Anda di halaman 1dari 32

SEFALOMETRI

ANALISIS STEINER

Oleh:
1. Rita (160321140005)
2. Jane Amelia (160221150005)

Pembimbing: Isnaniah Malik, Drg, Sp. Ort (K)

ANALISIS STEINER

Cecil.

C.

Steiner

(1896-

1989)
Murid Edward. H. Angel

Analisis

tahun 1953.

Steiner

pada

Analisis
Steiner
Paling sering digunakan

Mudah dan cepat


penggunaanya
Analisis skletal, dental, dan
jaringan lunak.

Bidang S N sebagai
referensi
Bidang yang
stabil
Terletak pada jaringan
keras
Terletak pada bidang median sagital

Titik Referensi Analisis


Steiner

Orbita (O) : Titik paling bawah pada margin infraorbita.

Pterigomaksilaris (Ptm) : Titik paling inferior dari fisur pterigomaksilaris.

Anterior Nasal Spine (ANS) : Ujung paling anterior dari spina nasalis.

Subspinal (A) : Titik terdalam pada maksila di antara spina nasalis anterior
dengan prosthion.

Supramentale (B) :Titik terdalam pada mandibubla di antara infradental


dengan pogonion.

Pogonion (Pg) : Titik paling anterior dari garis tengah mandibula.

Gnation (Gn) : Titik pada dagu yang dibuat dari sudut perpotongan antara
bidang fasial dan bidang mandibula.

Menton (Me) : Titik median terendah pada batas inferior mandibula.

Tengah Sela Tursika (S) : Titik di tengah-tengah fosa sela tursika.

Porion (Po): Titik paling tinggi pada permukaan superior dari jaringan lunak
dari meatus akustikus eksternal.

Articulare (Al): Sebuah titik di persimpangan ramus dan batas inferior dasar
tengkorak posterior.

Basion (Ba) : Titik terendah di tepi anterior dari foramen magnum.

Titik Bolton (Bo): Titik paling tinggi dari kecembungan kondilus osipital.

Posterior Nasal Spine (PNS): Ujung paling posterior dari spina nasalis.

Gonion (Go): Titik pada lengkung mandibula, terletak membagi dua sudut
yang dibentuk oleh garis singgung ke ramus posterior dan perbatasan
inferior mandibula.

Titik-titik Referensi
Analisis Steiner
1. Sella (S)
Titik yang
terletak
ditengahtengah Sella
Tursika
(Gambar 1)

2.

Nasion (N)
Titik paling
Anterior dari
Sutura
Frontonasalis
(Gambar 2)

3.

Subspinal (A)
Titik terdalam
dari kurva tepi
Anterior Maksila.
Diantara Spina
Nasalis Anterior
dan Alveolus gigi.
(Gambar 3)

4. Supramental (B)

Titik terdalam
pada kontur
anterior dari
symphisis
mandibula antara
interdental dgn
pogonion.
(Gambar 4)

5. Pogonion (Pg)

Titik paling
anterior dari
sympysis
mandibula.
(Gambar 5)

6. Gnathion

(Gn)
Titik paling luar
pd kurvatura
symphisis
antara
pogonion dan
menton.
(Gambar 6)

Bidang Referensi dalam


Analisis Steiner
1. Bidang SN
Garis yang
menghubungka
n titik S dan N
(Gambar 7)

2. Bidang
Frankfurt
Garis yang
menghubungkan
titik porion dengan
titik Orbita.
(Gambar 8)

3. Bidang
Mandibula
Garis yang
menghubungkan
titik Go & Gn
(Gambar 9)

4.
Bidang oklusal
Garis yang melalui
titik
pertemuan
insisif atas dan
bawah dgn titik
pertemuan antara
bonjol mesiobukal
dari M1 atas dan
bawah pd waktu
oklusi.
(Gambar 10)

5. Bidang Palatal

Garis yang
menghubungkan
titik ANS dan PNS

Sudut-Sudut Referensi
Analasis Steiner (Analisis
Tulang)
1.

Sudut SNA
Kedudukan
maksila
terhadap
kranium,
rata-rata 82

I. Analisis Tulang
I.1 Sudut SNA :
A : sudut SNA 82o normal
B : sudut SNA 91 o posisi
maksila protrusi
terhadap dasar kranium
C : Sudut SNA 77 o posisi
maksila retrusi
terhadap dasar
kranium.

2.

Sudut SNB
Kedudukan
mandibula
terhadap kranium,
rata-rata 80

I.Analisis Tulang
I.2 Sudut SNB :
A : sudut SNB 80o normal
B : suudut SNB 77 o
posisi Mandibla retrusi
terhadap dasar
kranium
C : Sudut SNB 86 o posisi
maksila protrusi
terhadap dasar
kranium.

3. Sudut ANB
Hubungan antara
Maksila terhadap
Mandibula.
Nilai normal: 2
ANB = SNA SNB

I. Analis Tulang

I.3 Sudut ANB:


RataratasudutANB
normal adalah

20

II. Analisis Gigi


II.1 Posisi Gigi Insisif

RA terhadap Maksila:
Simpangan jarak
labial gigi insisif atas
terhadap garis N-A.

A retroposisi, B
normal, C terlalu ke
depan.

II. Analisis Gigi


II.2 Posisi Gigi RB
terhadap Mandibula.
Jarak labial gigi
insisif satu bawah
4mm dengan sudut
inklinasi gigi Insisif
RB terhadap garis
N- B 250= posisi
ideal

II. Analisis Tulang


II.3 Sudut Interinsisal
Posisi dari Insisif
RA terhadap Insisif
RB.
Nilai Normal: 130

II. Analisis Tulang


II.4 Sudut Insisif RB
terhadap dagu,
menentukan
outline wajah.
Jarak ideal
permukaan labial I
RB terhadap garis
NB=4mm

III. Analisis Jaringan


Lunak
Letak bibir yang ideal
menyentuh garis S yang
dibentuk dari kontur
dagu menuju bagian
tengah dari batas
bawah hidung.
A:Bibir dalam posisi
ideal B : posisi bibir
bawah protrusif
C : posisi bibir retrusif.

Norma dan Variabel


Analisis Steiner
Variabel dan
Norma

Rata - Rata

Sudut SNA

82

Sudut SNB

80

Sudut ANB

SND
Sudut GoGn-SN
Sudut Bidang Oklusal ke
SN
Sudut Intersisal
I ke NA
Sudut I ke NA
I ke NB
Sudut I ke NB

76 77
32
14.5
130 131
4 mm
22
4 mm
25

Sefalometri Analisis
Steiner
Penapakan
Sefalometri dari
Analisis Steiner
(Gambar 14)

Jarak Pog ke garis NB dan jarak


labial Insisif 1 Rb ke garis NB
(Gambar.20)

TERIMA KASIH