Anda di halaman 1dari 14

GAGAL JANTUNG AKUT

Annatasya V. Lewa
102007213
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6 Kebon Jeruk, Jakarta 11510
e-mail : ika.lewa@ymail.com
Pendahuluan
Penyakit Parkinson adalah penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada otak, yaitu
pada sistem saraf pusat otak manusia mengalami kemunduran.Pertama kali ditemukan oleh
seorang dokter inggris yang bernama James Parkinson pada tahun 1887.
Penyakit ini merupakan suatu kondisi ketika seseorang mengalami ganguan pergerakan
karena

suatu kelainan fungsi otak yang disebabkan oleh proses degenerative progresif

sehubungan dengan proses menua di sel-sel substansia nigra pars compacta (SNc) dan
karakteristik ditandai dengan tremor waktu

istirahat, kekuatan otot dan sendi (rigidity),

kelambanan gerak dan bicara (bradikinesia), dan instabilitas posisi tegak (postural instability)..
Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia, jumlah penderita antara pria dan wanita seimbang. 5
– 10 % orang yang terjangkit penyakit parkinson, gejala awalnya muncul sebelum usia 40 tahun,
tapi rata-rata menyerang penderita pada usia 65 tahun.
Kasus
Seorang laki – laki 62 tahun dating ke poliklinik diantar keluarganya dengan keluhan
kedua tangannya gemetar sejak 1 tahun yang lalu. Pasien merasakan kedua tangannya gemetar
saat pasien tidak menggerakan tangannya namun menghilang bila pasien melakukan Aktivitas
dan saat pasien tertidur. Pasien merasa badannya semakin kaku, berjalan semakin lambat dan
postur tubuh semakin membungkuk serta bicaranya semakin tidak jelas.
I.

Anamnesis
Anamnesis yang digunakan yaitu alloanamnesis karena pasien bicara tidak jelas. Maka

pada keluarga pasien ditanyakan :
1

PET juga merupakan suatu alat untuk secara obyektif memonitor progresi penyakit. khususnya di putamen .  Positron Emission Tomography ( PET ). Penurunan karakteristik pada pengambilan fluorodopa . rigiditas . Diagnosis Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan sejumlah kriteria 1. bahkan pada tahap dini. Baru – baru ini dalam sebuah artikel tentang MRI .akinesia .       II. III. • Ada 3 dari 4 gejala motorik : tremor . bradikinesia. rigiditas . instabilitas postural 2. Data pasien Keluhan utama Kapan awal keluhannya? Berlangsung berapa lama? Apakah ada pencetusnya?? Apakah ada gejala penyerta lainnya? Apakah ada riwayat penyakit lainnya? (hipertensi atau diabetes) Apakah ada keluarga lain yang mengalami gejala yang sama? Apakah sudah pernah berobat? Pemeriksaan  Pemeriksaan Fisik o Keadaan umum o Tanda vital o Pemeriksaan kaku kuduk  Pemeriksaan neuroimaging •Neuroimaging :  Magnetik Resonance Imaging ( MRI ). didapati bahwa hanya pasien yang dianggap mempunyai atropi multi sistem memperlihatkan signal di striatum. Tetapi sayangnya PET tidak dapat membedakan antara penyakit Parkinson dengan parkinsonisme atipikal. Pada saat awitan gejala. Kriteria Klinis : • Ada 2 dari 3 gejala utama ( kardinal ) : tremor . penderita penyakit Parkinson telah memperlihatkan penurunan 30% pada pengambilan fluorodopa putamen. Kriteria Koller : • Ada 2 dari 3 gejala utama motorik 2 : . Ini merupakan teknik imaging yang masih relatif baru dan telah memberi kontribusi yang signifikan untuk melihat kedalam sistem dopamine nigrostriatal dan peranannya dalam patofisiologi penyakit Parkinson. maupun secara obyektif memperlihatkan fungsi implantasi jaringan mesensefalon fetus. dapat diperlihatkan hampir pada semua penderita penyakit Parkinson.

Kriteria Gelb dkk : • Ada 3 macam diagnosis seperti kriteria Hughes • Definite ada tanda kriteria diagnosis possible dan konfirmasi histopatologi. bradikinesia. hipoparatiroid dan kalsifikasi. dan disfungsi autonom B. derajat keparahan defisit motorik tersebut beragam. tremor akan berkurang jika tangan digerakkan secara sengaja dan menghilang selama tidur. lengan dan tungkai. Sindrome Parkinson . sifilis meningovaskuler. A. misalnya perdarahan serebral petekial pasca trauma yang berulang-ulang pada petinju. Dari keempat kriteria diagnosis diatas Kriteria Hughes yang dipakai oleh Kelompok Studi Gangguan Gerak PERDOSSI dalam menyusun Konsensus Tatalaksana Penyakit Parkinson. tumor serebri. Diagnosis Banding a. infark lakuner. dan instabilitas postural. disfungsi kognitif.dapat disebabkan pasca ensefalitis virus. Parkinson sekunder .Tanda-tanda motorik pasien sering disertai depresi.Tanda-tanda motorik tersebut merupakan akibat dari degenerasi neuron dopaminergik pada system nigrostriatal.lain-lain.pada kelompok ini gejalanya hanya merupakan sebagian dari gambaran penyakit keseluruhan. reserpin. gangguan tidur. rigiditas.iatrogenik atau drug induced. akhirnya akan mengenai tangan lainnya. Diagnosis Kerja4 Penyakit Parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. pasca infeksi lain : tuberkulosis.Stres emosional atau kelelahan bisa memperberat tremor. . misalnya golongan fenotiazin. Kriteria Hughes • Possible : ada 1 dari gejala utama • Probable : ada 2 dari 4 gejala motorik • Definite : ada 3 gejala utama 4. Tanda-tanda khas yang ditemukan pada penderita diantaranya resting. Pada awalnya tremor terjadi pada satu tangan. Pada banyak penderita. 3 . pada mulanya Penyakit Parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat. b. tremor. .Namun.• Respon positif terhadap levodopa 3. tetrabenazin.

Epidemiologi Di Amerika Serikat.18 hingga 85 tahun. lelaki VI. lebih banyak terkena dibanding perempuan (3:2) dengan alasan yang belum diketahui Patofisiologi Pada penyakit Parkinson. Ras Angka kejadian PP lebih tinggi pada orang kulit putih dibandingkan kulit berwarna. Faktor lingkungan Faktor lingkungan sebagai penyebab terjadinya PP bahan-bahan beracun seperti carbon disulfide. manganese. ( parkinsonismus juvenilis ). Kegagalan degradasi ini menyebabkan peningkatan apoptosis di sel-sel SNc sehingga meningkatkan kematian sel neuron di SNc.jenis ini bisa didapat pada penyakit Wilson ( degenerasi hepato-lentikularis ). Umur (proses menua) Pada penderita PP terdapat suatu tanda reaksi mikroglial pada neuron yang rusak dan tanda ini tidak terdapat pada proses menua yang normal. sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami kemunduran sehingga pembentukan dopamin berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya juga lebih sedikit. pada mulanya Penyakit Parkinson muncul sebagai tremor 4 . sehingga disimpulkan bahwa proses menua merupakan faktor risiko yang mempermudah terjadinya proses degenerasi di SNc. hidrosefalus normotensif. Etiologi Sampai saat ini penyebab kematian sel-sel SNc belum diketahui dengan pasti. Statistik menunjukkan. demikian juga pasca ensefalitis. Di Indonesia sendiri.Tampaknya faktor genetik tidak memegang peran utama. meskipun penyakit ini cenderung diturunkan. Rata-rata usia penderita di atas 50 tahun dengan rentang usia-sesuai dengan penelitian yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Sumatera dan Jawa. dengan jumlah penduduk 210 juta orang. Beberapa penelitian menghasilkan beberapa dugaan penyebab PP seperti tersebut di bawah ini : Faktor genetik Ditemukan 3 gen yang menjadi penyebab gangguan degradasi protein dan mengakibatkan protein beracun tak dapat didegradasi di ubiquitinproteasomal pathway. diperkirakan ada sekitar 200. Penyakit Parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. ada sekitar 500.Penyebab dari kemunduran sel saraf dan berkurangnya dopamin biasanya tidak diketahui. degenerasi striatonigral.000 penderita parkinson. atropi palidal IV. V.. baik di luar negeri maupun di dalam negeri. dan pelarut hidrokarbon yang menyebabkan Sindrom Parkinson.000-400. sindrom Shy-drager. Pada banyak penderita.000 penderita.

radikal bebas Diduga bahwa oksidasi enzimatik dari dopamine dapat merusak neuron nigrotriatal. lidah. Walaupun ada mekanisme pelindung untuk mencegah kerusakan dari stress oksidatif. Dua hipotesis yang disebut juga sebagai mekanisme degenerasi neuronal ada penyakit Parkinson ialah: hipotesis radikal 1)Hipotesis bebas dan hipotesis neurotoksin. Pandangan saat ini menekankan pentingnya ganglia basal dalam menyusun rencana neurofisiologi yang dibutuhkan dalam melakukan gerakan. karena proses ini menghasilkan hidrogren peroksid dan radikal oksi lainnya. dan bagian yang diperankan oleh serebelum ialah mengevaluasi informasi yang didapat sebagai umpan balik mengenai pelaksanaan gerakan. Pada awalnya tremor terjadi pada satu tangan. putamen. lengan dan tungkai. namun pada usia lanjut mungkin mekanisme ini 2)Hipotesis gagal. akhirnya akan mengenai tangan lainnya.Dasar patologinya mencakup lesi di ganglia basalis (kaudatus. palidum. Tremor juga akan mengenai rahang. sedangkan serebelum memonitor dan melakukan pembetulan kesalahan yang terjadi seaktu program gerakan diimplementasikan. Stres emosional atau kelelahan bisa memperberat tremor. penyakit atau kelainan sistem motorik dapat dibagi sebagai berikut : a)Piramidal . kelumpuhan disertai reflek tendon yang meningkat dan reflek superfisial yang b)Ekstrapiramidal abnormal : didomonasi oleh adanya gerakan-gerakan involunter c)Serebelar : ataksia alaupun sensasi propioseptif normal sering disertai nistagmus d)Neuromuskuler : kelumpuhan sering disertai atrofi otot dan reflek tendon yang menurun Patofisiologi depresi pada penyakit Parkinson sampai saat ini belum diketahui pasti. tremor akan berkurang jika tangan digerakkan secara sengaja dan menghilang selama tidur. lokus seruleus).Salah satu gambaran dari gangguan ekstrapiramidal adalah gerakan involunter. nukleus rubra. nukleus subtalamus) dan batang otak (substansia nigra.Ganglia basal tugas primernya adalah mengumpulkan program untuk gerakan.(gemetar) tangan ketika sedang beristirahat. neurotoksin Diduga satu atau lebih macam zat neurotoksik berpera pada proses neurodegenerasi pada Parkinson. Secara sederhana . 5 . kening dan kelopak mata.

sehingga disfungsi ini akan mengakibatkan ketergantungan yang berlebihan terhadap lingkungan dengan berkurangnya keinginan melakukan aktivitas.87 %. Serotonin berkurang 40% di nukleus kaudatus dan hipokampus. nukleus raphe dorsal. nukleus basalis. Pada penyakit Parkinson terjadi degenerasi sel-sel neuron yang meliputi berbagai inti subkortikal termasuk di antaranya substansia nigra. leu-enkephalin. serta 50% di ganglia basalis. Intiinti subkortikal ini merupakan sumber utama neurotransmiter.Namun teoritis diduga hal ini berhubungan dengan defisiensi serotonin. putamen (berkurang sampai 90%). dan pada nukleus ganglia basalis antara 32 % . hipotalamus (berkurang sampai 90%). Pada otopsi didapatkan kehilangan sel substansia nigra dan lokus cereleus bervariasi antara 50% . Ketergantungan terhadap lingkungan dan ketidakmampuan melakukan aktivitas akan menimbulkan perasaan tidak berdaya dan putus asa. Norepinefrin berkurang 43% di lokus sereleus.45%. menurunnya perasaan kemampuan untuk mengontrol diri. Berkurangnya perasaan kemampuan untuk mengontrol diri sendiri dapat bermanifestasi sebagai perasaan tidak berguna dan kehilangan harga diri. Sistem dopamin berperan dalam proses reward dan reinforcement. nucleus central pontine dan ganglia otonomik. hipotalamus. 52% di substansia nigra. Sedang Taylor menekankan pentingnya peranan sistem dopamin forebrain dalam fungsi-fungsi tingkah laku terhadap pengharapan dan antisipasi. 40% di lobus frontalis dan 30% di lobus temporalis. regulasi bangun tidur. Sistem ini berperan dalam motivasi dan dorongan untuk berbuat.Terlibatnya struktur ini mengakibatkan berkurangnya dopamin di nukleus kaudatus (berkurang sampai 75%).85%. Disfungsi sistem ini akan menyebabkan gangguan pola 6 . Sistem transmiter yang terlibat ini menengahi proses reward. 68% di hipotalamus posterior. area ventral tegmental. Febiger mengemukakan hipotesis bahwa abnormalitas sistem neurotransmiter pada penyakit Parkinson akan mengurangi keefektifan mekanisme reward dan menyebabkan anhedonia. dan respons terhadap stres. mekanisme motivasi. aktivitas agresi dan seksual. kehilangan motivasi dan apatis. dopamin dan noradrenalin. Perubahan neurotransmiter dan neuropeptid menyebabkan perubahan neurofisiologik yang berhubungan dengan perubahan suasana perasaan. substansi P dan bombesin. Beratnya kerusakan struktur ini bervariasi. locus cereleus. sedangkan pada nukleus raphe dorsal berkisar antara 0% . Selain itu juga terjadi pengurangan nuropeptid spesifik seperti metenkephalin. pedunkulus pontin. Sistem serotonergik berperan dalam regulasi suasana perasaan.

-Terapi Obat-obatan. rigiditas. Perawatan pada penderita penyakit parkinson bertujuan untuk memperlambat dan menghambat perkembangan dari penyakit itu. Gejala klinis Gambaran klinis Penyakit Parkinson terdiri dari : • Tremor saat istirahat • Tremor yang tertahan saat istirahat • Tremor saat gerak disamping adanya tremor istirahat • Kedipan mata berkurang • Wajah seperti topeng • Hipofonia ( suara kecil ) • Liur menetes • Cara berjalan : langkah kecil – kecil • Kegelisahan motorik ( sulit duduk atau berdiri ) • Rasa kaku • Sulit memulai gerak • Rasa kaku saat berjalan dan berputar mengikuti garis • Rasa kaku pada berbagai kegiatan lain VII. dan menurunnya kemampuan konsentrasi. obat-obatan yang biasa diberikan adalah untuk pengobatan penyakit atau menggantikan atau meniru dopamin yang akan memperbaiki tremor. terapi suara/berbicara dan pasien diharapkan tetap melakukan kegiatan sehari-hari. kehilangan nafsu makan. . b)Carbidopa/levodopa 7 Untuk mengaluskan pergerakan. Penggabungan disfungsi semua unsur yang tersebut di atas merupakan gambaran dari sindrom klasik depresi. dan slowness.tidur. Perawatan ini dapat dilakukan dengan pemberian obat dan terapi fisik seperti terapi berjalan. ( bicara ) dan menulis Penatalaksanaan Medikamentosa Pengobatan penyakit parkinson bersifat individual dan simtomatik. Berguna untuk mengendalikan gejala dari penyakit parkinson. trihexyphenidyl ( Artane). Beberapa obat yang diberikan pada penderita penyakit parkinson: a)Antikolinergik Benzotropine ( Cogentin). berkurangnya libido.

cairan dan beberapa obat. kekakuan. Pramipexole (Mirapex). Obat ini diberikan bersama carbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya. nonmedikamentosa Penanganan penyakit parkinson yang tidak kalah pentingnya ini sering terlupakan mungkin 1. dianggap terlalu Perawatan sederhana atau Penyakit terlalu canggih. e) MAO-B inhibitorsSelegiline (Eldepryl). Pergolide (Permax). dyskinesia. gemetaran. f) Amantadine (Symmetrel) Berguna untuk perawatan akinesia. Penderita penyakit parkinson ringan bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal. maka perawatan tidak bisa hanya diserahkan kepada profesi paramedis . keluarga dan care giver tentang penyakit yang diderita. melainkan kepada semua orang yang a. dan sering kali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping levodopa menimbulkan masalah baru. Rasagaline (Azilect).Levodopa merupakan pengobatan utama untuk penyakit parkinson. Untuk mengaluskan pergerakan. d)Dopamine agonistsBromocriptine (Parlodel). Tolcapone (Tasmar). Berguna untuk mengendalikan gejala dari penyakit parkinson. pemberian makanan harus benar-benar diperhatikan.Hendaknya keterangan diberikan secara rinci namun supportif dalam arti tidak makin membuat penderita cemas atau takut. Parkinson Sebagai salah satu penyakit parkinson kronis yang diderita oleh manula . ada di sekitarnya. c) COMT inhibitorsEntacapone (Comtan).Selain terapi obat yang diberikan. karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami kesulitan untuk menelan sehingga bisa terjadi kekurangan gizi (malnutrisi) pada penderita. Levodopa mengurangi tremor. Pendidikan Dalam arti memberi penjelasan kepada penderita .Untuk mengontrol fluktuasi motor pada pasien yang menggunakan obat levodopa. kekakuan otot dan memperbaiki gerakan.Obat ini di berikan pada awal pengobatan. Makanan berserat akan membantu mengurangi ganguan pencernakan yang disebabkan kurangnya aktivitas. Ditimbulkan simpati dan empati dari anggota keluarganya sehingga dukungan fisik dan psikik mereka menjadi 8 .

Rehabilitasi Tujuan rehabilitasi medik adalah untuk meningkatkan kualitas hidup penderita dan menghambat bertambah beratnya gejala penyakit serta mengatasi masalah-masalah sebagai berikut • • Abnormalitas Kecenderungan gerakan postur • • : tubuh yang salah Gejala Gangguan perawatan diri • ( otonom Activity of Daily Living – ADL Perubahan ) psikologik Untuk mencapai tujuan tersebut diatas dapat dilakukan tindakan sebagai berikut : 1. Terapi fisik : ROM ( range of • Koreksi • • • ) Peregangan • • motion postur tubuh Latihan Latihan jalan Latihan koordinasi ( buli-buli Latihan kebugaran 9 gait training dan ) rectum kardiopulmonar .maksimal. b.

seperti tongkat atau walker.keluarga dan perilaku. Orthotik Prosthetik Dapat membantu penderita Parkinson yang mengalami ketidakstabilan postural . Psikoterapi Membuat program dengan melakukan intervensi psikoterapi setelah melakukan asesmen mengenai fungsi kognitif . evaluasi menelan. akan tetapi diet penderita ini yang diberikan dengan tujuan agar tidak terjadi kekurangan 10 .• Edukasi dan 2. Terapi wicara Membantu penderita Parkinson dengan memberikan program latihan pernapasan diafragma . program latihan di Terapi rumah okupasi Memberikan program yang ditujukan terutama dalam hal pelaksanaan aktivitas kehidupan sehari-hari 3. Diet Pada penderita parkinson ini sebenarnya tidaklah diperlukan suatu diet yang khusus . . latihan bernapas dalam sebelum bicara. Terapi sosial medik Berperan dalam melakukan asesmen dampak psikososial lingkungan dan finansial . irama dan artikulasi. status mental . dengan membuatkan alat Bantu jalan c. 4. untuk maksud tersebut perlu dilakukan kunjungan rumah/ lingkungan tempat bekerja. latihan disartria . Latihan ini dapat membantu memperbaiki volume berbicara . 6. kepribadian . 5.

gait/postural instability ) . Apabila didapatkan penurunan motilitas usus dapat dipertimbangkan pemberian laksan setiap beberapa hari sekali . dalam . Diskinesia karena Stimulasi otak 11 obat. Pembedahan : • Tindakan pembedahan untuk penyakit parkinson dilakukan bila penderita tidak lagi memberikan respon terhadap pengobatan / intractable . bradi/akinesia. Penderita dianjurkan untuk memakan makanan yang berimbang antara komposisi serat dan air untuk mencegah terjadinya konstipasi .Hindari makanan yang mengandung 2.gizi . yaitu masih adanya gejala dua dari gejala utama penyakit parkinson ( tremor . penurunan berat badan . yang : bradi kinesia / postural Gangguan Thalamotomi : bicara efektif untuk gejala : - Tremor - Rigiditas 3. juga memberi respons Ada a. serta tidak terjadinya konstipasi . pembedahan baik bisa untuk . fenomena on-off . dan pengurangan jumlah massa otot .15 dilakukan menekan gejala . Fluktuasi motorik . serta cukup kalsium untuk mempertahankan struktur tulang agar tetap baik . baik 2 Pallidotomi terhadap jenis pembedahan . diskinesia karena obat. alkohol atau berkalori tinggi. hasilnya yang yang cukup - Akinesia / - Gangguan jalan b. rigiditas .

Komplikasi Komplikasi terbanyak dan tersering dari penyakit Parkinson yaitu demensia. VIII.  menghindari trauma otak dengan menghindari benturan yang keras karena pada dasarnya.14 Transplantasi yang berhasil baik dapat mengurangi gejala penyakit parkinson selama 4 tahun kemudian efeknya menurun 4 – 6 tahun sesudah transplantasi. Pencegahan dan Prognosis a. namun perbaikan gejala penyakit parkinson bisa mencapai 80% . unit terkecil otak manusia yang berfungsi menyampaikan pesan dari otak ke syaraf yang kemudian akan diteruskan ke anggota tubuh lain dan sebaliknya. Jaringan transplan ( graft ) lain yang pernah digunakan antara lain dari jaringan embrio ventral mesensefalon yang menggunakan jaringan premordial steam atau progenitor cells . IX. aspirasi.Stimulasi ini dengan alat stimulator yang ditanam di inti GPi 4. Transplantasi Percobaan transplantasi pada penderita penyakit parkinson dimulai 1982 oleh Lindvall dan kawannya . menggunakan jaringan medula adrenalis yang menghasilkan dopamin. Frekwensi rangsangan yang diberikan pada umumnya lebih besar dari 130 Hz dengan lebar pulsa antara 60 – 90 s . parkinson disebabkan karena rusaknya neuron. non neural cells ( biasanya fibroblast atau astrosytes ) . Prognosis 12 . Sampai saat ini .Mekanisme yang mendasari efektifitas stimulasi otak dalam untuk penyakit parkinson ini sampai sekarang belum jelas . Pencegahan  menghindari kontak langsung dengan pestisida. Untuk mencegah reaksi penolakan jaringan diberikan obat immunosupressant cyclosporin A yang menghambat proliferasi T cells sehingga masa idup graft jadi lebih panjang. dan trauma karena jatuh. maupun racun-racun kuat lain seperti racun dari logam transition-series seperti besi atau mangan. b. dan sejenisnya. dan STN. testis-derived sertoli cells dan carotid body epithelial glomus cells. diseluruh dunia ada 300 penderita penyakit parkinson memperoleh pengobatan transplantasi dari jaringan embrio ventral mesensefalon.

ditandai dengan ketidakteraturan pergerakan (movement disorder). gangguan yang terjadi mengalami progress hingga terjadi total disabilitas.Namun demikian pada beberapa orang dapat lebih singkat. Penyebab dari kemunduran sel saraf dan berkurangnya dopamin biasanya tidak diketahui. sering disertai dengan ketidakmampuan fungsi otak general. Pada penyakit Parkinson.Rata-rata harapan hidup pada pasien PD pada umumnya lebih rendah dibandingkan yang tidak menderita PD. dan dapat menyebabkan kematian. sedangkan perjalanan penyakit itu belum bisa dihentikan sampai saat ini. maka penyakit ini akan menemani sepanjang hidupnya. Tanpa perawatan. meskipun penelitian mengarah pada kombinasi faktor genetik dan lingkungan Penderita Penyakit Parkinson mengalami kesulitan dalam memulai suatu pergerakan dan terjadi kekakuan otot. dan memburuk yang dapat menyebabkan kematian. Jika lengan bawah ditekuk ke belakang atau diluruskan oleh orang lain. kesulitan pada saat memulai pergerakan. X. dan lamanya gejala terkontrol sangat bervariasi. pneumoni.Kebanyakan pasien berespon terhadap medikasi.Perluasan gejala berkurang. kebanyakn pasien PD dapat hidup produktif beberapa tahun setelah diagnosis. pada mulanya Penyakit Parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) 13 .Penyebab pasti penyakit Parkinson masih belum diketahuii. dan kekakuan otot. Kekakuan dan kesulitan dalam memulai suatu pergerakan bisa menyebabkan berbagai kesulitan. Kekakuan dan imobilitas bisa menyebabkan sakit otot dan kelelahan. gangguan pada setiap pasien berbeda-berbeda.Progresifitas gejala pada PD dapat berlangsung 20 tahun atau lebih. Pada banyak penderita.Dengan perawatan. tetapi berkembang sejalan dengan waktu.Efek samping pengobatan terkadang dapat sangat parah.Obat-obatan yang ada sekarang hanya menekan gejala-gejala parkinson. Sekali terkena parkinson. Pada tahap akhir. PD dapat menyebabkan komplikasi seperti tersedak. Dengan treatment yang tepat. PD sendiri tidak dianggap sebagai penyakit yang fatal. Penyakit Parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. tremor pada saat istirahat. maka gerakannya terasa kaku. sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami kemunduran sehingga pembentukan dopamin berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya juga lebih sedikit. Tidak ada cara yang tepat untuk memprediksikan lamanya penyakit ini pada masing-masing individu. Kesimpulan Penyakit Parkinson adalah suatu penyakit degeneratif pada sistem saraf (neurodegenerative) yang bersifat progressive.

2. Mansjoer. Patofisiologi . Pada awalnya tremor terjadi pada satu tangan. kening dan kelopak mata. dkk. 1995. akhirnya akan mengenai tangan lainnya. 2000. Price A Silvia. lidah. Kapita Selekta Kedokteran. Tremor juga akan mengenai rahang. Daftar Pustaka 1. tremor akan berkurang jika tangan digerakkan secara sengaja dan menghilang selama tidur. Wilson M Lorraine. Stres emosional atau kelelahan bisa memperberat tremor.Jakarta : EGC 14 . Jil. Konsep Klinis Proses – proses penyakit. lengan dan tungkai. Arif. Jakarta: Media Aesculapius 2.tangan ketika sedang beristirahat.