Anda di halaman 1dari 7

KELOMPOK A-13

FIRMANSYAH
FIRNA FITRIANI AMIN

SEDIMENTASI

5 1.5% dengan tawas) 150 Q 100 50 0 0.5% tanpa tawas Linear (konsentrasi 0.1 1.2 Bukaan valve 1.3% tanpa tawas Linear (konsentrasi 0.3% tanpa tawas) konsentrasi 0.97 R² = 0.4 1.3% dengan tawas) konsentrasi 0.98 konsentrasi 0.5% tanpa tawas) konsentrasi 0.3% dengan tawas Linear (konsentrasi 0.9 1 1.5% dengan tawas Linear (konsentrasi 0.9 200 R² R² = = 0.KALIBRASI LAJU ALIR 250 R² = 0.6 .3 1.93 0.

3 1.2 Bukaan valve 1.1 1.4 1.ANALISA DENSITAS 1.09 1.09 1.08 0.09 1.5 1.5% dengan tawas 1.3% tanpa tawas konsentrasi 0.9 1 1.6 .5% tanpa tawas konsentrasi 0.1 1.09 1.09 ρ outlet konsentrasi 0.1 1.3% dengan tawas konsentrasi 0.08 1.1 1.1 1.

45 1.5% dengan tawas µ outlet 1.5 1.6 1.3% dengan tawas konsentrasi 0.6 .1 1.35 0.3% tanpa tawas konsentrasi 0.55 konsentrasi 0.5 1.65 1.2 Bukaan valve 1.4 1.ANALISA VISKOSITAS 1.5% tanpa tawas konsentrasi 0.7 1.3 1.4 1.9 1 1.

3% tanpa tawas konsentrasi 0.3% tanpa tawas konsentrasi 0.8 1 1.2 1.8 1 1.3% dengan tawas konsentrasi 0.4 1.3% dengan tawas konsentrasi 0.6 Bukaan valve Bukaan valve ANALISA KESADAHAN konsentrasi 0.INLET OUTLET 700000 700000 600000 600000 500000 500000 400000 ppm Ca inlet 300000 200000 konsentrasi 0.5% dengan tawas .5% tanpa tawas konsentrasi 0.5% dengan tawas 400000 ppm Ca inlet 100000 300000 200000 100000 0 0.2 1.4 1.6 0 0.5% tanpa tawas konsentrasi 0.

5% dengan tawas 13000 12950 12900 12850 0.3% tanpa tawas konsentrasi 0.1 1.3 1.LAJU PENGENDAPAN 13150 13100 13050 Vt konsentrasi 0.6 .9 1 1.5% tanpa tawas konsentrasi 0.2 Bukaan valve 1.5 1.4 1.3% dengan tawas konsentrasi 0.

KESIMPULAN  apabila konsentrasi padatan besar maka massanya akan semakin besar sehingga menyebabkan densitasnya semakin besar. .