Anda di halaman 1dari 30

KEBIJAKAN SISTEM

PENANGGULANGAN GAWAT
DARURAT TERPADU SEHARIHARI (SPGDT-S) DI JAWA
Dr Herlin Ferliana,
Mkes
TIMUR
Kabid Yankes Dinkes Provinsi Jawa TImur

ANALISA SITUASI RS DI JAWA TIMUR TAHUN 2014

Kualitas Pelayanan RS di Jawa Timur s.d


Nop 2015
Jenis RS dan Klasifikasinya
RS Kelas A
RS Pemerintah/TNI/
POLRI/Swasta Kelas B
RS Pemerintah/TNI/
POLRI/Swasta Kelas C dan D

Jumlah
RS
5

Yang
terakreditasi
3

35

12

330
370

5
20 (5%)

Beberapa Regulasi Kebijakan


Kesehatan yang saat ini disusun
Nomor
7 Tahun
2014
Perda
oleh
Jawa
Timur
tentang Perda Nakes

Penataan Sistem Rujukan


di Jawa Timur dalam Upaya
Efektifitas dan Efisiensi
Pembiayaan dan Penataan
Pelayanan Kesehatan (SK
Gubernur dan Juknis Rujukan)
proses penyusunan Rujukan
UKM dan Pergub Rujukan
Penyusunan Perda Sistem
Kesehatan Provinsi
Penyusunan Perda Upaya
Kesehatan

KEBIJAKAN RS RUJUKAN NASIONAL DAN RS RUJUKAN PROVINSI


Sampang

Tuban

Bangkalan

Lamongan
Bojonegoro

Sumenep

Pamekasan

Gresik Surabaya
Sidoarjo

Ngawi
Madiun
Magetan

Nganjuk
JombangMojo
kerto
Pasuruan

Ponorogo

Pacitan

Situbondo

Probolinggo
Kediri

Treng T.Agung
galek
Blitar

Bondowoso

Malang

Lumajang
Jember
Banyuwangi

RS Dr Soetomo Surabaya Sebagai RS Rujukan


Nasional & Sebagai RS Rujukan Provinsi
RSU Dr Saiful Anwar Malang Ditetapkan
sebagai RS Rujukan Provinsi & RS Rujukan
Regional

REGIONALISASI SISTEM RUJUKAN DI JAWA TIMUR


RS Rujukan Regional di Jatim
1. RSU Dr Saiful Anwar
Malang
2. RSU Haji Surabaya
3. RSUD Ibnu Sina Gresik
4. RSUD Sidoarjo
5. RSUD Jombang
6. RSUD Iskak Tulung
Agung
7. RSU Dr Soedono Madiun
8. RSUD Dr Soebandi
Jember

Sampang
Sumenep
Bangkalan
Lam
Pamekasan
onga
Bojonegoro
Gresik
Surabaya
n
Sidoarjo
Ngawi
Nganjuk
Madiun Jombang
Mo
Magetan
jo
Pasuruan
Probolinggo Situbondo
Ponorogo
Kediri ker
Bondowoso
to
PacitanTreng
Lumajang
T.Agung Malang
Jember
Blitar
galek
Banyuwangi
Tuban

**
Terdapat Kab/Kota yang
mempunyai fleksibilitas
untuk melakukan rujukan
karena lebih terkait
masalah geografis
(contoh : ada satu kab/kota
yang salah satu wilayahnya
lebih dekat ke RS Rujukan
Regional A, tetapi sisi
wilayah sebaliknya lebih
dekat ke wilayah Rujukan

1.

2.

Ditetapkan menjadi RS
Rujukan Regional untuk
mengampu RS Kab/Kota
Dalam kondisi gawat darurat,
dan alasan tertentu masih
tetap bisa menjadi rujukan
dari FKTP dan atau FKTL

ANALISA SITUASI PELAYANAN


GAWAT DARURAT SAAT INI
Kurangnya Pelayanan di Ruang Gawat Darurat yang Efisien
dan Fokus Pasien Safety

10 menit-15
menit

Belum ditetapkannya Sistim Pelayanan Gawat Rarurat , sehingga


tidak terlihat eksistensi pelayanan Pre-hospital.

Susahnya Akses masyarakat ke Dokter, Perawat, dan Profesional


Kesehatan lainnya pada saat di butuhkan
Belum optimalnya jejaring komunikasi dan koordinasi antar Institusi
Pendidikan, Dinkes Provinsi dan Kab./Kota dan RS serta Puskesmas
Belum optimalnya koordinasi antar pemerintah, institusi pendidikan, dan
masyarakat termasuk swasta, organisasi profesi khususnya untuk Pra
Bencana dan Pra RS dlm SPGDT

SPGDT
(SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT
TERPADU)
FASE RS
PRA RUMAH SAKIT
Intra R
Sakit &
Antar R.S
Gerakan
Pelayanan medis

Dokter
Perawat
Penunjang

SAFE
COMMUNITY

Awam

PKM

Pencegahan

Pembentukan
PUBLIC
SAFETY
CENTER (PSC)

RS klas C/D

Kru ambulans

KOMUNIKASI

SDM

RS rujukan
Klas B/A

Multi
Disiplin
PENDANAAN Multi profesi
Multi sektor

TRANSPORTASI

TIME SAVING IS LIFE SAVING


MERUJUK THE RIGHT PATIENT, TO THE RIGHT PLACE AT THE
RIGHT TIME

KONSEP PUBLIC SAFETY


CENTRE
Ujung

tombak safe
community
Sarana publik,
perpaduan :
Ambulans gawat
darurat
Keamanan polisi
Safety

Pemadam kebakaran
Penanganan pertama praRS
Time saving is life and
limb saving

TUJUAN :
Tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal,
terarah dan terpadu bagi setiap anggota masyarakat
yang berada dalam keadaan gawat darurat, baik
sehari-hari maupun dalam keadaan bencana.

SPGDT:
1. Penanggulangan ditempat kejadian.
2. Penyediaan transportasi rujukan pasien ke
fasyankes
3. Penyediaan sarana komunikasi.
4. Penyediaan tenaga kesehatan dan non kesehatan
5. Penata-laksanaan pasien di fasyankes dasar dan
rujukan (dengan IGD & ICU)

Belum Optimalnya
SPGDT
1. KETENAGAAN
o

Dasar : Kepmenkes Nomor 106/Menkes/SK/I/2004 tentang Tim SPGDT


dan Pelatihan PPGD/GELS

Masih belum semua Tenaga Kesehatan, Tenaga Non Kesehatan, Lintas


sector terlatih

2. TRANSPORTASI
o
o

PEMANFAATAN AMBULANS TRANSPORTASI PASIEN SECARA AMAN

3. KOMUNIKASI
o
o

PENGEMBANGAN RADIOMEDIK
PEMANFAATAN SARANA KOMUNIKASI

4. PENDANAAN
o

BERSUMBER DARI PEMERINTAH, SWASTA DAN MASYARAKAT

KETERPADUAN SPGDT
PRA RS

Peran masyarakat
Edukasi kegawatdaruratan
Hotline number (110,113,118)
Ambulans
INTRA RS

Ketersediaan Call center Gawat Darurat (119)


Kualitas pelayanan: IGD, HCU, ICU, ICCU
ANTAR RS

Sistem rujukan
Sistem komunikasi
Sistem transportasi
11

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu

Kebijakan Kemenkes RI tentang SPGDT Cal Center 119

Upaya yang dilakukan Oleh Dinkes Provinsi Jawa Timur terkait


Penguatan SPGDT

Pembentukan PSC (Public Safety Center) di Kab/Kota

1.

Pemetaan IGD bagi RS di Jawa Timur berdasarkan Permenkes 856


Tahun 2009 tentang Standar IGD RS berdasarkan pelayanan, SDM,
sarana, prasarana dan peralatan sesuai klasifikasi RS

2.

Pelatihan PPGD Awam untuk 40 orang tenaga Polrestabes


Surabaya, Sidoarjo, Gresik

3.

Penambahan 3 repeater (Penanjakan, Gunung Wilis, Sarangan),


Pemeliharaan alat dan Sewa Frekuensi untuk diluar Surabaya

4.
5.

Pelatihan SPGDT dengan Radiomedik (tanggal 4-5 Nopember 2015)


Rapat Koordinasi SPGDT

Salah Satu Peran Dinkes Provinsi


Monev Pelayanan IGD

Pedoman : PMK 856 Tahun 2009 ttg Standar


IGD RS
Standarisasi ruangan IGD : Triase,
Resusitasi, Tindakan, Observasi
Standarisasi alat : DC Shock, Trolley
emergency, Monitor
Standarisasi SDM terlatih : PPGD, ATLS, ACLS
Kinerja Pelayanan IGD (Kasus true
emergency dan false emergency, kasus
kematian)

Capaian Standar Pelayanan Minimal Gawat Darurat di RS


Sebagai Evaluasi Kinerja Pelayanan RS

Jenis Pelayanan
No
1

Indikator
Uraian

Jenis
Pelayanan Gawat
Darurat

Input

1.
1.

Kemampuan menangani life saving


Pemberi pelayanan kegawatdaruratan bersertifikat
(ATLS/BTLS/ACLS/PPGD/ GELS)
yang masih berlaku

1.

Ketersediaan tim Penanggulangan


bencana

1.
1.

Jam buka pelayanan gawat darurat


Waktu tanggap pelayanan dokter di
Gawat Darurat

1.

Tidak adanya keharusan membayar


uang muka

Output

1.

Kematian pasien di IGD ( 8 jam)

Outcome

1.

Kepuasan pasien

Proses

Standar
100 %
100 %

1 Tim
24 Jam
5 menit
dilayani
setelah
pasien
datang
100 %
2
perseribu
. 70 %

Dokumentasi PPGD Awam

Keluhan Beberapa Petugas


Polrestabes saat pelatihan adalah
kemampuan petugas untuk
melakukan pertolongan pada pasien
kecelakaan (KLL) dan respon time
ambulance RS/Puskesmas

KEGIATAN DINKES PROVINSI JAWA TIMUR TERKAIT


PENGEMBANGAN RADIOMEDIK DALAM MENDUKUNG
PENGEMBANGAN SPGDT
TAHUN 2014

1.MOU antara Kadinkes Provinsi Jawa Timur dengan Kapolrestabes


Surabaya terkait pemanfaatan frekuensi radiomedik

2.Koordinasi dalam rangka Uji Coba SPGDT di Wilayah Surabaya, Sidoarjo


dan Gresik (5 RSUD, 1 RS BUMN, 1 RS TNI POLRI, 3 RS swasta, PMI,
3 Dinkes Kab/Kota dan 3 Puskesmas

3.Pelatihan Radiomedik bagi 30 orang petugas RS, Dinas Kesehatan,


Puskesmas, PMI di wilayah Uji Coba

4.Pemasangan 2 Repeater di Water Palace dan Plaza Marina


5.Penyusunan Modul SPGDT
Evaluasi :

Belum semua memanfaatkan radiomedik


Masih terkendala informasi di Internal RS terkait rujukan

Pengembangan Uji Coba Radiomedik di Wilayah


Surabaya, Sidoarjo dan Gresik
Anggota Rayon
III
RS PHC, RS
Siloam, RS
Brawijaya
Puskesmas
Panceng

RSUD
GRESIK

SUMBER
INFORMASI:
Kepolisian
Masyarakat
Lain lain

RSU HAJI
SURABAY
A

Anggota Rayon
II
RS Soewandi,
RS AdiHusada
Undaan
Puskesmas
Kedurus

RSUD
SUTOMO/
POSKOD
ALMED
PMI

DINKES

RSUD
SDOAR
JO

Anggota Rayon I
RS Bhayangkara, RS
RKZ, RS Darmo
Puskesmas
Taman

Penambahan 3 Repeater Untuk


Penambahan Jaringan Radiomedik di Tahun
2015 dalam Mendukung Sistem Rujukan
Repeater di
Puncak

Marina

Repeater di
Waterpalace

Repeater di
Pusat
Penanjakan

Repeater
di
Sarangan

Repeater di
Gunung Wilis

JANGKAUAN REPEATER DI JAWA TIMUR

(memakai rig, DM 338/3688)

Sarangan :
nganjuk, madiun,
ponorogo, ngawi
sisi selatan,

Sampang

Tuban

Bangkalan

Lamongan
Bojonegoro

Sumenep

Pamekasan

Gresik

Surabaya
Sidoarjo

Ngawi
Nganjuk
Madiun
Magetan

JombangMojo
kerto

Pasuruan
Ponorogo

Pacitan

Kediri

Treng T.Agung
galek
Blitar

Situbondo

Probolinggo

Bondowoso

Malang

Lumajang
Jember

Bromo : Jember,
lumajang,
probolinggo,
pasuruan, sidoarjo,
malang, Surabaya.
Bangkalan, sampang,
pamekasan, sumenep,
gresik, lamongan,
tuban, bojonegoro,
mojokerto,blitar

Banyuwangi

Gunung wilis : lereng gunung wilis, desa besuki kab Kediri,


jombang, pare, kota Kediri, tulungagung, kertosono

Rencana Usulan Tahun 2016

Penambahan 2 Repeater di pasang untuk area

pacitan, dan Banyuwangi, situbondo, bondowoso


termasuk pemeliharaan repeater

Dinkes Kab/Kota di Wilayah Regional

mengembangkan Public Safety Center - koordinasi


dengan lintas sector

Puskesmas di wilayah Jawa Timur dapat ikut

komunikasi radiomedik dalam upaya optimalissi


sistem rujukan

Spektrum Frekuensi Radio


SPGDT Jatim

SPESIFIKASI ALAT KOMUNIKASI


UNTUK DI IGD DAN AMBULANCE

Alat Komunikasi dan Petugas


untuk Operasional
Radiomedik
Ideal ada 1 Rig di IGD
HT untuk Petugas dan di Ambulance
Diharapkan Petugas yang dilatih Komunikasi

Radiomedik dapat sharing ke semua Petugas


IGD sehingga Radiomedik bisa on 24 jam

Akan dibuat kesepakatan untuk absensi harian


dari Puskodalmed/RS Rujukan Regional dan
ditetapkan Call Sign dari masing-masing RS

PELAYANAN AMBULANCE DALAM SPGDT


Landasan Hukum STANDAR
FISIK, PERLENGKAPAN
AMBULANS GAWAT
DARURAT MEDIK
Kepmekes No.
0152/YanMed/RSKS/1987,
tentang Standarisasi
Kendaraan Pelayanan Medik.
Kepmenkes No 143/Menkeskesos/SK/II/2001, tentang
Standarisasi Kendaraan
Pelayanan Medik

Ambulance merupakan kesiapan RS dalam SPGDT


Kendala RS saat uji Coba Radiomedik (Sby, Sidoarjo, Gresik) adalah masalah Ambulance (SDM
maupun jumlah ambulance), sehingga tidak selalu siap jika ada panggilan kegawatdaruratan
perlu komunikasi antar RS

AMBULANS GAWAT DARURAT;


Tujuan
Pertolongan Penderita Gawat Darurat Pra Rumah Sakit
Pengangkutan penderita dawat darurat yang sudah distabilkan dari lokasi kejadian
ke tempat tindakan definitif atau ke Rumah Sakit
Sebagai kendaraan transport rujukan.
Petugas
1 (satu) pengemudi berkemampuan PPGD dan berkomunikasi
1 (satu) perawat berkemampuan PPGD
1 (satu) dokter berkemampuan PPGD atau ATLS/ACLS

AMBULANS PELAYANAN MEDIK BERGERAK


Tujuan Penggunaan :
Melaksanakan salah satu upaya pelayanan medik di lapangan
Digunakan sebagai ambulans transport.
Petugas
1 (satu) pengemudi berkemampuan PPGD dan berkomunikasi
Perawat berkemampuan PPGD dengan jumlah sesuai kebutuhan
Paramedis lain sesuai kebutuhan
Dokter berkemampuan PPGD atau ATLS/ACLS.

KERETA JENAZAH.
Tujuan Penggunaan :
Merupakan kendaraan yang digunakan khusus untuk mengangkut jenazah
Persyaratan Kendaraan
Petugas
1 (satu) pengemudi yang dapat berkomunikasi dan 1 (satu) pengawal
jenazah atau lebih

Standar Prosedur
Operasional, Format
Pencatatan
dan
Pelaporan
RS harus memiliki
SPO terkait
Bahwa
kegiatan pelayanan di IGD/RS

SPO untuk penggunaan alat


radiomedik

SPO untuk rujukan dan menerima


rujukan

Format Register Rujukan


Format Pelaporan di IGD

Sebagai
Evaluasi
Program
Radiomedik
dan Sistem
Rujukan
Serta Evaluasi
Kinerja
Pelayanan di
IGD

Kesimpulan

Bahwa alat komunikasi radiomedik adalah salah satu


upaya pelaksanaan SPGDT di Jawa Timur selain juga
penguatan SDM, sarana, prasaana dan peralatan di
Fasyankes (RS dan Puskesmas)

Bahwa telah dilakukan upaya untuk penguatan SPGDT di


Provinsi Jawa Timur pemasangan repeater, koordinasi
dengan lintas sector pelatihan SDM

Diharapkan semua RS dapat menfasilitasi kegiatan SPGDT


(Penambahan jumlah SDM, pengadaan alat radiomedik,
penyusunan SPO dan Pencatatan pelaporan) sebagai
upaya peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan

Dinkes Kab/Kota di wilayah Regional dapat mengadvokasi


pembentukan PSC Center di Kab/Kota dan menfasilitasi
pengadaan radiomedik untuk semua Puskesmas untuk
komunikasi dengan RS Rujukan Regional

Anda mungkin juga menyukai