Anda di halaman 1dari 7

Kontribusi dan Keterkaitan Psikologi, Sosiologi, Antropologi, Psikologi Sosial dan Ilmu

Politik Terhadap Perilaku Organisasi


Definisi Perilaku dan Organisasi
Perilaku adalah semua yang dilakukan seseorang. Perilaku disebut juga sebagai sebuah
tindakan yang konkret yang ada pada diri manusia berupa sebuah tanggapan dan reaksi dari
manusia tersebut yang berbentuk atau yang terwujud dari individu berupa suatu sikap dari
anggota badan ataupun berupa ucapan secara spontan tanpa direncankan atau dipikirkan dan
tanpa paksaan.
Sedangkan organisasi adalah suatu wadah yang didalamnya terdapat dua atau lebih
individu yang berinteraksi satu sama lain mempunyai konsep yang sama, pemikiran yang sama
karena mempunyai tujuan yang sama pula. Menurut Sondang P. Siagian (1980), organisasi
adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai
sesuatu tujuan bersama dan terikat secara formal dalam suatu ikatan hirarki dimana selalu
terdapat hubungan antara seseorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan. Sedangkan
menurut Dwight Waldo (1971), organisasi adalah struktur hubungan hubungan di antara orang
orang berdasarkan wewenang dan bersifat tetap dalam suatu sistem administrasi. Jadi intinya
adalah, organisasi merupakan bentuk kerjasama manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Dari definisi perilaku dan organisasi di atas dapat disimpulkan bahwa, Perilaku
Organisasi (PO) atau Organizational behavior (BO) adalah suatu studi yang mempelajari
tingkah laku manusia dimulai dari tingkah laku secara individu, kelompok dan tingkah laku
ketika berorganisasi, serta pengaruh perilaku individu terhadap kegiatan organisasi dan
sebaliknya dimana mereka melakukan atau bergabung dalam organisasi tersebut.
Definisi Perilaku Organisasi(Organizational Behavior) menurut pandangan beberapa ahli
diantarnya:
1.) Stephen P. Robbins
Perilaku Organisasi (PO) atau Organizational Behavior (OB) adalah bidang studi yang
menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok dan struktur terhadap perilaku
dalam organisasi,yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan
keefektifan suatu organisasi.
2.) Gibson, Ivancevich dan Donelly
Perilaku Organisasi merupaka bidang studi yang mencangkup teori, metode dan prinsip prinsip
dari berbagai disiplin ilmu guna mempelajari persepsi individu, nilai nilai, kapasitas
pembelajaran individu dan tindakan tindakan saat bekerja dalam kelompok dan di dalam
organisasi secara keseluruhan, menganalisis akibat lingkungan eksternal terhadap organisasi dan
sumber dayanya, misi, sasaran dan strategi.
3.) Joe Kelly
Perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang mempelajari sifat sifat organisasi, termasuk
bagaimana organisasi dibentuk, tumbuh dan berkembang.
Jadi, Perilaku Organisasi (PO) atauOrganizational Behavior (OB) adalah suatu studi yang
menyangkut aspek aspek tingkah laku manusia dalam organisasi atau suatu kelompok tertentu.
Aspek pertama meliputi pengaruh organisasi terhadap manusia, sedangkan aspek yang kedua
meliputi pengaruh manusia terhadap organisasi. Dapat disimpulkan bahwa Perilaku Organisasi
(PO) adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat
individu, tingkat kelompok serta dampaknya terhadap kinerja (baik individual, kelompok
maupun organisasi).

Perilaku Organisasi (PO) berkenaan dengan studi tentang apa yang dilakukan orang
orang dalam suatu organisasi dan bagaimana perilaku (individu atau kelompok) mempengaruhi
kinerja dari organisasi.Dalam kaitan ini maka ruang lingkup perilaku organisasi berkenaan
dengan perilaku individu, perilaku kelompok dan struktur organisasi yaitu, perilaku individu dan
kelompok mempengaruhi organisasi dan organisasi mempengaruhi perilaku individu dan
kelompok. Sehingga bahan kajian dalam perilaku organisasi meliputi sikap dan persepsi
manusia, dalam hal ini sikap pegawai terhadap pekerjaannya, terhadap rekan kerjanya,
pimpinannya, serta perilakunya dalam konflik, kerjasama, komunikasi, motivasi danlain lain.
Contoh perilaku organisasi: Dalam pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi,
soerang pemimpin mengadakan rapat anggota dan pertimbangan pertimbangan lain agar
mencapai pengambilan keputusan yang bijaksana dan mencapai tujuan organisasi tersebut.
Kemudian contoh lain adalah: Bung karno dengan semangat nya dan kepribadian yang
kharismatik dengan mudah membakar semangat serta menggerakkan rakyatnya untuk
kemerdekaan Indonesia.
Kontribusi dan Keterkaitan Berbagai Disiplin Ilmu pada Perilaku Organisasi (PO)
Hakikat organisasi merupakan Sistem Sosial dan dibentuk atas dasar kepentingan
bersama, organisasi dibentuk dan dipertahankan atas dasar kebersamaan. Perilaku Organisasi
(PO) sangat berkaitan sekali dengan Sistem Sosial, sebagai konsekuensinya adalah segala
aktivitas organisasi diatur oleh hukum sosial dan hukum psikologis.Selain itu, Perilaku
Organisasi adalah disiplin ilmu yang relatif baru yang merupakan ilmu perilaku terapan yang
dibangun dengan dukungan sejumlah disiplin perilaku. Ilmu ilmu perilaku yang amat besar
sumbanngannya terhadap perkembangan perilaku organisasi diantaranya adalah:psikologi,
sosiologi, antropologi, psikologi sosial dan ilmu politik(Robbin:2001). Psikologi memberi
kontribusi yang besar pada satuan analisis individual atau mikro, sedangkan ilmu lainnya
menyumbang konsep makro, proses kelompok dan organisasi.
Definisi Psikologi.
Psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaituPsychology yang merupakan gabungan dari
katapsyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logosberarti ilmu. Secara harafiah, psikologi
diartikan sebagai ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu
merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dipungkiri
keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti
dengan istilah psikis.
Definisi psikologi menurut pandangan beberapa ahli antara lain:
1.) Menurut Ensiklopedia Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), psikologi adalah ilmu yang
mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun
yang tidak dapat dilihat secara langsung.
2.) Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan
lingkungannya.
3.) Menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah
laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam
hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkahh laku yang bersifat
psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, dudu, berjalan dan lain sebagainnya, sedangkan
tingkah laku tertutup meliputi berpikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainnya.
Dari beberapa definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa, Psikologi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam

1.)
2.)
3.)
4.)
5.)
6.)

hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak
maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
Dapat diketahui bahwa definisi psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada
hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas,semua yang dialami dan dilakukan manusia
merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh
berbagai tingkah laku.
Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas. Karena luasnya objek yang dipelajari
psikologi, maka dalam perkembangannya ilmu psikologi dikelompokkan dalam beberapa bidang,
yaitu:
Psikologi perkembangan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah lakuyang terdapat pada tiap
tiap tahap perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupannya.
Psikologi pendidikan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam situasi
pendidikan.
Psikolgi sosial, ilmu yanng mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan
masyarakat sekitarnya.
Psikologi industri, ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam dunia industri dan
organisasi.
Psikologi klinis, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak sehat,
normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikisnya.
Psikologi lintas budaya, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam aspek kultur
budaya.
Kontribusi dan Keterkaitan Psikologi Terhadap Perilaku Organisasi (PO)
Psikologi merupakan ilmu yang berkenaan dengan usaha untuk mengukur, menjelaskan
dan kadang kadang mengubah perilaku manusia. Oleh karena itu para psikolog melibatkan diri
mereka dalam studi dan usaha untuk memahami perilaku individu. Secara spesifik sumbangan
mereka dalam bidang perilaku organisasi berkenaan dengan masalah masalah antara lain:
kebosanan, kelelahan, kondisi kerja, persepsi, kepribadian, latihan, kepemimpinan, motivasi,
pengambilan keputusan dan pengukuran sikap.
Contohnya adalah: psikologi pembelajaran, teori kepribadian, psikologi konseling serta
psikologi industri dan organisasi.
Contoh kasus: Dalam hasil sebuah survey baru baru ini terhadap 1500 karyawan
menyebutkan bahwa uang bukanlah merupakan motivator utama bagi para karyawan. Tetapi hal
hal yang lebih dianggap penting oleh para karyawan sebagai motivasi adalah: aktivitas
pembelajaran dan penugasan, jam kerja dan istirahat yang fleksibel, pujian pribadi, otonomi dan
otoritas yang lebih tinggi dalam pekerjaan mereka dan waktu bersama manajer mereka. Jadi,
bagi para karyawan tersebut uang itu penting tetapi setelah hal hal tersebut diatas terpenuhi.
Definisi Sosiologi
Istilah sosiologi pertama kali dicetuskan oleh seorang filsuf asal Perancis bernama
Auguste Comte dalam bukunya Cours de la Philosovie Positive. Orang yang dikenal dengan
Bapak Sosiologi tersebut menyebut sosiolog adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Kata sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu sociusyang berarti teman atau kawan
dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Disebutkan oleh Auguste Comte di atas yang
menyatakan sosiologi merupakan ilmu pengetahuan. Sebuah pengetahuan dapat dikatakan
sebagai ilmu apabila mengembangkan suatu kerangka pengetahuan yang tersusun dan teruji yang

1.)
2.)
3.)
4.)

didasarkan pada penelitian yang ilmiah. Sosiologi dapat dikatakan sebagai ilmu sejauh sosiologi
mendasarkan penelaahannya pada bukti bukti ilmiah dan metode metode ilmiah.
Definisi sosiologi menurut beberapa ahli anta lain:
Max Weber, sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan tindakan sosial.
Paul B. Horton, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok
dan produk kehidupan kelompok tersebut.
Soejono Soekanto, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi segi
kemasyarakatan yang bersifat umumdan berusaha untuk mendapatkan pola pola umum
kehidupan masyarakat.
Pitirim Sorokin, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik
antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga dan gejala moral),
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial
dengan gejala non-sosial dan yang terakhir, sosiologii adalah ilmu yang mempelajari ciri ciri
umum semua jenis gejala gejala sosial lain.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan
hubungan antara manusia dalam bermasyarakat. Sedangkan secara luas sosiologi merupakan
ilmu pengetahuan tentang masyarakat dimana sosiologi mempelajari masyarakat sebagai
kompleks kekuatan, hubungan, jaringan interaksi serta sebagai kompleks lembaga atau penata.
Kontribusi dan Keterkaitan Sosiologi Terhadap Perilaku Organisasi (PO)
Sosiologi merupakan bidang ilmu yang mempelajari sistem sosial dimana individu
individu mengisi peranmereka masing masing. Jika psikologi memfokuskan perhatian pada
individu, maka berbeda dengan sosiologi yang mempelajari orang orang dalam hubungannya
dengan sesama manusia (manusia lainnya), artinya sosiologi tersebut mempelajari manusia
dalam hubungannya dengan manusia lain. Dalam kaitannya dengan perilaku organisasi maka
konsep konsep yang berasal dari sosiologi dapat memberi masukan terhadap perilaku
organisasi.
Contohnya adalah: dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teori dan
struktur organisasi formal, teknologi organisasi, birokrasi, komunikasi, kekuasaan, konflik dan
perilaku antar kelompok.
Contoh kasus sederhana: Ketika seseorang mengajukan pembuatan akta kelahiran pada
dinas kependudukan dan pencatatan sipil di sebuah kabupaten atau kota, seseorang tersebut
merasa kesulitan dan merasakan administrasi pengajuan akta kelahiran yang ribet serta memakan
waktu yang lama, padahal pengajuan akta kelahiran tersebut bisa jadi dalam waktu tidak lebih
dari satu hari. Hal tersebut terbentuk dan membudaya disebuah organisasi atau instansi dinas
kependudukan dan pencatatan sipil karena kebiasaan menunda nunda pengurusan, yang
seharusnya bisa jadi dalam waktu beberapa jam menjadi molor sampai berminggu minggu
karena masih menunggu sampai ada orang lain lagi yang mengajukan atau menunggu hingga
pengajuan akta tersebut menumpuk banyak, sehinga pengajuan akta yang sudah ada tidak
dikerjakan dahulu.(birokrasi dan budaya organisasi yang negatif).
Contoh kasus yang kedua: Ketika customer berkunjung di sebuah hotel, baru masuk saja
customer sudah disambut dengan ramah, sopan serta menyenangkan oleh para pelayan dan
petugas disebuah hotel tersebut, tidak mungkin customer itu di diamkan atau dibiarkan begitu
saja. Pasti disamut dengan hangat oleh pihak hotel. Mereka sudah biasa untuk menyapa dan
menyambut para customer yang datang tanpa terkecuali. Budaya organisasi tersebut terbentuk
karena kebiasaan yang terikat pada mereka.(birokrasi dan budaya organisasi yang positif).

Definisi Antropologi
Istilah Antropologi berasal dari bahasa Yunani, anthropos dan logos. Anthropos berarti
manusia dan Logos berarti pikiran atau ilmu. Secara sederhana, Antropologi adalah ilmu yang
mempelajari manusia. Menurut William A. Haviland, ahli antropologi asal Amerika Serikat,
pengertian Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari keanekaragaman manusia
dan kebudayaannya. Dengan mempelajari kedua hal tesebut, Antropologi adalah studi yang
berusaha menjelaskan tentang berbagai macamm bentuk perbedaan dan persamaan dalam aneka
ragam kebudayaan manusia. Sedangkan menurut Koentjaraningrat, ahli antropologi Indonesia,
pengertian Antropologi adalah ilmu yang mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat,
serta kebudayaan yang dihasilkan.
Antropologi adalah cabang ilmu yang usia perkembangannya relatif lebih muda dari
cabang ilmu lainnya. Ilmu ini sebenarnya mulai berkembang bersamaan dengan abad pelayaran
dunia. Sebagai sebuah ilmu, Antropologi benyak bersinggungan dengan ilmu ilmmu sosial
lainnya, bahkan ilmmu sains, seperti biologi maupun kedokteran. Antropologi seringkali
mendapat pengaruh dari berbagai ilmu lain, baik dalambentuk teori, metode bahkan hasil
penelitian. Secara sistematis, Antropologi terus menerus mengembangkan teori, metode dan hasil
penelitiannya sendiri yang sangat khas.
Kontribusi dan Keterkaitan Antropologi Terhadap Perilaku Organisasi (PO)
Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat masyarakat dalam rangka
untuk mempelajari manusia dan kegiatan mereka, yaitu mempelajari masyarakat untuk
mengetahui seluk beluk manusia.
Contohnya: perbedaan perbedaan fundamental dalam nilai, sikap dan norma tentang
perilaku yang dapat diterima mempengaruhi cara orang bertindak, pemahaman dalam bidang
budaya organisasi, lingkungan organisasi dan budaya nasional.
Contoh kasus sederhana: Seorang wartawan berasal dari Lingga Kepulauan Riau yang
memiliki karakteristik budaya yang khas dan bahasa melayu lingga yang khas dari daerahnya
tetap menghargai dan beradaptasi ketika berada di daerah lain ataupun di tempat kerjanya.
Walaupun ditempat kerjanya terdapat bermacam macam kultur budaya yang berbeda, tetapi dia
tetap menghargai dan menerima perbedaan yang ada tanpa meninggalkan budaya daerahnya
sendiri.
Contoh lainnya adalah: Perbedaan kebutuhan antara petani di pedesaan dengan
pengusaha pengusaha non pertanian di perkotaan. Jika para petani yang dibutuhkan adalah alat
alat pertanian, benih unggul, pupuk, lahan pertania dan hal hal lain yang menunjang agar
pertaniannya berkualitas tinggi, berbeda dengan para pengusaha non pertanian di kota yang tidak
membutuhkan itu semua, yang dibutuhkan adalah bahan bahan baku yang berkualitas untuk
kemajuan usahanya, relasi dan pangsa pasar yang luas serta hal hal lain yang berhubungan
lanngsung dengan usaha yang dijalankannya untuk kemajuan usahanya.
Kemudian contoh yang lain adalah: Sebuah acara yang diadakan oleh PPI Den Harg yaitu
festival ASEAN 2014 di Tokyo yang menampilkan berbagai budaya hingga kuliner tradisional
masing masing bangsa dan negara sebagai ciri khas dari bangsa dan negara tersebut. Selain itu
acara tersebut diadakan untuk memperkenalkan budaya hingga kuliner bangsa indonesia ke
negara negara lain. Hal tersebut merupakan cara untuk saling menghormati dan menghargai
perbedaan yang ada.
Definisi Psikologi Sosial
Psikologi sosial berasal dari kata psikologidan sosial. Pengertian psikologi sosial adalah
sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan

fungsi mental manusia secara ilmiah. Adapun pengertian sosial adalah segala perilaku manusia
yang menggambarkan hubunngan non-individualis.
Jadi, Psikologi Sosial adalah sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai
pengaruh hubungan individualis terhadap perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah.
Menurut Hubert Bonner dalam bukunya Social Psychology menyatakan Psikologi
sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tingakah laku manusia. Sedangkan
menurut Michener dan Delamater (1999) menyatakan bahwa psikologi sosial adalah studi alami
tentang sebab sebab dari perilaku sosial manusia.
Kontribusi dan Keterkaitan Psikologi Sosial Terhadap Perilaku Organisasi (PO)
Psikologi sosial merupakan suatu bidang ilmu dalam psikologi, tetapi memadukan
konsep konsep psikologi dan sosiologi. Psikologi sosial mempelajari perilaku antar pribadi
dalam arti berusaha mencari penjelasan tentang bagaimana dan mengapa para individu
berperilaku tertentu dalam kegiatan kelompoknya.
Kontribusi untuk perilaku organisasi yaitu bagaimana menerapkan perubahan dan
bagaimana mengurangi hambatan agar suatu perubahan dapat diterima, mengukur dan
memahami serta mengubah sikap, pola komunikasi dan cara cara bagaimana kegiatan
kelompok memenuhi kebutuhan individu.
Contohnya adalah: pola pola komunikasi, cara cara kegiatan kelompok yang dapat
memuaskan kebutuhan individu, proses pengambilan keputusan kelompok.
Contoh kasus sederhana: OSIS SMKN Sekar yang mengadakan acara istighosah dan doa
bersama sekaligus bimbingan belajar untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan UNAS.
Contoh yang lain adalah: Masa transisi siswa SMA/SMK sederajat menjadi mahasiswa di sebuah
perguruan tinggi. Mau tidak mau siswa yang sudah menjadi mahasiswa harus mengubah sikap,
perilaku hingga maindset nya untuk bisa lebih dewasa dan tidak seperti siswa abg lagi. Salah satu
contoh kegiatan sebagai penunjang dalam masa transisi tersebut agar perubahan dapat diterima
dan mengurangi hambatan adalah kegiatan PKKMB atau yang biasanya dikenal dengan nama
OSPEK. Kegiatan tersebut sangat berperan dalam pembentukan karakter dan pendewasaan
mahasiswa baru pada masa transisi.
Definisi Ilmu Politik
Secara etimologis, politik berasal dari bahasa Yunani yaitu Polis yang berarti kota yang
berstatus negara. Secara umum istilah politik dapat diartikan berbagai macam kegiatan dalam
suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan tujuan dari sistem itu dan
melaksanakan tujuan tujuan itu.
Menurut Soelaiman Soemardi, ilmu politik sebagai suatu ilmu pengetahuan
kemasyarakatan, mempelajari masalah kekuasaan dalam masyarakat, sifat hakekatnya, luas
lingkupnya, dasar landasannya serta hasil akibatnya. Sedangkan George B. De Huszer dan
Thomas H. Stevenson, ilmuu politik ialah lapangan studi yang pertama tama memperhatikan
hubungan kekuasaan antara orang dengan orang, antara orang dengan negara dan antara negara
dengan negara.
Kontribusi dan Keterkaitan Ilmu Politik Terhadap Perilaku Organisasi (PO)
Ilmu Politik merupakan ilmu yang mempelajari perilaku individu dan kelompok dalam
suatu lingkungan politik. Berbagai hal yang dapat diambil dari ilmu politik oleh perilaku
organisasi adalah sebagaimana contoh berikut.
Contohnya adalah: penstrukturan konflik, alokasi kekuasaan, bagaimana orang
memanipuasi kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri.

Contoh kasus sederhana: fenomena yang masih hangat sepekan ini adalah fenomena kota
Bekasi yang ramai di bully di media sosial. Kota patriot ini ramai di bully karena keadaan
infrastrukutur nya yang kurang baik dan Lahan Terbuka Hijau (LTH) nya yang kurang tercukupi.
Fenomena ini bukan saja sebagai bully, tetapi sebagai media untuk menyampaikan kritikan
kritikan yang membangun untuk kota Bekasi ini. Sehingga dengan adanya fenomena ini dapat di
jadikan PR sekaligus pembenahan untuk Pemerintah Kota (PEMKOT) Bekasi dalam hal
peningkatan lahan terbuka hijau, pembenahan jalan jalan yang rusak, penanganan banjir dan
infrastruktur kota Bekasi.

Kerangka Pemikiran Kontribusi dan Keterkaitan Perilaku Organisasi Dengan Disiplin Ilmu
Lain. (Gb. Bidang Pendukung Perilaku Organisasi)
(Sumber data: Stephen Robbin: 2001)
Dalam hidup yang kita jalani tidak lepas dari interaksi atau hubungan hubunngan
dengan antar individu untuk mencapai tujuan dasar hidup kita. Dan hal tersebut merupakan salah
satu tujuan individu masukdalam organisasi, adapun kegiatan kegiatan didalam organisasi dan
peranan kita di organisasi tersebut, dalam upaya mepertahankan dan memajukan organisasi
dengan aktivitas aktivitasyang disertai interaksiantar individu dengan keanekaragaman yang
unik merupakan suatu perilaku individu dalam organisasi.
Bidang ilmu perilaku organisasi berupaya menyelidiki dan mengungkapkan dampak
dampak yang akan ditimbulkan oleh individu, kelompok maupun struktur (organisasi)
terhadapprestasi organisasi, seperti: produktivitas kerja, efektivitas organisasi.
Bidang ilmu perilaku organisasi sifatnya teoritis untuk menemukan metode dan prinsip
prinsip dasar dalam rangka untuk mengungkapkan kemungkinan kemungkinan, kecenderungan
kecenderungan perilaku individu, kelompok maupun struktur (organisasi) yang akan
menguntungkan atau merugikan pencapaian tujuan prestasi organisasi.
Dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi, bidang ilmu
perilaku organisasi dibantu oleh bidang ilmu lainnya, diantaranya: psikologi, sosiologi,
antropologi, psikologi sosial dan ilmu politik