Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada umumnya rempah-rempah banyak sekali digunakan
sebagai bahan tambahan atau penyedap makanan dan salah
satu

contohnya

digunakan

adalah

sebagai

lada.

bahan

Rempah-rempah

dasar

produk-produk

dapat

pula

kecantikan

seperti halnya dengan kunyit. Selain digunakan sebagai bahan
tambahan makanan dan bahan dasar produk-produk kecantikan,
rempah-rempah dapat pula digunakan sebagai bahan obatobatan. Salah satu dari penggunaan rempah-rempah sebagai
bahan obat-obatan adalah jahe yang dapat digunakan sebagai
minuman penghangat tubuh.
Tanaman jahe merupakan salah satu tanaman rempahrempah yang tumbuh baik dan tersebar luas di wilayah
Indonesia. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) termasuk komoditas
yang diperdagangkan secara luas di dunia. Masyarakat Indonesia
umumnya
berbagai

telah mengenal dan memanfaatkan jahe untuk
kepentingan,

misalnya

sebagai

campuran

bahan

makanan dan minuman mulai dari tingkat tradisional sampai
tingkat modern. Adanya peningkatan kebutuhan masyarakat
terhadap jahe, maka perlu dibuat penganekaragaman produk
olahannya.
Seiring dengan semakin majunya teknologi pengolahan
pangan, maka banyak sekali kita jumpai produk-produk olahan
dari rempah-rempah. Produk rempah-rempah bisa juga kita
jumpai dalam bentuk instan. Pengolahan jahe juga dapat berupa
minuman bubuk instan. Minuman bubuk instan diartikan sebagai
produk pangan berbentuk butiran-butiran (serbuk atau tepung)
yang dalam penggunaannya mudah melarut dalam air dingin

1

atau air panas.

Jahe instan merupakan produk food yang

berbentuk serbuk, terbuat dari ekstrak jahe yang ditambah gula
dan atau rempah-rempah lain.
1 Tujuan
Praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui tahap-tahap
proses pembuatan jahe instan, bahan dan alat pembuatanya
jahe

instan

serta

mengetahui

fungsi

bahan-bahan

yang

digunakan dalam proses pembuatannya.
BAB II
BAHAN DAN METODE
2.1 Bahan Baku dan Bahan Pendukung
No
1.

Nama Bahan Baku/
Pendukung/Pengemas
Jahe

Spesifikasi Bahan Baku
Terigu protein tinggi

Tempat/
Sumber Bahan Baku
Pasar Tradisional

2.

Gula pasir

Gula pasir kemasan

Pasar Tradisional

3.

Air

Air gallon

Pasar Tradisional

4.

Susu

Susu kental manis

Pasar Tradisional

2.2. Peralatan
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nama Peralatan
Parutan
Pisau
Baskom
Kain saring
Panci
Sendok
Nampan
Talenan

Spesifikasi
Peralatan
4 buah
4 buah
2 Buah
3 Buah
2 Buah
5 Buah
5 Buah
3 Buah

Keterangan
(Lab PK JMP /
Disediakan oleh Praktikan)
Lab PK JMP
Lab PK JMP
Lab PK JMP
Lab PK JMP
Lab PK JMP
Lab PK JMP
Lab PK JMP
Lab PK JMP

2.3. Formulasi
No

Nama Bahan

Persentase
(terhadap basis
formula) (%)

Satuan

Jumlah
Satuan

1.

Jahe Segar

33%

ml

800
2

2. Air 3. Gula Pasir 67% gr 1600 3 .

4 Bagan Alir Produksi Jahe disortasi terlebih dahulu lalu ditimbang sesuai dengan formulasi Jahe dicuci dengan air sampai bersih Dilakukan pengupasan pada jahe dan dihitung rendemennya Dilakukan pencucian kedua pada jahe yang sudah dikupas Jahe diekstraksi dengan cara diparut atau diblender an pemerasan dengan ditambah air sampai diperoleh filtrat yang maksimal (ditentukan volume air Filtrat yang diperoleh didiamkan kurang lebih 10 menit 4 .

Pada saat penambahan gula pasir Metode Evaluasi Dipilih jahe yang mutu nya bagus. Periode Evaluasi Saat sortasi. Waktu yang dibutuhkan untuk mendiamkan hasil ekstraksi jahe harus di kontrol. kurang lebih selama 10 menit waktu yang dibutuhkan. Penambahan gula yang semakin banyak akan berpengaruh terhadap rasa. Pada saat ekstraksi penambahan air secukupnya saja hingga memperoleh filtrat yang maksimal. pembersihan dan pengupasan Pada saat ekstraksi jahe Pada saat pendiaman filtrat jahe Pada saat menambahkan gula pasir ke dalam filtrat jahe saat pemasakan 5 . pembersihan dan pengupasan jahe 2 Pada saat pemerasan dan pengekstraksian jahe 3 Pada saat pendiaman hasil filtrat dari ekstraksi jahe 4. Perbandingan jahe dengan gula pasir menggunakan formulasi 1:3. Pemanasan pada gula menyebabkan berubahnya warna menjadi coklat karena terjadi reaksi karamelisasi. warna dan aroma. Pada saat pembersihkan dan pengupasan jahe dari kulitnya harus besih. jahe diaduk sampai jahe tersebut terkristalisasi Jahe instan yang diperoleh dikemas dan di-sealer 5 Identifikasi Tahap Kritis Kendali Proses Produksi No 1 Tahap Kritis Pada saat sortasi.Kemudian dicampurkan filtrat dengan gula pasir dan dilakukan proses pemasakan Selama pemasakan.

No 5. Dibagian depan dari kemasan minuman susu jahe ini akan diberi label yang akan menunjukan identitas (merk. Sealing ini dilakukan supaya produk minuman susu jahe terjaga dan tidak 6 . Sifat jernih dari plastik PP dimanfaatkan agar kesegaran. Akan tetapi. Tahap Kritis Kristalisasi filtrat jahe dan gula pasir pada saat pemasakan Metode Evaluasi Semakin banyak jumlah gula sukrosa atau gula pasir yang digunakan maka terjadinya proses kristalisasi semakin cepat. jenis produk) dari produk kami. Periode Evaluasi Saat pemasakan filtrat jahe 2.6 Desain Kemasan dan Label Sari Jahe tidak akan dijual sebagai produk tunggal. Kemasan yang digunakan untuk minuman susu jahe ini adalah kemasan gelas plastik jenis PP yang berukuran 125 ml. serta warna susu dari produk minuman susu jahe dapat terlihat. kemasan akan masuk kedalam tahap sealing. sari jahe ini akan dipadukan dengan susu menjadi prodduk susu jahe. Plastik PP dipilih untuk mengemas minuman susu jahe ini karena plastik PP memiliki sifat jernih dan tahan panas. Karena produk minuman susu jahe yang akan dibuat perlu melewati tahap pasteurisasi setelah dikemas oleh karena itu diperlukan plastik PP yang tahan panas. Setelah minuman susu jahe dimasukan kedalam kemasan.

2. dan parameter yang akan diamati     selama pengamatan /penyimpanan : 2 buah Target jumlah produk yang akan dijual : 68 bungkus Harga jual : Rp 1.000/ bungkus Target konsumen dan rencana pemasaran: Mahasiswa diploma IPB Berat total : ± 20 gram / bungkus 7 .7 Target Proses Produksi   Target jumlah produk yang akan dihasilkan : 68 bungkus Kebutuhan produk untuk pengamatan.tumpah saat penyimpanan dan penjualan hingga sampai ke tangan produsen.

1 Hasil Hari ke- Gambar Keterangan 1 - Warna kuning kecoklatan Aroma kuat Penampakkan bagus 2 - Warna kuning kecoklatan Aroma kuat Penampakkan bagus 8 .BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.

jahe dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) varietas. 2005). tegak. Berdasarkan ukuran dan warna rimpangnya. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan).Hari ke- Gambar Keterangan - 3 Warna kuning kecoklatan Aroma kuat Penampakkan bagus 3. pembentukan gel dan 9 . penambah rasa. Sedangkan jahe besar dimanfaatkan sebagai bumbu masak (Matondang. Fungsi gula dalam pembuatan jahe instan adalah sebagai bahan pemanis. yaitu jahe besar (jahe gajah). Gula (sukrosa) adalah sejenis karbohidrat yang digunakan sebagai pemanis. Jenis gula yang dipakai adalah gula pasir. dapat berumur tahunan dan mampu mencapai tinggi 40-100 cm.2 Pembahasan Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat (Anonim. Jahe merah dan jahe kecil banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Jahe berfungsi sebagai bahan utama dalam pembuatan jahe instan. Sumber bahan mentah untuk pembuatan gula yaitu tebu dan bit gula. 2012). dan jahe merah (jahe sunti). Akarnya yang sering disebut rimpang berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas bagian tengahnya. dimana jahe memiliki rasa yang hangat dan pedas yaitu senyawa zingeron untuk diolah menjadi jahe instan dengan rasa yang khas. termasuk golongan herbal. jahe kecil (jahe emprit). Jahe yang digunakan pada praktikum pembuatan minuman jahe instan kali ini adalah jahe besar (jahe gajah).

76. hanya partikel murni yang akan mengkristal. banyak air yang diuapkan dan kadar air permen harus ditetapkan karena akan mempengaruhi tekstur dan umur simpan (shelf life) jahe instan. mekanismenya yaitu sukrosa yang dipanaskan akan mencair dan bercampur 10 . semua bahan pangan termasuk jahe pada dasarnya dapat dijadikan serbuk instan asalkan larutannya memiliki pH yang tidak asam. Oleh karena itu. Mekanisme gula sebagai bahan pengawet yaitu menghasilkan tekanan osmosis yang tinggi sehingga cairan sel mikroorganisme terserap keluar. Selama proses pemasakan. 1980). Kristal-kristal dapat terbentuk apabila uap dari partikel yang sedang mengalami sublimasi menjadi dingin. Pada pembuatan jahe instan. 2008). Secara umum. Selama proses kristalisasi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum yang dapat menghasilkan jahe instan yang baik sekitar 6. Air berfungsi sebagai pelarut gula untuk proses homogenisasi komponen.pengawet alami. Teknologi kristalisasi ini didasarkan pada pemanfaatan sifat gula pasir (sukrosa) yang dapat kembali membentuk kristal setelah dicairkan. Menurut Riana (2012). Pada praktikum kali ini. jahe instan adalah jahe yang berbentuk butiranbutiran (serbuk) dan dalam penggunaannya mudah melarut dalam air dingin atau air panas. Kristalisasi adalah proses pembentukan kristal padat dari suatu larutan induk yang homogen (Dennifa. Air merupakan komponen yang utama dalam proses pembentukan jahe instan. 2012). akibatnya menghambat sitoplasma menurun sehingga terjadi plasmolisis yang menyebabkan kematian sel (Winarno. terdapat dua teknologi yang dilakukan yaitu spray drying dan kristalisasi. teknologi pembuatan jahe instan dilakukan dengan menggunakan teknologi kristalisasi. Apabila pH larutan rendah (asam) maka proses kristalisasi tidak akan terbentuk. Sifat sukrosa sangat dipengaruhi oleh pH. Spray drying merupakan proses perubahan bahan dari bentuk cair menjadi partikel-partikel kering berupa serbuk atau butiran oleh suatu proses penyemprotan bahan ke dalam medium kering yang panas (Dziezak.8.

terlebih dahulu dilakukan sortasi pada jahe. Pengecilan ukuran dilakukan dengan 11 . Tahap-tahap dalam pembuatan jahe instan yaitu : 1. Penghancuran dan penyaringan Penghancuran bertujuan untuk mengeluarkan sari buah dari ampas atau serat buah. Bahan kemasan yang dapat digunakan antara lain kaleng atau drum atau laminat logam (alufo).1982). sedangkan jahe kering tidak mengalami perubahan yang berarti (Koswara. atau air yang mengandung klor atau detergen (Frazier dan Westhoff. Ketika air menguap. Pengemasan Pengemasan bubuk jahe sebaiknya dilakukan dengan menggunakan wadah yang kedap terhadap uap air dan gas oleh bahan atau hilangnya komponen volatil. 1979). Sebagai perbandingan. lalu dicuci dengan air bersih. Oleh sebab itu buah yang telah dihancurkan dengan menggunakan blender dan disaring menggunakan kain saring (Satuhu. 2. 1995). Penghancuran dilakukan dengan menggunakan blender atau parutan dengan penambahan air. Pada praktikum kali ini digunakan jahe gajah sebagai bahan baku utamanya. 2012). 1991). Sortasi Sebelum dilakukan pengolahan jahe instan. tergantung dari tinggi rendahnya aroma buah (Astawan dan Astawan. maka sukrosa tersebut akan terbentuk kembali menjadi butiran-butiran padat (Dennifa. Adapun tujuan dari ekstraksi sari buah ini adalah untuk mengambil sari atau cairan dari dalam buah yang akan diteliti. Pengeringan Pengeringan merupakan suatu metode untuk menghilangkan sebagian dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan bantuan energi matahari atau energi panas lainnya (Earle. Perbandingan daging buah : air adalah 1 : 2. 4. Sortasi dilakukan dengan memilih rimpang jahe yang cukup tua. Pada Proses ekstraksi pada jahe dilakukan untuk untuk mengeluarkan sari jahe dari ampas atau serat jahe. masih segar dan tidak rusak. 3.dengan bahan lainnya. bubuk jahe yang disimpan selama 6 bulan dalam kantong plastik mengalami kehilangan volatile sebanyak 50%. 1996). sedangkan penyaringan bertujuan untuk memisahkan ampas dari sari buah.

Suhu pada saat granula pati pecah disebut suhu gelatinisasi yang dapat dilakukan dengan penambahan air panas (Winarno. Sari jahe inilah yang memberikan warna pada serbuk jahe. Kristalisasi yang terjadi pada pembuatan jahe berfungsi untuk menguapkan air dari pemurnian. Selain serbuk jahe. 2008). Granula hanya mengandung amilopektin. dilakukan proses pengecilan ukuran pada jahe dengan cara penghancuran. Ekstrak jahe yang didapat kemudian disaring untuk mendapatkan sari jahe. Ketika granula mengembang. Setelah proses pengkristalan selesai. Jahe kuning kecil memiliki warna 12 . Pada proses gelatinisasi. Gelatinisasi adalah perubahan granula pati akibat pemanasan yang terusmenerus dalam waktu lama sehingga granula pati membengkak luar biasa dan pecah sehingga tidak dapat kembali ke bentuk semula. dan terperangkap dalam matriks amilosa membentuk gel. Pada proses pemasakan filtrat dengan gula pasir. Setelah itu dilakukan pemerasan dan penambahan air sebanyak dua kali untuk mendapatkan sari jahe . Selain itu. Hal ini dilakukan agar diperoleh jahe dengan bentuk serbuk. Sedangkan reaksi karamelisasi merupakan proses pencoklatan non enzimatis yang disebabkan dalam pemanasan gula yang melampaui titik leburnya. amilosa akan keluar dari granula. rusak. Hal ini disebabkan pati jahe bersifat mencegah pembentukan kristalisasi gula. dalam proses pemasakan sebaiknya digunakan api kecil atau sedang agar produk dapat mengkristal dan tidak berwarna cokelat. ikatan hidrogen yang mengatur integritas struktur granula pati akan melemah. Terdapatnya gugus hidroksil yang bebas akan menyerap molekul air sehingga terjadi pembengkakan granula pati.menggunakan parutan. Apabila terdapat pati jahe yang masih tertinggal pada sari jahe. maka akan terjadi proses gelatinisasi dan mempercepat terjadinya reaksi karamelisasi pada gula. jahe instan juga diuji secara hedonik dengan cara menyeduh serbuk jahe dengan air panas menjadi jahe seduh. Warna serbuk jahe terbentuk dari hasil ekstrak jahe. sari jahe pun didiamkan selama 10 menit untuk memisahkan jahe dengan pati jahe. Selama proses pemasakan perlu dilakukan pengadukan agar panasnya dapat merata serta untuk mencegah kegosongan.

Proses ini dimulai ketika gula mengalamai dehidrasi dan berakhir dengan pembentukan polimer molekul-molekul besar yang terdiri atas tatanan sejumlah molekul kecil. Komposisi kimia rimpang jahe menentukan tinggi rendahnya nilai aroma dan pedasnya rimpang jahe. Menurut Rismunandar (1988) rimpang jahe mengandung minyak atsiri yang berada di bagian sel-sel dagingnya. Pemanasan yang terlalu lama juga dapat mengakibatkan perubahan warna permen jahe akibat terjadinya karamelisasi (Winarno. Reaksi karamelisasi merupakan proses pencoklatan non enzimatis yang disebabkan pemanasan gula yang melampaui titik leburnya. Apabila pemanasan yang dilakukan terlalu lama atau dengan api yang terlalu besar. Pada saat terjadi proses pemasakan. Menurut Robert (2006). Sifat khas 13 . Pada proses pemasakan perlu dilakukan pengadukan agar panasnya dapat merata serta untuk mencegah kegosongan. sebagian pati akan terurai menjadi gula bebas sehingga dapat mempercepat terjadinya proses karamelisasi (Robert 2006). Pemanasan yang terlalu lama juga dapat mengakibatkan perubahan warna permen jahe akibat terjadinya karamelisasi (Winarno. Kegosongan atau timbulnya warna coklat pada jahe juga dapat dicegah dengan pemakaian api kecil pada saat melakukan proses pemasakan. maka gula akan terurai menjadi uap air dan karbon yang berwarna hitam sehingga menimbulkan warna gelap pada jahe (Robert 2006). Kegosongan atau timbulnya warna coklat pada jahe juga dapat dicegah dengan pemakaian api kecil pada saat melakukan proses pemasakan. Karamelisasi mencakup serangkaian reaksi kimia kompleks. Apabila pemanasan yang dilakukan terlalu lama atau dengan api yang terlalu besar. maka gula akan terurai menjadi uap air dan karbon yang berwarna hitam sehingga menimbulkan warna gelap pada jahe (Robert 2006).kekuningan dimana jahe merupakan bahan utama dengan konsentrasi tertinggi dari jahe instan. 2008). Adanya pati jahe dapat mempengaruhi dan mempercepat terjadinya reaksi karamelisasi. Selain itu timbulnya warna cokelat pada jahe instan juga dipengaruhi perlakuan praktikan saat pemasakan. sebagian molekul besar ini mendatangkan rasa pahit dan warna cokelat. 2008). Selama proses pemasakan perlu dilakukan pengadukan agar panasnya dapat merata serta untuk mencegah kegosongan.

fenol. molekulnya yang besar dan gugus karbonil yang polar pada rantainya membuat molekul zingeron saling tarik menarik secara kuat. aroma dan warna yang tetap sama yakni warna kuning kecoklatan. indeks bias 1. sedangkan oleoresin menyebabkan pedas (Mayuni. Senyawa ini memiliki titik didih 35 oC pada tekanan 14 mm. Selain zingeron. Selain itu. dan putaran optik -37 o38‟ pada suhu 20oC (Hecklman et. sitral dan metil hetenon (Hernani dan Monoharjo di dalam Wulandari 2010). Pengecilan ukuran menyebabkan terkonyaknya kelenjar-kelenjar minyak dalam rimpang selama proses pengecilan sehingga menyebabkan penguapan senyawa volatil dan ini berakibat menguapnya juga senyawa zingiberene. Minyak atsiri jahe merupakan cairan yang berwarna kuning coklat hingga kemerahan-merahan. Hai ini menyebabkan zingeron tidak mudah menguap sehingga bau zingeron pada jahe ini tidak kuat. shogaol).4956.) Rasa jahe seduh disebabkan oleh kandungan dari jahe itu sendiri. Hasil pengamatan pada hari pertama.al. aroma kuat dan penampakkan yang bagus.8684 pada suhu 20oC. Namun ekor hidrokarbonnya memberikan rasa pada jahe ketika senyawa ini kontak dengan reseptornya (indra perasa). di dalam Wulandari 2010. hal ini disebabkan karena zat warna pada jahe lebih dominan dari warna yang lain. Warna dari jahe instan berwarna kuning kecoklatan. Menurut Tama (2011). Zingiberene merupakan salah satu komponen utama penyusun aroma minyak atsiri jahe. zingiberol. juga ada senyawa oleoresin (gingerol.jahe disebabkan oleh minyak atsiri dan oleoresin. Rasa hangat dan pedas pada disebabkan oleh kandungan senyawa keton bernama zingeron. mempunyai rasa getir. berbau wangi khas tanaman jahe. lanalool. mudah menguap pada suhu kamar. asetat. Pada tahap pengeringan terjadi dekomposisi senyawa aroma yang mengakibatkan kandungan zingiberene dalam minyak atsiri berkurang. kedua dan ketiga menunjukkan rasa. larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. Berat Jenis 0. senyawa paradol yang turut menyumbang rasa pedas ini. berat jenis lebih kecil dari berat jenis air. Beberapa komponen kimia utama penyusun minyak atsiri jahe adalah zingiberene. 2006). Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri. 14 . minyak atsiri merupakan senyawa volatil sehingga selama proses pengeringan telah terjadi kehilangan atau pengurangan terhadap komponen penyusun aroma.

Selain itu. semakin meningkatnya suhu pemanasan. sedangkan oleoresin menyebabkan rasa pedas (Mayuni. Keawetan dari jahe instant salah satu nya dipengaruhi oleh kadar air. Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri.sehingga warna minuman jahe khas seperti warna kuning jahe. Menurunnya jumlah kadar air disebabkan karena dengan semakin tingginya suhu pemanasan akan semakin banyak molekul air yang menguap dari filtrat jahe yang dikeringkan. kadar airnya cenderung menurun. 15 . 2006). Selama proses pemasakan. sehingga dapat memperpanjang umur simpan jahe instan. banyak air yang diuapkan dan kadar air harus ditetapkan karena akan mempengaruhi tekstur dan umur simpan (shelf life) dari jahe instan.

alat yang digunakan juga cukup sederhana. dan kadar air yang digunakan serta proses ekstraksi. Bahan-bahan yang dipilih sebaiknya bahan yang bermutu baik. kadar gula pasir. karena keduanya dapat mempengaruhi warna.1 Kesimpulan Dari hasil praktikum tentang pengolahan jahe instant kali ini dapat disimpulkan bahwa bahan yang digunakan dalam proses pembuatan jahe instant adalah jahe. rasa. 16 . Pada saat proses pemanasan dan pengadukan harus lebih diperhatikan lagi. pisau.2 Saran Pada praktikum jahe instan kali ini mahasiswa diharapkan mengikuti prosedur kerja dengan benar. gula dan air. Kombinasi umur jahe. talenan dan wajan. sendok. Prinsip dari pengolahan jahe instan. yaitu pemanasan filtrat jahe yang telah dipisahkan dengan patinya dan penambahan gula pasir dengan perbandingan yang ditetapkan hingga filtrat jahe membentuk kristal dengan pengadukan yang cepat dan adanya gula pasir.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. kain saring. pendiaman. aroma. Sebaiknya dilakukan pengadukan cepat saat akan mencapai akhir pemanasan. jenis jahe. panci. 4. Dengan pengadukan yang cepat akan menghasilkan serbuk jahe instan dengan tekstur yang lebih halus dan tidak menggumpal. baskom. dan tekstur akhir serbuk jahe instan. diantaranya adalah parutan. supaya produk jahe instan yang dihasilkan sesuai yang diharapkan. karena mutu awal merupakan penentu dari mutu produk akhir yang dihasilkan. pengadukan dan pemanasan akan memberikan pengaruh terhadap hasil produk akhir jahe instan yang akan dihasilkan. Alat.

1 Personalia No 1 Tugas Ketua Tim 2 PPIC 3 Manajer Produksi a Staf Persiapan Bahan 4 b Staf Pemotongan c Staf Pemasakan d Staf Pengisian dan Penutupan Kemasan e Staf Pasteurisasi Manajer QC a Staf Pengujian pH b 6 Staf kendali suhu dan waktu proses Manajer Pemasaran Deskripsi Tugas Bertanggung jawab dan mengontrol semua kegiatan produksi Pengadaan Bahan dan Peralatan Nama Meidina Hutamy NIM J3E214138 Dita Agustiah Feby Riyandini J3E114076 J3E214121 Melakukan persiapan bahan yang akan digunakan Melakukan pengecilan ukuran pada jelly Melakukan proses pembuatan produk Melakukan pengisian serta pengemasan produk Melakukan pasteurisasi pada produk jadi Respon Harefa J3E414140 Alfina Syaikani Singgih Prasetyo Dania Syamsunita Citra Oktarina Tiara Halwa Tsani Wulan Anastasia J3E114047 J3E1140 Melakukan pengukuran pH pada saat pembuatan serta sebelum pengemasan Melakukan pengendalian suhu dan waktu proses produksi Melakukan penjualan produk Lisdiani Nurul J3E114053 Riyana Hermawati J3E114034 J3E214099 J3E114065 J3E214125 J3E113088 Yunin Lena Kemala Putri 17 .BAB V PERSONALIA DAN ANGGARAN 5.

2 Rencana Anggaran dan Biaya No 1 Bahan/Alat / Kemasan Jahe 2 Gula pasir 3 4 Air Susu 5 Botol 6 Stiker 10 Parutan 11 Pisau 12 Panci 13 Talenan 14 baskom 17 Sealer Spesifikasi Jahe paris (emprit) Gula pasir kemasan Air gallon Susu kental manis Botol plastic PP Stiker untuk kemasan Untuk memarut jahe Untuk memotong jahe Panci untuk merebus jahe Unutk alas memotong jahe Untuk menyimpan jahe yang sudah di parut Sealer untuk perekat kemasan cup Jum -lah 1 Satu-an kg Pengadaan Mhs JMP √ Harga satuan (Rp) 16000 √ 15000 √ √ 8000 1 1 Galon kaleng 25 buah 25 pcs 4 buah √ - 4 buah √ - 2 buah √ - 3 buah √ - 4 buah √ - 1 buah √ - √ √ 15000 TOTAL Rp.5. 56.000 18 .

000 Penjualan 68 bungkus yang terjual Harga per buah : Rp 1000.3 Hasil biaya pengeluaran dan penjualan Jahe Instan Pengeluaran Jahe = Rp.000 Air = Rp. 15.00 Rincian : 68 buah x Rp 1.5. 11.000. 7.000.000.000 Keuntungan Penjualan – Modal = Rp.00 – 57.00 19 . 68. 20.000.000 Stiker = Rp.00 = Rp.000 + Total = Rp 57.000 Gula = Rp. 5.00 = Rp 68.

2010. Frazier dan Westhoff. 2006. Winarno. Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Zingiber officinale L. 2012.lagalus.com [26 Desember 2015] Earle. 1985. Kristalisasi. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 20 .W.blogspot. 2012. Robert.com [27 Desember 2015] Astawan. Food Dennifa. Jahe. and capsulation ingredients. Karakteristik Minyak Atsiri Beberapa Varietas Jahe (Zingiber officinale). Penelitian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian.L. Jakarta. Surakarta: Fakultas Teknologi Pertanian. Penebar Swadaya. Akademi Pressido. 1980. Bandung: Sinar Baru. 1982..DAFTAR PUSTAKA Anonim. S. 2006.blogspot. New York: Tata Mc. 1991. Kandungan Kimia Jahe. http://rianayetmi14.wordpress. Kalau Einsten jadi Koki. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Satuhu. Nasution. Jakarta: Bhatara Karya Aksara Tama.Graw-Hill Koswara. Pustaka Sinar Harapan. Food Microbiology. 2005. http://www. Rempah-Rempah Komoditi Ekspor Indonesia. Penanganan dan Pengolahan Buah. M dan M. I.. R. Satuan Operasi dalam Pengolahan Pangan. Mayuni. Teknologi dan Analisis Minyak Atsiri. http://logku. Terjemahan Z. Sastra Hudaya. Jakarta. Padang: Andalas university Press Matondang.. http://dennifa. 1996. Jakarta Dziezak. Jakarta. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tumbuhan Obat UNAS Riana. 1988. Laporan Jahe Instan.com [27 Desember 2015] Wulandari. Soekarto.com [27 Desember 2015] Rismunandar. S. Y. Astawan. 1978. 2008. 18 (4) : 138. 2011. Jahe dan Hasil Olahannya. Teknologi Pengolahan Pangan Nabati Tepat Guna. Microencapsulation Technology. 2012. 1995.