Anda di halaman 1dari 17

PROPOSAL PENDIDIKAN KESEHATAN

KELUARGA BERENCANA
DI RSUD BUDHI ASIH LT 8 BARAT

DISUSUN OLEH:
ADI HAERIYA HAMDANI
HANA LIANDO
HAINUNATUS Z
WYDIA SYAMSOEDIN
ROBOT ANGELINA
WULANDARI
YUHAEMI
YUNI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINAJalan Raya Kalibata No. 25-30 Jakarta
13630
Telp. : (021) 80880882 8011777 Fax : (021) 80880883. E-mail : stikes@binawan-ihs.ac.id

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINAWAN


PROFESI NERS TAHUN 2015-2016
PROPOSAL
A. Sasaran Program
Sasaran pada penyuluhan dengan tema Pemberian Informasi Tentang Keluarga
Berencana dan Pengenalan Alat Kontrasepsi ini adalah pasien di ruang maternitas
lantai 8 Barat RSUD Budhi Asih.
B. WAKTU
Pelaksanaan penyuluhan pendidikan kesehatan dilaksanakan pada:
Hari/ Tanggal
: Kamis, 05 November 2015
Waktu
: Jam 10:00 WIB Selasai
Tempat
: Ruang Maternitas kamar 805 Lt 8 Barat
Rumah Sakit
: RSUD Budhi Asih

Karakateristik peserta:
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan pendidikan kesehatan tentang pengertian alat
kontrasepsi diharapkan peserta mampu memahami tentang pentingnya
penggunaan alat kontrasepsi atau keluarga berencana.
2. Tujuan Khusus
a. Peserta mampu memamahi tentang definisi Keluarga Berencana dan Alat
Kontrasepsi.
b. Peserta mampu menyebutkan jenis-jenis alat kontrasepsi.

c. Peserta mampu meyebutkan tujuan penggunaan alat kontrasepsi.


d. Peserta mampu memilih alat kontrasepsi yang diinginkan.
3. Materi Pendidikan Kesehatan
Terlampir
4. Uraian Tugas
Leader
Co.Leader
Sekretaris
Bendahara
Fasilitator
Presentator

: Widya Syamsoedin
: Robot Angelina
: Hana Liando
: Yuni
: Adi Haeriya Hamdani
Hainunatus Z
: Wulandari
Yuhaemi

5. Kegiatan Pendidikan Kesehatan


6. Waktu
1. 6 menit

2.

20 menit

Kegiatan role play model


Pembukaan

Kegiatan peserta
1.
Menjawab salam

1.

Memberikan salam

2.

2.

Menjelaskan tujuan pembelajaran

3.

Menyebutkan materi atau pokok bahasan


yang di sampaikan

mendengarkan dan
memperhatikan

Pelaksanaan materi

Menyimak dan

Pelaksanaan materi penyuluhan secara

memperhatikan

berurutan dan terartur


Materi
1.
2.
3.
4.

3.

10 menit

Pengertian alat kontrasepsi


Jenis-jenis alat kontrasepsi
Tujuan penggunaan alat kontrasepsi
Cara penggunaan alat kontrasepsi

Evaluasi :
1. Menyimpulkan isi penyuluhan
2. Menyampaikan secara singkat materi
penyuluhan
3. Memberi kesempatan kepada audience
untuk bertanya
4. Memberikan kesempatan kepada udience
untuk menjawab pertanyaan yang

Bertanya dan menjawab


pertanyaan

dilontarkan

4.

4 menit

Penutup
1. Menyimpulkan materi yang telah

Menjawab salam

disampaikan
2. Menyampaikan terima kasih atas waktu
yang telah diberikan oleh peserta
3. Mengucapkan salam
7. Metode pindidikan Kesehatan
a. Ceramah
b. Tanya jawab
8. Media Pendidikan Kesehatan
a. Lcd & Laptop
b. Leaflet
9. Evaluasi
10. Alokasi Waktu
Proses penyuluhan pendidikan kesehatan ini dilakukan kurang lebih 40-60 menit.
11. Buku Sumber
12. Lampiran materi

ALAT KONTRASEPSI

1. Pengertian alat kontrasepsi


Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan yang bersifat sementara ataupun
menetap.Kontasepsi ditujukan untuk wanita dengan tujuan agar tidak mempunyai anak lebih
dari 2 sesuai dengan program KB yang dicanangkan oleh pemerintah.
Keluarga berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai
kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan,
pengobatan kemandulan dan penjarangan kehamilan, atau salah satu
usaha untuk membantu keluarga termasuk individu merencanakan
kehidupan berkeluarga dengan baik sehingga dapat mencapai keluarga
berkualitas.
2. Jenis- jenis alat kontrasepsi
a. Kondom
Terbuat dari karet tipis elastis, serta berbentuk kantong.
Fungsinya menampungsperma agar tidak masuk ke dalam vagina. Tapi
tidak semua orang cocok dengan kondom, misalnya karena alergi karet. Banyak
juga yang pakai kondom tapi tetap hamil karena kondom yang digunakan bocor,
maklum bahannya sangat tipis.Fungsi kondom sebenarnya untuk menampung
sperma sehingga tidak masuk kedalam vagina. Perlindungan tersebut efektif 90
persen. Terlebih jika dipakai bersama dengan spermisida (pembunuh sperma).
Kondom harganya murah,mudah didapat, tidak perlu resep dokter, tidak perlu
pengawasan dan juga bisa mencegah penularan penyakit kelamin. Tapi tidak selalu
cocok terutama jika pemakai alergi terhadap bahan karet. Dan mungkin saja terjadi
kebocoran, karena bahannya yang sangat tipis.
- Cara kerja penggunaan kondom
Kondom menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara
mengemas sperma diujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga

sperma tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi wanita serta mencegah
resiko penularan PMS.

b. Kontrasepsi pil oral kombinasi


Kontrasepsi oral (pil KB) Pil KB mengandung hormon, baik dalam bentuk
kombinasi progestin dengan estrogen atau progestin saja.
Pil KB mencegah kehamilan dengan cara menghentikan ovulasi (pelepasan sel
telur oleh ovarium) dan menjaga kekentalan lendir servikal sehingga tidak dapat
dilalui oleh sperma. Tablet yang hanya mengandung progestin sering menyebabkan
perdarahan tidak teratur. Tablet ini hanya diberikan jika pemberian estrogen bisa
membahayakan, misalnya pada wanita yang sedang menyusui. Pil kombinasi ada
yang memiliki estrogen dosis rendah dan ada yang mengandung estrogen dosis
tinggi.
Estrogen dosis tinggi biasanya diberikan kepada wanita yang mengkonsumsi obat
tertentu (terutama obat epilepsi).
1.Sebelum mulai menggunakan pil KB,
dilakukan pemeriksaan fisik untuk meyakinkan bahwa tidak ada masalah
kesehatan yang bisa menimbulkan resiko.
Jika wanita tersebut atau keluarga dekatnya ada yang menderita diabetes atau
penyakit jantung, biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar
kolesterol dan gula darah. Jika kadar kolesterol atau gula darahnya tinggi, maka
diberikan pil KB dosis rendah.
3 bulan setelah pemakaian pil KB, dilakukan pemeriksaan ulang untuk mengetahui
adanya perubahan tekanan darah. Selanjutnya pemeriksaan dilakukan 1
kali/tahun.Pil KB sebaiknya tidak digunakan oleh:
a. Wanita yang merokok dan berusia diatas 35 tahun
b. Wanita penderita penyakit hati aktif atau tumor
c. Wanita yang memiliki kadar trigliserida tinggi
d. Wanita penderita tekanan darah tinggi yang tidak diobati
e. Wanita penderita diabetes yang disertai penyumbatan arteri
f. Wanita yang memiliki bekuan darah

g. Wanita yang tungkainya sedang digips


h. Wanita penderita penyakit jantung
I. Wanita yang pernah menderita stroke
j. Wanita yang pernah menderita penyakit kuning pada saat kehamilan
k. Wanita penderita kanker payudara atau kanker rahim.
Pengawasan harus dilakukan jika pil KB digunakan oleh:
a. Wanita yang mengalami depresi
b. Wanita yang sering mengalami sakit kepala migren
c. Wanita yang merokok tetapi berusia dibawah 35 tahun
d. Wanita yang pernah menderita hepatitis atau penyakit hari lainnya tetapi telah
sembuh total.
Pemakaian pil KB setelah kehamilan Resiko terbentuknya bekuan darah di
tungkai meningkat setelah kehamilan dan akan semakin meningkat jika wanita
tersebut memakai pil KB.Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu kurang dari
12 minggu setelah persalinan, maka pil KB bisa langsung digunakan. Jika
menstruasi terakhir terjadi dalam waktu 12-28 minggu, maka harus menunggu 1
minggu sebelum pil KB mulai digunakan, sedangkan jika menstruasi terakhir
terjadi dalam waktu lebih dari 28 minggu, harus menunggu 2 minggu sebelum pil
KB mulai digunakan.Wanita yang menyusui biasanya tidak mengalami ovulasi
sampai 10-12 minggu setelah persalinan, tetapi mereka bisa mengalami ovulasi dan
hamil sebelum terjadinya menstruasi pertama. Karena itu, ibu yang menyusui
sebaiknya menggunakan pil KB jika tidak ingin hamil. Pil kombinasi yang
diminum oleh ibu menyusui bisa mengurangi jumlah air susu dan kandungan zat
lemak serta protein dalam air susu. Hormon dari pil terdapat dalam air susu
sehingga bisa sampai ke bayi. Karena itu untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan
tablet yang hanya mengandung progestin, yang tidak mempengaruhi pembentukan
air susu. Pil KB yang diminum segera setelah terjadinya pembuahan atau pada
awal kehamilan (sebelum wanita tersebut mengetahui bahwa dia hamil) tidak akan
membahayakan janin.
Efek samping pil KB
a. Spotting
Sering terjadi pada tahun pertama pemakaian pil KB, jika tubuh telah
menyesuaikan diri dengan hormon biasanya perdarahan abnormal akan berhenti.

b. Beberapa bulan setelah berhenti menggunakan pil KB, mungkin tidak akan
terjadi menstruasi, tetapi obat ini tidak menyebabkan berkurangnya kesuburan
secara permanen.
c. Efek samping yang berhubungan dengan estrogen adalah mual, nyeri tekan pada
payudara, perut kembung, penahanan cairan, peningkatan tekanan darah dan
depresi.
d. Efek samping yang berhubungan dengan progestin adalah penambahan berat
badan, jerawat dan kecemasan.
Penambahan berat badan sebanyak 1,5-2,5 kg biasanya terjadi akibat penahanan
cairan dan mungkin karena meningkatnya nafsu makan.
e. Bekuan darah diperkirakan 3-4 kali lebih sering terjadi pada pemakaian pil KB
dosis tinggi.
Jika secara tiba-tiba timbul nyeri dada atau nyeri tungkai, pemakaian pil KB harus
segera dihentikan dan segera memeriksakan diri karena gejala tersebut mungkin
menunjukkan adanya bekuan darah di dalam vena tungkai dan kemungkinan
sedang menuju ke paru-paru.
Pil KB dan pembedahan menyebabkan meningkatnya resiko pembentukan bekuan
darah, sehingga 1 bulan sebelum menjalani pembedahan pemakaian pil harus
dihentikan dan baru mulai dipakai lagi 1 bulah setelah pembedahan.
f. Mual dan sakit kepala.
g. 1-2% wanita pemakai pil KB mengalami depresi dan kesulitan tidur.
h. Melasma (bercak-bercak berwarna gelap di wajah).
Jika terkena sinar matahari, bercak semakin gelap. Melasma akan menghilang
secara perlahan setelah pemakaian pil KB dihentikan.
I. Resiko terjadinya kanker leher rahim tampaknya meningkat, terutama jika pil KB
telah dipakai selama lebih dari 5 tahun. Karena itu wanita pemakai pil KB harus
rutin menjalani pemeriksaan Pap smear (minimal 1 kali/tahun).
Di lain fihak, wanita pemakai pil KB memiliki resiko kanker ovarium ataupun
kanker rahim yang lebih rendah.
Interaksi pil KB dengan obat lain
Pil KB tidak berpengaruh terhadap obat lain, tetapi obat lain (terutama obat
tidur dan antibiotik) bisa menyebabkan berkurangnya efektivitas dari pil KB.
Wanita pemakai pil KB bisa hamil jika secara terus menerus mengkonsumsi
antibiotik (misalnya rifampin, penisilin, ampisilin, tetrasiklin atau golongan

sulfa). Ketika mengkonsumsi antibiotik tersebut, selain pil KB sebaiknya ditambah


dengan menggunaka kontrasepsi penghalang (misalnya kondom atau
diafragma).Obat anti-kejang (fenitoin dan phenobarbital) bisa menyebabkan
meningkatkan perdarahan abnormal pada wanita pemakai pil KB.Untuk mengatasi
hal ini, kepada wanita penderita epilepsi yang mengkonsumsi anti-kejang perlu
diberikan pil KB dosis tinggi.
3. Kontrasepsi suntikan
(sejenis progestin) disuntikkan 1 kali/3 bulan ke dalam otot bokong atau lengan atas.
Suntikan ini sangat efektif tetapi bisa mengganggu siklus menstruasi. Sepertiga
pemakai KB suntik tidak mengalami menstruasi pada 3 bulan setelah suntikan pertama
dan sepertiga lainnya mengalami perdarahan tidak teratur dan spotting (bercak
perdarahan) selama lebih dari 11 hari setiap bulannya. Semakin lama suntikan KB
dipakai, maka lebih banyak wanita yang tidak mengalami menstruasi tetapi lebih
sedikit wanita yang mengalami perdarahan tidak teratur. Setelah 2 tahun memakai
suntikan KB, sekitar 70% wanita sama sekali tidak mengalami perdarahan.Jika
pemakaian suntikan KB dihentikan, siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi
dalam waktu 6 bulan-1 tahun.Efeknya berlangsung lama, sehingga kesuburan mungkin
baru kembali 1 tahun setelah suntikan dihentikan, tetapi Medroksiprogesteron
tidak menyebabkan kemandulan permanen.Suntikan KB bisa menyebabkan
penambahan berat badan yang sifatnya ringan. Setelah pemakaian dihentikan, bisa
terjadi osteoporosis yang bersifat sementara.Medroksiprogesteron tidak menyebabkan
meningkatnya resiko terhadap berbagai kanker (termasuk kanker payudara), tetapi
mengurangi resiko terjadinya kanker rahim.
Keuntungan memakai KB suntik:

Cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan dalam jangka

panjang dan kesuburan dapat pulih kembali


Tidak terpengaruh faktor lupa dari pemakai (tidak seperti memakai PIL KB)
Tidak mengganggu hubungan suami istri
Dapat dipakai segala umur pada masa reproduktif
Tidak mengganggu laktasi (menyusui), baik dari segi kuantitas maupun kualitas
Dapat dipakai segera setelah masa nifas
Meningkatkan kenyamanan hubungan suami-istri karena rasa aman terhadap risiko

kehamilan
Dapat dipakai segera setelah keguguran
Membantu mencegah terjadinya kehamilan di luar kandungan

Membantu mencegah kanker endometrium (rahim)


Membantu mencegah kejadian mioma uteri (tumor jinak rahim)
Mungkin dapat mencegah kanker indung telur (ovarium)
Mengurangi kejadian anemi kekurangan zat besi
Khusus untuk penderita epilepsi mengurangi kejadian kejang.

Kekurangan KB suntikan: Kekurangan KB Suntikan: Efek sampingya terhadap siklus


haid (menstruasi) sering tidak menyenangkan , namun tidak berbahaya dan bukan
tanda kelainan/penyakit ; perubahan pola haid biasanya pada tahun pertama pemakaian
yakni :
Perdarahan bercak , terjadi pada tahun pertama pemakaian
Jarang terjadi perdarahan yang banyak
Tidak dapat haid (sering setelah pemakaian berulang)
Sering menaikkan Berat Badan
Dapat menyebabkan (tidak pada semua akseptor) sakit kepala, nyeri payudara,
moodiness, jerawat, kurangnya libido seksual, rambut rontok.
Perlu suntikan ulangan teratur
Perlu follow up (kontrol/kunjungan berkala) untuk evaluasi Secara UMUM, kebanyakan
wanita boleh memakai KB suntik, meskipun:
1.

perokok berat

2.

menyusui

3.

gemuk atau kurus

4.

remaja

5.

baru keguguran

6.

Berpenyakit Tiroid

7.

Epilepsi

8.

TBC (bukan TBC kandungan)

9.

Varises ringan

10.

Hipertensi ringan

11. Siklus haid tidak teratur


12. Anemi kekurangan zat besi
4. Tujuan pengunaan alat kontrasepsi
Kontrsepsi dapat dilakukan tanpa menggunakan alat, secara mekanis, menggunakan
obat/alat, atau dengan cara operasi. Pemilihan jenis kontrasepsi didasarkan pada tujuan
penggunaan kontrsepsi, yaitu: Menunda kehamilan. Pasangan dengan istri berusia dibawah
20 tahun dianjurkan menunda kehamilannya.
Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan :
a. Reversibilitas yang tinggi karena akseptor belum mempunyai anak.
b. Efektivitas yang relative tinggi, penting karena dapat menyebabkan kehamilan resiko
tinggi.
c. Kontrasepsi yang sesuai pil, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) mini, cara sederhana.
Alasan :
- Usia di bawah 20 tahun adalah usia dimana sebaiknya tidak mempunyai anak terlebih
dahulu.
- Prioritas penggunaan kontrasepsi pil oral karena peserta masih muda.
- Penggunaan kondom kurang menguntungkan karena pasangan muda masih sering
berhubungan (frekuensi tinggi) sehingga akan mempunyai angka kegagalan yang tinggi
- Penggunaan AKDR mini bagi yang belum mempunyai anak dapat dianjurkan, terutama
pada akseptor dengan kontraindikasi terhadap pil oral.
. Menjarangkan kehamilan (mengatur kesuburan). Masa saat istri berusia 20-30 tahun adalah
yang paling baik untuk melahirkan 2 anak dengan jarak kelahiran 3-4 tahun.
Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan :
a. Reversibilitas cukup tinggi.
b. Efektifitas cukup tinggi kerena akseptor masih mengharapkan mempunyi anak.
c. Dapat dipakai 3-4 tahun.
d. Tidak menghambat produksi air susu ibu (ASI).

Kontrasepsi yang sesuai : AKDR, pil, suntik, cara sederhana, susuk KB, kontrasepsi mantap
(kontap).
Alasan :
- Usia 20-30 tahun merupakan usia terbaik untuk mengandung dan melahirkan.
- Segera setelah anak lahir, dianjurkan untuk menggunakan AKDR sebagai pilihan utama.
- Kegagalan yang menyebabkan kehamilan cukup tinggi namun tidak/kurang berbahaya
karena akseptor bareda pada usia yang baik untuk mengandung dan melahirkan.
Mengakhiri kesuburan (tidak ingin hamil lagi). Saat usia diatas 30 tahun, dianjurkan untuk
mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak.
Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan :
a. Efektifitas sangat tinggi karena kegagalan dapat menyebabkan kehamilan dengan resiko
tinggi bagi ibu dan anak.
b. Reversibilitas rendah.
c. Dapat dipakai untuk jangka panjang.
d. Tidak menambah kelainan yang sudah ada.
Kontrasepsi yang sesuai : kontrasepsi mantap (tubektomi/vasektomi), susuk KB, AKDR
suntikan, pil dan cara sederhana.
Alasan :
a. Ibu dengan usia diatas 30 tahun dianjurkan tidak hamil lagi atau tidak punya anak lagi
karena alasan medis.
b. Pilihan utama adalah kontrasepsi mantap.
c. Pada kondisi darurat, kontap cocok dipakai dan relatif baik dibandingkan dengan susuk KB
atau AKDR.
d. Pil kurang dianjurkan karena usia ibu relatif tua dan mempunyai kemungkinan timbulnya
efek samping dan komplikasi.

5. Cara Penggunaan Alat Kontrasepsi


1. Kontrasepsi Alamiah
Pantang berkala
Prinsip system ini ialah tidak melakukan sanggama pada masa subur. Ovulasi terjadi 14+ -2
hari sebelum hari pertama haid yang akan datang. Ovum mempunyai kemampuan untuk
dibuahai dalam 24 jam setelah evulusi. Yang disebut masa subur atau fase ovulasi terjadi
mulai 48 jam sebelum ovulasi hingga 24 jam setelah ovulasi. Karena itu, jika konsepsi ingin

dicegah, sanggama harus dihindarkan sekurang-kurangnya 3 hari (72 jam), yaitu 48 jam
sebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi terjadi.Untuk menetapkan saat ovulasi, metode
yang dianjurkan ialah sebagai berikut :
a. Metode Lendir Serviks
Dalam metode ini dilakukan penilaian lender serviks. Sifat cairan vagina bervariasi selama
siklus haid. Lendir di vagina diperiksa dengan cara memasukkan jari tangan klien sendiri
kedalam vagina dan mencatat bagaimana lender itu dirasakan setiap hari.
Cara kerja :
Dimulai dari hari pertama setelah haid berakhir, klien harus mencatat pola lendimnya terus
menerus sampai 8-10 hari setelah hari terakhir dengan lendir yang licin dan basa, atau hari
puncak (peak day). Hari puncak menunjukkan bahwa ovulasi telah dekat atau bahkan sering
terjadi, dan pencatatan harus diteruskan sampai ia yakin bahwa ia tidak subur lagi. Ia harus
terus mencatatat pola lendimnya setiap siklus sampai ia terbiasa memeriksa dan menilai pola
lendirnya yang dapat memakan waktu beberapa bulan. Setelah terbiasa dengan hal ini, klien
tidak perlu lagi memeriksa lendimnya setiap hari siklus haidnya ; ia dapat berhenti setelah
menjalankan Aturan Hari Puncak (Peak Day Rule) karena ia telah mencapai masa tidak subur.
Karena lendir mungkin berubah sepanjang hari, yang terbaik adalah mencatatnya pada malah
hari dan selalu mencatat lendir yang dirasakan paling subur pada hari itu.
b. Metode Suhu Tubuh Basal
Cara kerja :
Hormone progesterone, yang disekresi korpus luteum setelah ovulasi bersifat termogenik atau
memproduksi panas. Ia dapat menaikkan suhu tubuh 0,05osampai 0,2oC (0,4o sampai IoF) dan
mempertahankannya pada tingkat ini sampai saat haid berikutnya. Peningkatan suhu tubuh ini
disebut sebagai peningkatan termal dan ini merupakan dasar dari Metode Suhu Tubuh Basal
(STB). Siklus ovulasi dapat dikenali dari catatan suhu tubuh.
2. Kontrasepsi Barier
Kondom
Kondom adalah selaput karet yang dipasang pada penis selama hubungan seksual. Kondom
terbuat dari karet sintetis tipis, berbentuk silindris, dengan muaranya bepinggir tebal, bila
digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti putting susu. Kondom juga
membantu pencegahan penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk AIDS.
Intruksi pemakaian :
- Kondom digunakan pada penis yang ereksi sebelum penis masuk ke vagina.

- Jika kondom tak ada penampung di ujungnya, sisakan 1-2 cm di ujung kondom untuk
menampung ejakulat.
- Lepaskan kondom sebelum penis selesai ereksi, pegang kondom pada pangkalnya dengan
jari untuk mencegah sperma tumpah atau merembes.
- Tiap kondom hanya sekali pakai dan langsung dibuang
- Jangan menyimpan kondom di tempat panas, serta jangan memakan minyak
baby oil atau jelly minyak untuk pelicin kondom, karena akan

goreng,

menyebabkan kerusakan

kondom
3. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR), Intra Uterine Device (IUD)
Mekanisme kerja
Sampai saat ini mekanisme kerja AKDR belum diketahui secara pasti. Pendapat terbanyak
mengatakan AKDR menimbulkan reaksi radang endometrium dengan sebutan leukosit yang
dapat menghancurkan blastoksita atau sperma. AKDR yang mengandung tembaga (Cu) juga
menghambat kasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali, memblok bersatunya sperma dan
ovum, mengurangi jumlah sperma yang mencapai tuba falopii, dan menginaktifkan sperma.
AKDR yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lendir serviks hingga menghalangi
pergerakan sperma.
4. Kontasepsi Hormonal
Macam-macam kontrasepsi hormonal
a. Pil
Ada tiga macam pil kontrasepsi, yaitu minipil, pil kombinasi, dan pil pascasanggama
(morning after pill). Yang umum digunakan ialah pil kombinasi antara estrogen dan
progesterone. Minipil yang hanya mengandung progestin dosis rendah biasanya diberikan
pada ibu yang menyusui (hingga kira-kira 9 bulan setelah melahirkan),
Cara menggunakan pil kombinasi
Pil yang berjumlah 21-22 diminum mulai hari ke-5 haid tiap hari 1 pil terus menerus atau
sesuai hari di dalam bungkus. Sebaiknya pil diminum dalam waktu yang kurang lebih sama
tiap harinya, misalnya malam sebelum tidur. Beberapa hari setelah minum pil dihentikan,
biasanya terjadi withdrawal bleeding, lalu pil bungkus ke-2 diminum mulai hari ke-5
perdarahan tersebut. Jika tidak terjadi withdrawal bleeding, pil bungkus ke-2 diminum mulai
7 hari setelah pil bungkus pertama habis. Sedangkan pil yang berjumlah 28 diminum terus
menerus tiap malam. Tujuh pil terakhir mengandung zat besi atau gula.
b. Suntik

Saat ini terdapat 2 macam kontrasepsi suntikan, yaitu golongan progestin dan golongan
progestin dengan campuran estrogen propionate. Suntikan diberikan mulai hari ke-3 sampai
ke-5
pascapersalinan, segera setelah keguguran, atau pada interval lima hari pertama haid.
Hormone disuntikkan secara intramuskuler dalam didaerah gluterus maksimus atau deltoid.
Selanjutnya suntikan Cyclofem diberikan tiap bulan, Noristerat tiap 2 bulan, dan Depo
Provera tiap 3 bulan sekali.
c. Susuk KB/Implan
Cara kerja
Menghambat terjadinya ovulasi
Menyebabkan endometrium/selaput lendir tidak siap untuk nedasi/menerima pembuahan
Mempertebal lendir serviks/rahim.
Menipiskan lapisanendometrium/selaput lendir
d. Susuk norplan
Cara kerja :
Klien diminta mencuci lengan kirinya secara bersih dengan sabun sementara peralatan
dipersiapkan.
Klien diminta berbaring dan dilakukan konseling intuk memantapkan dan menjelaskan apa
yang akan dilakukan, juaga apakah menderita alergi.
Cari daerah dilengan kiri yang tidak ada vena dan lembut 8 cm dari lipat siku, dan titik
sesuai/seperti kipas atau sesuai model mack dengan spidol.
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir kemudian keringkan dengan handuk bersih dan
kering. Kenakan sarung tangan steril, bila diberi bedak maka hapus bedak dengan kasa yang
telah dicelup dalam air steril.
Lakukan antisepsis dengan kasa yang dibasahi betadin dengan gerakan melingkar ke arah
luar 2-3 kali seluas 8-13 cm. pasang duk steril
Suntikan anestesi infiltrasi 0,4 ml tepat dibawa kulit pada tempat insisi yang telah
ditentukan sampai insisi sedikit menggelembung. Teruskan suntikan ke lapisan dibawa kulit
kurang lebih 4 cm dan masukkan anestesi antara garis 1-2, 3-4, 5-6 masing-masing 1 ml
sambil ditarik keluar, kemudian di-massase, uji efek anestesinya sebelum melakukan insisi
dengan skapel.
Buat insisi dangkal dengan skapel selebar 2 mm. Masukkan trokar dan pendorongnya
melalui tempat insisi dengan sudut 45osambil mengungkit kulit, sampai garis batas pertama
trokar tepat berada di luka insisi.

Pendorong dikeluarkan dan diletakkan di tempat steril. Angkat tabung dengan jari telunjuk
kanan.
Tangkap tabung dengan tangan kiri dalam posisi menadah dengan rapat. Masukkan kapsul
implantpertama dalam trokar.masukkan pendorong dan dorong sampai terasa ada tahanan.
Lepaskan kedua tangan , periksa kelurusan posisi trokar dan periksa tahanan pada
pendorong dengan mendorong dari luar.
Tahan pendorong di tenpatnya dengan satu tangan, dan tarik keluar trokar sampai mencapai
pegangan pendorong, dorong 3 kali.
Tarik trokar dan pendorongnya secara bersamaan sampai batas tanda ke dua (pada ujung
trokar) terlihat pada luka insisi.jangan sampai trokar keluar dari luka insisi
Tahan kapsul yang telah terpasang dengan 1 jari dan masukkan kembali trokar serta
pendorong ke arah kanan lalu ke kiri ke tujuan berikutnya.
Bila telah dipasang semua, periksa seluruh kapsul dari atas dan bawah (ingat-ingat, karena
akan digambar dalam status ). Pastikan tidak berada didekat luka insisi. Keluarkan trokar
dengan hati-hati.
Tutup dan tekan luka bekas insisi dengan kasa, lepaskan duk. Bersihkan coretan spidol dan
sekitar dengan kapas alcohol. Tarik kulit sekitar insisi agar luka tertutup dengan rapi
kemudian tutup dengan plester. Tutup dengan kasa diatasnya lalu balut sekitar lengan dengan
perban.
Setelah selesai, pasien diperbolehkan turun dan dinasihati untuk tidak terkena air sampai
perban dilepas (3 hari kemudian), bila ada keluhan diminta secepatnya datang kembali,
jangan berhubungan dengan suami dulu selama 3 hari, control seminggu lagi, dan diminta
menunggu dulu 10-15 menit diruang tunggu. Bila tidak ada keluhan, pasien boleh pulang.
e. Susuk implanon
Cara insersi implanon :
Bersihkan daerah suntikan dengan antiseptik. Lepaskan inserter steril sekali pakai dari
pembungkus aluminium, lalu lepaskan penutup jarum.
Masukkan jarum di bawah kulit di bagian dalam dan lengan atas (yang tidak dominan
sampai dengan batas sempit).
Lepaskan pengikat topangan pendorong suntikan dengan semprit sambil mempertahankan
inserter dengan tangan yang lain.
Putar pendorong suntikan 1800. Pertahankan pendorong suntikan di tempat dengan
menekannya pada lengan dan tarik semprit dengan tangan yang lain untuk melepaskan susuk.
Aplikasikan kasa steril dan balut tekan yang dipertahankan selama 3 hari.