Anda di halaman 1dari 4

GADIS MUTIARA PUSPITA IKA

0910723026
PORTOFOLIO MAHASISWA
1.

PSIK A REGULER 2010

Latar Belakang
Setelah menjalani departemen manajemen selama 6 minggu (19 Oktober 28
November 2015) ini saya merasakan banyak perbedaan jika dibandingkan dengan
departemen lain sebab melalui departemen ini saya belajar cara untuk memanajemen
sebuah ruangan seolah olah saya adalah seorang perawat yang sebenarnya. Mulai dari
sistem/program ruangan, perawat ruangan, pasien, waktu, asuhan keperawatan dan lain
sebagainya. Sebelumnya memang saya pernah menjalani departemen manajemen selama
3 hari di Clinical Study II di RST dr. Soepraoen di ruang yang bougenvil selama 3 hari itu
belum dapat merefleksikan kegiatan manajemen ruangan secara utuh seperti yang sudah
saya alami saat ini.
Dengan menjalani praktek manajemen saya ingin belajar dan mampu untuk
mengorganisir sebuah ruangan., Tujuan yang ingin saya capai dalam praktek manajemen
saat ini adalah saya mampu mengorganisir sebuah ruangan meliputi orang didalamnya
orang banyak, tugas, asuhan keperawatan, pasien dan waktu perawatan. Melalui praktek
departemen manajemen saya diharapkan mampu menjalankan peran sebagai kepala
ruangan, ketua tim maupun perawat pelaksana di ruang rawat inap. meliputi kemampuan
perencanaan,

pengorganisasian,

penggerakan,

pengendalian,

evaluasi,

serta

pengorganisasian kelompok untuk mengadakan seminar sebagai hasil kinerja di ruangan.


Selain itu praktek manajemen ini bertujuan untuk memenuhi kompetensi saya sebagai
lulusan pendidikan profesi Ners.. .
Saat saya bermain role play sebagai kepala ruangan, saya memiliki tanggung jawab
terhadap seluruh pasien yang ada di R. Teratai RS Paru Batu. Dengan dibantu 2 ketua tim
dan 6 perawat primer. Tugas saya adalah mengorganisisr, memberi arahan dan supervisi
saat menjalankan tindakan keperawatan maupun dokumentasi. Sebagai kepala ruang saya
belajar untuk menuliskan seluruh jadwal kegiatan pasien dan operan pada hari tersebut
dan memastikan segalanya berjalan lancar. Disitulah saya mulai belajar untuk dapat
menjadi seorang kepala ruangan yang bertanggung jawab atas jalannya sebuah ruangan
rawat inap.
Di ruangan ini saya banyak belajar hal baru mengenai manajemen keperawatan
dengan bimbingan yang baik dari preseptor klinik khususnya. Dari proses responsi,
preceptor lahan maupun preceptor klinik memberi saya banyak ilmu yang belum saya
dapat sebelumnya. Di sini ssaya belajar bagaimana cara untuk mengaplikasikan teori-teori
yang diperoleh selama perkuliahan untuk diaplikasikan ke ruangan. Preseptor klinik dan
perawat ruangan juga saat membantu dan memfasilitasi saya selama belajar di R. Teratai
RS Paru Batu

Menjalankan peran sebagai Kepala Ruangan saya belajar bagaimana cara untuk
melakukan supervisi. Salah satu supervise yang saya laukukan adalah supervisi tindakan
keperawatan. Selain itu saya tak lupa memberi reward berupa pujian apabila mereka
mampu melaksanakan supervisi dengan baik. Hal-hal lain dalam belajar praktik manajemen
keperawatan yang ingin saya pelajari dan kuasai sepanjang praktik profesi selanjutnya
adalah kemampuan dalam pengorganisasian ruangan yang lebih baik, terurama dalam
manajemen kebijakan ruangan. Dan saya harapkan sepanjang praktek profesi selanjutnya
dapat saya terapkan dengan baik.
2.

Keterangan
a. Bukti Perkembangan
Awalnya saya mengalami kebingungan saat menjadi seorang kepala ruangan karena
saya di minggu ke dua langsung menjadi seorang Kepala Ruangan. Namun setelah
menjalani peran sebagai kepala ruangan selama 2 hari saya mulai terbiasa dan
beradaptasi. Terutama dengan bimbingan dan bantuan yang baik dari Preseptor
akademik dan klinik. Tetapi setelah menjalaninya secara langsung, ternyata hal-hal yang
tadinya tidak dimengerti menjadi mudah dimengerti. Hal ini seperti membuka gerbang
pengetahuan dan pengalaman yang baru bagi saya.
b. Bukti Keteladanan
Ketika menjadi kepala ruangan saya merasa mulai benar-benar terjadi perubahan pada
diri saya. Yang awalnya tidak memiliki cukup keberaninan untuk berbicara didepan
orang banyak dan menginisiasi untuk melakukan sesuatu. Kemampuan berbicara
didepan orang banyak semakin lancar. Dan dari program-program yang telah
disampaikan, akhirnya terlaksana. Menjadi kepala ruangan pun harus hadir jauh lebih
awal daripada perawat ruangan, karena kepala ruangan harus menguasai 28 pasien
yang berada di ruangan. Mulai dari keluhan pagi ini, tingkat ketergantungan serta
program penting hari ini pun kepala ruangan harus mengetahui. Sehingga keteladanan
yang dicapai pada saat menjadi kepala ruangan terjadi secara signifikan.
c. Bukti adanya Pilihan
Pada suatu hari saya dihadapkan dengan beberapa pilihan yakni ketika saya menjadi
kepala ruangan. Pada hari itu banyak sekali pasien baru yang masukdan perlu banyak
tindakan, seluruh perawat primer sedang sibuk dalam menjalankan tindakan
keperawatan. Sedangakan perawat asosiate juga sedang mengantarkan pasien ke
ruang radiologi. Karena tidak ada perawat lainnya yang dapat membantu. Sehingga
saya menawarkan diri untuk membantu melakukan pemasanagn infuse pada pasien
baru. Padahal di saat yang bersamaan saya perlu untuk memulai post conference.
Sehingga saya harus memilih antara melakukan post conference atau memasang infuse
terlebuih dahulu. Saya akhirnya memilih untuk menunda beberap menit dalam

melaksanakan post conference dan membantu sebagai perawat primer. Sehingga saya
pun mulai belajar untuk bertindak cepat dan menjadi perawat yang fungsional, yaitu
menjadi kepala ruangan maupun menjadi perawat pelaksana.
d. Bukti Pembelajaran Sosial
Dalam praktek manajemen ini saya belajar banyak mengenai kemampuan bekerja sama
dengan orang lain, berbagi dan saling membantu dengan mahasiswa lain, menyumbang
pemikiran untuk perubahan yang terbaik bagi sebuah runagan. Dengan praktek selama
6 minggu saya belajar untuk bekerja sama dengan mahasiswa lain dan perawat yang
ada di ruangan. Terutama dalam mempelajari cara-cara pendekatan secara personal
dengan perawat-perawat ruanga terutamanya..
e. Bukti Penerapan
Terkadang tidak semua alternatif penyelesaian masalah dapat diterapkan dalam setiap
situasi. Dalam pendapat saya, hal ini juga dipengaruhi beberapa hal, salah satunya
adalah karakter individu dalam ruangan tersebut. Contohnya dalam pendokumentasian
keperawatan di dalam rekam medik. Beberapa perawat ruangan masih belum rutin dan
kurang motivasi dalam melakukan pendokumentasian di rekam medik, hal ini tentu tidak
baik untuk dilanjutkan dalam penerapan dan managemen ruangan yang baik..
f. Bukti Evaluasi
Banyak hal yang dapat saya pelajari dari praktek manajemen keperawatan, banyak
sesuatu yang sebelumnya tidak saya miliki saat ini menjadi bagian dari diri saya.
Terutama untuk menjadi calon perawat dengan gelar Ners yang nantinya akan bekerja
sebagai seorang perawat di ruangan. Tentu saja hal-hal yang sudah saya lakukan di
ruangan diharapakan dapat dilanjutkan dan ditingakatkan saat kelak sudah bekerja.
Sebab yang sudah dilakukan saat ini masih belum sempurna dan perlu perlu
peningkatan untuk ke depannya.

REFLEKSI DIRI AKHIR PROFESI MANAJEMEN KEPERAWATAN


Nama : Gadis Mutiara Puspita Ika

Tanggal: 28 November 2015

Setelah menjalani profesi Departemen Manajemen banyak hal yang saya pelajari.
Salah satu yang paling penting adalah bagaimana cara dalam mengorganisir orang banyak
meskipun banyak kendala yang saya alami. Namun dengan adanya kendala tersebut
membuat saya termotivasi untuk mempelajari cara-cara agar meningkatkan cara agar
mudah bekerja sama dengan berbagai karakter orang. Dengan demikian saya juga
mempelajari cara komunikasi yang baik dengan orang lain.
Dalam menjalani praktek profesi manajemen ini saya mempelajari banyak hal baru
selain mempelajari terkait manajemen ruangan saya juga belajar terkait komunikasi
keperawatan dan meningkatkan skill dalam praktek keperawatan dalam satu waktu. Awalnya
saya merasa berat dalam menjalankan kedua fungsi tersebut secara bersamaan namun
setelah beberapa saat saya sudah terbiasa untuk menjalankannya secara bersamaan..
Yang saya ingin pelajari di waktu yang akan datang adalah bagaimana
memanajemen orang dan ruangan dengan lebih baik diabnding saat ini. Sehingga praktek
professional keperawatan dapat tercapai.