Anda di halaman 1dari 25

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU UKUR TANAH 1

OLEH :

KELOMPOK 3 :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

ANDRI SAPUTRA (1407034656)


BAGUS YULIANTO (1407034463)
THIARA FRESKA POETRI (1407034732)
M. NURUL (1407034252)
JAMES JANSEN TARULI (1407034882)
YOGI HANDOKO (1407034896)

PRODI DIPLOMA 3 TEKNIK SIPIL


1

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
2014

DAFTAR ISI

Daftar Isi ............................................................................................................................. 1


Kata Pengantar .................................................................................................................... 2
Praktikum I

: Mengukur Jarak dan Membuat Garis Lurus di Lapangan ........................ 3

Praktikum II : Membuat Sudut Siku-siku ......................................................................... 9


Praktikum III : Pengenalan Theodolite (T1) ....................................................................... 13
Praktikum IV : Pengukuran Poligon Tertutup (T2) ............................................................ 23
Praktikum V : Pemetaan (T3) ............................................................................................ 31

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah memberi
rahmat dan kesehatan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.
Ucapan terimakasih tak lupa pula kami sapaikan kepada dosen pembimbing mata kuliah dan
asisten dosen serta teman-teman yang telah membantu mengarahkan dan membimbing kelompok kami
dalam menyelesaikan laporan Ilmu Ukur Tanah I ini.
Kami menyadari dalam laporan ini masih terdapat kekurangan, oleh sebab itu kami
mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Demikianlah laporan ini kami buat
agar dapat bermanfaat sebagai mana mestinya.

Pekanbaru, Desember 2014

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

PRAKTIKUM I

Praktek

: Ilmu Ukur Tanah

Minggu Ke

: IX (sembilan)

Waktu

: 4 jam

Nama Percobaan

: Mengukur Jarak Di Lapangan dan Membuat Garis Lurus di Lapangan

Landasan Teori
Pengukuran jarak di lapangan ini diletakkan secara manual. Pengukuran ini digunakan untuk
maksud dan tujuan tertentu, misalnya dalam menentukan kapling-kapling suatu tanah yang luas,
pembuatan sertifikat yang memerlukan ukuran tanah yang nyata, dan lainnya.
Dalam percobaan ini pengukuran dilakukan dengan menggunakan jalon, patok kayu dan pita
ukur. Jalon digunakan untuk menetapkan titik awal dan titik akhir, patok kayu digunakan sebagai titik
bantu, dan pita ukur untuk alat pengukuran.

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

Dalam menentukan garis lurus ini maka haruslah diketahui titik kedua ujungnya. Untuk
menghubungkan kedua titik itu pada suatu garis lurus di lapangan dilakukan dengan menempatkan
beberapa titik bantu atau jalon diantara kedua titik awal dan akhir sehingga kelihatan dalam garis
lurus.
Suatu garis dapat dinyatakan lurus apabila kita dapat melihat jalon-jalon yang ditancapkan
saling berhimpit antara jalon satu dengan jalon lainnya.

Tinjauan Umum
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mahasiswa mengerti dan dapat mengukur jarak di lapangan


Mahasiswa dapat mengenal dan menggunakan alat-alat yang digunakan untuk mengukur jarak
Mahasiswa mengerti dan dapat mengatasi kesulitan-kesulitan dalam mengukur jarak dilapangan
Mahasiswa mengetahui apa yang dimaksud dengan suatu garis lurus di lapangan
Mahasiswa mengenal dan dapat menggunakan alat-alat untuk membuat garis lurus di lapangan
Mahasiswa terampil membidik (mengincar) lurus dalam menancapkan jalon-jalon atau patokpatok garis di lapangan
7. Mahasiswa menjadi teliti dan kreatif dalam belajar

Tujuan Khusus
1. Mahasiswa dapat mengukur jarak pada lapangan datar
2. Mahasiswa dapat mengukur jarak pada lapangan miring
3. Mahasiswa dapat membuat garis lurus antara dua titik pada daerah yang berbukit
Peralatan
1.
2.
3.
4.

Pita ukur/rol meter


Jalon
Unting-unting
Patok kayu

Gambar Alat

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

Pita Ukur

Unting-unting

Patok kayu

Jalon

Petunjuk Umum :
1.
2.
3.
4.
5.

Pelajari dan kerjakan sesuai dengan langkah kerja


Periksa alat-alat sebelum dipakai dan perhatikan skala pada pita ukur tersebut
Sehabis dipakai semua alat harus dibersihkan
Hindari lendutan dan hembusan angin dalam melaksanakan pengukuran
Dalam menarik pita ukur jangan terlalu kencang/kendor, cukup mendatar saja (gaya tarik 5-10
kg)
6. Bersihkan alat-alat setelah dipakai

Langkah Kerja :
6

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

A. Mengukur Jarak di Lapangan :


1. Pengukuran ini dapat dikerjakan oleh 2 (dua) orang
2. Orang ke satu dan kedua menancapkan jalon pada titik A dan B serta CD yang akan diukur
3. Orang ke satu memegang ujung rol pita ukur dan ditempatkan pada titik A
4. Orang kedua dengan jalan memegang ujung rol pita ukur yang sebelah sambil menarik
kencang jangan sampai terjadi lendutan, sampai jarak sepanjang pita ukur dan garis lurus
dengan AB
5. Orang kesatu pindah ke patok 1 dan orang kedua berjalan sambil memegang dan menarik
pita ukur tersebut sampai jarak sepanjang pita ukur dan segaris lurus dengan AB atau atas
aba-aba orang kesatu, kemudian menancapkan patok 2
6. Begitulah seterusnya pengukuran dilakukan sampai pada titik B, dan hasil pengukuran jarak
dicatat dan dihitung dan kemudian dibuat laporan
7. Pengukuran dilakukan 3 kali, sehingga mendapatkan hasil yang teliti
B. Mengukur Jarak di Lapangan Miring :
1. Pengukuran dilakukan oleh 3 orang
2. Orang kesatu dan kedua menancapkan jalon pada titik B dan titik C yang akan diukur
(sudah dikerjakan pada pengukuran mendatar)
3. Orang ketiga menancapkan jalon-jalon yang pada daerah antara B dan C sehingga segaris
dengan BC atas aba-aba orang kesatu
4. Orang kedua menggantikan jalon-jalon yang dipasang oleh orang ketiga dengan patok
sebagai pertolongan untuk memudahkan pengukuran
5. Orang kesatu memegang ujung nol pita ukur dan mengaitkannya pada paku patok
6. Orang kedua sambil menarik pita ukur berjalan ke pen yang lain dan membawa untingunting, kemudian menancapkan jalon pada/di dekat/pen a dan merentangkan pita ukur
dengan pertolongan jalon tersebut
7. Orang ketiga memegang waterpass dan diimpitan pada bagian tengah pita ukur dan
memberikan aba-aba kepada orang kedua, sehingga pita ukur benar-benar mendatar
8. Orang kedua dengan bantuan unting-unting yang ditempatkan pada paku/patok a membaca
angka ukur dan kemudian dicatat oleh orang ketiga
9. Dengan cara yang sama kerjakan pengukuran ab, bc, dan seterusnya
10. Catat hasil pengukuran dalam buku catatan data dan hitung hsil pengukuran tersebut
11. Jarak datar BC = Bp + aq + br + cs
12. Untuk mendapatkan ketelitian pengukuran dilakukan lebih dari satu kali (misalnya 3 kali
pengukuran)
Catatan : Mahasiswa harus menjamin kestabilan titik A D paling sedikit 3 kali

C. Membuat Garis Lurus Antara Dua Titik pada Daerah yang Berbukit atau Miring
1. Pekerjaan ini dapat dilakukan oleh dua orang
7

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

2. Tancapkan jalon di titik A dan B yang telah ditentukan


3. Orang ke-1 berdiri dibelakang salah satu jalon misalnya jalon A (60 atau 100 cm) dan
memandang kearah titik B sambil memberi aba-aba pada orang kedua
4. Orang kedua memegang jalon 1 dan mendirikannya diantara titik A dan B sambil mengikuti
aba-aba orang pertama sehingga jalon berada segaris dengan jalon A dan B, lalu
menancapkan jalon tersebut pada titik yang telah ditentukan
5. Orang pertama membidik kembali jalon A1B apakah benar-benar telah berhimpit atau
segaris
6. Demikian juga untuk langkah-langkah selanjutnya
7. Untuk memperpanjang garis lurus sama seperti metode diatas

Pengolahan Data
Rata-rata :
Pengukuran Miring
8

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

24,9 15+24,9+24,87
=24,8 95
3

AB=

20,6+20,515+20,5+ =20,5383
3
BC =

CD=

13,33+ 13,324+13,32
=13,3246
3

DB=

7,27 +7,18+7,18
=7,210
3

Pengukuran Datar
o

AB=

24,7 +24,81+24,8
=24,770
3

BC =

20,4+20,46+ 20,44
=20,4333
3

CD=

13,33+ 13,32+13,3
=13,3066
3

DB=

7,1+7,14 +7,14
=7,1266
3

Tabel Data Hasil Praktikum :


Pengukuran Miring
Jarak Titik
AB
BC
CD
DB

Pengukuran I
24,915
20,6
13,33
7,27

Pengukuran II
24,9
20,515
13,324
7,18

Pengukuran III
24,87
20,50
13,32
7,18

Rata-rata
24,895
20,5383
13,3246
7,2100

Pengukuran II
24,81

Pengukuran III
24,8

Rata-rata
24,770

Pengukuran Datar
Jarak Titik
AB

Pengukuran I
24,7

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

BC
CD
DB

20,4
13,3
7,1

20,46
13,32
7,14

20,44
13,3
7,14

20,4333
13,3066
7,1266

PENUTUP
Kesimpulan
Dalam pembuatan garis lurus kita dilatih untuk dapat membidik jalon-jalon sampai berhimpit
satu dengan yang lain agar berada pada satu garis lurus.

Saran
Dalam pelaksanaannya, ketelitian dalam membidik sangat diperlukan agar hasil yang didapat
sesuai dengan yang diinginkan, dan garis benar-benar lurus. Dalam membidik jalon sebaiknya beri
jarak yg cukup antara pembidik dengan titik agar memperkecil kemungkinan kesalahan.

10

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

Praktikum II

Praktek

: Ilmu Ukur Tanah

Minggu ke

: XI (kesebelas)

Waktu

: 4 jam

Nama Percobaan

: Membuat Sudut Siku-siku

Landasan Teori
Pembuatan dengan cara ini merupakan penerapan dari salah satu rumus segitiga yang apabila
diterapkan pada pelaksanaan bangunan akan menghasilkan sudut siku 90 derajat. Peralatan yang
digunakan adalah benang ukur, patok atau paku, serta meteran. intinya adalah membuat sebuah segitiga
yang ketiga sisinya mempunyai perbandingan panjang 3 : 4 : 5.

Petunjuk Umum :
11

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

1. Mahasiswa dapat mendalami arto dari garis tegak lurus di lapangan


2. Mahasiswa dapat mengetahui dan dapat mengatasi adanya kesukaran-kesukaran dalam
melaksanakan pembuatan garis tegak lurus di lapangan
3. Mahasiswa menjadi teliti, hati-hati kepada alat-alat maupun pekerjaan nya
Tujuan Khusus :
1. Mahasiswa dapat membuat garis tegak lurus di lapangan
2. Mahasiswa dapat mengikatkan (pengamanan) kedua patok dari garis ukur (min 3 kali)
Peralatan
1.
2.
3.
4.

Pita ukur/rol meter


Jalon
Unting-unting
Patok kayu

Gambar Alat

Pita Ukur

Unting-unting

12

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

Patok kayu

Jalon

Petunjuk Umum :
1.
2.
3.
4.

Laksanakan sesuai dengan langkah kerja


Perhatikanlah lokasi pengukuran apakah ada benda-benda tajam atau binatang berbahaya
Pakailah pakaian kerja pada waktu praktek
Berhati-hatilah waktu pemasangan alat-alat yang digunakan untuk keselamatan alat dan
pengukur sendiri
5. Bersihkan alat-alat sesudah dipakai
Langkah Kerja :
1. Tentukan titik A dan B di lapangan
2. Tentukan pula titik-titik antara C, D, E satu garis lurus pada garis AB
3. Ikatkan titik A dan B (min pada 3 titik) terhadap bangunan-bangunan atau tugu-tugu halaman
yang permanen dengan jalan
a. Ukur titik A terhadap tugu permanen 1 (ikatan pertama)
b. Ukur titik A terhadap tugu permanen 2 (ikatan kedua)
c. Ukur titik A terhadap tugu permanen 3 (ikatan ketiga)
4. Demikian juga untuk pengamanan titik B sama dengan langkah nomor 3
5. Pada patok C akan kita buat garis tegak lurus garis AB dengan jalan segitiga sama sisi yaitu :
a. Buat (tentukan) titik 1 dan 2 sejarak 1 yang terletak pada satu garis lurus AB
b. Dari titik 1 dan 2 tarik garis sepanjang R yang berpotongan pada titik 3
c. Pasang patok pada titik 3 maka garus AB=BC
6. Pada patok D akan dibuat garis tegak lurus AB dengan metode Phytagoras, yaitu sebagai
berikut :
a. Tentukan titik 4 pada sebelah kiri atau kanan titik D yang terletak pada satu garis lurus AB
sejarak 3 meter
b. Dari titik D tarik garis sepanjang garis 4 meter dan dari titik 4 tarik garis sepanjang 5 meter.
Pertemuan antara 4 meter dan 5 meter tersebut adalah titik 5
13

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

c. Pasang patok pada titik 5 maka garis AB=D5

Penutup

Kesimpulan

14

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

Pengukuran dan pembuatan sudut siku-siku dapat dilakukan dengan alat-alat sederhana walau
hasilnya tidak begitu akurat. Ketidak akuratan hasil pengukuran dikarenakan kesalahan atau kurang
telitinya pengamat saat melakukan pengukuran atau saat menarik rol meter.
Untuk membuat garis lurus dan mengukur jarak diantara dua dinding (bangunan) dapat
dilakukan oleh dua orang dengan bantuan jalon. Langkah-langkahnya adalah :
1. Tentukan titik A dan B pada dinding bangunan
2. Pasang jalon 1 dan 2 diantara titik A dan B (diusahakan segaris lurus)
3. Untuk memastikan titik 1 dan 2 berada pada garis lurus AB geser jalon 1 dan 2 dengan
memandang lurus ke jalon di depan nya. Orang pertama menggeser jalon 1 sesuai arahan dan
pandangan orang kedua terhadap titik A. Dan orang kedua menggeser jalon 2 sesuai arahan dan
pandangan orang pertama terhadap titik B. Begitu seterusnya sampai kedua jalon berada pada
garis lurus AB
4. Setelah dipastikan jalon 1 dan 2 berada pada garis lurus AB, ukur jarak dari A-1, 1-2, dan 2-B
5. Jumlahkan seluruh hasil pengukuran untuk mendapat jarak AB
AB = A1 + 12 + 2B

Saran
Dalam pengukuran siku-siku keakuratan pengukuran sangat dituntut, maka pada saat
pengukuran kita harus teliti dan pada saat penarikan rol meter jangan terlalu kendor atau terlalu di tarik
karena dapat megakibatkan rol meter memanjang atau melar. Saat akan memasang patok usahakan
pandangan jauh dari titik A/B sehingga pandangan lebih luas dan akan lebih terlihat apakah garis lurus
atau tidak.
Dalam melakukan pengikatan titik A dan B carilah titik-titik pengikatan yang permanen (tidak
bisa berubah) agar titik-titik tersebut tidak hilang. Sehingga apabila titik A dan B hilang kita masih
dapat menentukan kembali posisi titik A dan B tersebut.

15

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

PRAKTIKUM III

Praktek

: Ilmu Ukur Tanah

Minggu Ke

: XIII (ketiga belas)

Waktu

: 4 jam

Nama Percobaan

: Pengenalan Theodolit (T1)

Landasan Teori
Theodolite adalah alat yang digunakan untuk mengukur besaran sudut datar dari titik koordinat
yang akan dicari terhadap titik-titik lain yang telah diketahui koordinatnya.
Fungsi lain dari theodolite adalah menentukan besaran sudut vertikal, karena tidak hanya dapat
digerakan secara horizontal, tetapi dapat pula diputar ke arah vertikal. Lain halnya pada alat sipat datar
optis yang hanya dapat diputar secara horizontal saja.
Keunggulan theodolite selain dapat digunakan dalam pengukuran kerangka dasar vertikal dapat
pula digunakan pada pengukuran kerangka dasar horizontal sehingga dapat digunakan pada daerah
bukit dengan kemiringan 15% - 45%.

Tujuan Percobaan
Mengenal alat theodolit dalam menentukan sudut yang diukur yaitu sudut horizontal dan
vertikal dalam keadaan biasa dan luar biasa.

Alat-alat
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Theodolite
Statif
Rambu ukur
Unting-unting
Meteran/pita ukur
Patok
16

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

Gambar Alat

17

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

18

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

Gambar Alat

Theodolite

Statif

Patok kayu

Unting-unting
Meteran

19

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

Prosedur Kerja
1. Menentukan lima titik di lapangan dengan menggunakan patok yang telah disediakan (lima
buah titik)
2. Letakkan pesawat ditengah-tengah titik atau di keliama titik yang telah ada
3. Kemudian pesawat tadi diatur sehingga pesawat tersebut dapat digunakan
4. Bila pesawat telah selesai maka arahkan pada suatu titik dan dibaca BA, BB, dan BT juga sudut
horizontal dan vertikal
5. Bila telah selesai titik satu pesawat diputar ketitik lain nya, kemudian dilakukan seperti yang di
atas dan begitu seterusnya pengerjaan pada titik lainnya.
6. Jarak dan titik tempat pesawat diukur dengan menggunakan meteran atau pita ukur
Misalkan jarak AB dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
AB = (BA BB) x 100 cos2
7. Untuk koreksi benang tengah menggunakan rumus :
BT =

Benang Atas+ Benang Bawah


2

Terhadap pengukuran yang dilakukan antara dua titik yaitu A dan B.

20

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

Pengolahan Data
Jarak dari titik theodolite (A) ke masing-masing titik lainnya dalam keadaan biasa dan luar biasa
sebagai berikut :
1. Keadaan biasa
a. A-1 = (BA-BB) x 100 cos2
= (0950-0785) x 100 cos2 (90 - 90 47 00)
= (165) x 100 cos2 (-2 47 00)
= 16461,09 mm
A-1 = 16,46109 m
b.

A2=( BABB ) x 100 cos2


= (1413-1286) x 100 cos2 (90-VA)
= (1413-1286) x 100 cos2 (90- 89 29 40)
= (127) x 100 cos2 (0 30 20)
= 12699,01 mm
A2= 12,69901 m

c. A-3 = (BA-BB) x 100 cos2


= (1330-1200) x 100 cos2 (90-VA)
= (130) x 100 cos2 (90- 91 31 30)
= (130) x 100 cos2 (-1 31 30)
= 12990,79 mm
21

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

A-3 = 12,99079 m
d. A-4 = (BA-BB) x 100 cos2
= (1623-1478) x 100 cos2 (90-VA)
= (145) x 100 cos2 (90- 89 57 00)
= (145) x 100 cos2 (0 03 0)
= 14499,98 mm
A-4 = 14,4999 m
e. A-5 = (BA-BB) x 100 cos2
= (1055-944) x 100 cos2 (90-VA)
= (111) x 100 cos2 (90- 92 09 00)
= (111) x 100 cos2 (-2 9 0)
= 11084,37 mm
A-5 = 11,08438 m
2. Keadaan Luar Biasa
a. A-1 = (BA-BB) x 100 cos2
= (2535-2371) x 100 cos2 (270-272 47 00)
= (164) x 100 cos2 (-2 47 00)
= 16361,32 mm
A-1 = 16,36133 m
b. A-2 = (BA-BB) x 100 cos2
= (1186-1059) x 100 cos2 (270-269 29 40)
= (164) x 100 cos2 (0 30 20)
= 12699,01 mm
A-2 = 12,69901 m
c. A-3 = (BA-BB) x 100 cos2
= (2025-1896) x 100 cos2 (270- 271 31 30)
= (129) x 100 cos2 (-1 31 30)
= 12890,86 mm
A-3 = 12,8908 m
d. A-4 = (BA-BB) x 100 cos2
= (1599-1453) x 100 cos2 (270-2695700)
= (146) x 100 cos2 (0 3 0)
= 14599,98 mm
A-4 = 14,5999 m
e. A-5= (BA-BB) x 100 cos2
= (2010-1899) x 100 cos2 (270-2720900)
= (111) x 100 cos2 (-2900)
= 11084,37 mm
22

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

A-5 = 11,0843 m

Keterangan :
o
o
o
o

BA = Benang Atas
BB = Benang Bawah
VA = Sudut Vertikal
= sudut lereng

3. Rata-rata jarak dalam keadaan biasa dan luar biasa


'
A1+ A1 16,46109+16,36133
=
=16,4112 m
a. A-1
2
2
A2+ A2' 12,69901+12,69901
=
=12,69901 m
b. A-2
2
2
A3+ A3' 12,99079+12,8908
=
=12,9408 m
c. A-3
2
2
A4 + A4 ' 14,49999+14,59999
=
=14,5499 m
d. A-4
2
2
A5+ A5' 11,08437 +11,08437
=
=11,08437 m
e. A-5
2
2

4. Menghitung Koreksi (kesalahan Benang Tengah (BT)


a. Benang Tengah dalam keadaan biasa
BB 1+ BA 1 785+950

=
=867,5
BT1
2
2

BT2

BA 2+ BB2 1413+1286
=
=1349,5
2
2

BT3

BA 3+ BB3 1330+1200
=
=1265
2
2
23

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

BT4

BA 4 + BB 4 1623+1478
=
=1550,5
2
2

BT5

BA 5+ BB5 1055+944
=
=999,5
2
2

b. Benang Tengah dalam keadaan luar biasa


BA 1+BB 1 2535+2371

=
=2453
BT1
2
2

BT2

BA 2+ BB2 1186+1059
=
=1122,5
2
2

BT3

BA 3+ BB3 2025+1896
=
=1960,5
2
2

BT4

BA 4 + BB 4 1599+1453
=
=1526
2
2

BT5

BA 5+ BB5 2010+1899
=
=1954,5
2
2

24

Laporan Ilmu Ukur Tanah I

Tabel Hasil Perhitungan Jarak dalam Keadaan Biasa dan Luar Biasa

Posisi
Bidik
1

Koreksi Benang Tengah


Biasa

Luar Biasa

867,5

2453
2

Jarak dalam keadaan

Jarak dalam keadaan

biasa
16,46109

luar biasa
16,36133

25