Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN

KEBUTUHAN DASAR ISTIRAHAT TIDUR


DI PAVILIUN MARWAH RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN

Oleh :

Baiq Milia Fitri Martina

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2015

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan pendahuluan dan asuhan keperawatan di ruang ICU RS Muhammadiyah
Lamongan yang disusun oleh:
Nama : Baiq Milia Fitri Martina
NIM

:
Telah diperiksa dan disahkan sebagai salah satu tugas profesi Ners Departemen

Keperawatan Dasar.

Malang, Oktober 2015


Mahasiswa (Ners Muda)

(Baiq Milia F. Martina)


Mengetahui,

Pembimbing Akademik

Pembimbing Klinik

I.

Istirahat dan Tidur


A. Definisi
Istirahat merupakan suatu kondisi yang tenang, rileks tanpa ada stres emosional,
bebas kecemasan, namun tidak berarti tidak melakukan apapun, duduk santai atau
berbaringa di atas tempat tidur juga merupakan bentuk istirahat.
Tidur merupakan suatu keadaan perilaku individu yang relatif tenang disertai
peningkatan ambang rangsangan yang tinggai terhadap stimulus dari luar. Kedaan ini
bersifat teratur, silih berganti dengan keadaan terjaga (bangun) dan mudah
dibangunkan. Pendapat lain menyebutkan, tidur merupakan kondisi tidak sadar di
mana persepsi reaksi individu terhadap lingkungan berkurang atau hilang dan dapat
dibangunkan kembali dengan stimulus dan sensori yang cukup. Tidur merupakan
aktivitas yang melibatkan SSP, saraf perifer, endokrin, kardiovaskuler, dan
musculoskeletal.
B. Fungsi Tidur
Fungsi tidur adalah restorative (memperbaiki) kembali organ organ tubuh. Kegiatan
memperbaiki kembali tersebut berbeda saat Rapid Eye Movement (REM) dan Nonrapid Eye
Movement (NREM). Nonrapid Eye Movement akan mempengaruhi proses anabolik dan
sintesis makromolekul ribonukleic acid (RNA). Rapid Eye Movement akan mempengaruhi
pembentukan hubungan baru pada korteks dan sistem neuroendokrin yang menuju otak. Selain
fungsi di atas, tidur dapat juga digunakan sebagai tanda terdapatnya kelainan pada tubuh yaitu
terdapatnya gangguan tidur yang menjadi peringatan dini keadaan patologis yang terjadi di
tubuh.

C. Jenis-jenis Tidur
1. Tidur NREM (Norapid Eye Movement) / Tidur Gelombang Lambat
Merupakan tidur yang nyaman dan dalam, dalam tidur ini gelombang otak lebih
lambat dibandingkan orang sadar atau tidak tidur. Hal ini ditandai dengan mimpi
berkurang, keadaan istirahat, tekanan darah turun, kecepatan nafas turun,
metabolisme menurun, dan gerak bola mata lambat.

Tahap tahap tidur NREM

Tahap I

Merupakan tahap transmisi antara bangun dan tidur dengan ciri rileks, masih
sadar dengan lingkungan, rasa mengantuk, bola mata bergerak ke kanan dan ke
kiri, frekuensi nadi dan nafas sedikit menurun, dapat bangun dengan segera.
Tahap ini berlangsung sekitar lima menit.

Tahap II
Merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun. Tahap ini
ditandai dengan mata menetap, denyut jantung dan frekuensi nafas menurun,
temperatur tubuh menurun, metabolisme menurun. Tahap ini berlangsung
pendek sekitar 5 10 menit.

Tahap III
Merupakan tahap tidur yang ditandai melambatnya denyut nadi, frekuensi nafas
dan proses tubuh lainnya disebabkan oleh dominasi sistem saraf parasimpatis
dan sulit bangun.

Tahap IV
Tahap ini ditandai dengan menurunnya denyut jantung dan pernafasan, jarang
bergerak dan sulit dibangunkan, gerak otot mata cepat, sekresi lambung

menurun dan tonus otot turun.


2. Tidur REM (Rapid Eye Movement)
Berlangsung pada tidur malam selama 5 20 menit. Periode pertama terjadi
selama 80 100 menit namun jika kondisiorang tersebut sangat lelah maka awal
tidur sangat cepat.
Jenis tidur REM ditandai dengan :

Disertai mimpi aktif

Lebih sulit dibangunkan

Tonus otot tidak teratur

Mata cepat tertutup dan cepat terebuka

Tekanan darah meningkat

Metabolisme meningkat

Terjadi mimpi yang menyenangkan, bersemangat dan sibuk

3. Siklus Tidur
Sadar Penuh
NREM I

REM

NREM II

NREM II

NREM III

NREM III

NREM IV

D. Kebutuhan Tidur
Usia merupakan faktor penentu kebutuhan tidur seseorang, semakin tua seseorang
maka semakin sedikit kebutuhan tidurnya.
1.1 Tabel pola tidur normal berdasarkan tingkat usia
Tingkat
USIA

Perkembanga

Kebutuhan Tidur

Pola Tidur Normal

n
01

Masa

bulan

Neonatus

11 18
bulan
18 bulan
3 tahun

3-6 tahun
6-12 tahun

Masa Bayi

50% REM dan 1 siklus


14-18 jam/hari

tidur rata-rata 45-60


menit

12-14 jam/hari

20-30% REM dan


tidur sepanjang malam
25% REM dan tidur

Masa Anak

11-12 jam/hari

sepanjnag malam +
tidur siang

Masa
Prasekolah
Masa Sekolah

11 jam/hari

20% REM

10 jam/hari

18,5% REM

12-18
tahun

Masa Remaja

18-40

Masa Dewasa

tahun

Muda

40-60

Masa Paruh

tahun

Baya

60 tahun

Masa Dewasa

keatas

Tua

8,5 jam/hari

20% REM

7-8 jam/hari

20-25% REM

7 jam/hari

20% REM dan sering

6 jam/hari

sulit tidur
20-25% REM dan
sering sulit tidur

E. Faktor-Faktor yang mempengaruhi tidur


1. Penyakit
Seseorang yang mengalami sakit memerlukan waktu tidur yang lebih banyak dari
normal. Namun demikian, keadaan sakit menjadikan seseorang kurang tidur
bahkan tidak dapat tidur.
2. Kelelahan
Kelelahan dapat mempengaruhi pola tidur seseorang. Seseorang dengan kelelahan
tingkat menengah dapat tidur nyeyak, sedangkan pada kelelahan yang berlebihan
akan menyebabkan periode tidur REM lebih pendek.

3. Stres Psikologi
Depresi akan menyebabkan gangguan pada frekuensi tidur. Hal ini disebabkan oleh
kondisi cemas yang meningkatkan norepirefin darah melalui sistem saraf simpatis
dan akan mengurangi tahap REM dan NREM.
4. Obat-Obatan
Obat dapat juga mempengaruhi proses tidur. Beberapa jenis obat yang dapat
mempengaruhi proses tidur adalah jenis golongan obat diuretik yang menyebabkan
seseorang insomnia, anti depresan dapat menekan REM (Rapid Eye Movement),

kafein dapat meningkatkan saraf simpatis yang menyebabkan kesulitan untuk tidur,
golongan beta bloker dapat berefek pada timbulnya insomnia, dan golongan
narkotik dapat menekan REM (Rapid Eye Movement) sehingga mudah mengantuk.
5. Nutrisi
Terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang cukup dapat mempercepat terjadinya proses
tidur, karena adanya tryptophan yang merupakan asam amino dari protein yang
dicerna. Demikian sebaliknya, kebutuhan gizi yang kurang dapat juga
mempengaruhi proses tidur, bahkan terkadang sulit untuk tidurMakanan seperti
keju, susu, daging dan ikan tuna dapat mempercepat tidur.
6.

Lingkungan
Lingkungan dapat meningkatkan atau menghalangi seseorang untuk tidur. Pada
lingkungan yang tenang memungkinkan seseorang dapat tidur nyenyak dan
sebaliknya.

7. Motivasi
Motivasi dapat mempengaruhi dan dapat menimbulkan keinginan untuk tetap
bangun dan menahan tidak tidur sehingga dapat menimbulkan gangguan proses
tidur.

F. Gangguan Proses Tidur


1. Insomnia
Merupakan suatu keadaan di mana seseorang sulit untuk memulai atau
mempertahankan keadaan tidurnya.
2. Parasomnia
Merupakan perilaku yang dapat mengganggu tidur atau muncul saat seseorang
tidur. Gangguan ini umum terjadi pada anak-anak, misalnya; tidur berjalan,
mengigau, mimpi buruk.
3. Hipersomnia

Merupakan kebalikan dari insomnia, yaitu tidur yang berkelebihan terutama pada
siang hari disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti kerusakan system saraf,
gangguan pada hati atau ginjal, atau karena gangguan metabolisme (mis;
hipertiroidisme).
4. Narkolepsi
Merupakan suatu keadaan di mana seseorang sulit mempertahankan keadaan
terjaga/bangun/sadar. Penderita akan sering mengantuk hingga dapat tertidur
secara tibaa-tiba.
5. Apnea
Apnea saat tidur atau sleep abnea adalah kondisi terhentinya nafas secara periodic
pada saat tidur atau saat tidur atau ketidakmampuan untuk mengatur tidur dan
bernafas pada saat yang bersamaan.
6. Enuresa (Mengompol)
7. Delirium (Mengigau)
G. Penatalaksanaan Medis

a) Farmakologis
Kolaborasi dengan dokter, obat-obatan penenang.
b) Non Farmakologis
1) Stimulasi dan pijatan
Pasien jauh lebih nyaman karena otot relaksasi, menggosok kulit, punggung,
bahu.
2) Relaksasi
Ketegangan otot berkurang, nafas abdomen, frekuensi lambat, berirama
Pejamkan mata, bernafas perlahan teratur konstan
Menghitung dalam hati saat udara masuk dan keluar
Perlu latihan dulu.
3) Imajinasi Terbimbing
Membayangkan setiap energi dalam menarik nafas adalah energi

kesembuhan.
Bayangkan saat mengeluarkan nafas, tegang berkurang.
Sebagai tambahan dari bentuk pengobatan.

H. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian Fokus
a) Riwayat Keperawatan
(1) Keluhan Utama : Pasien mengatakan tidak dapat tidur dengan nyenyak
(2) Riwayat Kesehatan sekarang : Penyakit yang diderita, keluhan tambahan
b) Pola Fungsional Gordon

(1) Pola Manajemen Kesehatan :


(2) Pola Oksigenasi : Keluhan sesak (nyeri), pola nafas ,bersihan jalan nafas.
(3) Pola Nutrisi : Asupan Nutrisi, pola makanan,kecukupan gizi, pantangan
makanan.
(4) Pola Eliminasi : Pola BAB dan BAK, konsistensi fases, warna urin,
volume out put, frekuensi BAB dan BAK sebagai identifikasi nyeri.
(5) Pola Rasa Aman dan Nyaman :
(6) Pola Aktivitas : meliputi gerakan (mobilitas) pasien, aktivitas/ pekerjaan
pasien yang dapat menimbulkan nyeri/ mengurangi nyeri.
(7) Pola Istirahat : Meliputi Kebiasaan tidur/ istirahat pasien, kebiasaan dalam
istirahat.
(8) Pola Seksualitas dan Reproduksi:
(9) Pola Kognitif, Persepsi dan Sensori
(10)
Pola Stress dan Adaptasi
(11)
Pola Konsep Diri
(12)
Pola Nilai dan Kepercayaan/Agama
c) Pemeriksaan Umum
(1) Keadaan Umum
(2) Kesadaran
(3) TD (Tekanan Darah)
(4) Suhu Tubuh
(5) HR (Heart Rate)
(6) RR (Respiratory Rate)
d) Pengkajian Fisik
Data utama

meliputi

tingkat

energi

(adanya

kelemahan

fisik,

kelelahan/fatigue, lethargy); karakteristik wajah (penyempitan atau


pelebaran mata, kelopak mata bengkak, penurunan animasi); karakteristik
perilaku (menguap, menggosok-gosok mata, bicara lambat, slumped

posture)
Data yg dianjurkan dikaji pada resiko gangguan tidur (obesitas, leher

membesar, septum deviasi)


Ciri tidur yg lain yg perlu dikaji termasuk tidak dpt tidur, postur saat tidur,
dan aktivitas saat tidur seperti ngorok, atau kontraksi kaki (nocturnal
myoclonus)

e) Pengkajian Istirahat dan Tidur


(1) Bantuan tidur
- relaksasi sebelum tidur
- kebiasaan/ritual waktu tidur
- lingkungan tidur
- bantuan obat-obatan

(2) Gangguan tidur dan faktor yg berkontribusi


- kealamiahan gangguan tidur
- Pertama kali munculnya gangguan
- Penyebab ( fisik, psikis, berhub. dg obat-obatan)
- Kegawatan
- tanda & gejala
- intervensi yg dilakukan dan hasil
f) Pengkasian Respon fisiologis
a. Respon simpatik
- peningkatan frekuensi pernafasan
- dilatasi saluran bronkiolus
- peningkatan frekuensi denyut jantung
- penurunan mobilitas saluran cerna
b. Respon parasimpatik
- pucat
- ketegangan otot
- penuru nan denyut jantung
- mual dan muntah
- kelemahan dan kelelahan
c. Respon perilaku
Respon perilaku yang sering di tunjukan oleh pasien antara lain perubahan
postur tubuh, mengucek-ngucek mata, menguap
d. Respon afektif
Respon afektif juga perlu di perhatikan oleh seorang perawat. Dalam
melakukan pengkajian terhadap pasien dengan gangguan istirahat dan tidur.
2. Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul
1) Insomnia
2) Deprivasi Tidur
3) Gangguan Pola Tidur

Daftar Pustaka

Alimul.H.Aziz. (2006). Pengantar KDM dan Proses Keperawatan. Jakarta : Salemba


Medika.
Asmadi. (2008). Prosedural Keperawatan; Konsep dan Aplikasi KDM. Jakarta : Salemba
Medika.
Potter & Perry. Fundamental Keperawatan. 2006. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Rafiudin, Rahmat. Insomnia dan Gangguan Tidur lainnya. 2014. Jakarta: Elex Media
Komputindo.

Anda mungkin juga menyukai