Anda di halaman 1dari 75

TUMOR MAMMAE

ANATOMI




Setiap payudara : 12-20 lobus, dikelilingi jaringan
lemak, jar. Ikat.
Tiap lobus : satu saluran ekskresi ke papilla
mammae : duktus laktiferus.
Tiap lobus tdd bbp lobulus, dikelilingi 10-100 asinus.
Ligamentum Cooper.
Letak / batas :
 Superior : 2nd ribs
 Inferior : 6th ribs
 Medial : lateral strenum
 Lateral : anterior axillary line (M.latissimus dorsi
Lateral)

BREAST QUADRANT     Superior medial Superior lateral Inferior medial Inferior lateral .

m.pectoralis mayor  M. ANATOMI Dari Luar ke dalam :  Kulit. m.serratus anterior. Mammae  Stroma  Fascia pektoralis  m.  Lemak  Kel. areola. papila.pectoralis minor  Dinding dada : Costae. .intercostal.

torakalis lateralis (cabang dari a.aksilaris).perforantes anterior (cabang dari a. mammaria interna). interkostalis .Arteri: Vaskularisasi Medial : a. A. Lateral : a.

Axillaris Dan sebagian ke v. Vena Letak dalam.Vena: 1. Bermuara ke v. 2.Vena superficial. Toraksik interna .

DRAINASE LIMFE   nipple. and lobules of the gland  subareolar lymphatic plexus SLQ  axillary lymph nodes  right lymphatic duct  venous system . areola.

.

NERVES  Cabang anterior dan lateral cutaneous setinggi intercostal nerves ke 4 – 6 .

.

umumnya 21-25 tahun  Akibat adanya pertumbuhan stroma dan kelenjar (lobulus)  Etiologi : diduga ada hubungannya dengan estrogen pertumbuhan cepat pada : pubertas masa kehamilan dan laktasi  Ciri dari status lokalis: Dapat single atau multiple Tidak nyeri Berjalan sangat mobile. Lobulated. permukaan licin Berbatas jelas Dapat menjadi besar tapi tetap mobile Unilateral ataupun bilateral  Diagnosis : radiological (mamografi) / cytological (FNAC/core biopsy)  Treatment: Ekstirpasi  .FIBROADENOMA Paling sering ditemukan  Cukup sering terjadi pada wanita muda. bebas dari kulit dan dasar.

.

operasi (aspirasi kista.eksisi jika masa persistent setelah aspirasi) . Unilateral. terutama menjelang haid Ciri dari status lokalis  Benjolan. usia 30-35 tahun Keluhan utama : sakit. kenyal  Batas tak tegas  Mobile  Nyeri tekan (+).FIBROCYSTIC DISEASE         Sering ditemukan Etiologi : ketidakseimbangan hormonal (estrogen yang berlebihan) Pertumbuhan stroma berlebihan . Diagnosis : mamografi Terapi : medikamentosa (analgesik).

.

Terapi : eksisi luas. Keluhan Utama : benjolan ukuran besar.tidak nyeri. batas tegas. cepat membesar.jika ternyata ganas  mastektomi radikal .TUMOR PHYLOIDES        Antara jinak dan ganas (10-15%) Berasal dari jaringan penyokong non epitel Semua usia. konsistensi kistikkenyal.jika tumor sudah besar  mastektomi simpel.tersering usia sekitar 30 tahun Residif namun jarang metastasis jauh. tanda infeksi (-) Ciri dari status lokalis : benjolan.

PAPILOMA INTRADUKTAL      Berasal dari duktus laktiferous 75 % tumbuh dibawah areola mamae Keluhan utama : sekresi cairan berdarah dari nipple Diagnosis : mamografi Treatment : eksisi .

DUKTUS EKTASIA    Kelainan jinak akibat kerusakan elastin dinding duktus payudara diikuti oleh infiltrasi sel radang  dilatasi dan pemendekan duktus Keluhan utama : benjolan (duktus yang membesar).retraksi nipple kadang terjadi Treatment : eksisi duktus .cairan keruh dari nipple.

hematoma Temuan klinis :  Benjolan keras  Agak nyeri  Tidak membesar  Batas tidak rata  Retraksi kulit (kadang)  Terapi : eksisi .NEKROSIS LEMAK   Fibrous scar pada payudara akibat trauma (50%).

KGB aksila + Terapi : operasi ( eksisi) . Keluhan Utama : benjolan di payudara. terjadi komedo mastitis. melekat ke kulit (±). ± melekat ke kulit Temuan klinis : massa konsistensi keras.       GALAKTOKEL Dilatasi kistik duktus saat laktasi. riwayat BUSUI (610 bulan setelah menyusui) Temuan klinis : benjolan berbatas jelas dan mobile Tindakan : aspirasi.operasi (jika terjadi infeksi)     MASTITIS Radang subakut sistim duktus mulai dibawah areola Keluhan utama: benjolan pada mammae. Bisa timbul infeksi Bisa pecah. Kista retensi berisi ASI. retraksi puting susu. retraksi (±).

KANKER PAYUDARA Epidemiologi Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang sering terjadi pada wanita dan merupakan penyebab kematian terbanyak karena kaker pada wanita umur 40 sampai 44 tahun  .

.

FAKTOR RISIKO
Hormonal
 Faktor yang meningkatkan gangguan siklus
menstruasi :
 Menarke awal
 Nulliparity
 Menopause terlambat
 Melahirkan usia tua
 Obesitas

Non-hormonal
 radiasi
 Wanita dengan riwayat terapi radiasi utuk
Hodgkin’s Lymphoma.
 Konsumsi alkohol

HISTOPATOLOGI




Carcinoma In Situ
Invasi tidak mencapai basement membrane
Invasi terlihat mecapai sekeliling stroma
Differensiasi baik, batas antara duktus
normal dan alveoli terlihat
LCIS bilaterally : 50 to 70% kasus
DCIS bilaterally :10 to 20% kasus.

KARAKTERISTIK PASIEN PADA KARSINOMA IN SITU DUKTUS DAN LOBULAR .

. Rasio nukleus : sitoplasma biasanya normal.LOBULAR CARCINOMA IN SITU  Karakteristik: distensi dan distorsi pada duktus terminal oleh sel kanker.

sehingga adanya pertumbuhan papillary dalam lumina duktus.DUCTAL KARCINOMA IN SITU    Terjadi 5% pada kejadian kanker payudara pada laki laki. . sel kanker tidak menunjukan adaya pleomorphism. Dikarakteristikan dengan proliferasi epitel yang membatasi duktus minor. Pada pertumuhan awal. atau atipia. mitosis.

comedo growth pattern pertumbuhan kaker berlanjut. solid growth pattern biasanya sel kanker pleomorfik dengan terlihat aktifitas mitosis di sekitar duktus lumina > distensi duktus. menutup suplai darah yang menyebabkan nekrosis.    papillary growth pattern biasanya mengisi duktus lumina cribriform growth pattern terlihat hiperkromasia dan kehilangan polaritas nya. .

    Adenocarcinoma with productive fibrosis (scirrhous.    Invasive lobular carcinoma 10% IV.    Invasive ductal carcinoma   A.    Papillary carcinoma 2%   E.    Paget's disease of the nipple II. simplex. apocrine) .    Rare cancers (adenoid cystic.    Tubular carcinoma (and ICC) 2% III. NST) 80%   B.INVASIVE BREAST CARCINOMA Classification: I.    Medullary carcinoma 4%   C.    Mucinous (colloid) carcinoma 2% D. squamous cell.

INFILTRATING DUCTAL CARCINOMA WITH PRODUCTIVE FIBROSIS (SCIRRHOUS. SIMPLEX. NST) .

kanker lembut dan mengalami perdarahan. Secara umum. Peningkatan cepat dari ukuran dapat menyebabkan nekrosis dan perdarahan. .KARSINOMA MEDULAR     Tipe special dari kanker payudara Epidemiologi: 4% dari semua tipe invasive kanker payudara dan merupakan phenotype dari BRCA-1 herediter.

(2) Nukleus polimorfik dengan aktifitas mitosis (3) “sheet-like growth pattern” dengan sedikit atau tanpa diferensiasi duktus atau alveolar  .Karakteristik PA: (1) lymphoreticular infiltrate padat dengan dominasil limfosit dan sel plasma.

.

year survival rate: 73% 10-year survival rate: 59% .MUCINOUS (COLLOID) CARCINOMA     ± 66% mucinous carcinomas menunjukkan reseptor hormon Lymph node metastases: 33% 5.

atau ulkus kulit payudara.5 cm Tumor > 0. otot pectoralis tidak terlibat Edema (termasuk peau d’orange).1 cm. ≤ 0.STADIUM KANKER PAYUDARA  Tumor primer Tx T0 Tis Tis (DCIS) Tis (LCIS) Tis (paget’s) Tumor primer tidak teridentifikasi Tidak terbukti tumor primer Cacrioma in situ Ductal carcinoma in situ Lobular carcinoma in situ Paget’s disease pada nipple tanpa tumor T1 T1mic T1a T1b T1c Tumor ≤ 2 cm Mikroinvasi ≤0. atau nodul satelit Kedua T4a & T4b Inflammatory carcinoma .1 cm Tumor > 0. ≤ 1 cm Tumor > 1 cm. ≤ 2 cm T2 T3 T4   T4a T4b   T4c T4d Tumor > 2 cm. ≤ 5 cm Tumor > 5 cm Tumor ukuran apa saja dengan ekstensi langsung ke chest wall atau kulit Ekstensi ke chest wall.5 cm.

infraclavicular lymph node ipsilateral.Lymph node regional  NX Tumor primer tidak teridentifikasi (contoh: sudah diangkat) N0 N1 N2 Tidak ada metastasis ke lymph node regional Metastasis ke lymph node axilla ipsilateral & mobile Metastasis ke lymph node axilla ipsilateral & terfiksasi/melekat pada lymph node berdekatan. ditemukan pada internal lymph node mammary ipsilateral N2a Metastasis ke lymph node axilla ipsilateral & terfiksasi/melekat pada lymph node berdekatan. atau jika tidak ditemukan di axilla. atau supraclavicular lymph node. dan axillary lymph node N3c Metastasis ke supraclavicular lymph node . atau ke struktur lainnya N3 Metastasis ditemukan pada internal mammary lymph node ipsilateral. Meski tanpa keterlibatan axilla lymph node N3a Metastasis ke infraclavicular lymph node ipsilateral N3b Metastasis ke mammary lymph node ipsilateral.

Metastasis  Metastasis jauh MX Metastasis jauh tidak dapat dinilai M0 Tidak teradapat metastasis jauh M1 Ada metastasis jauh .

.

PEMERIKSAAN FISIK  Inspeksi  Bentuk. lymfedema  Skin dimpling  Areola : krusta +/ Papilla : retraksi +/- . d’orange. peau . terfiksir/inflamasi. satelite skin nodul. warna. simetris/ Ulkus.

T4 Ulkus Retraksi Nipple Peau De Orange .

.

mobilitas  KGB aksilla. supraklavikula  Abdomen kanan atas : massa +/ Vertebra : nyeri tekan +/. Palpasi  Ukuran. batas/tepi. gejala neurologis (+/-) .. konsistensi.

.

.

PEMERIKSAAN KGB REGIONAL .

foto thorax • Hati: hepatomegali.scan • Otak : nyeri kepala hebat. scan . foto polos. sesak. USG hepar • Tulang : nyeri ketok.METASTASIS JAUH • Paru : batuk.

PEMERIKSAAN PENUNJANG   Laboratorium Tes fungsi hati Radiologis USG payudara / mammografi Foto thorax Foto polos tulang USG hati  Immunohistokimia .

MAMMOGRAFI .

SYARAT : BESAR PAYUDARA MEMADAI ( TIDAK KECIL SEKALI ATAU BESAR SEKALI) .

HASIL MAMOGRAFI .

 Ductography The primary indication for ductography is nipple discharge. particularly when the fluid contains blood .

positive lymph nodes. . death. ⇩ Tyrosine phosphorylation akan membentuk sinyal transduksi sehingga terjadi perubahan sifat sel (Proses ini kompleks)    Penting untuk prognostik breast cancer Overexpressed=increases invasive and metastatic capabilities Overexpressed=poorly differentiated.HER-2/NEU: SALAH SATU JENIS EGFR Growth factor receptors dengan ligand yang membentuk receptor homodimerization dan tyrosine phosphorylation melalui tyrosine kinase. increased risk of recurrence. high proliferation rates.

EVALUASI DENGAN IMMUNOHISTOCHEMICAL ANALYSIS Untuk evaluasi overexpression pada protein reseptor permukaan dengan fluorescent in situ hybridization dan evaluasi “gene amplification” .

T2N0M0.PENULISAN DIAGNOSIS KLINIS Contoh kasus :  Tumor mammae dextra suspek maligna. suspek invasif ductal carcinoma (Stadium II A) .

PENANGANAN SEDIKIT  DIPERIKSA BIOPSI SECARA SELURUHNYA PATOLOGI ANATOMI .

Biopsi Eksisi: mengambil seluruh tumor.` . pada tumor suspek ganas . ukuran kecil dengan jaringan sehat sekitarnya.TERAPI TUMOR JINAK         Mastitis : antibiotik Mastitis TBC: regimen terapi TBC Abses: insisi-drainase Galaktocle: ekstirpasi Tumor Jinak (FAM): ekstirpasi Biopsi Ekstirpasi: tumor jinak Biopsi Insisi: mengambil sample tumor sedikit.

RADIOTERAPI .PEMBEDAHAN .TERAPI HORMONAL .KEMOTERAPI .BENIGN  BIOPSI MALIGNA .

/ 1-3 / > 3 Imunohistokimia HER-2/neu . Pemilihan terapi tergantung : Stadium kanker Hasil pemeriksaan PA :       Jenis PA Jumlah KGB aksilla (+) : .

OVEREXPRESSED HER-2/NEU Trastuzumab (Herceptin) Recombinant humanized monoclonal antibody directed against HER-2/neu. Sangat efektif untuk early-stage breast cancer bila dikombinasi dengan kemoterapi (doxorubicin. and paclitaxel) 52% reduction . cyclophosphamide.

KEMOTERAPI     DIBERIKAN OBAT YANG DISUNTIKKAN SELAMA BEBERAPA SIKLUS. dosis dan waktu pemberian tepat. Obat Kombinasi. dengan waktu interval tertentu Pemberian misal : 6 siklus. dengan interval setiap 3 minggu sekali. . Kemoterapi :  Neoadjuvant :    Adjuvant     Diberikan sebelum dilakukan operasi Stadium II / III Diberikan sesudah operasi Meningkatkan survival Mengurangi resiko terjadinya kekambuhan Primer  Stadium IV.

KEMOTERAPI  Mekanisme Kerja : 1. Doxorubicin. AC : Doxorubicin. Cyclophosphamid FAC : 5 FU. 3. 2.Methotrexate. 5 FU . 4.  Memblok sintesa DNA Antibiotik anti tumor (DNA breaks) Anti metabolites (biosintesa asam nukleat) Mitotic spindle inhibitors Terapi Kombinasi    Contoh : CMF ( cyclophosphamid.5 Fluoro Uracil / 5 FU).

KEMOTERAPI  Efek Samping :  Terutama jaringan proliferasi tinggi  Supresi sumsum tulang :   Lekopeni. payah jantung. anemi. mukositis  Rambut  Kerontokan  Jantung  Kardiomiopati.muntah. diare. trombositopeni Infeksi. hipertensi. . perdarahan  Gastrointestinal  Mual.

 Luteinizing hormone-releasing hormon agonist  Progestin  Androgen  High dose estrogen  Post menopause  Antiestrogen : tamoksifen. toremifene  Aromatase inhibitor : anastozol.exemestane  Progestins.  Tamoxifen therapy is considered for women with hormone receptor–positive cancers that are >1 cm . androgen. letrozole.TERAPI HORMONAL  Premenopause :  Tamoksifen  Ablasi ovarium :  Oovarektomi.

PEMBEDAHAN .

RADIKAL MASTEKTOMI .

Modified radikal mastektomi BCS .

BREAST CONSERVING SURGERY     Tumor < 2 cm Letak tidak di sentral Fasilitas radioterapi Mampu follow up teratur .

REKONSTRUKSI   SILIKON TRAMP FLAP .

RADIOTERAPI  PENYINARAN YANG DILAKUKAN SELAMA  1 BULAN .

and bilateral total mastectomy DCIS: lumpectomy atau mastectomy (>4 cm) .IN SITU BREAST CANCER (STAGE 0)   LCIS: observation. chemoprevention with tamoxifen.

.DETEKSI DINI   Mammografi BSE : Breast Self Examination (SADARI : Periksa payudara Sendiri).

PROGNOSIS 5-year survival rate:  stage I : 94%   stage IIa : 85% stage IIb : 70%  stage IIIa : 52% stage IIIb : 48%  stage IV : 18%.  .

Alhamdulillah WASSALAMUALAIKUM .

PE: ada retraksi nipple. Tidak nyeri. Awalnya sebesar kacang. sekarang sebesar telur ayam. perempuan 45 tahun dengan benjolan payudara kiri sejak 1 tahun.1. konsistensi agak keras ? Tindakan selanjutnya apa yang dilakukan? . kenyal. PE: mobile. ? Tindakan selanjutnya apa yang dilakukan? 2. perempuan 16th datang dengan benjolan payudara kanan atas sebesar telur puyuh.