Anda di halaman 1dari 54

FISIOLOGI

CAIRAN TUBUH

Stabilitas volume & komposisi 
homeostasis


Sistem kontrol

1. volume cairan tubuh
2. konstituen cairan tubuh
3. pertukaran kompartemen ekstrasel intrasel
4. keseimbangan asam dan basa

A. Volume cairan tubuh
Intake dan output harus
seimbang !!!

Intake:
- masuk melalui mulut
- sintesis: metabolisme t.u. oksidasi karbohidrat

Output:
- tidak disadari: - kulit
- paru
- keringat
- feses
- urin

Intake dan Output Cairan
(ml/hari)
Prolonged
Normal

Heavy
Exercise

Intake:
- fluids ingested
- from metabolism

Total intake

2100
200

?
200

350
350
100
100
1400

350
650
5000
100
500

2300

?

Output:
- insensible – skin
- insensible – lungs
- sweat
- feces
- urine

Total output

2300

6600

Kompartemen cairan tubuh:
Cairan tubuh - total: 60% BB
- variasi: umur, sex, obesitas

Cairan intrasel
sel

: 28 L (40% BB)  75 triliun

Cairan ekstrasel : 14 L (20% BB)
- cairan intersisial: 11 L
- plasma: 3 L

Hubungan melalui kapiler

Cairan transel
:1–2L
-cairan sinovial, peritoneal, perikardial, intraokuler
- cairan serebrospinal

cairan intraseluler : eritrosit (40%)   Hematokrit:  konsentrasi eritrosit .cairan ekstraseluler : plasma (60%) .Darah: 8% BB / 5 liter .

Urin el INTAKE .Feses Ekstras .Mulut metabolisme Plasma 3L Highly permeable except proteins Membran kapiler Cairan intersisial Limfati k 11 L 14 L Membran sel Cairan intrasel 28 L Highly permeable only to water .OUTPU T .Kulit .Paru Keringat Cairan .

K & PO4 . PO4. Cl.Ca (-)  protein: 4 x protein plasma . Konstituen Cairan Tubuh:  Komposisi cairan ekstrasel:  ion: plasma ~ c. SO4 – Na. Cl. intersisial: . HCO3 . HCO3 .B.Mg. Mg. Ca. SO4.Na. Intersisial  Efek Donan  Komposisi cairan intrasel:  ion: .K. ion-ion asam organik  protein: plasma 6 x c.

C. Pertukaran Cairan 1. Melalui membran kapiler: Highly permeable except proteins  osmosis air Pc if Pif p : : : : Tekanan Tekanan Tekanan Tekanan Pc p Pif if kapiler koloid osmotik cairan intersisial cairan intersisial koloid osmotik plasma .

Melalui membran sel: Highly permeable only to water  Osmosis air Isotonis: Tetap Hipotonis: Membengkak Hipertonis: Mengkerut .2.

volume intrasel  3.Efek infus larutan ke cairan tubuh 1. Larutan hipertonik  osmolaritas ekstrasel   difusi air intrasel ke ekstrasel  volume ekstra sel   (lebih besar dari jumlah yang diinfuskan). volume intrasel . Larutan isotonik  osmolaritas tidak berubah 2. Larutan hipotonik  osmolaritas ekstrasel   difusi air dari ekstrasel ke intrasel  volume ekstrasel .

Rasa haus .appetite mechanism . ± 2 – 3%) .Salt .Osmoreseptor .Kontrol Osmolaritas Cairan Ekstrasel  Konsentrasi Na plasma: 142 mEq/L  Dikontrol ketat (Variasi max.ADH feedback mechanism (ADH dilepaskan dari hipofise posterior) .Peran ginjal: volume & kepekatan urin regulasi ekskresi Na dan air .

Pengendalian Haus  Haus  Haus Osmolalitas  Osmolalitas  Volume darah  Volume darah  Tekanan darah  Kekeringan mulut Tekanan darah  Distensi gaster .

appetite mechanism .volume / tekanan darah  .refleks sirkulasi .neuronal: .Salt .konsentrasi Na ekstrasel  .intake harian > kebutuhan (100-200 mEq/hari vs 10-20 mEq/hari) .stimuli: .

Ф < 20  .MIKROSIRKULASI Capillary bed  Arteriola:  Metarteriola: .> arteriola .lapisan muskular .lapisan muskular (lebih lemah) .selapis sel endotel .serat otot intermiten  Sfingter prekapiler  Kapiler:  Venula: -Ф4-9 .(arteriola terminal) .tekanan > venula .

MIKROSIRKULASI .

< molekul  albumin) bervariasi (tergantung fungsi) ‫ ٭‬otak: tight junction: blood-brain barrier ‫ ٭‬hati: lebih lebar ‫ ٭‬glomerolus: fenestra (oval window) .Struktur Dinding Kapiler:  selapis sel endotel  basement membran  porus: celah interseluler (60 – 70 A.

Struktur Dinding Kapiler: .

Aliran Darah Kapiler: vasomotion: aliran intermiten   o.asam lemak . riboflavin): beri-beri vitamin ini diperlukan dalam mekanisme posforilasi . niasin. kontraksi metarteriola dan sfingter prekapiler dipengaruhi oleh .konsentrasi O2 jaringan .defisiensi vit.kadar nutrien: .k.glukosa . B (tiamin.asam amino .

Lipid-soluble : melalui membran sel .Water-soluble : melalui porus tergantung ukuran molekul .Pertukaran cairan dan solut antara darah dan cairan intersisial:  Difusi: .Perbedaan konsentrasi menentukan arah difusi .

filamen proteoglikan dan cairan yang terperangkap di antaranya .Intersisium:  Gel jaringan: .kecepatan difusi 95 – 99% free fluid  “Free fluid” (< 1%): seperti vesikel kecil .

Protein plasma dan intersisial:  Menimbulkan tekanan koloid osmotik  Menimbulkan pergerakan cairan antara plasma kapiler dan cairan intersisial   Menentukan volume cairan plasma dan intersisial   Peran sistem limfatik untuk membawa protein yang bocor ke dalam intersisial .

Pertukaran cairan melalui membran kapiler: Kekuatan yang menentukan gerakan cairan melalui membran kapiler: p Pc Pif Pc if Pif p if : Tekanan kapiler (30 -17.10 mmHg ) ujung arteri s/d ujung vena : Tekanan koloid osmotik cairan intersisial (8 mmHg) : Tekanan cairan intersisial (-3 mmHg) : Tekanan koloid osmotik plasma (28 mmHg) .3 .

Di tengah kapiler: relatif seimbang . Di ujung vena: reabsorpsi 3.Pertukaran cairan melalui membran kapiler: 1. Di ujung arteri: filtrasi 2.

Kekuatan yang mendorong cairan keluar kapiler tekanan kapiler 30 mmHg tekanan intersisial yang negatif 3 mmHg tekanan koloid osmotik intersisial 8 mmHg Total 41 mmHg .Kekuatan yang mendorong cairan masuk kapiler tekanan koloid osmotik plasma 28 mmHg . Di ujung arteri: filtrasi .1.

Kekuatan yang mendorong cairan keluar kapiler tekanan kapiler 10 mmHg tekanan intersisial yang negatif 3 mmHg tekanan koloid osmotik intersisial 8 mmHg Total 21 mmHg . Di ujung vena: reabsorpsi .Kekuatan yang mendorong cairan masuk kapiler tekanan koloid osmotik plasma 28 mmHg .2.

0 mmHg tekanan koloid osmotik intersisial 8.3 mmHg tekanan intersisial yang negatif 3.3 mmHg .0 mmHg Total 28. Di pertengahan kapiler: keseimbangan Starling .Kekuatan yang mendorong cairan masuk kapiler tekanan koloid osmotik plasma 28 .3.Kekuatan yang mendorong cairan keluar kapiler tekanan kapiler 17.

3 = 6.67 ml/menit Ini yang disebut koefisien filtrasi Koefisien filtrasi jaringan rata-rata : .3 mmHg  Filtrasi: ± 2ml/menit Jadi bila imbalans 1 mmHg akan menyebabkan filtrasi sebanyak: 2ml : 0.Koefisien filtrasi: Kekuatan akhir di kapiler sedikit mendorong cairan ke luar kapiler dengan kekuatan 0.

permeabelitas membran sel meningkat  Edema ekstraseluler yang disebabkan oleh: .Edema  Edema intraseluler yang disebabkan oleh: .‘Low compliance’ intersisial  tekanannya negatif .pompa ionik membran sel tidak berfungsi .gangguan aliran limfatik Safety factor yang mencegah edema: .masuknya cairan plasma ke dalam ruang intersisial .

CAIRAN GETAH BENING (SISTEM LIMFATIK)  Jalan penting cairan dari ruang intersisial ke dalam darah  Paling penting: limfatik dapat membawa protein dan partikel besar ke luar dari ruang intersisial ke dalam darah    Protein tidak menumpuk di dalam ruang intersisial .

Saluran limfe:  Di seluruh tubuh. kecuali:       - bagian superfisial kulit s. syaraf tepi bagian dalam endomisium otot & tulang Di 4 bagian di atas ada saluran halus prelimfatik di dalam ruang intersisial yang mengalir ke dalam pembuluh limfatik atau ke LCS  darah Saluran limfatik dari tubuh bagian bawah  duktus torasikus  hubungan vena jugularis interna kiri dan vena subclavia kiri . syaraf pusat s.

Saluran limfe:    Saluran limfatik dari tubuh atas kiri  duktus torasikus Saluran limfatik dari tubuh atas kanan  duktus limfatikus kanan  hubungan vena jugularis interna kanan dan vena subclavia kanan Valvula di kapiler limfatik terminal  vena .

KAPILER LIMFATIK    Mempunyai struktur yang khusus Terdapat filamen penambat yang melekatkan sel endotel kapiler ke jaringan penyambung sekitarnya 1/10 dari cairan yang berasal dari jaringan interstisium masuk ke kapiler limfatik .

.

Kelenjar Getah Bening: Daerah leher Ketiak Abdomen Inguinal .

.

getah .konsentrasi lemak: ± 1 – 2 % sesudah makan lemak  Juga mengandung partikel besar yang berasal dari ruang intersisial. sehingga di dalam getah bening duktus torasikus .konsentrasi protein: ± 3 – 5 gram/dl .Pembentukan Getah Bening:  Berasal dari cairan intersisial yang mengalir ke dalam limfatik  Konsentrasi solut misal protein = cairan intersisial asalnya  2/3 getah bening berasal dari hepar dan usus. misal bakteri  kel.

Aliran getah bening di mesenterium .

Kecepatan Aliran Limfatik:     Aliran di dalam duktus torasikus: ± 100 ml/jam Aliran di dalam duktus limfatikus: ± 20 ml/jam Total ± 120 ml/jam atau 2 – 3 L/hari Dipengaruhi oleh:  tekanan cairan intersisial: - tekanan kapiler tekanan koloid osmotik plasma konsentrasi protein intersisial permeabelitas kapiler - valvula (katup) faktor intrinsik (otot dinding pembuluh) kompresi intermiten eksternal pompa kapiler limfatik  aktivitas pompa limfatik: .

Peran limfatik untuk fungsi pengaturan:    Konsentrasi protein intersisial Volume cairan intersisial Tekanan cairan intersisial Konsentrasi protein intersisial   tekanan koloid osmotik intersisial   volume cairan intersisial   tekanan cairan intersisial   Aliran limfatik  .

ventrikel otak .ruang subarakhnoid di sekitar otak dan medula  Tekanan CSS diatur agar tetap konstan .CAIRAN SEREBRO-SPINAL (CSS) LIQUOR CEREBRO-SPINAL (LCS)  Volume ruang : 1600 – 1700 ml CSS : 150 ml Otak dan medula : sisanya  CSS terletak di ruang yang saling berhubungan  aliran: .sisterna di sekitar otak .

Fungsi CSS:  Bantalan (cushioning)  Gravitasi CSS hampir sama dengan otak  otak mengapung di CSS  Countercoup .

sekresi permukaan ependimal ventrikel dan membran arakhnoid .otak. 2/3 nya dari sekresi pleksus khoroid di empat ventrikel terutama 2 ventrikel lateral .Pembentukan CSS  Kecepatan pembentukan 500 ml/hari (3 – 4 x volume total normal)  Berasal dari: . melalui ruang perivaskular .

foramen Luschka (dua di lateral) .Aliran CSS:  Saluran utama: dari pleksus khoroid ‫ ٭‬sekresi ventrikel lateral dan ventrikel III  aquaducktus Sylvii  ventrikel IV ditambah sekresi ventrikel IV  keluar dari ventrikel IV melalui: .foramen Magendi (midline)  Sisterna magna yang terletak di belakang MO dan di bawah serebelum dan berlanjut dengan ruang subarakhnoid yang mengitari otak dan medula spinalis  Hampir semua CSS dari sisterna magna  ruang subarakhnoid di sekitar serebrum  diabsorpsi oleh villi arakhnoid pada sinus venosus sagitalis dan sinus venosus .

 tekanan osmotik   osmosis air  Transport sejumlah kecil glukosa ke dalam CSS  Transport ion K & bikarbonat ke dalam kapiler  .Konsentrasi ion Na & Cl > plasma (15%) .Konsentrasi ion K < plasma (40%)  .Sekresi oleh pleksus khoroid:  Pleksus khoroid berdinding tipis Sekresi oleh pleksus khoroid tergantung pada: transport aktif Na+ melalui sel epitelnya  Na+ menarik Cl .

bakteri .mengembalikan protein ke dalam darah  villi arakhnoid .membersihkan materi besar lain seperti: .Ruang perivaskular:  Terletak antara piamater dan pembuluh darah  Tidak ada di kapiler  Mempunyai fungsi limfatik  .

Tekanan CSS:  Posisi horizontal: 130 mmH2O (10 mmHg)  Diatur oleh absorpsi villi arakhnoid Villi berfungsi seperti katup Bila tekanan CSS  1.communicating .5 mmHg villi mulai berfungsi  absorpsi cairan Pada keadaan patologis:  tekanan CSS     - tumor otak: kecepatan absorpsi  hemoragia infeksi hidrosefalus: .non-communicating .

atresia aquaductus Sylvii  Communicating: .Non-communicating: .blockage aliran di dalam ruang subarakhnoid .blockage villi arakhnoid  CSS terkumpul di dalam ventrikel dan juga di luar otak  tekanan   .

agar tekanan CSS spinal = tekanan CSS kranial Insersi jarum spinal di daerah lumbal di bawah ujung bawah medula spinalis Hubungkan dengan tabung kaca CSS spinal masuk ke dalam tabung kaca Lihat angka ketinggiannya: .Pengukuran tekanan CSS:      Subjek berbaring pada satu sisi.6= 10 mmHg .Bila naik sampai 136 mm di atas level jarum  tekanan CSS adalah 136 mm-air atau 136:13.

CO2.kelenjar pineal . K  Tidak permeabel terhadap protein plasma dan molekul besar organik yang tidak larut dalam lemak  Terdapat di semua bagian otak kecuali: . seperti Na. O2.area postrema .Barrier: .Darah – CSS dan Darah – Otak  Tight-junction  Sangat permeabel terhadap air.hipotalamus . bahan larut dalam lemak  Sedikit permeabel terhadap elektrolit. Cl.

Difusi antara CSS dan cairan intersisial otak:  Permukaan ventrikel dilapisi epitel kuboid tipis yang disebut ependima  CSS dipisahkan dengan jaringan otak oleh piamater  Ependima dan piamater permeabel  hampir semua bahan yang masuk ke dalam CSS dapat berdifusi ke dalam cairan intersisial termasuk obat .

Edema otak:  Penyebab: ‫ ٭‬tekanan kapiler : penyebab tersering: .tekanan darah serebral mendadak  .trauma ‫ ٭‬kerusakan dinding kapiler .

mengeluarkan CSS dari ventrikel lateral dengan cara punksi ventrikel .Edema otak:  Lingkaran setan pada edema: .edema menekan vaskulatur  aliran darah   iskemia  vasodilatasi arteriola  tekanan kapiler   edema  . misal larutan pekat manitol .aliran darah   penglepasan O2   permeabelitas kapiler   Terapi: .infus cairan hipertonik.

Terima Kasih .