Anda di halaman 1dari 16

BAB IPENDAHULUAN

Lalat buah termasuk ordo ditera family Tephritidae yaitu terdiri dari sekitar 4000 sp,terbagi
dalam 500 genera (genus) Famili ini merupakan family terbesar dalam ordo
dipteral danmerupakan salah satu family yang sangat penting karena sangat merugikan
(Soeroto
et al
, 1995).Di lndonesia lalat buah sebagai hama telah diketahui sejak tahun1920 dan
dilaporkan pada tanaman mangga di Jawa. Pada tahun 1938 dilaporkan bahwa lalat buah tela
h menyeranglombok (cabai), kopi, pisang, jambu, cengkeh, belimbing dan sawo (Soeroto et
al, 1995 ).Sampai-saat ini telah teridentifikasi lebih dari 66 spesies lalat buah (Asastro,
1992).Lalat buah (Bactrocera sp) dapat menimbulkan kerugian pada tanaman tropika, jika
tidak dilakukan pengendalian secara terprogram. Kerusakan akibat lalat buah ini di tandai
dengan jatuhnya buah muda yang terserang dan kemudian buah yang masak menjadi busuk d
an berbelatung (larva) (Putra, 1997). Lalat buah hidup bersimbiosis mutualisme dengan bakte
ri,sehingga ketika lalat meletakkan telur pada buah, akan disertai bakteri dan selanjutkan
diikutioleh jamur yang akhirnya menyebabkan buah busuk. Bakteri pada lala tbuah hidup
pada dindingsaluran telur, tembolok dan usus lalat (Putra, 1994).Berbagai macam cara yang
dilakukan petani dengan tujuan untuk mengendalikan lalat buah (Bactrocera
sp) antara lain: pembungkusan buah, pengasapan, sanitasi kebun, penggunaan pestisida kimia
dan penggunaan perangkap (atraktan), penggunaan pestisida kimia sering kalimenjadi
tumpuan dalam pengendalian lalat buah, namun dampak negatifyang ditimbulkan
bagikesehatan manusia dan lingkungan sangat besar. Karena itu perlu adanya pengendalian
yanglebih aman dan ramah lingkungan adalah menggunakan pestisida nabati (Kardinan,
2005).
BAB II ISI
Menurut Evans (1967) kedudukan lalat buah dalam klasifikasi hewan adalah :
Phylum : ArthopodaClassis : InsectaOrdo : DipteraSub Ordo : CyclorrhaphaFamilia :
TephritidaeGenus : BactroceraSpecies : Bactrocerasp.Morfologi Lalat Buah
Secara umum, morfologi lalat buah tidak berbeda dengan lalat umumnya.
Walaupundemikian, sebagai suatu famili tersendiri lalat buah juga mempunyai ciri khas yang
tidak dijumpai pada jenis lalat lain. Adapun ciri-ciri lalat buah antara lain :
1)
Lalat buah mempunyai tubuh yang berbuku-buku, baik ruas tubuh utama
maupun alattambahan, misalnya kaki dan antena. Sebagai anggota kelas serangga, lalat buah
mempunyai bagian tubuh, yaitu:A. Kepala (Cepal)Kepala lalat buah terbentuk bulat agak
lonjong, danmerupakan tempat melekat antenadengan tiga ruas. Warna pada ruas antena ini
merupakan salah satu ciri khas spesies lalat buahtertentu. Selain itu, spesies lalat buah dapat
dibedakan berdasarkan cirilain yang berupa bercak hitam bagian depan wajah, atau warna
tertentu pada daerah kepala.
B. Rongga dada (Toraks)
Bagian punggung (dorsal) rongga dada lalat buah mempunyai ciri khas tertentu. Ciritersebut
dapat berupa garis di tengah, atau garis pinggir (lateral) berwarna kuning di masing-masing
sisi latero-dorsal skutum. Dari arah dorsal tampak warna dasar skutelum. Skutelum
lalat buah biasanya berwarna kuning, walaupun pada berbagai spesies
terdapat tambahan warna lain,misalnya warna hitam dengan pola bercaktertentu. Sayap lalat
buah biasanya mempunyai bercak- bercak pada bagian tepi posterior. Bercakbercak tersebut menutupi vena kosta serta subkostadan vena-vena lain di sekitarnya.

berupa suatu saluran yang bagian ujungnya melebar. 2001) Bactrocera sp.Kaki lalat buah juga mempunyai warna khas yang merupakanciri suatu spesies tertentu. b). atau hanya berupa bercak – bercak hitam yang tidak jelas.Pada tipe metamorfosis ini. Apabila dilihat sepintas. sel anal (salah satu vena sayap) pada kebanyakan lalat buah mempunyai perpanjangan ke arah posterior C. Kepala: spothitam berbentuk oval pada muka (c). 2) Sebagai anggota ordo diptera. Keterangan:Sayap: terdapat pita hitam tipis pada costanamun kiri dan kanan apeks tidak simetris (a. Padakebanyakan lalat buah. lalat buah akan melalui tahap telur. Pada permukaannyaterdapat bulu-bulu halus yang berfungsi sebagai indera penerima rangsang dari lingkungan. lalat buah hanya mempunyai dua sayap. dan lalat dewasadalam satu siklus kehidupannya. Sementara itu. Sayap belakang mengecil dan berubah menjadi alatkeseimbangan yang disebut halter. 3) Lalat buah mengalami perubahan bentuk tubuh atau metamorfosis sempurna (holometabola). pupa. abdomen lalat buah mempunyai gambaran khas atau pola-pola tertentu.alat mulutlarva lalat buah berupa mandibula yang berbentuk kait berlubang (Boror. Rongga perut (Abdomen)Dari arah dorsal. Abdomen: abdomen berwarnacoklat oranye dengan garis melintang pada tergum III dangaris mediallongitudinalpada tergum IV yang terputus (e). 4)Alat mulut lalat buah dewasa bertipe penjilat-penyerap. Toraks:pita kuning di sisi lateral subparalel(d).misalnya huruf T yang jelas. Halter ini terbentuk kepala korek api.terutama kekuatan aliran udara. . larva. Sayap yang berkembang adalah sayap bagian depan. bentuknyamenyerupai alat penyedot debu. Sementara. Tungkai: semua femurberwarnakuning pudar dengan apicaltibia coklat kemerahan (f). abdomen berwarna coklat tua. spesies secara utuh (g).

.

.

Akibatnya. artinya melakukan kopulasi setelah tengahhari sebelum senja. Selain daritanaman. (b) jantan ( Drew. mineral dan vitamin. PERILAKU LALAT BUAH DI ALAM Perilaku Makan Lalat buah termasuk salah satu jenis serangga yang banyak ditemukan pada pagi atausore hari terbang di sela-sela tanaman buah-buahan maupun sayur-sayuran. Lalat dewasamemuntahkan kembali kelebihan cairan yang dimakan sehingga bakteri dapat berpindah danmelekat pada permukaan buah. Alat penerima rangsang lalat buah jantan mampu menerima senyawa pemikat dengan radius ± 800m (Putra.embun madu yang dikeluarkan oleh kutu-kutu homoptera. Bakteri berkembang biak dan menyebar populasinya dengan menempelkan pada mulut lalat buah yang merusak buahuntuk mendapatkan pakan.Jenis bakteri yang banyak ditemukan merupakan famili Entrobacteriaceae. Selanjutnya. Senyawa ini akan berubah menjadi gas. Aroma yang dikeluarkan bakteri FFT(Fruit Fly Type) memikat lalat buah betina pada saat akan bertelur. 1997). lalat buah akan mengalami kegagalan dalam berganti kulit. asam amino. Aktivitas makan lalat buah berlangsung antara pukul 07. bakteri in i bermanfaat untuk kematangan seksual dan produksi telur. . Lalat buahmembutuhkan karbohidrat. Senyawa pemikat betina dikeluarkan melalui anus secaradifusi karena adanya tekanan akibat getaran rectum. Asam askorbat dibutuhkan lalat buah terutamadalam proses pergantian kulit. eskudat bunga. Selain sebagai pakan. Apabila kebutuhan zat ini tidak terpenuhi dari pakannya. dan kotoran burung. Perilaku Kawin Lalat buah merupakan serangga krepuskuler. 1997). dan akhirnya mati. lalat buah mudahmenemukan dan menentukan tempat yang cocok untuk meletakkan telur (Putra. Karbohidrat dan air merupakansumber energi bagi aktivitas hidup lalat buah. 1987).00-10. dan diterima oleh lalat buah jantan masak seksual. Pada saat itu bakteri telah berpindah inang/tempat.Gambar 1: Lalat buah (Bactrocera sp)(a) betina. yang dikenal dengan nama FFT (Fruit Fly Type) bakt eri tersebut bersifat gram negative dan jenis yang banyak ditemukan merupakan famili Entero bacteriaceae. perkawinanakan terjadi di dekat tanaman inang. bakteri-bakteri tersebut juga berfungsi sebagai simbion bagi produksi nutrisi esensial dalam saluran pencernaannya. Pakan lalat buah dewasa diperoleh dari cairan manis buah-buahan.00 WIB. Lalat buah betina yang sedang masak seksual akan mengeluarkan senyawa pengikat (atraktan). Pada lalat buah betina. lalat buah memperoleh protein dari bakteri. Adapun protein dibutuhkan bagi kematanganseksual dan produksi telur. Sukrosa adalah salah satu bentuk karbohidrat yang sangat dibutuhkanoleh lalat buah betina untuk menghasilkan telur.sehingga akan diterima oleh alat penerima rangsang lalat jantan. nectar. Bakteri-bakteri ini hidup pada permukaan buah inang larva lalat buah.

buah tampak busuk da n berbelatung. mengingat kehidupanlarva sepenuhnya terjadi di dalam tubuh inang. sebaliknya pupa lalat buah tidak akan menetes apabila terkena sinar. di kebun buah-buahan (Kardinan. Lalat buah betina akan meletakkan telur lebih cepat dalam kondisiyang terang. lalat jantan tidak secara langsung menimbulkan kerugian.Peletakan Telur Peletakkan telur merupakan masalah yang penting bagi lalat buah. 2003). Buah yang terlalu masak tidak disukaioleh induk karena waktu yang tersedia sebelum panen/dipakai lebih pendek dari pada waktuhidup larva lalat buah(Putra.tetapi perananya sebagai pejantan yang membuahi lalat betina sangat berpengaruh terhadap populasi lalat buah di alam (Kardinan. Induk lalat buah sangatmenyukai inang yang berupa buah setengah masak. pupa berpuasa dan hanya terdiam diriuntuk mempersiapkan diri menjadilalat buah dewasa (Ashari. Busuknya buah disebabkan oleh adanya bakteri yang selalu mengikuti telurtelur yang diletakkan oleh lalat buah betina. Induk lalat buah harus memilih tanaman inangyang tepat. Gejala Pada buah yang terserang biasanya terdapat lubang kecil di bagian tengah kulitnya. sedangkan kelembaban relatif sekitar 70%. 2003). Ukuran tubuhnya kuranglebih sempurna dengan lalat rumah. pupa berpuasa dan hanya terdiam diri untuk mempersiapkan diri menjadi lalat buah dewasa (Kardinan. Bakteri inilah yang berperan dalam mempercepat proses pembusukan buah. Setelah itu telur akan terdiam di bawah permukaankulit buah dan menetas me njadi larva (belatung). Selama hidupnya larva atau belatung tersebut berada di dalam buah dan memakan daging buah. Larva makan daging buah sehingga menyebabkan buah . Larva terdiri dari tiga masa instar atau tiga kali proses pergantian kulit.Serangan lalat buah ditemukan terutama pada buah yang hampir masak.Selama masa ini.Ciri Lalat buah dewasa yaitu berwarna kuning cerahatau coklat.Berbeda dengan lalat betina. Yaitu telur. Cahaya mempunyai pengaruh langsung terhadap perkembangan lalat buah. Kelembaban tanah sangat berpengaruh terhadap perkembangan pupa.Suhu optimal untuk perkembangan lalat buah 26°c. larvaakan menjatuhkan diri ke tanah dan selanjutnya akan berubah menjadi pupa. larva (belatung). Selanjutnya karena aktivitas hama di dalam buah. Beberapa nutrisi yangdiperlukan terdapat di alam antara lain nectar dan madu. Masa pupa berlangsung di dalam tanah dengan waktu 525 hari atau tergantung dari keadaaan lingkungan. Larva dewasa akan menjatuhkan diri ke tanah danselanjutnya akan berubah menjadi pupa. terutama dari segi pemenuhan gizi bagi keturunannya. Lalat buah dapat dijumpai dengan mudah pada pagi hariatau sore hari. Selama masa ini. Dalam kondisi seperti ini. Lalat betina merupakan penyebabterjadinya kerusakan pada buah-buahan karena lalat inilah yang meletakkan telurtelurnya kedalam buah dengan alat peletak telurnya (ovopositor). Akibatnya. noda tersebut berkembangmenjadi meluas. buah mengandungasam askorbat dan sukrosa dalam jumlah yang maksimal. Gejala awal ditandaidengan noda/titik bekas tusukan ovipositor (alat peletak telur) lalat betina saat meletakkan telur ke dalam buah. 2003). 2003). 2006). siklus hidup lalat buah Lalat buah memerlukam nutrisi untuk proses pematangan telurnya.Telur berumur 2 sampai 3 hari ditusukkan oleh lalat buah betina kedalam kulit buahmenggunakan alat bertelurnya (ovopositor). Telur-telur tersebut menetasmenjadi larvaatau belatung yang merusak buah-buahan. Kelembaban tanahyang sesuai untuk stadia pupa adalah 0-9%. 2001). Prosesini memerlukan waktu 7-10 hari dan terjadi di dalam buah. pupa dan akhirnyamenjadi seranga dewasa dalam waktu kurang lebih 1 bulan (Kardinan. Setelah selesai masa instar.

busuk sebelum masak. Kerusakan yang ditimbulkan oleh larvanya akan menyebabkan gugurnya buah sebelum mencapai kematangan yang diinginkan. . Kerugian yang disebabkan oleh hama inimencapai 30-60%.Apabila dibelah pada daging buah terdapat belatung-belatung kecil dengan ukuran antara 4-10mm yang biasanya meloncat apabila tersentuh.

.

usaha-usaha pengendalian tetap harus kitaupayakan sebisa mungkin agar dampak dari serangan tidak terlalu merugikan.  . yakni peraturan karantina antar area/wilayah/negara untuk tidak memasukkan buah yang terserang daridaerah endemis. pemerintah melarang impor buah-buahan dan sayuran darinegara di mana merupakan daerah endemis lalat buah. Secara Kultur Teknis  Pemeliharaan TanahMemelihara tanaman dengan baik di antaranya melakukan mengolah dan merawat tanahsecara berkala. baik secara tradisioanal maupun modern telah banyak diaplikasikan na munhasilnya belumlah optimal. lalat buah termasuk hama yang sulit dikendalikan. Pencacahan tanah di bawah tajuk pohon dapat menyebabkan pupa lalat buah yangterdapat di dalam tanah terkena sinar matahari dan akhirnya mati. Sebagai contoh.Pengendalian: Sejauh ini. Walaupun demikian.Beberapa cara pengendalian hama lalat buah yang bisa diupayakan di antaranya: Penetapan Peraturan Pemerintah Hal pertama adalah melalui penetapan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Beberapa teknik pengendalian.

Kapan buah harus dibungkus bergantung dari jenis buahnya. Petani bisa menggunakan kertas. Buah-buah yang gugur di bawah pohon berpeluang dijadikantempat bertelur lalat buah.Sanitasi yang Baik Kebersihan kebun menentukan tingkat serangan lalat buah. Gambar 5. Membungkus buah untuk menghindari serangan lalat buah cukup efektif untuk melindungi komoditas buah yang lebih besar Upaya membungkus buah untuk menghindari serangan lalat buah akan semakin efektif jikadibarengi dengan pengasapan (dijelaskan di bawah). Setiap jenis pembungkus tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. jadi membungkus buah sedinimungkin bisa efektif mengurangi serangan lalat buah. atau kertas semen. Misalnya. Buahyang berisi telur dan larva lalat buah dikumpulkan kemudian dimusnahkan dengan dibakar ataudibenamkan ke dalam tanah. Semak-semak dan gulma juga dapat digunakan lalat buah sebagaiinang alternatif ketika tidak musim buah. Tujuan dari sanitasi(memberishkan) kebun adalah memutus siklus perkembangan lalat buah. seperti nangka. Lantai kebun harusterbebas dari buah-buah yang terserang lalat buah yang jatuh atau yang masih di pohon. kertas karbon. ataukain untuk membungkus buah yang tidak terlalu besar seperti belimbing dan jambu. Untuk buahyang berukuran besar. plastik hitam. Buah mangga dibungkus sebelum buah memasuki stadium pemasakan. karung plastik.  Pembungkusan BuahPembungkusan buah saat masih muda dapat membantu menangkal serangan hama lalat buah. daun jati. buah belimbingharus sedini mungkin dibungkus. daun pisang. petani biasa menggunakan anyaman daun kelapa. Sanitasi kebun akan efektif jika dilakukan oleh seluruh petani secara serempak. Lalat buah tertarik pada warna kuning dan aroma buah yang masak atau aromaamonia yang dikeluarkan oleh beberapa jenis bunga dan buah. .

Pengasapan dilakukan dengan membakar serasah atau jeramisampai menjadi bara yang cukup besar. Jadi.Di antara keuntungan menggunakan pembungkus untuk menghindari serangan lalat buahadalah buah tetap mulus dan tidak terkontaminasi pestisida. Cukup praktis dan efisien jikadi lokasi kebun tersedia tenaga kerja yang cukup dan murah. Pengasapan di sekitar pohon dapat mengusi lalat buah dan efektif selama tiga hari. Metode pembukusan juga menjadihal yang sulit diterapkan pada tanaman buah hortikultura dan sayuran seperti tomat dan cabai. Kemudian bara dimatikan dan di atas bara ditaruh dahankayu yang masih lembab. Sayangnya pembungkusan buahkurang praktis jika kebun buah sangat luas dan pohon buah tinggi. Pengasapan dilakukan 3 – 4 hari sekali dimulai pada saat pembentukan buah dan diakhiri 1 – 2 minggu sebelum panen. Tujuan pengasapan adalahmengusir lalat buah dari kebun. . petani mungkin harus mencari solusi lain daripada solusi pembungkusan.Kesulitan terutama karena terlalu banyak bungkus plastik dan tenaga kerja yang diperlukanuntuk membungkus. Pengendalian Secara Mekanis  PengasapanPengasapan di sekitar pohon dengan membakar serasah/jerami sampai menjadi bara yangcukup besar bisa pula mengusir lalat.

1995). Pada tahun 1938 dilaporkan bahwa lalat buah tela h menyeranglombok (cabai). cara ini juga menjadi kurang efisien jika diterapkan di kebun yang luas. Minyak kayu putih dan minyak selasih berpeluang menjadi atraktan karena mengandung metil eugenol yang cukup tinggi.  Penggunaan Tanaman PerangkapPenelitian mengenai preferensi lalat buah terhadap tanaman buah dan sayuran.Dengan menanam salah satu tanaman tersebut disekitar lahan. Jadi tujuan sebenarnya hanya untuk mengalihkan perhatian lalat buah daritanaman budidaya utama. Namun. Di antaranya jenis selasih/kemangi (Ocimum) yaituO. Yang termasuk parasitoid untuk lalat buah di antaranya B iosteres sp dan Opius sp. bisa juga digunakanuntuk mengendalikan lalat buah. ternyatayang paling disukai oleh lalat buah berturut-turut sebagai berikut: jambu air. kumbangtanah carabid dan staphylinid (coleoptera). BAB IPENDAHULUAN Lalat buah termasuk ordo ditera family Tephritidae yaitu terdiri dari sekitar 4000 sp.minimum. laba-laba (arachnida).dan jambu biji.tenuiflorum. dari famili Braconidae.Pengasapan selama 13 jam bisa membunuh lalat buah yang tidak sempatmenghindar. yaitu Methyl eugenol. mangga. 1995 ). Oleh karena itu. O. cocopet (dermaptera). cengkeh. jika tidak dilakukan pengendalian secara terprogram. sayap jala chrysopid (ordoneuroptera) dan kepik penratomid (hemiptera).terbagi dalam 500 genera (genus) Famili ini merupakan family terbesar dalam ordo dipteral danmerupakan salah satu family yang sangat penting karena sangat merugikan (Soeroto et al .Sampai-saat ini telah teridentifikasi lebih dari 66 spesies lalat buah (Asastro. Tanaman yang lebih rendah dapat digunakan sebagai tanaman perangkap. belimbing.Di lndonesia lalat buah sebagai hama telah diketahui sejak tahun1920 dan dilaporkan pada tanaman mangga di Jawa. Selain tanaman selasih ada juga tanamankayu putih (Melaleuca bracteata) dan tanaman yang bersifat sinergis (meningkatkan efektifitasatraktan). Semua tanaman ini mengandung bahan aktif yangdisukai lalat buah. kopi. Kelemahan lain pada pengendalian pengasapan adalah sulitnyaditerapkan pada komoditas sayuran. penggunaan minyak tersebut akan lebih optimal biladilengkapi dengan alat yang dapat menjebak atau menangkap lalat buah. O. Kerusakan akibat lalat buah ini di tandai dengan jatuhnya buah muda yang terserang dan kemudian buah yang masak menjadi busuk d . baik berupa prasitoid maupun predator. seperti pala (Myristica fragans). minyak tersebut hanya bersifat menarik lalat buah tetapitidak membunuhnya.Tanaman aromatik atau tanaman yang mampu mengeluarkan aroma. Adapun predator yang bisamemangsa lalat buah antara lain semut/lebah (hymenoptera). Pemanfaatan Musuh Alami dan Agens Hayati Selanjutnya kita juga bisa memanfaatkan musuh alami (natural enemy) untuk menekan populasi lalat buah. maka diharapkan dapatmengurangi serangan lalat buah secara signifikan. jambu. belimbing dan sawo (Soeroto et al.sanctum dan lainnya. dengan kadar yang berbeda.misalnya bila Anda mengutamakan budidaya tanaman mangga maka disekeliling kebun manggadapat ditanami jambu air atau belimbing. Se suaidengan fungsinya sebagai atraktan. pisang. Cara inihanya efisien jika diterapkan di pohon-pohon milik perseorangan yang jumlahnya terbatas atautidak terlampau banyak . 1992).Lalat buah (Bactrocera sp) dapat menimbulkan kerugian pada tanaman tropika.

Karena itu perlu adanya pengendalian yanglebih aman dan ramah lingkungan adalah menggunakan pestisida nabati (Kardinan. Menurut beberapa penelitian. pengasapan.namun mungkin diperlukan pengetahuan tentang bahan-bahan yang harus digunakan. cara ini memang cukup ampuh karena populasi lalat di alam secara perlahanlahan dapatditekan. penggunaan pestisida kimia dan penggunaan perangkap (atraktan). 1997). Ji kasudah mencapai umur maksimal (1-2 bulan). Metode ini aman bagi manusia. sperma yang diperolehakan disimpan di dalam spermateka atau kantung sperma. masih perlu diperhitungkan populasi lalat jantan fertil yang beradadi alam sehingga lalat jantan mandul dapat berkompetisi untuk memperoleh betina. Dengan melepaskan lalat jantan yang sudah dibuat mandul. sanitasi kebun. 1994). Bakteri pada lala tbuah hidup pada dindingsaluran telur. jika lalat jantan mandul yang dilepas berhasil mengawinilalat betina terlebih dahulu.an berbelatung (larva) (Putra.Meskipun demikian.Setiap 2 minggu sekali tabung diisi ulang dengan 250 ml campuran tersebut. Secarateori. Aplikasi Umpan Protein Metode lainnya untuk mengendalikan lalat buah adalah penerapan umpan protein. Untuk menghasilkan serangga jantan mandul biasanya diperlukan sejumlah jenis lalat buah jantan yang disinari dengan sinar gamma (biasanya cobalt 60 atau phosphor 132). kenyataan yang terjadidi lapangan. Secara Biologi Pengendalian lalat buah secara biologi bisa dilakukan dengan cara menghasilkan lalat buah jantan yang mandul. begitu pula dengan lalat jantan mandul yang dilepas.Aplikasi umpan protein dapat dilakukan dengan cara memasang tabung/botol umpan protein. yangmana dapat menarik lalat buah baik jantan maupun betina. akan disertai bakteri dan selanjutkan diikutioleh jamur yang akhirnya menyebabkan buah busuk. Sekali lalat betina dikawini oleh lalat jantan. penggunaan pestisida kimia sering kalimenjadi tumpuan dalam pengendalian lalat buah. Teknik ini memang masih dalam penelitian oleh para ilmuwan. tembolok dan usus lalat (Putra. telur yang dihasilkan dari perkawinan dengan lalat betina menjadi steril alias tidak bisa menghasilkan keturunan. 2005). Lalat buah hidup bersimbiosis mutualisme dengan bakte ri. Namun. . namun dampak negatifyang ditimbulkan bagikesehatan manusia dan lingkungan sangat besar. Bahan-bahan umpan protein ini bisa Anda beli di toko-toko bahan kimiaatau toko obat pertanian skala menengahbesar. lalat betina akan mati dengan sendirinya. selanjutnya lalat betina tidak memerlukan sperma lagi.Berbagai macam cara yang dilakukan petani dengan tujuan untuk mengendalikan lalat buah (Bactrocera sp) antara lain: pembungkusan buah. hasil yang diharapkan akan tercapai. lalat jantan mandul lebih banyak kalah bersaing dengan lalat jantan fertil untuk menjadi pejantan pertama yang dapat mengawini lalat betina. Karena itu. tetapidianggap kurang praktis karena untuk membuat lalat jantan mandul diperlukan alat dan teknologikhusus. gerakan lalat jantan yang telah dimandulkan menjadi lebih lam bandibandingkan dengan lalat jantan yang ada di alam sehingga sering kalah bersaing dalammemperebutkan lalat betina.sehingga ketika lalat meletakkan telur pada buah. 1 liter umpan protein dicampur dengan 9 liter air kemudian ditambah 100 gram sodium benzoate ditambah dengan ME atau Cue lure (bergantung jenis tanamannya) dan 16 ml fipronilatau 10 ml luvinuron.

Di dasar botol perangkap bisa diisi air sehingga sayap lalat buah akan lengket jika menyentuh air tersebutdan akhirnya lalat buah akan mati tenggelam.Mekanisme kerja perangkap adalah memancing lalat buah masuk ke dalam perangkapdengan menggunakan methyl eugenol yang ditempatkan di dalam botol perangkap. dibutuhkan kurang lebih 16 buah perangkap. Pemasangan perangkap metil eugenol lalat buah menggunakan lem . Bahan pemikatini biasanya ditempatkan di dalam perangkap berupa botol plastik atau tabung silinder sehinggalalat buah akan masuk dan terperangkap di dalam. yakni:1. mengacaukan perilaku kawin. Botol ini dimodifikasi sedemikian rupa dan diisi dengan zat pemikat lalat buah yaitu methyl eugenol. Dipasangkanterus menerus selama tanaman berbuah dan zat pemikat harus diisi ulang jika menunjukkan tidak lagi berfungsi. pada umumnya adalah bekas botol plastik minuman.3. Gambar 8.Atraktan dapat digunakan untuk tiga fungsi utama. berkumpul. namun hal ini tidak disarankan. Jika mau. mudah dan ramah lingkungan untuk mengendalikan lalat buah adalah penggunaan perangkap atraktan (pemikat) lalat buah. atraktan dapatdicampur dengan insektisida dan diteteskan pada kapas. Cara inidianggap aman karena tidak meninggalkan residu pada komoditas yang ditanam.Untuk hamparan tanaman yang luas cukup dipasang 4 buah tabung umpan protein per hektarnya. Zat pemikat atau atraktan ini bisa kita beli di toko-tokoobat pertanian.2. Penggunaan Perangkap Atraktan Salah satu cara yang dianggap paling efektif. menarik lalat buah kemudian membunuhnya dengan menggunakan perangkap. Walaupun begitu. Untuk area lahan 1 hektar. Perangkap lalat buah itu sendiri bisa dibuat dari bahan sederhana. Bisa pula berupacue lure atau umpan protein seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. mendeteksi atau memonitor populasi lalat buah di sekitar lahan budidaya.Perangkap dipasang pada tiang atau ranting pohon setinggi 23 meter dari permukaantanah. dan perilaku makan lalat buah. kita pun bisa menggunakan bahan alami lainnya yang mudahdiperoleh dan murah seperti ekstrak daun selasih/kemangi dan daun melaleuca.

dkk. Namun sayangnya penyemprotan dengan insektisida sering menyebabkan pemborosan karena banyak yang tidak tepat sasaran. Yogyakarta: Kanisius. dan Berulat. 2002. dan ramahlingkungan. Pedoman Pengendalian Lalat Buah. Penggunaan insektisida juga bisa menyebabkan pencemaran lingkunga n danmeninggalkan residu yang berbahaya bagi manusia. http://agustinaajeng. Namun. Yokyakarta. Yogyakarta: Kanisius.Jakarta. mengingat sifat lalat buah yang selalu bergerak. Selain itu. Penebar Swadaya.Putra.Kalie MB.Secara Kimiawi Pengendalian lalat buah dengan insektisida berbahan aktif spinosad bisa membunuh lalat buah. 1996. 1997. 1997. Gajah Mada University Press.P. 2006.[ 23 Febuari 2011]Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura.Direktorat PerlindunganHortikultura. daya j angkauefektivitasnya tidak terlampau luas. cara ini belum populer dilakukan khususnya di Indonesia. Hama Lalat Buah dan Pengendaliannya. Hama Lalat Buah dan Pengendaliannya . . nugroho Susetya.Penggunaan insektisida juga dapat merugikan perdagangan nasional karena produk pertanian yang diekspor bisa ditolak oleh negara tujuan. Keunggulan penggunaan protein baik adalah daya bunuhnyayang tinggi. Donald J. Terjemahan SoetiyonoPartosoej ono.Hamdani. kemungkinan besar akan langsung mati sehinggatidak memerlukan perangkap lagi.com/ . Men gatasi Buah Rontok. S. Pengenalan Pelajaran Serangga.wordpress. diperlukan s uatuterobosan untuk menemukan cara pengendalian hama lalat buah yang efektif.Masih ada lagi cara pengendalian lalat buah secara kimia. Jakarta. A. Pestisida sebagai umpan dengan bahan aktif spinosad sangat digemari lalat buah b aik jantan maupun betina.. Nugroho. Busuk. efisien. Jika lalat buah mengonsumsinya. Oleh karena itu. 1992. DAFTAR PUSTAKA Borror. yakni menggunakan protein baik (pencampuran protein hidrolisat yang merupakan makanan lalat buah dengan ins ektisida).

. Universitas Mataram. Laporan PKL PS. Biologi. Mataram.Jenis Lalat Buah yang Berperan sebagai Organisme Pengganggu Tanaman(OPT).