Anda di halaman 1dari 19

Kajian

Penetapan Batas Reklamasi Pengolaan Wilayah Laut
Sesuai Permendagri no 1 tahun 2006
(Studi Kasus Kabupaten Tangerang)

2012

pasal 1 ayat 6 menyebutkan: ”Daerah otonom. pendanaan. pemberian nama bagian rupa bumi serta perubahan nama. Pasal 4 ayat 2 menyebutkan: “Undang-Undang pembentukan daerah antara lain mencakup nama. Pasal 2 ayat 1 menyebutkan: “Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masingmasing mempunyai pemerintahan daerah”. atau pemindahan ibukota yang tidak mengakibatkan penghapusan suatu daerah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah”. yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia”. ibukota. Sementara Pasal 7 ayat 2 menyebutkan: “perubahan batas suatu daerah. Pasal 1 ayat 4 menyebutkan: “Otonomi daerah adalah hak. batas. Penghapusan dan Penggabungan Daerah. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan”. wewenang. menyebutkan Daerah Otonom yang selanjutnya disebut daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. PENDAHULUAN I. Pemerintahan Daerah Provinsi. cakupan wilayah. Undang-Undang nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. dan dokumen serta perangkat daerah”. pada pasal 28 ayat 1. pada pasal 1 ayat 6.1 Kebijakan Otonomi Daerah Terkait Batas Daerah Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. pengisian keanggotaan DPRD. kebutuhan fiskal daerah merupakan kebutuhan pendanaan daerah untuk melaksanakan fungsi layanan dasar umum.I. kewenangan penyelenggaraan urusan pemerintahan. selanjutnya disebut daerah. perubahan nama daerah. dan ayat 2 menyebutkan bahwa setiap kebutuhan pendanaan sebagaimana dimaksud pada 2 . dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah. penunjukan pejabat kepala daerah. Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan. pengalihan kepegawaian. Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah.

c. Di wilayah laut dibagi sama jarak atau diukur sesuai prinsip garis tengah dari wilayah antar 2 (dua) provinsi tersebut. tercantum pada Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2006 tentang Pedoman penegasan batas daerah. luas wilayah. pasal 18 ayat (5) Apabila wilayah laut antara 2 (dua) provinsi kurang dari 24 (dua puluh empat) mil. Batas antara dua daerah kabupaten dan daerah kota dalam satu daerah provinsi yang saling berhadapan dengan jarak kurang dari 8 mil laut. Dalam kaitannya pengelolaan wilayah laut Kabupaten Tangerang disesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait penegasan wilayah pengelolaan di laut. b. daerah kabupaten dan daerah kota kearah laut yang ditetapkan berdasarkan prinsip sama jarak. diukur secara melingkar dengan lebar 12 mil laut. yaitu. Batas antara dua daerah provinsi yang saling berhadapan dengan jarak kurang dari 24 mil laut diukur berdasarkan prinsip garis tengah. dan untuk kabupaten/kota memperoleh 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi dimaksud. daerah kabupaten dan daerah kota yang berdampingan.ayat 1 diatur secara berturut-turut dengan jumlah penduduk. diukur berdasarkan prinsip garis tengah. kewenangan untuk mengelola sumber daya. produk domestik regional bruto per kapita. Batas wilayah laut pulau kecil yang berada dalam satu daerah provinsi dan jaraknya lebih dari dua kali 12 mil laut. diukur mulai dari titik batas sekutu pada garis pantai antara kedua daerah provinsi. indeks kemahalan konstruksi. dan indeks pembangunan manusia. Hasil pengukuran dan penentuan batas daerah di wilayah laut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilengkapi dengan daftar koordinat titik batas daerah di wilayah laut 3 . pasal 15 ayat (2) Pengukuran dan penentuan batas daerah di wilayah laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Batas antara dua daerah provinsi. d. pasal 18 ayat (4) Kewenangan untuk mengelola sumber daya di wilayah laut sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling jauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan untuk provinsi dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi untuk kabupaten/kota. Sementara itu terkait dengan wilayah pengelolaan laut kabupaten adalah berdasarkan UU no 32 tahun 2004.

I.1 Persiapan Tahap persiapan merupakan pekerjaan awal yang perlu dilakukan sebelum pekerjaan utama dilaksanakan. Tahap persiapan dapat dirinci sebagai berikut: 4 . kepastian hukum dan yurisdiksi pemerintah daerah. Pertemuan teknis c. 1 tahun 2006) dan wilayah pengelolaan laut daerah (UU tentang pemerintahan daerah no 32 tahun 2004) maka diperlukan adanya kegiatan verifikasi daerah pengelolaan laut oleh pemerintah Kabupaten Tangerang. RUANG LINGKUP PEKERJAAN Ruang lingkup pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1) Persiapan 2) Pelaksanaan a. rencana tata ruang tepat sasaran. perhitungan fiskal daerah.2 Nilai Strategis Penentuan Wilayah Pengelolaan Laut Penentuan wilayah pengelolaan laut daerah menjadi penting karena sesuai fungsi dan implementasinya adalah : meminimalisir terjadinya konflik batas. Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka untuk menyediakan informasi dan data geospasial wilayah pengelolaan laut Kabupaten Tangerang terkait dengan Batas Kawasan Reklamasi dalam mendukung penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Kegiatan yang dilakukan ini adalah verifikasi terhadap peta Rencana Tata Ruang Kabupaten Tangerang khususnya wilayah pengelolaan laut di sepanjang utara garis pantai. MAKSUD DAN TUJUAN Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan peraturan menteri dalam negeri mengenai penataan batas (Permendagri No. memberi keyakinan (nilai tambah) kepada investor. dan implementasi good & clean governance. Maksud dari kegiatan ini adalah melakukan verifikasi batas wilayah pengelolaan laut di kabupaten Tangerang. Koordinasi dan konsultansi b. Kajian teknis wilayah pengelolaan laut d. data dasar dalam melakukan pekerjaan tematik di masa yang akan datang. III. Verifikasi di lapangan 3) Pelaporan. III. tertib administrasi pemerintahan. II.

3. Verifikasi Lapangan Setelah dilakukan kajian kartometris kemudian dilakukan pengambilan titik verifikasi ke lokasi batas pengelolaan laut daerah yang dapat dijangkau oleh kapal laut dengan menggunakan GPS navigasi dan klarifikasi nama unsur rupabumi yang terdapat pada lokasi dengan peta RBI.Koordinasi pendahuluan dengan Badan Informasi Geospasial 2. III.Pengumpulan data utama dan pendukung batas daerah. Pada peremuan teknis ini juga dilakukan identifikasi batas secara kartometris dan mengenai pembahasan teknis pembuatan batas pengelolaan laut darah.3 Pelaporan Laporan akhir kegiatan verifikasi batas daerah dibuat oleh masing-masing tim teknis dengan melampirkan data batas yang dimiliki daerah (softcopy/hardcopy) 5 . Pertemuan Teknis Pertemuan teknis dilakukan dalam rangka memberikan pengetahuan mengenai daerah pengelolaan laut daerah oleh Badan Informasi Geospasial kepada Pemkab khususnya yang berbatasan dengan kabupaten/kota tetangga. III. Pelaksanaan dilakukan di dalam kantor dengan peserta dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan tim teknis.1.Persiapan personil dan perencanaan pembagian tugas.2 Pelaksanaan Koordinasi dan Konsultansi Koordinasi teknis antara pemerintah Kabupaten Tangerang dan Badan Informasi Geospasial dilakukan dalam rangka pembahasan daerah pengelolaan wilayah laut secara kartometris dan kemudian dan konsultasi mengenai pengambilan sample titik verifikasi jika diperlukan.

PERALATAN Dalam pelaksanaan pekerjaan. Echosounder Handheld 6. GPS GIS Trimble Juno SC 4. Kecamatan Teluknaga 5. LOKASI PEKERJAAN Gambar 1.IV. Kecamatan Pakuhaji 4. Software Arcgis 10. Kamera 6 . Kecamatan Mauk 3. Global Mapper. GPS Garmin 5. Autocad Map 2012 2. peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Laptop 3. Kecamatan Kosambi V. Kecamatan Kronjo 2. Lokasi Pekerjaan di Utara Kabupaten Tangerang Lokasi pekerjaan berada di wilayah utara perairan Kabupaten Tangerang yang termasuk di wilayah Kecamatan sebagai berikut: 1.

Secara garis besar metodologi yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan ini meliputi tahapan sebagai berikut : 1) Pengumpulan data Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang Dalam Pelaksanaan pengumpulan data ini didapatkan hasil peta sebagai berikut : Gambar 2. Alat Tulis Kantor b. METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan ini dikerjakan dengan sistem swakelola oleh Kabupaten Tangerang bekerjasama dengan Pusat Pemetaan Batas Wilayah – Badan Informasi Geospasial. Akan tetapi kawasan reklamasi tersebut tidak mempunyai dasar hukum dalam proses delineasi garis batas pengelolaan wilayah laut sesuai UU no 32 tahun 2004 dan Permendagri no 1 tahun 2006. Peta RTRW Kabupaten Tangerang Pada peta RTRW Kabupaten Tangerang ini terdapat cluster-cluster kawasan reklamasi yang sudah terdapat pada peta.V. Peta Rupabumi Indonesia d. Peta RTRW Kabupaten Tangerang c. 7 .1. Bahan Komputer VI. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut: a.

Penetapan garis pantai sesuai Permendagri no 1 tahun 2006 8 . Proses delineasi batas pengelolaan wilayah laut Pada proses delineasi ini dilakukan sesuai dengan UU no 32 tahun 2004 dan Permendagri no 1 tahun 2006. Gambar 4. Dalam hal ini data yang digunakan adalah data terbaik dengan skala terbesar yang dimiliki oleh Kabupaten Tangerang.2) Proses delineasi garis batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten Tangerang Kabupaten Tangerang Gambar 3. Acuan penarikan batas pengelolaan wilayah lautnya berdasar garis pantai.

Metode penarikan garis batas menggunakan metode garis tengah pada daerah yang berhadapan Dari metode penarikan batas pengelolaan laut provinsi dengan menggunakan metode diatas.Batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten Tangerang merupakan 1/3 dari batas pengelolaan wilayah Provinsi Banten. Gambar 5. hasil yang didapatkan untuk panjangnya tidak mutlak 12 mil laut. Sehingga panjang batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten Tangerang merupakan 1/3 dari panjang batas pengelolaan wilayah Provinsi Banten 9 . Dikarenakan Provinsi Banten berhadapan langsung dengan Pulau Seribu yang merupakan wilayah administrasi Provinsi DKI Jakarta maka dampaknya adalah metode penarikan batas pengelolaan wilayah lautnya berdasar median line / penarikan garis tengah pada wilayah yang saling berhadapan. akan tetapi menyesuaikan bentuk garis pantai wilayah administrasi masing-masing Provinsi.

Metode penarikan garis batas menggunakan metode garis tengah pada daerah yang berdampingan 3) Proses overlay dan perhitungan luas antara Peta RTRW Kabupaten Tangerang dan Peta Batas Pengelolaan Wilayah Laut hasil delineasi Gambar 7.Gambar 6. Hasil kajian penetapan area kawasan reklamasi 10 .

781 4 Hunian 64.104 4 Hunian 719. yaitu : .Area Reklamasi berdasar Peta RTRW : No Rencana Lahan Luas_Ha 1 Hunian 1500.642 Total 4182.Dari hasil overlay peta RTRW Kabupaten Tangerang dengan peta Delineasi Batas Pengelolaan Wilayah Laut. Setelah dilakukan proses pengurangan data RTRW dengan batas hasil delineasi didapatkan luas area reklamasi yang berubah.670 8 Hunian 539.042 3 Hunian 462.498 11 .361 7 Pelabuhan 695.176 6 Industri 1586.425 6 Industri 796.704 8 Hunian 552.358 Total 9007.435 7 Pelabuhan 1622.Area Reklamasi Kabupaten Tangerang berdasar hasil kajian penetapan batas pengelolaan wilayah laut : No Rencana Lahan Luas_Ha 1 Hunian 1047.931 5 Hunian 735. didapatkan area yang melebihi batas Pengelolaan Wilayah Laut Kabupaten Tangerang (gambar x).467 2 Hunian 1019.608 2 Hunian 483.980 .969 5 Hunian 92.804 3 Hunian 1271.

902 5 Hunian 504.059 3 Hunian 137.074 7 Pelabuhan 927.387 .309 4 Hunian 356.762 3 Hunian 716.427 2 Hunian 536..162 6 Industri 790.014 2 Hunian 298.716 Total 4287.Area Reklamasi Provinsi Banten berdasar hasil kajian penetapan batas pengelolaan wilayah laut : No PERUNTUKAN Luas_Ha 1 Hunian 92.907 12 .Area Reklamasi Provinsi Banten berdasar hasil kajian penetapan batas pengelolaan wilayah laut : No Rencana Lahan Luas_Ha 1 Hunian 443.034 8 Hunian 12.833 Total 527.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang. pada pasal (8) bahwa Reklamasi meliputi bagian perairan laut sepanjang pantai secara tegak lurus ke arah laut yang diukur mulai 200 meter dari garis pantai utara Kabupaten Tangerang sampai garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut maksimal 8 meter dari muka air laut rata-rata.4) Verifikasi survei area reklamasi berdasar hasil kajian Gambar 8. Pada area yang sudah terkoreksi ini akan dilakukan verifikasi dalam bentuk survei lokasi dan cek kedalaman (depth). no 8 tahun 2006. didapatkan area kawasan reklamasi RTRW yang terkoreksi oleh batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten. 13 . Hasil Survei dan Verifikasi Lapangan Dari hasil kajian proses overlay diatas.

Handheld echosounder – Digital SONAR 4.- Alat-alat yang digunakan dalam survei adalah sebagai berikut : Gambar 9. Garmin GXM Satellite receiver 2. Laptop dan Software Navigasi dan GIS - Personil Survei Gambar 10. GPS Garmin Montana dan GPS GIS Trimble Juno SC 3. Anggota survei menggunakan perlengkapan safety 14 . Peralatan dan perlengkapan yang digunakan survei 1.

yang kemudian hasilnya digunakan untuk mengkoreksi hasil ukuran pada echosounder handheld.- Penentuan survei kedalaman Dalam penentuan kedalaman titik-titik yang akan disurvei digunakan Handheld echosunder – Digital SONAR. dengan alat ini akan didapatkan hasil informasi kedalaman (depth). Akan tetapi sebelum dilakukan pengukuran kedalaman dilakukan uji kalibrasi dengan menggunakan metode manual yaitu tali yang ditandai setiap 1 meter. - Prinsip Kerja Echosounder Gambar 12. yang kemudian diberikan pemberat pada ujungnya. Dari hasil ukuran akan didapatkan koreksi antara kedua alat tersebut. menggunakan cara kerja pemantulan gelombang suara dan cepat 15 . Prinsip kerja echosounder Prinsip kerja echosounder handheld sama dengan singlebeam echosounder untuk survei batimetri. Pada posisi di titik tertentu kita gunakan kedua alat tersebut untuk mengukur kedalaman (Gambar 11).

Proses pengambilan data posisi dan kedalaman Dalam penentuan posisi titik survei. dengan atribut yang disurvei adalah #Nama titik. Software Global Mapper kemudian citra satelit dan peta area reklamasi RTRW yang sudah dikoreksi dari hasil kajian sebagai basemap b. Navigasi : Dalam proses navigasi menuju titik-titik yang akan diukur menggunakan Garmin GXM Sattelite Receiver. a.rambat gelombang setelah dipancarkan dan terpantul oleh dasar perairan hingga diterima kembali oleh sensor alat. 16 . #Foto pengambilan data kedalaman. terdapat 2 cara yaitu navigasi dan akusisi data. - Penentuan Posisi Titik Survei Gambar 13. #Data kedalaman (depth). #Waktu survei. Akusisi data : Dalam proses akusisi data menggunakan GPS GIS Trimble Juno SD.

17 . Metode penentuan navigasi kapal survei Dalam survei ini kita menggunakan metode absolute GPS kinematic positioning.- Prinsip Kerja GPS Gambar 14. dengan stand alone GPS tanpa adanya koreksi diferensial dari base station GPS.

.

dermaga kapal. Perlu dipahami dan dimengerti tentang konsep penarikan batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten Tangerang sesuai dengan UU no 32 tahun 2004 dan Permendagri no 1 tahun 2006 2. 4. Inventarisasi permasalahan yang akan timbul di lapangan apabila reklamasi akan dilaksanakan melihat banyaknya faktor infrastruktur buatan (bagan ikan.VII. hal ini berutujuan untuk validitas dan akurasi rencana kawasan reklamasi. Perlu adanya re-design mengenai RTRW area kawasan reklamasi setelah data-data dasar lengkap. Perlu dilakukan survei batimetri dan pemetaan garis pantai sebagai data dasar dalam kelanjutan kegiatan reklamasi wilayah laut Kabupaten Tangerang 3. REKOMENDASI HASIL VERIFIKASI AREA REKLAMASI PENGELOLAAN WILAYAH LAUT KABUPATEN TANGERANG 1. dll) yang terdapat di perairan laut Kabupaten Tangerang .