Anda di halaman 1dari 17

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

SOSIALISASI : MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB DAN


MENGONTROL MARAH CARA FISIK: PUKUL BANTAL
PADA RESIKO PERILAKU KEKERASAN
A. TOPIK
Terapi aktivitas kelompok Resiko Perilaku Kekerasan : mengidentifikasi
penyebab dan mengontrol marah dengan cara fisik : pukul bantal.
B. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok.
b. Tujuan Khusus
1) Klien dapat memperkenalkan dirinya
2) Klien mampu mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan
3) Klien mampu mengetahui tanda gejala marah
4) Klien mampu mengenali perilaku dan akibat marah.
5) Klien mampu mengontrol perilaku kekerasan fisik : tarik nafas dalam
dan pukul bantal.
6) Klien

dapat

menyalurkan

emosi

memberi

kesempatan

untuk

menyalurkan emosinya dan di dengar serta dimengerti oleh anggota


kelompok lainnya.
C. LATAR BELAKANG
Umumnya klien dengan Perilaku Kekerasan dibawa dengan paksa ke
Rumah sakit Jiwa. Sering tampak klien diikat secara tidak manusiawi disertai
bentakan dan pengawalan oleh sejumlah anggota keluarga bahkan polisi.
Perilaku Kekerasan seperti memukul anggota keluarga/orang lain, merusak
alat rumah tangga dan marah-marah merupakan alasan utama yang paling
banyak dikemukakan oleh keluarga. Penanganan oleh keluarga belum
memadai, keluarga seharusnya mendapat pendidikan kesehatan tentang cara
merawat klien (manajemen perilaku kekerasan).

D. LANDASAN TEORI
1. Pengertian
Perilaku kekerasan adalah suatu bentuk perilaku sebagai respon
marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman, mencederai orang
lain, dan atau merusak lingkungan secara fisik maupun psikologis . (Stuart
dan Sundeen, 2005).
Perilaku kekeasan merupakan salah satu respon yang dihadapi oleh
seseorang. Respon ini dapat menimbulkan kerugian baik kepada diri
sendiri, orang lain, maupun lingkungan (Berkowitz, 2000). Melihat
dampak dari kerugian yang ditimbulkan, maka penanganan pasien dengan
perilaku kekerasan perlu dilakukan secara cepat dan tepat oleh tenagatenaga professional.
2. Penyebab
a. Faktor Predisposisi
1) Faktor biologis
a) Genetik
i.

Diturunkan melalui kromosom orangtua diduga kromosom


4, 8, 15, dan 22.

ii.

Perubahan pada kromosom 5 dan 6 (Copel, 2007).

iii.

Kembar identik kemungkinan 40-55 %, dan kembar


nonidentik 10-15 % (Copel, 2007)

b) Status nutrisi
i.

Sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat


merusak metabolisme tubuh dan mengganggu peredaran
darah seperti junk food / pola hidup tidak sehat.

ii.

Riwayat malnutrisi.

c) Kondisi kesehatan secara umum


i.

Menderita skizofrenia tipe paranoid (Copel, 2007)

ii.

Kelemahan fisik / penyakit fisik seperti adanya tumor otak

iii.

Gangguan fungsi panca indera.

iv.

Adanya riwayat penyakit yang mempengaruhi fungsi


wicara.

v.
vi.

Faktor perkembangan terlambat.


Adanya riwayat hospitalisasi, pembedahan dan tindakan
medis.

vii.

Tidak melakukan pemeriksaan rutin / general check up


terhadap kesehatan secara umum.

viii.

Scanning PET menunjukkan penurunan aliran darah dan


penurunan metabolisme glukosa di lobus frontal.

d) Sensivitas Biologi
i.

Kerusakan sistem limbic, lobus frontal, lobus temporal, dan


ketidakseimbangan neurotransmitter.

ii.

Faktor hormonal

e) Paparan terhadap racun


i.

Penyalahgunaan zat

ii.

Perokok berat

iii.

Polusi udara tinggi

iv.

Riwayat keracunan, terpapar mercury, insektisida, dll.

2) Faktor psikologis
a) Intelegensi
b) Ketrampilan verbal
c) Moral
d) Kepribadian
e) Pengalaman masa lalu
f) Konsep diri
g) Motivasi
h) Pertahanan psikologi
i) Self control
j) Pencapaian tujuan terhambat
3) Faktor sosial budaya

a) Latar belakang budaya


b) Agama dan keyakinan
c) Keikutsertaan dalam politik
d) Pengalaman sosial
e) Peran sosial
f) Adanya budaya atau norma yang menerima suatu ekspresi
marah.
b. Faktor Pretisipasi
Ancaman terhadap biologis, psikologis, dan sosial budaya yang terjadi
pada saat ini, seperti :
1) Ancaman terhadap fisik : pemukulan, penyakit fisik.
2) Ancaman terhadap konsep diri : frustasi, harga diri rendah,
kegagalan
3) Ancaman terhadap psikologi : kehilangan perhatian dan kasih
sayang.
4) Ancaman sosial : kehilangan orang / benda yang berarti.
3. Tanda Gejala
a. Kognitif
1) Mempunya pikiran yang negative dalam menghadapi stressor
2) Mendominasi
3) Bawel
4) Berdebat
5) Meremehkan keputusan
6) Gangguan berbicara
7) Perubahan isi fikir
8) Konsentrasi menurun
b. Afektif
1) Mudah tersinggung
2) Tidak sabar
3) Frustasi
4) Ekspresi wajah nampak tegang

5) Merasa tidak nyaman


6) Merasa tidak berdaya
7) Jengkel
8) Dendam
9) Ingin memukul orang lain
10) Menyalahkan dan menuntut
c. Fisiologis
1) Tekanan darah meningkat
2) Denyut nadi dan pernafasan meningkat
3) Pupil dilatasi
4) Tonus oto meningkat
5) Mual
6) Frekuensi buang air besar meningkat
7) Peristaltic gaster menurun
8) Pengeluaran urin dan saliva meningkat
d. Behaviour
1) Agresi pasif
2) Bermusuhan
3) Sinis
4) Curiga
5) Mengamuk
6) Nada suara keras dan kasar
e. Sosial
1) Menarik diri
2) Pengasingan
3) Penolakan
4) Kekerasan
5) Ejekan
6) Humor
4. Pohon Masalah

Resiko menciderai diri, orang lain dan lingkungan

Perilaku kekerasan

Gangguan konsep diri : Harga diri rendah

akibat

core problem

penyebab

(Keliat, 2004)
5. Diagnosa Keperawatan
Resiko perilaku kekerasan
6. Intervensi Keperawatan
a. Intervensi ditujukan ke klien
1) Tujuan
a) Pasien mampu mengenali penyebab, tanda gejala, perilaku dan
akibat marah.
b) Pasien mampu mengontrol perilaku kekerasan fisik : tarik nafas
dalam dan memukul kasur / bantal.
c)

Pasien mampu mengontrol perilaku kekeraan dengan cara


menggunakan obat.

d) Pasien mampu mengontrol perilaku kekerasan dengan cara


verbal.
e) Pasien mampu mengontrol perilaku kekerasan dengan cara
melakukan spiritual.
2) Tindakan Keperawatan
a) Mendiskusikan dengan pasien tentang penyebab marah, tanda
dan gejala yang dirasakan saat marah, perilaku yang dilakukan
saat marah dan akibat setelah melakukan perilaku kekerasan.
b) Menjelaskan cara mengontrol perilaku kekerasan dengan fisik,
obat, verbal, dan spiritual.

c) Menjelaskan dan melatih cara menontrol kekerasan :


i.

Fisik : tarik nafas dalam, memukul kasur / bantal.


Menjelaskan cara tarik nafas dalam, menjelaskan cara
pukul

kasur

bantal

yang

dilanjutkan

dengan

merapikannya, memperagakan cara tarik nafas dalam dan


pukul kasur / bantal, meminta pasien memperagakan ulang,
memantau penerapan cara ini, dan menguatkan perilaku
pasien.
ii.

Menggunakan obat secara teratur


Menjelaskan pentingnya penggunaan obat, jelaskan bila
obat tidak digunakan sesuai program, jelaskan akibat bila
putus obat, jelaskan cara mendapat obat / berobat, jelaskan
cara menggunakan obat dengan prinsip 6 benar (benar
jenis, guna, frekuensi, cara, kontinuitas minum obat).

iii.

Mengungkapkan secara verbal


Menjelaskan cara mengungkapkan perasaannya saat marah,
meminta pada orang lain dan menolak keinginan orang lain
dengan baik. Memperagakan bersama dengan pasien,
memantau penerapan cara ini dan menguatkan perilaku
pasien.

iv.

Meningkatkan kegiatan spiritual


Menjelaskan

pentingnya

kegiatan

spiritual

untuk

mengontrol marah, mendiskusikan aktifitas spiritual yang


biasa dilakukan oleh pasien, melatih pasien melakukan
aktivitas spiritual, menyusun jadwal aktifitas sehari-hari
sesuai dengan jadwal yang telah dilatih, memantau jadwal
pelaksanaan kegiatan, memberikan reinforcement.

b. Tindakan Keperawatan untuk Keluarga


1) Tujuan

a) Keluarga mampu mengenal masalah merawat pasien di rumah.


b) Keluarga mampu menjelaskan perilaku kekerasan (pengertian,
penyebab, tanda dan gejala perilaku kekerasan dan proses
terjadinya).
c) Keluarga mampu merawat pasien dengan perilaku kekerasan
d) Keluarga mampu menciptakan lingkungan
e) Keluarga mampu mengenal tanda dan gejala kambuh ulang
f) Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk
follow-up pasien dengan perilaku kekerasan
2) Tindakan Keperawatan
a) Diskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat
pasien
b) Berikan penjelasan kesehatan meliputi : pengertian, penyebab,
tanda dan gejala perilaku kekerasan dan proses terjadinya
perilaku kekerasan
c) Jelaskan dan latih cara merawat anggota keluarga yang
mengalami perilaku kekerasan : fisik, minum obat, verbal dan
spiritual.
d) Diskusikan cara menciptakan lingkungan yang dapat mencegah
terjadinya perilaku kekerasan
e) Diskusikan tanda dan gejala kekambuhan
f) Diskusikan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat
untuk follow-up anggota keluarga dengan perilaku kekerasan.
E. SELEKSI PASIEN
1. Pasien resiko perilaku kekerasan
2. Pasien yang kooperatif
3. Pasien yang mampu berkomunikasi dengan baik
4. Pasien yang mampu mengontrol emosi
5. Klien yang tidak terlalu gelisah.
6. Klien yang bisa kooperatif dan tidak mengganggu berlangsungnya Terapi
Aktifitas Kelompok

7. Klien tindak kekerasan yang sudah sampai tahap mampu berinteraksi


dalam kelompok kecil
8. Kondisi fisik dalam keadaan baik
9. Mau mengikuti kegiatan terapi aktivitas
10. Klien yang pendengaran dan penglihatannya baiK
F. KRITERIA PASIEN
1. Nama

: Nur Cholis Subarkah

Panggilan kesukaan

: Tn. Bento

JK

:L

Usia

: 35 th

Karakteristik

Penampilan : tidak rapih,memakai kalung rante, rambut bersih, bicara


keras, penyebab marah : ditinggal istri karena tidak dapat memberikan
keturunan, apabila marah muka memerah, mata melotot, memukul diri
sendiri,
2. Nama

: Singgih Septiaji Trijaya

Panggilan Kesukaan : Tn. Mando


JK

:L

Usia

: 39 th

Karakteristik

Penampilan : rambut gondrong dan dikuncir, memakai gelang, tinggi,


kurus, kalo marah kedua tangan mengepal, penyebab marah : .istri
selingkuh karena tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, apabila
marah klien memukul anaknya.
3. Nama

: Muhammad abdul aziz

Panggilan kesukaan

: Mercon

JK

:L

Usia

: 26 th

Karakteristik:

Penampilan : bermuka seram, makai anting, rambut jabrig, bertato,


trauma masa kecil karena sering di pukul ayah.kalo, jika marah suka
membanting benda di sekitarnya, agresif, sinis.
4. Nama

: Wahyu setiadi

Panggilan kesukaan

: Yadi timo

JK

:L

Usia

: 19 th

Karakteristik :
Penampilan : bersih,

pakai kaos kaki, suka makai .celak, penyebab

marah : tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi oleh keluarga dan


kedua orang tuanya, jika marah gigi gathik, tatapan mata tajam,menjrit dan
mengacak-acak rambut .
G. PELAKSANAAN
Hari/Tanggal

: Selasa, 5 Mei 2015

Tempat pertemuan : Aula RSJ Serulingmas


Waktu

: 09.00 s/d 09.45 WIB

Kegiatan

: Terapi Aktivitas Kelompok Perilaku kekerasan

Jumlah Anggota

: 4 Orang

Lama Kegiatan
a. Fase Orientasi
b. Perkenalan dan pengarahan (5 menit)
c. Role Play (5 menit)
d. Permainan dan diskusi (25 menit)
e. Evaluasi (5 menit)
f. Penutup (5 menit)
Tujuan dialakukannya terapi aktivitas kelompok adalah :
a) Klien dapat menyebutkan stimulus penyebab kemarahan.
b) Klien dapat menyebutkan penyebab kemarahan
c) Respon yang dirasakan saat marah (tanda dan gejala marah )
d) Klien dapat menyebutkan reaksi yang dilakukan saat marah (perilaku
kekerasan )

e) Klien dapat menyebutkan akibat perilaku kekerasan.


f) Klien dapat mempraktekkan cara mengontrol perilaku kekerasan dengan
cara fisik (dengan latihan nafas dalam dan pukul bantal)
H. METODE
a) Diskusi dan tanya jawab
b) Permainan
I. MEDIA DAN ALAT
a) Sound system
b) Bantal
c) Kertas karton
J. PENGORGANISASIAN
1. Leader

: Destriani

2. Co Leader

: Erni Rahmawati

3. Fasilitator

:Eka Nurfaidah, Ika Nurlaeli, Susanti

4. Pasien

:Nur Cholis S, Singgih Septiaji T, Muhammad Abdul Aziz,


Wahyu Setyadi.

K. Setting Tempat

Keterangan :
: Leader
: Co Leader
: Fasilitator
: Pasien
Uraian Pembagian Tugas :
1. Leader :
Bertugas :
a. Memimpin dan mengarahkan jalannya terapi aktivitas kelompok.
b. Menjelaskan peraturan terapi aktifitas kelompok.
c. Menjelaskan dan memberi contoh permainan dengan anggota lain pada
terapi aktivitas kelompok.
d. Menutup acara terapi aktivitas kelompok.
2. Co Leader :
Bertugas :
a. Mendampingi leader dalam proses jalannya terapi aktivitas kelompok.
b. Mengkoreksi dan mengingatkan leader jika terjadi kesalahan.
c. Bersama leader memecahkan penyelesaian masalah.
d. Menghidupkan dan mematikan music pada permainan terapi aktivitas
kelompok.
3. Observer :
Bertugas :
a. Mengobservasi persiapan dan pelaksanaan TAK dari awal sampai akhir
b. Mencatat semua aktivitas dalam terapi aktivitas kelompok
c. Mengobservasi perilaku pasien

Bertugas :
a. Membantu klien meluruskan dan menjelaskan tugas yang harus
dilakukan
b. Mendampingi peserta TAK
c. Memotivasi klien untuk aktif dalam kelompok
d. Menjadi contoh bagi klien selama kegiatan
4. Pendamping pasien (Fasilitator) :
Bertugas :
a. Mendampingi pasien dalam pelaksanaan TAK
b. Mengingatkan pasien tentang aturan permainan
c. Member contoh permainan bersama leader.
d. Mengikuti jalannya TAK.
e. Melerai pasien jika terjadi keributan.
5. Anggota /Klien :
Bertugas :
Menjalankan dan mengikuti kegiatan terapi
L. PROGRAM ANTISIPASI
1. Apabila ada pasien yang melakukan kekerasan, leader
memberitahukan

kepada anggota TAK

bahwa perilaku

kekerasan tidak boleh di lakukan.


2. Apabila ada klien telah bersedia untuk mengikuti TAK namun
pada saat pelaksanaan TAK tidak bersedia, maka ylangkah
yang diambil adalah mempersiapkan klien cadangan yangb
telah diseleksi sesuai dengan kriteria dan telah disepakati
anggota kelompok lainnya, jika klien melanggar maka akan
diberi sangsi berupa meraapihkan tempat tidur.
3. Apabila dalam pelaksanaan ada anggota kelompok yang tidak
menaati tata tertib yang telah disepakati, maka berdasarkan

kesepakatan ditegur terlebih dahulu dan bila masih tidak


kooperatif maka dikeluarkan dari kegiatan terapi aktivitas
kelompok.
4. Anjurkan kepada terafis agar dapat menjaga perasaan anggota
kelompok, menahan diri untuk tertawa atau sikap yang
menyinggung.
M. LANGKAH KEGIATAN
1. Persiapan
a. Mempersiapkan alat
b. Mempersiapkan pasien
c. Mengkondisikan ruangan
2. Orientasi
a. Perkenalan
Perawat

mengucapkan

salam,

menyapa

pasien

dan

memperkenalkan diri dan anggota nya.


selamat

pagi bapak-bapak ..bagimana kabarnya ..sehat ???

perkenalkan saya suster destri saya suka dipanggil destri..dan ini


ada suster erni, suster santi, suster ika, dan suster eka
b. Tujuan
Menjelaskan tujuan dilakukannya terapi aktivitas kelompok.
tujuan kita disini akan melakukan tindakan aktivitas kelompok
ini untuk mengajarkan bapak semua tentang tanda gejala saat
bapak marah dan bagaimana cara menyalurkan energi yang positif
dengan cara memukul bantal contohnya
c. Kontrak waktu
kegiatan terapi aktivitas untuk kelompok perilaku kekerasan
berlangsung selama 45 menit ya pak..setuju yaa
3. Kerja
a. Menanyakan kesiapan pasien
b. Memberitahukan aturan selama permainan berlangsung

c. Menjelaskan prosedur pelaksanaan terapi aktivitas kelompok.


d. Menanyakan kejelasan kepada pasien, apakah pasien sudah paham
atau belum tentang prosedur permainan.
e. Memberikan contoh kepada pasien terlebih dahulu tentang
jalannya permainan.
f. Menyalakan music untuk memulai permainan.
g. Musik dimatikan dan pasien yang melanggar akan diberi sangsi
untuk menyebutkan tanda gejala marah yang di alaminnya.
h. Mengarahkan pasien untuk menyalurkan rasa marahnya dengan
memukul bantal sekuat tenaga.
4. Terminasi
a. Evaluasi :
a) Pemimpin TAK mengeksplorasikan perasaan anggota kelompok
setelah memperkenalkan diri. Contoh : Bagaimana perasaannya
setelah mengikuti kegiatan hari ini?
b) Pemimpin TAK memberikan umpan balik positif pada anggota
kelompok
c) Pemimpin TAK meminta anggota kelompok untuk mencoba
meyalurkan kemarahannya dengan memukul bantal setiap kali
pasien merasa marah.
b. Kontrak yang akan datang :
a) waktu : 45 menit
b) tempat : Ruang Arjuna RSJ Serulingmas
c) topik/kegiatan : Latihan bicara dengan baik

Sesi 1 TAK
Stimulasi perilaku Kekerasan
Kemampuan Psikologi
Memberi Tanggapan Tentang
Tanda & Perilaku
Akibat PK

Mempraktekk

No

Nama Penyebab gejala PK kekerasan

an

klien

mengontrol

PK

PK

cara
dengan

pukul bantal.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
2. Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan mengetahui penyebab
perilaku kekerasan, tanda dan gejala yang dirasakan, perilaku kekerasan
yang dilakukan dan akibat perilaku kekerasan, serta mempraktekkan cara
mengontrol perilaku kekerasan dengan nafas dalam. Beri tanda + jika
mampu dan beri tanda - jika tidak mampu.

DAFTAR PUSTAKA

Gail Wiscart Stuart, Sandra J. Sundeen, Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi 3,
EGC, Jakarta 2006
Herawaty, Netty, Materi Kuliah Terapi Aktivitas Kelompok, FIK Jakarta 2005
Keliat, Budi Anna.2004. Keperawatan Jiwa : Terapi Aktivitas Kelompok.
Jakarta : EGC
Purwaningsih, Wahyu dan Ina Karlina. 2009. Asuhan Keperawatan Jiwa.
Jogjakarta : Nuha Medika
Riyadi, Sujono. 2009. Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Graha Ilmu