Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT serta segala rahmat, berkah,
dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ‘’HAKIKAt
MANUSIA’’ Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan mengenai perspektif
Islam dan juga untuk memenuhi tugas mata kuliah Agama Islam. Penulis mengucapkan terima
kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel dan tulisan telah penulis jadikan
referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisantulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap,
semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi
para pembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna,
banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis menerima kritik dan saran yang membantu guna
penyempurnaan makalah ini.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

adapula yang menyelidiki dengan sudut pandang budaya yaitu antropologi budaya. Banyak yang menyelidiki manusia dari segi fisik yaitu antropologi fisik. terdapat tiga penegasan Allah yaitu [1] Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk fungsional yang bertanggungjawab. dari kera inilah kemudian terjadi evolusi terakhir menjadi manusia. Dari ayat ini. Pada kenyataannya. Akan tetapi. akan tetapi merupakan hasil evolusi organik yaitu hasil perkembangan dari pragnisme yang sangat sederhana binatang bersel satu yang terus meningkat sampai akhirnya menjadi kera. yaitu apa dari mana dan mau kemana manusia itu. . sedangkan yang menyelidiki manusia dari sisi hakikatnya disebut antropologi filsafat. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”. sehingga akhirnya teori ini runtuh. menurut Ahmad Azhar Basyir. Memikirkan dan membicarakan hakikat manusia inilah yang menyebabkan orang tak henti-hentinya berusaha mencari jawaban yang memuaskan tentang pertanyaan yang mendasar tentang manusia itu sendiri. Pemikiran tentang hakikat manusia sejak zaman dahulu kala sampai sekarang belum juga berakhir dan memiliki kemungkinan hal tersebut tidak akan pernah berakhir. [2] Manusia diciptakan tidak sia-sia.[1] Berdasarkan fakta dan paparan tersebut. tetapi berfungsi. dan [3] Manusia akhirnya akan dikembalikan kepada Tuhan. Manusia dalam perkembangannya dipengaruhi lingkungan dan pembawaan dari orang tua mereka. Dari ayat-ayat Qur’an tersebut. untuk menjawab pertanyaan siapakan manusia itu?. Berbicara tentang manusia maka yang tergambar dalam fikiran adalah berbagai macam perspektif. Pada surat al-Mu’minun ayat 115 Allah bertanya kepada manusia sebagai berikut : “Apakah kamu mengira bahwa kami menciptakan kamu sia-sia. dan perbuatan itu tidak lain adalah relisasi daripada fungsi manusia itu sendiri. maka diperlukan adanya suatu pemahaman lebih lanjut tentang hakekat manusia menurut Islam.Salah satu persoalan yang sangat menarik dan banyak dibicarakan dari dahulu sampai sekarang adalah persoalan yang berhubungan dengan asal-usul menusia yang meliputi siapa manusia itu? Bagaimana proses penciptaannya? Dan bagaimana eksistensinya di hadapan Tuhan? Namun masalah yang paling kontroversial adalah teori evolusi. ada yang mengatakan manusia adalah hewan rasional (animal rasional) dan pendapat ini dinyakini oleh para filosof. untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang dilakukan pada waktu hidup di dunia ini. Teori ini menyatakan bahwa manusia bukan merupakan makhluk ciptaan manusia yang paling sempurna. Al-Qur’an memberi keterangan tentang manusia dari banyak seginya. teori yang dikemukakan oleh Charles Robert Darwin ini banyak mendapat tentangan dari para ilmuan dan ahli agama. orang menyelidiki manusia itu dari berbagai sudut pandang.

Mengetahui seberapa besar Tanggungjawab kita (manusia) sebagai Hamba dan Khalifah Allah. nalar dan moral untuk dapat menguasai makhluk lainnya demi kemakmuran dan kemaslahatannya. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas. Apa Pengertian hakikat? b. Mengetahui pengertian hakikat. e. Menurut pengertian ini manusia adalah makhluk Tuhan yang diberi potensi akal dan budi. f. Bagaimana fungsi dan peranan manusia? e.B. B. Hakikat juga bisa dikatakan inti dari segala sesuatu. Apa tujuan penciptaan manusia? d. Mengetahui apa saja hakikat manusia itu. Mengetahui Konsep manusia dalam konteks Islam. nyawa dan lain-lain. Sedangkan dalam bahasa Arab. Pengertian Hakikat Hakikat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia di artikan inti sari atau dasar juga diartikan kenyataan yang sebenarnya (sesungguhnya). ‘manusia’ diartikan sebagai ‘makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Mengetahui tujuan dan penciptaan manusia. Konsep Manusia Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.atau yang menjadi jiwa sesuatu. b. Jadi Sama halnya dengan pengertian dalam mencari suatu hakikat roh. Bagaimana Tanggungjawab Manusia sebagai Hamba dan Khalifah Allah? f. Bagaimana Konsep Manusia menurut Teori dan Islam? c. rumusan masalah yang didapat adalah sebagai berikut : a. BAB II PEMBAHASAN A. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan penulis dalam menyusun makalah ini tiada lain adalah sebagai berikut : a. Mengetahui fungsi dan peranan manusia. kata . Apa saja hakikat manusia itu ? C. insan. Di kalangan tasawuf orang mencari hakikat diri manusia yang sebenarnya karena itu muncul kata-kata diri mencari sebenar-benarnya. orang’ (1989:558). d. c.

manusia dapat dililhat dari perkataan Maryam kepada Allah: “Tuhanku.[1] Manusia yang sekarang ini.tetapi sebagai makhluk yang selalu berfikir.[2] Membicarkan tentang manusia dalam pandangan ilmu pengetahuan sangat tergantung pada metodologi yang digunakan dan terhadap filosofis yang mendasari. Al-Kahfi[18]:110. Para ahli berusaha mendefenisikannya sesuai dengan bidang kajian (objek materia) ilmu yang digelutinya. dan untuk mencari makna manusia dilakukan melalui ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad SAW diutus Allah menegaskan bahwa secara biologis ia sepeti manusia lain. ins dan lain-lain. dan Yusuf [12]:31.‘manusia’ ini bersepadan dengan kata-kata al-nas. Thien. Sedangkan para penganut teori humanisme menyebut manusis ssebagai homo ludens (manusia bermain). memberikan referensi pada manusia sebagai mahkluk Biologis.S. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum. padahal aku tidak disentuh basyar” (Ali Imran [31]:47). dan 20. alaqah. dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya.Aku (Muhammad saw) ini manusia biasa (basyar) seperti kamu. “Katakanlah. dan Sualalah.[1] Dan pertanyaan Maryampun terjawab. bagaimana mungkinaku mempunyai anak. Para penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens (manusia berfikir). Adapun acuan pendapat ini adalah surat Ali Imran [3]:47. al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Tentang Konsep Manusia ini sendiri menjadi perbincangan dikalangan Para ahli. Menurut humanisme manusia berperilaku untuk mempertahankan. Allah berfirman. prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Sebagai mahkluk biologis. Al-Furqan [25]:7. (Q. Berasal dari saripati tanah. basyar. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah. meningkatkan dan . Para penganut teori behaviorisme menyabut manusia sebagai Homo Mehanicus (manusia mesin). mar’u. al-Kahfi [18]:110 dan Fushshilat [41]:6). Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Kata “Basyar” dalam Al-Qur’an disebut 27 kali. Fushshilat [41]:6. Menurut teori ini manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk yang beraksi secara pasif pada lingkungan. seperti : Turab. Shal-shal. lalu menjadi nutfah. Menurut teori ini segala tingkah laku manusia terbantuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungan.[1] Manusia diciptakan Allah Swt. insan.hanya saja aku diberi wahyu bahwa Tuhanmu adalah Tuhan yang satu”.

Kata insan disebut dalam Al –Qur’an sebanyak 65 kali. dami dan tentram. Sesungguhnya Allah.sama dengan makhluk lain. Pengertian penyembahan berarti ketundukan manusia pada Allah dalam menjalankan kehidupan dimuka bumi ini. dan al-anas. Konsep insan selalu dihubungkan pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai makhluk yang berfikir. Konsep manusia dalam Al-Qur’an dipahami dengan memperhatikan kata-kata yang saling menunjuk pada makna manusia pada basyar. Pengertian penyembahan kepada Allah tidak boleh hanya diartikan secara sempit.diberi ilmu. Basyar adalah makhluk yang sekedar berada (being) yang statis seperti hewan. Ayat diatas sebagai bukti tentang keberadaan manusia di dunia yaitu untuk menyembah. dengan hanya membayangkan aspek ritual yang hanya tercermin dalam shalat saja. Kata al-anas disebut sebanyak 240 kali. Dialah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi Sangat Kokoh”. Dalam Al-Qur’an surat Al-Dzariyat ayat 56-58 Allah berfirman. Selain itu dalam . Seperti yang telah dipaparkan sedikit diawal tadi. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi aku makan.[1] Dalam hukum Allah tentunya memuat berbagai macam peraturan yang mengatur kehidupan manusia dengan tujuan terciptanyan kehidupan yang adil. yang artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya ia menyembahku. Bentuk pengapdian tersebut berupa pengkuan atas keberadaan Allah SWT dengan menjalankan perintah Allah dan menjahui larangannya. baik yang menyangkut hubungan vertical (manusia dengan Tuhan) maupun horizontal (manusia dengan manusia dan alam semesta). Degan demikian Al-Qur’an memangdang manusia sebagai makhluk biologis. Manusia sebagai basyar tunduk kepada Allah. sosial.insan.mengatualisasikan diri. D. Insan adalah manusia yang menjadi (becoming) dan terus bergerak maju kearah kesempurnaan. psikologis. Manusia sebagai insan dan al-anas bertalian dengan hembusan roh Allah yang memiliki kebebasan dengan memilih untuk tunduk atau menentang takdir Allah. Sebagai bentuk mengakui keberadaan Allah dengan mengikuti rukun iman dan rukun islam. Konsep al-anas menunjuk pada semua manusia sebagai makhluk sosial atau kolektif. mengapdi kepada Allah SWT. Tujuan Penciptaan Manusia Tujuan penciptaan manusia adalah untuk menyembah kepada penciptanya yaitu Allah.dan memikul amanah (Al-Ahzab : 72).

[1] Selain itu penyembahan yang sempurna dari seseorang akan menjadikan dirinya sebagai khalifah Allah yang mengelola kehidupan di alam semesta. Sehingga peran yang dilakukan sesuai ketetapan Allah. di antaranya yaitu: 1. Mengajarkan ilmu (al-Baqarah : 31-39) Selain belajar khalifatullah juga harus mengajarkan ilmu yang didapat. menghidupkan dan menjaga kehidupan manusia.Allah dialah Tuhan yang menciptakan.melakukan penyembahan kepada Allah harus dilakukan dengan hati yang iklas. kekuasaan Allah kepada hambahambanya. Allah berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Keseimbangan alam dapat terjaga dengan tegaknya hokum-hukum yang Allah tegakkan. Dengan demikian manusia diciptakan untuk mengimani Allah SWT. 3. Al-Qura’an digunakan sebagai pedoman hidup manusia. Dari ayat tersebut dapat diambil pengertian bahwa fungsi dan peranan manusia sebagai khalifah atau pemimpin dimuka bumi ini. sehingga dengan mengajarkan al-Qur’an berarti mengajarkan cara hidup yang benar menurut Allah SWT. keberadaan manusia didunia merupakan tanda kebesaran. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji engkau dan mensucikan engkau?”. Fungsi dan Peranan Manusia Pada Al-Qur’an QS 2 (al-Baqarah) : 30.[1] 2. Allah SWT berfirman yang artinya: “Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat: sesungguhnya aku hendak menjadikanmu sebagai khalifah di muka bumi”. karena Allah tidak membutuhkan sedikitpun sesuatu dari manusia. Membudidayakan Ilmu (al-Mu’min : 35) Ilmu yang sudah didapat tidah hanya disampaikan orang lain. tetapi yang utama ialah untuk diamalkan oleh diri sendiri terlebih dahulu sehingga membudaya seperti yang di contohkan oleh . Ilmu yang diajarkan tidak hanya ilmu yang dikarang manusia akan tetapi juga ilmu Allah yaitu al-Qur’an dan al-Bayan (ilmu pengetauan). Belajar dinyatakan pada surat al-‘Alaq ayat 1 adalah mempelajari ilmu Allah dan ayat kedua dijelaskan juga yang termasuk ilmu Allah adalah al-Kitab. Belajar (surat an-Naml : 15-16 dan al-Mukmin : 54) Belajar tentunya membuat seseorang mengetahui banyak hal yang sebelumnya ia belum mengetahuinya. 1. mereka berkata: mengapa engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Jadi tidak lain ilmu Allah yang berwujud al-Qur’an dan ciptaanNya.[2] Dalam Al-Qur’an itu sendiri berisi berbagai aturan yang mengatur kehidupan manusia.

apa yang dilakukan tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri atau hanya memikirkan diri sendiri. sebagai seorang khalifah. Sebagai hamba Allah tanggungjawab manusia sangat luas meliputi semua kewajibannya. mewujudkan kedamaian. Firman Allah SWT : Artinya : .kemudian teman dekatnya dan baru orang lain. Berdasarkan prinsip di atas. Proses pembudidayaan ilmu Allah berjalan seperti proses pembentukan kepribadian dan proses iman. Seorang hamba Allah mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga. E. TanggungJawab Manusia sebagai Hamba Allah dan Khalifah Allah sebagai Hamba Allah Makna yang esensial dari kata ‘abf (hamba) adalah ketaatan. kebaikan. Tau. diberikan kepada Allah.nabi SAW yaitu setelah diri sendiri dan keluarganya.[1] Dengan ini manusia berkewajipan menegakkan kebenaran. Kepatuhan kepada Allah ditunjukkan dengan selalu mematuhi perintahNya dan menjahui laranganNya. yang dalam ajaranNya menurut sunah rasul.)[2] Allah SWT dengan kehendak kebijaksanaanNya telah menciptakan makhluk-makhluk yang di tempatkan di alam penciptaanNya. Tanggung jawab terhadap keluarga merupakan lanjutan dari diri sendiri yang dalam al-Qur’an dinyatakan dengan quu anfusakum waahlikum naaran (jagalah dirimu dan keluargamu. Dengan demikian seorang hambabertanggung jawab dalam menegakkan keadilan untuk diri sendiri maupun keluarga. dan melakukan apa yang diketahui. dan api neraka. memerintahkan hamba-Nya untuk berlaku adil dan ihsan. mau. dengan iman. menghapuskan kemungkaran serta penyelewengan dan penyimpangan dari jalan Allah. akan tetapi juga untuk kepentingan dan kebaikan semua umat manusia. dan kepatuhan. ketundukan. Manusia di antara makhluk Allah dan menjadi hamba Allah SWT.[1] Ketaatan dan ketundukan dan ketaatan seorang manusia sebagai hamba hanta ditujukan.an telah menjelaskan bahwa manusia diciptakan didunia ini adalah sebagai khalifah atau wakil-Nya dalam pengertian ia memperoleh mandat dari Allah untuk mewujudkan kemakmuran dimuka Bumi. Sebagai Khalifah Allah Al-Qur.

Ini sudah tentu kerana manusia merupakan makhluk yang paling istimewa. 2) Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektualdan sosial. sedangkan kami sentiasa bertasbih dan bertaqdis dengan memuji Engkau? Jawab Allah: Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui. 3) Seseorang yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur danmengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: Sesungguhnya Aku jadikan di bumi seorang Khalifah. dan (pada ketika itu) manusia (dengan persediaan yang ada padanya) sanggup memikulnya. (Ingatlah) sesungguhnya tabiat kebanyakan manusia adalah suka melakukan kezaliman dan suka pula membuat perkara-perkara yang tidak patut dikerjakan.” (Al-Baqarah:30)[2] Di kalangan makhluk ciptaan Allah. 6) Individu yang mudah terpengaruh oleh lingkungan terutama dalam bidang sosial. 5) Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkandirinya sendiri. 4) Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernahselesai selama hidupnya.”(Al-Ahzab: 72)[3] F. maka mereka enggan memikulnya dan bimbang tidak dapat menyempurnakannya (kerana tidak ada pada mereka persediaan untuk memikulnya). . Firman Allah SWT : Artinya : “Sesungguhnya Kami telah kemukakan tanggungjawab amanah (Kami) kepada langit dan bumi serta gunung-ganang (untuk memikulnya). Hakikat ManusiaHakikat manusia adalah sebagai berikut : 1) Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untukmemenuhi kebutuhan-kebutuhannya. manusia telah dipilih oleh Allah melaksanakan tanggungjawab tersebut. membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati. Berkata Malaikat: Adakah Engkau hendak jadikan di muka bumi ini orang yang melakukan kerusakan dan menumpahkan darah.

20 . Materi Instruksi Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Negeri Umum. Manusia dalam islam memiliki peran dan fungsi yaitu sebagai khalifah serta tanggung jawab sebagai hamba Allah yang harus selalu tunduk kepadaNya dan tanggung jawab sebagai khalifah. Karena pada dasarnya semua peraturan yang Allah ciptakan untuk mengatur segala kehidupan bertujuan untuk menciptakkan kehidupan yang damai.BAB III PENUTUP A. Hamdan. dkk. tentram dan membahagiakan. 2004. menjalankan perintahNya dan menjahui segala laranganNya. dkk. Pada hakekatnya. Bangkalan: Pustaka Raja. Akan tetapi manusia juga sebagai makhluk social yang tidak di pungkiri dalam menjalankan kehidupannya pasti memerlukan bantuan orang lain. Pendidikan Agama Islam. Daftar Pustaka Mansoer. manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna di bumi dengan segala kelebihan akal. Abdurrahman. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah tentunya harus tunduk dan patuh terhadap segala peraturan Allah. Kesimpulan Manusia ialah makhluk ciptaan Allah yang luar biasa. hati nurani dan daya pikir serta memiliki kemampuan untuk mengelola segala macam karunia dari Allah di bumi ini. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Departeman Agama RI.