Anda di halaman 1dari 18

Pengertian

Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respons seseorang (organism) terhadap
stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, system pelayanan kesehatan, makanan, serta
lingkungan. (Notoatmodjo, 2007:135)
Menurut Notoatmodjo (2007:136) Perilaku kesehatan mencakup :
a. Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit, yaitu bagaimana manusia berespon, baik secara
pasif (mengetahui, bersikap, dan mempersepsi penyakit dan rasa sakit yang ada pada dirinya dan
diluar dirinya, maupun
aktif (tindakan) yang dilakukan sehubungan dengan penyakit dan sakit
tersebut
b. Perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan adalah respon seseorang terhadap sistem
pelayanan kesehatan baik sistem pelayanan kesehatan modern maupun tradisional. Perilaku ini
menyangkut respon terhadap fasilitas pelayanan, cara pelayanan, petugas kesehatan, dan obatobatan yang terwujud dalam pengetahuan, persepsi, sikap dan penggunaan fasilitas, petugas, dan
obat-obatan.
c. Perilaku terhadap makanan (Nutrition behavior), yakni respon seseorang terhadap makanan
sebgai kebutuhan vital bagi kehidupan. Perilaku ini meliputi pengetahuan, persepsi, sikap dan
praktik kita terhadap makanan serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya (zat gizi),
pengolahan makanan, dan sebagainya, sehubungan kebutuhan tubuh kita.
d. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan (environmental health behavior) adalah respon
seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan manusia.
Menurut Becker (1979) mengajukan klasifikasi perilaku yang berhubungan dengan
kesehatan (health related behavior) sebagai berikut : (Notoatmodjo, 2007:139)
a. Perilaku kesehatan (health behavior), yaitu hal-hal yang berkaitan dengan tindakan atau
kegiatan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Termasuk juga tindakantindakan untuk mencegah penyakit, kebersihan perorangan, memilih makanan, dan sebagainya.
b. Perilaku sakit (the sick role behavior), yakni hal-hal yang berkaitan dengan tindakan atau
kegiatan yang dilakukan oleh individu yang merasa sakit, untuk merasakan dan mengenal
keadaan kesehatannya atau rasa sakit. Termasuk disini juga kemampuan atau pengetahuan
individu untuk mengidentifikasi penyakit, penyebab penyakit, serta usaha-usaha mencegah
penyakit tersebut.
c. Perilaku peran sakit ( the sick role behavior), yakni segala tindakan atau kegiatan yang
dilakukan oleh individu yang sedang sakit untuk memperoleh kesembuhan. Perilaku ini
disamping berpengaruh terhadap kesehatan/kesakitannya sendiri, juga berpengaruh terhadap
orang lain. Terutama kepada anak-anak yang belum mempunyai kesadaran dan tanggung jawab
terhadap kesehatannya.
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan cerminan pola hidup keluarga yang
senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Semua perilaku
kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat
menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan
kesehatan di masyarakat merupakan pengertian lain dari PHBS. Mencegah lebih baik daripada
mengobati, prinsip kesehatan inilah yang menjadi dasar dari pelaksanaan PHBS (Proverawati
dan Rahmawati, 2012:2).
2. Ruang Lingkup PHBS
Menurut Proverawati dan Rahmawati (2012:13) ruang lingkup PHBS terdiri dari lima tatanan
yaitu:

(2) Anak tumbuh sehat dan cerdas. (4) Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti posyandu. 2) Indikator PHBS di rumah tangga yaitu: a) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan b) Memberi ASI eksklusif c) Menimbang balita setiap bulan d) Menggunakan air bersih e) Mncuci tangan dengan air bersih dan sabun f) Menggunakan jamban sehat g) Memberantas jentik di rumah sekali seminggu h) Makan buah dan sayur setiap hari i) Melakukan aktivitas fisik setiap hari j) Tidak merokok di dalam rumah 3) Sasaran PHBS Rumah Tangga adalah seluruh anggota keluarga yaitu : a) Pasangan Usia Subur b) Ibu Hamil dan Menyusui c) Anak dan Remaja d) Usia Lanjut e) Pengasuh Anak 4) Manfaat rumah tangga ber-PHBS adalah : a) Bagi rumah tangga : (1) setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit. (2) Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalahmasalah kesehatan. b) bagi Masyarakat : (1) Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. mau dan mampu mempraktikan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. arisan jamban. (3) Anggota keluarga giat bekerja. (4) Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga. tabungan ibu bersalin. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga 1) Pengertian PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. ambulans desa dan lain-lain. PHBS di rumah tangga dilakukan untuk mncapai Rumah Tangga ber PHBS.a. pendidika dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga. (3) Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada. .

(2) Kesehatan. masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu. mau dan mampu untuk mempraktikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan institusi kesehatan sehat dan mencegah penularan penyakit di institusi kesehatan (Proverawati dan Rahmawati. c) Menciptakan institusi kesehatan yang sehat. 2) Indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di institusi kesehatan yaitu a) Menggunakan air bersih b) Menggunakan jamban c) Membuang sampah pada tempatnya d) Tidak merokok di institusi kesehatan e) Tidak meludah sembarangan f) Memberantas jentik nyamuk 3) Tujuan PHBS di institusi kesehatan a) Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di institusi kesehatan. (3) Terhindar dari penulara penyakit. 5) Manfaat PHBS di institusi kesehatan a) Bagi pasien/keluarga pasien/pengunjung: (1) Memperoleh pelayanan kesehatan di institusi. (2) Kabupaten/kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pembinaan PHBS di institusi kesehatan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Institusi Kesehatan 1) Pengertian PHBS di institusi kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan pasien.b. b) Manfaat bagi institusi Kesehatan : (1) Mencegah terjadinya penularan penyakit diinstitusi kesehatan (2) Meningkatkan institusi kesehatan yang baik sebagai tempat untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat. 4) Sasaran PHBS di institusi kesehatan a) Pasien b) Keluarga pasien c) Pengunjung d) Petugas kesehatan di institusi kesehatan. e) Karyawan di institusi kesehatan. 2012:16). b) Mencegah terjadinya penularan penyakit di institusi kesehatan. c) Manfaat bagi Pemerintah Daerah : (1) Meningkatkan persentase institusi Kesehatan Sehat menunjukan kinerja dan citra Pemerintah kabupaten/kota yang baik. . (4) Mempercepat proses penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatan pasien.

(2) Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan lingkungan sehat. indah dan sehat. Tempat-tempat umum adalah sarana yang diselenggarkan oleh pemerintah/swasta.c. perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti pariwisata. c) Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota : (1) Peningkatkan persentase tempat umum Sehat menunjukan kinerja dan citra Pemerintah kabupaten/kota yang baik. (2) Meningkatkan pendapatan bagi tempat-tempat umum sebagai akibat dari meningkatnya kunjungan pengguna tempat-tempat umum. sehingga meningkatkan citra tempat umum. 2) indikator yang dipakai sebagai ukuran untuak menilai PHBS di Tempat-tempat umum yaitu : a) Menggunakan air bersih b) Menggunakan jamban c) Membuang sampah pada tempatnya d) Tidak merokok di institusi kesehatan e) Tidak meludah sembarangan f) Memberantas jentik nyamuk 3) Sasaran PHBS di Tempat-tempat Umum a) masyarakat pengunjung/pembeli b) pedagang c) petugas kebersihan. (2) Kabupaten/kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pembinaan PHBS di tempat-tempat umum d. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah 1) Pengertian . Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat-tempat Umum 1) Pengertian PHBS tempat-tempat umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu. serta mampu mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi b) Bagi Tempat Umum: (1) Lingkungan di sekitar tempat-tempat umum menjadi lebih bersih.2012:18). rekreasi dan sarana social lainya (Proverawati dan Rahmawati. mau dan mampu mempraktikan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat-tempat Umum Sehat. arena ibadah. keamanan pasar d) konsumen e) pengelola (pramusaji) f) jamaah g) pemelihara/pengelola tempat ibadah h) remaja tempat ibadah i) penumpang j) awak angkutan umum k) pengelola angkutan umum 4) Manfaat PHBS di Tempat-tempat Umum a) Bagi Masyarakat : (1) Masyarakat menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit. transportasi. sarana perdagangan dan olahraga.

mau dan mampu mempraktikan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan Tempat Kerja Sehat (Proverawati dan Rahmawati. 2012:21). serta beperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat (Proverawati dan Rahmawati. c) Mencipatakan lingkungan kerja yang sehat. komite sekolah. karyawan sekolah.dll) 4) Manfaat pembinaan PHBS di Sekolah a) Terciptanya Sekolah yang bersih dan sehat sehingga siswa. 2) Indikator PHBS di tempat kerja antara lain : a) Tidak merokok di tempat kerja b) Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja c) Melakukan olahraga secara teratur / aktivitas fisik d) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan buang air kecil e) Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja f) Menggunakan air bersih g) Menggunakan jamban saat buang air besar dan kecil h) Membuang sampah pada tempatnya i) Mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan 3) Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tempat Kerja a) Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja. guru dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit. meningkatkan kesehatannya. c) Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua. guru. guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. . dan orang tua siswa) c) Masyarakat lingkungan sekolah (penjaga kantin. d) Menurunkan angka absensi tenaga kerja. d) Meningkatkan citra pemerintahan daerah dibidang pendidikan. sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit. satpam. Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja 1) Pengertian PHBS di tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu. 2) Indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Sekolah yaitu : a) Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun b) Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah c) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat d) Olahraga teratur dan teratur e) Memberantas jentik nyamuk f) Tidak merokok di Sekolah g) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan h) Membuang sampah pada tempatnya 3) Sasaran pembinaan PHBS di Sekolah a) Siswa b) Warga Sekolah (kepala sekolah. e) Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain.PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh peserta didik. 2012:24). b) Meningkatkan produktivitas kerja. b) Meningkatkan proses belajar mengajar yang berdampak pada prestasi belajar siswa. e.

b) Bagi Masyarakat : (1) Meningkatnya produktivitas kerja pekerja yang ber-dampak positif terhadap pencapaian target dan tujuan. (6) Dukungan buku panduan dan media PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN RUMAH TANGGA SEHAT (RTS) PHBS dan RTS Tony comara D D III KEPERAWATAN STIKES PEMKAB JOMBANG . (3) Dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pembinaan PHBS di rumah tangga. c) Bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota : (1) Peningkatan tempat kerja sehat menunjukan kinerja dan citra pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang baik. (2) Produktivitas pekerja meningkat yang berdampak paa peningkatan penghasilan pekerja dan ekonomi keluarga.e) Menurunkan angka penyakit akibat kerja dan lingkungan kerja f) Memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan kerja dan masyarakat. 4) Manfaat PHBS di Tempat Kerja a) Bagi Pekerja : (1) Setiap pekerja meningakatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit. (2) Menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan. (2) Anggaran pendapatan dan belanja daerah dapat dialihkan untuk peningkatan kesehatan bukan untuk menanggulangi masalah kesehatan. (3) Meningkatnya citra tempat kerja yang positif. (3) Pengeluaran biaya rumah tangga hanya ditunjukan untuk peningkatan taraf hidup bukan untuk biaya pengobatan. (4) Instansi Terkait: (5) Adanya bimbingan teknis pelaksanaan pembinaan PHBS di Tempat Kerja.

37%).80%). Cakupan PHBS di tatanan lain.1114/Menkes/SK/VIII/2005.131/Menkes/SK/II/2004 dan salah satu subsistem dari SKN adalah subsistem Pemberdayaan Masyarakat. No.BAB I PENDAHULUAN 1.1193/MENKES/SK/X/2004 yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2010 (PHBS 2010).7%).1 Latar Belakang Kebijakan Indonesia Sehat 2010 menetapkan tiga pilar utama yaitu lingkungan sehat.80%). maka kami dapat menyimpulkan bahwa hampir seluruh rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru tidak menerapkan PHBS. PHBS merupakan salah satu ruang lingkup dari Promkes selalu dilupakan. Ini bertentangan dengan visi Indonesia Sehat 2010 yang salah satunya . Hal ini dibuktikan dengan data profil PHBS Puskesmas Harapan Raya tahun 2007. Suatu rumah tangga sudah dikatakan tidak menerapkan PHBS jika salah satu indikator PHBS rumah tangga tidak terpenuhi. dan klasifikasi II (0. No. Untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Sehat 2010 telah ditetapkan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dengan Keputusan Menteri Kesehatan No.57%). dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 1 Ruang lingkup Promkes di Puskesmas Harapan Raya meliputi pembinaan Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). dimana dari kelima sasaran PHBS. Tujuan Promkes yaitu mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya yang ditandai oleh penduduk yang hidup dengan perilaku hidup bersih dan sehat dalam lingkungan yang sehat.1.25%). Dari beberapa ruang lingkup kegiatan Promkes yang telah ditetapkan oleh Depkes RI tahun 1999 di Puskesmas Harapan Raya. tempat umum yaitu tempat ibadah (31. klasifikasi III (46. program PHBS tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah. yaitu institusi pendidikan (84. Akibatnya. Sistem penilaian terhadap PHBS rumah tangga yang digunakan saat ini adalah rumah tangga yang menerapkan PHBS dan rumah tangga yang tidak menerapkan PHBS. Peran serta Puskesmas Harapan Raya sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan khususnya tentang PHBS di wilayah kerja belum tampak atau masih kurang. tatanan rumah tangga adalah sasaran PHBS yang memiliki persentase PHBS paling rendah (50. pelaksanaan penyuluhan (dalam dan luar gedung). Oleh sebab itu. Namun sejak tahun 2008. sistem klasifikasi tersebut sudah tidak digunakan lagi.12%). Untuk melaksanakan program Promkes di daerah telah ditetapkan Pedoman Pelaksanaan Promkes di daerah dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan (Promkes) untuk mendukung upaya peningkatan perilaku sehat ditetapkan visi nasional Promkes sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI. dan tempat kerja (80%). instansi kesehatan (78.2 Hasil survei PHBS oleh Puskesmas Harapan Raya dalam tatanan rumah tangga mendapatkan rerata rumah tangga dengan klasifikasi IV (50. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan bermutu adil dan merata.

PHBS tatanan pelayanan kesehatan adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di tatanan pelayanan kesehatan. Kesakitan dan kematian karena penyakit infeksi dan non infeksi dapat dicegah dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. yang disebut faktor intern.1. sikap dan perilaku melalui pendekatan pimpinan (advocacy).4 PHBS pada tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar. Ini bertujuan agar anak dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas. Rumah tangga sehat merupakan aset dan modal utama pembangunan di masa depan. PHBS tatanan tempat umum adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di tatanan tempat umum.4. dan sebagian terletak di luar dirinya yang . serta pengeluaran biaya rumah tangga dapat digunakan untuk pemenuhan gizi keluarga. mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. kemampuan bekerja setiap anggota keluarga meningkat. dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.5 PHBS tatanan institusi pendidikan adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di tatanan institusi pendidikan.1. akan tercipta lingkungan yang sehat dan mampu mencegah serta menanggulangi masalahmasalah kesehatan.2 Faktor yang Mempengaruhi Hal-hal yang mempengaruhi PHBS sebagian terletak di dalam diri individu itu sendiri. Dalam PHBS juga dilakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan.3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. PHBS tatanan tempat kerja adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di tatanan tempat kerja. mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya.1 Definisi Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan.7 2. pendidikan. bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment).1 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 2. Di samping itu.2 PHBS tatanan rumah tangga penting dilakukan untuk meningkatkan kesehatan keluarga.adalah 65% rumah tangga di Indonesia harus memenuhi persyaratan kesehatan. Bagi masyarakat. dan peningkatan pendapatan.

2. Dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan dan usaha lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga.8 2. serta norma atau dukungan kelompok bahwa apa yang akan dilakukan itu benar atau bisa diterima oleh kelompoknya. Unsur-unsur perilaku bagi individu sebagai anggota kelompok. dan kebutuhan rohani. sarana yang diperlukan untuk melakukannya. Faktor Internal a. Faktor Eksternal Yaitu faktor-faktor yang ada di luar diri individu bersangkutan. Motif atau dorongan ini timbul karena dilandasi oleh adanya kebutuhan. meliputi pengertian atau pengetahuan tentang apa yang akan dilakukannya.1.8 a. Salah satu indikator menilai keberhasilan Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota di bidang kesehatan. b. Keturunan Seseorang berperilaku tertentu karena memang sudah demikianlah diturunkan dari orangtuanya. yang oleh Maslow dikelompokkan menjadi kebutuhan biologis. Sifat-sifat yang dimilikinya adalah sifat-sifat yang diperoleh dari orang tua atau neneknya dan lain sebagainya. keyakinan atau kepercayaan tentang manfaat dan kebenaran dari apa yang dilakukannya. Meningkatkan citra pemerintah dalam bidang kesehatan. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. meliputi pengertian atau pengetahuan tentang apa yang akan dilakukannya. 4. Dapat menjadikan percontohan rumah tangga sehat bagi daerah lain.1. serta dorongan atau motivasi untuk berbuat yang dilandasi oleh kebutuhan yang dirasakannya.8 b. 2. sarana yang diperlukan untuk melakukannya.disebut faktor ekstern (faktor lingkungan). yaitu:9. dorongan atau motivasi untuk berbuat yang dilandasi oleh kebutuhan yang dirasakannya. Unsur-unsur perilaku bagi individu.10 1. Faktor-faktor ini mempengaruhi individu sehingga di dalam diri individu timbul unsur-unsur dan dorongan untuk berbuat sesuatu. kebutuhan sosial. Motif Manusia berbuat sesuatu karena adanya dorongan atau motif tertentu.3 Manfaat Perilaku hidup bersih dan sehat sangat banyak bermanfaat bagi penduduk Indonesia. 1. keyakinan atau kepercayaan tentang manfaat dan kebenaran dari apa yang dilakukannya. 6. 3. 5. 2.4 Manajemen Pelaksanaan Sasaran PHBS tatanan rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga yaitu . Rumah tangga sehat dapat meningkat produktivitas kerja anggota keluarga.

Infeksi Saluran Pernafasan Akut. mencuci alat-alat dapur dan sebagainya agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit. bidan. Indikator PHBS rumah tangga yang digunakan yaitu mengacu kepada standar pelayanan minimal bidang kesehatan ada sepuluh indikator. Menimbang bayi dan balita Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan. Dengan demikian dapat diketahui apakah balita tumbuh sehat atau tidak dan mengetahui kelengkapan imunisasi serta bayi yang dicurigai menderita gizi buruk. 4. Indikator PHBS adalah suatu alat ukur untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan Adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (dokter. pompa. anak dan remaja. sedangkan jamban leher angsa digunakan untuk daerah yang cukup air dan daerah padat penduduk. Menggunakan jamban sehat Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit pembuangan kotoran dan air untuk membersihkannya. dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya. bersih. Rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih adalah rumah tangga yang sehari-harinya memakai air minum yang meliputi air dalam kemasan. ASI pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (colostrums). ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi. usia lanjut dan pengasuh anak. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun Manfaat mencuci tangan dengan sabun adalah membunuh kuman penyakit yang ada di tangan. serta mata air terlindung yang berjarak minimal 10 meter dari tempat penampungan kotor air limbah. Jamban cemplung digunakan untuk daerah yang sulit air. memasak. berkumur. kolera. 6. penyakit kulit. 3.pasangan usia subur. yaitu:11 1. mencegah penularan penyakit diare. Menggunakan air bersih Air adalah kebutuhan dasar yang diperlukan sehari-hari untuk minum. ibu hamil dan menyusui. dan tenaga para medis lainnya). sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit. membersihkan lantai. disentri. 5. Penimbangan bayi dan balita dilakukan mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun di posyandu. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan peralatan yang aman. 2. cacingan. ledeng. sumur terlindung. Memberi bayi ASI ekslusif Adalah bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain. tifus. flu burung atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) serta tangan mejadi bersih dan bebas dari kuman. . mandi.

7. menutup. Makan buah dan sayur setiap hari Makan sayur dan buah sangat penting karena sayur dan buah mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh serta mengandung serat yang tinggi. Klasifikasi IV (warna biru) : Klasifikasi III + ikut dana sehat Klasifikasi penilaian PHBS menurut Dinas Kesehatan Republik Indonesia tahun 2008 . Perokok terdiri atas perokok aktif dan perokok pasif. kemandulan. vas bunga. Hal yang dilakukan agar rumah bebas jentik adalah melakukan 3 M plus (menguras. Dari sepuluh indikator PHBS di atas maka akan didapatkan empat klasifikasi rumah tangga yang menjalankan PHBS. impotensi. mental dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Klasifikasi II (warna kuning): jika melakukan 4 sampai dengan 5 dari 10 indikator PHBS dalam tatanan rumah tangga. dapat juga dilakukan sebagai aktifitas fisik. kehilangan pendengaran lebih awal disbanding bukan perokok. 10. gangguan pada mata seperti katarak. Selain itu kegiatan olahraga seperti push up.7. 8. 9. Menurut Dinas Kesehatan Republik Indonesia tahun 2007 klasifikasi tersebut sebagai berikut6. 3. Konsumsi sayur dan buah yang tidak merusak kandungan gizinya adalah dengan memakannya dalam keadaan mentah atau dikukus. 2.mencuci mobil dan turun tangga. Bahaya perokok aktif dan perokok pasif adalah dapat menyebabkan kerontokan rambut. lari ringan. Memberantas jentik di rumah Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan jentik secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan antara lain kegiatan sehari-hari yaitu berjalan kaki. Klasifikasi III (warna hijau) : jika melakukan 6 sampai dengan 7 dari 10 indikator PHBS dalam tatanan rumah tangga. merusak gigi. menyebabkan penyakit paru-paru kronis. tatakan kulkas dan lain-lain. 4. kanker rahim dan keguguran. mencuci pakaian. berenang. berkebun. Melakukan aktivitas fisik Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik.8 : 1. mengubur plus menghindari gigitan nyamuk). Merebus dengan air akan melarutkan beberapa vitamin dan mineral dalam sayur dan buah tersebut. kanker kulit. Pemanasan tinggi akan menguraikan beberapa vitamin seperti vitamin C. fitness. Pemeriksaan jentik berkala adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk (tempat-tempat penampungan air) yang ada dalam rumah seperti bak mandi atau WC. stroke. Klasifikasi I (warna merah) : jika melakukan 1 sampai dengan 3 dari 10 indikator PHBS dalam tatanan rumah tangga. Tidak merokok di dalam rumah Tidak merokok adalah penduduk 10 tahun keatas yang tidak merokok selama 1 bulan terakhir. senam. bermain bola.

menurunkan angka penyakit akibat kerja dan lingkungan kerja serta memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan kerja dan masyarakat. petugas kesehatan di institusi kesehatan dan karyawan di institusi kesehatan. konsumen. Rumah Sakit bertugas melaksanakan promosi kesehatan dan PHBS kepada individu dan keluarga yang datang ke Rumah Sakit.9 Program PHBS secara operasional dilaksanakan di Puskesmas oleh petugas promosi kesehatan Puskesmas dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor terkait . awak angkutan umum dan pengelola angkutan umum. pengelola dan pramusaji. dan lain-lain). Sasaran PHBS di tempat umum adalah masyarakat pengunjung atau pembeli. rumah makan. petugas kebersihan atau keamanan pasar. Tujuan PHBS tatanan tempat kerja yaitu mengembangkan PHBS di tempat kerja. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat. mau dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. komite sekolah dan orang tua siswa).7 PHBS tatanan tempat umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu. Sasaran PHBS tatana institusi kesehatan adalah pasien. guru.4. dan masyarakat lingkungan sekolah (penjaga kantin. satpam. pemelihara atau pengelola tempat ibadah. maka tatanan tersebut dinyatakan tidak menjalankan PHBS. keluarga pasien. Penanggung jawab dari semua kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di daerah adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. pedagang. menciptakan lingkungan kerja yang sehat. menurunkan angka absensi tenaga kerja.7 Kabupaten/Kota dikoordinasikan melalui tiga sentra. karyawan sekolah. Sasaran pembinaan PHBS di sekolah adalah siswa. mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat umum sehat.Indikator tempat umum adalah sarana ibadah. pengunjung.7 PHBS tatanan tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu. penumpang. pelabuhan dan sarana bisnis.7 PHBS tatanan instansi kesehatan sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit dan mewujudkan institusi kesehatan sehat. PHBS tatanan pendidikan adalah upaya untuk memberdayakan siswa. dimana jika salah satu indikator PHBS tidak terpenuhi. remaja tempat ibadah. meningkatkan produktivitas kerja. warga sekolah (kepala sekolah. guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu. sarana pariwisata.mengalami perubahan. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota harus dapat mengkoordinasikan dan menyusun kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di wilayahnya dengan melibatkan sarana-sarana kesehatan yang ada di Kabupaten/Kota tersebut. yaitu Puskesmas. Puskesmas merupakan pusat kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di tingkat kecamatan dengan sasaran baik individu yang datang ke Puskesmas maupun keluarga dan masyarakat di wilayah Puskesmas. jamaah. Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melaksanakan promosi kesehatan untuk mendukung promosi kesehatan dan PHBS yang dilaksanakan oleh Puskesmas dan Rumah Sakit serta sarana pelayanan kesehatan lainnya yang ada di Kabupaten/Kota.

rumusan intervensi dan jadwal kegiatan. tetapi harus melibatkan petugas lintas program dan lintas sektor terkait terutama masyarakat itu sendiri. Pengkajian • Pengkajian masalah kesehatan • Pengkajian masalah PHBS • Pemetaan wilayah • Pengkajian sumber daya 10 penyakit terbanyak. pemetaan masalah PHBS pada tiap tatanan. Dalam setiap tahapan manajemen tersebut petugas promosi kesehatan tidak mungkin bisa bekerja sendiri.9 1. rumusan intervensi dan jadwal kegiatan 3.9 Pemantauan dilakukan secara berkala dengan menggunakan format pertemuan bulanan. Secara singkat. Pemantauan dan penilaian 4. Manajemen PHBS di Puskesmas dilaksanakan melalui penerapan fungsi-fungsi menejmen secara sederhana untuk memudahkan petugas promosi kesehatan atau petugas lintas program di Puskesmas dalam pelaksanaan program PHBS di Puskesmas. Luaran pengkajian adalah pemetaan masalah PHBS yang dilanjutkan dengan rumusan masalah. Pengkajian 2.1 Tahapan Manajemen Puskesmas TAHAPAN MANAJEMEN OUTPUT 1. masalah perilaku (PHBS) dan sumber daya. tahapan manajemen PHBS di Puskesmas/Desa/Kelurahan dan luarannya adalah sebagai berikut :4 Tabel 2. sedangkan pelaksanaannya bisa oleh petugas promosi kesehatan atau lintas program dan lintas sektor terkait. sedangkan penilaian dilakukan pada enam bulan pertama atau akhir tahun berjalan. Manajemen PHBS di Puskesmas dilaksanakan melalui empat fungsi tahapan Manajemen sesuai kerangka konsep sebagai berikut :4. masalah strata kesehatan tatanan dan ketersediaan sumber daya 2. Perencanaan 3. Penggerakan dan Pelaksanaan . Penggerakan pelaksanaan merupakan inplementasi dari intervensi masalah terpilih yang penggerakannya dilakukan oleh petugas promosi kesehatan.dengan sasaran semua keluarga yang ada di wilayah Puskesmas. Perencanaan berbasis data akan menghasilkan rumusan tujuan. Perencanaan Rumusan tujuan. Penggerakan dan pelaksanaan Pengkajian dilakukan terhadap masalah kesehatan.

boleh jadi akan terkendala oleh dimensi ekonomi. untuk mendukung proses pemberdayaan masyarakat. tetapi yang seringkali dipraktikkan adalah dengan mengajaknya ke dalam proses pengorganisasian masyarakat (community organisation) atau pembangunan masyarakat (community development). 2. serta proses membantu sasaran agar sasaran tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek knowledge). Perilaku tidak hanya menyangkut dimensi kultural yang berupa sistem nilai dan norma.hendaknya disampaikan pada fase ini. Gerakan Pemberdayaan Pemberdayaan adalah proses pemberian informasi secara terus-menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan sasaran. dan bahkan masyarakat umum) menyetujui atau mendukung perilaku tersebut. majelis agama. Bantuan itu hendaknya juga sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. 2. orang-orang yang menjadi panutan/idolanya. Bina Suasana Bina suasana adalah upaya menciptakan lingkungan sosial yang mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang diperkenalkan.Daftar kegiatan dan penanggung jawab masing-masing kegiatan dan intervensi masalah PHBS terpilih 4. Bilamana sasaran sudah akan berpindah dari mau ke mampu melaksanakan. kelompok arisan.khususnya dalam upaya meningkatkan para individu dari fase tahu ke fase mau. dan lain-lain. khususnya dalam menciptakan perilaku baru. dihimpun dalam suatu kelompok untuk bekerjasama memecahkan kesulitan yang dihadapi. yaitu hal-hal yang mendukung perilaku.2. melainkan juga dimensi ekonomi. Oleh karena itu. Untuk itu sejumlah individu yang telah mau. Tidak jarang kelompok ini pun masih juga memerlukan bantuan dari luar (misalnya dari pemerintah atau dari dermawan). Dalam hal ini kepada yang bersangkutan dapat diberikan bantuan langsung. Terdapat tiga pendekatan dalam bina suasana. Seseorang akan terdorong untuk mau melakukan sesuatu apabila lingkungan sosial dimana pun ia berada (keluarga di rumah. Pendekatan Individu . Disinilah letak pentingnya sinkronisasi promosi kesehatan dan PHBS dengan program kesehatan yang didukungnya. Pemantauan dan Penilaian Evaluasi dan penilaian hasil kegiatan melalui kunjungan rumah. Hal-hal yang akan diberikan kepada masyarakat oleh program kesehatan sebagai bantuan. bukan sebelumnya. serta kelompok masyarakat. perlu dilakukan bina suasana. dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek practice). yaitu : a. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan telah menetapkan tiga strategi dasar promosi kesehatan dan PHBS yaitu9 : 1. maka promosi kesehatan dan PHBS diharapkan dapat melaksanakan strategi yang bersifat paripurna (komprehensif). Kegiatan Sosialisasi PHBS pada Program Promkes Perilaku adalah sesuatu yang rumit. dari tahu menjadi mau (aspek attitude). Sasaran utama dari pemberdayaan adalah individu dan keluarga.

Bahan-bahan advokasi harus disiapkan dengan matang.b. dan (5) memutuskan tindak lanjut kesepakatan. and Action (PDCA cycle) yang didasari atas masalah yang dihadapi (problem faced) ke arah penyelesaian masalah (problem solving). Berdasarkan kepada fakta atau evidence-based e. Do. (2) tertarik untuk ikut mengatasi masalah. Dikemas secara menarik dan jelas f. Pihak-pihak yang terkait ini bisa berupa tokoh masyarakat formal yang umumnya berperan sebagai penentu kebijakan pemerintahan dan penyandang dana pemerintah. Memuat rumusan masalah dan alternatif pemecahan masalah c. cermat. (3) peduli terhadap pemecahan masalah dengan mempertimbangkan berbagai alternatif pemecahan masalah. 2. Juga dapat berupa tokoh-tokoh masyarakat informal seperti tokoh agama. Advokasi Advokasi adalah upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders). Sesuai dengan waktu yang tersedia. Ada beberapa tahap yang dilakukan pada PDCA: . maka advokasi harus dilakukan secara terencana. dan tepat. yaitu (1) mengetahui atau menyadari adanya masalah. yaitu :4 a. (4) sepakat untuk memecahkan masalah dengan memilih salah satu alternatif pemecahan masalah. Pendekatan Masyarakat Umum 3. tokoh pengusaha. Memuat peran serta sasaran dalam pemecahan masalah d. Perlu disadari bahwa komitmen dan dukungan yang diupayakan melalui advokasi jarang diperoleh dalam waktu singkat. Dengan demikian. dan lain-lain yang umumnya dapat berperan sebagai penentu kebijakan (tidak tertulis) di bidangnya dan atau sebagai penyandang dana non pemerintah. Sesuai minat dan perhatian sasaran advokasi b. Kerangka Kegiatan Peningkatan Mutu Metode yang digunakan pada proyek peningkatan mutu ini melalui metode Plan.3. Check. Pada diri sasaran advokasi umumnya berlangsung tahapan-tahapan. Pendekatan Kelompok c.

b. • Alat yang digunakan : fishbone analysis Ishikawa. Fokus pada peluang peningkatan mutu • Pilih salah satu permasalahan yang akan diselesaikan. • Teknik yang digunakan : brainstorming. • Kriteria masalah : menyatakan efek atas ketidakpuasan. 2. selanjutnya dibuat rutinitas 4. sumber dana. Mengidentifikasi akar penyebab masalah • Menyimpulkan penyebab. Mengidentifikasi output pelayanan. f. Mengukur dan menganalisis situasi tersebut • Menemukan data apa yang dikumpulkan dalam proses tersebut • Bagaimana mengolah data tersebut agar membantu memahami kinerja dan dinamika proses • Teknik yang digunakan : observasi • Menggunakan alat ukur seperti kuisioner d. Mendeskripsikan proses yang dianalisis saat ini • Pelajari proses dari awal hingga akhir. Menemukan dan memilih penyelesaian • Mencari berbagai alternatif pemecahan masalah. dan sebagainya.1. siapa pelanggannya dan harapan pelanggan tersebut melalui analisis suatu proses tertentu. • Merencanakan rencana kegiatan (plan of action). Membuat kesimpulan proyek • Hasil menjanjikan namun perlu perubahan • Jika proyek gagal. Merencanakan suatu proyek uji coba • Merencanakan sumber daya manusia. Action a. 3. identifikasi siapa saja yang terlibat dalam proses tersebut • Teknik yang digunakan : brainstorming. Evaluasi hasil proyek • Bertujuan untuk efektifitas proyek tersebut • Membandingkan target dengan hasil pencapaian proyek (data yang dikumpulkan dan teknik pengumpulan harus sama) b. Check a. cari penyelesaian lain • Jika proyek berhasil. Plan a. dapat diukur. c. e. Melaksanakan Pilot Project Pilot project dilaksanakan dalam skala kecil dengan waktu relatif singkat (2 minggu). b. adanya gap antara kenyataan dengan yang diinginkan. Do a. • Teknik yang digunakan : brainstorming. spesifik. Standarisasi perubahan .

serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Definisi PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik.• Pertimbangkan area mana saja yang mungkin diterapkan • Revisi proses yang sudah diperbaiki • Modifikasi standar. Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu : . sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit. supplier. meningkatkan kesehatannya. 2. dan kebijakan yang ada • Komunikasikan kepada seluruh staf. guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. Memonitor perubahan • Melakukan pengukuran dan pengendalian proses secara teratur 1. prosedur. atas perubahan yang dilakukan • Lakukan pelatihan jika perlu • Mengembangkan rencana yang jelas • Dokumentasikan proyek b. pelanggan. PHBS di Lingkungan Sekolah 1.

1) Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun 2) Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah 3) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat 4) Olahraga yang teratur dan terukur 5) Memberantas jentik nyamuk 6) Tidak merokok di sekolah 7) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan 8) Membuang sampah pada tempatnya 1. guru. Manfaat 1) Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik. dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit 2) Meningkatnya semangat proses belajar-mengajar yang berdampak pada prestasi belajar peserta didik 3) Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua (masyarakat) 4) Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain .