Anda di halaman 1dari 35

XII IA 1

Stella Filensia 30
Fungsi telinga

Struktur Telinga

Mekanisme pendengaran

Gangguan pendengaran
Fungsi
Menerima gelombang suara dan menghantarkannya
menjadi sebuah pesan ke otak.

Reseptor khusus untuk pendengaran dan


keseimbangan(fonoreseptor). Reseptor ini berupa
sel-sel berbentuk rambut yang mempunyai fungsi
menerima rangsangan yang berupa getaran dan
mengubahnya menjadi impuls sensorik yang
selanjutnya ditransmisikan ke pusat pendengaran di
otak. Rangsangan suara disampaikan ke otak
melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak
(nervus vestibulokoklearis)
Struktur
Telinga terdiri atas 3 bagian :

1. Telinga Luar
2. Telinga tengah

3.Telinga dalam
Telinga Luar
 Telinga luar berfungsi untuk menangkap suara ,Mempunyai
bagian-bagian:
a. Daun Telinga (Auricula) panjangnya 1,5 cm.
b. Saluran Telinga Luar (Analis Auditoris Eksternal)
panjangnya 2 cm. Dalam saluran ini terdapat kelenjar
sudorifera mengekskresikan serumen, untuk melindungi
telinga dari banyaknya kotoran yang masuk ke telinga
luar/berpengaruh pada serangga yang mau masuk ke
telinga(karena aroma tidak sedap). Dan menjaga agar
permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.
c. Membran timpani (gendang telinga )
adalah membran tipis yang membatasi telinga luar dan
telinga dalam.
Telinga Tengah
Rongga kecil berisi udara , terletak di dalam tulang
pelipis, dan dindingnya dilapisi sel epitel. Telinga
tengah berfungsi meneruskan getaran dari telinga luar
ke telinga dalam. Bagian ruang depan timpani dibatasi
membrane timpani sedangkan bagian dalam dibatasi
oleh tingkap oval dan tingkap bulat. Telinga tengah
terdiri dari:
a) 3 tulang pendengaran (martir atau malleus, landangan
atau incus, dan sanggurdi atau stapes). Ketiga tulang
membentuk rangkaian tulang yang melintang pada
telinga tengah dan menyatu dengan membran timpani.
Persatuan antara tulang stapes dengan membran
membentuk tingkap bulat,yang menutupi telinga
bagian dalam.
b) Pembuluh estachius adalah saluran penghubung antara
ruang telinga dan rongga faring. Bagian ini merupakan
rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan
udara agar seimbang. Pada manusia dan hewan darat
lainnya, telinga tengah dan saluran pendengaran akan
terisi udara dalam keadaan normal. Tidak seperti pada
bagian luar, udara pada telinga tengah tidak
berhubungan dengan udara di luar tubuh. Saluran
Eustachi menghubungkan ruangan telinga tengah ke
belakang faring. Dalam keadaan biasa, hubungan
saluran Eustachi dan telinga tengah tertutup dan
terbuka pada saat mengunyah dan menguap.
Telinga Dalam
 Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari
labirin tulang dan labirin membran.
 Labirin tulang terdapat serambi atau vestibulum, saluran
gelung atau kanalis semisirkularis(saluran setengah
lingkaran) dan rumah siput (klokea).Membran tulang
terbentuk dari tonjolan tulang pelipis . membrane tulang
disebut juga membrane osea. Kanalis semikularis dan
vestibula mengandung reseptor keseimbangan tubuh,
sedangkan klokea mengandung reseptor pendengaran.
serambi atau vestibulum

saluran gelung atau kanalis semisirkularis(saluran


setengah lingkaran)

rumah siput (klokea)


Vestibulum
 Vestibula atau vestibulum terdiri dari 2 bagian,
yaitu utrikulus dan sakulus . Sakulus
berhubungan dengan utrikulus melalui saluran
sempit. Tiga saluran setengah lingkaran,
ampula, utrikulus dan sakulus merupakan organ
keseimbangan.
 Macula acutista adalah serabut saraf vestibula
ujungnya mengelilingi sel-sel rambut dalam
yang merupakan struktur khusus dari
sakulus(sacula) dan utrikulus(utricula).
Kanalis semisirkularis
 Canalis yang berdekatan dengan utricula membesar
membentuk ampula.Organ Khusus yang terdapat
dalam verticula disebut crista acustica. Crista acutista
dan macula acutista berfungsi dalam keseimbangan.
Klokea
 Bentuk klokea mirip tabung Bengkok belakang atas kemudian melilit
mengelilingi tulang berbentuk kerucut sebagai ujungnya disebut
modiolus.
 Di depan vestibulum terdapat klokea, yang merupakan saluran spiral
menyerupai rumah siput tempat beradanya alat korti(alat
pendengaran). Klokea terbagi atas 3 daerah:
 Skala vestibuli (Reissner) (bagian atas atau dorsal)
 Skala media (Ductus Cochlearis) (bagian tengah)
 Skala timpani(bagian ventral)
• Antara skala yang satu dengan yang lain dipisahkan labirin
membrane.
 Membran vestibularis yang memisahkan skala vestibuli dan skala
media.
 Membran tektorial yang memisahkan skala media dan skala
timfani .
 Membran basilaris yang memisahkan skala timpani dan skala
vestibulasi.
 Saluran pada klokea berisi cairan, dan permukaan
dalamnya merupakan tempat bermuaranya ujung saraf
yang amat peka terhadap getaran yang ditimbulkan oleh
cairan.Semua ujung saraf menyatu membentuk saraf
pendengaran, yang meghubungkan Klokea dengan otak.
 Organon korti berfungsi mengubah getaran menjadi
impuls.Terletak diatas membran basilaris. Organon korti
terdiri dari sel rambut dan sel penyongkong .Diatas sel
rambut terletak membran tektorial yang terdiri dari zat
gelatin yang lentur.sedangkan sel rambut dihubungkan
dengan bagian audiotori (pendengaran) dari saraf otak
VIII.
 Di dalam ruang skala vestibulis dan skala
tympani(timpani) terisi cairan jernih yang disebut
perilymphe.Sedangkan cairan dalam skala media
disebut endolymphe yang Belum diketahui asalnya.
Mekanisme Pendengaran

Getaran suara-daun telinga-saluran


pendengaran-membran timpani-martil-
landasan – sanggurdi-tingkap oval-cairan
koklea ujung saraf auditori-otak(lobus
temporalis)-persepsi suara.
Gangguan Pendengaran
 Tuli konduksi merupakan kelainan yang disebabkan karena
gangguan pada proses penghantaran getaran suara. Macam
penyebabnya adalah
– Pecahnya atau kekakuan pada membran timpani.
– Penyumbatan saluran pendengaran oleh minyak serumen
– Pengapuran pada sambungan tulang pendengaran &
Kekakuan hubungan tulang sanggurdi dengan menestra
ovali.
 Tuli saraf merupakan kelainan pendengaran karena
kerusakan saraf akustik(auditori) atau rusaknya lobus
temporalis.
THE END