Anda di halaman 1dari 5

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PRIMA JAMBI

PENGAJUAN TOPIK TUGAS AKHIR


Kepada Yth :
Ketua Program D-IV Bidan Pendidik Stikes Prima Jambi
DiTempat
Dengan ini saya,
Nama

: Siti Hartina

NIM

: 2014 15301 61

Program studi

: D-IV Bidan Pendidik

Mengajukan Topik Karya Tulis Ilmiah sebagai berikut :


1. Topik Permasalahan :
Kurangnya pola komunikasi keluarga dengan tingkat interaksi sosial
anak usia sekolah
2. Data penunjang
a. Middle childhood juga dikenal sebagai anak usia sekolah adalah periode
yang sangat menyenangkan dalam kehidupan yang dimulai pada usia 612 tahun (Wong, 1995). Orang tua yang bertanggung jawab terhadap
kelangsungan hidup anak harus mampu melakukan perannya agar anak
dapat mencapai derajat kesehatan optimal. Kesehatan optimal dapat
dicapai jika dalam diri anak terdapat keseimbangan antara berbagai
dimensi dalam dirinya yaitu dimensi fisik, emosional, intelektual, sosial
dan spiritual. Apabila salah satu dari dimensi tersebut mengalami
gangguan maka akan berdampak pada dimensi lainnya sehingga terjadi
kondisi yang tidak seimbang (Agustini,2005).
b. Kegagalan orang tua dalam mengkomunikasikan aktivitas sosial yang
seharusnya dijalani oleh anak akan mengakibatkan anak gagal dalam
antisipasi sosial. Sebagai contoh, anak berusia dibawah 13 tahun yang

takut sekolah karena kurangnya komunikasi keluarga pada akhir school


refuses cepat berubah menjadi school phobia yang menjadi lebih akurat
setelah usia 13 tahun (Last & Others, 1967 dalm Wong, 1995). Dan
apabila orang tua belum siap untuk memasukkan anaknya ke sekolah
maka hal ini akan berakibat pada diri anak tersebut. Seperti umur anak
yang belum cukup untuk masuk sekolah maka yang akan terjadi pada diri
anak tersebut anak akan takut untuk sekolah atau lebih dikenal dengan
school phobia, anak akan malas untuk sekolah karena umurnya yang
belum cukup. Dan hal ini juga akan berakibat pada prestasi anak di
sekolah akan menurun.
c. Menurut Devito Joseph A (1997) dampak dari komunikasi tidak berjalan
dengan baik terhadap interaksi sosial yaitu dapat mengakibatkan anak
akan salah dalam memilih teman sehingga perilaku anak akan menjadi
buruk, bahkan yang lebih fatal lagi anak bisa terjerumus dalam hal-hal
yang sepatutnya tidak dilakukan oleh anak seusia mereka. Contohnya
saja kita dapat melihat fenomena yang terjadi pada anak-anak seusia
mereka. Kebanyakan dari mereka sudah mulai mencoba merokok, dan
melihat video yang tidak patut untuk dilihat dan lain-lain. Hal ini
disebabkan karena kurangnya perhatian dari orang tua sehingga perilaku
anak menjadi tidak terkontrol. Disamping itu dampaknya bagi prestasi
anak di sekolah yaitu anak akan malas untuk sekolah, konsentrasi belajar
anak menurun dan menyebabkan hasil belajarnya tidak bagus. Untuk itu,
peran orang tua sangat diperlukan dalam membentuk pribadi yang baik

dalam diri anak sehingga anak dapat terhindar dari perilaku yang tidak
baik.
3. Tujuan penelitian
a. Tujuan umum
Untuk mengetahui hubungan pola komunikasi keluarga dengan
tingkat interaksi sosial anak usia sekolah.
b. Tujuan Khusus
1) Mengetahui distribusi frekuensi pola komunikasi keluarga pada anak
sekolah
2) Mengetahui distribusi frekuensi tingkat interaksi sosial anak usia
sekolah
3) Mengetahui hubungan pola komunikasi keluarga dengan tingkat
interaksi sosial anak usia sekolah
4. Kerangka Teori
1. Pola Komunikasi keluarga*
Fungsional
Disfungsional
2. Imitasi (peniruan)
3. Identifikasi (menyamakan ciri)
4. Sugesti
5. Motivasi
6. Simpati
7. Empati
8. Pengaruh dai luar rumah

Sumber

: Sarif dalam Friedman (1998)

Ket

: Tanda * adalah variabel yang akan diteliti

5. Kerangka Konsep Penelitian

Interaksi Sosial

Variabel Independen

Pola Komunikasi Keluarga:

Variabel Dependen

Tingkat Interaksi Sosial


Berhubung
an

Fungsional

Baik

Disfungsio
nal l

Sedang

Kurang

Tidak
Berhubung
an

Mengetahui,
Dosen PA

Hormat Saya,

Marinawati Ginting, SKM., M.Kes

(Siti Hartinah)

Diperiksa

Diketahui,

Sekretaris Prodi

Ketua Program Studi

(Lidya Kurniasari, S.SiT)

(Dian Purnamasari, S.ST)