Anda di halaman 1dari 16

TUGAS MAKALAH KONSEP KEBIDANAN

“KEBIDANAN SEBAGAI PROFESI”

DISUSUN OLEH :
1; PENY ARIANI
2; BAIQ RICCA AFRIDA
3; FITRIA SYUKRI
4; RULLY FATRIANI
5; INKE MALAHAYATI
6; LENNY NAINGGOLAN

: 1220342001
: 1220342002
: 1220342013
: 1220342028
: 1220342046
: 1220342048

FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI ILMU KEBIDANAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2012

Penulisan makalah ini penulis yakin masih banyak kekurangan sehingga sangat penulis harapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan isi dan kualiatas makalah ini. Ulvi Maryati. September 2012 Penulis .Kes. program pasca sarjana kebidanan Universitas andalas padang. atas limpahan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah konsep kebidanan dengan judul “Kebidanan sebagai profesi”.KATA PENGANTAR Alhamdulilahirobilalamin.S.Kp. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah konsep kebidanan yang di ampu oleh ibu Hj. definisi profesi dan kebidanan sebagai profesi. Dalam makalah ini dibahas tentang definisi bidan. Padang .M. Segala puji penulis panjatkan kepada Allah SWT.kami berharap makalah ini dapat dijadikan sumber informasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan khususnya bidan.

......................................................................................................... 13 DAFTAR PUSTAKA ............................................................... 2 3.................. Kewajiban Bidan terhadap Profesinya........................ Bidan sebagai profesi ............... Jabatan Profesional...................... 3 2................................ Latar belakang ............................... Definisi bidan ................................................................................................. 7 6................................................ 2 2....................................... 11 BAB III PENUTUP A........................................................... 1 B............................................................................................................................................ Perilaku Profesional Bidan..............DAFTAR ISI Halaman judul Kata pengantar Daftar isi BAB I PENDAHULUAN A........... Persyaratan keprofesionalan Bidan............................................................ Peraturan dan perundangan yang mendukung keberadaan profesi bidan dan organisasi bidan ....... Kesimpulan. 1464/MENKES/PER/X/2010............................................ 6 5............................................................... Bidan Sebagai Profesi................ 2 B.......... International Confederation Of Midwife............... Permasalahan yang dihadapi saat ini ................ 3 1.... Ciri-Ciri Jenis Pekerjaan Professional ......................................................................................................................................................................... Menurut Permenkes No.................................................................................................................................................. 10 9.................................. 9 8........... Dalam bahasa inggris.................. Definisi profesi .................................. Ciri Profesi Bidan ........................ 12 B...................................................................... Upaya Yang Dilakukan Untuk Mencapai Bidan Yang Professional.................................................................................................... Menurut WHO .......................................................................................................................... 10 E.... 3 D......................................................... Tujuan .................................................. 2 1........... 5 4.................................................................. Saran...................... 1 BAB II PEMBAHASAN A.. 7 7...................................... 2 C................................................................................ 2 4............ Definisi Kebidanan................... 4 3..........

Mempunyai sistem pelayanan. membesarkan hati. mendampingi serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Untuk melaksanakan tugasnya sebagai profesi. Untuk itu makalah ini dibuat agar bidan mempunyai pemahaman yang integral berkaitan dengan profesinya. Profesi bidan merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan khusus dalam beberapa bidang ilmu.1 LATAR BELAKANG Sejarah kebidanan menunjukkan bahwa bidan merupakan salah satu profesi tertua di dunia yang diakui secara nasional dan internasional. 1. dan etika kebidanan dalam melaksanakan atau mengerjakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya secara profesional. Profesi ini telah mendudukkan peran dan posisi seorang bidan menjadi terhormat di masyarakat karena tugas yang diembannya sangat mulia dalam upaya memberikan semangat. melaksanakan cara-cara dan peraturan yang telah disepakati oleh anggota profesi dalam hal ini Ikatan Bidan Indonesia (IBI). kode etik. Namun demikian sebagai salah satu tenaga profesi dalam kesehatan. bidan masih terperangkap dalam paradigma lama yang pada akhirnya menghambat kemajuan profesinya. bidan harus melalui pendidikan formal. Bidan lahir sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu-ibu yang melahirkan.BAB I PENDAHULUAN 1. Sejak adanya peradaban manusia.2 TUJUAN Mensosialisasikan kembali keberadaan bidan sebagai profesi dan perannya dalam menghadapi perubahan paradigma kebidanan BAB II PEMBAHASAN .

cum-mater (Bidan) bearti ”berkaitan dengan wanita”. Dalam bahasa Perancis. Menurut Permenkes No. dimana ia ditempatkan dan telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan memperoleh izin melaksanakan praktek kebidanan. yang diakui di Negara tempatnya berada. 1.sedangkan dalam bahasa latin. 4. B.A. Dalam bahasa inggris Midwife (Bidan) berarti “with woman”(bersama wanita. berhasil menjalankan program studinya di bidang kebidanan dan memenuhi kualifikasi yang diperlukan untuk dapat terdaftar dan atau izin resmi untuk melakukan praktek kebidanan. mid = together. 1464/MENKES/PER/X/2010 Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang telah teregistrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. International Confederation Of Midwife Bidan adalah seseorang yang telah menjalani program pendidikan kebidanan. praktik dan kode etik bidan dimana dalam memberikan pelayanannya meyakini bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologi /normal bukan merupakan penyakit. wife = a woman. 2. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi: kegiatan "apa saja" dan "siapa saja" untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Definisi Bidan Bidan merupakan profesi yang diakui secara nasional maupun internasional. Dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan normanorma sosial dengan baik. sage femme (Bidan) berarti “ wanita bijaksana”. Menurut WHO Bidan adalah seseorang yang telah diakui secara regular dalam program pendidikan kebidanan sebagaimana yang telah diakui skala yuridis. 3. Pengertian bidan dan bidang praktrknya telah diakui oleh International Confederation Midwives ( ICM ) dan International Federation of Gynaecologust dan Obstetrion ( FIGO ) serta World Health Organitation ( WHO ). Definisi Kebidanan Kebidanan adalah bagian integral dari sistem kesehatan dan berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut pendidikan. C. . Definisi Profesi Berasal dari bahasa latin "Proffesio" yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan.

bidan memiliki alat yang dinamakan standar pelayanan kebidanan. d. serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Memiliki wadah organisasi profesi yang senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakatoleh anggotanya. Bidan Sebagai Profesi 1. Dalam menjalankan tugasnya. kedokteran. (Kamus Besar Bahasa Indonesia). D. Menurut Abraham Flexman (1915) Profesi diartikan sebagai Akitivitas yg bersifat intelektual berdasarkan ilmu & pengetahuan digunakan untuk tujuan praktek pelayanan dapt dipelajari.Profesi juga diartikan sebagai “ Suatu pekerjaan yg membutuhkan pengetahuan khusus dlm bidang ilmu. dan teknik. terorganisir secara internal dan altristik. keuangan. Menurut Suessman (1996) Profesi berarti berorientasi kepada pelayanan memiliki ilmu pengetahuan teoritik dgn otonomi dari kelompok pelaksana. Bidan memiliki kelompok pengetahuan yang jelas dalam menjalankan profesinya. Contoh profesi adalah pada bidang hukum. dsb) tertentu. Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. 1464 Tahun 2010). dan etika kebidanan. g. e. Memiliki karakteristik yang khusus dan dikenal serta dibutuhkan oleh masyarakat. Memberikan pelayanan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya (Kepmenkes No. . f. b. 1993. keguruan. melaksanakan cara-cara dan peraturan yg telah disepakati anggota profesi itu “ Chin Yacobus. yang dapat diterangkan dengan ciri-ciri tertentu yang dapat diuraikan sebagai berikut : a. c. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi. Ciri Profesi Bidan Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan. kode etik. kode etik. Disiapkan melalui pendidikannya formal agar lulusannya dapat melaksanakan/mengerjakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya secara profesional. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa bidan merupakan profesi. militer.

g. Membuat perkumpulan untuk profesi.E. 3. Dalam memberikan pelayanan tidak boleh advertensi dalam mencari Klien.h. Pengertian jabatan profesional perlu dibedakan dari jenis pekerjaan yang menuntut dan dapat dipenuhi lewat pembiasaan melakukan keterampilan tertentu (magang. f. Seorang pekerja profesional dalam bahasa kesehariannya adalah seorang pekerja yang terampil atau cakap dalam kerjanya.(dalam makalah Ma’arif Husen) menyebutkan bahwa karakteristik professional adalah : a. Memerlukan persiapan atau pendidikan khusus bagi pelakunya (membutuhkan pendidikan pra jabatan yang relevan) . Mempunyai kelompok ilmu pengetahuan dan ketrampilan khusus melalui pendidikan dan pelatihan yang lama. keterlibatan langsung dalam situasi kerja di lingkungannya). c. b. pertimbangan rasional dan memiliki sikap yang positif dalam melaksanakan serta mengembangkan mutu karyawan (T. Pelayanan yang diberikan pada klien berdasarkan kebutuhan klien. Demikian pula pendapat Scum. j. Ciri-Ciri Jenis Pekerjaan Professional a. Anggota-anggotanya bebas mengambil keputusan dalam profesinya. 1980). Berbeda dengan amatir. Mempunyai kekuatan dan status dalam bidang keahliannya dan pengetahuan mereka dianggap khusus. e. terikat pekerjaan seumur hidup yang merupakan sumber penghasilan utama. i. Berorientasi pada pelayanan yang menggunakan keahlian demi kebutuhan khusus klien. h. i.H. Mempunyai pilihan kuat untuk pemilihan karir profesinya dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap karirnya. Mengambil keputusan demi kliennya berdasarkan prinsip-prinsip dan teori. tetapi seseorang pekerja profesional dituntut menguasai visi yang mendasari keterampilannya yang menyangkut wawasan filosofi. Seorang pekerja profesional perlu dibedakan dari seorang teknisi. Menjadikan bidan sebagai suatu pekerjaan dan sumber utama kehidupan. Raka Joni. keduanya (pekerja sosial dan teknisi) dapat saja terampil dalam unjuk kerja (misalnya : menguasai teknik kerja yang sama dapat memecahkan masalah-masalah teknisi dalam bidang kerjanya). 2. Jabatan Profesional Predikat profesional sering diberikan pada seseorang yang bekerja dibidang manapun juga. Mempunyai otonomi dalam mempertahankan tindakan. d. biarpun keterampilan atau kecakapan tersebut produk dari fungsi minat dan belajar dari kebiasaan.

dan bermotivasi serta berusaha untuk berkarya sebaik-baiknya. Jabatan tersebut mendapat pengakuan dari masyarakat atau negara. Dalam konteks inilah jabatan bidan adalah jabatan fungsional profesional sehingga bidan mendapat tunjangan fungsional. konsorsium. hal ini menjamin kepantasan berkarya dan seklaigus merupakan tanggung jawab sosial profesional tersebut. bersikap positif terhadap jabatan dan perannya. tetapi perlu didasari oleh wawasan keilmuan yang mantap. b. Kecakapan atau keahlian seseorang pekerja profesional bukan sekedar hasil pembiasaan atau latihan rutin. Bagi pelakunya secara nyata dituntut berkecakapan kerja (keahlian) sesuai dengan tugas-tugas khusus serta tuntutan dari jenis jabatannya. Jabatan fungsional Jabatan fungsional adalah jabatan yang ditinjau serta dihargai dari aspek fungsinya yang vital dalam kehidupan bermasyarakat. efisien dan tolak ukur evaluatifnya terstandar. Jabatan bidan merupakan jabatan profesional.b. Jabatan Struktural Jabatan struktural adalah jabatan yang secara tugas ada dan diatur berjenjang dalam suatu organisasi. dimana pendidikan ini terprogram secara relevan dan berbobot. terselenggara secara efektif. Pekerja profesional dituntut berwawasan sosial yang luas. d. bernegara dan juga berorientasi kualitatif. Hal ini mendorong pekerja profesional yang bersangkutan untuk meningkatkan (menyempurnakan) diri serta karyanya. Jabatan dapat ditinjau dari 2 aspek. Secara rinci ciri-ciri jabatan profesional (termasuk bidan) adalah sebagai berikut : a. Jabatan Profesional perlu mendapat pengesahan dari masyarakat dan atau negaranya. c. sehingga pilihan jabatan serta kerjanyadidasari olehkerangka nilai tertentu. 4. Kecakapan seorang pekerja profesional dituntut memenuhi syarat yang telah dibakukan oleh pihak yang berwenang (misalnya organisasi profesional. Persyaratan keprofesionalan Bidan . Jabatan profesional menuntut pendidikan. dan pemerintah) c. Jabatan profesional memiliki syarat-syarat serta kode etik yang harus dipenuhi oleh pelakunya. Dari ciri-ciri jenis pekerjaan profesional diatas bidan tergolong jabatan professional. yaitu : a. b.

Memiliki etika kebidanan j. Memiliki standar praktek. b. Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh masyarakat. Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis. l. Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sebagai wahana pengembangan kompetensi. Memiliki standar praktek yang mendasari dan mengembangkan profesi sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Keberadaan bidan diakui dan memiliki organisasi profesi yang bertugas meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.a. Upaya Yang Dilakukan Untuk Mencapai Bidan Yang Professional. Mempunyai kewenangan yang disahkan atau diberikan oleh pemerintah. d. dan selalu berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan. bidan mempunyai ciri khas yang khusus. 6. Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan bidan sebagai tenaga profesional. Memiliki kode etik kebidanan i. yaitu: a. f. e. Bidan Sebagai Profesi Sebagai anggota profesi. Selalu mengedepankan fungsi ibu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Tentunya harus diimbangi dengan kesempatan memperoleh pendidikan lanjutan. Mempunyai kompetensi yang jelas dan terukur g. . d. b. Hal tersebut akan terus diupayakan oleh para bidan sehubungan dengan anggota profesi yang harus memberikan pelayanan profesional. Mempunyai perandan fungsi yang jelas. Memiliki kode etik dengan serangkaian pengetahuan ilmiah yang didapat melalui proses pendidikan dan jenjang tertentu c. Anggotanya menerima jasa atas pelayanan yang dilakukan dengan tetap memegang teguh kode etik profesi. c. 5. Memiliki organisasi profesi sebagai wadah h. Bidan mempunyai tugas yang sangat unik. pelatihan. Memiliki standar pelayanan k. Sebagai pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. m.

Secara formal. rencana pendidikan bidan Harni Kusno dalam makalah Profesionalisme Bidan menyongsong Era Global. Kode etik dan Etika kebidanan ). dapat dengan cara : 1.Bidan yang professional merupakan idaman bagi seluruh perempuan yang sudah terlanjur menjadi bidan. Pendidikan saat ini ( D III Kebidanan. Bidan Keluarga. 2. Standar pendidikan berkelanjutan. baik secara formal maupun non formal. D IV Bidan Pendidik ). antara lain dengan cara . 3. Upaya peningkatan kualitas pelayanan dilaksanakan melalui pelatihan klinik dan non klinik.Menkes no 369/ 2007 tentang Standar Profesi Bidan. Mengupayakan agar organisasi profesi bidan / Ikatan Bidan (IBI) dapat terus melaksanakan kegiatan organisasi sesuai dengan : 1. lokakarya dll. APN. Standar pelayanan.1464 tahun 2010 tentang Kewenangan Bidan. . Standar Profesi ( Standar Organisasi. S2 Kebidanan dan S3 Kebidanan ). Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinik/ SPMKK. Jabatan Fungsional Bidan. Kebijakan dalam pelayanan kebidanan antara lain : Kep. c. 3. sebagai berikut : 1. Kep. Pedoman Organisasi. Rencana pendidikan bidan kedepan ( S1 Kebidanan. Secara non formal. 2. Meningkatkan kualitas pelayanan bidan Bidan berada pada setiap tatanan pelayanan termasuk adanya bidan praktek mandiri/ bidan praktek swasta ( BPS ). serta penerapan model sebagai contoh : Bidan Delima. Fokus pelayanan kepada ibu/ perempuan dan bayi baru lahir. Melalui berbagai jalur pendidikan. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Berbagai upaya dapat dilakukan. Standar kompetensi. 2. dll). 2. b. Meningkatkan kualitas pendidikan bidan. Pelatihan . Peningkatan kualitas pelayanan bidan adalah dengan cara : 1. APK.Menkes no. Seminar – seminar.pelatihan untuk mencapai kompetensi bidan ( LSS. Tunjangan Jabatan Fungsional Bidan. Memperkuat organisasi profesi. a.

Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu pada masyarakat. Mengenal batas kemampuan . belajar sepanjang hayat/ life long learning dalam dunia yang serba berubah dengan cepat. mengetahui. b. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. disertai dengan sikap bertanggungjawab dan mandiri.d. adapun perilaku profesional bidan antara lain : 1. Bersifat jujur 4. Kreatif. memahami tentang peran. 3. Sadar tentang pentingnya ilmu pengetahuan / iptek. Beretika dan solidaristik. Tidak melakukan coba-coba 5. setiap calon bidan sudah diwajibkan untuk mengenal. Bidan kreatif yang bertanggungjawab dan mandiri akan memiliki harga diri dan kepercayaan diri sehingga memumgkinkan untuk berprakarsa dan bersaing secara sehat. Peningkatan Kualitas Personal Bidan Peningkatan kualitas personal dan universal kebidanan sudah dimulai sejak dalam proses pendidikan bidan. kompetensi personal dan universal. 8. Bertindak sesuai keahlian 2. 2. 7. berpegang pada prinsip keadilan yang hakekatnya berarti memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya / bersifat tenggangrasa. Tidak memberikan janji yang berlebihan 6. Setiap bidan harus dapat mencapai kompetensi profesional. Kewajiban Bidan terhadap Profesinya a. Terampil berkomunikasi 8. Mengembangkan kemitraan 7. dalam setiap tindakannya akan selalu berpedoman pada moral etis. Bidan yang beretika dan solidaristik. Perilaku Profesional Bidan Bidan sebagai tenaga profesional harus mempunyai perilaku yang mencerminkan keprofesionalannya. dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1. merasa bahwa proses belajar tidak pernah selesai. fungsi dan tugas bidan. Mempunyai moral yang tinggi 3.

Surat keputusan presiden RI No 77 th 2000 tentang perubahan atas keputusan presiden No. Kepmenkes No. serta kepercayaan Pemerintah dan Masyarakat terhadap bidan dalam upaya. Peraturan mentri kesehatan RI No.2010 tentang STR E.572 th. Mengadvokasi pilihan klien 9. Peraturan dan perundangan yang mendukung keberadaan profesi bidan dan organisasi bidan a.49 tentang tenaga kesehatan h.bidan yang professional.363/Menkes/Per/IX/1980 Tentang wewenang bidan c.9. No. Permasalahan Yang Dihadapi Saat Ini.1464 th 2010 tentang ijin dan penyelenggaraan peraktek kebidanan k.23 th 94 tentang pengangkatan bidan sebagai PTT j. PerMenkes No. No.1994 tentang registrasi dan praktek bidan g.491/1968 tentang peraturan penyelelenggaraan sekolah bidan b.Bayi ( AKI – AKB ) dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat .Menkes/VI/Per/1991 tentang masa bakti bidan e. No. Peraturan pemerintah no 32 th 1996lembaran negara No.upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu .329.161 Th. sangat diperlukan bidan. KepMenkes No. KepMenkes No.077a/Menkes/SK/III/97 tentang petunjuk teknis pelaksanaan masa bhati bidan PTT dan pengembangan karir melalui praktek bidan peorangan di desa i. KepMenkes 369 /Menkes/SK/III/2007 Tentang standar profesi bidan l. seiring dengan betambahnya jumlah bidan.386/Menkes/SK/VII/1985 tentang penyelenggaraan program pendidikan bidan d. BAB III PENUTUP . Instruktur presiden suharto pada sidang kabinet paripurna tentang perlunya penempatan bidan desa f. Seiring dengan bertambahnya kebutuhan tenaga bidan yang dirasakan oleh Pemerintah dan Masyarakat.

Menjadikan bidan sebagai suatu pekerjaan dan sumber utama kehidupan. Memiliki karakteristik yang khusus dan dikenal serta dibutuhkan oleh masyarakat. e. kode etik. keilmuan. dan etika kebidanan. yang dapat diterangkan sebagai berikut : a. i. Memberikan pelayanan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. B. metode kerja.A. KESIMPULAN Bidan sebagai pekerja profesional dalam menjalankan tugas dan praktiknya bekerja berdasarkan pandangan filosofis yang dianut. standar praktik pelayanan serta kode etik yang dimiliki yang diatur oleh organisasi profesinya yaitu Ikatan Bidan Indonesia. c. Anggota-anggotanya bebas mengambil keputusan dalam profesinya. Bagi organisasi . SARAN 1. f. d. Memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya (Kepmenkes No. 1464 Tahun 2010). b. Memiliki wadah organisasi profesi yang senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakatoleh anggotanya. Bagi bidan Bidan sebagai tenaga profesional diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif dalam organisasi dan mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan etika profesi kebidanan 2. bidan memiliki alat yang dinamakan standar pelayanan kebidanan. h. Disiapkan melalui pendidikannya formal agar lulusannya dapat melaksanakan/mengerjakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya secara profesional. Bidan memilikikelompok pengetahuan yang jelas dalam menjalankan profesinya. g. Bidan merupakan profesi. Dalam menjalankan tugasnya.

Bagi pemerintah Agar pemerintah terus berupaya mendukung profesi bidan dengan cara meningkatkan kualitas SDM bidan melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang bermutu DAFTAR PUSTAKA .Diharapkan agar IBI terus berupaya mengembangkan pelayanan dan pengetahuan bagi semua bidan secara adil dan merata 3.

London Estiwidani. 2004. Mac Millan. Jo. Jakarta : PP IBI Pengurus Pusat IBI. Etik dan Kode Etik Kebidanan. Midwifery Practice. Konsep Kebidanan.Alexander.2008. Mutu Pelayanan Bidan Praktek Swasta / BPS dalam Mengantisipasi Era Globalisasi. Widyastuti. Jakarta : PP IBI 4. Professionalisme Bidan Menyongsong Era Global. Yogyakarta: Fitramaya Harni . 2000. Meilani. 50 Tahun : IBI Menyongsong Masa Depan CetakanIII. . et all. Widyasih. 1996. Jakarta : PP IBI Harni. 1993. Jakarta : PP IBI Sofyan Mustika. 2000.