Anda di halaman 1dari 14

SARI

Metode gravity merupakan salah satu metode geofisika yang bersifat pasif (memanfaatkan
sumber yang alami) dan didasari oleh hukum Newton untuk gravitasi universal. Metode ini
memanfaatkan variasi densitas yang terdistribusi dalam lapisan tanah. Setiap batuan/material
mempunyai besar densitas yang berbeda-beda dan dapat mempengaruhi terhadap variasi medan
gravitasi bumi, sehingga terjadi anomali gravitasi. Metode gravity digunakan untuk mengetahui
kondisi bawah permukaan pada area tempat dilakukannya survey, yaitu dengan mengamati variasi
lateral dari densitas batuan bawah permukaan. Survey dengan menggunakan metode gravitasi
memanfaatkan nilai percepatan gravitasi di area survey tersebut. Perubahan percepatan pada satu
titik dengan titik lain disekitarnya menandakan adanya perbedaan kandungan yagn ada dibawah
permukaan bumi. Variasi gaya berat di setiap titik permukaan bumi akan dipengaruhi oleh beberapa
faktor dimana dalam pengukuran dan interpretasi, faktor-faktor tersebut harus diperhatikan (dikoreksi).
Sesuai dengan hasil penelitian bahwa batuan yang memiliki densitas rendah memiliki nilai
porositas tinggi. Jika porositas dihubungkan dengan permeabilitas, maka permeablitas berbanding
lurus dengan porositas. Batuan yang mendomonasi reservoir panasbumi yaitu batuan dengan
densitas rendah dan porositas tinggi serta tingkat permeabilitasnya tinggi.

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

Metode Gravity (Gaya Berat) dalam Eksplorasi Geotermal


Oleh: Extivonus K.Fr (12012060)

I.

PENDAHULUAN

Dalam suatu daerah lapisan batuan yang diamati dapat memiliki bermacam-macam
densitas ataupun homogen. Perbedaan densitas inilah yang memiliki pengaruh terhadap medan
gravitasi. Oleh sebab itu terjadi variasi nilai percepatan gravitasi (anomali gravitasi). Percepatan
gravitasi merupakan medan yang terjadi antara dua massa yang saling berinteraksi. Interaksi
tersebut berupa adanya gaya tarik-menarik sehingga kedua benda mengalami percepatan yang
arahnya saling berlawanan.

Secara umum, metode geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu metode pasif dan aktif.
Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi. Metode
gravity merupakan salah satu metode geofisika yang bersifat pasif (memanfaatkan sumber yang
alami) dan didasari oleh hukum Newton untuk gravitasi universal. Metode ini memanfaatkan
variasi densitas yang terdistribusi dalam lapisan tanah. Setiap batuan/material mempunyai besar
densitas yang berbeda-beda dan dapat mempengaruhi terhadap variasi medan gravitasi bumi,
sehingga terjadi anomali gravitasi.

Gambar 1. Pengambilan data lapangan menggunakan Gravity meter (sumber : http://www.westshoreconsulting.com/ )

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

II.

DASAR TEORI

Metode gravity atau gaya berat bekerja berdasarkan Hukum Gravitasi Newton yang
menyatakan bahwa gaya antara dua benda bermassa m yang dipisahkan pada jarak r akan
berbanding lurus dengan perkalian massa dua benda tersebut berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak dari kedua pusat massa dari kedua benda tersebut. Secara matematis dapat dituliskan sebagai
berikut :

2.1 Metode Gravity (Gaya Berat)


Metode gravity digunakan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan pada area tempat
dilakukannya

survei, yaitu dengan mengamati variasi lateral dari densitas batuan bawah

permukaan. Telah diketahui bahwa gaya gravitasi adalah suatu gaya yang bekerja anatara dua
benda, seperti gaya yang bekerja antara tubuh manusia dengan bumi, atau antara planet dengan
matahari.
Survei dengan menggunakan metode gravitasi memanfaatkan nilai percepatan gravitasi di area
survei tersebut. Perubahan percepatan pada satu titik dengan titik lain disekitarnya menandakan
adanya perbedaan kandungan yagn ada dibawah permukaan bumi. Namun perubahan yang terjadi
relative lebih kecil sehingga pengukuran metode gravitasi memerlukan alat yang memiliki
kepekaan tinggi, dan alat tersebut adalah gravimeter.

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

Gambar 2.1. Gravimeter LaCoste (sumber : http://www.galitzine.mines.edu )

Dalam gravimeter terdapat massa yang tergantung dalam sebuah pegas, sehingga jika densitas
batuan bawah permukaan berbeda akan menyebabkan tarikan atau gaya yang berbeda pula. Pada
tempat yang memiliki kandungan batuan bawah permukaan dengan densitas yang lebih tinggu
akan menyebabkan nilai gravitasi yang terukur lebih besar pula dan begitu juga sebaliknya untuk
densitas yang lebih rendah.

Gambar 2.2. Model sederhana metoda


gravity
(sumber : http://www.galitzine.mines.edu
)

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

Harga rata-rata gayaberat di permukaan bumi adalah 9.80 m/s2. Satuan yang digunakan adalah
gayaberat adalah milliGal (1 mGal=10-3, Gal = 10-3 cm/s2) atau ekivalen dengan 10 gu (gravity
unit). Variasi gaya berat yang disebabkan oleh variasi perbedaan densitas bawah permukaan adalah
sekitar 1 mGal (100 m/s2)
Bentuk bumi bukan merupakan bola pejal yang sempurna, dengan relief yang tidak rata,
berotasi serta berevolusi dalam sistem matahari, tidak homogen. Dengan demikian variasi gaya
berat di setiap titik permukaan bumi akan dipengaruhi oleh beberapa faktor dimana dalam pengukuran
dan interpretasi, faktor-faktor tersebut harus diperhatikan (dikoreksi)

a. Koreksi Pasang Surut (Tidal Corection)


Koreksi ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh gravitasi benda-benda ruang angkasa
seperti bulan dan matahari, yang berubah terhadap lintang dan waktu. Untuk mendapatkan nilai pasang
surut ini maka, dilihatlah perbedaan nilai gravitasi stasiun dari waktu ke waktu terhadap base. Gravitasi
terkoreksi tidal dapat ditulis sebagai berikut :

dengan,

Gambar 2.3 Grafik Tidal Correction

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

b. Koreksi Apungan

Koreksi apungan akibat adanya perbedaan pembacaan gravity dari stasiun yang sama pada
waktu yang berbeda, yang disebabkan karena adanya guncangan pegas alat gravimeter selama proses
transportasi dari suatu stasiun ke stasiun lainnya. Dapat juga diakibatkan akibat adanya kemuluran alat
(pegas) setelah dipakai berulang-ulang. Koreksinya adalah dengan melakukan pengukuran di titik base
sesering mungkin. Pengukuran dapat dilakukan satu atau dua jam sekalitergantung kondisi lapangan.

Gambar 2.3 Grafik Drift Corection

c. Koreksi Lintang
Koreksi ini dilakukan karena bentuk bumi yang tidak sepenuhnya bulat sempurna, tetapi pepat
pada daerah ekuator dan juga karena rotasi bumi. Hal tersebut membuat ada perbedaan nilai gravitasi
karena pengaruh lintang yang ada di bumi. Secara umum gravitasi terkoreksi lintang dapat ditulis
sebagai berikut:

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

dengan,

Gambar 2.4 Pengaruh bentuk bumi terhadap percepatan gravitasi (sumber : http://www.galitzine.mines.edu }

Gambar 2.5 Pengaruh gaya sentrifugal yang terhadap percepatan gravitasi


(sumber : http://www.galitzine.mines.edu }

d. Koreksi Bourger (Bouger Slab Correction)

Koreksi bouger dilakukan untuk mengkompensasi pengaruh massa batuan terdapat antara stasiun
pengukuran dan (mean sea level) yang diabaikan pada koreksi udara bebas. Koreksi ini dapat ditulis
sebagai berikut

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

Gambar 2.6 a) Kelebihan masa (diatas garis biru) b) kelebihan masa dapat diaproksimasidengan garis lurus dari material dengan densitas
rb (sumber : http://www.galitzine.mines.edu }

e. Koreksi Udara Bebas ( Free Air Corection)

Koreksi ini dilakukan untuk mengkompensasi ketinggian antara titik pengamatan dan datum (mean
sea level). Koreksi ini dapat ditulis sebagai berikut :
dimana:

Gambar 2.7 Perbedaan pengukuran gravitasi pada permukaan


bumi dan pada ketinggian tertentu
(sumber : http://www.galitzine.mines.edu }

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

f. Koreksi medan (Terrain Correction)


Koreksi medan mengakomodir ketidakteraturan pada topografi sekitar titik pengukuran. Pada saat
pengukuran, elevasi topografi di sekitar titik pengukuran, biasanya dalam radius dalam dan luar, diukur
elevasinya. Sehingga koreksi ini dapat ditulis sebagai berikut :

Contoh anomali dan akuisisi gaya berat:

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

Bourger
Anomali

x
Observa
r
tion
point
Inclus
ion

h
2
R
z

Gold
nugget!

2.2 Keuntungan dan Kekurangan Metode Gravity (Gaya Berat)

Kelebihan:
1. Untuk keperluan survei awal, memberikan informasi yang cukup detail tentang struktur
geologi dan kontras densitas batuan.
2. Relatif lebih murah disbanding dengan metode yang lain
3. Tidak mencemari dan merusak lingkungan
4. Gravimeter kecil dan mudah dibawa
Kekurangan :
1. Metode yang memiliki anomali tinggi
2. Perlu didukung oleh survei geologi yang mendalam

2.3 Kegunaan untuk Eksplorasi Geotermal

Aplikasi metode graivity dapat digunakan untuk keperluan eksplorasi panas bumi. Metode
ini adalah metode geofisika yang sensitive terhadap perubahan vertical, sehingga sangat umum
untuk digunakan dalam pencarian prospek geothermal terutama dalam mempelajari kontak antar
batuan , struktur geologi, adanya perangkat, dan densitas dari batuan.

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

Gambar 2.8 Contoh titik pengamatan

Hasil pengamatan dari masing-masing titik pengamatan akan menghasilkan


perhitungan-perhitungan yang telah dikoreksi dan mendapatkan anomali gaya berat atau yang
biasa disebut dengan anomali Bourger. Dari anomali teresebut kita dapat membuat kontur berupa
anomali regional dan anomali sisa.

Gambar 2.8 Kontur anomali Bourger

10

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

Gambar 2.9 Kontur anomali Bourger sisa (residual)

Gambar 2.10 Kontur anomali Bourger regional

Setelah didapatkan anomali sisa, maka dapat dibuat penampang geologi berdasarkan
konturnya, sehingga kita mampu mengetahui rekonstruksi dari bawahpermukaan daerah
pengamatan.

Gambar 2.11 Penampang


melintang kontur
anomali sisa

11

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

Dari hasil perhitungan anomali Bourger dapat diketahui densitas dari batuan yang ada di
daerah penelitian. Sesuai dengan hasil penelitian bahwa batuan yang memiliki densitas rendah
memiliki nilai porositas tinggi. Jika porositas dihubungkan dengan permeabilitas, maka
permeablitas berbanding lurus dengan porositas. Hal ini berarti jika porositasnya tinggi maka
permeabilitasnya juga tinggi dan menurunkan rumus dari hukum Darcy, bahwa porositas
berbanding lurus dengan permeabilitas. Sesuai dengan yang dinyatakan ,bahwa batuan yang
mendomonasi reservoir panasbumi yaitu batuan dengan densitas rendah dan porositas tinggi serta
tingkat permeabilitasnya tinggi. Sehingga kita akan mampu mendapatkan daerah yang diindikasi
menjadi reservoir panas bumi.

Gambar 2.11 Pemodelan 3D penampang daerah reservoir

12

Tugas2 Eksplorasi dan Evaluasi Panasbumi TA4011

DAFTAR PUSTAKA
Reihanayati dan Rachmansyah, Arief. 2013. Studi Potensi Energi Geothermal Blawan- Ijen,
Jawa Timur Berdasarkan Metode Gravity. Malang. Jurnal Neutrino vol 6.

Slide perkuliahan:
Wahyudi, Eko Januari. 2011. Introduction to Gravity Method. Bandung
LVG ITB. 2008. Gravity Method. Bandung

Sumber lain :
https://www.scribd.com/doc/173664959/METODE-GRAVITASI

13