Anda di halaman 1dari 4

KEPEMIMPINAN 2

Definisi:
Leadership is a special form of power. It is the ability, based on
the personal qualities of the leader, to elicit the followers’
voluntary compliance in a broad range of matters. Leadership is
distinguished from the concept of power in that it entails
influence, i.e. change of preference, while power implies only
that subjects’ preference are held in abeyance.
Ada tiga variabel dalam setiap membicarakan kepemimpinan,
yaitu:
 Setiap

kepemimpinan

harus

melibatkan

orang

lain

(bawahan)
 Kepemimpinan selalu terkait dengan kekuasaan beserta
distribusinya
 Kepemimpinan selalu berupaya menanamkan pengaruh
kepada orang lain (pengikut) agar termotivasi untuk
bekerja
Ada

beberapa

pendekatan

untuk

mengkaji

tentang

kepemimpinan, yaitu:
 Pendekatan bakat atau sifat (traith approach)
 Pendekatan tingkah laku (behavioral approach)
 Pendekatan situasional (situational approach)
Pendekatan Bakat (traith approach)
Pendekatan bakat dalam mengkaji kepemimpinan berusaha
mempelajari kepemimpinan dari adanya atau dimilikinya ciri-ciri,
kualifikasi dan keterampilan seseorang yang diperlukan bagi
keberhasilan seorang pemimpin. Kemampuan kepemimpinan dari
seorang pemimpin dapat berasal dari 2 (dua) sumber, yaitu
dasar dan ajar.
Sumber kemampuan kepemimpinan yang berasal dari dasar
yang

dimaksud

adalah

keterampilan

atau

kemampuan

kepemimpinan yang bersumber dari naluri dasar yang dimiliki
seseorang sejak lahir. Kemampuan atau keterampilan semacan

atau melalui proses pendidikan. Ada beberapa faktor yang (mungkin) perlu menjadi perhatian dalam teori kepemimpinan dengan menggunakan pendekatan bakat/sifat. leader is educated). antara lain:  Tingkat kecerdasan (intellgence)  Kepribadian (personality) Pendekatan tingkah laku (behavioral approach) a. sifat-sifat kualifikasi dan kepribadian pemimpin dilakukan dengan dua cara. kepribadian dari pemimpin yang sifat-sifat berhasil dan dengan pemimpin yang tidak berhasil Cara-cara ini pada jaman sekarang sudah jarang dilakukan. Tindakan membentuk pemimpin ini dapat saja dilakukan dengan membaca buku-buku kepemimpinan. Tingkah laku pemimpin dapat dikelompokkan menjadi dua:   Aspek persahabatan (consideration) Aspek penentuan tugas (initiating structure) . Studi Kepemimpinan oleh Ohio State University Dalam studi ini diteliti beberapa dimensi tingkah laku pemimpin. artinya seseorang dilahirkan untuk menjadi pemimpin. yaitu:  Dengan membandingkan ciri-ciri. mengikuti pelatihan-pelatihan kepemimpinan.ini disebut bakat. sifat-sifat dan kepribadian dari orang yang menjadi pemimpin dengan orang-orang yang bukan pemimpin  Dengan membandingkan ciri-ciri. Kelompok yang menganut paham ini manyatakan bahwa pemimpin itu bisa dididik. Upaya yang dilakukan untuk menemukan ciri-ciri. dlsb. Sumber kepemimpinan yang berasal dari ajar yang dimaksud adalah bahwa kemampuan atau keterampilan kepemimpinan seseorang bisa dibentuk melalui proses belajar. atau dibuat (leader is made. Kelompok yang menganut paham ini menyatakan bahwa pemimpin itu dilahirkan (leader is born).

penghargaan. Tinggi P. Tinggi n Rendah H. Aspek penentuan tugas berupa tingkah laku pemimpin yang membagi-bagi tugas kepada bawahan sehingga terbentuk pola hubungan wewenang dan tanggung jawab antara pemimpin dengan yang dipimpin. berorientasi pada Artinya. pada hubungan seorang tugas. Hasil penelitian OSU berupa gambaran tingkah laku kepemimpinan berikut ini: Tinggi h u b (H) u n g a H. studi kepemimpinan ini hanya memiliki dua dimensi gaya kepemimpinan (two dimentional leadership style). Production Orientation orientation Employee . dengan pemimpin akan kurang bawahan. Rendah Tinggi P. dan kehangatan dalam pergaulan antara pemimpin dan anak buahnya. Tinggi oleh Tannenbaum dan Schmidt bahwa gaya kepemimpinan sebagai permainan ‘Jumlah Nol” (zero cenderung orientasinya sum game). Tinggi H. Rendah P.Aspek persahabatan mengacu pada tingkah laku yang bersifat kesetiakawanan. Rendah Gambar di atas diberikan komentarP. Studi kepemimpinan oleh Mechigan University Berbeda dengan studi dari OSU. b. yang dalam Demikian sebaliknya. Penentuan Rendah Tugas (P) H.

atau cenderung mendekati orientasi persahabatan.Otoriter Orientasi Tugas Demokratis Orientasi Persahabatan Dalam pendekatan ini gaya-gaya kepemimpinan yang lain berada diantara kedua ekstreem dimensi kepemimpinan tersebut. Jika studi OSU menempatkan gaya-gaya kepemimpinan dalam suatu kuadran. dimana gayagaya kepemimpinan masing-masing berdiri sendiri. Oleh karena itu akan ada gaya kepemimpinan yang cenderung mendekati orientasi produksi. . dalam studi Mechigan University ini gaya kepemimpinan diposisikan berjajar dalam suatu kontinum.