Anda di halaman 1dari 3

1.

Pengertian
Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi
lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering
biasanya tiga kali ataulebih dalam satu hari.
2. Penyebab
a. Infeksi : bakteri, virus atau infestasi parasit
b. Malabsorbsi
c. Alergi
d. Keracunan
e. Imunodefisiensi
3. Cara Menilai Anak Diare
a. Tanya
- Berapa lama anak sudah mengalami diare?
- Berapa kali anak buang air besar dalam satu hari?
- Apakah tinjanya ada darah?
- Apakah dia muntah?
- Apakah ada penyakit lainnya?
b. Lihat
- Bagaimana keadaan umum anak?
- Sadar atau tidak sadar?
- Lemas atau terlihat sangat mengantuk?
- Apakah anak gelisah?
- Berikan minum, apakah dia mau minum?
Jika iya, apakah ketika minum ia tampak sangat haus atau malas minum?
- Apakah matanya cekung atau tidak cekung?
- Lakukan cubitan kulit perut turgor.
Apakah kulitnya kembali segera, lambat, atau sangat lambat lebih dari 2
detik?
4. Klasifikasi tanda – tandal tersebut sesuai dengan tebal derajatdehidrasi di bawah :
Gejala / derajat
dehidrasi

Keadaan umum

Diare tanpa
dehidrasi
Bila terdapat dua
tanda atau lebih
Baik, sadar

Diare dehidrasi
Ringan / sedang
Bila terdapat dua
tanda atau lebih
Gelisah, rewel

Mata
Keinginan untuk
minum
Turgor

Tidak cekung
Normal, tidak ada
rasa haus
Kembali segera

Cekung
Ingin minum terus,
ada rasa haus
Kembali lambat

Diare dehidrasi
Berat
Bila terdapat dua
tanda atau lebih
Lesu, lunglai / tidak
sadar
Cekung
Malas minum
Kembali sangat
lambat

5. Cara Pencegahan Diare
a. Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan dteruskan sampai 2 tahun
b. Memberikan makanan pendamping ASI sesuai umur
c. Memberikan minum air yang sudah direbus dan menggunakan air bersih yang
cukup
d. Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air
besar
e. Buang air besar di jamban
f. Membuang tinja bayi dengan benar
g. Memberikan imunisasi campak
6. Rencana Terapi

beri susu yang biasa diminum dan oralit atau cairan rumah tangga sebagai tambahan kuah sayur.Umur > 1 tahun diberi 100 – 200 ml setiap kali berak 5) Anak harus diberi 6 bungkus oralit 200 ml di rumah bila : . Misal : disentri. 1 tablet per hari c. .Telah diobati dengan rencana B atau C . dsb 4) Beri oralit sampa diare diare berhenti.24 bulan BB < 6 kg 6 – 10 kg 10 – 12 kg Jumlah cairan 20 – 400 400 – 700 700 – 00 b. Bila muntah. tunggu 10 menit dan dilanjutkan sedikit demi sedikit. . air matang.Diare tanpa dehidrasi a. Beri obat zinc Beri Zinc 10 hari berturut – turut walaupun diare sudah berhenti. Beri cairan yang lebih dari sebelumnya 1) Teruskan pemberian ASI lebih sering dan lebih lama 2) Anak yang mendapat ASI eksklusif. Amati anak dengan sesama dan bantu ibu memberikan oralit : 1) Tunjukkan jumlah cairan yang harus diberikan 2 – 5 tahun 12 – 1 kg 00 – 1400 . air kelapa hijau 4) Beri makan lebih sering dari biasanya dengan porsi lebihh kecil setiap 3 – 4 jam 5) Setelah diare berhenti.Umur > 6 bulan diberi 20 mg. beri makanan yang sama dan makanan tambahan selama 2 minggu d.Umur < 6 bulan diberi 10 mg. Nasihati ibu / pengasuh Untuk membawa anak kembali ke petugas kesehatan bila : 1) Berak cairan lebih sering 2) Muntah berulang 3) Sangat haus 4) Makanan dan minum sangat sedikit 5) Timbul demam 6) Berak berdarah 7) Tidak membaik dalam 3 hari Diare dehidrasi ringan / sedang a. kolera e. pisang. Antibiotik hanya diberikan sesuai indikasi. Bila BB tidak diketahui berikan oralit sesuai tabel di bawah ini : Umur sampa 4 bulan 4 – 12 bulan 12. beri oralit atau air matang sebagai tambahan 3) Anak yang tidak mendapat ASI eksklusif. Dapat diberikan dengan cara dikunyah atau dilarutkan dalam 1 sendok air matang atau ASI. Beri anak makanan untuk mencegah kurang gizi 1) Beri makan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat 2) Tambahkan 1 – 2 sendok teh minyal sayur setiap porsi makan 3) Beri makanan kaya kalium seperti sari buah segar. ½ tablet per hari .Tidak dapat kembali kepada petugas kesehatan jika diare memburuk 6) Ajari ibu cara mencampur dan memberikan oralit b. air tajin.Umur < 1 tahun diberi 20 – 100 ml setiap kali berak .

Anak lebih dari 1 tahun diberi 100 – 200 cc cairan oralit setiap kali buang air besar. Manfaat Untuk mengganti cairan dan elektrolit dalam tubuh yang terbuang saat diare. nilai kembali menggunakan bagan penilaian. . b.2) Berikan sedikit demi sedikit tapi sering dari gelas 3) Periksa dari waktu ke waktu bila ada masalah 4) Bila kelopak mata anak bengkak.Anak kurang dari 1 tahun diberi 50 – 100 cc cairan oralit setiap kali buang air besar. ulang rencana terapi B 3) Anak mulai diberi makanan. Cara pembuatan oralit 1 bungkus oralit = 1 gelas belimbing = 200 cc Cara memberikan oralit : berikan oralit setiap BAB Cara pembuatan oralit : sediakan air matang 1 gelas belimbing atau 200 cc dan campurkan 1 bungkus oralit. Campuran glukosa dan garam yang terkandung dalam oralit dapat diserap dengan baik oleh penderita diare. ganti dengan terapi C d. Beri oralit sesuai rencana terapi A bila pembengkakan telah hilang c. c. aduk hingga larut. ganti ke rencana terapi A. anak biasanya kencing kemudian mengantuk dan tidur 2) Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan / sedang. B atau C untuk melanjutkan terapi 1) Bila tidak ada dehidrasi. Bila ibu harus pulang sebelum selesai rencana terapi B 1) Tunjukkan jumlah oralit yang harus dihabiskan dalam terapi 3 jam di rumah 2) Berikan oralit 6 bungkus untuk persediaan di rumah 3) Jelaskan 5 langkah rencana terapi A untuk mengobati anak di rumah 7. . Bila dehidrasi telah hilang. . kemudian pilih terapi A. susu dan sari buah 4) Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat. Cara pemberian oralit Satu bungkus oralit dimasukkan ke dalam satu gelas air matang 200 cc. hentikan pemberian oralit dan berikan airmasak atau ASI. Setelah 3 – 4 jam. Oralit a.