Anda di halaman 1dari 2

5.

Algor mortis
Merupakan penurunan suhu tubuh setelah terjadinya kematian yang merupakan hasil dari
equilibrasi tubuh dengan suhu lingkungan. Penurunan suhu tubuh terjadi karena proses
pemindahan panas dari suatu benda ke benda yang lebih dingin, melalui cara radiasi, konduksi,
evaporasi dan konveksi.
Radiasi biasanya tidak terlalu berpengaruh, tetapi evaporasi bisa menjadi hal yang paling
berpengaruh.
Kecepatan dari proses penurunan suhu tubuh setelah kematian dipengaruhi oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Berat badan yang berhubungan dengan area permukaan
Gradient temperature antara core temperatur dari penurunan dan suhu lingkungan.
Jenis kelamin
Kondisi lingkungan dan perantara yang ada di sekitar
Permukaan insulasi tubuh dari pakaian atau sesuatu yang menutupi seperti selimut
Pakaian basah
Postur tubuh

Setelah terjadinya kematian, suhu tubuh akan relative konstan yang disebut dengan
“postmortem temperature plateu” . pada cuaca yang moderate sampai dingin, temperature
plateu terakhir sekitar 1 sampai 3 jam dan terakhir diikuti linear rate sekitar 0,5 sampai 1,5
℃ per jam untuk 10 sampai 16 jam selanjutnya. Kemudian suhu tubuh mendekati suhu
lingkungan , dan suhu tubuh akan terus menurun tiap jamnya.
Criminal aspect
Metode temperatur berdasarkan nomogram untuk estimasi waktu sejak kematian digunakan
dengan menilai rectal temperature, dan mean ambient temperature pada saat terjadinya
kematian, determinasi berat badan dan penggunaan faktor korektif empiris.
6. Autolysis
Merupakan “self-digestion” dari jaringan yang merupakan hasil dari pemecahan fungsi
sel postmortem. Setelah kematian, ketika suplai oksigen berhenti dan pH sitoplasmatik menurun,
hasilnya akan mengakibatkan kehilangan integritas sel membrane. Sebagai akibatnya, lisosom
dan enzim digestif nya (hidrolase) akan keluar dari sel. Lisosom terdapat di berbagai organ,
seperti pancreas, ginjal, paru-paru.
Autolysis berkembang cepat pada suhu lingkungan yang hangat dan panas dibandingkan pada
keadaan suhu dingin.
Pada saat pemeriksaan luar tubuh, tanda pertama yang timbul dari autolysis adalah adanya
keputihan, penampakan berkabut pada kornea.
Saat autopsy, perubahan autolysis bermanifestasi dengan adanya konsistensi “seperti adonan”
pada parenkim pancreas dengan adanya kehilangan normal arsitektrur makroskopik pada bagian
permukaannya. Pada parenkim paru terdiri dari penignkatan jumlah makrofag . Pada paru-paru

Yang paling menonjol temuan pada pemeriksaan luar adalah skin slippage dengan adanya kecoklatan sampai kehitaman pada bagian dasar jaringan. hemolysis dari serum darah akan terjadi.sekresi mucus akan terhenti setelah terjadinya kematian. Berdasarkan definisi. Tampakan muddy yang menunjukkan “imbibition” yang merupakan hasil dari hemolitik diskolorisasi dari lapisan dalam pembuluh. autolysis merupakan hasil alami dari aktifitas endogen enzim. Intima dari arteri yng lebih besar dan lebih kecil akan menjadi berwarna kemerahan sampai coklat terang. 7. yang mengacu pada kelahiran bayi . Jika celah amnion sudah terbuka. Sebagai hasil dari Membrane eritrosit yang pecah. Maserasi Maserasi adalah autolysis steril pada unborn fetus yang telah mati di uterus yang disertai dengan amniotic cavity.