Anda di halaman 1dari 28

LEMBAR PENGESAHAN

Yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa :
Nama

: Mohamad Dimas Ismail

NIM

: C111 09 369

Judul refarat : Ovarian Teratoma
Telah menyelesaikan tugas dalam rangka kepaniteraan klinik pada bagian
Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Makassar, September 2012

Penguji

Konsulen

Pembimbing

dr. Luthfy Attamimi, Sp. Rad

dr. Supriyati

Mengetahui,
Kepala Bagian Radiologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin

Prof. Dr. dr. Muhammad Ilyas, Sp.Rad (K)
1

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan…............……………............................................................1
Daftar Isi................................................................................................................2
I.

Pendahuluan………………………………………….....………………..
……....3

II.

Insidens

dan

Epidemiologi……………………………………….

…....................4
III.

Anatomi

….....................…………………………………………......…......

…....4
IV.

Etiologi………………………………………………...
……………………........6

V.

Patogenesis…………………………………….......
………………………..........7

VI.

Diagnosis…………………………………….......
……………………….............7

VII.

Diagnosis

Banding..………………………………………………...........

….......19
VIII.

Penatalaksanaan...…….….………………………………………….
…..............20

IX.

Prognosis.………………………………………………………...
………...........23
2

.... Kista matur teratoma umumnya jinak. mesoderm. (3) Teratoma immatur memiliki massa tumor sangat besar dan unilateral..(2) Teratoma hadir dalam bentuk mature ( jinak ) dan immature ( ganas ).. dan mengandung tiga lapisan sel germinal: ectoderm ( rambut..(1) Ovarian teratoma adalah bentuk terumum dari tumor sel germinal dan pada beberapa kasus menjadi tumor ovarium yang paling umum.... dimana semuanya mengandung jaringan matur atau immatur dari sel germinal ( pluripotential ). Keragaman ini disebabkan oleh tiga jenis sel yang membentuk ovarium normal: permukaan multipotensial (coelomic) yang menutupi epitel. sel-sel germinal totipotensial..18 Lampiran Referensi OVARIAN TERATOMA I. berwarna-warni.. Komponen jaringan kompleks. 3 . jaringan embrional belum berdiferensiasi umumnya berupa neuroepitel... penampang irisan bersifat padat dan kistik.………………………………………….……. dan endoderm..Daftar Pustaka…... kulit... Teratoma meliputi sejumlah tipe histologi tumor. Mereka meliputi 95% dari semua teratoma dan memiliki suatu tampilan karakteristik pada ultrasound... gigi ).. Pendahuluan Tumor ovarium memilki beragam entitas patologi yang luar biasa. juga terdapat jaringan lain yang berasal dari 3 lapisan embrional. Masingmasing jenis sel dapat menimbulkan berbagai variasi dari tumor.. dan multipotensial korda seks /sel stroma.

seperti kolagen.(1) Kista matur teratoma terhitung sekitar 10 – 20% dari total seluruh neoplasma ovarium. dll. sekitar kurang dari 1% dari jumlah seluruh ovarian teratoma. (7) Kista immatur teratoma jumlahnya lebih sedikit daripada kista matur teratoma.(5) II. dimana 2%-3% diantaranya bersifat ganas dan dapat ditemukan pada semua kelompok umur. Tumor yang bermetastasi ke ovarium meliputi 5% dari seluruh tumor ovarium. regularitasnya condong menyerupai pertumbuhkembangan embrio normal.(4) Monodermal teratoma terdiri dari satu elemen jaringan utama. Tumor ini memiliki angka rekurensi dan metastasis tinggi.(6) Tumor sel epitel permukaan meliputi 65%-70% dari seluruh tumor ovarium. diumur sekitar 30 tahun. Tumor sel germinal meliputi 15%-20% dari seluruh tumor ovarium dimana 3%-5% diantaranya merupakan tumor ganas dan banyak ditemukan pada kelompok umur 0-25 tahun ke atas. Insidens dan Epidemiologi Kanker ovarium diperkirakan telah menyebabkan lebih dari 25. kartilago. Semakin lanjut rekurensi. terdiri dari setidaknya 50% jaringan tiroid matang ( jenis apa pun ). Kista immatur teratoma rata-rata terdapat pada kelompok usia muda. yaitu Struma ovarii. meskipun hal ini jarang terjadi. dimana 90% diantaranya bersifat ganas dan banyak ditemukan pada kelompok umur 20 tahun ke atas. dan juga merupakan neoplasma paling umum yang biasanya mengenai pasien dengan umur di bawah 20 tahun. Tumor korda seks/sel stroma meliputi 5%-10% dari seluruh tumor ovarium. Biasanya terdeteksi pada wanita muda.000 kanker baru pada wanita di tahun 2004 dan merupakan penyebab kematian terbanyak dari kanker ginekologi. jaringan tumor semakin tinggi bertransformasi kearah maturasi. proses maturasi ini memerlukan waktu tertentu. kebanyakan terjadi pada 2 dekade awal kehidupan ( sekitar 10 – 20 % keganasan tumor ovarium ada pada kelompok usia ini ).(8) 4 . Sel Argentaffin di kista dermoid biasanya menjadi tempat asal dari ovarian carcinois. semuanya bersifat ganas dengan kelompok umur yang bervariasi. Misalnya jenis yang paling umum dari monodermal teratoma. tapi tumor yang rekuren dapat bertransformasi dari immatur kearah matur.

Pembuluh darah ke ovarium melalui ligamentum suspensorium ovarii ( ligamentum infundibulopelvikum ).(10) Bagian luar tuba diliputi oleh peritoneum viserale yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Otot dinding tuba terdiri atas (dari luar kedalam) otot longitudinal dan otot sirkuler. Ovarium terletak pada lapisan belakang ligamentum latum. 5 . tempat konsepsi terjadi dan (4) infundibulum. yaitu bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai fimbriae.yaitu bagian yang terdapat di dinidng uterus . Lebih kedalam lagi didapatkan selaput yang berlipat-lipat dengan sel-sel yang bersekresi dan bersilia yang khas.Ovarium berhubungan dengan uterus dengan ligamentum ovarii proprium. berfungsi untuk menyalurkan telur hasil konsepsi kearah kavum uteri dengan arus yang ditimbulkan oleh getaran rambut getar tersebut(10). Ovarium Indung telur pada seorang dewasa sebesar ibu jari tangan.Lipatan yang menghubungkan lapisan belakang ligamentum latum dengan ovarium dinamakan mesovarium.Panjang tuba rata-rata 11-14 cm. Fimbriae berfungsi untuk menangkap telur dan selanjutnya menyalurkan telur ke dalam tuba. (2)pars ismika yaitu bagian medial tuba yang sempit seluruhnya. Bagian ovarium kecil berada di dalam ligamentum latum ( hilus ovarii ).(3) pars ampularis yaitu bagian yang berbentuk sebagai saluran agak lebar. Anatomi Tuba Fallopi Tuba fallopi ialah saluran telur berasal – seperti juga uterus – dari duktus mulleri. dekat pada dinding pelvis di fossa ovarika.(9) Tuba falopi terdiri atas (1) pars intertisialis. terletak di kiri dan di kanan. Di situ masuk pembuluh-pembuluh darah dan saraf ke ovarium.III.Sebagian besar ovarium berada intraperitoneal dan tidak dilapisi oleh peritoneum.

(9) Gambar 1. dan siap untuk berovulasi. Faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dengan kanker ovarium epithelial terus menjadi perdebatan dan penelitian. dan dapat ditemukan di korteks ovarii dalam letak yang beraneka ragam. Di bawah epitel ini terdapat tunika albuginea dan di bawahnya lagi baru ditemukan lapisan tempat folikelfolikel primordial. dan faktor genetik. Resiko berkembangnya kanker ovarium berkaitan dengan lingkungan. berkembang menjadi folikel de Graaf. Kebiasaan makan. kadang-kadang dua folikel. kopi dan 6 . Tiap bulan satu folikel. Gambaran anterior dari organ reproduksi wanita (dikutip dari kepusatakan 11) IV. dan pula dalam tingkat-tingkat perkembangan dari satu sel telur yang dikelilingi oleh satu lapisan sel-sel saja sampai folikel de Graaf yang matang. disebut epithelium germinativum. Folikel yang matang ini terisi dengan likuor follikuli yang mengandung estrogen.Bagian ovarium yang berada di dalam kavum peritonei dilapisi oleh epitel kubik-silindrik. Pada wanita diperkirakan terdapat banyak folikel. endokrin. Insidens tertinggi terdapat di negara-negara industri barat. Etiologi Penyebab pasti karsinoma ovarium tidak diketahui namun multifaktorial. Folikel-folikel ini merupakan bagian ovarium yang terpenting.

semua itu dianggap mungkin menyebabkan kanker. Patogenesis Berbagai faktor risiko dari kanker epitel ovarium telah diketahui. Kanker ovarium herediter yang dominan autosomal dengan variasi penetrasi telah ditunjukkan dalam keluarga yang terdapat penderita kanker ovarium. 7 . Hal ini akan didiskusikan belakangan.(12) V. Penggunaan kontrasepsi oral tidak meningkatkan risiko dan mungkin dapat mencegah. dan penggunaan bedak talek pada daerah vagina. Jelas. Beberapa dokter menyarankan untuk melakukan ooforektomi profilaksis pada perempuan usia 35 tahun dalam kelompok risiko tinggi ini. Tidak ditemukan hubungan antara faktor-faktor itu dengan perkembangan kanker ovarium. kehamilan pertama yang lambat dan tidak pernah menyusui.Dua yang terpenting adalah tidak pernah hamil dan riwayat keluarga. dan juga berkaitan dengan kanker payudara yang diturunkan. Terapi penggantian estrogen(ERT) pascamenopause untuk 10 tahun atau lebih berkaitan dengan peningkatan kematian akibat kanker ovarium.merokok.Meskipun hanya 5% sampai 10% dari kanker ovarium terkait dengan riwayat keluarga. Ada kemungkinan yang lebih tinggi terjadinya karsinoma pada wanita yang belum menikah dan wanita yang sudah menikah dengan jumlah melahirkan yang sedikit. Faktor risiko endokrin untuk kanker ovarium adalah perempuan yang tidak pernah hamil. seorang perempuan memiliki 50% kesempatan untuk menderita kanker ovarium. yang kebanyakan sedang dipelajari yaitu mengenai pathogenesis molekuler dengan mengidentifikasi gen yang bermutasi. Kebanyakan kanker ovarium yang diturunkan dicurigai disebabkan karena mutasi dari gen BRCA. dan BRCA2. Bila terdapat dua atau lebih hubungan tingkat pertama yang menderita kanker ovarium. Gen-gen supresor tumor seperti BRCA-1 dan BRCA-2 telah memperlihatkan peranan penting pada beberapa keluarga. Menariknya penggunaan jangka panjang dari kontrasepsi dapat mengurangi risiko. adanya asbestos dalam lingkungan. Perempuan dengan kanker payudara memiliki risiko dua kali lebih besar untuk berkembangnya kanker ovarium. BRCA1.

namun biasanya juga tidak bergejala. Sebagai contoh. dan berhubungan dengan prognosis yang buruk. Risiko pada karier BRCA2 lebih rendah dibandingkan karier BRCA1. atau perdarahan.Pasien juga mungkin mengalami penarikan perut. kebanyakan kistaadenokarsinoma musin. Rata-rata risiko untuk terkena kanker ovarium diperkirakan sebesar 30% pada gen yang membawa BRCA1. biasanya pada wanita pasca menopause. p53 bermutasi di sekitar 50% dari seluruh kanker ovarium. mutasi tersebut hanya terlihat 8% sampai 10% dari kanker ovarium sporadik. kecuali dysgerminoma.Hanya 1-2% dari kista dermoid menjadi ganas. akan menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya kanker ovarium dan payudara. torsio. ruptur.gen ini. rupture. Meskipun mutasi pada gen BRCA hadir di kebanyakan dari kasus kanker ovarium yang diturunkan. Massa dapat menyebabkan nyeri akut karena torsio. perdarahan vagina atau demam. ekspresi berlebih dari protein HER2/NEU terlihat pada 35% dari kanker ovarium. Gambaran radiologi Ultrasonografi baik transabdominal dan transvaginal. Gejala Klinis Kebanyakan tumor sel germinal bersifat jinak dan unilateral. Komplikasi dari kista matur teratoma ( kista dermoid ) termasuk. Nyeri perut atau torsio adneksa adalah gejala umum yang hadir pada tumor sel germinal. Diagnosis a.(1) VI. Sekitar 50% dari perempuan prepuberitas dengan nongestational chriocarcinoma menjadi lebih cepat dewasa secara isoseksual.dengan mutasi dari gen. Sama halnya dengan kanker lain. dengan figur bervariasi dari 16% sampai 44% pada penelitian yang berbeda-beda. Selain itu ada jalan molekuler lain menuju neoplasma ovarium.Teratoma biasanya didiagnosa pada wanita premenopause tanpa gejala. Kenyataannya ultrasonografi saat ini 8 . Ekspresi berlebih dari protein K-RAS pada lebih dari 30% tumor. infeksi. Pasien biasanya hadir pada stage I. adalah metode terbaik untuk memeriksa pelvis wanita. dan anemia hemolitik.(5) b.

Saat ini peran potensial dari ultrasonografi pada pencitraan ginekologi meliputi karakteristik lesi dari massa ovarium dan identifikasi dari keabnormalan endometrium. yaitu 22 mL. dengan ukuran maksimum 5 cm di berbagai foto satu dimensi. diukur dengan formula standard (panjang à -lebar à . Ovarium pada wanita pre menopause lebih besar dan menampilkan gambaran folikelfolikel (panah). Ovarium pada wanita pasca menopause lebih kecil dan memiliki lebih sedikit folikel.(13) Deskripsi gambar: Ultrasonografi transvaginal menunjukkan gambaran ovarium normal (panah) pada wanita (A) dan pada wanita pasca menopause (B).tinggi à – 0. yang menjadi tanda untuk identifikasi ovarium normal. ultrasonografi digunakan sebagai panduan biopsi dari tumor pelvis.Ultrasonografi aman dan tidak mahal.523).tetap menjadi modalitas utama dalam mendeteksi penyakit ginekologi. Selain itu.Ukuran rata-rata ovarium sekitar 4 × 3 × 2 cm. Ultrasonografi mendemonstrasikan ovarium sebagai jaringan lunak berbentuk oval dengan multiple folikel kista yang kecil. meskipun masih ada kontroversi seputar biopsi dari sonografi tak bisa menentukan massa adneksa.Ukuran volume maksimum dari seorang wanita dewasa.Karakteristik morfologi dari ovarium berubah sesuai 9 .

 Pada MR. hilangnya banyak sinyal membedakan lemak dengan darah pada T1W1 FS 10 . seringkali lebih besar dari 10 cm. dengan satu folikel dominan mencapai 20 sampai 25 mm. dengan ukuran folikel kurang dari 5 mm.(15) Gambaran radiologi dari Ovarian Teratoma :  Petunjuk diagnose terbaik : Massa pada ovarium dengan bayangan echogenic nodul mural pada ultrasonografi. Saat menstruasi. sedangkan massa ganas biasanya sangat besar. Massa padat atau massa kistik yang kompleks dengan septasi yang irregular dan tebal atau nodul mural biasanya ganas. Morfologi lesi dapat dinilai melalui ultrasonografi. dengan ondeksi resistif rendah (<0. ovarium berada pada ukuran terkecilnya.  Massa adneksa yang mengandung lemak adalah diagnostik pada CT scan. Massa ganas umumnya mengalami peningkatkan aliran darah menuju ke septasi dan nodul muralnya. dan mereka menampilkan aliran diastolik yang relatif tinggi.(14) Umur pasien penting karena lesi jinak pada ovarium mendominasi pada wanita premenopause.  IT: Tampilan karakteristiknya adalahmassa dengan komponen yang padat. yang mengandung foci dari lemak + proses pengerasan kalsifikasi. dan besar. Akhirnya.4) pada pemeriksaan Doppler. Ukuran dari massa juga penting. gambaran ultrasonografi Doppler harus dinilai. irreguler. folikel membesar hingga 10 sampai 15 mm. Pada fase estrogen. karena massa yang berukuran lebih kecil dari 6 cm biasanya jinak. Lesi jinak cenderung berbentuk massa kistik sederhana dengan dinding yang halus dan tipis.siklus menstruasi.

 Massa heterogen dengan komponen echogenic. Gambaran Ultrasonografi Kista matur teratoma memiliki variasi tampilan  Massa heterogen dengan komponen echogenic  Komponen echogenic yang banyak karena berisi lemak  ± Fat fluid level  Bayangan echogenic nodul mural ( sebasea ) o Rokitansky plug  Rambut o Punksi echo di satu bagian o Elongasi menjadi echo linear di bagian orthogonal o Rambut akan berpindah melalui komponen cairan dengan tekanan tranduser  Gigi o Fokus echogenic banyak / foci dengan bayangan akustik distal mewakili gigi  “Tanda iceberg”: hanya ujung dari massa yang teridentifikasi o Bayangan akustik distal menghalangi penilaian pinggir dalam 11 .  Komponen echogenic yang banyak karena berisi lemak A.

kalsifikasi yang tersebar.o Ukuran tidak dapat diukur o Massa mungkin jauh lebih besar dari perkiraan karena echo tepi Teratoma immatur : Heterogen. Gambaran radiografi  Dapat ditemukan suatu temuan insidental misalnya “gigi” di pelvis 12 . o Selalu lakukan evaluasi gelombang Doppler dari aliran yang terlihat jelas dengan warna Doppler  Tanda pusaran air dari torsio o Pembuluh terputar di pedikel vaskular B. terutama padat. non spesifik Teratoma monodermal : Tampilan sonografi non spesifik Color Doppler  Cari aliran di dalam komponen solid  Cari aliran di dinding untuk mengevaluasi torsio bila pasien menunjukkan nyeri akut  Hati-hati artefak “twinkle” karena reverberates suara pada komponenkomponen kalsifikasi.

Gambaran CT  Massa adneksa yang mengandung lemak adalah diagnosis di CT  56% kasus MCT didiagnosa melalui CT menunjukkan gambaran gigi/kalsifikasi  IT: Tampilan karakteristiknya yaitu massa dengan komponen padat.Gambar X. Foto polos dari pelvis mengidentifikasi jaringan lemak radio lusen dari kista dermoid ovarium yang besar. C. Gambaran MR  T1W1: Banyak sinyal komponen 13 . Terdapat gambaran gigi dan kalsifikasi kista kecil multiple. besar dan irregular yang mengandung foci dari lemak + kalsifikasi kasar o Sering terlihat perdarahan D.

dapat membingungkan perbedaannya dengan produksi darah. hilangnya banyak sinyal membedakan antara lemak dengan darah pada T1W1 FS  Semakin sedikit sinyal = lemak = teratoma  Banyak sinyal persistent = darah = endometrioma vs kista hemoragik akut  T2W1: Intensitas variabel dari komponen lemak. besar dan irregular yang mengandung foci dari lemak + kalsifikasi kasar o Sering terlihat perdarahan REKOMENDASI PENCITRAAN  Pencitraan terbaik untuk Ovarian teratoma o Ultrasonografi  Tanpa radiasi  Mudah menilai perfusi untuk mencari hubungan torsio(15) Gambaran Radiologi Kista Matur Teratoma 14 .  IT: Tampilan karakteristiknya yaitu massa dengan komponen padat. T1W1 FS o Di MR.

Deskripsi gambar: Kista matur teratoma ovarium kanan pada wanita berumur 43 tahun.(17) 15 . Perhatikan fokus echogenic pada massa dengan prominent posterior sonic attenuation(panah kecil). Area hyhpoechoicmuncul pada area perifer dari massa padat di adneksa kanan (panah besar).

Deskripsi gambar: Transabdominal ultrasonografi menunjukkan komponen echogenic (panah) karena kandungan lemak(16) Deskripsi gambar: 16 .

(16) Deskripsi gambar: Ultrasonografi transvaginal potongan transversal menunjukkan sebuah echogenic plug dan komponen kista.(16) 17 .(Kiri) Ultrasonografi transvaginal pada pasien yang sama seperti gambar sebelumnya menunjukkan bagaimana ultrasonografi dapat membingungkan. (Kanan) Ultrasonografi transvaginal potongan transversal pada kasus yang lebih mudah dikenal menunjukkan massa echogenic muncul dari ovarium kanan yang menjadi tipikal dari kista matur teratoma. Ultrasonografi dilakukan untuk mengkonfirmasi torsio dari massa yang terlihat di CT. Ini adalah contoh dari tanda “tip of the iceberg” yang bagus. Tidak ada aliran di dinding dari massa dan torsio dari teratoma adalah diagnosa kerjanya.

Echo linear dibentuk oleh rambut pada kista matur teratoma. Perhatikan acoustic 18 .Deskripsi gambar: (Kiri) Ultrasonografi transabdominal potongan longitudinal menunjukkan sebuah massa yang mengandung echo linear superior ke uterus. kemajuan yang lebih baik dibanding transabdominal.(16) Deskripsi gambar: (Kiri) Ultrasonografi transvaginal potongan longitudinal menunjukkan echo linear dari rambut yang melayang di dalam komponen kistik. (Kanan) Ultrasonografi transvaginal potongan transversal menunjukkan komponen lemak echogenic.

enchantment pada bagian distal komponen kistik. Uterus tidak begitu baik terevaluasi pada bagian ini. (Kanan) T2W1 MR transversal menunjukkan banyaknya sinyal pada massa sebagaimana arsitektur normal dari bagian dalam uterus dan serviks.(16) 19 . kasus yang sama seperti gambar sebelumnya. pasien yang sama seperti dua gambar sebelumnya. Ini tipikal dari kista matur teratoma.(Kanan) T1W1 MR transversal menunjukkan sebuah massa adneksa di kanan.(16) Deskripsi gambar: (Kiri) T1W1 MR transversal dengan saturasi lemak menunjukkan hilangnya banyak sinyal dalam massa yang memastikan kandungan lemak.

Deskripsi gambar: Sebuah foto polos pelvis (A) menunjukkan kalsifikasi gigi molar klasik (panah).(18) Gambaran radiologi Immatur Teratoma 20 . Sebuah CT scan pelvis dari pasien berbeda menunjukkan massa adneksa di kanan (panah) dan juga mengandung sebuah pusat kalsifikasi (B).

(b) Ultrasonografi transabdominal potongan transversal melalui midabdomen menunjukkan sebuah massa besar yang mengandung kalsifikasi (mata panah). (d) CT scan melalui massa abdomen 21 . (c) CT scan melalui pelvis menunjukkan kista matur teratoma dalam cul-de-sac dengan attenuasi dari lemak dan usat kaslsifikasi (mata panah).Deskripsi gambar: Teratoma immatur berhubungan dengan kista matur teratoma yang kontralateral pada wanita berumur 27 tahun. Foci dari lemak sulit dinilai. (a) Ultrasonografi transabdominal potongan transversal menunjukkan sebuah massa heterogen dalam cul-de-sac (mata panah).

Abses.(2) VII. dan Penyakit Bowel. Kista Hemoragik  Jaringan baik dari helai fibrin dibandingkan dengan rambut melayang  Distal acoustic enchantment  Lemak di MCT menyebabkan suara melemah hingga menyebabkan bayangan akustik 2. Diagnosis Banding Ovarian Teratoma dapat didiagnosa banding dengan Kista Hemoragik.menunjukkan immature teratoma (mata panah) dengan foci dari lemak (panah) dan kalsifikasi yang tersebar. Endometrioma  Tidak ada Rokitansky nodule  Internal echo yang homogeny dan rendah  Sering terjadi pada nyeri pelvis kronis 3. Adapun untuk membedakan diagnose bnding ini dengan Ovarian Teratoma adalah sebagai berikut: 1. Torsio  Massa adneksa yang kompleks tanpa aliran pada interogasi Doppler  Dapat terlihat aliran arteri tapi aliran vena tidak terlihat 22 . Endometrioma. Torsio.

kecuali bila estimasi klinis tumor inoperabel dan terdapat kontraindikasi 23 . Abses  Abses appendiks dengan appendicolith  Tampilan klinis dengan nyeri/demam dapat menjadi diagnosis  Infark dermoid bisa jadi terinfeksi 5.(9) Teratoma maligna ( immatur) terapinya yaitu pembedahan dengan kemoterapi sebelum atau sesudahnya. biasanya dengan seluruh ovarium.(9) Prinsip terapi secara umum adalah terapi gabungan dengan operasi sebagai intinya. Penatalaksanaan Terapi pada kista dermoid terdiri atas pengangkatan. Massa adneksa apapun dapat menjadi point utama untuk torsio 4.(4) Terapi operasi Operasi merupakan metode paling penting dalam keganasan ovarium. Berdasarkan jenis histologi dan stadium klinis dipilih rejimen terapi yang berbeda. Penyakit bowel  Usus besar dapat berisi feses echogenic  Usus besar tidak mengalami peristalsis sebanyak usus halus  Penggunaan TV sonografi dapat membantu membedakan usus dengan ovarium normal  Mungkin membutuhkan pemeriksaan ulang atau modalitas alternative seperti MR untuk memastikan(15) VIII.

barulah dikerjakan lagi laparotomi eksploratif. juga sudah menyelesaikan minimal 6 kuur kemoterapi. Keberhasilan operasi sitoreduksi bermanfaat bagi pemulihan kekuatan anti tumor tubuh. lebih efektif untuk pasien yang sudah berhasil menjalani operasi sitoreduksi. hasil pemeriksaan klinis maupun penunjang (termasuk CA125 dan petanda tumor lain) dalam batas normal. 1. Tujuannya adalah memberikan dasar bagi penghentian kemoterapi atau mengubah rejimen kemoterapi dan metode terapi. serta mengangkat lesi ganas yang ditemukan. Kemoterapi Keganasan ovarium tidak dapat disembuhkan tuntas hanya dengan operasi. dll. memastikan stadium: sesuai untuk pasien kanker ovarium dengan diagnosis pre-operasi sebagai stadium I. Patokan dari operasi sitoreduksi yang berhasil atau memuaskan adalah jika setiap lesi keganasan yang tertinggal berdiameter kurang dari 2 cm. Operasi sitoreduksi (debulking): sesuai untuk kasus stadium II ke atas. pemeriksaan sitologi kavum abdomen (asites atau air bilasan kavum pelvis. Tujuan operasi ini adalah untuk mengangkat sebagian besar atau praktis seluruh tumor(termasuk lesi metastatik). menciptakan kondisi kondusif bagi radioterapi. kemoterapi anti kanker merupakan tindakan penting yang tidak boleh absen dalam prinsip terapi gabungan terhadap kanker ovarium. abdomen). Rejimen kemoterapi 24 . kemoterapi. Laparotomi menyeluruh. Terdapat beberapa teknik operasi yang berbeda: 1. semua harus terlebih dulu dilakukan operasi.operasi. 2. pembersihan kelenjar limfe pelvis dan para-aorta abdominal. Operasi eksploratif ke dua: dalam 1 tahun pasca operasi debulking. 3. omentum mayus. Ini mencakup pengangkatan uterus dan sepasang adneksanya.

tujuannya untuk meninggikan konsentrasi obat dalam aliran darah arteri iliaka interna. infeksi. ii. agar obat dapat tersebar merata dalam kavum abdomen. Karena keganasan ovarium sering tersebar dalam kavum abdomen dan pelvis. dll. etoposid kapsul oral. yaitu melalui kateterisasi arteri epigastrik inferior. maka infuse obat intra abdomen khususnya penting.5-2. 2. ifosfamid. dengan rejimen VAC dan VBP sebagai rejimen lini pertama. sekaligus dapat mempertahankan fungsi reproduksi. CTX 750 mg/m2.5 mg. dpat 25 . Cara pemberian obat dapat dengan teknik pungsi jarum tunggal dan teknik kateter dauer. DDP 70-100 mg/m2. oksaliplatin. Rejimenn VAC terutama dipakai untuk kasus stadium I.i. ADR 45mg. Act-D 1. efek buruk lebih ringan. paklitaksel. dapat memilih obat berikut: topotekan. dapat dilakukan kemoterapi intra-arteri. Volume cairan infuse intra-abdomen sekitar 2000ml. VCR 2mg. Rejimen lini pertama Terhadap tumor ganas sel germinal dan tumor stroma korda seks. teknik pertama lebih aman dan simple. dosetaksel. atau kateterisasi per kutan melalui arteri femoralis ke arteri iliaka interna untuk kemoterapi.Rejimen VPB dapat meningkatkan efektivitas secara jelas pada kasus stadium sedang dan lanjut. arteri uterine. tak ada komplikasi obstruksi kateter. doksil. dll. gemsitabin. Selain itu. pasca operasi kebanyakan memakai kemoterapi gabungan intra-abdomen dan intravena. Jalur dan cara pemberian obat Pada umumnya. Rejimen lini kedua Terhadap kasus rekuren dan belum terkendalikan.

dll. teratoma immature dapat mencapai 63%. Angka survival 5 tahun pada tumor dengan jenis histologik juga berbeda. Faktor yang mempengaruhi prognosis adalah: stadium klinis. 50%. jumlah kuur kemoterapi pasca operasi dll. tumor ganas ovarium memiliki efek terapi terburuk. II. terutama pasien stadium menengah dan lanjut berprognosis buruk. pada karsinoma serosa 15-30%. Di antaranya tumor disgerminoma ovary sangat peka terhadap radiasi. Upaya deteksi dini. nefrotoksisitas.(4) IX. kistadenokarsinoma musinosa 40-50%. karsinoma embrional 13%. grade patologik. Karsinoma endometrioid memiliki survival 5 tahun 4055%. progresi klinis lebih lambat. jenis patologik. Survival 5 tahun keganasan ovarium stadium I. dan IV masing-masing adalah 86%. Kateterisasi arteri gastroepiploika dekstra hingga arteri hepatica komunis atau kateterisasi per kutan arteri femoralis ke arteri hepatica untuk kemoterapi. survival 5 tahun berkisar 20-30%. ukuran sisa tumor pasca operasi. peningkatan keberhasilan operasi sitoreduksi dan pelaksanaan kemoterapi memadai sesuai jadwal merupakan jalan kea rah perbaikan prognosis.Umumnya diberikan terapi 6-8 kuur. Radioterapi Kebanyakan tumor ovarium kurang sensitive terhadap radiasi. radioterapi bukan metode terapi utama. dapat disembuhkan melalui radioterapi. rambut rontok. prognosisnya lebih baik daripada karsinoma serosa. Prognosis Di antara keganasan ginekologik yang umum ditemukan.(4) 26 .digunakan untuk mengendalikan lesi di dasar pelvis atau sekitar puntung vagina. II. dapat menterapi metastasis parenkim hati. peningkatan diagnosis dini.Efek toksik kemoterapi yang tersering ditemukan adalah depresi sumsum tulang. 19% dan 3%. reaksi gastrointestinal.

Hillegas Kathleen Branson. Livasy Chad.1297 27 . 2009. Gaillard Frank. hal. In: Price Sylvia A.126 11. hal. 2010.Craig. 2006. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Abbas. hal. 729 12. Editor. Weerakkody Yuranga. Ilmu Kebidanan. Fausto. Editor.2 3. UK: Atlas of Genetics and Cytogenetics in Oncology and Haematology. Elsevier Inc. University of Arizona. In: Clarke-Pearson Daniel. Diagnosis and Treatment. Jakarta: EGC. Wilson Lorraine M. Siegelman Evan S.radiopaedia. Stanislavsky Alexandria. Evidence Based Imaging – Optimizing Imaging in Patient Care.13. In: Kumar. In: Medina L. Saifuddin Abdul Bari. Hunt Jennifer L.11.Gynecological Cancer Management – Identification. hal. Buku Ajar Onkologi Klinis Edisi 2. et al. Available at: www. 2003. Lee-Jones Lisa. Editor. Outwater Eric K. Ovary: Germ cell tumors.728-729 2. Editor.554 7. Saifuddin Abdul Bari.14.Santiago. Kumar Vinay. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.402 10. Blackmore C. Montag Anthony. hal. Rachimhadhi Trijatmo.2 6. Jakarta: PT.radiopaedia. Ovarian Teratomas : Tumor Types and Imaging Characteristics. Desen Wan. hal. 525-26 5. Wiknjosastro Hanifa. USA: Springer. Ovarian Dermoid Cyst. Editor. 2005. Arizona: Department of Radiology. [cited] 30 September. Weerakkody Yuranga. Bae-Jump Victoria Lin.361. 2007. Rachimhadhi Trijatmo. et al. Immature Ovarian Teratoma. hal. 2008. Editor.152 4. Mitchell. USA: Wiley – Blackwell. Robbins Basic Pathology. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2001. Mendivil Alberto A.org 9. 2010.DAFTAR PUSTAKA 1.520. hal. Soper John. Ilmu Kandungan. Wiknjosastro Gulardi H. Available at: www. [cited] 30 September.org 8. Editor. Jakarta: PT. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. hal.

Fundamentals of Diagnostic Radiology 2nd Edition. 2001 14.A. 432-33 28 . Editor. 2005. Cho Jeong Yeon. Essentials of Radiology 2nd Edition. Fred A. Brant William E. Mettler Jr. Allison D. Rowling Susan E. Radiology Secrets 2nd Edition.hal. Elsevier Inc. Solomon Jeffrey A. hal. hal 199-205 16. USA: J Ultrasound Med. Ascher S.M. 2007. In: Grainger R. hal.88-93 17.Scott.K.13. 1999. Adam A. Friedenberg Jeffrey Scott. hal. Frei K.Diagnostic Imaging Ultrasound.J.958 15. Ovarian Teratomas Appearing as Solid Masses on Ultrasonography. Lippincott Williams & Wilkins: 2007.London: Churchill Livingstone Inc. Shin Sang Joon. Yeon Kyung Mo.3 18. Editor. In: Pretorius E. Hongkong:Amirys. Ahuja Anil T. Lee Dong Kyung. Helms Clyde A. Dixon A. Hricak H.G. Diagnostic Radiology – A Text Book of Medical Imaging 4 th Edition. USA: Elsevier Inc. Kim Seung Hyup.