Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH PERIBADI

BLOK 10
SEMESTER 3
MEKANISME DAN STRUKTUR SISTEM URINARIA

FARAH WAHEEDA BINTI PATUL MUIN
10- 2011- 428

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA (UKRIDA)
Alamat korespondensi : Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna utara, No 6, Jakarta 11510
farah_waheeda@hotmail.com
Pendahuluan
1

Setiap hari tubuh kita memerlukan air dalam kadar yang mencukupi
untuk meneruskan aktivitas seharian. Namun perlunya diketahui bahawa
sejumlah air dan sisa makanan

yang berlebihan dalam tubuh kita harus

disingkirkan . Air yang disingkirkan melalui urine diproses terlebih dahulu
oleh organ ginjal sebelum dieksresikan dari tubuh badan. Ginjal merupakan
organ yang berfungsi mencuci dan menyaring darah supaya berada dalam
keadaan yang normal dimana bahan-bahan yang bermanfaat digunakan
semula manakala bahan yang bersifat toksik disingkirkan.

Keringat juga

merupakan inisiatif tubuh kita untuk menyingkirkan air.
Proses yang dilalui ginjal itu amat unik sekali karena ia menjalani
proses penyaringan, penyerapan semula, dan sekresi dalam suatu unit
fungsional yang dikenali sebagai nefron. Bahan-bahan yang bermanfaat
seperti glukosa, asam amino, air, elektrolit dan vitamin diserap semula untuk
digunakan untuk memberikan energi kepada tubuh untuk melakukan
berbagai aktivitas. Seperti menggerakkan otot-otot, berkemih, makan dan
fungsi ginjal itu sendiri juga memerlukan energy. Bahan- bahan seperti urea,
air yang berlebihan, NaCl, zat organic dan zat- zat anorganik disingkirkan
karena penumpukan bahan-bahan yang disifatkan toksik ini akan membawa
keburukan kepada tubuh.

Isi Perbahasan
1. Struktur Makroskopik Alat-alat Saluran Kemih
Alat-alat saluran kemih atau organa urinalia(excretion) terdiri daripada
organ ginjal (ren), ureter, vesika urinaria dan urethra. Kesinambungan fungsi
dan kerja alat-alat ini membolehkan urin dibuang daripada badan.
1.1

Ginjal

2

renalis kanan lebih panjang daripada A. Ketiga. Di antara pyramis-pyramis terdapat columna renalis (Bertini) dan beberapa calyx minor ( 2 – 4 ) membentuk calyx major dan beberapa calyx major menjadi pyelum = pelvis renis. karena harus menyilang vena cava inferior di 3 . tempat tembusnya berupa ayakan yaitu area cribriformis. Manakala papilla renalis menonjol ke dalam calix minor. Lapisan yang kedua adalah capsula fibrosa yang melekat pada ginjal dan hanya menyelubunginya dan glandula supra renalis tidak termasuk serta mudah dikupas. Perdarahan ginjal merupakan cabang daripada aorta abdominalis setinggi vertebra lumbar 1-2 yang mana arteri A.Ginjal (ren) terletak di retro peritoneal dan terdapat disebelah kiri dan kanan dari columna vertebralis. Seterusnya adalah papilla renalis sesuai ujung ginjal yang berbentuk limas terbalik yaitu pyramid renalis (malphigi). Ren sebelah kanan terletak di iga 12 pada lumbar 3-4 yang mana lebih rendah daripada yang disebelah kiri yaitu pada iga 11 lumbar 2-3. pada bahagian depannya adalah fascia prerenalis dan belakang fascia retro renalis. Ginjal dibungkus oleh beberapa lapisan yaitu pertama adalah fascia renalis yang terletak diluar capsula fibrosa dan terdiri dari dua lembar. kemudian disalurkan ke dalam medulla. Di glomerolus. saluran-saluran tersebut akan bermuara pada papilla renalis. kemudian menjadi ureter . Saluran-saluran yang menembus papilla adalah ductuli papillares (Bellini). Kedua lembar fascia ini bersatu pada bahagian cranial dan terpisah pada bahagian caudalnya dan karena itu sering terjadinya ascending infection. darah disaring menjadi filtrat. capsula adiposa yang membungkus ginjal dan glandula supra renalis serta mengandung banyak lemak. Bagian ginjal yang seterusnya adalah cortex renis yang terdiri daripada glomerolus dan pembuluh darah. Dibahagian depannya lebih tipis dan bahagian belakangnya lebih tebal. renalis kiri.

Pada pars abdominalis ureteris jalannya ureter pada lelaki maupun perempuan adalah sama manakala pada pars pelvina ureteris jalannya ureter lelaki berbeda sama perempuan karena terdapatnya alat-alat kelamin yang berbeda. Arteri renalis bercabang menjadi arteri segmentalis dan kemudian bercabang lagi berjalan diantara lobus ginjal yaitu arteri interlobaris.Terdapat tiga tempat penyempitan pada ureter yaitu uretero.1 1. Pada perbatasan antara medulla dan cortex.2 Ureter Ureter merupakan bahagian lanjutan daripada pelvis renis yang menuju ke distal dan bermuara ke dalam vesika urinaria dan terbagi menjadi dua bahagian yaitu pars abdominalis dan pars pelvina. Pembuluh balik daripada vena interlobularis akan berkumpul di vena arcuata dan seterusnya di vena interlobaris. arteri interlobaris bercabang menjadi arteri arcuata.Lumbar 2 melalui neuron-neuron simpatis.3 Vesika Urinaria Vesika urinaria merupakan kandung kemih yang berfungsi sebagai reservoir urine dan terletak dibelakang os pubis. 1. Apabila vesika urinaria kosong seluruhnya terletak dalam rongga panggul dibelakang os pubis dan 4 . Arteri arcuata itu nanti mempercabangkan arteri interlobularis yang berjalan sehingga ke hujung ginjal yang nantinya akan mempercabangkan vasa afferent di glomerolus. tempat penyilangan ureter dengan vassa iliaca ataupun flexura marginalis dan muara ureter ke dalam vesica urinaria.belakangnya. Vena interlobaris ini akan bermuara ke dalam pembuluh yang lebih besar yaitu vena renalis dan akhirnya ke dalam vena cava inferior yang akan menghantar darah ke jantung untuk dipompakan kembali.pelvic junction. Persarafan ureter adalah plexus hypogastricus inferior columna vertebralis thoracalis 11.

1. corpus dan fundus.1. Ia terdiri daripada beberapa bagian yaitu apex. Pada anak-anak terletak diatas pintu atas panggul berbatasan dengan dinding perut setelah dewasa rongga panggul membesar dan kandung kemih masuk ke dalamnya. Lapisan otot vesika urinaria terdiri daripada muskulus detrusor yang terdapat pada bagian dalam dan dapat mengeluarkan isi vesika urinaria. Lapisan mukosanya berlipat-lipat dan apabila penuh lapisan yang sangat halus ini akan menyebabkan lipatannya hilang. Terdapat beberapa perbedaan uretra pada pria dan wanita. Vesika urinaria berbentuk telur atau ovoid apabila penuh dan berbentuk limas terbalik apabila kosong. pria memiliki dua otot sphincter yaitu m.5 cm. Selain itu. Trigonum vesika Liutaudi dibentuk oleh orifisium ureteris kanan dan kiri dan orifisium urethra interna. Terdapat juga muskulus trigonal yang terdapat dalam segitiga Liutaudi dan ikut membentuk uvula serta membuka orifisium urethra interna. sedangkan uretra pada wanita panjangnya sekitar 3.5 5 .4 Uretra Uretra merupakan saluran yang membawa urine keluar dari vesica urinaria menuju lingkungan luar.apabila penuh terisi ia akan berada di region hypogastrica.sphincter interna (otot polos terusan dari m. Uretra pada pria memiliki panjang sekitar 20 cm dan juga berfungsi sebagai organ seksual (berhubungan dengan kelenjar prostat). bersifat volunter). Seterusnya adalah muskulus spincter vesica yang berfungsi menahan urine dalam vesika urinaria. sedangkan pada wanita hanya memiliki m.sphincter externa (di uretra pars membranosa.sphincter externa (distal inferior dari kandung kemih dan bersifat volunter).detrusor dan bersifat involunter) dan m.

merupakan bagian uretra paling panjang. pars prostatika. spchinter urethrae yang bersifat volunter di bawah kendali somatis.1 2.Pada pria.sphincter urethrae eksternal yang berada di bawah kendali volunter (somatis). uretra pada wanita tidak memiliki fungsi reproduktif.1 Ginjal Secara histologi ginjal terbungkus dalam kapsul atau simpai jaringan lemak dan simpai jaringan ikat kolagen. Bagian ini dilapisi oleh korpus spongiosum di bagian luarnya. sphincter urethrae internal yang berlanjut dengan kapsul kelenjar prostat. Organ ini terdiri atas bagian korteks dan medula yang satu sama lain tidak dibatasi oleh jaringan pembatas khusus. Pars prostatika (3-4 cm). Pars membranosa (12-19 mm). ada bagian medula yang masuk ke korteks dan ada bagian korteks 6 .5 cm) dibanding uretra pada pria. membentang dari pars membranosa sampai orifisium di ujung kelenjar penis. namun tidak seperti uretra pria. Diliputi otot polos dan di luarnya oleh m. Terdapat m. uretra dapat dibagi atas pars pre-prostatika. Setelah melewati diafragma urogenital. merupakan bagian yang melewati/menembus kelenjar prostat. Bagian ini disuplai oleh persarafan simpatis. merupakan bagian yang terpendek dan tersempit. pars membranosa dan pars spongiosa. Bagian ini menghubungkan dari prostat menuju bulbus penis melintasi diafragma urogenital. Bagian ini dapat lebih dapat berdilatasi/melebar dibanding bagian lainnya. uretra akan bermuara pada orifisiumnya di antara klitoris dan vagina (vagina opening). Pars pre-prostatika dikelilingi otot m. merupakan bagian dari collum vesicae dan aspek superior kelenjar prostat. Pars spongiosa (15 cm).5 cm). Pars pre-prostatika (1-1. Sedangkan uretra pada wanita berukuran lebih pendek (3. Struktur Mikroskopis Alat-alat Saluran Kemih 2.

8 Glomerulus merupakan bangunan yang berbentuk khas. bagian tipis ansa Henle.8 7 .2 Korpus Malphigi Korpus Malphigi terdiri atas 2 macam bangunan yaitu kapsul Bowman dan glomerulus. Dari ruang ini cairan ultra filtrasi akan masuk ke dalam tubulus kontortus proksimal. Di sebelah luar terdapat ruang Bowman yang akan menampung cairan ultra filtrasi dan meneruskannya ke tubulus kontortus proksimal. Bangunan-bangunan (Gb-3) yang terdapat pada korteks dan medula ginjal adalah korteks ginjal terdiri atas beberapa bangunan yaitu korpus Malphigi terdiri atas kapsula Bowman (bangunan berbentuk cangkir) dan glomerulus (jumbai /gulungan kapiler) dan bagian sistim tubulus yaitu tubulus kontortus proksimalis dan tubulus kontortus distal. Glomerulus merupakan gulungan pembuluh kapiler. Dinding sebelah luar disebut lapis parietal (pars parietal) sedangkan dinding dalam disebut lapis viseral (pars viseralis) yang melekat erat pada jumbai glomerulus. Ruang ini dibungkus oleh epitel pars parietal kapsul Bowman. duktus ekskretorius (duktus koligens) dan duktus papilaris Bellini. Ruang diantara ke dua lapisan ini sebut ruang Bowman yang berisi cairan ultrafiltrasi. Medula ginjal terdiri atas beberapa bangunan yang merupakan bagian sistim tubulus yaitu pars descendens dan descendens ansa Henle.yang masuk ke medula. Bagian ini diinvaginasi oleh jumbai kapiler (glomerulus) sampai mendapatkan bentuk seperti cangkir yang berdinding ganda. Kapsul Bowman sebenarnya merupakan pelebaran ujung proksimal saluran keluar ginjal (nefron) yang dibatasi epitel.2 2. Glomerulus ini akan diliputi oleh epitel pars viseralis kapsul Bowman. bundar dengan warna yang lebih tua daripada sekitarnya karena sel-selnya tersusun lebih padat.

yang berupa sebuah arteriol. Angiotensin II akan mempengaruhi korteks adrenal (kelenjar anak ginjal) untuk melepaskan hormon aldosteron. Renin akan mengubah angiotensinogen (suatu peptida yang dihasilkan oleh hati) menjadi angiotensin I. Sel-sel yuksta glomerular (Gb-6) di sisi luar akan berhimpitan dengan sel-sel makula densa. Pada bagian ini sel dinding 8 . klorida dan air. Kutub ini disebut kutub vaskular. Sel podosit ini dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Arteriol yang masuk disebut vasa aferen yang kemudian bercabang-cabang lagi menjadi sejumlah kapiler yang bergelung-gelung membentuk kapiler. Hormon ini akan meningkatkan reabsorpsi natrium dan klorida termasuk juga air di tubulus ginjal terutama di tubulus kontortus distal dan mengakibatkan bertambahnya volume plasma. suatu enzim yang diperlukan dalam mengontrol tekanan darah. Kapiler-kapiler ini kemudian bergabung lagi membentuk arteriol yang selanjutnya keluar dari glomerulus dan disebut vasa eferen. Sel-sel ini dikenal sebagai sel yuksta glomerular.Kapsul Bowman lapis parietal pada satu kutub bertautan dengan tubulus kontortus proksimal yang membentuk kutub tubular.3 Aparatus Yuksta-Glomerular Sel-sel otot polos dinding vasa aferent di dekat glomerulus berubah sifatnya menjadi sel epiteloid. yang merupakan epitel dinding tubulus kontortus distal yang berjalan berhimpitan dengan kutub vaskular.3 2. Di samping itu angiotensin II juga bersifat vasokonstriktor yaitu menyebabkan kontriksinya dinding pembuluh darah. Angiotensin II juga dapat bekerja langsung pada sel-sel tubulus ginjal untuk meningkatkan reabsopsi natrium. Selanjutnya angiotensin I ini akan diubah menjadi angiotensin II oleh ensim angiotensin converting enzyme (ACE) (dihasilkan oleh paru). sedangkan pada kutub yang berlawanan bertautan dengan arteriol yang masuk dan keluar dari glomerulus. Pembuluh kapiler ini diliputi oleh sel-sel khusus yang disebut sel podosit yang merupakan simpai Bowman lapis viseral. Sel-sel ini tampak terang dan di dalam sitoplasmanya terdapat granula yang mengandung enzim renin.

tubulus tersusun lebih padat daripada bagian lain. Di antara aparatus yuksta glomerular dan tempat keluarnya vasa eferen glomerulus terdapat kelompokan sel kecil-kecil yang terang (Gb-6) disebut sel mesangial ekstraglomerular atau sel polkisen (bantalan) atau sel lacis. Sel-sel makula densa ini sensitif terhadap perubahan konsentrasi ion natrium dalam cairan di tubulus kontortus distal. biru dan biasanya terletak agak berjauhan satu sama lain. Sel-sel mesangial ekstraglomerular di duga berperan dalam penerusan sinyal di makula densa ke sel-sel yuksta glomerular. tetapi diduga sel-sel ini berperan dalam mekanisma umpan balik tubuloglomerular. Fungsi sel-sel ini masih belum jelas.4 Tubulus Kontortus Proksimal Tubulus kontortus proksimal berjalan berkelok-kelok dan berakhir sebagai saluran yang lurus di medula ginjal (pars desendens Ansa Henle). Permukaan sel yang menghadap ke lumen mempunyai paras sikat (brush border). Dindingnya disusun oleh selapis sel kuboid dengan batas-batas yang sukar dilihat. Penurunan tekanan darah sistemik akan menyebabkan menurunnya produksi filtrat glomerulus yang berakibat menurunnya konsentrasi ion natrium di dalam cairan tubulus kontortus distal. bundar. Sitoplasmanya bewarna asidofili (kemerahan). Selain itu sel-sel ini menghasilkan hormon eritropoetin. Inti sel bulat.2-3 2. yaitu suatu hormon yang akan merangsang sintesa sel-sel darah merah (eritrosit) di sumsum tulang. Sel makula densa dan yuksta glomerular bersama-sama membentuk aparatus yuksta-glomerular. Perubahan konsentrasi ion natrium pada makula densa akan memberi sinyal yang secara langsung mengontrol aliran darah glomerular. Menurunnya konsentrasi ion natrium dalam cairan tubulus kontortus distal akan merangsang sel-sel makula densa (berfungsi sebagai osmoreseptor) untuk memberikan sinyal kepada sel-sel yuksta glomerulus agar mengeluarkan renin. Tubulus ini terletak di korteks ginjal. 9 .

asam amino dan protein seperti bikarbonat. selnya lebih tinggi dan lebih pucat. sedikit lebih tebal sehingga sitoplasmanya lebih jelas terlihat.7 Duktus koligen Saluran ini terletak di dalam medula dan mempunyai gambaran mirip tubulus kontortus distal tetapi dinding sel epitelnya jauh lebih jelas. Selain itu lumennya tampak kosong. banyak dan rapat sehingga papil tampak seperti sebuah tapisan (area 10 . 2. 2. Fungsi ansa henle adalah untuk memekatkan atau mengencerkan urin. akan diresorpsi. Glukosa. tetapi epitelnya sekalipun hanya terdiri atas selapis sel gepeng. Ansa henle terletak di medula ginjal. Duktus koligen tidak termasuk ke dalam nefron. 2. Inti sel bundar dan bewarna biru. Di bagian medula yang lebih ke tengah beberapa duktus koligen akan bersatu membentuk duktus yang lebih besar yang bermuara ke apeks papila. Sitoplasma sel bewarna basofil (kebiruan) dan permukaan sel yang mengahadap lumen tidak mempunyai paras sikat.5 Ansa Henle Ansa henle terbagi atas 3 bagian yaitu bagian tebal turun (pars asendens). Saluran ini disebut duktus papilaris (Bellini).6 Tubulus kontortus distal Tubulus kontortus distal berjalan berkelok-kelok. sedangkan segmen tebal naik mempunyai gambaran mirip tubulus kontortus distal. Segmen tipis ansa henle mempunyai tampilan mirip pembuluh kapiler darah. Segmen tebal turun mempunyai gambaran mirip dengan tubulus kontortus proksimal. bagian tipis (segmen tipis) dan bagian tebal naik (pars asendens). Dindingnya disusun oleh selapis sel kuboid dengan batas antar sel yang lebih jelas dibandingkan tubulus kontortus proksimal. Bagian ini terletak di korteks ginjal.Fungsi tubulus kontortus proksimal adalah mengurangi isi filtrat glomerulus 80-85 persen dengan cara reabsorpsi via transport dan pompa natrium. Muara ke permukaan papil sangat besar. Jarak antar inti sel berdekatan. Fungsi bagian ini juga berperan dalam pemekatan urin.

Sel podosit adalah selsel epitel lapisan viseral kapsula Bowman. Sawar ini terdiri atas endotel kapiler bertingkap glomerulus. Sebuah prosessus primer mempunyai beberapa prosessus sekunder yang kecil atau pedikel. Sel-sel ini telah mengalami perubahan sehingga berbentuk bintang. lamina basal dan pedikel podosit yang dihubungkan dengan membran celah (slit membran). Pedikel-pedikel ini berhubungan dengan suatu membran tipis disebut membran celah (Slit membran). Molekul-molekul yang dikeluarkan dari tubuh adalah molekul-molekul yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh.kribrosa).8 Sawar Ginjal Sawar ginjal adalah bangunan-bangunan yang memisahkan darah kapiler glomerulus dari filtrat dalam rongga Bowman. Guna sawar ginjal ini adalah untuk menyaring molekul-molekul yang boleh melewati lapisan filtrasi tersebut dan molekul-molekul yang harus dicegah agar tidak keluar dari tubuh. Molekul-molekul ini 11 . Pedikel podosit yang berdekatan saling berselang-seling dalam susunan yang rumit dengan sistem celah yang disebut celah filtrasi (Slit pores) di antara pedikel. Di samping bagian korteks dan medula. Selain badan sel sel-sel ini mempunyai beberapa juluran (prosessus) mayor (primer) yang meluas dari perikarion dengan cara seperti tentakel seekor gurita. pada ginjal ada juga bagian korteks yang menjorok masuk ke dalam medula membentuk kolom mengisi celah di antara piramid ginjal yang disebut (Gb-11) sebagai kolumna renalis Bertini. Sebaliknya ada juga jaringan medula yang menjorok masuk ke dalam daerah korteks membentuk berkas-berkas yang disebut prosessus Ferreini. sisasisa metabolisma atau zat-zat yang toksik bagi tubuh. Fungsi duktus koligen adalah menyalurkan kemih dari nefron ke pelvis ureter dengan sedikit absorpsi air yang dipengaruhi oleh hormon antidiuretik (ADH). Di bawah membran slit ini terdapat membran basal sel-sel sel endotel kapiler glomerulus. 2.

muskularis dan adventisia. Lumen pada potongan melintang tampak berbentuk bintang yang disebabkan adanya lipatan mukosa yang memanjang. Sel permukaan bervariasi dalam hal bentuk mulai dari kuboid (bila kandung kemih kosong atau tidak teregang) sampai gepeng (bila kandung kemih dalam keadaan penuh/teregang).selanjutnya akan dibuang dalam bentuk urin (air kemih). Sel-sel permukaan ini dikenal sebagai sel payung. 2. Fungsi ureter adalah meneruskan urin yang diproduksi oleh ginjal ke dalam kandung kemih. muskularis dan serosa/adventisia.2-3 2.9 Ureter Secara histologik ureter terdiri atas lapisan mukosa. Sel-sel permukaan ini mempunyai batas konveks (cekung) pada lumen dan dapat berinti dua. Bila ada batu disaluran ini akan menggesek lapisan mukosa dan merangsang reseptor saraf sensoris sehingga akan timbul rasa nyeri yang amat sangat dan menyebabkan penderita batu ureter akan berguling-gulung. adanya jaringan elastin dan muskularis.10 Vesika Urinaria Kandung kemih terdiri atas lapisan mukosa. Lipatan ini terjadi akibat longgarnya lapis luar lamina propria. Lipatan ini akan menghilang bila ureter diregangkan. Lamina propria terdiri atas jaringan fibrosa yang relatif padat dengan banyak serat elastin. keadaan ini dikenal sebagai kolik ureter. Lapisan muskularisnya terdiri atas atas serat otot polos longitudinal disebelah dalam dan sirkular di sebelah luar (berlawan dengan susunan otot polos di saluran cerna). Epitel transisional ini terdiri atas 4-5 lapis sel. Mukosanya dilapisi oleh epitel transisional yang lebih tebal 12 . Proses filtrasi ini tergantung kepada tekanan hidrostatik darah dalam kapiler glomerulus. Lapisan adventisia atau serosa terdiri atas lapisan jaringan ikat fibroelsatin. Lapisan mukosa terdiri atas epitel transisional yang disokong oleh lamina propria.

Mengatur keseimbangan air dan elektrolit 3. 2. lalu berlapis silindris atau bertingkat hingga berlapis gepeng di bagian ujungnya.1 1. Fungsi Ginjal Membuang bahan sisa terutama senyawaan nitrogen seperti urea dan kreatinin yang dihasilkan dari metabolisme makanan oleh tubuh. Pada wanita uretra jauh lebih pendek karena hanya 4 cm panjangnya. Tunika muskularisnya terdiri atas berkas-berkas serat otot polos yang tersusun berlapis-lapis yang arahnya tampak tak membentuk aturan tertentu. Menghasilkan renin yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.11 Uretra Epitel uretra bervariasi dari transisional di uretra pars prostatika. Di bawah epitel terdapat lamina propria terdiri atas jaringan ikat fibro-elastis longgar. 2. Di antara berkas-berkas ini terdapat jaringan ikat longgar. 4. Mekanisme Sistem Urinaria 3.3 3. bahan asing dan produk sisa. Muskularisnya terdiri atas 2 lapisan otot polos tersusun serupa dengan ureter. 13 . Terdapat sedikit sel goblet penghasil mukus. Mengatur keseimbangan asam dan basa. Epitelnya bervarias dari transisional di dekat muara kandung kemih. Fungsi kandung kemih adalah menampung urin yang akan dikeluarkan kedunia luar melalui uretra. lalu pada bagian lain berubah menjadi epitel berlapis atau bertingkat silindris dan akhirnya epitel gepeng berlapis pada ujung uretra pars kavernosa yang melebar yaitu di fosa navikularis. Tunika adventisianya terdiri atas jaringan fibroelastik.dibandingkan ureter (terdiri atas 6-8 lapis sel) dengan jaringan ikat longgar yang membentuk lamina propria dibawahnya.

membrana basalis dan lapisan dalam kapsula Bowman. air. hasil filtrasi akan bebas daripada protein. Proses filtrasi yang berlaku bergantung kepada gaya-gaya Starling yang terdiri daripada 3 jenis tekanan: i) Tekanan hidrostatik kapiler glomerulus yang mendorong filtrasi yang sebenarnya bergantung kepada kekuatan kontraksi otot jantung dan resistensi (diameter) aliran darah arteriola afferent dan efferent. vitamin. Antara sebab tekanan hidrostatik kapiler glomerulus itu tinggi hingga mencapai 14 . Oleh karena itu. Kekuatan kontraksi otot jantung ini adalah tekanan darah sistemik yang mana kurang lebih 40% daripadanya adalah tekanan hidrostatik kapiler glomerulus. Plasma yang difiltrat itu mengandung glukosa. Produksi dan ekskresi urin 3. Protein yang relatif besar ukurannya tidak bisa melalui ruangan yang kecil dan protein yang relatif kecil pula seperti albumin tidak bisa lewat karena membrana basalis glomerolus terdiri daripada kolagen dan glikoprotein. Menghasilkan eritropoietin yang mempunyai peran dalam proses pembentukan eritrosit di sumsum tulang. Hasil filtrasi di glomerolus ini mengandung sejumlah plasma yang bebas protein.2 Filtrasi glomerulus Mekanisme filtrasi terjadi di glomerolus yang mempunyai permeabilitas yang tinggi terhadap cairan plasma yang mana perlu melalui tiga lapisan membrana glomerolus yaitu dinding kapiler glomerulus. Kolagen memberikan kekuatan kepada struktur membrana manakala glikoprotein pula menyekat laluan protein berukuran kecil seperti albumin karena glikoprotein dan albumin ini sama-sama bermuatan negatif dan saling menolak antara satu sama lain. 6. nutrient dan sebagainya.5.

aliran darah dalam ginjal itu sendiri dan resistensi arteriola afferent sama ada 15 . Tekanan ini adalah usaha untuk kapsula Bowman menolak air keluar dan masuk ke dalam glomerulus yang melawan filtrasi plasma dari glomerulus masuk ke dalam iii) kapsula Bowman. glomerular filtration rate(GFR) meningkat. Protein plasma yang tidak dapat difiltrasi tertinggal didalam glomerulus dan kepekatan H2O di kapsula Bowman adalah lebih tinggi daripada kepekatan air dalam glomerulus. Hal ini menyebabkan H2O mengalir mengikuti kepekatan konsentrasinya daripada konsentrasi tinggi di kapsula Bowman ke konsentrasi yang lebih rendah yaitu glomerulus. Tekanan osmotic yang tinggi disebabkan oleh jumlah air yang difiltrasi masuk ke dalam kapsula Bowman lebih tinggi dan konsentrasi protein plasma di glomerulus yang tinggi.55mmHg adalah karena diameter arteriola afferent adalah lebih besar berbanding dengan arteriola efferent. Darah lebih mudah memasuki glomerulus melalui arteriola afferent yang lebar dan kurang resistensinya dan meninggalkan glomerulus melalui arteriola efferent yang lebih kecil. tekanan hidrostatik kapiler glomerulus akan menurun karena resistensinya bertambah dan darah yang memasuki glomerulus berkurangan menyebabkan GFR menurun. ii) Tekanan ini bermula di awal tubulus dan diperkirakan mencapai sehingga 15mmHg. Tekanan osmotic yang menarik air ini sekitar 30mmHg. Tekanan onkotik (koloid) yang berasal daripada protein plasma. Jika diameter arteriola afferent lebih kecil daripada arteriola efferent. Oleh itu. Tekanan hidrostatik kapsula Bowman yang melawan filtrasi. Faktor utama yang menyebabkan perubahan tekanan filtrasi adalah berubahnya tekanan darah sistermik. Tekanan filtrasi sentiasa berubah dari menit ke menit mengikut perubahan tekanan darah.

16 . Reabsorbsi ginjal berlaku pada dua bahagian yaitu pertama di tubulus proximal dimana rebsorbsi berlaku secara obligat(tetap) yaitu tidak terkontrol manakala yang keduanya berlaku pada tubulus distal yang berlaku secara fakultatif. Faktor lain yang menyababkan perubahan tekanan filtrasi adalah berubahnya tekanan onkotik plasma dan tekanan hidrostatik kapsula Bowman. jika kebutuhannya tinggi maka reabsorbsinya pun bertambah. Tekanan filtrasi yang berubah-ubah dapat diatasi dengan adanya autoregulasi yaitu proses regulasi yang terjadi secara automatik. elektrolit dan bahanbahan yang diperlukan oleh tubuh. urea(50%) dan phenol (0%). harusnya bahan-bahan tersebut diserap semula daripada tubulus masuk kedalam peritubular kapiler. Na +(99.glukosa dan asam amino(100%). Faktor internal yang meregulasi adalah: i) Mekanisme miogenik: berlaku jika tekanan darah meningkat. K+(100%). Antara bahan-bahan yang direabsorbsi adalah air(99%). tetapi pengaruh perubahan terhadap daya filtrasi tidak terlalu mempengaruhi walaupun turun sedikit. Oleh itu. Tubuloglomerular feedback(TGF) : melibatkan juxtaglomerulus ii) yang terhasil akibat kombinasi dari tubulus dan pembuluh darah. arteriola afferent yang tadinya berdilatasi kini berkonstriksi.5%). boleh dikontrol mengikut keperluan badan.berkontraksi ataupun berdilatasi. 3.3 Reabsorbsi Tubulus Cairan filtrasi mengandung sejumlah nutrient. disini macula densa berperan dalam mendeteksi perubahan konsentrasi garam dalam cairan yang melalui tubul.

Jika cairan tubuh kita terlalu asam.4 Sekresi ginjal Sekresi bahan daripada peritubulus kapiler masuk ke dalam tubulus adalah berperan untuk menyingkirkan bahan yang berlebihan dalam tubuh.dan urea. 3. Penyerapan natrium ditubulus proximal mempengaruhi reabsorbsi bahan yang lainnya seperti glukosa. anion dan kation yang bersifat organik dan bahan asing yang terdapat dalam tubuh. Penyerapan air juga berlaku sebanyak 65% di tubulus proximal manakala di ansa henle descendens air diserap kembali secara berperingkatperingkat sehingga urin menjadi pekat empat kali ganda. Na+. Sekresi ion hydrogen penting dalam keseimbangan asam basa dalam tubuh. elektrolit. Ion kalium disekresikan pada tubulus distal dan disekresikan hasil daripada pompa natrium kalium yang mereabsorbsikan natrium dan 17 . Penyerapan natrium di tubulus distal dan duktus kolagen pula dirangsang oleh rangsangan hormonal yang penting dalam mengawal cairan ekstrasellular.Ditubulus berlakunya proses reabsorbsi secara pasif dan aktif. Manakala sekresi ion hydrogen berkurangan jika kepekatan cairan amat rendah. nutrient. asam amino. ion kalium. Penyerapan natrium di ansa henle ascenden bersama Cl. air. Contoh bahan-bahan yang disekresikan adalah ion hydrogen. asam amino. Ianya penting dalam mengontrol tekanan darah dalam jangka masa yang panjang dan berkaitan dengan sekresi ion K+ dan H+ . Biasanya bahan-bahan seperti glukosa. PO43+ dan sebagainya. bersifat asing ataupun toksik. Cl. maka sebagian asam perlu dibuang dengan menyingkirkan ion hydrogen dalam kuantiti yang tinggi.membolehkan ginjal menghasilkan urine yang berbeda kepekatan dan volumnya tergantung kepada kebutuhan badan.

4. Dalam hal ini apabila aldosteron meningkat.mensekresikan ion kalium. 4-5 4. yang dihasilkan oleh sel-sel aparatus juxtaglomerularis pada waktu : 1. Perangsangan sekresi ion kalium ini diregulasi oleh hormone aldesteron. Fungsi fisiologis hormon aldosteron yaitu mengatur unsur-unsur mineral (mineralo kottikoid / dihasilkan oleh bagian korteks glandula suprarenalis / adrenalis ) Antara lain Na+ dan K+.2 Anti Diuretic Hormon (ADH) Vasopresin. Innervasi ginjal dihilangkan 18 . Uncapsulated ren (ginjal dibungkus dengan karet atau sutra ) 4. Terdapat perdarahan ( iskhemia ginjal ) 3.3 Renin Selain itu ginjal menghasilkan Renin. Hormon Ginjal dan Enzim yang Berperan 4. ion kalium akan disekresikan manakala ion natrium akan direabsorbsikan. Konstriksi arteria renalis ( iskhemia ginjal ) 2. 4.Aldosteron membantu ginjal mengatur volume plasma atau cairan ekstra sel. yakni terutama mengatur reabsorpsi Na+ dan sekresi K+. Mekanisme pengaturan sekresi ADH dipengaruhi oleh penurunan volume cairan ekstra sel dan peningkatan osmolaritas CES ( terutama bila kadar Na+ meningkat ). Hormon ini mempuyai fungsi fisiologi sebagai “anti diuretik dengan pekerjaan utama untuk “retensi cairan”. Dengan perangsangan aldesteron.1 Hormon Aldosteron. Terutama untuk pengaturan volume cairan ekstra sel dan konsentrasi Na+ dan membantu ginjal mengatur tekanan osmotik plasma. menyebabkan reabsorpsi Na+ bertambah dan sekresi K+ bertambah pula. oleh yang demikian jumlah ion kalium yang dieksredikan dalam urin meningkat.

Ginjal mempunyai unit fungsional yang berjumlah jutaan yaitu nephron. Ianya bekerja setiap saat dalam membersihkan darah kita daripada bahan toksik dengan menyingkirkannya melalui urin. karena mempunyai “half life” 30 menit. reabsorbsi dan sekresi. dan organ organ lain yang menekan kandung kencing shg membantu mengosongkan urine. proses miksi/mikturisi merupakan suatu refleks spinal yg dikendalikan oleh suatu pusat di otak dan korteks cerebri. Renin mengakibatkan hipertensi ginjal. Mekanisme proses Miksi ( Mikturisi ) Miksi ( proses berkemih ) ialah proses dimana kandung kencing akan mengosongkan dirinya waktu ia sudah penuh dgn urine. Mikturisi ialah proses pengeluaran urine sebagai gerak refleks yang dapat dikendalikan (dirangsang/dihambat) oleh sistim persarafan dimana gerakannya dilakukan oleh kontraksi otot perut yg menambah tekanan intra abdominalis. dalam angiotensinogen sirkulasi berasal dari dirusak oleh plasma protein angiotensinase yaitu dari . dan ini efeknya menaikkan tekanan darah. Urin yang dihasilkan juga bergantung kepada keperluan tubuh.5. Pemakanan harian perlulah dipantau dengan mengambil diet yang seimbang supaya ginjal tidak bekerja dengan berat. Nephron inilah yang menjalani proses filtrasi.6 Kesimpulan Sistim urinaria amat penting dalam kehidupan seharian manusia. Pada dasarnya. sebab renin mengakibatkan aktifnya angiotensinogen menjadi angiotensin I. Renin cepat menghilang di dalam sirkulasi. 19 . yg oleh enzim lain diubah menjadi angiotensin II. fraksi sedang alfa-2 globulin. Transplantasi ginjal ( iskhemia ginjal ) Sel aparatus juxtaglomerularis merupakan regangan yang apabila regangannya turun akan mengeluarkan renin.

h. Penerbit Buku Kedokteran EGC: 2006. Kelley R. Kennelly PJ.a text and atlas. Junquiera L. Rodwell VW. student Ed. Guyton AC.C. Hall JE. Dalam: Murray RK. Biokimia Harper.316-23. Granner DK. Carneiro J. Jakarta : EGC. Daftar Pustaka 1. Micheal H.231-305. Washington. Lange.9. Basic Histology. Clinically Oriented Anatomy. Histology. Edisi kelima. Rodwell VW. 2.181-2. Edisi ke.Ross. Fifth edition: Lippincott Williams & Wilkins. merana seumur hidup. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Sherwood L. 2010. p. Histology. 2006.sayangilah ginjal kita. 20 . 2003.O p. 7th ed. 6. 2006. Int. Jakarta. Moore KL. 3. 5. 4. 10th edition. Human physiology from cell to system.h.422-33. Karena fungsi ginjal itu tidak kelihatan namun sekali kita kehilangannya. United States. Dalley AF. New York: Mcgraw Hill Series.