Anda di halaman 1dari 13

KARAKTERISTIK GELOMBANG AIR (SUPERPOSISI

GELOMBANG) DENGAN RIPPLE TANK


M. Arif Rahman, Wahdayuni, Muslimah, Sri Astuti*
*)Mahasiswa pada jurusan Fisika Fak.Sains dan Tekhnologi
UIN Alauddin Makassar

Email : Aryef.Rahman@gmail.com
Muslimahima12@yahoo.com
Sriastuti12radiasi@gmail.com
Wahdayuni10@gmail.com
Abstrak: Telah dilakukan percobaan tentang karakteristik gelombang dengan tangki riak
untuk mengetahui karakteristik suatu gelombang dengan 1 sumber atau lebih. Pada
percobaan ini alat dan bahan yang digunakan adalah tangki riak dengan wadah,
vibrator internal dan eksternal serta kaca fiber. Sumber gelombang yang digunakan yaitu
dengan 10 sumber sejajar, 1 sumber lurus, 10 sumber sejajar serta air sebagai medium
perambatannya. Pertemuan dua gelombang akan mengalami interferensi. Dari hasil
pengamatan diperoleh bahwa pertemuan kedua gelombang mengalami interferensi
konstruktif (sailng menguatkan) karena pada titik pertemuan kedua gelombang tersebut
sefase.
Kata kunci: Tangki riak, sumber gelombang, interferensi gelombang.
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Gelombang adalah suatu gangguan yang menjalar dalam suatu medium


dimana medium tersebut merupakan sekumpulan benda yang saling berinteraksi.
Fenomena gelombang dapat dilihat seperti ombak lautan dipantai, riak-riak air di
kolam, bunyi musik yang dapat didengar, dll. Bentuk gelombang yang biasa
dilihat dalam

kehidupan sehari- hari adalah gelombang mekanik. Dimana

gelombang mekanik merupakan suatu gangguan yang berjalan melalui beberapa


materi atau zat yang dinamakan medium. Gelombang transversal pada tali dan
gelombang longitudinal pada pegas ayunan merupakan contoh dari gelombang

mekanik. Gelombang padapermukaan air merupakan gelombang dua dimensi,


karena medium gelombang ini yaitu permukaaan air mempunyai dua dimensi,
panjang dan lebar. Alat khusus untuk menyelidiki gerak gelombang dipermukaan
air disebut tangki riak( ripple tank).
Gerak gelombang pada permukaan air dapat dibagi kedalam dua jenis,
yaitu: (1) Gelombang air pasang (Gelombang panjang di air dangkal). Gelombang
ini timbul ketika panjang gelombang osilasi lebih besar dibandingkan kedalaman
air. (2) Gelombang air permukaan. Gelombang ini timbul tetapi tidak diperluas
dibawah permukaan air dan panjang gelombang lebih kecil dari pada kedalaman
air. Pada penulisan tugas akhir ini dapat dilihat persamaan gerak gelombang yang
dituliskan dalam persamaan gerak gelombang dua dimensi dalam sistem koordinat
kartesian. Fungsi gelombang tersebut diubah kedalam sistem koordinat polar. Dari
fungsi gelombang tersebut akan didapatkan persamaan untuk perpindahan
gelombang. Perhitungan gerak gelombang dilakukan dengan menggunakan
persamaan Fourier-Bessel.
Untuk itu maka dilakukanlah praktikum ini guna memahami karakteristik
gelombang dengan 1 sumber dan memahami karakteristik gelombang dengan 2
sumber atau lebih.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari percobaan ini yaitu :
1. Bagaimana memahami karakteristik gelombang dengan 1 sumber?
2. Bagaimana memahami karakteristik gelombang dengan 2 sumber atau lebih?
C. Ruang Lingkup
Percobaan ini hanya membahas tentang bagaimana

mengetahui

karakteristik gelombang dengan 1 sumber dan karakteristik gelombang dengan 2


sumber atau lebih.
D. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini yaitu:
1. Memahami karakteristik gelombang dengan 1 sumber.
2. Memahami karakteristik gelombang dengan 2 sumber atau lebih.
E. Manfaat Percobaan

Manfaat dari percobaan ini yaitu:


1. Mahasiswa mampu memahami karakteristik gelombang dengan 1 sumber.
2. Mahasiswa mampu memahami karakteristik gelombang dengan 2 sumber atau
lebih.
TINJAUAN PUSTAKA
A. Defenisi Gelombang
Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang
akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin
radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat ruang hampa udara, gelombang
juga terdapat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan
gaya pegas) di mana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energi dari
II.

satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara
permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal.
Suatu medium disebut:
1. linear jika gelombang yang berbeda di semua titik tertentu di medium bisa

dijumlahkan,
2. terbatas jika terbatas, selain itu disebut tak terbatas
3. seragam jika ciri fisiknya tidak berubah pada titik yang berbeda
4. isotropik jika ciri fisiknya "sama" pada arah yang berbeda
(Marthen Kanginan. 2006)
B. Jenis-Jenis Gelombang
Ditinjau dari zat penghantar atau medium yang dilalui oleh gelombang, kita
dapat membedakan dua macam gelombang, yaitu gelombang mekanik dan
gelombang elektromagnetik.
1. Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik adalah gelombang yang dalam perambatannya
memerlukan medium atau penghantar untuk dapat merambat. Medium
gelombang mekanik dapat berupa zat padat, zat cair, atau gas. Suara atau
bunyi merupakan salah satu contoh gelombang mekanik yang dapat merambat
melalui zat padat, cair atau gas. Contoh lain dari gelombang mekanik yaitu
gelombang pada tali, gelombang pada pegas, gelombang pada permukaan air.

Berdasarkan arah perambatan dan arah getarnya, gelombang mekanik


dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu :
a. Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah getar dari tiap titik
partikel dalam medium, tegak lurus dengan arah perambatan gelombang.
Contohnya gelombang cahaya, gelombang permukaan air, dan gelombang
pada tali. Untuk melihat arah getar dari gelombang transversal dapat kita
gunakan tali dengan cara salah satu ujung tali diikat sedangkan ujung yang
lain dibiarkan bebas.

Gambar 2.1: Gelombang Transversal


Pada kasus gelombang tali, gerakan tangan naik turun mengakibatkan energi pada
tali. Energi tersebut menggetarkan daerah di sekitarnya sehingga daerah
disekitarnya ikut pula bergetar naik turun, demikian seterusnya sampai ujung tali.
Pada gelombang transversal, satu panjang gelombang adalah jarak yang sama
dengan satu bukit gelombang ditambah satu lembah gelombang. Ciri yang

dimiliki gelombang transversal, terdapat satu bukit gelombang dan lembah


gelombang dan satu panjang gelombang (lamda) adalah jarak yang sama dengan
satu bukit gelombang dengan satu lembah gelombang.
b. Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya searah
(paralel) dengan arah rambatannya. Contohnya gelombang pada pegas (slinki) dan
gelombang cahaya. Ketika slinki di gerakkan kedepan dan kebelakang, maka pada
slinki akan terbentuk rapatan-rapatan dan renggangan-renggangan seperti yang
ditunjukkan pada gambar. Pada gelombang longitudinal, satu panjang gelombang
adalah jarak yang sama dengan satu rapatan dan ditambah satu renggangan. Ciri
yang dimiliki gelombang longitudinal, terdapat rapatan dan renggangan dan satu
panjang gelombang adalah jarak yang sama dengan satu rapatan ditambah satu
renggangan.

Gambar 2.2: Gelombang longitudinal


2. Gelombang Elektromagnetik
Gelombang Elektromagnetik: Gelombang Elektromagnetik

adalah

gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium (Sear, Zemansky.
1992).

C. Interferensi gelombang
Jika pada suatu tempat bertemu dua buah gelombang, maka resultan
gelombang di tempat tersebut sama dengan jumlah dari kedua gelombang
tersebut. Peristwa ini di sebut sebagai prinsip superposisi linear. Gelombanggelombang yang terpadu akan mempengaruhi medium. Nah, pengaruh yang
ditimbulkan

oleh

gelombang-gelombang

yang

terpadu

tersebut

disebut

interferensi gelombang.
Syarat agar terjadi interferensi pada gelombang permukaan air adalah
kedua sumber geratan harus bergetar serentak (memiliki fase sama) dengan
amplitude dan frekuensi yang sama. Dua sumber getar yang memiliki fase,
amplitude, dan frekuensi yang sama dinamakan koheren. Dua sumber koheren
yang hanya dapat dihasilkan dari satu sumber getar. Pada tangki riak, dua sumber
koheren adalah dua pembangkit gelombang berbentuk bola yang digetarkan oleh
suatu batang penggetar. Maka gelombang yang dihasilkan pembangkit bola
berbentuk lingkaran.
Ketika mempelajari gelombang stasioner yang dihasilkan oleh superposisi
antara gelombang datang dan gelombang pantul oleh ujung bebas atau ujung
tetap, Anda dapatkan bahwa pada titik-titik tertentu, disebut perut, kedua
gelombang saling memperkuat (interferensi konstruktif), dan dihasilkan
amplitudo paling besar, yaitu dua kali amplitudo semuala. Sedangkan pada titiktitik tertentu, disebut simpul, kedua gelombang saling memperlemah atau
meniadakan (interferensi destruktif), dan dihasilkan amplitudo nol.
Dengan menggunakan konsep fase, dapat kita katakan bahwa interferensi
konstruktif (saling menguatkan) terjadi bila kedua gelombang yang berpadu
memiliki fase yang sama. Amplitudo gelombang paduan sama dengan dua kali
amplitudo tiap gelombang. Interferensi destruktif (saling meniadakan) terjadi bila
kedua gelombang yang berpadu berlawanan fase (Sear, Zemansky. 1992).

III. METODE EKSPERIMEN

A. Waktu dan Tempat


Percobaan ini dilaksanakan hari kamis tanggal 29 Desember 2014 di
Laboratorium Fisika Modern, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam
Negeri Alauddin Makassar.
B. Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu tangki riak (ripple tank),
wadah ripple tank, vibrator internal dan eksternal, kaca fiber, sumber gelombang
(10 sumber sejajar, 1 sumber 10 sumber sejajar), dan kamera untuk mengambil
gambar dari bentuk gelombang.
Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu kabel penghubung, air,
tissue dan kertas (HVS).
C. Prosedur Kerja
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Prosedur kerja pada percobaan ini yaitu:


Mengisi wadah ripple tank dengan air.
Meletakkan kaca fiber di atas wadah air dan member kertas putih
(HVS)
untuk mengamati gelombang yang akan terbentuk.
Mengaktifkan ripple tank dan memberi sumber gelombang pada vibrator
internal.
Menekan tombol LED pada ripple tank untuk melihat gelombang yang akan
terbentuk.
Mengatur nilai (f, f, A, ), kemudian menekan tombol vibrator
untuk melihat riak gelombang yang terjadi.
Mengambil gambar hasil gelombang yang terbentuk.
Mengganti sumber pada vibrator internal dengan 2 sumber sejajar, 1 sumber
lurus dan 10 sumber sejajar.
Mengulangi langkah (6) disetiap sumber yang telah diganti. Dengan
menambah vibrator eksternal dengan sumber yang berbeda.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
No

Sumber

Variabel yang

Gambar Gelombang

Ditentukan

1 sumber
1

Yang terjadi

f = 25 Hz
= 0,0 Hz
=0
A= 5
=

Gambar 1. Gelombang
dengan 1 sumber

2 sumber
2

f = 35 Hz
= 1,0 Hz
= 15
A= 5
=
Gambar 2. Gelombang
dengan 2 sumber

1 sumber lurus
3

f = 27 Hz
= 0,5 Hz
=0
A= 5
=
Gambar 3. Gelombang
dengan 1 sumber lurus

10 sumber sejajar
4

f = 25 Hz
= 0,0 Hz
=0
A= 5
=

Gambar 4 Gelombang
dengan 10 sumber sejajar

f
1 sumber dan
5
1 sumber lurus

f = 35 Hz
= 2,5 Hz
= 345
A= 5
=

Gambar 5. Gelombang
dengan 1 sumber dan 1
sumber lurus

1 sumber dan 2
6
sumber sejajar

f = 20 Hz
= 1,5 Hz
= 30
A= 5
=

Gambar 6 Gelombang
dengan 1 sumber dan 2
sumber sejajar
f = 30 Hz
= 0,5 Hz
= 30
A= 5
=
f

1 sumber dan 10
7
sumber sejajar
Gambar 7. Gelombang
dengan 1 sumber dan 10
sumber sejajar

1 sumber lurus dan


10 sumber sejajar
8

f = 30 Hz
= 0,5 Hz
=0
A= 5
=

Gambar 8. Gelombang
dengan 1 sumber lurus dan
10 sumber sejajar

2 sumber dan 10
9
sumber sejajar

f = 30 Hz
= 2,0 Hz
= 45
A= 5
=

Gambar 9. Gelombag
dengan 2 sumber dan 10
sumber sejajar
f = 40 Hz
= 2,5 Hz
= 30
A= 5
f
2 sumber sejajar dan =
10 1 sumber lurus
Gambar 10. Gelombang
dengan 2 sumber sejajar
dan 1 sumber lurus

2 sumber sejajar
11

f = 30 Hz
= 1,5 Hz
= 45
A= 5
=

Gambar 11. Gelombang


dengan 2 sumber sejajar

B. Pembahasan

Gelombang adalah usikan yang merambat secara terus menerus. Medium


yang dilalui gelombang tidak ikut berpindah. Gelombang dibedakan berdasarkan
medium perambatannya serta berdasarkan arah getar dan arah rambat gelombang.
Gelombang berdasarkan medium perambatannya terbagi atas 2 yaitu gelombang
mekanik dan gelombang elektromagnetik. Gelombang mekanik adalah gelombang
yang

membutuhkan

medium

untuk

merambat,

sedangkan

gelombang

elektromagnetik adalah gelombang yang merambat walaupun tanpa medium


perantara. Gelombang berdasarkan arah getar dan arah rambat gelombang yaitu
gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Gelombang transversal
adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah penjalaran
gelombang itu sendiri. Sedangkan gelombang longitudinal adalah gelombang
yang arah getar mediumnya sejajar dengan arah rambat gelombang.
Pada ekperimen ini diamati bentuk interferensi golombang dengan ripple
tank

( tangki riak). Interferensi gelombang air terjadi jika dua gelombang

permukaan air berpadu di suatu tempat. Interferensi gelombang permukaan air


dapat diamati dengan jelas pada tangki riak. Syarat terjadinya interferensi pada
gelombang permukaan air adalah kedua sumber getaran harus bergetar serentak
(memiliki fase yang sama) dengan amplitude dan frekuensi yang sama. Dua
sumber getar yang memiliki fase, amplitude dan frekuensi yang sama dinamakan
dua sumber koheren. Dua sumber koheren hanya dapat dihasilkan dari satu
sumber getar.
Pada percobaan ini, dilakukan sebelas kali pengamatan dengan sumber yang
berbeda-beda. Sumber yang digunakan adalah 1 sumber, 2 sumber, 1 sumber
lurus, 10 sumber sejajar, 1 sumber dan 1 sumber lurus, 1 sumber dan 2 sumber
sejajar, 1 sumber dan 10 sumber sejajar, 1 sumber lurus dan 10 sumber sejajar, 2
sumber dan 10 sumber sejajar, 2 sumber sejajar dan 1 sumber lurus dan 2 sumber
sejajar.
Setelah melakukan percobaan didapatkan gambar 1 dan gambar 2 yaitu
dengan menggunakan 1 sumber dan 2 sumber terbentuk sebuah gelombang pada

masing-masing sumber. Pada gambar 3, 4 dan 8 tidak ada gelombang yang


terbentuk. Pada gambar 5 terbentuk sebuah gelombang serta terbentuk interferensi
deskruktif (saling melemahkan) yaitu interferensi yang terjadi karena adanya beda
fase. Begitu pula yang terjadi pada gambar 7, 9, 10 dan 11. Pada gambar 6
terbentuk 2 gelombang yang menggunakan 1 sumber dan 2 sumber sejajar, pada
gambar ini terjadi interferensi konstruktif yaitu interferensi yang saling
menguatkan karena adanya fase yang sama.
Pada tangki riak, dua sumber koheren adalah dua pembangkit gelombang
berbentuk bola yang digetarkan oleh salah satu batang penggetar. Muka
gelombang yang dihasilkan pembangkit bola berbentuk lingkaran. Akibat
interferensi antara dua gelombang permukaan air, tampak pola gelombang.
Terdapat alur-alur di permukaan air yang tampak bergelombang, tetapi ada juga
alur-alur yang tenang. Seolah geombang tidak pernah melaluinya. Pola ini adalah
interferensi antara dua gelombang. Pada Alur-alur yang tenang pada sebuah
gelombang disitulah kedua gelombang berlawanan fase. Puncak satu gelombang
bertemu dengan lembah gelombang lainnya menghasilkan simpangan resultan
nol. Peristiwa ini disebut interferensi destruktif (saling melemahkan). Alur-alur
yang bergelombang dengan amplitudo paling besar. Disini, kedua gelombang
memiliki fase yang sama. Puncak satu gelombang bertemu dengan puncak
gelombang lainnya, menghasilkan simpangan paling besar yang mungkin dicapai.
Peristiwa ini disebut interferensi konstruktif (saling menguatkan).

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dalam percobaan ini yaitu :
1. Dengan menggunakan satu sumber gelombang akan mengalami pemantulan.
Pemantulan gelombang terjadi ketika gelombang yang sedang bergerak ke
tempat yang lain menabrak suatu penghalang.
2. Dengan dua seumber gelombang, maka terbentuk dua buah gelombang,
pertemuan kedua gelombang tersebut dinamakan interfrensi. Dari hasil
pengamatan dapat dikatakan bahwa interferensi yang terjadi adalah
interferensi konstruksi yang saling menguatkan.

B. Saran

Saran yang dapat disampaikan pada eksperimen ini adalah sebaiknya


disediakan kamera pada ruang eksperimen sehingga di dapatkan gambar yang
lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2015. Gelombang. http://www.wikipedia.co.id./gelombang.htm
Diakses tanggal 02 Desember 2015.
Marthen Kanginan. 2006. KTSP Fisika 3a. Jakarta: Erlangga
Sear, Zemansky. 1992. University Physics I. California: Addison Wesley
Publishing Company, Inc.

Anda mungkin juga menyukai