Anda di halaman 1dari 14

MOTION SICKNESS

Tania Agustini Maharani


1310211 124

FISIOLOGI ALAT KESEIMBANGAN

Selain bagian pendengaran, bagian telinga dalam terdapat organ


keseimbangan.
Labirin terdiri dari :
1. labirin statis yaitu utrikulus dan sakulus yang merupakan pelebaran
labirin membran yang terdapat dalam vestibulum labirin tulang.
2. Labirin kinetik terdiri dari tiga kanalis semisirkularis.
Gerakan
perubahan kepala
tubuh

perpindahan cairan
endolimfa labirin

ion kalsium masuk


kedalam sel

depolarisasi

silia sel rambut


akan menekuk

permeabilitas membran
sel berubah
pelepasan
neurotransmiter eksitator

impuls sensoris melalui saraf aferen ke pusat keseimbangan di otak.

Sistem vestibular membantu Otak kita untuk


menentukan:
Apakah sedang bergerak maju dan mundur (seperti ketika
berjalan).
Apakah sedang mengalami percepatan atau perlambatan
(seperti ketika berada dalam mobil yang sedang digas atau
direm).
Apakah sedang beralih/berputar/berbelok dari satu sisi ke
sisi lainnya (seperti ketika pesawat terbang beralih dari
satu sisi ke sisi lainnya).
Apakah Anda sedang bergerak ke atas atau ke bawah
(seperti mendaki atau menuruni tangga).
Apakah Anda merasakan efek gravitasi atau tidak (yang
Anda alami saat naik lift).

DEFINISI
Motion sickness atau kinetosis, juga dikenal
sebagai penyakit perjalanan, adalah suatu
kondisi dimana ada perbedaan antara sinyal
yang diterima otak dari mata dan organ-organ
sesnsitif terhadap posisi lainnya termasuk
sistem vestibular mengenai posisi tubuh.
Penyakit disekitar kita ini diindentifikasikan
dengan terminologi sebagai mabuk laut, mabuk
udara, mabuk darat, mabuk ski, dan bahkan
mabuk gajah atau unta.

EPIDEMIOLOGI
Penelitian di India mengatakan
prevalensi motion sickness adalah sekitar
28%, wanita lebih rentan (27%) dari pria
(16,8%). Individu yang aktif lebih jarang
terkena.

ETIOLOGI
Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa konflik
berasal dari dua organ penting keseimbangan yaitu :
- mata
- koklea di telinga dalam menyesuaikan diri terhadap
Penyakit ini dapat diprovokasi oleh gerakan yang tibatiba seperti saat berada diperjalanan yang tidak rata,
penerbangan yang berputar, dan pelayaran yang
bergelombang.

Muntah disebabkan oleh aktivasi yang terkoordinir antara


otot polos dan somatik yang menghasilan perubahan
yang tepat sesuai dengan tekanan intrabadominal dan
tekanan intrathoracic yang membuka spinkter esofagus.
Penyakit ini yang parah dengan serangan muntah yang
hebat dan berulang dapat mengakibatkan suatu keadaan
alkalosis karena hilangnya ion hidrogen dan
menyebabkan peningkatan ekskresi ginjal terhadap
bikarbonat yang mengakibatkan defesiensi klorida yang
dapat menyebabkan otot-otot melemah, konstipasi dan
aritmia.
Hilangnya natrium dapat menyebabkan hipotensi,
pelepasan Anti-Diuretic Hormone (ADH) juga meningkat.

GEJALA DAN TANDA

Gangguan epigastrik seperti rasa tidak


nyaman epigastrik, mual dan muntah.
Gejala-gejala pada kulit seperti pucat,
keringat dingin, mulut kering.
Gejala-gejala SSP seperti sakit kepala,
mengantuk, rasa tegang dimata, dan lesu.

Motion Sickness ada 3 macam berdasarkan ketidak


seimbangan inputnya, yaitu:

Gerakan yang terasa tetapi tidak terlihat


Gerakan yang terlihat tetapi tidak terasa
Gerakan yang terlihat dan terasa tetapi tidak
cocok/sejalan satu sama lain

Terapi
Antikolinergik: Scopolamine
Antihistamin: dimenhydrinate oral,
diphenhydramine, promethazine,
meclizine,dan cyclizine.

Obat-obatan diatas mempunyai efek samping berupa


rasa ngantuk dan mulut kering.
Scopolamin untuk meningkatkan efeknya sering
digunakan bersamaan dengan amfetamin, dan
promethazin sering digunakan bersamaan dengan
efedrin.
Kontraindikasi penggunaan scopolamin adalah orangorang dengan glaukoma, hipertrofi prostat, penyakit hati
dan ginjal.
Alkohol dapat meningkatkan efek ngantuk jika digunakan
bersamaan dengan scopolamin sehingga tidak boleh
digunakan saat berkendaraan.

KESIMPULAN
Motion sickness atau kinetosis, juga dikenal sebagai penyakit perjalanan,
adalah suatu kondisi dimana ada perbedaan antara sinyal yang diterima
otak dari mata dan organ-organ sesnsitif terhadap posisi lainnya
termasuk sistem vestibular mengeni posisi tubuh.
Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa konflik berasal dari dua
organ penting keseimbangan yaitu mata dan koklea di telinga dalam
menyesuaikan diri terhadap kecepatan yang berbeda ketika terjadinya
gerakan.Sekarang ini belum ada teori yang adekuat yang dapat
menjelaskan perjalanan penyakit ini. Dan ada banyak teori yang
menjelaskan mengenai penyakit ini.
Gejala dan tanda dari penyakit ini meliputi sindroma mual, gangguan
epigastrik seperti rasa tidak nyaman epigastrik, mual dan muntah, gejalagejala pada kulit seperti pucat, keringat dingin, mulut kering, gejala-gejala
SSP seperti sakit kepala, mengantuk, rasa tegang dimata, dan lesu.

Anda mungkin juga menyukai