Anda di halaman 1dari 30

INSTRUMENTASI OPERATIVE

DENTISTRY

Darwis Aswal,drg
Departemen Konservasi Gigi
Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Sumatera Utara

2007/ch

Secara Umum Instrumentasi
Operative Dentistry
Diklasifikasikan menjadi :
1.

2.

3.

Instrument Eksplorasi ( Alat Untuk
Mendeteksi )
Instrumen untuk Menyingkirkan
Jaringan Gigi
Instrumen untuk Restorasi

1. Instrument Eksplorasi
Pada tahap pemeriksaan, prosedur eksplorasi lesi pada gigi adalah:
1. Mengeringkan gigi dan sekitarnya
 Menggunakan semprotan angin, pinset (tweezers) untuk
membawa cotton pellets (bulatan kapas kecil), cotton rolls
untuk
mengisolasi gigi

2. Iluminasi (penerangan daerah yang akan diperiksa)
 Menggunakan lampu penerangan tidak langsung
(lampu
dental unit) atau lampu intra oral (lampu pada
kaca mulut atau
hand piece)

Probing dan eksplorasi lesi -Menggunakan sonde (Eksplorer) -Ada 4 tipe sonde: sonde lurus.3. sonde interproksimal 5. sonde berujung bulat. sonde bersudut. Separator Digunakan untuk mengidentifikasi karies proksimal apabila diperlukan. Retraksi Jaringan Lunak Menggunakan kaca mulut untuk menggerakkan lidah dan pipi.Jarang digunakan . bisa menggunakan instrument lain berujung tumpul atau retractor pipi 4.

Stainless steel mudah tumpul tetapi tidak korosi.2. Instrument masinal (rotary) dan instrumen ultrasonik A. Carbon steel lebih keras tetapi mudah korosi. Hand Instrument Bahan dasar: Terbuat dari carbon steel dan stainless steel .Disinfeksi dingin tidak diperbolehkan .Instrument untuk membuang struktur gigi Instrument tangan (hand instrument). Sterilisasi Alat: ADA merekomendasikan metode panas atau sterilisasi gas.

Shank.Ujung pemotong ada blade disebut Cutting Edge . maka disebut double ended instrument .Desain alat: . Blade .Pada Instrument dengan ujung tumpul (tanpa Blade) ujungnya disebut working surface .Terdiri dari 3 bagian: Handle.Apabila pada satu instrument terdapat 2 blade atau working surface.

Memotong yaitu eskavator. chisel.instrument untuk bahan plastic 3. dulu digunakan untuk membuang karies contohnya. Eskavator (membersihkan kavitas dari sisa karies). sonde. chisel 2. Sekarang yang masih sering digunakan adalah gingival margin trimmer dan spoon eskavator Klasifikasi berdasarkan kegunaan: 1. pinset . yaitu amalgam kondensor. maka disebut cone-socket handle Terdapat berbagai macam Hand Instrument Sebelum ada bur. Kondensing.Apabila ujung blade dapat dipisahkan dari shanknya. hatchet dan hoe (membuang karies). Lain lain seperti kaca mulut.

.

Cara memegang Instrument: a. Palm and thumb grasp d. Pen grasp b. Inverted pen grasp c. Modified palm and thumb grasp .

jari ketiga dan keempat diletakkan pada gigi sedekat mungkin dengan daerah kerja. tangan harus bertumpu pada sesuatu yang stabil Pada tekhnik pen grasp.Kalau bisa pada kuadran yang sama . posisi pasien.Pemilihan cara memegang: -Yang paling umum adalah pen grasp dan Inverted pen grasp Dapat digunakan di daerah manapun. dan posisi operator -Palm and thumb grasp biasanya untuk daerah maksila ketika operator berada pada posisi ujung kursi Rest (tempat bertumpu)   Agar tangan dalam keadaan stabil dan instrument tidak tergelincir pada waktu bekerja.

Water turbine handpieces .Air-turbine handpieces Contra Angle ( bersudut ) Straight ( lurus ) .Electric engine .Foot engine .HandPiece Desain dasar : Straight dan Angle Sejarah perkembangan .Belt driven handpieces .Hand rotated Instrument .

merapikan tepi restorasi emas.memperbaiki kavitas. ekskavasi karies.000 rpm)  Untuk preparasi kavitas (tidak seefisien dan efektif high speed). membuka restorasi lama. High Speed (> 100.Low Speed (<6000 rpm)  Untuk membersihkan gigi. pekerjaan akhir seperti membuat retensi groove dan bevel C. mengurangi cusp . mendapatkan outline form.000-100.000 rpm)  Untuk bur yang kecil. polish B.Kecepatan: dikenal dengan revolutions per minute (rpm) A. menggunakan disk abrasive.Medium Speed (6.

sesuai dengan bentuk dan diameter bur yang digunakan. daerah kerja terlihat jelas. jarak dengan pulpa dapat diperhatikan.Variable speed  Penggunaan handpiece dengan kecepatan yang bervariasi memiliki keuntungan seperti disesuaikan dengan pengalaman dan kemampuan operator.sensasi sentuhan yang baik dan mengatur tekanan .

neck dan head .B. Rotary Instrument Klasifikasi Terdapat berbagai ukuran dan bentuk bur Klasifikasi menurut ISO (ISO 6360) Desain: Terdiri 3 bgn: Shank.

Banyaknya email dan dentin yang terangkat dipengaruhi oleh: 1. Sudut pengeruk (rake angle) bur 3. Efisiensi pengerukan oleh desain blade pada bur . Jumlah blade(ujung tajam) pada bur.Semakin sedikit jumlah blade pada bur = semakin kasar permukaan preparasi 2.

Dibuat dari baja batangan .JENIS-JENIS BUR: 1.Penggunaan air tidak penting .Untuk membuang karies dan membuat retensi dalam dentin .Digunakan untuk slow speed < 5000 rpm .Positive rake angle = mudah membuang karies tetap mudah patah .Jenis bur yang pertama sekali dipakai .Memiliki 8 blade . Steel bur .

000 rpm .Efisien memotong pada kecepatan 100.2.Diciptakan untuk penggunaan dengan kecepatan yang lebih tinggi .Blade 12 atau lebih =biasa untuk memolish tepi email dan permukaan dentin .000-300.Memiliki negative rake angle agar tidak mudah patah .Dibuat dri beberapa logam dengan proses alloying .Dapat menyebabkan crack pada email .Tungsten carbide bur .Blade 6 = dapat digunakan pada metal dan dentin .Perlu menggunakan air .

3. tetapi menyebabkan abrasi sehingga efisien dengan kecepatan tinggi Tidak mudah patah Sangat efisien untuk email dan porselen Berbagai ukuran partikel diamon yang besar /kasa menghasilkan permukaan kasar hingga sangat halus untuk polish Sangat memerlukan air . Abrasive bur: Diamond Bur Tidak memotong gigi.

untuk membuang karies 4. untuk membentuk groove retensi 3. untuk membentuk dasar kavitas yang rata dan membentuk retensi undercut pada restorasi plastis Berbagai bentuk lainnya telah dimodifikasi untuk menambah kecepatan dan memaksimalkan penggunaannya . Flat Fissure Sisi bur silindris paralel. Inverted cone Basis bur rata dengan sisi bur meruncing ke shank. Untuk memperluas kavitas. Round Bur bulat. 2. bermacam – macam panjang.Bentuk – Bentuk Bur 1. Tapered Fisure Sisi bur semakin mengecil di ujungnya.

sensasi sentuhan harus baik (tactile sense) 1.jadi posisi bur akan mempengaruhi efisiensi pemotongan . gunakan bur kasar. kecepatan sangat tinggi dan semprotan air yang banyak Bila yang akan dipreparasi kecil dan teliti: gunakan bur kecil.EFISIENSI PEMOTONGAN Bila yang akan dipreparasi banyak.kecepatan yang lebih rendah. maka efek abrasive semakin cepat dan pemotongan senakin banyak. Kecepatan permukaan linear  Semakin cepat suatu bahan melewati suatu permukaan bahan lain. Posisi pemotong pada bur  Perhatikan apakah memerlukan bur dengan pemotong diujung (end cutting) atau pemotong disisi (side cutting) 2.

air yang paling banyak adalahpaling efektif Tanpa lubrikasi menaikkan suhu hingga 136 0C dalam 2 detik 5. tekanan yang perlu diberi akan semakin kecil. Sensasi sentuhan juga semakin kecil. sehingga preparasi bias terlalu banyak 4. menjadi suatu lubrikan Bahan pendingin berupa air dan kombinasi engine dan air dalam bentuk semprotan (spray).bahan pendingin yang diaplikasikan ke permukaan gigi akan merendahkan suhu dan meningkatkan kecepatan pemotongan. Kontak visual dengan kepala bur Langsung atau tidak langsung Kepala bur harus diperhatikan terutama pd kavitas yang kecil dan pada kavitas dengan posisi sulit . Aplikasi tekanan Apabila kecapatan bur meningkat.3. Lubrikasi .

dan lamanya pekerjaan Ketidaknyamanan yang dirasakan pasien dipengaruhi oleh: 1.Kecepatan rotasi bur 5.Bentuk bur 3. vibrasi dan suara. panas dan bau yang dihasilkan oleh pertemuan antara bur dan struktur gigi.Ukuran bur 2.Tekanan yang diberikan 6.Permukaan bur 4.Lama bekerja .HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI KENYAMANAN PASIEN Pengaruh pekerjaan memotong (preparasi kavitas) terhadap pasien merupakan reaksi subjektif terhadap tekanan yang diberikan pada gigi.

. Pengadukan secara mekanikal 2.gypsum.2 Plat kaca 1.INSTRUMEN UNTUK MERESTORASI GIGI A.1 Spatula ada untuk semen.alginate 1.1 amalgamator 2.3.3 Mortar dan stampher 1. Instrumen untuk mencampur bahan Guna: untuk mencampur bahan restorasi powder & liquid atau base dan katalis Pengadukan secara manual 1.

Instrument Plastic -Guna: untuk membawa bahan restorasi dan memanipulasinya kekavitas dalam keadaan plastis -Terbuat dari stainless steel.B. -Bentuknya bersisi datar dengan ujung tumpul -Khusus untuk membawa amalgam : amalgam pistol atau amalgam carrier .plastic -Dapat dilapisi dengan teflon untuk mengurangi melekatnya bahan instrument dan memudahkan pembersihan.

Masing – masing bahan restorasi memiliki alat condensor yang berbeda -Amalgam : permukaannya halus ( amalgam stopper ) -Gold foil / semen : permukaan beralur ( semen stopper ) .C. Instrument Condensing -Guna: menekan / kondensasi bahan yang dimasukkan ke kavitas.

diperlukan berbagai bentuk burnisher. apel.D. -Berbentuk: bulat telur . Instrument Burnishing -Dalam tindakan pembentukan restorasi metalik. dll. -Ada dalam bentuk bur dn digerakkan secara masinal ( rotary ) . -Permukaan halus.

. Yang paling umum digunakan: Hollenback carver Sangat efisien membentuk amalgam dan wax F. Untuk membentuk konfigurasi tumpatan.termasuk instrument pemotong karena ujungnya seperti pisau.E. Instrument pemotong Memanipulasi bahan restorasi ke ginggival. Instrumnet carving Diperlukan untuk membentuk kontour restorasi.

G. Instrumnet finishing dan polish Jenis-jenis Instrumen Finishing da Polish : 1. Paper Strip yang digunkan dengan tangan digerakkan maju mundur seperti gerakan menyemir sepatu . Finishing Bur     Terdiri atas 12 alur kadang-kadang sampai 40 alur Stainles Steel -> : Amalgam Carbide Tungsten -> : Resin Contoh :    Bentuk Bulat Bentuk Apel Bentuk Flame 2. Kertas Abrasin   Paper Disc harus diletakkan pada mandrill.

Rubber Digunakan dengan dengan pasta pemolis atau abrasif untuk prosedur pemolisan.3. Bulu (felt) Untuk pemolisan restorasi metal . 4. Brush  Bentuk      Wheel Kerucut Silinder Dipasangkan pada bur dengan mandrill Gunanya : pemolisan restorasi yang dicor dengan bantuan pasta abrasif. Pita (cloth) Digunakan pada tahap akhir pemolisan 5. 3.