Anda di halaman 1dari 42

Benign Paroxysmal Positional Vertigo

(BPPV)
PEMBIMBING :

DR. dr. DESSY R. EMRIL, Sp.S(K)

DOKTER MUDA :

Khairul Rijal
1407101030260

PENDAHULUAN

IDENTITAS PASIEN













Nama
Jenis Kelamin
Usia
BB
TB
BMI
Alamat
Status Perkawinan
Agama
Pekerjaan
Suku Bangsa
No RM
Tanggal Kunjungan RS
Poliklinik

: NY. NA
: Perempuan
: 62 tahun
: 55 kg
: 160 cm
: 21.48
: Sigli
: Menikah
: Islam
: Ibu Rumah Tangga
: WNI
: 1069121
: 05 November 2015
: Saraf

ANAMNESIS Keluhan Utama dan RPS .

.

4 oC Pernafasan : 20 x/menit Berat Badan : 55 kg Tinggi Badan : 160 cm Status Gizi : baik .Pemeriksaan Fisik • • • • • • • • • • Keadaan Umum : Sakit ringan Kesadaran : Compos mentis GCS : E4M6V5 Tekanan Darah : 130/80 mmHg Nadi : 87 x/menit Suhu : 36.

tonsil T1-T1 . nyeri tekan mastoid (-) Gigi Mulut : karies gigi (+). RCTL (+/+) konjungtiva anemis (-/-). pupil bulat isokor Ø 3mm|3mm. oral hygiene cukup baik. hiperemis (-). petekie (-) Mata : edema kelopak mata (-/-). tidak hiperemis. ikterik (-). Lidah : Tremor (-). sekret (-/-) Telinga : normotia. lagoftalmus (-/-).Kepala • • • • • • • • • • Bentuk : normochepali. strabismus (-/-) Hidung : Simetris . RCL (+/+). simetri Nyeri tekan : (-) Rambut : Putih beruban. sekret (-/-). perdarahan gusi (-). septum deviasi (-). deformitas (-). ptosis (-/-). parestesia (-) papil atrofi (-) Tenggorokan : normal. sukar dicabut Wajah : simetris. pucat (-). pendengaran normal. sklera ikterik (-/-). distribusi merata.

retraksi suprasternal (-). bentuk normochest : Pernafasan thorakal abdominal. retraksi epigastrium (-) . distensi vena jugular (-/-) : Simetris. pembesaran KGB (-).• • Leher Inspeksi • • • • Thorax Inspeksi Statis Dinamis : Simetris. retraksi intercostal (-).

• • • Paru Inspeksi Palpasi • Perkusi • • Batas paru-hepar Auskultasi • Bunyi tambahan : Simetris saat statis dan dinamis : Kanan Kiri Depan Fremitus N Fremitus N Belakang Fremitus N Fremitus N : Kanan Kiri Depan Sonor Sonor Belakang Sonor Sonor : ICS IV dekstra : Kanan Kiri Depan Vesikular Vesikular Belakang Vesikular Vesikular : ronki -/-. wheezing -/- .

vena kolateral (-) : Peristaltik (+) kesan normal : Massa tumor (-). Ascites (-) . distensi (-). murmur (-). gallop (-) : Datar. reguler. defans muscular (-) : tidak teraba : tidak teraba : Ballotement (-) : Timpani (+) pada 9 regio abdomen. nyeri tekan (-).• • • • Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi • Auskultasi • • • • • • • • Abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi Hepar Lien Ginjal Perkusi : Apeks jantung tidak terlihat : Apeks jantung tidak teraba : Batas-batas jantung Atas : ICS III linea parasternalis sinistra Kiri : ICS V linea mid-clavicula sinistra Kanan : ICS IV linea parasternalis dextra : BJ I > BJ II .

oedem (-/-) A : krepitasi (-/-) .Superior : I : Edema (-/-).• • • • • Genitalia Tidak diperiksa Anus Tidak diperiksa Tulang Belakang Bentuk : normal. kemerahan (-/-).Inferior : I : Edema (-/-). kemerahan (-/-). oedem (-/-) A : krepitasi (-/-) . nyeri tekan (-) Kelenjar Limfe Pembesaran KGB : Tidak dijumpai Ekstremitas . tofus (-/-) P : akral teraba hangat (-/-). deformitas (-). tofus (-/-) P : akral teraba hangat (-/-).

Pemeriksaan Status Neurologis • • • • • • • • • • GCS : E4 M6 V5 = 15 Pupil : Isokor. tidak langsung (+/+) Tanda Rangsang Meningeal Kaku kuduk : (-) Laseque : (tidak dilakukan pemeriksaan) Kernig: (tidak dilakukan pemeriksaan) Brudzinski I : (tidak dilakukan pemeriksaan) Brudzinski II : (tidak dilakukan pemeriksaan) Tanda peningkatan Tekanan Intra Kranial (TIK) : negatif . bulat. ukuran 3 mm/ 3mm Refleks Cahaya : Langsung (+/+).

Nervus Cranialis Nervus Cranialis I (Nervus Olfactorius) dalam batas normal .

Nervus Cranialis II (Nervus Optikus) dalam batas normal .

IV.Nervus Cranialis III . dan VI .

Nervus Cranialis V ( Nervus Trigeminus) dalam batas normal .

Nervus Cranialis VII (nervus Facialis) dalam batas normal .

Nervus Cranialis VIII (Nervus vestibulotrochlearis) .

Nervus Cranialis IX (nervus Glossopharyngeus) dalam batas normal .

Nervus Cranialis X (nervus Vagus) dalam batas normal .

.• Nervus Cranialis XI ( Nervus Accesorius) Fungsi dari musculus trapezius dan musculus sternokleidomastoideous dalam batas normal.

.• Nervus Cranialis XII (nervus Hipoglossus) Fungsi otot penggerak lidah dan pergerakan lidah dalam batas normal.

Pemeriksaan motorik : dalam batas normal .

Pemeriksaan Sensorik Refleks sensoris raba dan nyeri dalam batas normal .

Refleks fisiologi (+) normal .

Refleks Patologis negatif .

• Fungsi koordinasi dan keseimbangan : Romberg tes Positif Jatuh sebelah kanan • Sistem otonom : baik • Fungsi luhur : tidak ada gangguan • Vertebrae : tidak ada kelainan .

Diagnosis • Diagnosis Klinis : Benign Paroksismal Posisional Vertigo • Diagnosis Etiologi : Vertigo Idiopati • Diagnosis Topik : Vertigo Vestibular • Penatalaksanaan Non Medikamentosa • Terapi non medikamentosa pada BPPV dapat dilakukan dengan pemberian terapi manuver reposisi partikel/ Particle Repositioning Maneuver (PRM) yang dapat secara efektif menghilangkan vertigo pada BPPV Medikamentosa • Paracetamol 3x500mg • Mecobalamin 2x250 mcg .

• Prognosis :• Ad vitam : dubia ad bonam • Ad fungsionam : dubia ad bonam • Ad sanactionam : dubia ad bonam .

tak stabil (giddiness. unsteadiness) atau rasa pusing Vertigo berasal dari bahasa Latin vertere yang artinya memutar merujuk pada sensasi berputar sehingga mengganggu rasa keseimbangan seseorang. rasa oleng. umumnya disebabkan oleh gangguan pada sistim keseimbangan .TINJAUAN KEPUSTAKAAN Vertigo merupakan keluhan yang sering dijumpai dalam praktek yang sering digambarkan sebagai rasa berputar.

Trauma. nervus VIII atau inti vestibularis) • Nervus VIII : Infeksi. Anemia. Hipertensi kardiovascular Infeksi : meningitis. Tumor • Penyakit susunan saraf pusat : Vascular: Iskemik otak.Etiologi BPPV • Penyakit system vestibular perifer ( yaitu labirin. Arteriosklerosis. abses . ensefalitis. Hipertensi kronis.

kesadaran terganggu 6. sakit kepala yang parah 5. berkeringat • Sentral 1. rasa lelah dan stamina menurun 3. hilang keseimbangan 5. tidak mampu berkonsentrasi 6. otot terasa sakit 8. sensitif pada cahaya terang dan suara 11. mual dan muntah-muntah 9. sukar menelan 3. mual dan muntah-muntah 9. tidak mampu berkata-kata 7. hilangnya koordinasi 8. memori dan daya pikir menurun 10.Gejala Klinis BPPV • Perifer 1. penglihatan ganda 2. perasaan seperti mabuk 7. jantung berdebar 4. tubuh terasa lemah . kelumpuhan otot-otot wajah 4. pandangan gelap 2.

Patofisiologi BPPV .

.

Penegakan diagnosis .

Tatalaksana BPPV .

Manuver Epley Manuver Semont .

Vertigo merupakan keluhan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari yang sering digambarkan sebagai rasa pusing berputar. RSUDZA Banda Aceh. Berdasarkan teori di atas. usia 62 tahun datang ke Poliklinik Saraf. . pada tanggal 05 November 2015 dengan keluhan kepala terasa pusing berputar terutama ketika kepala bergerak atau berpindah posisi secara tiba-tiba sejak 5 hari yang lalu.Analisa Kasus Pasien Ny. Na. Keluhan pusing berputar yang dikeluhkan pasien erat kaitannya dengan Benign Paroksismal Posisional Vertigo (BPPV).

5 Sehingga pada kasus tersebut gejalagejala klinis yang dikeluhkan oleh pasien mendunkung ke arah penyakit vertigo dimana. dimana manis dan berlemak telah diambil hipotesa bahwa. Dari segi onset BPPV biasanya diderita pada usia 50-70 tahun. . pasien dengan jenis kelamin wanita lebih sering menderita BPPV daripada laki-laki.2 : 1. kita ketahui keluhan vertigo dapat terjadi tiba-tiba pada perubahan posisi kepala dan berlangsung dalam waktu singkat. dimana usia pasien adalah >60 tahun. jenis kelamin. tahun dan suka makan makanan yang yaitu faktor usia. Proporsi antara wanita lebih besar dibandingkan dengan laki-laki yaitu 2.Pasien merupakan seorang pasien memiliki sejumlah faktor resiko perempuan yang sudah berusia 62 seperti yang telah dibahas sebelumnya.

. Pasien mengeluhkan kepala terasa pusing berputar ketika kepala berubah posisi secara tiba-tiba. jenis kelamin. Banda Aceh. Setelah melakukan pemeriksaan. datang ke Poliklinik Saraf RSUDZA. usia 62 tahun. hal ini dirasakan pasien terutama ketika akan bangun dari tempat. dan banyak makan makanan yang berlemak. pasien didiagnosa dengan Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). NA.Kesimpulan • Pasien ny. diantaranya adalah usia. Terdapat berbagai macam faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian BPPV pada pasien. dan berdasarkan keluhan yang diderita pasien.

TERIMA KASIH .