Anda di halaman 1dari 5

Halaman Muka

Log In

Umum

Ketentuan

1.

Apakah Reksa Dana itu ?

Pembelian

2.

Apakah Manfaat Reksa Dana ?

3.

Bagaimana memilih Reksa Dana yang tepat ?

4.

Bagaimana langkah-langkah untuk memilih Reksa Dana yang tepat ?

Ulasan Bursa

5.

Apa Penghasilan Membeli Reksa Dana ?

Perbandingan
Reksadana

6.

Bagaimana Mendapat Deviden/Bunga?

Kolom Reksadana

7.

Kapan Mendapat Deviden/Bunga?

Daftar Reksadana

8.

Bagaimana Mendapat Capital Gain?

Daftar Manajer
Investasi

9.

Kapan Mendapat Capital Gain ?

Nilai Aktiva Bersih

10. Bagaimana Mendapat Peningkatan NAB?

Tata Cara Pembelian


Prospektus
Kalkulator

Referensi

Pertanyaan Umum
Tips Investasi

11. Kapan Mendapat Kenaikan NAB?


12. Apa Resiko Investasi Reksa Dana?

1.

Profil Investasi
Berita Reksadana
Mengapa Danamas ?

Info Produk

Pendapatan Tetap
Saham
Campuran
Pasar Uang

Apakah Reksa Dana itu ?


Reksa Dana berasal dari kosa kata Reksa yang berarti menjaga atau memelihara dan Dana yang
berarti uang atau sekumpulan uang. Jadi Reksa Dana berarti kumpulan uang yang dipelihara
bersama untuk suatu kepentingan. Menurut Undang-undang Nomor 8 tahun 1995, Reksa Dana
adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk
selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Di Inggris Reksa Dana
dikenal dengan nama Unit Trust, di Amerika Serikat disebut Mutual Fund dan di Jepang disebut
Investment Trust.
kembali ke atas

2.

Apakah Manfaat Reksa Dana itu ?


Ada banyak manfaat yang bisa didapat oleh pemodal yang berinvetasi di Reksa Dana, diantaranya
yaitu :

Dikelola oleh tenaga professional


Manajer Investasi harus mempunyai kualifikasi, pengalaman dan integritas yang tinggi
sebelum dapat mengelola dana

Diversifikasi investasi
Pemodal tidak hanya berinvestasi di deposito atau tabungan saja tapi bisa
mendiversifikasikan dananya ke Reksa Dana untuk mendapatkan tingkat pengembalalian
yang relatif lebih tinggi dengan resiko yang masih dapat diterima.

Minimum investasi relatif murah


Untuk investasi di Reksa Dana tidak dibutuhkan modal yang besar. Dengan hanya Rp.
250.000 pemodal dapat berinvestasi di Reksa Dana.

Sangat likuid karena pemodal dapat membeli dan menjual kapanpun pada Hari
Bursa.
Berbeda dengan deposito yang mempunyai penalti bila ditarik sebelum jatuh tempo,
Reksa Dana tidak menerapkan penalti.

Bunga obligasi tidak kena pajak 15 %


Reksa Dana yang berinvestasi di obligasi tidak dikenakan pajak atas kupon/bunga

obligasi yang diterimanya. Dengan demikian return yang didapat lebih besar
dibandingkan bila pemodal membeli sendiri obligasi.

kembali ke atas

3.

Bagaimana memilih Reksa Dana yang tepat ?


Dalam menentukan reksa dana yang terbaik, investor harus melihat kondisi keuangannya dan
seberapa besar resiko yang berani diambil. Secara sederhana, investasi yang baik adalah investasi
yang disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing individu atau perusahaan dengan
mempertimbangkan kebutuhan dan jangka waktu investasi.
Berbagai jenis reksa dana yang kami tawarkan di portal ini terdiri dari reksa dana yang dikelola
oleh manajer investasi yang berpengalaman di mana masing-masing reksa dana dibuat dan
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing investor.
kembali ke atas

4.

Bagaimana langkah-langkah untuk memilih Reksa Dana yang tepat ?


Langkah 1: Tetapkan kebutuhan investasi Anda saat ini
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dan sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi
keuangan Anda saat ini. Semoga dengan pertanyaan tersebut di bawah ini membuat Anda dengan
mudah menetapkan kebutuhan investasi Anda.

Pertanyaan : Apa yang ingin Anda lakukan dari dana hasil investasi tersebut?
Contohnya, Anda ingin membiayai kuliah anak Anda, atau Anda ingin membeli rumah.
Anda mempunyai rencana masa depan untuk memenuhi kebutuhan Anda sehingga Anda
berinvestasi.

Pertanyaan : Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai rencana


masa depan Anda ?
Misalnya, jika memiliki banyak waktu sebelum mulai menikmati hasil investasi ini,
seseorang baiknya mempertimbangkan Reksa Dana yang mempunyai potensi
pertumbuhan jangka panjang, dan tidak terlalu menghiraukan fluktuasi jangka pendek
dari harga saham. Jika dana/hasil investasi akan digunakan dalam waktu dekat
(misalnya dalam waktu kurang dari 1 tahun), pilihan yang paling tepat adalah reksa
dana pasar uang atau obligasi.

Apakah resiko menjadi salah satu pertimbangan Anda dalam investasi?


Contohnya, jika seseorang berinvestasi di pasar saham, resiko yang diambil akan lebih
besar dari resiko berinvestasi di pasar obligasi (surat berharga). Anda sebagai investor
yang tidak dapat menerima naik turunnya harga saham dan dapat mengakibatkan
emosi, maka Anda disarankan untuk memilih jenis reksa dana yang konservatif.

Langkah 2: Jika Anda telah menjawab pertanyaan di atas, langkah selanjutnya adalah
Anda harus mengenali jenis reksa dana yang tersedia dengan tepat.
Berdasarkan jawaban Anda pada Langkah 1, Anda dapat menggunakan informasi di bawah ini
untuk menentukan jenis reksa dana yang tepat untuk investasi Anda.

Tujuan Investasi
- Pensiun
- Biaya anak kuliah
- Meningkatkan kekayaan
-Pendapatan tetap untuk yang
sudah pensiun
Simpanan untuk keadaan darurat
Investasi sementara
Menunda pembelian sesuatu

Periode
Investasi
Jangka
Panjang

Jenis Reksadana
Pertumbuhan
Pertumbuhan & pendapatan

Kontinu

Obligasi (konservatif)
Pertumbuhan & Pendapatan (agresif)

Jangka
Pendek

Pasar Uang
Obligasi Jangka Pendek

Langkah 3: Jika telah Anda mengenali jenis reksa dana yang ingin Anda pilih, tentukan
produk reksa dana yang tersedia di situs ini dari jenis yang sudah Anda pilih di Langkah

2.
Pada portal ini, kami menyediakan berbagai produk reksa dana dari satu jenis reksa dana. Dalam
menentukan pilihan Anda terhadap suatu produk, kami sarankan Anda melihat dan membaca
prospektus dari produk reksa dana yang tersedia.
Adapun poin-poin yang harus diperhatikan dalam memperhatikan prospektus masing-masing
reksa dana tersebut yaitu :

o
o

Portofolio dari produk reksa dana tersebut (saham / obligasi / instrumen pasar uang apa
saja yang ada didalamnya dan bagaimana dengan bobot mereka masing-masing)
Kinerja yang dihasilkan pada masa yang lalu

Pandangan manajer investasi ke masa depan tentang ekonomi makro, mata uang, serta
industry trend dari saham yang ada dalam portofolio

Prestasi masa lalu relatif terhadap saingan sejenis dan pasar secara keseluruhan
(indeks)

Biaya transaksi yang meliputi management fee, sales dan redemption fees

kembali ke atas

5.

Apa Penghasilan Membeli Reksa Dana ?


Penghasilan investasi reksa dana datang dari tiga sumber, yaitu: dividen/bunga, capital gain dan
peningkatan NAB (Nilai Aktiva Bersih).
o Dividen/bunga diperoleh dari penerbit reksa dana. Capital gain diperoleh dari penjualan
portofolio reksa dana. Peningkatan harga reksa dana (NAB) diperoleh dari hasil
penjualan reksa dana di pasar sekunder (untuk reksa dana tertutup/close- end) atau
nilai pembelian kembali oleh perusahaan reksa dana (untuk reksa dana terbuka/ openend).

kembali ke atas

6.

Bagaimana mendapat Deviden/Bunga?


Untuk mendapatkan dividen/bunga, pemodal harus memilih reksa dana yang memiliki sasaran
pendapatan. Setiap prospektus reksa dana akan mencantumkan sasaran saat penawaran. Adapun
sasaran reksa dana diantaranya: pendapatan, pertumbuhan, pertumbuhan dan pendapatan, dan
keseimbangan.
kembali ke atas

7.

Kapan mendapat Deviden/Bunga?


Kegiatan utama manajer investasi adalah melakukan investasi portofolio, sehingga setiap saat
akan mengambil keputusan alat investasi mana yang harus dibeli atau dijual. Juga memutuskan
memilih saham yang memberi dividen atau obligasi yang membayar bunga. Jadi, reksa dana
selalu punya kesempatan mendapatkan dividen atau bunga. Hanya saja, manajer investasi
mempunyai hak untuk mendistribusikan atau tidak dividen atau bunga yang diperolehnya kepada
pemodal. Kalau prospektusnya menerangkan bahwa dividen/bunga akan didistribusikan, maka
dalam waktu tertentu pemodal akan mendapatkan dividen/bunga ini.
kembali ke atas

8.

Bagaimana Mendapat Capital Gain?


Capital gain akan diberikan oleh reksa dana yang memiliki sasaran pertumbuhan. Pendapatan ini
berasal dari kenaikan harga saham atau diskon obligasi yang menjadi portofolio reksa dana. Tentu

saja manajer investasi harus berhasil membeli saham pada saat harga rendah dan menjualnya
pada saat harga tinggi. Selanjutnya, manajer investasi mendistribusikan capital gain itu kepada
pemodal.
kembali ke atas

9.

Kapan Mendapat Capital Gain ?


Pendapatan dari capital gain tergantung kebijaksanaan manajer investasi. Bila manajer investasi
dalam prospektusnya menerangkan akan mendistribusikan capital gain, maka dalam waktu
tertentu pemegang reksa dana akan mendapat distribusi capital gain ini. Namun ada juga reksa
dana yang tidak mendistribusikan capital gain ini, tapi ditambahkan pada NAB.
kembali ke atas

10. Bagaimana Mendapat Peningkatan NAB?


NAB adalah perbandingan antara total nilai investasi yang dilakukan manajer investasi dengan
total volume reksa dana yang diterbitkannya. Contoh, pada awal tahun 1990, Manajer Investasi X
menerbitkan 445.000 lembar reksa dana, dengan harga Rp. 1000. Harga ini bisa dianggap NAB
awal.
Pada akhir tahun 1990, nilai investasi meningkat menjadi Rp. 600 juta, akibat kenaikan harga
saham yang menjadi portofolio Manajer Investasi X, dan juga pembayaran dividen dan bunga
obligasi. NAB baru adalah Rp. 600 juta : 445.000 = Rp. 1.348. Berarti mengalami kenaikan
34,8%.
kembali ke atas

11. Kapan Mendapat Kenaikan NAB?


Untuk mendapatkan kenaikan NAB ini tergantung jenis reksa dana yang dibeli. Reksa dana
terbuka akan membeli kembali dengan harga NAB baru. Reksa dana tertutup tidak akan dibeli
kembali oleh penerbitnya. Jadi setelah terjadi transaksi di pasar perdana selanjutnya reksa dana
akan diperjualbelikan di pasar sekunder. Harga yang terbentuk merupakan pertemuan dari
permintaan dan penawaran. Harga inilah yang merupakan NAB baru.
kembali ke atas

12. Apa Resiko Investasi Reksa Dana?


o

Resiko berkurangnya nilai investasi


Modal awal pemodal bisa berkurang karena investasi di Reksa Dana tidak digaransi pasti
memberikan keuntungan. Naik turunnya nilai investasi tergantung isi portofolio Reksa
Dana, bila saham/obligasi dalam portofolio rata-rata naik maka nilai investasi Reksa
Dana juga naik atau pemodal menikmati keuntungan. Namun sebaliknya bila
saham/obligasi dalam portofolio turun harganya maka pemodal mengalami kerugian
potensial.

Resiko likuiditas saat penarikan dana pemodal


Sama seperti bank yang mengalami rush (penarikan besar-besaran secara bersamaan),
Reksa Dana juga menghadapi resiko serupa. Bila pemodal beramai-ramai menarik
dananya sedangkan dana tersebut masih diinvestasikan dalam saham/obligasi maka
Manajer Investasi harus menjual saham/obligasi tersebut untuk dibayarkan kepada
pemodal. Penjualan saham/obligasi dalam jumlah besar berpotensi menurunkan harga
saham/obligasi sehingga menurunkan Reksa Dana.

Resiko wanprestasi emiten


Penerbit obligasi yang gagal membayar kupon bunga atau nilai pokok hutang
menyebabkan Reksa Dana tidak menerima penghasilan yang semestinya diterima.

Resiko berkaitan dengan peraturan


Reksa Dana diatur oleh peraturan Bapepam yang cukup ketat. Dengan perubahan
peraturan misalnya peraturan fasilitas perpajakan, bisa saja menurunkan nilai investasi
Reksa Dana.

kembali ke atas
Jika Anda mempunyai pertanyaan tentang reksadana,

silakan ketik pada kotak di bawah ini :

E-mail :

Valas Instan dari:


Untuk komentar, saran, dan informasi, hubungi cs@danamas.com
disclaimer | kerahasiaan | Syarat & Ketentuan
Copyright2002 Danamas, Inc
ALL RIGHTS RESERVED

ke:

Anda mungkin juga menyukai