaknya dapat dicapai dengan mufakat.Tetapi bila
tidak tercapai mufakat, maka pengambilan keputusan dapat ditempuh melalui pemungutan suara.
Dengan semangat reformasi dan penerapan system demokrasi modern berdasarkan system check

and balance seluruh rakyat Indonesia beraupaya harus bersungguh-sungguh menata kembali
bangunan bangssa dengan tetap berpegang teguh pada UUD 1945 dan Pancasiala sebagai
landasan Demokrasi Indonesia. Sebagai dasar demokrasi Pancasila ialah Kedaualatan rakyat
sebagai tercantum dalam pembukaan UUD45 yang dijabarkan dalam pasal 1 (2) yaitu
Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-undang. Seadang dalam
sila ke empat Pancasila Kerakayatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan
Dalam hal ini rakyat berkedudukan sebagai subyek demokrasi, artinya rakayat ikut serta secara
aktif menentukan program-programnya sekaligus sebagai pelaksanba dalam menentukan
program tersebut. Lembaga-lembaga perwakilan rakyat yaktu DPR, DPRD I, DPRD II,
keanggotaan DPR otomatis menjadi anggota MPR, sedangkan keanggotaan MPR terdoro dari
wakil-wakil utusan daerah dan golongan, sehingga MPR di sebut penjelmaan rakyat.
Demokrasi Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 memiliki keunggulan tertentu.
Keunggulan tersebut antara lain:
1. Mengutamakan pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat dalam semangat
kekeluargaan.
2. Mengutamakan keselarasan dan keseimbangan antara hak dan kewajiban, antara kepentingan
pribadi dan kepentingan sosial.
3. Lebih mengutamakan kepentingan dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
Demokrasi Pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotong royong. Sehingga dapat
dirumuskan bahwa Demokrasi Pancasila berarti kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dengan kesadaran keagamaan yang disertai
semangat toleransi yang tinggi, saling menghormati sesama umat beragama, serta dituntut untuk
memberikan apa yang menjadi haknya kepada setiap orang.
Di samping itu kerakyatan juga dilandasi oleh integritas, identitas, kepribadian dan stabilitas
nasional serta tidak hanya di bidang politik saja, melainkan di bidang ekonomi dan sosial
budaya. Namun dalam pelaksanaannya Orde baru tidak konsekuen terhadap Pancasila dan UUD
1945. Sehingga akibatnya terjadi ketidakseimbangan kekuasaan di antara lembaga lembaga
negara dan masih jauh dari cita-cita demokrasi dan kemerdekaan.
Hal lain yang merupakan akibat dari Orde Baru tidak konsekuen terhadap Pancasila dan UUD
1945 adalah terjadinya sistem kekuasaan yang berpusat pada lembaga kepresidenan,
penyalahgunaan wewenang dan jabatan, kehidupan yang menumbuhkan budaya KKN, korupsi,
dan lain-lain.
Pengamalan kehidupan Demokrasi Pancasila dalam berbagai kehidupan Pengamalan Demokrasi
Pancasila bermakna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, saling menghayati dan hendaknya
selalu bermusyawarah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Prinsip
keadilan dan kebenaran ditegakkan dalam mengambil suatu keputusan, karena menyangkut
harkat dan martabat manusia yang harus kita hormati dan junjung tinggi.Demi terwujudnya
kehidupan masyarakat yang tertib, aman dan tentram dalam berbagai kehidupan, maka bangsa
Indonesia harus mampu dan mau memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa
yang berBhineka Tunggal Ika, berperilaku sesuai dengan kenyataan dalam pergaulan, di
antaranya: Dalam kehidupan keluarga Diperlukan sikap dan perilaku: Saling mencintai antara
anggota keluarga. Adanya keterbukaan antar anggota keluarga. Mengakui keberadaan dan
fungsinya masing-masing. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam kehidupan kampus. Suasana tertib dan teratur dalam kehidupan kampus menciptakan
suasana kekeluargaan yang akrab antara, Pimpinan Fakultas,Jurusan, dosen, mahasiswa, petugas
administrasi, perpustakaan, dan masyarakat lingkungan sekitarnya. Hal tersebut ditunjang oleh
beberapa faktor, antara lain:
Mahasiswa yang baik dan berdisiplin.
Suasana belajar yang nyaman.
Lingkungan yang baik dan memadai.
Sarana dan prasarana yang cukup mendukung pendidikan.
Dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Lingkungan masyarakat perlu dibina dengan
sungguh-sungguh agar berkembang suasana pergaulan yang bernafaskan kekeluargaan, gotong
royong dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan keseimbangan antara hak dan kewajiban
hidup. Karena pertumbuhan masyarakat sangat berpengaruh pada kemajuan pembangunan.
Setiap warga negara diusahakan berperan aktif dalam kegiatan pembangunan. Pada hakekatnya
pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara secara seimbang akan menumbuhkan suasana
tertib karena masing-masing orang menghormati hak dan kewajiban sesamanya.
Seorang Pakar Demokrasi ( Fordem) mengatakan bahwa essensi Demokrasi adalah adanya
Kontradiksi, bagaimana pendapat Saudara ?
Essensi Demokrasi adalah tertampungnya seluruh aspirasi dan partisipasi rakyat secara penuh
dan adanya kontrol terhadap dilaksanakannya/tidaknya aspirasi tersebut sebagai wujud suatu
kedaulatan.

Indikator penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis :


- Adanya partisipasi aktif dari civil society
- Kebijakan yang transparan, jujur, adil
- Eksekutif yang akuntabilitas
- Birokrasi yang professional, efektif, efisien
- Adanya penegakan hokum yang bebas dari intervensi pemerintah
Hakekat Pemerintahan yang demokratis :
Government of the people ; Pemerintah dari rakyat adalah pemerintahan yang ( legitimate
government ) berarti suatu pemerintahan yang mendapat pengakuan dan dukungan yang
diberikan oleh rakyat. Pemerintah yang legitimate adalah penting untuk menjalankan roda
birokrasi dan program-programnya sebagai wujud dari amanat yang diberikan oleh rakyat yang
diberikan kepadanya.
Government by people ; Pemerintah oleh rakyat berarti bahwa suatu pemerintahan menjalankan
kekuasaan atas nama rakyat, bukan atas nama golongan maupun pribadi. Dalam menjalankan
kekuasaannnya , pemerintah berada selalu dalam pengawasan rakyat ( social control ).
Pengawasan ini dapat dilakukan oleh rakyat secara langsung maupun melalui perwakilannya di
Parlemen ( DPR ). Dengan adanya pengawasan ini dapat mengantisipasi adanya otoriterianisme.

Government for people ; Pemerintah untuk rakyat adalah kekuasaan yang diberikan oleh rakyat
kepada pemerintah itu dijalanakan untuk sepenuhnya kepentingan rakyat harus didahulukan dan
diutamakan. Untuk itu pemerintah harus mendengarkan dan mengakomodasi aspirasi rakyat
dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan dan program-programnya.

PROBLEM BASED LEARNING AND INQUAIRY


( PBL ) PENDIDIKAN PANCASILA II

1.Bilamana Saudara mengetahui, seseorang / kelompok / institusi melakukan Pelanggaran HAM


Berat, apa yang saudara lakukan, berikan penjelasan tentang mekanisme, proses Pengadilan
HAM ( mulai dari terjadinya kasus/tragedy s/d keputusan hakim pengadilan HAM ) , Tragedi
Usakti sebagai PHAMB oleh Komnas HAM, proses hukumnya berhenti/ belum selesai, hal ini
disebabkan oleh apa ?
2. Terjadinya multi krisis di Indonesia saat ini a.l: Krisis ekonomi, pengangguran, pelanggaran
HAM, Korupsi, kasus Achmadiyah, Pilkada, konflik sara, Kekerasan di masyarakat yang
semakin sadis. Hal tersebut persoalan fundamentalnya adalah sebagai wujud dari lemahnya
filosofi bangsa..
Sebutkan beberapa bentuk kongkrit melemahnya filosofi bangsa, yang berdampak pada berbagai
masalah sebagaimana disebutkan di atas ?, dan bagaimana solusinya ?
3. Dalam kondisi globalisasi ekonomi/ neoliberalisme/ free Market/Neoliberalisme saat ini,
kapitalisme menjadi fenomena global, yaitu telah merubah masyarakat menjadi sistem
internasional yang menentukan nasib ekonomi, dan juga sosial politik suatu bangsa, sebutkan
ciri-ciri Ideologi Ekonomi Neoliberalisme tersebut, dan akibatnya terhadap masyarakat ? ).
4. UUD Negara RI th 1945 sebagaimana terakhir di amandemen pada th 1999.2000,2001 sampai
th 2002., merupakan rangkaian perumusan hukum dasar Indonesia. Isinya mencakup dasar
NORMATIF, yang berfungsi sebagai sarana pengendali : penyimpangan dan penyelewengan
dalam dinamika perkemabangan zaman, sarana pembaharuan masyarakat, sarana mewujudkan
kearah cita-cita kolektif bangsa.
atar belakang L/ alasan dilakukannya amandemen :
a.l: Sistem Ketatanegaraan yang bertumpu pada MPR sebagai pemegang kekuasaan Negara
tertinggi dan pelaksanaan sepenuhnya kedaulatan rakyat, berakibat tiadanya Checks and balance.
Tujuan :
a.l: Menyempurnakan aturan dasar mengenai penyelenggaraan negara melalui pembagian
kekuasaan yang lebih tegas dengan sistem Check and balance,
Pertanyaan :
Jelaskan sesuai pemahaman Saudara sistem konstitusi berdasarkan Check and balance yang

berlaku di Indonesia saat ini, bilamana dibandingkan dengan teori Separation of Powers dari
beberapa filosof yang saudara pahami a.l : ( Aistoteles, John Loccke, Thomas Hobbes dan
Montesquieu, maupun yang berlaku di AS, maupun di Inggris ).
NB.: PELAJARI, PERSIAPKAN BENAR-BENAR INQUIRY ( SELENGKAP MUNGKIN )
DENGAN DOKUMEN-DOKUMEN RESMI, & KEBIJAKAN PEMERINTAH YANG
BERLAKU SAAT INI .