Anda di halaman 1dari 6

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Mengkomunikasikan informasi lewat internet dan teknologi lain

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau


informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang
positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi
dan apresiasi.
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu
perusahaan yang dapat menangani akan hal itu diberbagai situasi yang menantang.
Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat
dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa
diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Pergerakan bisnis yang semakin cepat menuntut komunikasi (suara, data dan
informasi) yang lebih lebih cepat guna mempertahankan pelanggan, pemasok, dan,
bahkan, dalam menghadapi persaingan.
1. Telepon Sebagai media Komunikasi Bisnis
Pada awalnya, komunikasi dalam dunia bisnis dilakukan dengan menggunakan
suatu perangkat komunikasi yang disebut telepon, dimana dengan alat ini para pelaku
bisnis dapat menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan pihak lain dalam
rangka menjalankan bisnisnya.
1. Internet sebagai salah satu media Komunikasi Bisnis
Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang
mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet:
1. Informasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan
pribadi, rohani, sosial. 2. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains,
teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi
bisnis, berbagai forum komunikasi.

Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas
negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat
menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya
sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya.
Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok
tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah
waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi
bagian dari masyarakat informasi dunia.
Situs web perusahaan misalnya, menyediakan berbagai informasi. Banyak
perusahaan dewasa ini menggunakan situs web unutk mengiklankan produk, menerima
pesanan produk, meminta umpan balik pelanggan dan menerima karyawan. Mereka
juga menggunakan internet untUk berkomunikasi dengan kelompok terpilih (pilihan).
Salah satu penggunaan internet sebagai media komunikasi bisnis adalah dengan
penggunaan email, karena email adalah sarana internet yang bisa menyajikan tulisan.

2.2 Menemukan, mengevaluasi dan memproses informasi


1. Menemukan informasi
Pertanyaan bagi semua pencari informasi pada saat membutuhkan informasi adalah dimanakah
saya dapat menemukan informasi yang saya butuhkan ? bagaimana saya mengetahuinya ? maka
pengetahuan dalam mengidentifikasi berbagai jenis sumber informasi perlu dipahami oleh
pencari informasi untuk mengetahui dimana informasi tersebut dapat ditemukan kembali.
Dengan menempatkan lokasi sumber yang sesuai dengan topik atau subyek maka akan mudah
menemukan informasi yang sesuai tersebut. Dan juga dalam kegiatan menempatkan lokasi ini
adalah pengetahuan apa saja sumber-sumber informasi tersebut dan adalah sarananya untuk
dapat menemukan informasi itu perlu dipahami bagaimana cara menggunakannya oleh pencari
informasi.
2. Mendefinikan atau mengevaluasi informasi
Mendefinisikan informasi disini dimaksudkan adalah bagaimana kita dalam mencari informasi
dapat benar-benar mengetahui apakah informasi yang dicari itu adalah yang dibutuhkan untuk
menjawab dan membantu dalam menyelesaikan tugas atau keperluan akan suatu informasi.
Untuk itu diperlukan ketrampilan dan kemampuan untuk benar-benar mengetahui apa kegunaan
informasi itu bagi pencari informasi sehingga tidak sia-sia namun informasi itu akan bermanfaat
baginya. Oleh karena itu perlu dipertanyakan sebelum mengambil keputusan mengapa
membutuhkan informasi tentang sesuatu tersebut sehingga memunculkan alasan yang tepat.
Mendefinisikan informasi, dalam model literasi informasi lain sering pula dilaksanakan dalam

proses pengidentifikasian informasi dimana dalam proses ini pencari informasi harus mampu
memberi definisi dan mengidentifikasikan topik atau subyek, menentukan dan memahami
sasaran penyajian, menetapkan format yang sesuai dengan rencana yang dipikirkan. Mengetahui
masalah yang penting dengan mendasarkan pada analisis parameter dan merumuskan jawaban
atas permasalahannya dengan solusinya. Dengan demikian dapat menentukan semua
kemungkinan berdasarkan sumber-sumber yang tersedia.
3. Memilih Informasi
Proses memilih informasi ini dilakukan dengan cara pencari informasi memilih informasi yang
relevan, sehingga informasi yang dibutuhkan akan dapat digunakan tidak membiarkan informasi.
Pencari informasi menentukan sumber mana yang sesuai atau tidak, terlalu mudah dan terlalu
sulit. Informasi yang di dapat apakah bisa dipercaya ? Dan pencari informasi dapat mencacat
informasi yang relevan dengan cara membuat catatan atau membuat rekaman dan
pengorganisasian visual seperti grafik, bagan, carta, dan lain-lain yang sesuai dengan kebutuhan.
4. Mengolah Informasi
Informasi yang beragam dan bermacam-macam perlu dipilah-pilah sehingga dapat dibedakan
antara fakta, pendapat, gosip atau informasi sampah sehingga nantinya dapat digunakan
informasi itu dengan baik. Pencari informasi yang paling tahu tentang kecukupan informasi yang
akan digunakan, apakah akan menggunakan semua informasi yang ada atau tidak.
Informasi dapat digabungkan untuk dari berbagai sumber yang tidak sama. Dengan pembelajaran
dapat mengecek ada tidaknya bias dalam sumber, mengatur informasi yang diperoleh dalam
urutan yang logis dan menggunakan pengorganisasian visual untuk membandingkan atau
membuat kontras informasi informasi yang diperoleh.
5. Mempresentasikan Informasi
Pada proses ini, pencari informasi telah mendapatkan apa yang diperoleh informasi dan setelah
berasimilasi, maka dapat berbentuk informasi baru yang dapat disebarluaskan dalam format yang
berbeda dari aslinya. Oleh sebab itu
Kini dibutuhkan cara bagaimana memberikan informasi itu dengan mempraktekkan aktivitas
penyajian dengan berbagai informasi dengan orang lain atau pihak yang sesuai.
Mempresentasikan disini berarti pula memaparkan informasi dalam format yang tepat dan
menyusun informasi dengan menggunakan peralatan yang sesuai kepada siapa informasi ini
disampaikan sehingga menarik perhatian. Bila informasi ini dapat disampaikan dengan mudah
dan jelas kepada penerimanya berarti berhasil. Untuk itu diperlukan pula ketrampilan dan
kemampuan dalam berkomunikasi, berhubungan dengan orang dan mempromosikan akan
sesuatu informasi.
6. Mengakses Informasi
Dengan mengases informasi, kita dapat menilai apa yang harus dipelajari dari informasi ini,
dalam setiap tahap dari proses informasi dapat menerima masukan dari orang lain atau audien
dimana informasi ini disampaikan sehingga kita mendapatkan tanggapan asesmen dari suatu
karya yang dihasilkan. Dan untuk merefleksi seberapa jauh keberhasilan yang telah mereka
lakukan, sehingga dapat menentukan apakah masih diperlukan ketrampilan baru dan dapat
mempertimbangkan apa yang dapat dilakukan lebih baik pada kesempatan berikutnya.

2.3 mengkomunikasikan informasi lewat grafik dan alat visual lainnya


Desain komunikasi visual memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita seharihari. Kemanapun kita pergi, kita akan menjumpai informasi-informasi yang berkomunikasi
secara visual. Tanda-tanda dan rambu-rambu lalu lintas, poster-poster promosi tentang restoran,
hotel dan lain sebagainya, semua dapat memberikan informasi kepada pengamatnya yang terdiri
dari berbagai kelompok usia dan berasal dari berbagai kalangan dan golongan. Hal ini juga yang
membedakan desain komunikasi visual dari seni murni, di mana desain komunikasi visual harus
bersifat universal (dapat dimengerti oleh semua orang), sedangkan dalam seni murni lebih
bersifat emosional, di mana maksud dari seniman itu tidak harus dapat diartikan dan dibaca oleh
orang lain.

Pengertian Dan Fungsi Desain Komunikasi Visual


Desain komunikasi visual adalah desain yang mengkomunikasikan informasi dan pesan yang
ditampilkan secara visual. Desainer komunikasi visual berusaha untuk mempengaruhi
sekelompok pengamat. Mereka berusaha agar kebanyakan orang dalam target group (sasaran)
tersebut memberikan respon positif kepada pesan visual tersebut. Oleh karena itu desain
komunikasi visual harus komunikatif, dapat dikenal, dibaca dan dimengerti oleh target group
tersebut.
Seorang desainer komunikasi visual yang profesional harus memiliki pengetahuan dan
kemampuan yang luas tentang komunikasi visual. Selain visualisasi dan bakat yang baik dalam
berkomunikasi secara visual, ia juga harus mempunyai kemampuan untuk menganalisa suatu
masalah, mencari solusi masalah tersebut dan mempresentasikan secara visual. Alat-alat canggih
seperti komputer dan printer yang up-to-date hanya berfungsi sebagai sarana untuk
meningkatkan produktifitas. Dalam perkembangannya selama beberapa abad, desain komunikasi
visual mempunyai tiga fungsi dasar, yaitu sebagai sarana identifikasi, sebagai sarana informasi
dan instruksi, dan yang terakhir sebagai sarana presentasi dan promosi.
a. Desain Komunikasi Visual sebagai sarana identifikasi
Fungsi dasar yang utama dari desain komunikasi visual adalah sebagai sarana identifikasi.
Identitas seseorang dapat mengatakan tentang siapa orang itu, atau dari mana asalnya. Demikian
juga dengan suatu benda atau produk, jika mempunyai identitas akan dapat mencerminkan
kualitas produk itu dan mudah dikenali, baik oleh produsennya maupun konsumennya. Kita akan
lebih mudah membeli minyak goreng dengan menyebutkan merek X ukuran Y liter daripada
hanya mengatakan membeli minyak goreng saja. Atau kita akan membeli minyak goreng merek
X karena logonya berkesan bening, bersih, dan sehat.
b. Desain Komunikasi Visual sebagai sarana informasi dan instruksi
Sebagai sarana informasi dan instruksi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan
hubungan antara suatu hal dengan hal yang lain dalam petunjuk, arah, posisi dan skala;
contohnya peta, diagram, simbol dan penunjuk arah. Informasi akan berguna apabila
dikomunikasikan kepada orang yang tepat, pada waktu dan tempat yang tepat, dalam bentuk

yang dapat dimengerti, dan dipresentasikan secara logis dan konsisten. Simbol-simbol yang kita
jumpai sehari-hari seperti tanda dan rambu lalu lintas, simbol-simbol di tempat-tempat umum
seperti telepon umum, toilet, restoran dan lain-lain harus bersifat informatif dan komunikatif,
dapat dibaca dan dimengerti oleh orang dari berbagai latar belakang dan kalangan. Inilah sekali
lagi salah satu alasan mengapa desain komunikasi visual harus bersifat universal.
c. Desain Komunikasi Visual sebagai sarana presentasi dan promosi
Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana presentasi dan promosi adalah untuk
menyampaikan pesan, mendapatkan perhatian (atensi) dari mata (secara visual) dan membuat
pesan tersebut dapat diingat; contohnya poster. Penggunaan gambar dan kata-kata yang
diperlukan sangat sedikit, mempunyai satu makna dan mengesankan. Umumnya, untuk mencapai
tujuan ini, maka gambar dan kata-kata yang digunakan bersifat persuasif dan menarik, karena
tujuan akhirnya adalah menjual suatu produk atau jasa.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Semakin cepatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi menuntut
manusia untuk mencoba membuat perubahan di segala jenis kehidupannya yang
tujuannya adalah mendapatkan hasil maupun kondisi yang terbaik yang dapat dicapai.
Banyaknya sektor kehidupan yang ada diharapkan membuka inovasi baru bagi kita
untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kemajuan peradaban manusia .
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu
perusahaan yang dapat menangani akan hal itu diberbagai situasi yang menantang.
Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat
dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa
diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Walaupun praktek komunikasi bisnis menggunakan peran teknologi informasi
dan komunikasi akan tetapi keberhasilan komunikasi itu disebabkan oleh kemampuan
dari individu itu sendiri.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah

Istilah teknologi informasi mulai populer di akhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya
istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis
(electronic data processing).Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan
penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software),
komputer, komunikasi, dan elektronik digital.
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk
perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah
perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
e-commerce merupakan bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan
penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat didefinisikan sebagai
segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan
media elektronik.Di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan /
perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam
perkembangan terakhir menggunakan media internet.
DAFTAR ISI

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Menuju Masyarakat Informasi Indonesia: Peluang dan Tantangan. Kusmayanto


Kadiman
Menteri Negara Riset dan Teknologi - Republik Indonesia. Makalah Mendeskripsikan
Peranan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari Hari. Darmawan
Ady Prabowo,S.Kom
http://komunikasibisnis.blogspot.com
http://www.biskom-majalah.com
http://www.ahlidesain.com/elemen-elemen-dalam-desain-komunikasi-visual.html
http://valahulalam.blog.walisongo.ac.id/2013/12/16/literasi-informasi-sebuahproses-menangani-informasi/