Anda di halaman 1dari 11

3.

1 Peralatan lab klinik


Syringe Pump
Syringe pump merupakan salah satu peralatan elektromedis
yang berfungsi untuk memasukan cairan obat kedalam tubuh
pasien dalam jangka waktu tertentu secara teratur. Pada dasarnya
pada syringe pump terdiri dari beberapa rangkaian yaitu rangkaian
pengatur laju motor (pendeteksi rpm), rangkaian komparator, dan
rangkaian sinyal referensi.

3.1.1 Inventaris Alat


Nama

: Syringe pump

Merk

: Presenius Kabi

Type/Model

: Injectomat Aglia

Buatan

: France

Tegangan

: 110 - 240 V

Frequency

: 50-60 Hz

Ruangan

: Perinatologi

Sn

: 018090/20379669

3.1.2 Spesifikasi Alat


Nama

: Syringe Pump

Merk

: Presenius Kabi

Type/Model

: Injectomat Aglia

Buatan

: France

Tegangan

: 110 - 240 V

Berat

: 2.1 kg

ukuran

: 135 x 345x 160

Ruangan

: Perinatologi

Sn

: 018090/20379669

Ukuran LCD

: 70 x 35

Kapasitas syringe
Bolus rate

: 5, 10, 20, 30/50, 50/60


: 50ml/h to 1200ml/h

3.1.3 Fungsi Alat


Pada dasarnya syringe pump merupakan peralatan
elektromedis yang digunakan untuk memberikan cairan obat
kedalam
tubuh
pasien
melalui
suntikan
dengan
menggunakan
system
perputaran
motor
sebagai
pendorongnya, cairan obat yang di atur oleh syringe pump
adalah satuan milliliter / jam.
3.1.4 Prinsip Kerja
Syringe pump merupakan salah satu peralatan
elektromedis yang berfungsi untuk memasukan cairan obat
kedalam tubuh pasien dalam jangka waktu tertentu secara
teratur. Pada dasarnya pada syringe pump terdiri dari
beberapa rangkaian yaitu rangkaian pengatur laju motor
(pendeteksi rpm), rangkaian komparator, dan rangkaian
sinyal referensi. Motor akan berputar untuk menggerakan
spuit merespon sinyal yang diberikan oleh rangkaian
pengendali motor, tetapi putaran motor itu sendiri tidak stabil
sehingga perubahan-perubahan itu akan dideteksi oleh
rangkaian pendeteksi rpm dan akan dibandingkan dengan
sinyal referensi, dimana hasil dari perbandingan tersebut
akan meredakan kestabilan motor. Motor akan mengurangi
lajunya jika perputarannya terlalu cepat dan sebaliknya akan
menambah kecepatan jika putarannya terlalu pelan sehinga
didapatkan putaran motor yang stabil. Syringe pump didesain
agar mempunyai ketepatan yang tinggi dan mudah untuk
digunakan. Syringe pump dikendalikan dengan mikro
computer dan dilengkapi dengan system alarm menyeluruh.

3.1.4.1 diagram blok

R.settin
g

Power
supply

Micro
controller

alarm

Display

sensor

motor

3.1.5 Sistem Kerja


Pada saat tombol power ditekan ON makan alat
mendapat supply dari rangkaian power supply untuk
menghidupkan mikrokontroler yang berfungsi untuk kecepatan
pelaksanaan dari intruksi persiklus rangkaian setting.
Rangkaian setting berfungsi untuk mengatur jumlah cairan
yang akan dikeluarkan dalam ml/jam. Output dari rangkaian
display yang berfungsi untuk menampilkan hitungan jumlah
(ml/jam) sesuai dengan keinginan operator yang di proses oleh
micro. Lalu sensor berfungsi bila mana ada indikasi ganguan
pada tempat syringe atau ada tekanan sumbatan didalam
selang dan alarm berfungsi untuk menandakan bunyi bila
mana output dari sensor ada indikasi atau gangguan yang
diproses oleh micro.

3.1.6 Bagian Bagian Alat

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Display
Indicator charging
Control panel
Base
Cable supply
Pelindung plunger (pendorong syringe )
Plunger (pendorong syringe )
Syringe holder (penahan syringe)

5
4
3

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tombol
Tombol
Tombol
Tombol
Tombol
Tombol

ON/OFF
prime untuk mempercepat laju syringe
UP/DOWN untuk pengaturan pemilihan menu
OK/ENTER
emergency stop
menu/exit

7. Tombol silent alarm


3.1.7 Standar Oprating Procedure
PROSEDUR PENGOPERASIAN SYRINGE PUMP

No. Dokumen :
RSUP FATMAWATI

Tanggal Terbit :

PROSEDUR
TETAP
Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

No. Revisi :

Halaman :
1 dari 2

Ditetapkan
Direktur Utama

dr.Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An


NIP. 195708021987102001
Prosedur tetap pengoperasianSYRINGE PUMP adalah bentuk dari
standar yang berupa cara atau langkah langkah yang harus diikuti
dalam melaksanakan kegiatan pengoperasian SYRINGE PUMPyang
berdasarkan prasyarat dan urutan kerja yang harus dipenuhi. Prosedur
ini berdasarkan pada petunjuk pengoperasian dan petunjuk lain yang
terkait, berupa : prasyarat, persiapan pemanasan pelaksanaan
pengoperasian, pengemasan dan penyimpanan, agar alat dapat di
fungsikan dengan baik untuk memberikan pembiusan kepada pasien
dengan mengalirkan gas anaesthesi untuk menunjang tindakan bedah.
Tersedianya Prosedur Tetap (Protap) Pengoperasian alat Syiringe
Pump Merk B Braun adalah :
Hasil kerja alat maksimal, mutu pelayanan terjamin.
2. Memperpanjang usia teknis alat.
3. Aman bagi pasien dan operator.
4. Terhindar dari kesalahan operasional alat
1 Melaksanakan pengelolaan kegiatan perencanaan, pengembangan,
pemeliharaan alat medik dan keperawatan, monitoring dan
evaluasi di Bidang Fasilitas Medik dan Keperawatan.
( SK Direktur Utama No.HK.03.05.1.1049 Tahun 2010 tentang
perubahan SOTK Bidang Fasilitas Medik dan Keperawatan RSUP
Fatmawati )
1.Prasyarat
1.1. SDM terlatih dan siap
1.2. Catu daya sesuai dengan kebutuhan alat
1.3. Alat dilengkapi dengan grounding
1.4. Alat Laik pakai
1.5. Aksesori alat lengkap dan baik
1.6. Bahan operasional tersedia
2.Persiapan
2.1. Tempatkan alat pada ruangan pemeriksaan/tindakan
2.2. Lepaskan penutup debu

2.3. Siapkan aksesori dan pasang sesuai keperluan


2.4. Siapkan bahan operasional
syringe
2.5. Periksa hubungan alat ke terminal pembumian
3. Pemanasan
3.1. Hubungkan alat dengan catu daya
3.2. Hidupkan alat dengan menekan/memutar tombol ON/OFF ke
posisi ON
3.3.Lakukan pemanasan secukupnya
3.4. Atur tombol sesuai kebutuhan pelayanan
4. Pelaksanaan
4.1. Perhatikan protap pelayanan
4.2. pasang syringe pada alat
4.3. atur flow rate dengan menekan tombol selektor
4.4. lakukan priming dengan menekan tombol PURGE
4.5.pasang selang infus kepada pasient
4.6. lakukan tindakan dengan menekan tombol START
4.7. apabila indicator plunger/clutch menyala, ulangi lagi prosedur
dari nomor 2 (dua).

Unit terkait

5. Pengemasan/Penyimpanan
5.1. Kembalikan tombol-tombol ke posisi OFF atau minimum/nol
5.2. Matikan alat dengan menekan /memutar tombol ON/OFF ke
posisi OFF
5.3. Lepaskan hubungan alat dari catu daya
5.4. bersihkan alat
5.5. Pasang penutup debu
5.7. Simpan alat pada tempatnya
5.8. Catat beban kerja alat dalam jumlah pasien
1. Instalasi Rawat Inap : IRNA A, IRNA B
2. Instalasi Rawat Darurat
3. Instalasi Rawat Intensif

3.1.9 Standar Pemeliharaan


PROSEDUR PEMELIHARAAN SYRINGE PUMP

No. Dokumen :
RSUP FATMAWATI

PROSEDUR
TETAP

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1 dari 2

Ditetapkan
Direktur Utama

Pengertian

dr.Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An


NIP. 195708021987102001
Prosedur tetap pemeliharaan alat SYRINGE PUMP adalah

bentuk standar mengenai langkah langkah teknis yang


harus diikuti oleh teknisi elektromedis dalam
melaksanakan pemeliharaan alat SYRINGE PUMP yang
berdasarkan prasyarat dan prosedur yang harus dipenuhi.
Prosedur ini disusun berdasarkan pada service manual dan
petunjuk lain yang terkait dengan urutan kerja :
Pembersihan, pelumasan, pengencangan, pengecekan
fungsi dan kondisi bagian alat, penggantian bahan
pemeliharaan, pemeriksaan kinerja aspek keselamatan
kerja dan penyetelan / adjustment. Kesimpulan hasil
pemeliharaan alat baik atau tidak baik.
Tujuan

Kebijakan

1.

Tersedianya Prosedur Tetap (Protap) Pemeliharaan Alat Syringe


Pump Merk B-Braun
a. Peralatan kesehatan selalu dalam kondisi laik pakai
b. Peralatan kesehatan dapat difungsikan dengan baik
2. Terjamin usia teknis alat.
1. Melaksanakan pengelolaan kegiatan perencanaan, pengembangan,
pemeliharaan alat medik dan keperawatan, monitoring dan evaluasi
di Bidang Fasilitas Medik dan Keperawatan.
( SK Direktur Utama No.HK.03.05.1.1049 Tahun 2010 tentang
perubahan SOTK Bidang Fasilitas Medik dan Keperawatan RSUP
Fatmawati )

Prosedur

1. PRASYARAT
1.1. SDM tersertifikasi
1.2. Peralatan kerja dan alat ukur lengkap
1.3. Dokumen teknis penyerta lengkap,protap
pemeliharaan dan protap pengoperasian, tersedia
1.4. Bahan pemeliharaan, Bahan operasional dan Material
bantu tersedia
1.5. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan
2. Peralatan
1. Alat kerja : Tool set elektronik
2. Alat ukur: leakage current meter(terkalibrasi)
multimeter
(terkalibrasi)
ground tester
(terkalibrasi)
timer
(terkalibrasi)

3. PERSIAPAN
3.1. Siapkan perintah kerja
3.2. Siapkan formulir Laporan Kerja dan kartu
pemeliharaan alat
3.3. Siapkan dokumen teknis penyerta:
Service manual
Protap pemeliharaan dan protap pengoprasian alat

3.4. Siapkan peralatan kerja:


Tool set elektronik
Ground tester
Timer
Multimeter
Leakage current meter
3.5. Siapkan bahan pemeliharaan, bahan operasional dan
material bantu:
Cairan pembersih
Kain lap/kertas tissue
Kuas
Grase
3.6. Pemberitahuan kepada unit pelayanan pengguna alat
4. PELAKSANAAN
No.
1
2
3
4
5
6
7
8

Kegiatan pemeliharaan
Cek dan bersihkan seluruh bagian alat
Cek system catu daya,bila rusak perbaiki
Cek tombol selector dan indikator
Cek kondisi syringe clamp
Cek kondisi battery, ganti bila perlu
Cek fungsi alarm baik alarm empty, maupun
oclusion
Cek fungsi mekanika slinder
Lakukan pengukuran arus bocor
lakukan uji kinerja alat

5. PENCATATAN
5.1. Isi kartu pemeliharaan alat
5.2. Isi formulir laporan kerja
5.3. Simpulkan hasil pemeliharaan, alat baik/tidak baik
5.4. Pengguna menandatangani laporan kerja dan alat
diserahkan kembali kepada user

6. PENGEMASAN ALAT KERJA DAN DOKUMEN


TEKNIS PENYERTA
6.1. Cek alat kerja dan sesuaikan dengan catatan
6.2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
6.3. Kembalikan alat kerja dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
6.4. Bersihkan alat mesin anasthesi dan lokasi
pemeliharaan
7. LAPORAN
7.1. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada unit

Periode
1 bulan
3 bulan
3 bulan
3 bulan
3 bulan
3bulan
3 tahun
1 tahun
3 bulan

pelayanan pengguna alat dan serahkan kembali alat


mesin anasthesi yang telah dipelihara
7.2. Laporkan hasil pekerjaan kepada pemberi tugas
Unit terkait

1.
2.
3.

Instalasi Rawat Inap : IRNA A, IRNA B


Instalasi Rawat Darurat
Instalasi Rawat Intensif

3.1.10 Standar Perbaikan Alat


PROSEDUR PERBAIKAN SYRINGE PUMP

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1 dari 2

RSUP FATMAWATI

Tanggal Terbit :

PROSEDUR
TETAP
Pengertian

Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Ditetapkan
Direktur Utama

dr.Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An


NIP. 195708021987102001
Prosedur tetap perbaikan fungsi SYRINGE PUMP adalah bentuk dari
standar yang berupa cara atau langkah langkah yang harus diikuti
dalam melaksanakan perbaikan kerusakan alat SYRINGE PUMP yang
berdasarkan prasyarat dan prosedur kerja yang harus dipenuhi.
Prosedur ini disusun berdasarkan pada service manual, dan petunjuk
lain yang terkait, dengan urutan kerja : analisa kerusakan, penyiapan
suku cadang, perbaikan, penyetelan/adjustment, kalibrasi internal, uji
kinerja dan pengukuran aspek keselamatan kerja. Kesimpulan hasil
perbaikan dapat disimpulkan alat baik alat tidak baik.
1. Agar perbaikan dapat dilakukan sesuai prosedur yang benar
2. Alat yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki dan berfungsi
kembali
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit tentang tugas dan fungsi IPS
RS
A. Persiapan
1. Siapkan surat perintah kerja(SPK)
2. Siapkan folmulir lembar perbaikan
3. Siapkan service manual,diagram (skematik/wiring), protap
perbaikan, protap pengoperasian alat dan riwayat perbaikan alat
4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan pemeliharaan dan material bantu
6. Pemberitahuan kepada unit pelayanan pengguna alat
B. Pelaksanaan
1.

Lakukan analisis kerusakan alat

Tanyakan kepada pengguna alat, mengenai gejala kerusakan


Lakukan trouble shooting untuk mengetahui penyebab
kerusakan, bagian alat/komponensuku cadang yang
mengalami kerusakan. (perhatikan panduan analisis
kerusakan, dan service manual)
Lakukan pendataan, bagian alat/komponen/suku cadang yang
rusak, lengka dengan data teknis dan nomor catalog
2. Siapkan suku cadang yang diperlukan
3. Lakukan langkah perbaikan (dengan atau tanpa suku cadang)
4. Lakukan penyetelan / adjustment, kalibrasi internal
5. Lakukan uji kinerja dan pengukuran aspek keselamatan kerja
C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulir lembar kerja perbaikan dan SPK
2. Simpulkan hasil Perbaikan:
Alat layak difungsikan
Alat tidak layak difungsikan
3. Pengguna alat menandatangani lembar kerja perbaikan dan SPK,
sebagai bukti perbaikan alat setelah dilaksanakan.
D.

Pengemasan
1. Cek alat kerja dan alat ukur sesuai lembar kerja
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembalikan alat kerja, alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4. Bersihkan alat anasthesi mesin dan lokasi perbaikan

E. Laporan
1. Laporkan hasil perbaikan kepada unit pelayanan pengguna alat
dan serahkan kembali alat anasthesi mesin yang telah diperbaiki
Laporkan hasil perbaikan alat kepada pemberi tugas
Unit terkait

1.
2.

Ruang
Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit

3.1.12 Fungsi Aktifitas Ruangan


Alat syringe pump umumnya terdapat disemua ruang
perawatan atau bangsal serta dibeberapa ruangan lainnya
seperti di poliklinik dimana syringe pump digunakan untuk
memasukkan cairan obat kedalam tubuh pasien dalam jangka
waktu tertentu secara teratur.
3.1.13 Persyaratan Teknis, Lingkungan
Berbagai persyaratan yang harus terpenuhi untuk penempatan syringe
pump dalam ruang pelayanan adalah :
1. Suhu ruangan tidak kurang dari 25C
2. Kelembapan ruangan berkisar antara 20-60%
3. Kondisi ruangan memiliki isolasi yang baik.

3.1.14 Perencanaan Penyimpanan Alat


Penyimpanan/pengemasan alat dilakukan dengan cara :

5.
6.
7.
8.

1. Setelah selesai digunakan, lepaskan syringe dari syringe clamp


2. Matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF keposisi OFF
3. Lepaskan hubungan alat dari catu daya
4. Lepaskan hubungan alat dari terminal pembumian
Bersihkan alat
Pasang penutup debu
Kembalikan ala ketempat semula
Catat beban kerja alat

Anda mungkin juga menyukai