Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS

ANALISIS KUALITATIF SENYAWA ANORGANIK

Golongan / Kelompok

S/B

Nilam
/ 2443011
Angelina Chiara
/ 2443014016
Onggy Widjaya
/ 2443014073

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA
SURABAYA
2014

I.

TUJUAN PRAKTIKUM

Mahasiswa dapat memahami analisis kualitatif senyawa anorganik.


II.

DASAR REAKSI
A. ANALISA PENDAHULUAN
1. Pemeriksaan Organoleptis
2. Reaksi nyala api
3. Reaksi pemijaran
4. Reaksi untuk zat yang mudah menguap/menyublim
5. Sifat zat pada penambahan H2SO4 dan NaOH
6. Kelarutan zat
1. Pemeriksaan Organoleptis

Warna zat
Hitam

: PbS, CuS, Ag2S, dll

Biru

: garam Cu terhidrat, garam Co anhidrat

Hijau

: Garam Fe2+, Ni2+, Cr3+

Merah

: HgI2, PbO2, K3[Fe(CN)6]

Pink

: garam Mn(II), garam Co (II) terhhidrat

Kuning : AgI, PbI2, CdS, FeCl3

Putih

: MgO, ZnO, CaO

Coklat

: Fe2O3, SnS, Fe(OH)3

Bentuk kristal (dilihat dengan mikroskop)


Jarum

: CaSO4, H2O

Kubus

: AgCl

Amorf

: SrSO4

Sifat hifroskopis
Mempunyai sifat higroskopis : NaCl, CaCl2, FeCl3

Bau
Zat berbau khas :
Bau Amoniak

: Garam NH4+

Bau Cuka

: Garam asetat

Bau Belerang

: Garam sulfit

Bau telur busuk

: Garam sulfida

Bau gas oksida nitrogen

: Garam nitrat/nitrit

2. Reaksi Nyala Api


Cara : Kawat NiCr dibasahi HCl pekat, nyala Bunsen, zat + HCl
encer pijarkan.
Warna nyala

Zat

Kuning emas

Na

Lembayung muda

Kalsium (dgn kaca cobalt)

Merah bordo

Sr

Sindur merah

Ca

Hijau kuning

Ba

Hijau terang

Hijau kebiruan

Cu

Biru lemah

Pb

Kelabu biru lemah


As, Sb, Bi
Reaksi Belstein (dengan kawat Cu) halogen & N (nyala hijau)

3. Reaksi Pemijaran/Pemanasan kering


a. Zat tidak terurai
-

Tidak terjadi perubahan warna

ex : CaO, MgO, BaSO4


-

Terjadi perubahan warna

ex : ZnS : dingin putih panas kuning

PbO : dingin kuning panas merah coklat


b. Zat terurai : terjadi perubahan warna
ex : FeCl3.6H2O : hijau kuning
- CoCl2.6H2O : merah karmija biru
- NiSO4.7H2O : hijau kuning
c. Zat Melumer
ex : NaOH, NH4NO3, Bi2O3, CaCl2.6H2O, ZnSO4.7H2O
d. Zat menyublim
ex : - garam NH4+, As2O3, garam klorida dari Al, Hg, Zn, Sr, Pb warna
putih
-

S, HgI2, PbI2 warna kuning

I2 dari garam I dan IO3- tercampur asam warna ungu

As, Hg kelabu

HgS, FeCl3 hitam


e. Zat mengeluarkan gas
- Tidak berbau dan tidak berwarna

ex : - O2 dari gaeam peroksida dan oksida


-

N2O dari NH4NO3 atau nitrat

N2 dari NH4NO3

CO2 dari garam karbonat, hidrogen karbonat, asam organik

Tidak berwarna, berbau khas


ex : NH3 dari garam amonium SO2 dari garam sulfit dan tiosulfat

SO3 dari garam sulfat


-

Berwarna dan berbau keras


ex : I2 (violet) dari garam iodida

Br2 (coklat) dari garam bromida

Cl2 (kuning) dari garam klorida

NO2 (coklat) dari garam nitrat/nitrit

4. Reaksi untuk zat yang mudah menguap/menyublim


-

NH4+ + NaOH 4N

Bau amoniak

Lakmus merah biru

HCl kabut putih

+ reagen Nesler coklat hitam

Asetat : zat digerus dengan K/NaHSO4 : bau cuka

Borat : zat + H2SO4 pekat + alkohol nyala hijau

Hg2+ & Bi3+ pembentukan amalgam dengan kawat Cu

As3+ & Sb3+ : reaksi Gutzeit & Fleitman

Ion Halogen : kawat Cu dikenakan zat, di bakar pada nyala Bunsen,


bila warna nyala hijau berarti menandakan adanya ion halogen.

B. PENGGOLONGAN DAN REAKSI SPESIFIK ANION


Penggolongan Anion
Anion Pereduksi
1.
Larutan + H2SO4 2N berlebih; + KMnO4 tetes demi tetes warna
ungu hilang
SO32-, NO2- , I- , CN-, S2O32- , CNS-, AsO33- , Cl-, S2- , Br-- , Fe(CN)642.

Anion Pengoksidasi
Larutan + H2SO4 2N +Diphenilamin/H2SO4 pekat biru tua
NO3-, BrO- , Cr2072- , AsO43-, NO2- , IO3- , MnO4- , ClO3-, CrO42-,

Fe(CN)633.

Golongan Perak Nitrat


Larutan + HNO3 encer + AgNO3 mengendap
Cl-

AgCl (p)

Br-

AgBr (k)

I-

AgI (k)

IO3-

AgIO3 (p)

CNS-

AgCNS (p)

Fe(CN)64-

Ag4Fe(CN)6 (p)

Fe(CN)63S24.

Ag3Fe(CN)6 (jg)
Ag2S (ht)

Golongan BaCl2

Larutan + HCl encer + BaCl2 mengendap


SO425.

BaSO4

Golongan FeCL3

Larutan + HCl encer + FeCl3 endapan/warna


Endapan coklat/kuning CrO42-, AsO43-, PO43-, B4O72Reaksi Penetapan Anion
Klorida (Cl-)
Cl- + Ag+ AgCl
P
AgCl + 2NH3 [Ag(NH3)2]Cl + 2H+Ag + 2NH4+
larut
ht
Bromida (Br-)
- 6Br- + Cr2O72- + 14H+ 3Br2 + 2Cr3+ + 7H2O
- Br2 + CHCl3 kuning coklat (lar)
Iodida (I-)
- I- + Ag+ AgI
kuning
- 6I + Cr2O7 + 14 H+3I2 + 2 Cr3+ + 7H2O
- I2 + CHCl3 violet
-

2-

Tiosianat (rodanida)
- Fe3+ + 3CNSFe(CNS)3 (merah darah)
- Fe3+ + 6CNS[Fe(CNS)6]3 Klorat (ClO3-)
- ClO3- + 3H2SO3 Cl- + 3H2SO4
- ClO3- + Ag+ AgCl
- 2ClO3- + H2SO4 HClO3 (As. Klorat) + SO42HClO4 + ClO2 + H2O
(As. Perklorat)
Cl2
2O2

Bromat
- BrO3- + 6I- + 7H+ 3I2 + HBr + 3 H2O
+ amilum
biru
Iodat
- IO3- + 5I- + 6H+ 3I2 + 3 H2O
+ amilum
biru
Kromat dan Bikromat (CrO42-& Cr2O72-)
- Garam kromat
: kuning
- Garam bikromat : jingga
- Ba2+ + CrO42 BaCrO4
kuning
- CrO42+
+ H2SO4 + H2O2 Amil alkohol CrO(O2)2
- Cr2O72+
biru (krom peroksida)
Permanganat
- 2MnO4- + 5H2O2 + 6H+ 2Mn2+ + 5O2 + 8 H2O
ungu
tidak berwarna
Nitrat
- 3Fe2+ + NO3- + 4H+ 3Fe3+ + NO + 2H2O
- FeSO4 + NO + 5H2O [Fe(H2O)5NO]SO4
cincin coklat
Nitrit
- Reaksi diazotasi dan pengkopelan

Senyawa aro (merah)


Sulfat
- SO42- + Ba2+ BaSO4

Putih (tidak larut dalam HCl)


Sulfit
- I2 + H2O + SO32- 2I- + 2H+ + SO42+
hilang warnanya
Tiosulfat
- S2O32- air mineral

S + SO2 + H2O
kuning

Sulfida
- S2- + 2H+ + H2S
- H2S+ Pb2+ PbS + 2H+
hitam
Fosfat
- Zat + asam nitrat + amonium molibdat
- PO43- + 12[MoO4]2- + 2H+ + 3NH4+
(NH4)3[P(Mo3O10)4].H2O
kuning
Arsenat
- AsO43- + 2I- + 2H+

AsO33- + I2 + H2
biru
+ amilum

Fero amonium sulfat


- Cu2+ + [Fe(CN)6]4- Cu[CuFe(CN)6] + K+
merah coklat
Ferri amonium sulfat
- 3Cu2+ + 2[Fe(CN)6]3- Cu[CuFe(CN)6]2
hijau
Karbonat dan Hidrogen karbonat
- Perbedaan protolisisnya dalam air
- HCO3- + H2O
H2O+ + CO32(+ pp tidak berwarna/merah lemah)
- Na2CO3 + H2O
Na+ + NaHCO3 + OH(+ pp merah kuat)

C. PENGGOLONGAN dan REAKSI SPESIFIK KATION


Penggolongan Kation
Metoda H2S oleh Bergmann. Metode ini tidak dilakukan dalam praktikum.
Reaksi Spesifik untuk Kation
GOLONGAN I (GOLONGAN PERAK Pb2+ ; Ag+ ; Hg2+ ; Pb2+)
Pb2+
Larutan + CrO42- asetat PbCrO4
(Pb2+)
kuning
Reaksi Kristal
Pb2++ HCl 2N

larut,

dinginkan PbCl2
putih

Pb2+ + lar. KI

PbI
kuning

Ag+
Larutan + Cl (Ag+)

AgCl

HNO3

tidak larut

encer

putih
+ NH4OH
[Ag(NH3)2 ]+
(larut)
Ag+ + NH3 + HCOH + H2O 2 Ag + HCOOH + NH3 + NH4+
Cermin perak

Hg2+
Hg2+ + kawat Cu
Hg2+ + I-

HCl

Hg + Cu Cl2

Abu-abu mengkilat
IHgI2
K2HgI4
Merah orange
(larut)

GOLONGAN II (GOLONGAN TEMBAGA & ARSEN)


II A : Hg2+ , Bi3+ ,Pb2+ , Cu2+ ,Cd2+
II B : Sn2+ ,As3+ ,Sb3+
Bi3+
Bi3+ + H2O + HCl

BiOCl + 2 HCl

putih
Bi3+ + larutan chinconin nitrat KI
Jingga
2+
Cu
Cu2+ + K4 [Fe[CN]6]
Cu2 [Fe[CN)6]
Coklat
Larut
+ NH4OH encer
(biru tua)
Cu2+ + NH4OH
Cu(OH)2 + NH4+
Kebiruan
2+
[Cu(NH3]
+ NH4OH (berlebih)
(larutan biru)
Cd2+
Cd2+ + (NH4)2 [Hg(CNS)4]
(K2 [Hg(CNS)4 ] )
Sn2+
Sn2+ + NaOH berlebih
Bi + H2O + NaNO2 + Na2(SnO3)
Hitam metalik

Cd[Hg(CNS)4]
kristal
Na2(SnO2) + H2O
+ Bi3+
+ NaOH

As3+ / As5+
A. Reaksi Gutzeit
Kertas saring + AgNO3
Kapas + Pb(Asetat) 2
Zat + H2SO4
Logam Zn ( Reduktor )

Reaksi :
As3+ + Zn + H+
AsH3+ Zn2+ + H2O

AgNO3 + AsH3

AsAg33 AgNO3 + HNO3


Kuning
+ H2O
Ag + HNO3 + H3AsO3
Hitam

B. Reaksi Fleitman
Reduktor : Al dalam KOH / NaOH
Reaksi : As3+ + Al + OH AsH3 + 4[Al(OH)4]dst = Gutzeit
As
Sb

Gutzeit
Fleitman

+
+

Golongan IIIA (Gol. Besi) & IIIB (Gol. Seng)


IIIA : Fe2+ ; Fe3+ ; Cr3+ ; Al3+
Pereaksi
Fe2+

Fe3+

1. K4Fe(CN)6

Endapan putih

Endapan biru berlin

2.K3Fe(CN)6

Endapan biru tua

Larutan coklat

3.NH4CNS / KCNS

Tak berwarna

Larutan merah darah

4. NH4OH

Endap. putih kehijauan

Endapan coklat merah

Al3+
Al3+ + NH4OH

Al(OH)3 + NH4+
Gel putih

Al3+ + pereaksi morin / netral

larutan koloid berfluorensensi hijau

Cr3+
Cr3+ + NaOH berlebih + H2O2
Cr3+ + NaOH Cr(OH)3 + Na+
Cr(OH)3 + NaOH NaCrO2 + H2O
NaCrO2 + H2O2
Na2CrO4 + H2O
(kuning)
Na2CrO4 + Pb(CH3COO)2

larutan kuning

PbCrO4
Kuning

III B : CO2+ , Ni2+ , Mn2+ , Zn2+


Co2+
Co2+ + NH4CNS
(NH4)2[Co(CNS)4] + NH4NO3
biru + amil alkohol
Co2+ + (NH4)2 [Hg(CNS)4]

Co[Hg(CNS)4]
Kristal
Biru muda

Ni2+
Ni2+ + CH3 C ==N OH
NH4OH

+
CH3 C == N OH
DMG

OH

NH4+ + H2O +
O

CH3 C = N

N = C CH3
N

CH3 C = N

N = C CH3

O
Ni DMG
Mn2+
Mn2+ + NaOH

OH
Merah

Mn(OH)2
Putih

Mn(OH)2 + O2 + H2O

Mn(OH)3
Coklat

Zn2+
Zn2+ + K4 [ Fe(CN)6 ]

K2Zn3[ Fe(CN)6 ]2
Putih kehijauan

Zn2+ + (NH4)2 [Hg(CNS)4 ]

Zn[Hg(CNS)4]
Kristal

Golongan IV (Gol. Kalsium) Ba2+ , Sr2+ ,Ca2+


Ba2+
Ba2+ + Na Rhodizonat
noda merah coklat
Ba2+ + H2SO4 encer

Ca2+
Ca2+ + H2SO4 encer

tetap

BaSO4 (tidak larut dalam asam encer


putih

Sr2+
Sr2+ + H2SO4 encer
Sr2+ + Na Rhodizonat

+ HCl encer

& HNO3 pekat

SrSO4 (tidak larut dalam (NH4)2SO4 panas)


noda merah coklat + HCl encer Noda hilang

CaSO4 (larutan dalam (NH4)2SO4 panas


Putih
Kristal jarum

Golongan V (Gol. Sisa) : : K+ , Na+ , NH4+ , Mg2+


K+
K+ + Tripel Nitrit A + Tripel Nitrit B
Kristal kotak hitam
+
K + HClO4
KClO4 + HCl
Putih
Na+
Reaksi nyala api
Na+ + 3UO2(CH3COO)2 + Zn(CH3COO)2 + CH3COOH + H2O
Na Zn(UO2)2(CH3COO)9. 9H2O + H+
Kristal kuning (bentuk diamond)
NH4+
NH4+ + NaOH
Lakmus
+ NaOH

NH3 + H2O
lakmus merah menjadi biru

NH4+ + K2HgI4
NHg2I .H2O + H2O +K+ + I(nesler)
coklat
++
Mg
Mg++ + NH4Cl + NH4OH + Na2HPO4 ( sama-sama basa )

Na
III.

ALAT DAN BAHAN

Alat :
Tabung reaksi dan rak
Pipet tetes
Beaker glass
Kertas lakmus
Corong
Bunsen
Cawan porselen
Kaca arloji
Kaca cobalt
Plat tetes
Bahan :
Senyawa campuran reagen

Kristal spesifik

IV.

CARA KERJA
A. Analisis Pendahuluan.
1. Mengamati organoleptis senyawa campuran.
2. Melakukan reaksi nyala api : senyawa di larutkan dengan HCl
encer. Kawat NiCr dicelupkan ke dalam sampel, lalu dibakar, amati
warna yang keluar (untuk halogen digunakan kawat Cu yang
dicelupkan ke dalam larutan sampel dalam air, teramati hijau).
3. Melakukan reaksi pemijaran dengan membakar zat pada cawan
porselen dan di amati perubahan yang terjadi pada zat pada kondisi
dingin dan kondisi setelah pemanasan.
4. Melakukan reaksi untuk zat yang mudah menguap atau menyublim
dengan dugaan awal ion yang mungkin ada dalam campuran.
B. Penggolongan Anion dan Kation.
1. Anion pereduksi : larutan zat + H2SO4 2N berlebih, di tambah
KMnO4 tetes demi tetes, lalu amati (warna ungu hilang)
2. Anion pengoksidasi : larutan + H 2SO4 2N, ditambah diphenilamin,
lalu amati (biru tua).
3. Golongan perak nitrat : larutan +HNO3 encer lalu ditambah dengna
AgNO3, amati (warna biru tua).
4. Golongan BaCl2 : larutan + HNO3 encer, lalu ditambah AgNO3,
amati hasilnya (mengendap).
5. Golongan FeCl3 : larutan + HCl encer + FeCl3, lalu amati
(endapan/warna)
C. Reaksi Identifikasi Anion.
-

CH3COO- = zat digerus dengan K/NaHSO4, lalu bila terdapat bau


cuka maka zat terdapat ion asetat

NO3-

= Zat + FeSO4+H2SO4 yang diberikan lewat dinding

tabung reaksi
-

SO42-

= zat ditambahkan kation Ba2+. Bila zat mengandung ion

sulfat maka akan terbentuk endapan putih.


D. Reaksi Identifikasi Kation

1. Cu2+ =.menggunakan reaksi nyala api dengan senyawa di larutkan


dengan HCl encer. Kawat NiCr dicelupkan ke dalam sampel, lalu
dibakar, amati warna yang keluar (hijau kebiruan).
Lalu untuk memastikan kembali adalah: Cu2+ + NH4OH akan
terbentuk warna biru
2. Na+ = menggunakan reaksi nyala api dengan senyawa di larutkan
dengan HCl encer. Kawat NiCr dicelupkan ke dalam sampel, lalu
dibakar, amati warna yang keluar (kuning emas).
V.

HASIL PRAKTIKUM
Tahapan Analisis
A. Analisa Pendahuluan
1.
Pemeriksaan Organoleptis
Warna zat
Biru
: Garam Cu terhidrat, garam Co anhidrat
Coklat
: Fe2O3, SnS, Fe(OH)3
Putih
: MgO, ZnO, CaO
Bentuk Kristal (di lihat dengan mikroskop)
Tidak menemukan
Sifat Higroskopis
Tidak higroskopis
Bau
Zat berbau khas
Bau cuka : Garam Asetat
2. Reaksi Nyala Api
Cara : Kawat NiCr dibasahi dengan HCl pekat, nyala Bunsen, zat
+ HCl encer pijarkan

WARNA NYALA
Hijau kebiruan

ZAT
Cu+

3. Reaksi pemijaran
Zat tidak terurai
- Tidak terjadi perubahan warna
Contoh : CaO, MgO,BaSO4
4. Reaksi untuk zat yang mudah menguap/ menyublim
- Asetat : zat digerus dengan NaHSO4 bau cuka
B. Penggolongan dan Reaksi Spesifik Anion

1.

Golongan BaCl2
Larutan + HCl encer + BaCL2 mengendap
SO42-

C. Reaksi Spesifik
Setelah dilakukan pemeriksaan pendahuluan dan penggolongan
anion, dapat dilakukan pemeriksaan spesifik anion dan kation
untuk memastikan anion dan kation yang terdapat dalam sampel,
dengan melakukan beberapa uji sebagai berikut :

1. Reaksi Spesifik Anion


Asetat (CH3COO-)
Dapat diketahui dari reaksi spesifik :
Reaksi untuk zat yang mudah menguap / menyublim

(Asetat) :
Zat digerus dengan NaHSO4 bau cuka
Larutan perak nitrat (AgNO3) (Vogel II hal 390)
CH3COO- + Ag endapan putih mudah larut dalam
ammonia encer

Nitrat (NO3-)
Reaksi spesifik :
3Fe3+ + NO3- + 4H+ 3Fe3+ +NO + 2H2O

FeSO4 + NO + 5H2O [Fe (H2O)5 NO] SO4

Sulfat (SO42-)
Larutan + HCl encer + BACl2 warna putih

SO42- + Ba2+ BaSO4

2. Reaksi Spesifik Kation


Tembaga (Cu2+)
Dapat diketahui dari reaksi spesifik :
Reaksi nyala api

Warna nyala : Hijau kebiruan

Dengan Larutan NH4OH, sedikit dan berlebih


Cu2[Fe(CN)6] + NH4OH encer larut (biru tua)
Cu2+ + NH4OH Cu(OH)2 kebiruan + NH4+

Cu(OH)2 + NH4OH [Cu(NH3)]2+ aqua biru


Natrium (Na+)
Reaksi nyala api

Na+ + 3UO2 (CH3COO)2 + Zn (CH3COO)2 +

CH3COOH + H2O Na Zn (UO2)2


(CH3COOH)9.9H2O + H+
A. Analisa pendahuluan
1. Reaksi nyala api = Kuning emas (Dugaan: Na+), tetapi pada
bagian pinggir dari kawat terdapat warna nyala hijau kebiruan
(Dugaan: Cu2+).
2. Reaksi Belstein = Negatif
3. Reaksi untuk zat yang mudah menguap
Reaksi pembentukan amalgam, NH4+, Borat, Reaksi Gutzeit =

Negatif
Asetat = Positif

B. Penggolongan dan reaksi spesifik Anion


No.

Golongan

Prosedur kerja

Hasil pengamatan

1.

Anion pereduksi

Larutan zat + H2SO4 2N

Negatif (-)

berlebih + KmnO4 tetes


demi tetes warna ungu
hilang
2.

Anion

Larutan + H2SO4 2N +

pengoksidasi

diphenilamin/H2SO4 pekat

Negatif (-)
-

biru tua
3.

Perak nitrat

Larutan + HNO3 encer +


AgNO3 mengendap

4.

BaCl2

Larutan + HCl encer +

Positif (+)
Kemungkinan Cl-, Br-, I-,IO3-,
CNS-, Fe(CN)64-,Fe(CN)63-, S2Positif (+)

BaCl2 mengendap

5.

FeCl3

Larutan + HCl encer +

Negatif (-)

FeCl3 endapan/warna

C. Reaksi Penetapan dan Identifikasi Anion


No..

Anion

Prosedur Kerja

Hasil
Pengamatan

1.

SO42-

SO42- + Ba2+ BaSO4 (endapan putih yg tidak


larut di HCl)

2.

CH3COO-

3.

ClO3-

zat digerus dengan K/NaHSO4


ClO3- + 3H2SO3 Cl- + 3H2SO4
ClO3- + Ag+ AgCl
2ClO3- + H2SO4 HClO3 (As. Klorat) + SO42HClO4 + ClO2 + H2O
(As. Perklorat)

4.

BrO3-

Cl2
2O2
BrO3- + 6I- + 7H+ 3I2 + HBr + 3 H2O
+ amilum
biru

5.

IO3-

IO3- + 5I- + 6H+ 3I2 + 3 H2O


+ amilum
biru

6.

NO3-

3Fe2+ + NO3- + 4H+ 3Fe3+ + NO + 2H2O


FeSO4 + NO + 5H2O [Fe(H2O)5NO]SO4
cincin coklat

D. Reaksi Penetapan dan Identifikasi Kation


No.

Kation

Prosedur Kerja

Hasil
Pengamatan

Na+

1.

Nyala api yang berwarna kuning emas


Na+ + 3UO2(CH3COO)2 + Zn(CH3COO)2 +
CH3COOH + H2O
Na Zn(UO2)2(CH3COO)9. 9H2O + H+
Kristal kuning (bentuk
diamond)

Cu2+

2.

Nyala api yang berwarna hijau kebiruan,


blankonya dari CuSO4.
Cu2+ + K4 [Fe[CN]6]

Cu2 [Fe[CN)6]
Coklat

Larut

+ NH4OH encer

(biru tua)
Cu2+ + NH4OH

Cu(OH)2 + NH4+
Kebiruan

[Cu(NH3]2+

+ NH4OH (berlebih)

(larutan biru)

VI.

PEMBAHASAN
Kimia analisis meliputi semua tindakan yang dilakukan untuk
menentukan kandungan zat kimia/campuran zat kimia. Kimia analisis
dibagi menjadi kimia analisa kualitatif dan kuantitatif.
Analisa kualitatif adalah untuk menentukan konstituen dari suatu zat.
Reaksi reaksi yang mudah dipersepsikan itulah reaksi reaksi yang
digunakan untuk analisa kualitatif. Reaksi reaksi tersebut bisa
merupakan perubahan warna, pembentukan gas dan pembentukan
endapan dengan kata lain pengelihatan banyak digukan dalam analisa
kualitatif dan sebagian besar reaksi dapat dilihat secara langsung.

Penciuman juga dapat membantu mengidentifikasi banyak zat. (F.P.


TREADWELL, 1903)
Analisa pendahuluan bertujuan untuk memperkirakan dan memberi arah
sehingga memperoleh gambaran terhadap contoh yang akan ditiliti. Analisa
pendahuluan meliputi (Harjadi, 1993)::
1.

Organoleptis (menggunakan panca indera), yang dianalisis biasanya

berupa bentuk, warna, bau.


2.

Pemanasan dengan tabung pijar.

3.

Reaksi nyala (flame test), dilakukan dengan menggunakan kawat Pt

atau Nicr.
Klasifikasi kation yang paling umum didasarkan pada perbedaan kelarutan
dari klorida, sulfida, dan karbonat kation tersebut. Kation diklasifikasikan
dalam 5 golongan berdasarkan sifat-sifat kation tersebut terhadap beberapa
reagensia. (Vogel, 1990).
Dari hasil analisa pendahuluan yaitu reaksi nyala api timbul nyala dengan
warna Kuning emas dan hijau kebiruan sehingga dugaan awal kami adalah
Na+ dan Cu2+. Oelh karena itu maka kelompok kami melakukan penggolongan
kation dengan menggunakan reaksi spesifik dari 2 kation tersebut. Pada
sampel kami nampak dengan jelas kristal kuning dari Na+ yang berbentuk
diamond. Kami membandingkan dengan kristal Na+ yang didapat dari blanko
Na-asetat yang kami buat sendiri sebagai pembanding.
Dengan reaksi spesifik dari Cu2+, sampel kami juga positif memiliki
kandungan Cu2+. Hal tersebut dikarenakan sampel kami dapat membuat warna
biru (Cu(OH)2) dari reaksi antara Cu2+ + NH4OH. Kelompok kami tidak dapat
menemukan kation ketiga karena kurangnya pengaturan waktu.
Pada reaksi khusus asetat, kelompok kami menemukan terdapat ion asetat
didalamnya. Hal tersebut dikarenakan setelah zat digerus dengan K/NaHSO 4,
timbul bau yang khas yaitu bau asetat.. Lalu kelompok kami menguji adanya

borat, Hg2+, Bi3+, As3+, Sb3+, halogen. Tetapi semuanya menunjukkan hasil
negative. Begitu pula dengan pembuatan amalgam.
Selanjutnya kami melakukan reaksi khusus sulfat dengan BaCl2. Ternyata
pada reaksi ini hasilnya positif. Hal tersebut menandaka terdapat ion sulfat
dalam sampel kami. Lalu dibuktikan dengan reaksi spesifik dari sulfat.
Kemudian kami mencari golongan anion pereduksi atau pengoksidasi.
Ternyata yang sampel kami adalah anion pengoksidasi. Setelah dicari, maka
dapat diketahui anion ketiga adalah nitrat. Hal tersebut diketahui dari cincin
coklatnya yang spesifik. Cincin tersebut sama seperti blanko yang kami buat
sendiri sebagai pembanding.

VII.

.
Kesimpulan

Dari analisa pendahuluan meliputi pemeriksaan organoleptis, reaksi nyala


api, reaksi pemijaran, reaksi untuk zat yang mudah menguap/menyublim, serta
reaksi penggolongan dan spesifik untuk anion dan kation, dapat disimpulkan
bahwa di dalam sampel zat kami mengandung ion anion yang meliputi SO 42-,
NO3-, CH3COO-, serta ion kation yang meliputi Cu2+, dan Na+ yang dapat
diketahui dari bukti positif terhadap uji spesifik.
DAFTAR PUSTAKA
Underwood & R.A Day. 1986. Analisis Kimia Kuantitatif. Erlangga. Jakarta
Vogel. 1990. Analisis Anorganik Kualitatif. PT. Kalman Media Pustaka. Jakarta.