Anda di halaman 1dari 3

Metode dalam pemeriksaan pajak ada 2, yaitu:

1. Metode Langsung
Adalah teknik dan prosedur pemeriksaan dengan melakukan pengujian atas kebenaran angkaangka dalam SPT, yang dilakukan terhadap laporan keuangan dan buku, catatan, serta dokumen
pendukung. Pelaksanaan pemeriksaan dengan metode ini dilakukan sesuai program pemeriksaan
yang terinci atas setiap pos neraca dan labarugi yang menjadi sumber utama atau berkaitan
dengan angka-angka dalam SPT.
2. Metode Tidak Langsung
Adalah teknik dan prosedur pemeriksaan dengan melakukan pengujian atas kebenaran angkaangka dalam SPT, yang dilakukan secara tidak langsung melalui suatu pendekatan perhitungan
tertentu mengenai penghasilan dan biaya. Hasil ini merupakan petunjuk untuk mengambil
kesimpulan tentang ketidakbenaran angka-angka dalam SPT sehingga masih diperlukan
pembuktian yang valid dan abash untuk membuktikan ketidakbenaran tersebut.
Teknik dalam pemeriksaan pajak:
1. Melakukan evaluasi
a. Menilai kebenaran formal SPT/ informasi dalam SPT
b. Menilai kelengkapan SPT, terutama lampiran - lampirannya
c. Menilai system pengendalian intern perusahaan
2. Melakukan analisis angka-angka
a. Perbandingan analisis rasio dengan standard yang berlaku
b. Perbandingan analisis beberapa tahun pajak terakhir
c. Kaitan antara analisis rencana biaya, rencana penjualan, rencana produksi, rencana
pembelian, dsb
3. Melacak angka-angka dan memeriksa dokumen
a. Hal yang perlu diperhatikan:
- Nama orang/badan yang mengeluarkan dokumen yang bersangkutan
- Tanggal pembuatan dokumen
- Keaslian dokumen
- Jika dokumen tersebut berjumlah besar, sangat berguna untuk pembuatan data
yang diproduksi.
4. Pengujian arus uang, barang, piutang, dan utang
5. Pengujian atas mutasi setelah tanggal neraca
a. Membandingkan angka dineraca dengan buku besar dan buku tambahannya
b. Membandingkan saldo-saldo pada angka neraca tersebut dengan daftar utang/piutang
untuk bulan pertama tahun berikutnya, setelah memerhatikan mutasi yang terjadi
pada bulan tersebut

c. Mengecek mutasi yang terjadi dengan catatan pada buku harian kas/bank, buku
pembelian/penjualan pada bulan yang sama
6. Pemanfaatan informasi pihak ketiga
a. Data dari pihak untuk cross check, misalnya utang dagang pihak ketiga untuk
memastikan pembelian yang terjadi dengan pihak ketiga, jika mamaterial buatkan
datanya karena bagi pihak ketiga merupakan penjualan
b. Mengumpulkan data dari pihak ketiga, misalnya bea cukai, departemen kehutanan,
dan lain-lain
7. Melakukan pengujian jumlah fisik, meliputi
a. arus barang, dengan formula: persediaan awal + pembelian persediaan akhir =
penjualan
b. arus uang, dengan formula: saldo akhir + pengeluaran saldo awal = penerimaan
c. arus utang, dengan formula: saldo akhir + pelunasan utang + pembelian tunai saldo
awal = total pembelian
d. arus piutang, dengan formula: saldo akhir + penerimaan piutang + penjualan tunai
saldo awal = total penjualan

8. Melakukan inspeksi (sifat dan proses produksi)


9. Melakukan rekonsiliasi
10. Melakukan footing (kebenaran penjumlahan/pengurangan ke bawah)
11. Melakukan cross footing (kebenaran penjumlahan/pengurangan ke samping)
12. Melakukan vouching (dokumen dasar)
13. Melakukan trasir (pencatatan transaksi)
14. Melakukan konfirmasi kepada pihak ketiga
15. Melakukan sampling data (menguji sebagian bukti)

Pemeriksaan Umum
Langkah-langkah dan metode dalam pemeriksaan umum:
Prosedur pemeriksaan merupakan tindakan tindakan yang dilakukan oleh auditor dalam mengumpulkan dan
mengevaluasi bukti - bukti pemeriksaan. Adapun langkah - langkah dalam merancang audit umu adalah
sebagai berikut:

1.

Menerima klien dan melakukan perencanaan audit awal

2. Memahami bisnis dan industry klien


3. Menilai resiko dan bisnis klien
4. Melaksanakan prosedur analitis pendahuluan
5. Menetapkan materialitas, dan menilai resiko audit yang dapat diterima serta resiko inheren

6. Memahami pengendalian internal dan menilai resiko pengendalian


7. Mengumpulkan informasi untuk menilai resiko kecurangan
8. Mengembangkan perencanaan audit dan program audit secara keseluruhan
Refrensi
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : PER - 04/PJ/2012