Anda di halaman 1dari 26

Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Diare Akut pada Anak-anak

stian Ivan K

14242

Identifikasi Masalah
-Tidak ada

Menurut ibunya anak ini terakhir buang cair kecil 4jam yang lalu. lemas. anak hanya meminum obat pnurun panas. demam 38oC. Sejak 1 hari yang lalu.Rumusan Masalah  Anak laki-laki berusia 7 tahun diare sejak 2 hari yang lalu.konsistensi cair. mata tampak cekung. diare 6x/hari. turgor kuliat lamban balik. tidak ada darah dan lender. . anak tidak nafsu makan dan asupan cairan berkurang.

Anamnesis fisik Analisis Masalah Pemeriksaan penunjang Gejala klinis Dd.wd Etiologi RM Epidemiologi patofisiologi Medika mentosa Penatalaksanaan Non medika mentosa Komplikasi Prognosis Pencegahan .

Sasaran Pembelajaran  Mengetahui dan memahami anamnesis  Mengetahui dan memahami pemeriksaan fisik dan penunjang.  Mengetahui dan memahami gejala klinis  Mengetahui dan memahami diagnosis kerja dan banding  Mengetahui dan memahami etiologi  Mengetahui dan memahami epidemiologi  Mengetahui dan memahami patofisiologi  Mengetahui dan memahami penatalaksanaan  Mengetahui dan memahami komplikasi  Mengetahui dan memahami prognosis  Mengetahui dan memahami pencegahan .

akan dilakukan anamnesis seperti mencatat data klien dan keluarganya serta pemeriksaan fisik dan obstetrik.Anamnesis  Dalam pemeriksaan rutin.   Data Umum Pribadi  Nama  Usia  Alamat Keluhan Saat Ini  Jenis dan sifat gangguan yang dirasakan anak  Lamanya mengalami gangguan tersebut . Dalam anamnesis akan ditanyakan poin-poin seperti di bawah ini.

Anamnesis  Riwayat Penyakit dalam Keluarga  Diabetes Mellitus.  Berat (hilang cairan 8-10% BB)  Kesadaran menurun. hipertensi  Kelainan bawaan  Ada yang menderita keluhan yang sama  Tanda-tanda  Ringan (hilang cairan 2-5% BB)  Turgor  Sedang dehidrasi: kulit kurang baik. sianosis. pasien syok . nadi cepat. mata tampak cekung. suara serak (hilang cairan 5-8% BB)  Turgor buruk. . otot-otot menjadi kaku. nafas cepat dan dalam. suara serak.

termperatur tubuh dan tanda toksisitas. Status volume dinilai dengan memperhatikan perubahan ortostatik pada tekanan daah dan nadi. .Pemeriksaan fisik  Kelainan yang ditemukan pada pemeriksaan fisik sangat berguna dalam menentukan beratnya diare. Adanya atau tidak adanya distensi abdmen dan nyeri tekan abdomen yang merupakan “clue” bagi penentuan etiologi.

leukosit.Pemeiksaan penunjang  Pemeriksaan darah tepi lengkap (hb.hematokrit.hitung jenis leukosit)  Kadar elektrolit  Ureum dan kreatinin  ELISA (untuk mendeteksi giardiasis)  Test serologic amebiasis  Foto x-ray abdomen .

Frekuensi buang air encer lebih dari 3x sehari. . Volume tinja sekitar 200 gram atau 200 ml/24 jam.  Diare kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari 15 hari.Gejala klinis  Diare adalah buang air besar dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair.  Diare akut yaitu diare yang berlangsung kurang dari 15hari. Diare bisa disertai/tidaknya lendir atau darah.

 Diare fungsional merupakan diare yang bukan disebabkan oleh diare organik.  Diare infektif merupakan diare yang disebabkan oleh infeksi.  Diare organik adalah diare yang disebabkan jika ada kelainan pada anatomis. yang dimana merupakan peralihan antara diare akut dan kronik. . Diare persisten merupakan istilah yang di pakai untuk diare yang berlangsung sekitar 15-30 hari. hormonal.

WD  WD: Diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang .

Cairan diare bisa juga tercampur lendir maupun darah. Yersinia. intoksikasi makanan  Diare infektif: disebabkan oleh bakteri yang merusak dinding usus antara lain. . Sifat diarenya sekretorik eksudat. Shigella.coli(EIEC). Salmonella. Dimana dinding usus akan rusak menjadi ulkus dan nekrosis. Enteroinvasive E.DD  DD: diare Infektif.

perbaikan fungsi pernafasan. Intoksikasi makanan: intoksikasi makanan adalah suatu penyakit akibat menalan makanan atau minuman yang mengandung toksin bakteri. dekontaminasi gastrointestinal dengan pemberian karbon aktif. pengenceran atau pengeluaran isi lambung dengan cara induksi muntah atau aspirasi. penatalaksanaannya: stabilisasi jalan nafas. perbaikan sistem sirkulasi darah. .

5 juta kematian per tahun di seluruh dunia.  Di Negara berkembang.Di Amerika Serikat.Epidemiologi  Penyakit diare menyumbang 2. diare akut disebabkan oleh sumber makanan dan air yang terkontaminasi. diperkirakan penyakit diare 48 juta bawaan makanan terjadi setiap tahun. menghasilkan lebih dari 128. .000 rawat inap dan 3000 kematian.

Etiopatogen  Diare akut disebabkan oleh banyak penyebab antara lain  Bakteri: Shigella sp.stercoralis. Norwalk virus. yersinia enterocolytica. dll. S.  Virus: Rotavirus. Echovirus.  Worm: Ascaris lumbricoides. Proteus.  Parasit-Protozoa: entamoeba histolytica. Salmonella sp. E. Cytomegalovirus.Coli. Adenovirus. Balantidium coli. streptococcus. Giardia lambia. HIV. Trichuris trichiura. Campylobacter jejuni. . Klebsiella. staphylococcus aureus. dll. Vibrio cholera. Cacing tambang.

malabsorbsi lemak  Motilitas dan waktu transit usus abnormal  Gangguan permeabilitas usus  Inflamasi dinding usus (diare inflamatorik)  Infeksi dinding usus (diare infeksi) .Patofisilogi  Diare dapat disebabkan oleh satu atau lebih patofisiologi sebagai berikut:  Osmolaritas intraluminal meninggi(diare osmotic)  Sekresi cairan dan elektrolit meninggi (diare sekretorik)  Malabsorbsi asam empedu.

Penatalaksaan medika mentosa  Rehidrasi intravena atau rehidrasi oral Cairan oral: pedialit.dll Cairan yang diberikan 50200ml/KgBB/24jam  Metode Pierce:  Dehidrasi ringan: 5% x berat badan  Dehidrasi sedang: 8% x berat badan  Dehidrasi berat: 10% x berat badan .oralit.dll Cairan intravena: ringer laktat.

maka hanya diberi cairan peroral  Bila skor > 3 dan disertai syok. maka diberi cairan intravena. .Metode Daldiyono: Kebutuhan cairan= Skor/15 x10%x KgBB x 1liter  Bila skor < 3 dan tidak syok.

Antimikroba  Kuinolon(siprofloksasin 500mg 2x/hari selama 57hari)  Kotrimoksazol (trimetoprim/sulfametoksazol 160/800mg 2x/hari atau eritromisin 250-500mg 4x/hari)  Metronidazol 250mg 3x/hari selama 7 hari jika dicurigai giardiasis .

kripik dan sup.the.nasi. .Penatalaksaan non medikamentosa  Diet(dianjurkan minum sari buah.minuman tidak bergas. pisang. makan makanan yang mudah dicerna seperti.

Komplikasi  Dehidrasi  Syok hipovolemia(berkurangnya volume darah yang bersirkulasi dalam tubuh)  Feses berdarah(jika disebabkan oleh Entamoeba hystolytica)  Demam .

. dan sebaliknya.Prognosis  Jika diare akut segera di tangani dengan baik makan prognosisnya baik.

.Pencegahan  Mencuci tangan baik sebelum dan sesudah menyentuh makanan.

dan diet. . Penatalaksanaan diare akut terdiri dari.antimikroba. rehidrasi.Kesimpulan  Pada diare akut harus dilakukan anamnesis dan pemeriksaan klinis yang baik untuk mentukan diagnosis penyebab diare akut dan ada/tidaknya dehidrasi.