Anda di halaman 1dari 21

Pendahuluan

Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan')
adalah fisika energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika
berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika
berasal.
Pada sistem di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika
klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi(kecepatan suatu proses reaksi berlangsung).
Karena alasan ini, penggunaan istilah "termodinamika" biasanya merujuk pada
termodinamika setimbang. Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika
adalah proses kuasistatik, yang diidealkan, proses "super pelan". Proses termodinamika
bergantung-waktu dipelajari dalam termodinamika tak-setimbang.
Karena termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah diusulkan bahwa
termodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik.
Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung
kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke
sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual perimbangan transfer energi dan wujud
di antara mereka dan lingkungan. Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi
spontan dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentangtermodinamika benda hitam.

1. Bentuk-bentuk energi
Energi di alam ada dalam berbagai bentuk, misalnya: energi panas dan kerja, energi
kimia, energi listrik, energi nuklir, energi gelombang elektromagnetik, energi akibat gaya
magnet, dan lain-lain.
Energi dapat berubah dari bentuk ke bentuk lain, baik secara alami maupun hasil
rekayasa teknologi. Selain itu energi di alam bersifat kekal, tidak dapat diciptakan atau
dihilangkan, akan tetapi hanya bisa berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lain tanpa
ada pengurangan atau penambahan. Prinsip ini disebut sebagai prinsip kopnservasi atau
kekekalan energi.
Berbagai bentuk energi diatas dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu energi
makroskopik dan energi mikroskopik. Energi makroskopik adalah energi yang
keberadaannya ditandai oleh posisinye terhadap lingkung atau terhadap suatu referensi
yang ditentukan. Contoh bentuk energi makroskopik adalah energi kinetik (KE) dan
energi potensial (PE). Keberadaan energi mikroskopik ditentukan oleh struktur internal
dari zat pembawa energi sendiri dan tidak kepada lingkungannya. Energi mikroskopik ini
disebut sebagai energi internal (U). Energi internal meliputi semua energi mikroskopik,
yaitu akibat dari struktur dan aktivitas molekul dalam masa yang ditinjau. Struktur
molekul adalah jarak antara molekul dan besar gaya tarik antar molekul, sedang aktivitas

molekul adalah kecepatan gerak molekul. Energi laten adalah energi yang merubah jarak
dan gaya tarik antar molekul, sehingga masa mengalami perubahan fase.

2. Sistem, Proses dan Siklus Termodinamika
Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah
batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut
lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistemlingkungan dan perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.
Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan
lingkungan:

sistem terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan
lingkungan. Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas
terisolasi.

sistem tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi
pertukaran benda dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di
mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan.
Apakah suatu sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya
dipertimbangkanh sebagai sifat pembatasnya:

pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.

pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.

sistem terbuka: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan
lingkungannya. Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut
permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.
Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan,
karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit
penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama
dengan energi yang keluar dari sistem.
Siklus termodinamika adalah serangkaian proses termodinamika mentransfer panas
dan kerja dalam berbagai keadaan tekanan, temperatur, dan keadaan lainnya. Hukum
pertama termodinamika menyebutkan bahwa sejumlah bersih panas yang masuk setara
dengan sejumlah bersih panas yang keluar pada seluruh bagian siklus. Proses alami yang
berulang-ulang menjadikan proses berlanjut, membuat siklus ini sebagai konsep penting
dalam termodinamika.

Proses termodinamika berlangsung dalam rantai tertutup pada diagram P-V. Persamaan keadaam gas Real dirumuskan sebagai berikut. Persamaan keadaan gas Real Persamaan keadaan gas Real diusulkan oleh Clausius yang berusaha menerangkan mengapa tekanan gas real melampui gas ideal pada temperature dan volume yang sama.2 Dimana a dan b adalah konstanta. Persamaan keadaan gas ideal dapat ditulis sebagai berikut : Pv=nRT 1. lainnya berasal dari asumsiasumsi menegenai sifat-sifat molekul. Gas yang mendekati gas ideal terjadi pada tekanan rendah dan suhu tinggi. 3. seperti pada persamaan Van der Waals sebagai berikut: Van der Waals mengusulkan persamaannya: ( P+ va ) ( v−b)=RT 2 1. Beberapa didapatkan dari fakta empiris murni. namun studi tentang gas ideal sangat bermanfat sebagai salah satu pendekatan untuk mengetahui sifat-sifat gas sesungguhnya. . Persamaan keadaan gas Van der Waals Cukup banyak usulan tentang persamaan keadaan gas real yang lebih akurat daripada gas ideal. di mana axis Y menunjukkan tekanan (pressure. c. P) dan axis X menunjukkan volume (V).Contoh: P-V diagram pada siklus thermodinamika.1 b. Namun persamaan yang didapatkan umunya lebih kompleks dibandingkan dengan persamaan gas ideal. Persamaan keadaan gas ideal Kita tahu bahwa sebenarnya di alam tidak ada gas ideal saeperti yang telah dibahas. Persamaan Keadaan Gas Persamaan keadaan adalah persamaan yang menyatakan hubungan antara state variable yang menggambarkan keadaan dari suatu sistem pada kondisi fisik tertentu. a.

Menurut persamaan usaha diatas. Jika gas berekspansi (volume bertambah) maka dV positif.P (V −nb ) =nRT 1. W =0 1. Misalkan gas diekspansikan (memuai) secara quasistatik. Jika pada gas dilakukan kompressi (dV negatif).4 Besar usaha W sama dengan luas dibawah kurva P-V dan bergantung pada lintasan kurva. Jadi usaha total yang dilakukan oleh gas adalah VB W =∫ PdV VA 1. Bila piston mempunyai luas penampang A maka gaya dorong gas pada piston F = PA. A–B merupakan proses isochorik. ini bearti di butuhkan usaha untuk menekan gas. Usaha yang dilakukan oleh gas Mula-mula gas ideal menempati ruang dengan volume VA dan tekanan P. Gambar. sehingga dapat dikatakan bahwa gas melakukan usaha pada sistem dan nilainya positif.3 4. maka besar usaha yang dilakukan gas pada proses isochoricadalah nol. Proses Isochoric Proses ini dilakukan pada volume konstan atau dV = 0. (secara pelan-pelan sehingga setiap saat terjadi kesetimbangan) sehingga volumenya sekarang VB dan piston naik sejauh dl. Usaha yang dilakukan oleh gas ideal a.5 . 5. Usaha yang dibutuhkan untuk menekan gas bernilai negatif. maka usaha yang dilakukan gas pada piston adalah : dW = Fdl = Padl = PdV.

b. C–D adalah proses isobarik.6 c. VB W =∫ PdV VA VB W =P ∫ dV VA W =P ( V B−V A ) 1. maka besar usaha yang dilakukan gas pada proses isothermal adalah\ . Bila pada tekanan konstan ini volume gas berubah dari VA menjadi VB. Proses Isothermal Perhatikan gambar! Proses ini dilakukan pada temperatur konstan T. Bila pada temperatur konstan ini volume gas berubah dari VA menjadi VB. maka besar usaha yang dilakukan gas pada proses isobarik adalah Gambar. Proses Isobarik Perhatikan gambar! Proses ini dilakukan pada tekanan konstan P. Untuk gas nRT ideal P = V .

7 6. Untuk perubahan yang sangat kecil persamaan (1. VB W =∫ PdV VA VB W =∫ VA nRT dV V VB W =nRT ∫ VA dV V W =nRT ln VB VA ( ) 1." Dengan demikian. yang merupakan hukum kekekalan energi.Gambar . ΔU = U2 — U1 = perubahan energi dalam sistem. Hukum 1 Termodinamika Hukum Pertama Termodinamika adalah perluasan bentuk dari Hukum Kekekalan Energi dalam mekanika.8 dengan: Q = kalor yang diterima atau dilepaskan oleh sistem. Hukum Pertama Termodinamika dituliskan sebagai berikut.8) ditulis : dQ=dU +dW . Q= ΔU +W 1. dan W = usaha yang dilakukan sistem Persamaan (1.8) dikenal sebagai hukum 1 termodinamika. jumlah seluruh energi tersebut selalu tetap. meskipun energi kalor sistem telah berubah menjadi energi mekanik (usaha) dan energi dalam. Hukum ini menyatakan bahwa: "Jumlah kalor pada suatu sistem sama dengan perubahan energi dalam sistem tersebut ditambah usaha yang dilakukan oleh sistem. Secara matematis. A–B merupakan proses isotermal.

9 Perjanjian Tanda Q = + (positif) bila kalor diberikan kepada sistem Q = . maka Q = ∆ U Kalor yang diserap oleh sistem hanya dipakai untuk menambah energi dalam ( ∆U ) ∆ U =Q ∆ U =m. Menurut Hukum Gay-Lussac proses isokhorik pada gas dapat dinyatakan dengan persamaan : P =konstan T atau PA PB = TA TB Karena W = 0 ( tidak ada usaha luar selama proses ).1. c v ( T B−T A ) b.(negatif) bila Usaha dilakukan pada sistem a. Proses Isobarik Proses isobarik adalah suatu proses perubahan keadaan gas pada tekanan tetap. Menurut Hukum Boyle-GayLussac. Proses Isochoric Proses isochorik adalah suatu proses perubahan keadaan gas pada volume tetap.(negatif) bila sistem kehilangan atau mengeluarkan kalor W = + (positif) bila Sistem melakukan Usaha W = . persamaan keadaan gas pada proses isobarik dinyatakan dengan persamaan : V =konstan T Atau VA VB = T A TB Usaha luar yang dilakukan adalah : W = P ( VB – VA ) karena itu hukum I termodinamika dapat dinyatakan : .

maka W = P A VA (ln VV AB ) = PB VB (ln VV AB ) Dengan menggunakan persamaan PAVA = PBVB. Proses Isothermal Proses isotermal adalah suatu proses perubahan keadaan gas pada suhu tetap. Menurut Hukum Boyle. proses isotermal dapat dinyatakan dengan persamaan : pV = konstan atau pAVA = pBVB Karena suhunya konstan TB = TA = T maka : ∆U = UB – UA = 3 2 n R TB - = 3 2 n R T- 3 2 n R TA 3 2 nRT = 0 ( Energi dalamnya nol ) Kalor yang diserap sistem hanya dipakai untuk melakukan usaha luar saja. maka .Q = ∆U + P ( VB – VA ) Panas yang diperlukan untuk meningkatkan temperatur gas pada tekanan tetap dapat dinyatakan dengan persamaan : ∆Q = m c ( T – T ) p B A Pertambahan energi dalam gas dapat pula dinyatakan dengan persamaan : ∆ U = m cv ( TB – TA ) Karena itu pula maka usaha yang dilakukan pada proses isobarik dapat pula dinyatakan dengan persamaan : W =Q .∆ U = m ( c – c ) ( T – T ) p v B A m = massa gas cp = kalor jenis gas pada tekanan tetap cv = kalor jenis gas pada volume tetap c. W = nRT ln ( VV AB ) Dengan menggunakan persamaan PV = nRT.

Ne.W = P A VA (ln PP AB ) = PB VB (ln PP AB ) Usaha W bisa juga ditulis dalam bentuk W = nRT (ln PP AB ) = nRT (ln PP AB ) 7. Proses Isobarik Usaha yag dilakukan gas adalah W = P ∆ V dan kalor yang diberikan pada tekanan konstan Q = C ∆ T . b. oleh karena itu energi total integralnya adalah 3 3 U= NKT = nRT 2 2 1. digunakan untuk menaikkan energi dalam sistem. Kalor Jenis Gas Ideal Secara mikroskopis. energi yang diterima seluruhnya digunakan untuk menaikkan energi kinetik translasinya. Untuk molekul yang terdiri satu atom. Jadi 3 CV ∆ T = 2 nR ∆ T 3 CV = nR 2 1.11 CV adalah kapasitas panas gas pada volume konstan.10 Tampak bahwa U hanya merupakan fungsi T saja. Maka menurut hukum I termodinamika P . seperti He. maka menurut hukm I termodinamika V Q = ∆U = CV ∆ T Seluruh kalor yang diterimanya. a. Proses Isochoric Usaha yang dilakukan gas W = 0 dan kalor yang diberikan pada volume konstan Q = C ∆ T . temperatur dari gas dapat diukur dari energi kinetik translasi ratarata dari molekul tersebut. gas mulia yang lain. monoatomik.

maupun keluar dari sistem. Q = 0. perbandingan antara CP dan CV 3 2 nR . Proses Adiabatis Pada proses ini tidak ada kalor yang masuk. Jadi P CP ∆ T = CV ∆ T + P ∆V Dari persamaan PV = nRT.67 CV Untuk gas diatomik dan poliatomik dapat diperoleh dengan cara yang sama : 5 nRT Gas diatomik :U= 2 : γ = 7/5 Gas poliatomik : γ : U = 3nRT = 4/3 c. Dari persamaan P = CVdT + nRT Atau nRT V dV V maka =0 . maka CP = disebut konstanta Laplace γ . Menurut hukum I termodinamika.12 5 2 nR . maka = CV ∆ T + nR ∆ T C P=C V +nR 1. diperoleh P ∆ V = n R ∆ T CP ∆ T Karena CV = . dQ = dU + dW 0 = CVDt + PdV Dimana dU = CVdT. yaitu ∆ U = C ∆ T . γ= CP =1.CP Q = ∆U + W ∆T = ∆U + P ∆V Karena kedua proses tersebut mempunyai volume awal dan akhir yang sama maka ∆ U kedua proses sama.

13 Dengan mengingat persamaan (1. V ) = konstan Maka T . yaitu CP – CV = nR.13) menjadi dT dV =( γ −1 ) T V Dengan mengintegrasi diperoleh lnT + ( γ −1 ) ln V = konstan Atau γ −1 ln ( T .dT nR dV + =0 T CV V 1.14 maka PV γ−1 V =konstan nR Atau PV γ =konstan 1. maka PdV = -CVdT sehingga usaha yang dilakukan pada proses adiabatis adalah W adiabatik =∫ PdV =∫ CVdT Jika TA adalah temperatur awal dan TB adalah temperatur akhir maka Wadiabatik = -CV ∆ T = -CV ( T B−T A ) = CV ( T A−T B ) .15 Usaha Pada Proses Adiabatik Oleh karena dQ = 0. maka nR C P−C V = =γ−1 CV CV Dan persamaan (1.V Dengan mengingat bahwa T = PV nRT γ −1 =konstan 1.12).

Proses Reversible dan Irreversible Reversible adalah sebuah proses yang bisa "dibalik" dengan cara sangat kecil perubahan dalam beberapa properti dari sistem tanpa produksi entropi (yaitu disipasi energi). Dalam prakteknya. sehingga sistem ini tidak pada kesetimbangan selama proses berlangsung. 10. Reservoir yang mensuplai energi disebut dengan source dan reservoir yang menyerap energi disebut dengan sink. 9. ukuran sebuah reservoir menjadi relatif. Secara termodinamika. dan sungai untuk benda besar berwujud air dan atmosfer untuk benda besar berwujud udara. Karena itu akan mengambil jumlah tak terbatas waktu untuk proses reversibel untuk menyelesaikan. deviasi dari reversibilitas mungkin dapat diabaikan. Misalnya. setelah itu telah terjadi. Reservoir Energi Panas Reservoir energi panas atau lebih umum disebut dengan reservior adalah suatu benda/zat yang mempunyai kapasitas energi panas yang besar. tetapi lingkungan yang berubah secara permanen setelah setiap siklus. Contoh dari beda/zat besar yang disebut reservoir adalah samudera. Definisi alternatif dari proses reversibel adalah proses yang.16 8. sebuah ruangan dapat disebut sebagai reservoir dalam suatu analisis panas yang bdilepaskan oleh pesawat radio atau televisi. jika sistem mengalami perubahan merespon lebih cepat daripada perubahan diterapkan. sistem dan sekitarnya akan persis sama setelah setiap siklus. dapat dibalik dan tidak menyebabkan perubahan baik dalam sistem atau sekitarnya. sistem akan berada dalam keadaan yang sama.Atau W adiabatik =C V [ ] P A V A P B V B CV − = ( P A V A − PB V B ) nR nR nR Atau W adiabatik =¿ CV ( P V −P B V B ) C P−C V A A Atau W adiabatik = 1 ( P V −P B V B ) γ−1 A A 1. Namun. Dalam siklus reversibel. Artinya reservoir dapat menyerap/mensuplai sejumlah panas yang tidak terbatas tanpa mengalami perubahan temperatur. Karena terhadap perubahan sangat kecil. Dalam proses ireversibel hingga perubahan yang dibuat. danau. proses reversibel sempurna tidak mungkin. proses "berlangsung" akan mengacu pada transisi dari awal negara ke keadaan akhir. Pada titik yang sama dalam siklus ireversibel. Mesin Kalor (Heat Engines) . sistem dalam kesetimbangan termodinamika sepanjang seluruh proses.

yang merupakan mesin pembakaran luar dimana fluida kerja mengalami siklus termidinamika yang lengkap. Atau dengan kata lain. maka persamaan (1. yaitu berapa bagian dari input panas yang diubah menjadi output kerja bersih. furnace bahan bakar. Dari pengamatan di atas. Mesin kalor membuang sisa panas ke sink bertemperatur rendah. dll). konversi panas menjadi kerja bisa dilakukan tetapi diperlukan sebuah alat yang dinamakan dengan mesin kalor (heat engines). Mesin kalor mengkonversi sebagian panas menjadi kerja (umumnya dalam dalam bentuk poros yang berputar) 3. Kemudian efisiensi termal dari sebuah mesin kalor dapat diekspresikan sebagai : ¿ W Q in 1. Untuk mesin kalor. Seperti misalnya pengaduk air. sebenarnya motor bakar dan turbin gas tidak memenuhi kategori sebagai sebuah mesin kalor. 2. jika kita memberikan panas pada air.Seperti kita ketahui kerja dapat dikonversi langsung menjadi panas. Mesin kalor menerima panas dari source bertemperatur tinggi (energi matahari. Sebuah alat produksi kerja yang paling tepat mewakili definisi dari mesin kalor adalah pembangkit listrik tenaga air. Mengacu pada karakteristik di atas. Efisiensi Termal (Thermal Efficiencies) Efisiensi termal sebenarnya digunakan untuk mengukur unjuk kerja dari suatu mesin kalor.17 Oleh karena W = Qin – Qout. Kerja dapat kita berikan pada poros pengaduk sehingga temperatur naik. 4. Tetapi sebaliknya. jika memberikan panas pada air. reaktor nuklir. output yang diinginkan adalah output kerja bersih dan input yang diperlukan adalah jumlah panas yang disuplai ke fluida kerja. Sebuah mesin kalor dapat dikarakteristikkan sebagai berikut : 1. maka poros tidak akan berputar. karena fluida kerja dari motor bakar dan turbin gas tidak mengalami siklus termodinamika secara lengkap. maka tidak akan tercipta kerja (poros). Mesin kalor beroperasi dalam sebuah siklus.17) dapat ditulis sebagai .

Ternyata hal ini berlaku umum untuk semua zat.18 Qout merupakan panas yang terbuang.19 Terlihat bahwa efisiensi termal hanya tergantung pada suhu TC dan Th. . Untuk gas ideal (estimasi keadaan sesungguhnya): Q out T C = Q in T h efisiensi termal menjadi : ¿ 1− TC Th 1. Siklus Carnot Tahun 1824 Sadi Carnot menunjukkan bahwa mesin kalor terbalikkan adengan siklus antara dua reservoir panas adalah mesin yang paling efisien.¿ Q in−Q out Q out 1− Q in Q in 1. yang biasanya tidak dimanfaatkan. Siklus Carnot terdiri dari proses isotermis dan proses adiabatis. 11. pada mobil misalnya gas buang.

Gas dalam keadaan kontak dengan reservoir temperatur tinggi. Proses b-c : ekaspansi adiabatik. Proses c-d : kompresi isotermal pada temperatur Tc (temperatur tinggi). Gas dalam keadaan kontak dengan reservoir temperatur rendah.    Proses a-b : ekaspansi isotermal pada temperatur Th (temperatur tinggi). Efisiensi Siklus Carnot atau W = Q1 – Q2 Sehingga efisiensi dinyatakan  η = efisiensi mesin carnot ( % )  W = usaha yang dilakukan mesin carnot ( J )  T1 = recervoir suhu tinggi ( K )  T2 = reservoir suhu rendah ( K )  Q1 = kalor yang diserap mesin ( J )  Q2 = kalor yang di lepas mesin ( J ) 12. Dalam proses ini gas melepas kalor Qc dari reservoir dan mendapat usaha dari luar Wcd. Tidak ada kalor yang diserap maupun keluar sistem. Tidak ada kalor yang diserap maupun keluar sistem. Proses d-a : kompresi adiabatik. Selama proses temperatur gas naik dari Tc ke Th dan mendapat usaha Wda . Dalam proses ini gas menyerap kalor Th dari reservoir dan melakukan usaha Wab menggerakkan piston. Selama proses temperatur gas turun dari Th ke Tc (temperatur rendah) dan melakukan usaha Wab . Mesin Bensin .

dan katupkeluaran ditutup kemudian katup masuk an dibuka sehingga dapat mengeluarkan seluruh gas.Perhatikan gambar! Pada mesin bensin terdiri atas lima langkah. dalam hal ini sistem melakukan kerja mekanis (e) Katup keluaran terbuka dan gas keluar dari silinder namun volume tidak berubah. dan selama pembakaran posisi piston tetap sehingga tekanan dan temperatur naik sangat tinggi (d) Gas panas yang dihasilkan akan menekan piston kembali. (a) Bila penghisap ditarik maka mesin bensin dan udara akan masuk kedalam silinder (b) Campuran bensin dan udara ditekan dengan cepat sehingga temperaturnya naik (c) Pada campuran terjadi pembakaran. Proses dari mesin bensin ini dapat didekati dengan siklus Otto seperti tampak pada gambar dibawah ini. .

 Proses C-D : Gas berekspansi secara adiabatik.  Proses A-O : Dan pada akhir proses. Pada proses ini volume dijaga konstan sehingga tekanan dan temperaturnya naik menjadi PC dan TC.  Proses D-A : Kalor Qc dilepas dan tekanan gas turun pada volume konstan. 13.  Proses A-B : Gas ditekan secara adiabatik dari V1 menjadi V2 dan temperaturnya naik dari TA ke TB. Pada proses BC terjadi pembakaran gas . gas sisa dibuang pada tekanan atmosfer dan volume gas turun dari V1 menjadi V2. kalor diserap oleh gas Qh. Proses O-A : Udara ditekan masuk ke dalam silinder pada tekanan atmosfer dan volume naik dari V2 menjadi V1.  Proses B-C : Terjadi proses pembakaran gas (dari percikan api busi). Berbeda dengan mesin bensin. pembakaran gas dilakukan dengan memberikan kompresi hingga tekanannya tinggi. melakukan kerja WCD. Mesin Diesel Mesin diesel didealkan bekerja dengan siklus Diesel.

gas yang bersikulasi menyerap panas dari luar (eksterior) dan melepaskannya di dalam ruang (interior). yaitu peralatan mekanis untuk memanaskan atau mendinginkan ruang dalam rumah/ gedung.berekspansi sampai V3 dan dilanjutkan ekspansi adiabatik sampai V1. kondensor. Rasio kompresi siklus Diesel lebih besar dari siklus Otto sehingga lebih efisien. sama seperti mesin kalor. Refrigerant meninggalkan kompresor pada temperatur yang relatif tinggi dan kemudian didinginkan dan mengalami kondensasi dikondensor yang membuang . COP= Q in W 15. memompa kalor Qin dari makanan didalam ruang ke ruangan. adalah sebuah alat siklus. Siklus refrigerasi yang paling banyak digunakan adalah daur refrigerasi kompresi-uap yang melibatkan empat komponen : kompresor. COP= Q out W Refrigerator. Fluida kerjanya disebut dengan refrigerant. katup ekspansi dan evaporator. Mesin Pendingin Mesin pendingin. Refrigerant memasuki kompresor sebagai sebuah uap dan dikompres ke tekanan kondensor. Bila berfungsi sebagai pemanas. seperti dalam heat pump. Efektifitas dari heat pump dinyatakan dalam Coefisien of Perfoment (COP).Heat Pumps dan Refrigerators Gambar diatas menunjukkan Heat pumps dan Refrigerators. Bila difungsikan sebagai AC. siklus dibalik. 14.

proses akan cenderung ke arah tidak teratur) Kita cari saja besaran yang menunjukkan ukuran ketidakteraturan. tanpa campur tangan dari laur ketidakteraturan akan selalu bertambah. Salah satu alasan penggunaan istilah.coefficient of performance-lebih disukai untuk menghindari kerancuan dengan istilah efisiensi . karena COP dari mesin pendingin lebih besar dari satu. tetapi bagaimana kaitannya dengan termodinamika? Yang harus dipenuhi dari besaran ini adalah :  Besaran ini harus menjadi sifat sistem yaitu menjadi variabel keadaan. kita beri nama besaran ini “entrop’. dinotasikan dengan COPR. Hukum II Termodinamika Berdasarkan mesin kalor. karena jumlah panas yang diserap dari ruang refrigerasi dapat lebih besar dari jumlah input kerja. Berdasarkan siklus Carnot: “Tidak mungkin dalam satu siklus terdapat efisiensi 100%” Kelvin-Planck menyatakan: “Tidak mungkin membuat suatu mesin kalor.” (Secara alamiah. COP R= Qh output yg diinginkan = input yg diperlukan W bersihin 1. 16. dan Heat Pums/Refrigerators yang telah dibahas sebelumnya muncul formulasi hukum Termodinamika II: Calsius menyatakan bahwa: “Panas secara alamiah akan mengalirdari suhu tinngi ke rendah panas tidak akan mengalir secara spontan dari suhu rendah ke tinggi”. Pada pengamatan peristiwa sehari-hari: “Dalam suatu sistem tertutup. hanyalah mentransformasikan ke dalam usaha semua kalor yang diserapnya dari sebuah sumber”. Hal tersebut kontras dengan efisiensi termal yang selalu kurang dari satu. Refrigerant kemudian memasuki tabung kapilar dimana tekanan refrigerant turun drastis karena efek throttling. . dimana disini refrigerant menyerap panas dari ruang refrigerasi dan kemudian refrigerant kembali memasuki kompresor. Refrigerant bertemperatur rendah kemudian memasuki evaporator.21 Perlu dicatat bahwa harga dari COPR dapat berharga lebih dari satu.20 Atau COP R= QH 1 = QH −QL Q L /Q H −1 1. Efisiensi refrigerator disebut dengan istilah coefficient of performance (COP). yang beroperasi pada suatu siklus.panasnya ke lingkungan.

f S =  dS =  dQ/T i Untuk proses dalam satu siklus perubahan entropi nol S = 0.Nilai besaran ini cenderung bertambah pada suatu proses. ∆ H . karena energi terkonservasi. jadi besaran ini tidak terkonservasi Jelas baha besaran ini pasti bukan bentuk energi. ∆ S . Misal ada proses terbalikkan. Besaran ini diberi simbol S. ∆ S . Entropicenderung . bersifat mendasar untuk semua ilmu. ∆ U .tetapi juga pada temperatur dan perubahan entropi. Entropi Konsep temperatur muncul dalam hukum ke-nol termodinamika. Kesimpulan Termodinamika merupakan ilmu yang mengkaji berbagai bentuk energi danhubungannya satu dengan yang lain. Dalam hukum kedua termodinamika muncul konsep tentang entropi. Ruang lingkup termodinamika kimia ialah hubungan antara berbagai energi jenis tertentudengan sistem kimia. quasi-statik. Suatu perubahan energi dalam. 17. nilai absolut besaran ini belum begitu penting.Termokimia menangani pengukuran dan penafsiran perubahan kalor yangmenyertai proses kimia.  Konsep temperatur muncul dalam hukul ke-nol termodinamika. Untuk proses quasi-statik. Kespontanan suatu reaksi kimia tertentu dapat terjadi tidak hanya bergantungpada perubahan entalpi. Kita cari terlebih dahulu perubahan besaran ini pada suatu proses. maka S = 0. berlaku hubungan : dQ = dU + dW dimana dW = pdV. dS = dQ/T  Entropi dari alam naik bila proses yang berlangsung alamiah  Perubahan entropi dari suatu sistem hanya tergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistem.  Untuk proses adiabatik terbalikkan. terbalikkan. dU = ncv dT dan P = nRT/V. jika dQ adalah kalor yang diserap atau dilepas oleh sistem selama proses dalam interval lintasan yang kecil. tidak ada kalor yang masuk maupun keluar sistem. Konsep energi internal muncul dalam hukum pertama termodinamika. sebagaimana energi dalam.  Entropi dari alam akan tetap konstan bila proses terjadi secara terbalikkan. Proses ini disebut proses isentropik. Energi total suatu sistem adalah energi dalamnya yang merupakansuatu fungsi keadaan.yang mengukur perubahan dalam derajat ketidakteraturan suatu sistem. oleh karena itu dQ = dU + pdV = ncv dT + nRT dV/V bila dibagi dengan T dQ/T = ncv dT/T + nR dV/V S =  dQ/T = ncv ln(Tf/Ti) + nR ln(Vf/Vi) 18. Hukum pertama termodinamika adalah suatu pernyataan hukumpelestarian energi. Untuk gas ideal. Konseap energi internal muncul dalam hukum pertama termodinamika. dilaksanakan dengantransfer kalor ataupun perlakuan kerja. Kebanyakan pengukuran semacam itu dilakukan dengan sebuah kalorimeter. Dalam hukum kedua termodinamika muncul konsep tentang entropi.

Hal ini diungkapkan dalam hukum kedua termodinamika. Pada 0 K(suhu mutlak) nilai entropi pada semua zat nyata adalah nol. .mencapai harga maksimum yang dimungkinkan oleh besarnya energidalam sistem. dan ini merupakanhukum ketiga termodinamika.