Anda di halaman 1dari 77

BAB KE SATU

ILMU TAKHRIJUL HADITS
Salah satu manfaat dari takhrijul hadits adalah memberikan informasi bahwa
suatu hadits itu bernilai sahih, hasan, ataupun daif, setelah diadakan penelitian
dari segi matan maupun sanadnya.
A. PENGERTIAN

Kata Takhij

adalah bentuk masdar dari fill madi

yang secara bahasa berarti mengeluakan sesuatu dari tempat.
Pengertian takhrij menurut ahli hadis memiliki tiga (3) macam pengertian, yaitu:
1. Usaha mencari sanad hadis yang terdapat dalam kitab hadis karya orang
lain, yang tidak sama dengan sanad yang terdapat dalam kitab tersebut.
Usaha semacam ini dinamakan juga istikhraj. Misalnya seseorang
mengambil sebuah hadis dari kitab Jamius Sahih Muslim. kemudian ia
mencari sanad hadis tersebut yang berbeda dengan sanad yang telah
ditetapkan oleh lmam Muslim.
2. Suatu keterangan bahwa hadis yang dinukilkan ke dalam kitab
susunannya itu terdapat dalam kitab lain yang telah disebutkan nama
penyusunnya. Misalnya, penyusun hadis mengakhiri penulisan hadisnya
dengan kata-kata: "Akhrajahul Bukhari", artinya bahwa hadis yang dinukil
itu terdapat kitab Jamius Sahih Bukhari. Bila ia mengakhirinya dengan
kata Akhrajahul Muslim berarti hadis tersebut terdapat dalam kitab Sahih
Muslim.
3. Suatu usaha mencari derajat, sanad, dan rawi hadis yang tidak
diterangkan oleh penyusun atau pengarang suatu kitab

Misalnya:

 Takhrij Ahadisil Kasysyaaf, karyanya Jamaluddin Al-Hanafi adalah
suatu kitab yang mengusahakan dan menerangkan derajat hadis yang

terdapat dalam kitab Tafsir AI-Kasysyaaf yang oleh pengarangya tidak
diterangkan derajat hadisnya, apakah sahih, hasan, atau lainnya.
 Al Mugny AnHamlil Asfal, karya Abdurrahim Al-Iraqy, adalah kitab yang
menjelaskan derajat-derajat hadis yang terdapat dalam kitab Ihya
Ulumuddin karya Al-Ghazali.
B. MANFAAT TAKHRIJUL HADIS
Ada beberapa manfaat dari takhrijul hadis antara lain sebagai berikut:
1. Memberikan informasi bahwa suatu hadis termasuk hadis sahih, hasan,
ataupun daif, setelah diadakan penelitian dari segi matan maupun
sanadnya;
2. Memberikan kemudahan bagi orang yang mau mengamalkan setelah
tahu bahwa suatu hadis adalah hadis makbul (dapat diterima). Dan
sebaliknya tidak mengamalkannya apabila diketahui bahwa suatu hadis
adalah mardud (tertolak).
3. Menguatkan keyakinan bahwa suatu hadis adalah benar-benar berasal
dari Rasulullah SA W. yang harus kita ikuti karena adanya bukti-bukti yang
kuat tentang kebenaran hadis tersebut, baik dan segi sanad maupun
matan.
C. KITAB-KITAB YANG DIPERLUKAN
Ada beberapa kitab yang diperlukan untuk melakukan takhrij hadis. Adapun
kitab-kitab tersebut antara lain:
1. Hidayatul bari ila tartibi ahadisil Bukhari

Penyusun kitab ini adalah Abdur Rahman Ambar AI-Misri At-Tahtawi. Kitab ini
disusun khusus untuk mencari hadis-hadis yang termuat dalam Sahih AI-Bukhari.
Lafal-lafal hadis disusun menurut aturan urutan huruf abjad Arab. Namun hadishadis yang dikemukakan secara berulang dalam Sahih Bukhari tidak dimuat
secara berulang dalam kamus di atas. Dengan demikian perbedaan lafal dalam
matan hadis riwayat AI-Bukhari tidak dapat diketahui lewat kamus tersebut.
2. Mu jam Al-Fazi wala siyyama al-garibu minha atau fihris litartibi ahadisi sahihi
Muslim

Kitab tersebut merupakan salah satu juz, yakni juz ke- V dari Kitab Sahih Muslim
yang disunting oleh Muhammad Abdul Baqi. Jus V ini merupakan kamus
terhadap Jus ke-I -IV yang berisi:
1. Daftar urutan judul kitab serta nomor hadis dan juz yang memuatnya.
2. Daftar nama para sahabat Nabi yang meriwayatkan hadis yang termuat
dalam Sahih Muslim.
3. Daftar awal matan hadis dalam bentuk sabda yang tersusun menurut
abjad serta diterangkan nomor-nomor hadis yang diriwayatkan oleh
Bukhari, bila kebetulan hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Bukhari.

3. Miftahus Sahihain
Kitab ini disusun oleh Muhammad Syarif bin Mustafa Al-Tauqiah. Kitab ini dapat
digunakan untuk mencari hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Akan tetapi
hadis-hadis yang dimuat dalam kitab ini hanyalah hadis-hadis yang berupa sabda

91h). Kitab hadis tersebut memuat dan menerangkan hadis-hadis yang tercantum dalam kitab yang disusun Abu Nuaim AI-Asabuni (w. Sejenis dengan kitab tersebut di atas adalah kitab Miftahut tartibi li ahadisi tarikhil khatib yang disusun oleh Sayyid Ahmad bin Sayyid Muhammad bin Sayyid As-Siddiq AIQammari yang memuat dan menerangkan hadis-hadis yang tercantum dalam kitab sejarah yang disusun oleh Abu Bakar bin Ali bin Subit bin Ahmad AI-Bagdadi yang dikenal dengan AI-Khatib Al. Al-Jamius Sagir Kitab ini disusun oleh Imam Jalaludin Abdurrahman As-Suyuti (w. Susunan kitabnya diberi judul Tarikhu Bagdadi yang terdiri atas 4 jilid 5.Bagdadi ( w.(qauliyah) saja. 430 H) yang berjudul: Hilyatul auliyai wababaqatul asfiyai. Kitab kamus hadis tersebut memuat hadis-hadis yang terhimpun dalam kitab himpunan kutipan hadis yang disusun oleh As-suyuti juga. AI-Bugyatu fi tartibi ahadasi al-hilyah Kitab ini disusun oleh Sayyid Abdul Aziz bin Al-Sayyid Muhammad bin Sayyid Siddiq AI-Qammari. 463 H). 4. Hadis tersebut disusun menurut abjad dari awal lafal hadis lafal matan hadis. . yakni kitab Jam 'ul Jawani.

termasuk bahasa Arab di Universitas Leiden. Kitab hadis tersebut juga menerangkan nama-nama sahabat Nabi yang meriwayatkan hadis yang bersangkutan dan nama-nama Mukharijnya (periwayat hadis yang menghimpun hadis dalam kitabnya).j 939 m). Kitab Mu'jam ini terdiri dari tujuh Juz dan dapat digunakan untuk mencari hadishadis yang terdapat dalam sembilan kitab hadis. Dengan demikian. kitab Mu'jam mampu memberikan informasi kepada pencari matan dan sanad hadis. Berbagai lafal yang disajikan tidak dibatasi hanya lafal-lafal yang berada di tengah dan bagian-bagian lain dari matan hadis. seorang profesor bahasa-bahasa Semit. Sebagian dari hadis-hadis itu ada yang ditulis secara lengkap dan ada pula yang ditulis sebagian-sebagian saja. negeri Belanda. yakni: Sahih Bukhari.Hadis yang dimuat dalam kitab Jamius Sugir disusun berdasarkan urutan abjad dari awal lafal matan hadis. Arnold John Wensinck (w. AI-Mujam al-mufahras li alfazil hadis nabawi Penyusun kitab ini adalah sebuah tim dari kalangan orientalis. Di antara anggota tim yang paling aktif dalam kegiatan proses penyusunan ialah Dr. namun telah mengandung pengertian yang cukup. Kitab ini dimaksudkan untuk mencari hadis berdasarkan petunjuk lafal matan hadis. hampir setiap hadis yang dikutip dijelaskan kualitasnya menurut penilaian yang dilakukan atau disetujui oleh As-suyuti. asal saja sebagian dari lafal matan yang dicarinya itu telah diketahuinya. 6. Sahih . Selain itu.

maka diketahuilah bahwa bunyi lengkap matan hadis yang dicari adalah: Artinya: "(Hadis) riwayat Abu Hurairah bahwa Rasullulah bersabda. Menakhrij hadis telah diketahui awal matannya. Contohnya hadis Nabi: Untuk mengetahui lafal lengkap dari penggalan matan tersebut. D. CARA MELAKSANAKAN TAKHRIJUL HADIS Secara garis besar menakhrij hadis (takhyijul hadis) dapat dibagi menjadi dua cara dengan menggunakan kitab-kitab sebagaimana telah disebutkan di atas. maka hadis tersebut dapat dicari atau ditelusuri dalam kitab-kitab kamus hadis dengan dicarikan huruf awal yang sesuai diurutkan dengan abjad. Berarti. dan Musnad Ahmad. Adapun dua macam cara takhrijul hadis yaitu: 1. Sunan Daromi. Sunan Turmuzi. langkah yang harus dilakukan adalah menelusuri penggalan matan itu pada urutan awal matan yang memuat penggalan matan yang dimaksud. Sunan Nasai. lafal yang dicari berada pada halaman 20 14 juz IV.Muslim. Setelah diperiksa. Sunan Abu Dawud. "(Ukuran) orang yang . Muwatta Malik. Ternyata halaman yang ditunjuk memuat penggalan lafal tersebut adalah halaman 2014. Sunan Ibnu Majjah.

kalimat yang dipakai berbunyi : Dalam kitab Sahih Muslim dicantumkan di catatan kaki sebagaimana lazimnya. nama Imam Muslim disertakan. tetapi yang disebut sebagai orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya tatkala dia marah.kuat (perkasa) itu bukanlah dari kekuatan orang itu dalam berkelahi. nomor urut hadis 1734. Kamus yang disusun oleh Muhamad Fuad Abdul Baqi tersebut tidak mengemukakan lafal hadis Nabi yang dalam bentuk selain sabda. Hadis yang dimuat dalam kamus adalah hadis yang semakna yang terdapat dalam juz dan halaman yang sama dengan nomor urut hadis 1733. dapat pula ditulis sesudah nama Muslim dan tidak ditulis di awal matan. Contoh: Lafal hadis tersebut tidak termuat dalam kamus. bahkan hadis yang berupa sabda pun tidak disebutkan seluruhnya." Apabila hadis tersebut dikutip dalam karya tulis ilmiah. maka sesudah lafal matan dan nama sahabat periwayat hadis yang bersangkutan ditulis. lafalnya berbunyi: . Biasanya kalimat yang dipakai adalah Nama sahabat periwayat hadis dalam contoh di atas adalah Abu Hurairah. padahal Sahih Muslim memuatnya dalam juz III halaman 1359.

pengkajian teks dan konteks hadis menurut riwayat dari berbagai periwayat akan mudah dilakukan. namun berbagai kitab itu biasanya tidak menunjukkan teks hadis menurut para periwayatnya masing-masing. Wensinck (Wafat 1939 M). Kitab tersebut merupakan kamus hadis yang disusun berdasarkan topik masalah. Padahal untuk memahami topik tertentu tentang petunjuk hadis. Dr. Pengarang asli kamus hadis tersebut adalah Dr. Wensinck adalah juga penyusun utama kitab kamus hadis: . seorang orientalis yang besar jasanya dalam dunia perkamusan hadis. Dengan bantuan kamus hadis tertentu. Salah satu kamus hadis itu ialah: (Untuk empat belas kitab hadis dan kitab tarikh Nabi).J.J. Sebagaimana telah dibahas dalam uraian terdahulu. diperlukan pengkajian terhadap teks-teks hadis menurut periwayatnya masing-masing. tetapi didasarkan pada topik masalah. A. Pencarian matan hadis berdasarkan topik masalah tertentu itu dapat ditempuh dengan cara membaca berbagai kitab himpunan kutipan hadis.2. A. Pencarian matan hadis berdasarkan topik masalah sangat menolong pengkaji hadis yang ingin memahami petunjuk-petunjuk hadis dalam segala konteksnya. Menakhrij hadis dengan berdasarkan topik permasalahan (takhrijul hadis bit Mundu'i) Upaya mencari hadis terkadang tidak didasarkan pada lafal matan (materi) hadis.

lafal yang dicari berada pada halaman 2014 juz IV. Untuk setiap topik biasanya disertakan beberapa subtopik. maka sesudah ditulis lafal matan dan nama sahabat periwayat hadis yang bersangkutan." Jika hadis tersebut dikutip dalam karya tulis ilmiah. tetapi yang disebut sebagai orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya tatkala dia marah. disertakan nama Imam Muslim. yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan petunjuk Nabi maupun yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan nama. Berarti. baik. maka diketahuilah bahwa bunyi lengkap matan hadis yang dicari adalah: Artinya: "(Hadis) riwayat Abu Hurairah bahwa Rasullulah SAW bersabda. Setelah diperiksa. Dalam kamus hadis tersebut dikemukakan berbagai topik.Bahasa asli dari kitab Miftah Kunuzis-Sunnah adalah bahasa Inggris dengan judul a Handbook of Early Muhammadan. Biasanya kalimat yang dipakai adalah: . Naskah yang berbahasa inggris diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1927 dan terjemahannya pada tahun 1934. tetapi juga mengoreksi berbagai data yang salah. Muhamad Fuad tidak hanya menerjemahkan saja. "(Ukuran) orang yang kuat (perkasa) itu bukanlah dari kekuatan orang itu dalam berkelahi. Kamus hadis yang berbahasa Inggris tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sebagaimana tercantum di atas oleh Muhamad Fuad Abdul-Baqi. dan untuk setiap subtopik dikemukakan data hadis dan kitab yang menjelaskannya.

yakni: . nomor urut hadis: 1734. dalam contoh di atas adalah Abu Hurairah. Jumlah kitab rujukan itu ada empat belas kitab. Kitab-kitab yang menjadi rujukan kamus tidak hanya kitab-kitab hadis saja. dapat pula ditulis sesudah nama Muslim dan tidak ditulis di awal matan. Lafal itu berbunyi: Penggalan hadis nomor 1631 merupakan contoh juga dari matan hadis yang tidak termuat dalam kamus itu. kalimat yang dipakai dapat berbunyi: Dalam kitab Sahih Muslim dicantumkan di catatan kaki sebagaimana lazimnya. padahal Sahih Muslim memuatnya dijuz III halaman 1359. Dalam hal ini. dengan nomor urut hadis 1733. Kamus yang disusun oleh Muhammad Fuad Abdul-Baqi tersebut tidak mengemukakan lafal hadis Nabi yang dalam bentuk selain sabda. Salah satu contohnya ialah lafal hadis yang berbunyi: Lafal hadis tersebut tidak termuat dalam kamus.Nama sahabat periwayat hadis. tetapi juga kitab-kitab sejarah (tarikh) Nabi. Lafal yang dimuat dalam kamus adalah hadis yang semakna yang terdapat dalam juz dan halaman yang sama. Bahkan hadis yang berupa sabda pun tidak seluruhnya dimuat.

Contoh berbagai lambang yang dipakai dalam kamus hadis Miftah Kunuzis-Sunnah. yaitu: =j us pertama (awal) = bab = sahih al-bukhari = Sunan Abi Daud = Sunan At-Turmuzi = Juz ketiga = juz kedua = Juz = Hadis .Dalam kamus. llama dan beberapa hal yang berhubungan dengan kitab-kitab tersebut dikemukakan dalam bentuk lambang.

= Musnad Ahmad = juz kelima = juz keempat = Musnad Zald bin Ali = juz keenam = halaman (Sathah) = Musnad Abi Daud At-Thayalisi = Tabaqat Ibni Saad = Bagian Kitab (Qismul-kitab) = Konfirmasikan data yang sebelumnya dengan data yang sesudahnya = Magazi AI-Waqidi = Kitab ( dalam arti bagian) = Muatta' Malik = Sunan Ibni Majah = Sahih Muslim = Hadis terulang beberapa kali = Sunan Ad-Darimi .

kolom ketiga. di halaman 498. Data Yang tercantum dalam subtopik tersebut adalah sebagai berikut : . dan pada setiap subtopik dikemukakan data kitab yang memuat hadis yang bersangkutan. Setiap halaman kamus terbagi dalam tiga kolom. Setiap topik biasanya mengandung beberapa subtopik.= Sunan An-Nasai = Sirah Ibni Hisyam Angka kecil yang berada di sebelah kiri bagian atas dari angka Yang umum = hadis yang bersangkutan termuat sebanyak angka kecil itu pada halaman atau bab yang angkanya disertai dengan angka kecil tersebut. Setiap kolom memuat topik. Topik tersebut mengandung empat belas subtopik. kolom ketiga. topik nazar termuat di halaman 497. Dalam kamus (Miftah Kunuzis-Sunnah) terbitan Lahore (pakistan). Subtopik Yang dicari berada pada urutan kedua belas. Cara penggunaannya seperti berbagai hadis yang dicari adalah yang memberi petunjuk tentang pemenuhan nazar: Dengan demikian. topik Yang dicari dalam kamus adalah topik tentang nazar.

maka topik yang dicari dalam kamus adalah topik Ramadan. Musnad Ahmad. Sunan Ad-Darimi. hadis dimaksud dimuat dua kali) . juz ll. Juduljudul kitab (dalam arti bagian) yang ditunjuk dalam data di atas dapat diperiksa pada daftar nama kitab (dalam arti bagian) yang termuat pada Bab IV tulisan ini untuk masing-masing kitab hadis yang bersangkutan.nomor utut bab: 18. kolom ketiga. Apabila yang dicari. 2. Sunan lbnu Majah. nomor urut kitab (bagian): 21. kolom kedua (tengah). maka dapat diketahui bahwa maksud data di atas ialah: 1. nomor urut kitab (bagian): 11. Muatta ' Malik. nomor urut kitab (bagian): 14. nomor urut bab: 1. nomor urut kitab (bagian): 22 nomor urut bab: 3. Data yang dikemukakan adalah : . 5. juz lII. maka hadis yang dicari. dan juz VI. misalnya berbagai hadis Nabi tentang tata cara salat malam yang dilakukan Nabi pada bulan Ramadan. yakni dalam hal ini hadis yang membahas pemenuhan nazar diperiksa pada kelima kitab hadis di atas. Subtopik untuk Ramadan ada dua puluh satu macam. Sunan Abu Daud. halaman 159. Setelah data diperoleh. halaman 419.Dengan memahami kembali maksud lambang-lambang yang telah dikemukakan dalam uraian sebelumnya. Topik tersebut ada di halaman 211. 3. halaman 266 ( dalam halaman itu. 4. Subtopik yang dicari berada pada urutan subtopik keenam dan terletak di halaman 212. nomor urut bab: 22.

misalnya berbunyi sebagai berikut (Keburukan tingkah laku Abu Jahal terhadap Nabi SAW. Nama Abu Jahal ternyata terletak di halaman l5 kolom kedua. maka nama tersebut ditelusuri dalam kamus. Sunan At-Turmuzi. subtopiknya ada empat macam. misalnya Abu Jahal. yakni dalam Sahih Al-Bukhari. . Data untuk subtopik yang pertama. Sunan An-Nasai dan Musnad Ahmad. Sekiranya topik yang dikaji berkaitan dengan nama orang. Sunan Abu Daud. Sesudah itu lalu diperiksa hadis-hadis yang termuat dalam keenam kitab hadis tersebut.Dengan memeriksa lambing-lambang yang telah dikemukanan dalam pembahasan terlebih dahulu. maka data tersebut dapat dipahami maksudnya. Sahih Muslim.

dapat diperiksa hadis-hadis yang termuat dalam: 1. perlu dilakukan praktek pencarian hadis berdasarkan data yang dikemukakan oleh kamus.Dengan demikian untuk mengetahui keburukan tingkah laku AbuJahal kepada Nabi Muhamad. pada nomor urut hadis: 28 2. 3. Perlu ditegaskan bahwa berbagai hadis yang ditunjuk oleh kamus belum dijelaskan kualitasnya diperlukan penelitian tersendiri. Untuk mengetahui . juz II. Musnad Ahmad. Untuk memperlancar pencarian hadis berdasarkan topik tersebut. Sahih Muslim. Sirah Ibnu Hisyam. halaman 370. Data tersebut agar dikonfirmasikan dengan data yang dikemukakan sebelumnya dan sesudahnya. nomor urut kitab (bagian): 50. halaman 184. kualitasnya.

Kitab Sunan Abu Dawud. Program ini juga mampu menampilkan skema sanad hadits. baik skema satu jalur maupun skema semua jalur periwayatan. KANDUNGAN PROGRAM Program ini mengandung seluruh hadits yang terdapat dalam al-Kutub at-Tis‟ah meliputi: Kitab Shahih al-Bukhari. APLIKASI PROGRAM Aplikasi Mausu'ah al-Hadits asy-Syarif (Ensiklopedia Hadits Syarif) ini cukup populer di Indonesia dan sering digunakan untuk memperoleh teks-teks hadits yang digunakan dalam penulisan buku. Warna tersebut menjadi petunjuk yang memudahkan bagi penentuan kualitas sanad hadits. di samping itu.BAB DUA MENGENAL PROGRAM MAUSU‟AH A. NAMA PROGRAM Program ini bernama Mausu‟ah al-Hadits as-Syarif al-Kutub at-Tis‟ah merupakan software computer yang tersimpan dalam compact disk read only memory (CD ROM) diproduksi oleh Sakhr pada tahun 1991 edisi 1.2. Skema sanad tersebut dilengkapi dengan warna pada kotak rawi dimana warna itu menunjukkan kualitas periwayat hadits tersebut. Selain mengakomodasi berbagai macam penomoran. Kitab al-Muwattha‟. daftar guru da murid. Kitab Sunan at-Tirmidzi. kitab Suan ad-Darimi. Kitab Sunan an-Nasa‟i. C. kitab Sunan Ibnu Majah. al-jarh wa at-ta‟dil. B. dan kitab Musnad Ahmad bin Hanbal. dari semua periwayat hadits dalam al-kutub at-tis‟ah tersebut. Kitab Shahih Muslim. program ini mengandung data-data mengenai biografi. aplikasi ini juga memperkenalkan penomoran tersendiri: penomoran . Semua lengkap sanad dan matannya.

dan syarah dalam aplikasi ini: Kitab Hadits Penomoran 1. Sunan at-Tirmidzi 4. dan/atau artikel keislaman karena kalah populer dengan penomoran lain. penomoran.al-Alamiyah. Versi online ensiklopedia ini dapat diakses di situs al-islam.00) 7008 al-Bari 7563 Fath al-Bari Dr. buku. Sunan an-Nasai 5. namun hanya menyediakan penomoran al-Alamiyah. Berikut daftar kitab hadits. Ensiklopedia ini memuat 9 kitab hadits dengan berbagai penomoran.com pada bagian hadits. Versi online ini menampilkan berbagai kitab hadits dan syarah. Namun. Shahih al- Bukhari 2.00. Pada Versi 2. penomoran ini jarang dipakai dalam penulisan kitab. aplikasi ini dilengkapi juga dengan syarah. Sunan Dawud Al-Alamiyah Fath Jumlah Hadits Syarah (Versi 2. Shahih Muslim 3. al-Bigha 7124 Al-Alamiyah 5362 Al-Manhaj Syarh Shahih Muslim bin Abdul Baqi 3033 Hajjaj Al-Alamiyah 3891 Ahmad Syakir 3956 Al-Alamiyah 5662 Hasyiah Abu Ghuddah 5758 Hasyiah as-Suyuthi ala an-Nasai Abu Al-Alamiyah Muhyiddin 4590 5274 Tuhfah al-Ahwadzi Aun as-Sindi ala an-Nasai al-Ma'bud Ta'liqat al-Hafizh Ibnu Qayyim alJauziyah .

Musnad Ahmad Ihya at-Turats Naskah Maimuniyah 8. keybord. Program ini berbasis Windows dan yang dibutuhkan Windows 3. mouse dan CD drive. Sunan Ibnu Majah Al-Alamiyah 4332 Abdul Baqi 4341 Al-Azhami 4397 Al-Alamiyah 7.1. Muwaththa Malik 9. SPESIFIKASI KOMPUTER Untuk menjalankan program ini dibutuhkan computer multimedia dengan hardware minimal CPU 486 keatas. Sunan ad-Darimi Hasyiah as-Sindi ala Ibnu Majah al- 26363 27100 (Tidak memiliki syarah) 6 jilid Al-Alamiyah 1594 Muwaththa Malik 1891 Al-Alamiyah 3367 Ilmi dan Zamrali 3503 Al-Muntaqa (Tidak memiliki syarah) D.exe (F: merupakan drive untuk CD. dan dianjurkan memakai Arabic Windows. sesuaikan dengan CD drive pada computer yang Saudara pakai) . berturut-turut klik-lah:  Setting  Control Panel  Add/remove programs  Install  Next  Ketik F:/DISK1/Setup. Untuk mengistal program ini. ke atas.6. monitor.

lakukanlah secara berturut-turut:  Buka Windows  Klik Start  Klik Program  Klik Hadits Program  Klik Hadits . Finish Untuk memulai program ini.

dan kitab Musnad Ahmad bin Hanbal. Berdasarkan Takhrij Hadits. Kitab Sunan an-Nasa‟i. Kitab Sunan at-Tirmidzi. seorang pengkaji Islam sering memerlukan petunjuk tentang suatu hadits.BAB KETIGA PENELUSURAN HADITS Hadits merupakan sumber ajaran yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan umat Islam. Dengan mengetikkan salah satu lafal dalam matan hadits. . 4. Berdasarkan para periwayatnya 7. namun memerlukan waktu yang lama. Kitab Sunan Abu Dawud. Untuk mempercepat proses penelusuran dan pencarian hadits tersebut. Berdasarkan aspek tertentu dalam hadits. Berdasar tema-tema kandungannya. Ia merupakan penjelasan dari al-Qur‟an. 2. Kedelapan cara tersebut adalah: 1. atau ia merupakan petunjuk pelaksanaan dari al-Qur‟an. baik matan ( materi. Cara yang demikian itu memang sangat baik. Oleh sebab itu seorang muslim tidak dapat menghindarkan diri dari mempelajari hadits Nabi SAW. Berdasarkan kitab dan bab sesuai yang ada dalam kitab aslinya 5. Kitab al-Muwattha‟. Kitab Shahih Muslim. 3. ia dapat menggunakan dengan memanfaatkan seperangkat komputer dengan program Mausu‟ah al-Hadits asSyarif yang bisa mengangses sembilan kitab induk hadis. kitab Suan ad-Darimi. Dengan memilih lafal yang terdapat dalam daftar lafal sesuai dengan hadits yang dicari. 8. Terdapat delapan macam cara yang bisa digunakan untuk menelusuri hadits-hadits yang terdapat dalam Kitab Shahih al-Bukhari. kitab Sunan Ibnu Majah. Berdasarkan nomor urut hadits 6. Pengekaji tersebut tentu saja dapat menelusuri dengan cara membaca seluruh hadits yang terhimpun dalam kitab-kitab hadits. atau bunyi pernyataan hadits) atau sanad-nya (rangkaian para periwayat).

Dari menu utama. .A. Langkah-langkah penelusuran dengan metode ini adalah sebagai berikut: Gambar A. Klik lafal ma‟ajim tersebut. cara ini tidak bisa digunakan. lalu klik yang paling atas. yakni mu‟jam alfadz al-hadits. PENELUSURAN HADITS DENGAN MEMILIH LAFAL Untuk dapat mencari hadits dengan metode ini adalah mengetahui sebagian lafal dari matan hadis yang akan diteliti.1). (lihat gambar A. Tanpa pengetahuan sebagian lafalnya.1: Memilih daftar lafal hadits 1. kemudian akan muncul tiga pilihan. pilihlah lafal ma‟ajim ( ‫ ( معاجم‬yang terdapat di kanan atas nomor 3 dari kanan.

Cari lafal yang diinginkan dengan menaik-turnkan layar lafal dengan mengklik tekan tanda anak panah di samping kanan layar. Klik huruf pertama dari lafal yang akan dicari pada daftar. . klik lafal tersebut. kemudian klik juga gambar buku terbuka di bawah daftar lafal.2: Memilih lafal dari daftar 2. Setelah ketemu yang dicari. Di bawah al-Mu‟jam al-Mufahras muncul daftar huruf hijaiyah.Gambar A. lalu akan muncul dilayar sebelah kanan daftar yang mempunyai huruf pertama sesuai yang dipilih. 3.

Kemudian klik juga gambar buku terbuka yang ada di bawahnya. maka hadits yang diinginkan akan muncul. Di bawah qaimat al-mawadhi‟ akan muncul daftar indeks hadits yang memuat lafal tersebut.4: Hadits yang dicari melalui daftar lafal . Gambar A. 4.Gambar A.3: Daftar hadits dari lafal yang dipilih. Pilih salah satu dari daftar tersebut hadits yang dicari dengan meng-kliknya.

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Dalam contoh. (lihat gambar B. penelusuran hadits dengan mengetikkan lafal juga mensyaratkan diketahuinya sebagian lafal dari matan hadits yang akan dicari.1. cara ini tidak bisa digunakan.B. Tanpa diketahuainya sebagian lafal tersebut. layar komputer menampilkan hadits sebagai berikut: Gambar B.1) . Bukalah menu utama. pilihan al-bahs bi dalalat alkalimat. kemudian pilihlah ‟bahs‟ dengan mengkliknya melalui mouse. PENELUSURAN HADITS DENGAN MENGETIKKAN LAFAL Sebagaimana penelusuran hadits dengan memilih lafal. Kemudian akan muncul dua pilihan.: Mencari hadits dengan mengetikkan lafal 1.

b) Pilih ‟al-kalimat ma‟a al-lawashik‟ bila anda menginginkan hadits yang dicari disamping memuat lafal yang sama. Bila keyboard komputer anda berhuruf latin.2: Mengetikkan lafal hadits 2. c) Pilih ‟ala al-mustawa al-jadr‟ bila anda menginginkan yang dicari adalah semua hadis yang memuat lafal tersebut beserta seluruh lafal yang memiliki akar kata yang sama. Sebagai contoh hadits yang akan kita cari adalah ‟innama ala‟mal bi al-niyat‟. . a) Pilih ‟ala mustawa al-kalimat‟ jika anda menginginkan hadits yang dicari hanya yang memuat lafal yang sama persis dengan yang anda ketik.Gambar B. juga memuat berbagai dhamir dan imbuhan dari lafal tersebut. ada empat cara pilihan akses terhadap lafal tersebut. (lihat Gambar B. Di bawah blangko isian lafal hadits tersebut. maka lafal hadis yang diketik adalah lafal niyat.2). 3. maka lihat daftar konversi keyboard latin ke dalam keyboard Arab di halaman akhir buku ini. Di bawah ‟al-bahs al-sharfiy‟ isilah blangko dengan lafal yang paling sedikit dipakai dalam matan-matan hadits. sebab jika lafal tersebut banyak dipakai maka hasil pencariannya juga akan banyak sehingga menyulitkan dalam memilihnya.

2 yang dipilih adalah ‟ ala mustawa aljadr. Dalam contoh tersebut dalam gambar B. .3: Memilih akar kata dari lafal yang diketikkan. maka yang akan dipakai aalah alternatif a). maka komputer akan mencari semua hadits yang berdasar pada semua kar kata dari lafal yang anda ketikkan. terkadang akan muncul daftar alternatif akar kata dari lafal yang diketikkan. lalu klik kota yang ada gambar pembesarnya yang terletak di sebelah kiri daftar tersebut. Gambar B. (perhatikan kursor pada gambar B. Pilihlah dari salah satu alternatif yang ada dengan mengkliknya. atau kotak yang tengah. lalu letakkan krusor pada gambar kaca pembesar dikotak bagian bawah kemudian klik-lah dengan mouse. Setelah anda mengetikkan lafal dan melakukan pemilihan cara akses.d) Pilihlah ‟al-jadr nafsuh‟ bila anda menginginkan hanya hadits yang memuat akar kata dari lafal yang anda ketikkan yang akan dicari. Bila anda ragu akar kata dari lafal yang akan anda cari.3). Setelah langkah keempat dilakukan. yaitu ála al-mustawa al-kalimat‟ 4.2). pilihlah gambar tabel yang terletak di bwah gambar kaca pembesar. Bila anda tidak memilih. yaitu apabila lafal yang diketikkan tersebut memungkinkan punya akar kata yang lebih dari satu. 5. (lihat gambar B.

Pilihlah satu yang anda inginkan dengan mengklik-nya dengan krusor. yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. naik atau turun yang terletak di sebelah kanan daftar.Dalam contoh gambar.Dalam contoh.3).4). Untuk menaikkan atau menurunkan tampilan hadits pada layar. ( lihat kursor pada gambar B. kemudian klik-lah gambar buku terbuka yang ada di bawah daftar. hadits yang memuat lafal yang seakar dengan lafal an-niyat jumlahnya ada 19 buah hadits. terdapat pada kitab al-iman. akan muncul daftar hadits yang ada sesuai dengan lafal yang diketikkan. tekanlah tanda anak panah. 6. yaitu w-n-y dan n-wy. Di bawah ‟qaimat al-mawadhi‟. Kemudian dipilih hadits yang terletak pada nomor 2 dari daftar.4: Memilih daftar hadits yang memuat lafal yang diketikkan. dan dalam shahih al-bukhari merupakan hadits nomor 52. . dan yang dipilih adalah akar n-w-y (lihat gambar B. Gambar B. ada dua akar kata dari lafal niyat.

maka pada tampilan layar akan muncul hadis lengkap dengan sanad dan matannya sesuai yang ada dalam daftar. maka cara ini bisa dipakai. Jika ternyata haditsnya belum sesuai dengan yang anda cari.5: Hadits yang dicari sudah ditemukan 7. C. Penelusuran hadits berdasarkan tema kandungannya hanya mensyaratkan diketahuinya tema hadits yang akan dicari. PENELUSURAN HADITS BERDASARKAN TEMA KANDUNGANNYA Bila kita lupa atau tidak tahu tentang lafal hadits yang akan dicari baik keseluruhan atau salah satu bagiannya.Gambar B. yaitu tentang hal tertentu yang menjadi pokok . Setelah langkah ke 6 dilaksanakan. maka anda bisa menekan gambar anak panah yang terdapat dikiri bawah kekiri atau kekanan untuk merubah tampilan hadits di layar untuk mendapatkan tampilan hadits yang ada di nomor atasnya atau bawahnya sesuai dengan yang ada didaftar.

Setelah itu akan muncul daftar menu dari ‟bahs‟ tersebut. Buka menu utama. lalu pilihlah kata ‟bahs‟ yang terletak dipojok nomor dua dari kanan yang terletak pada bagian kanan atas pada layar monitor dengan cara meletakkan kursor pada kata ‟bahs‟ lalu meng-klik-nya dengan mouse. Caranya adalah sbb: Gambar C. lalu pilihlah kata ‟bi dalalat maudhu‟ fiqhiy. . tanpa harus diketahui lafal redaksionalnya.pembicaraan hadits.1: Menu pada bahs 1.

Pada at-taqsim almaudhu‟ berisi 14 tema hadits. sedangkan disebelah kiri dengan judul attaqsim al-maudhu‟i (lihat gambar C. yang masing-masing disa diturunkan sampai empat atau lima kali sub-sub-sub-sub tema. Ke 14 terma tersebut adalah:  al-Iman  al-„ilmu  al-Umam as-shadiqah  as-Sirah  al-Qur‟an  al-Akhlak wa al-Adab  al-„Ibadat  al-Asyribah wa al-ath‟imah  al-Libas wa az-Zinah  al-Ahwal wa as-Syahsiyah  al-Mu‟amalat  al-Aqdhiyah wa al-Ahkam . Di sebelah kanan berisi layar dengan judul „bahs bi dalalat al-maudhu‟.2: Daftar tema hadits 2.Gambar C. Akan muncul dua layar dalam monitor.2).

dan potongan awal matan hadits.4) . (Lihat Gambar C. Gambar C. nomor hadits dalam kitab. periwayat pertama hadits (sahabat).3. Untuk menemukan hadits yang terdapat dalam tema atau pun sub-sub-sub tema (sesuai pilihan).: Gambar sub-sub-sub-subtema dari al-iman 3. Akan segera muncul daftar hadits yang merupakan hasil pencarian yang berisi informasi nama penyusun kitab. kliklah gambar kaca pembesar yang terdapat di bawah tengah dari layar sebelah kanan (bahs bi dalalat al-maudhu‟). al-Jinayat  al-Jihad Pilihlah salah satu tema dari ke-14 tema tersebut dengan mengkliknya.

pilihlah salah satu dengan mengkliknya untuk mendapatkan teks lengkap haditsnya yang meliputi sanad dan matannya sesuai dengan yang tercantum dalam kitab sumber aslinya.Gambar C. Kemudian kliklah gambar buku terbuka yang ada dibagian kanan sebelah bawah dari layar (qaimat natij al-bahs).5). Dalam layar monitor akan segera muncul teks lengkap hadits beserta informasi letak tersebut dalam kitab sumbernya (lihat Gambar C. .4: Daftar Hadits yang terdapat dalam sub tema niyah al-istikhlaf 4. Dari daftar yang dihasilkan.

sedangkan tanda ke kanan untuk nomor sebelumnya (di atasnya). PENELUSURAN HADITS BERDASAR NAMA KITAB DAN JUDUL BAB Penelusuran cara ini digunakan apabila seseorang menginginkan tampilan hadits-hadits yang ada di layar seperti kalau ia membuka kitab haditsnya yang tercetak pada kertas.5: Teks hadits yang terdapat dalam sunan Abu Dawud kitab aliman wa an-nudzur 5. Caranya adalah sebagai berikut: . Tampilannya akan urut mulai dari awal sampai akhir. kliklah tanda petunjuk arah kekanan atau kekiri yang terdapat dipojok kiri bawah. Untuk mendapatkan tampilan teks hadits yang ada di atasnya atau dibawahnya sebagaimana yang terdapat dalam daftar hadits hasil pencarian. D.Gambar C. Tanda ke kiri untuk mendapatkan tampilan hadits nomor sesudahnya (bawahnya) dalam daftar.

2. yang berarti kitab yang akan dibuka adalah shahih muslim.Gambar D.1. Dalam layar kemudian akan muncul ‟ardh bi dalalat at-tabwib yang membuat sembilan macam alternatif kitab yang hendak di buka yang diwakili dengan nama penyusunnya. Daftar menu ardh 1. Buka menu utama.1. Shahih al-Bukhari yang diwakili dengan menyebut al-Bukhari. Kesembilan kitab tersebut. Dalam gambar yang dipilih adalah Muslim. lalu klik „ardh yang terletak di sudut kanan atas. . kemudian akan muncul daftar menu ‟ardh sebagaimana terlihat dalam gambar D. Klik tabwib al-mashadir dari daftar menu ardh. dan seterusnya (lihat gambar D.2).

Di samping itu juga terdapat informasi nomor urut bab dan banyaknya sub bab dalam masing-masing bab tersebut. Setelah judul bab yang anda cari ketemu. tetapi jika anda ingin langsung menemukan haditsnya berdasarkan awal bab.2.maka dalam layar kemudian akan segera muncul daftar bab yang terdapat dalam kitab yang terpilih tadi. Pilihlah judul bab yang ingin anda buka dengan menaikkan atau menurunkan tampilan daftar tema yang ada di layar dengan meletakkan kursor pada tanda arah ke atas atau ke bawah yang terdapat di sebalah kanan layar dan mengkliknya. (Lihat gambar D. maka kliklah gambar alur ke bawah (lihat gambar D.4 dan D.2.3) .: Daftar kitab dan judul bab-babnya 3. kliklah judul tersebut. Dalam gambar D.5).) 4. yang dipilih adalah bab haid yang merupakan bab no. Bila anda akan mencari hadits melalui sub-bab. maka teruskan dengan mengklik gambar buku terukan (lihat gambar D.2.4 dalam kitab Shahih Muslim.Gambar D. Klik salah satu kitab dari sembilan macam kitab tersebut.

3.2 Gambar D. .Gambar D.4: Setelah memilih bab kitab haid dalam Shahih Muslim. kemudian memilih bab ”wujub al-ghasli ‟ala al-mar‟ati bi khuruj al-maniy minha” yang terdapat dalam kitab haid nomor 7 dengan cara mengklik judul bab tersebut.: Tampilan hadits kitab haid dalam shahih muslim setelah mengklik gambar buku pada gambar D.

Buka menu utama. Klik perintah ‟ardh kemudian klik raqm al-hadits.Dengan mengklik gambar buku terbuka di bawah judul sub bab maka akan muncul tampilan hadits seperti dalam gambar D. dan segera akan di klik raqm al-hadits yang terletak pada paling atas dari daftar menu ‟ardh. (Lihat gambar E.5.1: Tampilan layar setelah di klik ‟ardh. Gambar D. PENELUSURAN BEDASARKAN NOMOR HADIS 1.1) Gambar E. .5: Tampilan hadits-hadits yang terdapat dalam bab ”wujub alghasli ‟ala al-mar‟ati bi khuruj al-maniy minha” dalam kitab haid pada shahih muslim. Tampilan ini muncul setelah mengklik gambar buku terbuka. E.

5. Pilih kitab hadits yang akan di akses dengan mengkliknya.2: Kitab yang diakses adalah Sunan at-Tirmidzi hadits yang dicari nomor 2222. Gambar E. Pilih sistem penomoran siapa yang akan digunakan dengan mengklik salah satu dari daftar yang ada di kotak bagian bawah. Tulis nomor hadits yang akan dicari. sistem penomoran yang digunakan adalah sistem default komputer. . 4. maka akan muncul dalam tampilan hadits yang kita cari. Klik gambar buku terbuka di sebelah bawah. 3.2.

Buka menu utama. Periwayat yang bisa ditelusuri dengan metode ini bukan hanya terbatas pada periwayat yang berstatus sahabat Nabi saja. Cara mempergunakan metode ini adalah sebagai berikut: 1. F.3: Tampilan hadits nomor 2222 dalam Sunan at-Tirmidzi. . PENELUSURAN BERDASAR PERIWAYAT HADITS Penelusuran dengan cara ini digunakan apabila kita menginginkan untuk mencari hadits-hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi. kemudian klik perintah bidalalati ruwwat alhadits. klik bahs.Gambar E. baik untuk mencari beberapa hadits ataupun semua hadits yang ia riwayatkan. tetapi juga untuk para periwayat non sahabat yang ada di pertengahan sanad juga bisa dicari dengan cara ini.

Gambar F.1: Setelah di klik bahs muncullah daftar menu, di antaranya adalah
bidalalat ruwat al-hadits
2. Di bawah judul bahs bi dalalat al-ruwwat tedapat blangko isian yang harus
diisi dengan nama, kunyah, laqab, nasab,dan syahrah periwayat yang akan
dicari haditsnya.
3. Jika tidak tahu tentang identitas periwayat tersebut, klik gambar daftar list
yang ada di bawah yang tengah dari kotak bahs bi dalalat ar-ruwwat, maka
akan muncul qaimat ar-ruwwat di layar monitor yang berisi daftar para
periwayat yang terdapat dalam al-kutub at-tis‟ah.
4. Jumlah periwayat yang termuat dalam daftar sebanyak 8.622 orang yang
tersusun urut berdasarkan urutan huruf hijaiyah. Informasi yang terdapat
dalam daftar meliputi nama lengkap, kunyah, laqab, nasab, dan thabaqat.
Pilih salah satu dengan cara mengkliknya.

Gambar F.2: Daftar periwayat hadits yang terdapat dalam kutub at-tis‟ah Abu
Ishaq maula bani Hasyim diklik untuk dicari haditsnya.
5. Klik daftar list yang ada anak panahnya (dibagian bawah paling kanan dari
qaimat ar-ruwwat). Di sebelah kanan qaimat ar-ruwwat akan muncul kotak
bahs bidalalat ar-ruwwat.
6. Klik gambar alur ke atas atau ke bawah pada kotak bahs bidalalat ar-ruwwat
untuk melihat daftar guru atau daftar muridnya dalam meriwayatkan hadits.
Klik salah satu guru atau salah satu muridnya untuk mempersempit obyek
yang dicari. Bila yang dicari adalah hadits yang diriwayatkan dari semua
gurunya dan oleh semua muridnya, maka klik gambar kaca pembesar yang
terdapat pada bagian bawah pojok kanan.

Gambar F.3: Daftar guru Abu Ishaq maula bani Hasyim
Abdurrahman bin shakhr merupakan salah satu guru Abu Ishaq yang diklik
untuk dicari hadits yang diriwayatkan mereka bersama.

Gambar F.4: Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ishaq dari Abdurrahman siap
dicari dengan mengklik gambar kaca pembesar yang ada dipojok kanan
bawah.
7. Tampilan layar berubah menjadi qaimat natij al-bahsi yang membuat daftar
hadits yang diriwayatkan oleh para periwaat yang dicari. Dengan mengklik

Gambar F.gambar buku terbuka yang terdapat dipojok kanan bawah.5: Daftar hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ishaq dari gurunya Abdurrahman. Gambar F. . maka hadisnya akan segera muncul.6: Teks hadits yang berupa sanad dan matan yang diriwayatkan oleh Abu Ishaq dari Abdurrahman yang terdapat dalam sunan ad-Darimi kitab as-Sair hadits nomor 2352.

mu‟allaq. qudsi. mursal. orang. untuk mencari hadits-hadits yang di dalam matannya terdapat nama rasul. nabi.  Faharis at-Tirmidzi. dan mutawatir. mauquf. perkataan penulis kitab. ataupun komentar al-jarh wa at-ta‟dil. laki-laki. untuk mencari daftar hadits yang memuat bait-bait sya‟ir. bait-bait syair. mutawatir. untuk mencari hadits yang berisi ayat al-Qur‟an atau hadits yang berisi qira‟at. ghairu muttashil. rasul. kabilah. wanita. mursal.  Buka menu utama. atau maqthu‟. untuk mencari hadits-hadits qudsi. dan mu‟allaq  Aqwal . maka akan muncul enam macam pilihan. PENELUSURAN BERDASARKAN KEADAAN TERTENTU Bila ingin menelusuri hadits-hadits yang berisi ayat-ayat al-Qur‟an. nama-nama malaikat. untuk mencari daftar hadits yang sanadnya muttashil. maka metode penelusuran ini bisa dipergunakan. atau pernyataan penyelin kitab. Pilih salah satu dengan mengkliknya.  Ruwwat. klik ‟ardh. kabilah/jamaah. yaitu:  Al-Qur‟an al-Karim. dan peperangan. marfu‟. Demikian juga apabila ingin menelusuri hadits-hadits yang mu‟allaq. untuk mencari hadits-hadits yang ada dalam Sunan atTirmidzi yang diberi komentar oleh at-Tirmidzi berupa derajat kesahihan kesahihan hadits.  Al-A‟lam.  Athraf al-hadits. lalu klik faharis al-mashadir. metode ini akan banyak membantu. . tempat. malaikat tempat.G.

1: Daftar menu pada ‟ardh. Hadits yang berisi ayat al-Qur‟an dan qiraat. . 1. Buka menu utama. Akan muncul daftar hadits yang di dalamnya terdapat ayatayat al-Qur‟an dengan informasi sumber kitab. nomor ayat. Akan segera diklik Faharis al- Mashadir.2). dan potongan hadits.  Klik al-Qur‟an al-Karim  Klik ayat al-Qur‟aniyah atau Qiraat. lalu klik faharis al-mashadir.Gambar G. klik ‟ardh. sesuai pilihan  Klik gambar daftar list di kotak bawah yang kanan (lihat kursor pada gambar G. judul bab dalam kitab. nama surat.

maka tampilan layar akan naik ke atas. bila menginginkan daftar hadits diurutkan berdasarkan urutan sumber hadits dalam kutub at-tis‟ah. bila menginginkan daftar hadits tersusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah pada wal matannya. begitu juga tanda anak panah ke bawah jika ingin melihat daftar yang ada di bawahnya.2: Mencari hadits yang ada ayat Qur‟annya.Gambar G. Klik hasb al-Qur‟an. letakkan kursor pada arah tanda anak anah ke atas yang terdapat disebelah kanan layar dan tekan. Klik Hijaiyah.  Klik hasb al-mashdar yang terletak di bagian bawah daftar hadits. bila menginginkan daftar hadits diurutkan berdasarkan urutan surat dan ayat sebagaimana terdapat dalam mushhaf. Untuk menaikkan tampilan daftar hadits. .  Klik hadits yang dikehendaki setelah dipilih.

.3: Daftar hadits yang di dalamnya ada ayat al-Qur‟an.  Klik gambar buku terbuka yang terdapat di bawah daftar hadits. maka akan segera muncul teks hadits yang lengkap dengan sanad dan matan yang di dalamnya terdapat ayat al-Qur‟an yang dicari.Gambar G.

5: Mencari hadits yang memuat nama wanita. kabilah. nama bab. . dan peperangan. tempat.  Buka menu utama ‟ardhi. Hadits yang memuat nama-nama Rasul. atau asma‟ al-ghazwat sesuai dengan yang akan dicari.  Klik gambar daftar list yang ada di bawah bagian kanan maka kan segera muncul daftar hadits yang dicari. Gambar G.4: Hadits hasil pencarian yang memuat ayat al-Qur‟an. Dalam contoh ini yang akan diklik adalah asma‟ an-nisa‟. asma‟ al-jama‟at. Dalam daftar termuat informasi mengenai sumber hadits. asma‟ al-amakin. nabi.  Klik hijaiyah yang terdapat di bawah daftar untuk memilih urutan daftar hadis berdasar urutan huruf hijaiyah dari nama wanita yang hendak dicari. dan nama wanita. lalu klik faharis al-mashadir.Gambar G. malaikat. kemudian klik salah satu dari asma‟ ar-rasul. lakilaki. asma malaikat.  Klik al-A‟lam. 2. asma‟ al-nabi. asma‟ an-nisa‟. asma‟ ar-rijal. wanita.

Gambar G. Hadits yang terdapat nama Zainab Putri Rasulullah terdapat dalam Musnad Ahmad siap diklik.6: Daftar hadits yang memuat nama wanita dalam matannya. .Klik hasb al-mashdar bila ingin urutan daftar hadits berdasar urutan sumber hadits. Nama tersebut diurutkan berdasar urutan hijaiyah.

 Klik gambar list yang ada di bawah kanan. klik ‟ardh. .7: Teks hadits lengkap yang dalam matannya terdapat nama Zainab putri Rasulullah terdapat dalam Musnad Ahmad hadits nomor 2020 3.  Klik faharis at-tirmidzi. Gambar G. maka akan muncul daftar darajat al-hadits at-tirmidzi. lalu klik faharis al-mashadir.Gambar G.  Buka menu utama. Hadits yang berisi komentar at-Tirmidzi mengenai derajat kesahihan dan aljarh wa at-ta‟dil. lalu klik darajat al-hadits bila ingin mencari derajat hadits tertentu menurut at-Tirmidzi atau klik al-jarh wa at-ta‟dil bila ingin mencari kritik dan komentar at-tirmidzi terhadap para periwayat hadits.8: Mencari kualitas hadits tertentu at-Tirmidzi.

Gambar G.9: Daftar Derajat hadits dalam ungkapan at-Tirmidzi  Klik derajat hadits yang ingin dicari. Diklik hadits no. 2035 dalam Sunan at-Tirmidzi. Dalam contoh dipilih perkataan at-Tirmidzi ‟hadits la yashihu‟ Gambar G.10: Daftar hadits yang dikomentari at-Tirmidzi sebagai hadits la yashihu. . At-Tirmidzi memakai 97 macam istilah ketika memberi komentar terhadap derajat hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Sunannya.

11: teks hadits lengkap yang diberi komentar at-Tirmidzi sebagai ‟hadits la yashihu‟ yang terdapat dalam dalam Sunan at-Tirmidzi hadits nomor 2035. . ahadits mauqufah. dan mauqthu‟.  Buka menu utama. marfu‟. Dalam contoh gambar yang diklik adalah ahadis qudsiyah.  Klik tanda arah di kiri bawah. mauquf. Ahadis Mutawatirah.  Klik athraf al-hadits  Klik salah satu dari ahadis Qudsiyah. lalu klik faharis al-mashadir. klik ‟ardh. Jenis-jenis hadits qudsi. mutawatir. dan ke kanan untuk nomer urut sebelumnya. 4. Ahadis Marfu‟ah. Gambar G. atau ahadis maqthu‟ah sesuai dengan yang akan dicari. Ke kiri untuk mendapatkan tampilan teks hadits yang ada di nomor urutan sesudahnya dari daftar. Klik gambar buku terbuka di kanan bawah akan segera muncul hadits yang dicari.

Hadis Bukhari nomor 764 siap dicari.12: Akan mencari hadits-hadits qudsi  Klik gambar buku terbuka di kanan bawah.Gambar G. Dalam contoh. muncul daftar hadits-hadits qudsi yang terdapat dalam kutub at-tis‟ah yang banyaknya 798 hadits. Gambar G. Akan segera muncul daftar hadits yang dicari.13: Daftar hadits qudsi yang terdapat dalam al-kutub at-tis‟ah. .

atau mawadhi‟ inqitha‟ sesuai dengan aspek yang ingin dicari.  Klik gambar buku terbuka yang ada di kanan bawah.14: Teks hadits qudsi yang terdapat dalam shahih al-Bukhari dalam kitab al-adzan hadits nomor 764.  Buka menu utama.  Klik ruwwat. Klik hadits yang diinginkan berdasarkan informasi yang ada dilayar. Hadits yang sanadnya muttashil. Dalam contoh yang diklik adalah mawadhi‟ inqitha‟ untuk mencari hadits-hadits munqathi‟ beserta letak keterputusan sanadnya. mawadhi‟ irsal. mursal. Gambar G. Akan segera muncul teks hadits lengkap yang dicari.  Klik salah satu asanid muttashilah. munqathi. asanid ghairu muttashilah. klik ‟ardh. . ghair muttashil. lalu klik faharis al-mashadir. mu‟allaq. 5. mawadhi‟ ta‟liq.

.15: Akan mencari hadits munqathi‟  Klik gambar buku terbuka di kanan bawah.16: Daftar tempat yang menyebabkan keterputusan sanad hadits. Akan segera muncul daftar hadits munqathi‟ dan letak keterputusannya.Gambar G.  Klik tempat keterputusan sanad yang dicari. Gambar G.

Dalam contoh abyat assyi‟riyah yang dicari . karena az-Zuhri adalah atba‟ at-tabi‟in sedangkan Jabir adalah sahabat.  Buka menu utama. Klik gambar buku terbuka di kanan bawah. Hadits yang memuat bait syair. atau pernyataan penyalin kitab. qaul al-mushannifin atau qaul attalamidz sesuai dengan aspek yang akan dicari. perkataan penulis kitab. klik ‟ardh.17: Letak keterputusannya pada lafal ‟an antara az-Zuhri dengan Jabir ibn ‟Abdullah. 6. akan segera muncul teks hadits lengkap beserta informasi tempat terputusnya sanad. lalu klik faharis al-mashadir  Klik aqwal.  Klik salah satu dari abyat syi‟riyah. Gambar G.

Gambar G.  Klik gambar buku terbuka yang terdapat di kanan bawa. Gambar G. Akan segera muncul daftar hadits yang memuat bait-bait sya‟ir. .18: Akan mencari bait-bait sya‟ir yang terdapat dalam hadits.19: Daftar hadits yang memuat bait-bait sya‟ir yang ditampilkan urut berdasar urutan huruf hijaiyah pada wal syairnya.

seperti hadits-hadits yang ada dalam shahih bukhari yang juga dirwayatkan dalam 8 kitab lainnya. Buka menu utama. klik bahs. atau 7. Gambar G. Akan segera muncul teks lengkap hadits yang di dalamnya terdapat syair.20: Teks hadits dalam shahih Muslim kitab zakat yang di dalamnya terdapat bait-bait syair.  Klik gambar buku terbuka yang terdapat dikanan bawah. lalu klik bi dalalat takhrij al-hadits .6.5. H.2. atau 1 kitab lainnya. Dalam contoh yang diklik adalah hadits yang terdapat dalam shahih muslim kitab az-zakat.3. 1. Klik hadits yang akan dicari berdasar informasi yang ada dalam daftar.4. PENELUSURAN BERDASARKAN TAKHRIJ HADITS Cara ini adalah untuk mencari hadits terntentu yang terdapat dalam suatu kitab tertentu yang juga terdapat dalam kitab lainnya.

Gambar H. Tirmidzi.2 yang diklik pada bagian atas adalah alBukhari. . Ibn Majah. Imam Ahmad. dan adDarimi. Artinya akan dicari hadits-hadits yang terdapat dalam shahih alBukhari yang juga diriwayatkan dalam 8 kitab yang lain.1: Mencari takhrij hadits 2. Klik masing-masing di atas dan di bawah sesuai dengan yang diinginkan. Abu Dawud. Pada bagian bawah ada 9 alternatif kitab yang juga bisa diklik maksimal 8 buah kitab selain yang telah diklik di atas. Nasa‟i. yaitu muslim. Pada gambar H. Malik. Di bawah kotak bahs bi dalalat at-takhrij akan muncul dua kotak utama bagian atas ada 9 alternatif kitab sebagai sumber hadits yang akan dicari takhrijnya. dan hanya bisa satu buah yang bisa diklik. sedangkan pada bagian bawah yang diklik adalah 8 kitab.

3: Daftar hadits Bukhari yang juga diriwayatkan dalam 8 kitab lainnya. Jumlahnya ada 499 hadits.2: Mecari hadits-hadits bukhari yang juga diriwayatkan dalam 8 kitab lainnya.Gambar H. 3. maka akan muncul daftar hadits. Klik gambar buku terbuka yang terdapat di bawah paling kanan. Akan segera muncul hadits yang dicari. . Gambar H. 4.4: Hadits dalam shahih bukhari kitab al-i‟tikaf yang juga diriwayatkan dalam 8 kitab lainnya. Gambar H. Klik hadis yang ada dalam daftar. Klik gambar kaca pembesar yang ada di bawah. 5.

3. meneliti persambungan sanadnya.A. Khusus untuk rawi yang biografinya akan muncul. Untuk memindah nama rawi yang akan divarikan informasinya bisa menggunakan mouse dengan meletakkan kursor pada nama rawi yang diinginkan kemudian mengkliknya. MENCARI BIOGRAFI 1. rutbah. Pada bab III telah dijelaskan delapan cara untuk dapat menemukan hadits. talamidz. Meneliti pribadi periwayat.1). meliputi. A. dan jarh ta‟dil. atau bisa juga menggesernya dengan masukan keybord. mencari sanad lain dari kitab yang berbeda. Selain itu. melakukan i‟tibar. mencari sanad lain dari kitab yang sama. Langkah-langkah tersebut antara lain adalah 1. meliputi. maka di bagian bawah layar akan muncul kotak tarjamah. nama-nama rawi yang terdapat dalam teks naskah hadits akan berubah warna menjadi biru. meliputi biografi dan penilaian terhadapnya tentang al-jarh wa at-ta‟dil. serta membuat skema berbagai sanad. serta metode periayatan. Berikut ini akan diterangkan penerapan langkah-langkah penelitian hadits dengan komputer. Setelah hadis yang diinginkan sudah kita peroleh (seperti gambar 4. Klik ar-ruwwat yang ada di sebelah kanan layar.BAB KE EMPAT PENELITIAN SANAD HADITS Ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam penelitian sanad hadits. maka tahapan langkah-langkah penelitian hadits akan dilakukan. dalam teks naskah hadits namanya akan berubah menjadi merah. mencari informasi nama-nama guru dan muridnya. syusukh. 2. .

1: naskah hadits yang akan diteliti 2. Gambar 4. Klik tarjamah yang ada di bagian bawah layah.: informasi biografi rawi .A.2.Gambar 4.A. maka akan muncul informasi biografi rawi yang dimaksud.

2.C. Gambar 4. Klik ar-ruwat sebagaimana langkah A. MENCARI DAFTAR NAMA GURU RAWI 1.B. Klik syuyukh pada kotak di sebalah bawah layar. Klik jarh ta‟dil pada kotak di sebelah bawah layar.B. Gambar 4. MENCARI PENILAIAN TENTANG AL-JARH WA AT-TA‟DIL 1. diatas.1: Informasi jarh ta‟dil beserta nama ulama yang menilai. Klik ar-ruwat sebagaimana langkah A. C.1. maka akan mencul informasi lafal jarh ta‟dil beserna nama ulama yang memberikan penilaian.1.1. maka akan muncul informasi daftar guru rawi. Informasi daftar guru rawi . 2.

1).1 2. MENCARI JALUR SANAD LAIN DALAM KITAB YANG SAMA 1.: Informasi daftar murid rawi E. . Klik talamidz pada kotak disebelah bawah layar. Klik ar-ruwwat sebagaimana langkah A.D. maka di bagian bawah layar akan muncul daftar hadits semakna dengan letak dan sanad yang berbeda yang terdapat dalam kitab yang sama. MENCARI DAFTAR NAMA MURID RAWI 1.E.1. Klik ‟athraf pada lafal yang terdapat di layar sebelah kanan (lihat gambar 4.D. maka akan muncul informasi daftar murid rawi Gambar 4.

untuk membandingkan teks matan hadits dengan athrafnya. Gambar 4.E.Gambar 4. .2: Membandingkan matan hadits dengan athrafnya.E. di sebelahh kiri dari daftar hadis semakna. Klik kotak dua lembar kertas yang terletak di layar bagian bawah.1: mencari athraf hadits 2.

1.1). maka di bagian bawah layar akan muncul daftar hadits semakna dengan letak dan sanad yang berbeda yang terdapat dalam kitab yang berbeda. Klik kotak ‟dua lembar kertas‟ yang terdapat dilayar bagian bawah. di sebelah kiri dari daftar hadits semakna.F. .F.: Mencari takhrij hadits. MENCARI JALUR SANAD LAIN DALAM KITAB YANG BERBEDA 1. 2.F. untuk membandingkan teks matan hadits dengan takhrijnya. Klik takhrij pada lafal yang terdapat di layar sebelah kanan (lihat gambar 4. Gambar 4.

maka akan muncul kotak alternatif di bagian bawah layar.G. Klik ‟sanad‟ yang terletak di sebelah kanan layar. MENCARI SKEMA JALUR BERBAGAI SANAD 1.1: Mencari skema sanad hadits .2: Membandingkan matan hadits dengan takhrijnya.F. Gambar 4. yaitu sanad al-hadits dan thuruq ar-riwayah. G.Gambar 4.

Gambar 4.: Skema berbagai sanad hadits .2.: Skema satu sanad beserta teks haditsnya.G.2. Klik sanad al-hadits untuk mencari skema satu sanad hadits yang diteliti.G. atau klik thuruq ar-riwayat untuk mencari skema semua sanad.3. Gambar 4.

Gambar 4.G.1: Mencari makna lafal gharib. MENCARI MAKNA LAFAL YANG GHARIB 1. Klik ‟ma‟ani‟ yang terletak di sebelah kanan layar.4. maka lafal gharib yang ada dalam teks naskah hadits akan berubah warna menjadi biru. .: Skema berbagai sanad yang diperkecil dengan mengklik gambar skema yang ada kaca pembesarnya.H. Lafal yang akan dicari maknanya bisa digeser dengan mouse ataupun masukan keyboard. H. Khusus untuk lafal yang muncul penjelasan lafalnya akan berubah menjadi merah.Gambar 4.

Gambar 5.A. Untuk penyesuaian spesifikasi printer dan ukuran kertas. Saling dengan mengklik paste pada program microsoft word. dan siapkan kertas.BAB V MENYALIN DAN MENCETAK HADITS A. 3. Buka microsoft word atau program lain tempat menyalin. Klik ‟naql an-nas‟ yang terletak di bagian kanan layar. Klik gambar ‟teks dan tustel‟ yang terdapat dibagian bawah sebelah kiri. 2. atau bahkan MS word Arabic.: Menyalin hadits B.1. klik khiyarat. MENYALIN HADITS 1. MENCETAK HADITS 1. lalu tajhiz at-thabi‟ah pada menu utama. Penyalinan ini bisa dilakukan bila MS word nya didukung oleh font Arabic. dan tunggu sampai mencetak pada printer. Sambungkan komputer dengan printer. . Klik ‟Thiba‟ah‟ yang ada di sebelah kanan layar bagian bawah. 2.

1: Mencetak hadits.Gambar 5.B. .

Dengan demikian. apabila fungsi-fungsi dan fasilitas yang telah dikemukakan dalam buku ini telah dikuasai maka fungsi dan fasilitas yang lain dengan sendirinya akan dapat dikuasai. mulai dari pengertian. Hal ini disebabkan karena penekanan panduan ini adalah untuk kebutuhan praktis. yaitu penelusuran dan penelitian hadits. dan bagi peminat studi Islam pada umumnya. Dengan harapan. takhrij dengan menggunakan program mausuah dalam pembahasan terdahulu. Aspek-aspek peting program untuk kebutuhan penulusuran dan penelitian hadits telah dipaparkan. Memang masih ada beberapa fungsi dari program yang tidak dikemukakan dalam pembahasan ini. Mudah-mudahan buku ini bisa memberikan manfaat bagi peminat hadits khususnya. manfaat. . takhrij manual.BAB VI PENUTUP Demikianlah telah disampaikan tentang takhrij al-hadits. fasilitas dan fungsi yang tidak secara langsung berkaitan dengan penekanan dan tujuan penulisan panduan ini tidak dikemukakan pembahasannya.

16 Tentang Ilmu Takhrijul Hadits. Kandungan Program. Penelusuran dengan memilih lafal.70 Penelitian Sanad Hadits. meliputi: Pengertian. BAB EMPAT ____62 . Penelusuran berdasarkan keadaan tertentu. Mencari jalur sanad lain dalam kitab yang berbeda. BAB TIGA ____ 21 . dan Cara Melaksanakan Takhrijul Hadits secara manual.61 Tentang Penelusuran Hadits. Mencari Daftar nama guru rawi. dan Mencari makna lafal yang gharib BAB LIMA ____ 71 – 72 Menyalin dan Mencetak Hadits BAB ENAM ____ 73 Penutup Biografi Penulis . Mencari Biografi. dan Spesifikasi Komputer . Aplikasi Program. Manfaat. Penelusuran berdasarkan periwayat hadits. Mencari jalur sanad lain dalam kitab yang sama. Penelusuran berdasarkan nomor hadits. meliputi. Kitab-kitab yang diperlukan. Penelusuran hadits dengan mengetik lafal. Mencari daftar nama murid. Penelusuran hadits berdasarkan tema. Mencari Penilaian tentang al-jarh wa at-ta‟dil. BAB DUA ____ 17 – 20 Tentang Program Mausu‟ah kutub at-tis‟ah. Penelusuran berdasarkan nama kitab dan judul bab.DAFTAR ISI Kata Pengantar Halaman judul Daftar Isi BAB SATU ____ 1. dan Penelusuran berdasarkan takhrij. Mencari skema jalur berbagai sanad. Nama Program.

Ag.(Praktek Takhrjul Hadits) Dosen Pengampu: Nur Kholis. PROGRAM STUDI TAFSIR HADITS FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2009 . M.

M.A. III dan PTAIS DIY. 2009) . dan sekolah menengahnya diselesaikan pada tahun 1994 di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Jember. 2008). HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI-ISTRI DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF KESETARAAN GENDER: Studi atas UU Nomor 1 Tahun 1974(Kajian Wanita Tahun Anggaran 2005/2006) (DIKTI/Kajian Wanita). Pendidikan Nonseksis : Telaah Konsep Kesetaraan dalam al-Qur‟an dan Hadits (Jural AL-BAYAN.(Kajian Wanita Tahun Anggaran 2004/2005) (DIKTI/ Kajian Wanita). Dia telah beberapa kali mendapatkan dana penelitian dari Dikti Diknas pada kajian wanita maupun penelitian dosen muda. Bimbingan Nabi untuk Mengatasi 101 Masalah (Mizania. Sastra dan Budaya Arab). lahir di Jember. diteruskan di MTs Paleran Jember (1991). Di samping itu beberapa karya yang dipublikasikan dalam jurnal adalah Sejarah.Ag. Keunggulan. Lafadz dan Makna dalam Epistemologi Bayani (Jurnal Ikatan Pengajar Bahasa Arab di Indonesia “ALHADHARAH”:Bahasa. PARTISIPASI LAKILAKI DAN PEREMPUAN BAGI KESEHATAN REPRODUKSI DALAM HADIS NABI S.TAFSIR BIL MA‟TSUR: Menelusuri Perkembangan. 2008). Sekarang sedang menempuh program Doktor (S3) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pengantar Studi Qur‟an dan Hadits (Teras. Program Pasca Sarjana (S2) diselesaikan pada tahun 2002 pada Program Studi Aqidah dan Filsafat di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pendidikan formalnya dimulai dari MI Mamba‟ul Ulum Curah Putih Jember (1988). Karir Struktural sebagai Ketua Program Studi Tafsir-Hadits FAI UAD tahun 2001-2004 dan sebagai Pembantu Dekan I FAI UAD pada tahun 2004-2008. Ia menjalani karir sebagai Dosen Tetap Yayasan di Program Studi Tafsir-Hadits Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sejak tahun 2000 dengan mengampu matakuliah Tafsir dan Hadits. Teks dan Pembacaan Post kolonial (Jurnal Studi Islam “MUKADDIMAH” Kopertais Wil. Pengantar Hermeneutika Qur‟an (Teras.. FAI UAD) Beberapa buku yang telah terbit di antaranya. dan Relevansinya di Era Kini (Jurnal Studi Islam “MUKADDIMAH” Kopertais Wil. Jawa Timur pada 2 September 1975. (Studi Hadis Nabi dalam Kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim) (DIKTI/ Dosen Muda). Pendidikan tinggi diselesaikan pada tahun 1998 pada Jurusan TafsirHadits Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.W.BIOGRAFI PENULIS Nur Kholis. di antaranya adalah OTONOMI ISTRI DALAM KELUARGA: Studi atas Hadits Nabi dalam Kitab Shahih alBukhari dan Shahih Muslim. III dan PTAIS DIY). III dan PTAIS DIY). Hadits Nabi tentang Otonomi Istri dalam Keluarga (Jurnal Studi Islam “MUKADDIMAH” Kopertais Wil.

dua hal tersebut adalah Kitab Allah dan Sunnahku. Modul ini merupakan panduan yang berisi langkah-langkah dalam melakukan takhrij al-hadits. karena menggunakan media komputer dengan CD program Mausu‟ah Hadits as-Syarif al-Kutub at-Tis‟ah. Ilmu Takhrijul hadits sering dianggap sulit mengingat langkah demi langkah teknis yang rigit. Barang siapa berpegang kepada keduanya niscaya tidak akan tersesat untuk selama-lamanya. M. 8 Agustus 2009 Penulis Nur Kholis. Amma ba‟du. .Ag. Hamdan syukran laka yaa Allah. Yogyakarta. Rasulullah SAW bersabda: “Telah aku tinggalkan untuk kalian dua hal. Shalatan wa salaman „alaika yaa habiballah.KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. ditambah lagi dengan sumber-sumber rujukan yang begitu banyak dan berbahasa Arab. Diktat ini akan mengantarkan mahasiswa mudah melakukan takhrij hadits. Penulis mengucapkan ribuan terimakasih kepada Istri tercinta (Ratna Dwi Wulan Musiana Endriani) beserta kedua putri penulis (Balma Bahira Adzkia dan Ebqaria Nahwa „Aisya) yang telah memberikan keleluasaan belajar dan menulis. Fa aqulu la haula wa quwwata illa billah.” Melalui diktat ini penulis bermaksud memberikan bimbingan untuk melakukan takhrij hadits melalui media komputer (komputerisasi hadits).