Anda di halaman 1dari 76

TRACTUS URINARY

Hendra Saragih , dr . Sp.Rad
Radiologist
Santa Maria Hospital
23 September 2013

Apakah  BNO itu?

Foto BNO ( Buik Nier Overzicht )

BNO merupakan satu istilah medis
dari bahasa Belanda yang merupakan
kependekan dari Blass Nier Overzicht
(Blass = Kandung Kemih, Nier =
Ginjal, Overzicht = Penelitian). Dalam
bahasa Inggris, BNO disebut juga KUB
(Kidney Ureter Blass). Jadi, pengertian
BNO adalah suatu pemeriksaan
didaerah abdomen / pelvis untuk
mengetahui kelainan-kelainan pada
daerah tersebut khususnya pada
sistem urinaria.

Apa kegunaan foto
BNO?

1. Mendeteksi penyakit pada sistem urinaria,
misalnya batu ginjal (pada foto rontgen, batu ginjal
akan terlihat opaque (putih)).
2. Sebagai plain photo (foto pendahuluan) pada
rangkaian pemeriksaan BNO IVP.
 

.Apa yang dimaksud BNO IVP? IVP atau Intra Venous Pyelography merupakan pemeriksaan radiografi pada sistem urinaria (dari ginjal hingga blass) dengan menyuntikkan zat kontras melalui pembuluh darah vena.

.Apa tujuan dari pemeriksaan BNO IVP? Untuk mendapatkan gambaran radiografi dari letak anatomi dan fisiologi serta mendeteksi kelainan patologis dari ginjal. ureter dan blass.

vesicolithiasis (batu vesica urinari). hipertrofi prostat. cystitis (radang vesica urinari). tumor.Apa indikasi pemeriksaan BNO IVP? Indikasi pemeriksaan IVP antara lain nephrolithiasis (batu ginjal). . nefritis (radang ginjal). ureterolithiasis (batu ureter).

Pada pemeriksaan IVP. bahan kontras yang digunakan berbahan baku yodium (I) dan jenis bahan kontrasnya positif (yang tampak opaque pada foto rontgen) . Apa yang dimaksud dengan bahan kontras? Mengapa itu digunakan dalam pemeriksaan IVP? Bahan kontras atau media kontras adalah suatu zat yang memiliki nomor atom tinggi yang berguna untuk membedakan jaringan yang tidak dapat dilihat oleh foto rontgen biasa.Pemeriksaan BNO IVP menggunakan bahan kontras.

dapat ditolerir oleh tubuh. Bersifat water soluble dan non ionik atau larut dalam air artinya dapat dengan mudah diserap atau dikeluarkan dari tubuh setelah pemeriksaan. nomor atomnya 53). sehingga zat kontras akan tampak putih pada jaringan.Apa syarat bahan kontras yang digunakan pada pemeriksaan IVP? Memiliki nomor atom yang tinggi (seperti : Iodium. . Non Toxic atau tidak beracun.

gatalgatal. Efek samping terjadi pada pasien yang alergi terhadap yodium (makanan laut) dan kelainan pada jantung. 4. seperti mual. kulit menjadi merah dan bentol-bentol 2.Apa efek samping dari penggunaan bahan kontras ini? Pasien mana yang memiliki reaksi lebih terhadap bahan kontras IVP? Efek samping yang dapat terjadi: 1. Efek samping berat. seperti shock. . gagal jantung. seperi edema dimuka/pangkal tenggorokan 3. pingsan. Efek samping sedang. Efek samping ringan.

  Tindakan penyembuhan (yang dilakukan setelah bahan kontras itu masuk tubuh dan menimbulkan alergi) Reaksi ringan seperti rasa mual dapat diatasi dengan menginstruksikan pasien untuk tarik nafas dalam lalu keluarkan melalui mulut. Bila terjadi reaksi merah atau bentol diarea itu. . IV test yaitu dengan menyuntikan bahan kontras kurang lebih 3-5cc kedalam vena. Melakukan IntraVena test setelah skin test dinyatakan aman. Segera laporkan dokter jika terjadi reaksi. segera laporkan radiolog/dokter yang jaga.Bagaimana pencegahan dan penanganan pasien yang mengalami alergi bahan kontras saat pemeriksaan IVP? Tindakan pencegahan Melakukan skin test. Memberikan obat pencegahan alergi seperti antihistamin sebelum pemasukan bahan kontras (contohnya : diphenhydramine). Skin test adalah tes kepekaan kulit terhadap bahan kontras yang disuntikkan sedikit dipermukaan kulit (subkutan).

Makan terakhir pukul 19. Apa saja persiapan yang perlu diberitahukan kepada pasien sebelum melakukan pemeriksaan IVP? Sehari sebelum pemeriksaan dilakukan. Selama menjalani persiapan. Pagi hari sekitar pukul 06. supaya usus benar-benar bersih dari sisa makanan / faeces. 8 Jam sebelum pemeriksaan dimulai.00 (hari pemeriksaan).00. pasien diminta untuk tidak banyak bicara dan tidak merokok supaya tidak ada . pasien diminta untuk minum laksatif (dulcolax) sebanyak 4 tablet.00 (malam sebelum pemeriksaan) supaya tidak ada lagi sisa makanan diusus. pasien diminta untuk makan-makanan lunak yang tanpa serat (seperti bubur kecap) maksudnya supaya makanan tersebut mudah dicerna oleh usus sehingga faeces tidak keras.Pemeriksaan IVP memerlukan persiapan dari pasien terlebih dahulu. pasien diminta untuk memasukkan dulcolax supossitoria melalui anus. pasien tidak diperkenankan minum untuk menjaga kadar cairan. Malam hari pukul 21. selanjutnya puasa sampai pemeriksaan berakhir.

Gambar 1.Apa tujuan persiapan sebelum foto IVP? Untuk membersihkan usus (gastro intestinal) dari udara dan faeces yang dapat mengganggu visualisasi dari foto IVP atau menutupi gambaran ginjal dan saluran-salurannya. Pemeriksaan yang tidak baik terlihat dari bayangan lucent di usus karna udara dan faeces. Foto BNO dengan persiapan pasien yang baik (tidak tampak visualisasi udara / faeces di rongga abdomen) .

  Foto BNO dengan persiapan pasien yang kurang baik (tampak visualisasi udara / faeces di rongga abdomen) .Gambar 2.

Nilai kreatinin yang dianggap normal dan boleh melakukan pemeriksaan IVP biasanya < 2. Apakah tujuannya? Nilai kreatinin menunjukkan fungsi penyaringan ginjal masih normal atau tidak. Nilai kreatinin yang tinggi saat pemeriksaan IVP menyebabkan kontras tidak dapat disaring dalam ginjal sehingga membahayakan bagi pasien. . pasien diminta untuk melampirkan hasil pemeriksaan lab dari creatinin dan ureum sebelum pemeriksaan IVP.Selain menjalankan persiapan diatas.0.

ultravist) Stuwing (pembendung vena) Gunting Plester Obat-obatan emergency (contoh : dhypenhydramine)   .Apa saja persiapan peralatan dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan ini? Peralatan Steril : Spuit 1cc (untuk skin test) Spuit 3 cc (untuk persiapan obat emergency) Spuit 50 cc (untuk bahan kontras) Wing needle Jarum no 18 Kapas alkohol Peralatan unsteril : Kontras media (contoh : iopamiro.

Foto IVP bisa saja dibuat sampai interval waktu berjam-jam . lanjutkan dengan melakukan skin test dan IV test sebelum dimasukkan bahan kontras melalui vena fossa cubiti Sebelum melakukan penyuntikan. Pasien diminta untuk mengisi informed consent (surat persetujuan tindakan medis setelah pasien dijelaskan semua prosedur pemeriksaan). pasien ditensi terlebih dahulu.Bagaimana prosedur pemeriksaan IVP?mengetahui sejarah klinis dan Pasien diwawancarai untuk riwayat alergi. Buat plain photo BNO terlebih dahulu. Jika hasil foto BNO baik. Menyuntikkan bahan kontras secara perlahan-lahan dan menginstruksikan pasien untuk tarik nafas dalam lalu keluarkan dari mulut guna menminialkan rasa mual yang mungkin dirasakan pasien Membuat foto 5 menit post injeksi Membuat foto 15 menit post injeksi Membuat foto 30 menit post injeksi Pasien diminta untuk turun dari meja pemeriksaan untuk buang air kecil (pengosongan blass) kemudian difoto lagi post mixi.

Untuk menentukan faktor eksposi yang tepat untuk pemotretan berikutnya sehingga tidak terjadi pengulangan foto karena kesalahan faktor eksposi. terlebih dahulu dibuat foto pendahuluan (plain photo BNO). Apa tujuan plain photo BNO itu? Untuk menilai persiapan yang dilakukan pasien Untuk melihat keadaan rongga abdomen khususnya tractus urinaria secara umum.   .Sebelum rangkaian foto IVP dibuat dan sebelum bahan kontras diinjeksikan.

Bagaimana teknik pemeriksaan BNO IVP? Teknik pemeriksaan BNO IVP dilakukan dengan interval waktu tertentu yang disesuaikan dengan lamanya aliran bahan kontras untuk mengisi ginjal sampai bahan kontras itu masuk ke blass. .

dan batas bawah pada sympisis pubis. CP : Umbilikus CR : Vertikal tegak lurus film . Plain foto BNO AP (sebelum injeksi) Menggunakan kaset 30 x 40 (disesuaikan dengan tubuh pasien) yang diletakkan memanjang. Aturlah pundak dan pinggul pasien agar tidak terjadi rotasi. dan kedua tangan lurus disamping tubuh.1. Aturlah kaset dengan batas atas pada diafragma. PP : Pasien supine diatas meja pemeriksaan dengan garis tengah tubuh sejajar dengan garis tengah meja pemeriksaan. PO : 1. 2. kedua tungkai kaki diatur lurus. Atur long axis tubuh sejajar dengan long axis film. 3.

kedua tungkai kaki diatur lurus.2. dan kedua tangan lurus disamping tubuh. Aturlah pundak dan pinggul pasien agar tidak terjadi rotasi. 2. PO : 1. PP : Pasien supine diatas meja pemeriksaan dengan garis tengah tubuh sejajar dengan garis tengah meja pemeriksaan. Atur long axis tubuh sejajar dengan long axis film. Aturlah kaset dengan batas atas pada processus xypoideus dan batas bawah pada crista iliaca/SIAS CP : pertengahan film CR : Vertikal tegak lurus film . 3. Foto 5 menit post injeksi Menggunakan kaset 24 x 30 yang diletakkan melintang.

2. Atur long axis tubuh sejajar dengan long axis film. Foto 15 menit post injeksi Menggunakan kaset 30 x 40 (disesuaikan dengan tubuh pasien) yang diletakkan memanjang. dan batas bawah pada sympisis pubis.3. CP : Umbilikus CR : Vertikal tegak lurus film   . kedua tungkai kaki diatur lurus. Aturlah pundak dan pinggul pasien agar tidak terjadi rotasi. 3. PP : Pasien supine diatas meja pemeriksaan dengan garis tengah tubuh sejajar dengan garis tengah meja pemeriksaan. dan kedua tangan lurus disamping tubuh. Aturlah kaset dengan batas atas pada diafragma. PO : 1.

Atur long axis tubuh sejajar dengan long axis film. kedua tungkai kaki diatur lurus. Aturlah pundak dan pinggul pasien agar tidak terjadi rotasi. Aturlah kaset dengan batas atas pada diafragma. dan batas bawah pada sympisis pubis.4. 2. PP : Pasien supine diatas meja pemeriksaan dengan garis tengah tubuh sejajar dengan garis tengah meja pemeriksaan. PO : 1. dan kedua tangan lurus disamping tubuh. 3. CP : Umbilikus CR : Vertikal tegak lurus film . Foto 30 menit post injeksi Menggunakan kaset 30 x 40 (disesuaikan dengan tubuh pasien) yang diletakkan memanjang.

Jika dokter meminta foto post mixi. 2. Semua foto dikonsultasikan ke dokter spesialis radiologi. Aturlah kaset dengan batas atas pada diafragma. Atur long axis tubuh sejajar dengan long axis film. CP : Umbilikus CR : Vertikal tegak lurus film . Aturlah pundak dan pinggul pasien agar tidak terjadi rotasi. PO : 1. pasien diminta untuk buang air kecil untuk mengosongkan blass dari media kontras. dan batas bawah pada sympisis pubis. 3. Foto post mixi Menggunakan kaset 30 x 40 (disesuaikan dengan tubuh pasien) yang diletakkan memanjang.5.

Apakah tujuan foto 5. 15. PM? Foto 5 menit untuk melihat dan menilai neprogram / fungsi ginjal Foto 15 menit untuk melihat ureter Foto 30 menit untuk melihat vesica urinaria apakah sudah terisi bahan kontras atau belum Foto PM untuk melihat pengosongan blass . 30.

Jelaskan alur perjalanan bahan kontras tersebut? Bahan kontras yang disuntikkan melalui vena fossa cubiti akan mengalir ke vena capilaris. serta terus mengalir menuju aorta desendens kemudian kedalam aorta abdominalis dan masuk kedalam arteri renalis dan mulai memasuki korteks ginjal.Bahan kontras yang disuntikkan melalui vena fossa cubiti akan masuk ke ginjal. kemudian ke vena cava superior. Dari VCS bahan kontras akan masuk ke atrium kanan dari jantung. . vena subclavia. kemudian ke ventrikel kanan dan mengalir ke arteri pulmo. Kemudian mengalir ke vena pulmo menuju atrium kiri kemudian ventrikel kiri dan mengalir ke aorta.

.

  .Memiliki nilai diagnosa yang tinggi  Kekurangan : Kekurangan : 1.Pemeriksaan BNO IVP memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa saja kelebihan dan kekurangan itu? Kelebihan : 1.Ibu hamil dilarang melakukan pemeriksaan ini.Relatif aman  3.Dapat menimbulkan alergi terhadap media kontras  2.Bersifat  non invasif  2.

“PM” sesuai dengan interval waktu. jika tidak menggunakan bucky potter grid. “5”. “15”. Proteksi radiasi bagi pasien juga harus diperhatikan seperti membatasi lapangan penyinaran.Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan foto BNO IVP? Jangan lupa memberi marker “BNO”. Pemeriksaan dilakukan menggunakan grid sebagai penyerap radiasi hambur. Peng-ekspos-an dilakukan saat pasien tahan nafas setelah ekspirasi penuh (aba-aba pemeriksaan : “tarik nafas… buang nafas…. hal ini .tahan!!!!”. “30”. Persiapan pasien yang baik akan menghasilkan gambaran IVP yang baik pula. gunakan lysolm grid.

  CATATAN : Penatalaksanaan pemeriksaan yang dijelaskan diatas bisa saja berbeda di masing-masing rumah sakit.Bagaimana perawatan pasien setelah pemeriksaan IVP? Pasien diminta untuk istirahat yang cukup Pasien diminta untuk minum air putih yang banyak untuk menghilangkan bahan kontras dari tubuh. .

Pasien yang mempunyai kelainan atau penyakit jantung. .Multiple Myeloma .Diabetes mellitus tidak terkontrol .Alergi terhadap media kontras . .Ureum dan creatinin meningkat. .Pasien yang sedang dalam keadaan kolik. .Indikasi Tindakan : - Renal Agenesis Poliuria BPH (Benign Prostat Hiperplasia) Kelainan Kongenital : * Duplikasi ureter dan pelvis renalis * Ectopia Kidney * Horseshoe Kidney * Malrotasi * Hydronefrosis * Pyelonefritis * Hipertensi Renal Kontraindikas i: .Neonatus .Pasien dengan riwayat atau dalam serangan jantung.

Kemudian hanya boleh minum air putih sampai jam 11 malam. kurangi bicara. Hari 2 : Pagi makan bubur. siang-sore hanya minum susu. . dan tidak merokok. Hari 3 : Jam 8 pagi datang ke radiologi untuk difoto. Jam 9 malam minum garam inggris (MgSO4 1 bungkus + 1/4 gelas air putih). Siang : sda Malam : sda + tidak boleh pakai sayur dan ikan.Persiapan Pasien : Hari 1 : Pagi : makan bubur + telur rebus + minum air putih sebanyak mungkin. Mulai jam 12 malam puasa.

Media kontras yang digunakan adalah yang berbahan iodium.Persiapan media kontras : . Persiapan Alat dan Bahan : Peralatan steril : * * * * Wings needle no. yakni 1-2 cc/kg.21 G ( 1 buah ) Spoit 20 cc ( 2 buah ) Kapas alcohol atau wipes Tourniquet . dimana jumlahnya disesuaikan dengan berat badan pasien.

Peralatan non-steril : * Plester * Marker R/L dan marker waktu * Media kontras lopamiro (Kurang lebih 40-50 cc) * Obat-obatan emergency (antisipasi allergi media kontras) * Baju pasien .

Jika persiapan pasien baik/bersih. 2. Foto 15 menit post injeksi dengan posisi AP supine menggunakan film 24x30 mencakup gambaran pelviocalyseal. untuk melihat persiapan pasien. 4. 6. Lakukan pemeriksaan BNO posisi AP. Jika tidak ada reaksi alergis penyunikan dapat dilanjutkan dengan memasang alat compressive ureter terlebih dahulu di sekitar SIAS kanan dan kiri. Film yang digunakan ukuran 30x40. Setelah itu. 3. ureter. terutama pada pasien hypertensi dan anak-anak. 5. dan bladder mulai terisi media kontras. 7. Yang terakhir lakukan foto post void (habis kencing) dengan . suntikkan media kontras melalui intravena 1 cc saja. Foto 30 menit post injeksi dengan posisi AP supine melihat gambaran bladder terisi penuh media kontras.Prosedur Pemeriksaan : 1. Lakukan foto 5 menit post injeksi dengan posisi AP supine menggunakan ukuran film 24x30 untuk melihat pelvicocaliseal dan ureter proksimal terisi media kontras. 8. lakukan foto nephrogram dengan posisi AP supine 1 menit setelah injeksi media kontras untuk melihat masuknya media kontras ke collecting sistem. diamkan sesaat untuk melihat reaksi alergis.

Kritteria Gambar : 1. . Foto BNO-IVP 5 menit.

2. Foto 15 menit : .

3. Foto 30
menit :

4. Foto 60
Menit

5. Foto Post-Void

Tulang-tulang tervisualisasi intak .Psoas line kiri dan kanan intak .Penilaian Foto BNO Normal : .Pre-peritoneal fat line kiri dan kanan intak .Tidak tampak bayangan batu radiopaque pada lintasan tractus urinarius .

tidak tampak tandatanda obstruksi .Penilaian IVP Normal : . Additional Shadow (-) . indentasi (-).Kontras mengisi ureter dextra/sinistra. filling defect (-).Fungsi sekresi dan ekskresi kedua ginjal dalam batas normal .Pelviocalyseal sistem kedua ginjal baik dengan ujung kedua calyx cupping .Vesica urinaria terisi kontras dengan permukaan yang reguler.

antara lain : a. kaliks mayor dan kaliks minor. yang disebabkan oleh obstruksi sebagian atau keseluruhan pada aliran urine. Serta adanya penipisan korteks Calices berbentuk ballooning alias menggembung. kaliks mayor dan kaliks minor. Dilatasi pelvis renalis tanpa dilatasi kaliks. Kaliks berbentuk clubbing. c. alias tumpul. Hidronefrosis derajat 2. d. Kaliks berbentuk flattening. Hidronefrosis derajat 4. (to be continued) . Dilatasi pelvis renalis dan kaliks mayor. alias mendatar. Derajat Hidronefrosis : Ada 4 grade hidronefrosis. b.*Hidronefrosis* Hidronefrosis adalah dilatasi sistem koligentes ginjal. Kaliks berbentuk blunting. Tanpa adanya penipisan korteks. alias menonjol. Dilatasi pelvis renalis. Hidronefrosis derajat 3. Dilatasi pelvis renalis. Hidronefrosis derajat 1.

Kidney anatomy The kidneys are responsible for removing wastes from the body. and stimulating red blood cell production. . regulating electrolyte balance and blood pressure.

A series of x-rays are taken at timed intervals as the contrast material goes through the kidneys.Intravenous pyelogram An intravenous pyelogram is performed by injecting contrast material into a vein in the arm. . The procedure helps to evaluate the condition of the kidneys. the ureters (the tubes connecting the kidneys to the bladder). and the bladder. ureters. and bladder.

Kidney . . The blood vessels are shown in red and the urine flow pattern in yellow.blood and urine flow This is the typical appearance of the blood vessels (vasculature) and urine flow pattern in the kidney.

Bladder and kidney infections 3. tell your health care provider if you: 1.Are pregnant 3. Tumors .How to Prepare for the Test As with all x-ray procedures.Flank pain (possibly due to kidney stones) 5.. An abdominal injury 2.Are allergic to contrast material 2. Blood in the urine 4.Have any drug allergies Why the Test is Performed An IVP can be used to evaluate: 1.

and bladder.Intravenous pyelogram An intravenous pyelogram or IVP for short is a radiological procedure used to visualize abnormalities of the urinary system. ureters. including the kidneys. .

Avoid IVP in patients with allergy to iodine contrast dye and in patients with impaired renal function (generally a serum creatinine level >2 mg/dL). Routine IVP plain or Control KUB image. 2. 3. plain KUB or Abdominal x-ray. an injection of contrast media. typically 50 ml. taken at roughly 15 minutes post injection. immediate x-ray of just the renal area. delayed Abdominal x-ray. .Emergency IVP An Emergency IVP is carried out roughly as follows: 1. 5 minute x-ray of just the renal area.

In pyelography. compression may or may not be applied (this is contraindicated in cases of obstruction). This is usually a coned bladder view. compression involves pressing on the lower abdominal area.At this point. . followed by a KUB on release of the compression. which results in distension of the upper urinary tract. A post-micturition x-ray is taken afterwards.[1] If compression is applied: a 10 minutes postinjection x-ray of the renal area is taken. If compression is not given: a standard KUB is taken to show the ureters emptying. This may sometimes be done with the patient lying in a prone position.

A 'standing column' is suggestive of a partial obstruction. smooth outlines. size. . equal filtration and flow. The ureters are assessed and compared for: Size. The bladder is assessed for: Regular smooth appearance and complete voiding.Image Assessment The kidneys are assessed and compared for: Regular appearance. a smooth regular and symmetrical appearance. position.

If renal impairment is found before administration of the contrast.Contraindications Historically. the drug metformin has been required to stop 48 hours pre and post procedure. However the newest guidelines published by the Royal College of Radiologists suggests this is not as important for patients having <100mls of contrast. as it known to cause a reaction with the contrast agent. who have a normal renal function. metformin should be stopped 48 hours before and after the procedure .

or TCC Polycystic kidneys Anatomical variations.e. horseshoe kidney or a duplex collecting system Obstruction (commonly at the pelvic-ureteric junction or PUJ and the vesicoureteric junction or VUJ) . i.Diagnoses Chronic Pyelonephritis Kidney stones Renal cell carcinoma or RCC Transitional cell carcinoma.

Other tests An IVP can and should be used in conjunction with the following tests : Ultrasound Cystoscopy CT MRI Video cystometrography or VCMG Blood test Urine analysis .

These include surgery.Treatment Depending on the outcome and diagnosis following an IVP. lithotripsy. . treatment may be required for the patient. Sometimes no treatment is necessary as stones <5mm can be passed without any intervention. ureteric stent insertion and radiofrequency ablation.

that can be fatal in up to 1 in 25000 individuals. Also the Iodinated contrast medium used in CT scan and IVU can cause severe reactions including anaphylactic reaction.Future of the intravenous pyelogram The IVP is now becoming more and more obsolete. which gives greater detail on anatomy and function. It has largely been taken over by Computed tomography (CT). Both these modalities as against IVU and CT scan do not use ionising radiation (X Rays)that are known to be carcinogenic and teratogenic. . IVU has been largely replaced by Ultrasound and more recently by MRI.

.

.

.

.

However. Parapelvic cysts may also be mistaken for pelvocaliectasis.Renal Ultrasonography Renal ultrasonography is invaluable as a screening test for urinary tract dilatation (hydronephrosis). dilation of the urinary tract may also be observed in polyuria and normal pregnancy (uterine enlargement causes partial urinary tract obstruction). Urinary tract dilation may persist indefinitely. a hallmark of urinary tract obstruction. . even after relief of urinary tract obstruction.

Renal masses are also readily identified with ultrasonography. . Advanced kidney disease is usually accompanied by scarring and thinning of the renal cortex with small kidneys (< 9 cm in longitudinal length).Sonogram revealing a dilated collecting system caused by an enlarged lymph node in a patient with B-cell lymphoma. Ultrasonography remains the procedure of choice for evaluation of acquired or hereditary polycystic kidney disease. These features are easily characterized with renal ultrasonography.

noncontrast helical computed tomography has supplanted ultrasonography in the diagnosis of nephrolithiasis. It is primarily used to detect renal vascular occlusive disease. .Numerous cystic structures are evident on the renal sonogram. Color-Doppler ultrasonography is used to measure flow or velocity of blood in the main renal artery.[3] ColorDoppler flow studies in the renal artery are highly operator-dependent. Although renal ultrasonography was once routinely used to identify kidney stones.

Indications Indications of renal ultrasonography are as follows:[1] Evaluation of cystic kidney disease Diagnosis of hydronephrosis Measurement of kidney size and echogenicity as part of an evaluation of chronic kidney disease Detection of renal artery occlusive disease via Doppler images No exposure to radiation or contrast in pregnancy Limitations Limitations of renal ultrasonography are as follows: Interpretation is operator-dependent Large body habitus renders the interpretation difficult .

.

CT scan is an excellent tool to evaluate masses. and pyelonephritis.Computed Tomography Computed tomography (CT) provides similar information as renal ultrasonography but with additional detail due to high spatial resolution. stones. . traumatic injury to the kidney.

The mass consists of several hypodense areas most likely reflecting necrosis or hemorrhage. High-resolution CT angiography is excellent in defining the anatomy of the renal arteries and veins (eg. contrast-enhanced mass in the right kidney of a patient with Wilms tumor. .CT scan reveals an enormous. CT scanning is essential to evaluate the local spread of a renal malignancy. Noncontrast helical CT scanning is the procedure of choice to evaluate kidney stones. Moreover. CT scanning is also used to differentiate malignant from nonmalignant renal masses. renal vein thrombosis).

. Because of safety and cost. Nonenhanced CT image shows bilateral renal calculi (arrows). This imaging technique is considered the reference standard for stone evaluation. renal ultrasonography is still used to screen for polycystic kidney disease. CT scanning is superior to ultrasonography in identifying renal cysts. since it is capable of detecting small cysts (2-3 mm in diameter).Helical CT scanning in a patient with hematuria.

RK = right kidney. Some investigators believe it is comparable to cystoscopy and provides complementary data by simultaneously delineating extraurinary disease.Computed tomography scan of autosomal-recessive polycystic kidney disease revealing many small cysts. With the advent of multidetector CT scanning. Multiphase CT urography[4] has a higher diagnostic yield in evaluating the etiology of hematuria and identifying urothelial tumors than intravenous urography. Indications Indications of CT scanning are as follows: Criterion standard for diagnosing nephrolithiasis . Note the small cyst in the head of the pancreas (arrow). CT urography is a feasible option to replace intravenous urography.

and spaceoccupying lesions in the kidney and urinary tract. stones. the renal vasculature is identified and renal cell carcinoma can be accurately staged. renal masses can be differentiated from simple cysts. . In the nephrographic phase (ie. Within 70 seconds after injection of contrast. up to 180 seconds after contrast injection). Limited CT urography (with an excretory phase only) can be performed to minimize radiation exposure. Technique In the precontrast phase. bladder and pelvicaliceal system is imaged. In the excretory phase (5 minutes after contrast injection). as malignant masses will enhance with contrast. the ureter. a scan is obtained for baseline calcifications.Limitations The primary limitation of CT scanning is the risk of radiation and administration of contrast.

but the prone position improves opacification of the distal urinary tract in some patients. and the bladder should be empty before the procedure is begun. or is pregnant.Contraindications Contrast should be avoided if the patient is allergic. Turning the patient several times prior to the excretory phase is necessary to prevent layering of contrast. Intravenous saline administration or administration of 10 mg of intravenous furosemide is often used to increase opacification and distension of the collecting system. Patient preparation No preparation is required. but prehydration is typically performed. . Equipment A multidetector CT scan with 4-64 sections is used. has renal failure. Position of patient The supine position seems to be satisfactory in most patients.

.

.

.

.

.

THANK YOU baca aja semua .