Anda di halaman 1dari 14

BULIMIA NERVOSA

Oleh :
Isnaini Syakira
111001139

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM
SUMATERA UTARA
2015

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha


Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis
dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini
membahas BULIMIA NERVOSA.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat
tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai
pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya
mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik
konstruktif dari
pembaca sangat
penulis
harapkan
untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada
kita sekalian.

Medan, 21 Desember 2015

Isnaini Syakira
111001139

DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ....................................................................................
...........i
DAFTAR
ISI ....................................................................................................
........ii
BAB
I
PENDAHULUAN ................................................................................
........1
1.Latar
Belakang ......................................................................................
............1
BAB
II
PEMBAHASAN ..................................................................................
.......2
1.Definisi
Bulimia
Nervosa .................................................................................2
2.Epidemiologi
Bulimia
Nervosa ........................................................................2
3.Etiologi.......................................................................................
.......................3
4.Faktor
resiko............................................................................................
..........4
5.Manifestasi
Klinis.............................................................................................
.4

6.Diagnosis...................................................................................
........................5
7.Perjalanan
Penyakit
prognosis.......................................................................6

&

9.Penatalaksanaan........................................................................
.........................7
BAB
III
PENUTUP..........................................................................................
.......9
1.Kesimpulan ...............................................................................
.......................9
2.Daftar
Pustaka ........................................................................................
.........10

BABI
PENDAHULUAN

A.LatarBelakang
Bulimianervosamerupakankondisipsikiatriyangmempengaruhibanyak
remajadanwanitadewasamuda.Gangguantersebutadalahkarakeristikmakan

sebanyakbanyaknyadantahapakhirdariprosesmakannyadenganmemuntahkan
apayangdimakandandapatmenyebabkankomplikasimedis.Dengandemikian,
pasien dengan bulimia nervosa sering hadirdalam keadaan perawatan primer.
Penanda bulimia nervosa yang berguna dalam membuatdiagnosis yaitu
pemeriksaan fisik dan laboratorium. Di Amerika Serikat, gangguan makan
mempengaruhi5sampai10jutaorang,terutamawanitamudaantarausia14dan
40tahun.Namun,bulimianervosaadalahgangguanumumyanglebihsulituntuk
mengidentifikasi dalam pengaturan perawatan primer. Pada artikel ini, kami
memberikantinjauantentangbulimianervosa,terkaitujifisikdanlaboratorium,
temuan,dandiagnostikstrategiyangberkaitandenganpraktekperawatanprimer.
Dahulu bulimia nervosa termasuk dari varian anoreksia nervosa (Russell pada
tahun 1979). Namun, karena lebih banyak penelitian telah dilakukan dan lebih
pasienyangmenderitabulimianervosatelahdiidentifikasi,bulimianervosadan
anorexianervosayangsekarangdikenalsebagai2sindromyangberbeda.Menurut
DiagnostikdanStatistikManualuntukGangguanMental,EdisiKeempat(DSM
IV),bulimianervosaditandaidenganepisodeberulangdaripestamakandiikuti
dengan1ataulebihperilakukompensasiuntukmenghilangkankalori(muntah,
obatpencahar,puasa,dll)yangterjadiratarataminimalduakalisemingguselama
3bulanataulebih.pasienyangtidakmemenuhikriteriafrekuensiataupanjang
dapatdidiagnosisdenganDSMIVgangguanmakanyangtidakdisebutkansecara
spesifik.
Penyakit ini dialami oleh wanita dewasa atau remaja dan sangat jarang
terjadi pada laki-laki. DSM IV membagi bulimia nervosa menjadi 2 tipe, yaitu :
1.
Tipe purging : selama episode bulimia nervosa, penderita memuntahkan
makanan secara sengaja, penggunaan laksatif, diuretic atau enema.
2.
Tipe nonpurging : selama episode bulimia nervosa penderita melakukan
tindakan kompensasi lain seperti berpuasa, atau latihan fisik secara berlebihan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI
Bulimia nervosa merupakan satu gangguan fungsi makan yang ditandai oleh
episodenafsumakanyanglahaptanpadapatdikendalikan,diikutidenganmuntah

yang disengaja atau upaya pencahar lain yang dimaksudkan untuk mencegah
meningkatnyaberatbadan.
Bulimia nervosa adalah gangguan makan dengan makanan kecanduan sebagai
mekanismeutama.Kriteriauntukdiagnosisbulimiamencakupepisoderekurenpesta
makan,rasakurangnyakontrol,evaluasidiriterlaludipengaruhiolehberatbadanatau
bentuk tubuh, dan berulang dan perilaku kompensasi yang tidak tepat dua kali
semingguselama3bulanataulebih(muntah,penggunaanpencaharataudiuretik,
puasa,olahragaberlebihan).

B. EPIDEMIOLOGI
Bulimianervosalebihseringditemukanpadawanitadibandingkanpadalakilaki,
tetapionsetnyalebihseringpadamasaremajadibandingkanpadamasadewasaawal.
Diperkirakanbulimianervosaterentangdari13persenwanitamuda.
Banyak penderita bulimia nervosa memiliki berat badan yang normal dan
kelihatannya tidak ada masalah yang berarti dalam hidupnya. Biasanya mereka
orangorang yang kelihatannya sehat, sukses di bidangnya dan cenderung
perfeksionis.Namun,dibalikitu,merekamemilikirasapercayadiriyangrendahdan
sering mengalami depresi. Mereka juga menunjukkan tingkah laku kompulsif,
Bulimia nervosa sering terjadi pada orang dengan angka gangguan mood dan
gangguanpengendalianimpulsyangtinggi.Jugatelahdilaporkanterjadipadaorang
yangmemilikiresikogangguanberhubungandenganzatdangangguankepribadian,
memilikiangkagangguankecemasandangangguandissosiatifyangmeningkatdan
riwayatpenyiksaanseksual.

C. ETIOLOGI
1.FaktorBiologis:

Beberapa peneliti berupaya menghubungkan perilaku makan berlebihan dan


mengeluarkannya kembali dengan beberapa neurotransmitter. Oleh karena
antidepresan sering bermanfaat bagi penderita bulimia nervosa dan serotonin
dikaitkandenganperasaanpuas,serotonindannorepinefrintelahdilibatkandisini.

Oleh karena kadar endrfin plasma meningkat pada pasien bulimia nervosa yang
muntah,perasaannyamansetelahmuntahyangdialamibeberapapasieninimungkin
diperantaraiolehmeningkatnyakadarendorphin.MenurutDSMIVTR,terdapat
peningkatanfrekuensibulimianervosapadakerabatderajatpertamaorangdengan
gangguanini
2.FaktorSosial:
Pasien Bulimia nervosa,seperti pasien anoreksia nervosa, cenderung memiliki
standaryangtinggidanmemberikanresponterhadaptekanansocialyangmenuntut
oranguntukramping.Sepertipadapasienanoreksianervosa,banyakpasienbulimia
nervosayagmengalamidepresidandepresifamilialyangmeningkat,tetapikeluarga
pasien bulimia nervosa umumnya kurang dekat dan lebih memiliki konflik
dibandingkan keluarga passion anoreksia nervosa. Pasien bulimia nervosa
menggambarkanorangtuanyasebagaiorangtuayangmengabaikandanlalai.
3.FaktorPsikologis
Pasienbulimianervosabiasanyamerasakanmakanyangtidakterkendaliyang
dilakukan sebagai egodistoni. Kesulitan yang dimiliki pasien ini dalam
mengendalikan impuls seringkali dimanifestasikan denganmakan yangberlebihan
danmencahar.

D. FAKTOR RESIKO

Gender , wanita > laki laki


Ras/etnis
Pelecehan seksual saat anak anak
Tinggal sendirian

Kontrol glikemik yang buruk


Diet
Perasaan Rendah diri
Pekerjaan yang berfokus pada berat badan
Keterlibatan dengan atletik
Kebiasaan makan & masalah saluran pencernaan
Media, baik cetak maupun elektronik

E. MANIFESTASI KLINIS
Makandalamjumlahyangberlebihan.
Terobsesidenganmakanandankalori.
Melakukanperangsanganmuntahdancuciperut.
Seringmenghilangkekamarmandibilaselesaimakan,untukmengeluarkan
makananmakananyangtelahditelan.
Bersikappenuhrahasia.
Merasakehilangankontrol.

Selainitu,pasiendenganbulimianervosamungkinmengalamigejalaberikut:
1. Umum:Pusing,palpitasi(akibatdehidrasi,hipotensiortostatik,kemungkinan
jugahipokalemia)
2. Gejalagastrointestinal:Iritasifaring,nyeriperut(umumnyapadaorangorang
yang selfinduce vomiting), adanya darah dalam muntahan (dari iritasi
esofagus),kesulitanmenelan,perutkembung,sembelit,danobstipasi
3. Gejala paru : Jarang terjadi seperti aspirasi pneumonitis atau bahkan lebih
jaranglagiadalahpneumomediastinum
4. Amenore:Terjadihingga50%dariwanitadenganbulimianervosa

Temuanfisikdapatberupa:
1. Pembesaranparotisbilateral
2. Kerusakangigi
3. Russellsign

4. Manifestasikulit:kehilangandifusrambut,jerawat,kulitkering,distrofikuku,
danjaringanparutakibatpemotongan,pembakaran,dantraumayangdiinduksi
sendirilainnya
5. Bradikardiaatautakikardia,hipotermia,danhipotensi(seringdikaitkandengan
dehidrasi)edema
6. Obesitasklinis
F. DIAGNOSIS
Diagnosis pasti gangguan somatisasi berdasarkan PPDGJ III:
a) Terdapatpreokupasiyangmenetapuntukmakan,danketagihan(craving)
terhadapmakananyangtidakbisadilawan;penderitatidakberdayaterhadap
datangnyaepisodemakanberlebihandimanamakanandalamjumlahyang
besardimakandalamwaktuyangsingkat.
b) Pasienberusahamelawanefekkegemukandengansalahsatuataulebihcara
sepertiberikut:
Merangsangmuntahoehdirisendiri,
Menggunakanpencaharberlebihan,
Puasaberkala,
Memakai obat obatan seperti penekan nafsu makan ,sediaan tiroid atau
diuretika.Jikaterjadi padapenderitadiabetes,merekaakanmengabaikan
pengobataninsulinnya.
c) Gejala psikopatologinya terdiri dari ketakutan yang luar biasa akan
kegemukkandanpenderitamengatursendiribatasanyangketatdariambang
beratbadannya,sangatdibawahberatbadansebelumsakitdianggapberat
badanyangsehatatauoptimal.
Seringkali,tetapitidakselalu,adariwayatanoreksianervosasebelumnya,
interval antara kedua gangguan tersebut berkisar antara beberapa bulan
sampaibeberapatahun.Episodesebelumnyainidapatjelasterungkap,atau
dalambentukringanyangtersembunyidengankehilanganberatbadanyang
sedangdanatausutufasesementaradariamenore.
Bulimia nervosa harus dibedakan dari gangguan depresif, walaupun
penderitabulimiasedangmengalamigejalagejaladepresi.
Diagnosis Banding

Diagnosis bulimia nervosa tidak dapat ditegakkan jika perilaku makan


berlebihan dan memuntahkan kembali hanya terjadi dalam episode anoreksia
nervosa.padakasussepertiinidiagnosisnyaadalahanoreksianervosamtipe
makanberlebihan/mengeluarkakembali(bingeeating/purgingtype)
Klinisiharusmemastikanbahwapasientidakmemilikipenyakitneurologis
seperti bangkitan epileptikekuivalen , tumor sistem saraf pusat (SSP)/sindrom
kluverbucy,atausindromeKleineLevin

G. PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS


Dengan cepat, pasien bulimia nervosa yang mampu menjalani terapi
dilaporkan mengalami lebih dari 50 persen perbaikan perilaku makan berlebihan
dan mengeluarkan kembali ; diantara pesien rawat jalan,perbaikan tampaknya
berlangsung lebih dari 5 tahun. Meskipun demikian, pasien tdak bebas gejala
selama periode perbaikan; bulimia nervosa merupakan gangguan kronis dengan
perjalanangangguan yang maju mundur. Beberapa pasien dengan perjalanan
gangguan ringan mengalami masa remisi jangka panjang , pasien lain menjadi
lemah akibat gangguan ini dan dirawat di rumah sakit; kurang dari sepertiga pasien
yang baik baik saja pada pemantauan lanjutan 3 tahun, lebih dari sepertiga yang
mengalami perbaikan gejala, dan kira kira sepertiganya memiliki hasil buruk
dengan gejala kronis dalam 3 tahun. Pada studi terkini dalam 5 hingga 10 tahun,
kira kira setengah pasien pulih sempurna dari gangguan ini, sedangkan 20
persennya terus memenuhi seluruh kriteria diagnostik bulimia nervosa.
Progosis bergantung pada keparahan gejala sisa mengeluarkan makanan sisa
kembali-yaitu apakah pasien mengalami ketidakseimbangan elektrolit , dan sampai
derajat berapa seringnya muntah menyebabkan esofagitis,amilasemia,pembesaran
kelenjar saliva, dan karies gigi. Pada beberapa kasus bulimia nervosa yang tidak
diterapi, remisi spontan terjadi dalam 1 hingga 2 tahun.

H.PENATALAKSANAAN

PSIKOTERAPI

TERAPIPERILAKUKOGNITIF
Terapi perilaku kognitif harus dipertimbangkan sebagai acuan ,tetapi lini
pertamabulimianervosa:
Menghentikansiklusperilakumakanberlebihandandietyangdipertahankan
sendiri.
Mengubah kognisi dan keyakinan seseorang yang mengalami disfungsi
mengenai makanan , berat dan bentuk tubuh , serta konsep diri secara
keseluruhan.

PSIKOTERAPIDINAMIK
Terapipsikodinamikmengungkapkanadanyakecenderunganmewujudkan
defensi intojeksi dan proyeksi. Di dalam sikap yang serupa dengan
pemisahan. Makanan yang bergizi mungkin dipertahankan karena secara
tidak sadar menyimbolkan introjeksi yang baik , sedangkan makanan
sampah secaratidaksadar dikaitkandenganintrojeksiburuksehingga
dikeluarkandengancaramuntah,dankhayalantidakdisadaribahwasemua
kerusakan, kebencian, dan keburukan ,sedang disingkirkan. Pasien
sementaradapatmerasabaiksetelahmuntahkarenaevakuasikhayalantetepi
perasaan terkait akan semuanya baik berlangsung singkat karena
didasarkanpadakombinasiyangtidakstabilantarapemisahandanproyeksi.

Usahausaha yang dapat dilakukan untuk mempertahankan keadaan yang


sudahmembaik:
Setelahpengobatanbiasanyapasienakanmengulangikebiasaannyauntuk
makanlagi,makakitajanganmenentangnya,tapikitaanggapbahwahalitu

merupakanresponyangfisiologis.
Agarpasienmaumakan,makakitakatakankepadanyabahwarasalapar
yangtimbulitu,karenatubuhnyamemerlukannutrisi.
Kalaupengobatanberhasil,makapasienakanmengurangiketergantungan
terhadapkebiasaanjeleknyadangejaladepresinyaakanteratasi,inidapat
berlangsunguntukbeberapabulan.Olehkarenakebiasaanmakanyangjelek
padabulimuanervosainimudahberulangkembali,makapengobatanyang
palingefektifadalahdenganmemberikanrasapaercayadirikepadapasien
terhadappenampilandanberatbadannya.

FARMAKOTERAPI
Antidepresan,termasuktetrasiklik(Tofranil),Serotoninspesipikreuptake
inhibitor(SSRI)(fluoksetin(prozac))danpenghambatmonoaminoksidase
(MAOI) (fenelzin (Nardil)) bermamfaat untuk mengobati depresi pada
buklimianervosa.
Semuaobatitudigunakansebagaibagiandarisuatuprogramtherapiyang
menyeluruh dengan psikotherapi. Khusus bagi pasien dengan cemas dan
agitasidapatdiberikanlorazepam(Ativan)12mgperoralatauIM.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

BulimiaNervosaadalahpenyakityangakanseringkitajumpaidalamduniaklinis
dan Bulimia Nervosa adalah penyakit yang bisa disembuhkan dengan baik.
Bulimia Nervosa biasanya ditandai dengan memakan makanan yangjauh lebih
banyakdariporsibiasanya.Pasiendengankondisisepertiinibiasanyamemiliki
berat badan yang naik turun dalam batas normal berat badan manusia.
Perangsanganmuntahyangbiasadilakukanolehpenderitabulemiabiasanyadapat
menyebabkan:
1.Sialadenosis
2.Enamelerosion
3.Calousmiddlephalanges
Pasien dengan Bulimia Nervosa biasanya juga mengalami abnormalitas pada
keseimbangan cairan dan asam basa tubuhnya. Bulimia Nervosa biasanya
dikaitkan juga dengan keadaan depresi, gangguan personality, penyalahgunaan
(seperti penyalahgunaan obat atau alkohol), percobaan bunuh diri dan
masalahmasalahkeluargayangterjadidalamkehidupannya.

PadadasarnyapenyakitBulimiaNervosabisadisembuhkandenganbaik,apalagi
ketikabiasdidiagnosadengandinimakadapatdiobatidandisembuhkandengan
baik.Rataratasecaraumumpasienbulemiabisadiobatidenganfluoxetinedan
CBT (Cognitive behavioral therapy) ,namundemikianpengobatanyangbaikyaitu
dengan deteksi sedini mungkin penyakit ini dan pencegahan kebiasaan dalam
makanyangbiasaterjadipadapasienBulimiaNervosa.Halpentinglainnyaadalah
penangananphisiologiyangpentingbiasanyadilakukanpadapasienpasienyang
memilikigangguanmakandanmemilikigangguanberatbadan,padapasienseperti
inipengobatanawalbiasanyaperludilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Kaplan, H.I., Sadock B.J.: Sinopsis Psikiatri, Jilid II, Edisi ke-7, Binarupa Aksara,
Jakarta, 1997: hal:333-335.
Maslim, R.: Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas dari PPDGJ III,
Jakarta, 2001, hal:91.
UI M.Makalah Jurnal Reading BUlimia Nervosa.from http://www.scribd.com/doc/97428618/Amakalah-Jurnal-bulimia-nervosa, 08 mei 2013