Anda di halaman 1dari 3

RSIA

ANDHIKA

PENANGANAN OBAT HIGH ALERT


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

010/SPO/FRM/jangMed/X/20

1/3

15

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal terbit

Ditetapkan,
Direktur Utama

01 Oktober 2015
Avicena Indraswara Suryandana

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

1. Obat obat yang perlu diwaspadai (High Alert


Medications) adalah obat-obat yang mempunyai risiko
tinggi menyebabkan cedera pada pasien bila digunakan
secara salah, yang daftarnya diperoleh dari hasil
inventarisasi unit pelayanan RSIA ANDHIKA
2. Panduan High alert medication adalah petunjuk tentang
identifikasi, pengelolaan, pelaporan serta dokumentasi
obat-obat yang mempunyai risiko tinggi menyebabkan
cedera pada pasien bila digunakan secara salah.
Panduan ini diharapkan sebagai acuan dalam
pengelolaan obat obat yang perlu diwaspadai di unitunit RSIA ANDHIKA.
3. Penanganan obat High alert adalah segala sesuatu yang
harus dilakukan terkait obat High alert sejak obat
diresepkan sampai obat diberikan pada pasien meliputi
peresepan, penyimpanan, penyiapan, peracikan dan
pemberian obat.
1. Memberikan pedoman untuk penanganan yang aman
untuk obat High alert.
2. Meningkatkan kewaspadaan terhadap obat High alert.
3. Meningkatkan keselamatan pasien
1. Surat Keputusan Direktur Utama RSIA Andhika No. 38
Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
2. Peraturan Mentri Kesehatan RI No.
1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan
Pasien Rumah Sakit.
Peresepan

1. Dokter meresepkan obat High alert secara tertulis


PROSEDUR

(manual/elektronik), kecuali pada kondisi emergensi

RSIA
ANDHIKA

PENANGANAN OBAT HIGH ALERT


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

010/SPO/FRM/jangMed/X/20

2/3

15

dapat dilakukan secara verbal/lisan.


2. Dokter memastikan bahwa peresepan sudah lengkap
dan benar dalam

PROSEDUR

hal indikasi, ketepatan obat, dosis, rute pemberian.


Penyiapan dan Peracikan
1. Apoteker/Asisten Apoteker memverifikasi resep obat
High alert sesuai Panduan Penanganan High Alert.
2. Apoteker/asisten apoteker menandai obat High alert
pada lembar resep dengan centang merah ( MERAH),
obat narkotika garis merah (MERAH), obat psikotropika
garis bawah biru (BIRU).
3. Jika apoteker berhalangan, maka dapat ditunjuk seorang
Asisten Apoteker yang akan melakukan konfirmasi ke
apoteker.
4. Apoteker/asisten apoteker memastikan bahwa obat High
alert disimpan sesuai prosedur yang tertulis pada
Instruksi Kerja Penyimpanan Obat High Alert.
5. Apoteker/Asisten apoteker mengambil obat dari tempat
penyimpanan obat High alert dengan diperiksa kembali
kebenarannya oleh apoteker/ asisten apoteker lainnya,
dan masing-masing menuliskan inisial nama sebagai
bukti bahwa pemeriksaan telah dilakukan sebanyak dua
kali.
6. Pada keadaan dimana apoteker/asisten apoteker
bertugas sendirian maka petugas tersebut harus
memeriksa kebenaran obat dan menuliskan inisial nama
sebanyak dua kali pada lembar resep sebagai bukti
bahwa pemeriksaan telah dilakukan sebanyak dua kali.
7. Apoteker/asisten apoteker menempatkan obat High alert
dalam wadah khusus obat High alert atau ditempel stiker
obat High alert .Contoh label High alert :
HIGH
ALERT

8. Apoteker/asisten apoteker memastikan bahwa larutan


elektrolit pekat (contoh: Kalium Clorida/ KCl 7,46%,
Natrium Clorida/ NaCl 3%, Natrium Bikarbonat/ Meylon
8,4%, Magnesium Sulfat/ MgSO4 40%, Dextrose 40%)

RSIA
ANDHIKA

PENANGANAN OBAT HIGH ALERT


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

010/SPO/FRM/jangMed/X/20

3/3

15

tidak disimpan di ruang rawat kecuali sangat dibutuhkan


dan dipastikan disimpan mengikuti ketentuan
9. Penyimpanan Obat High Alert.
Obat High alert harus disimpan dan dikelola dengan
baik, untuk

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

menjamin tidak ada kerusakan sesuai dengan spesifikasi


obat, ditandai dengan label HIGH ALERT (warna
merah), untuk menghindari medication errors dan
dikelola oleh seseorang yang ditunjuk sebagai
penanggung jawab.
Pemberian
1. Sebelum perawat memberikan obat High alert
kepada pasien maka perawat lain harus memeriksa
kembali mengenai :
a. kesesuaian antara obat yang akan diberikan
dengan catatan yang terdapat di rekam medik/
instruksi dokter/catatan penggunaan penggunaan
obat.
b. ketepatan perhitungan dosis obat
1.
2.
3.
4.
5.

Gudang Farmasi
Farmasi
Unit gawat darurat
OK
Rawat Inap